Blog ›

Pahami Apa Itu Digital Marketing dan 10 Strategi Utamanya!

I

Untuk menjawab pertanyaan, “Apa Itu Digital Marketing?” memang tidaklah semudah mengartikannya ke dalam Bahasa Indonesia.

Seiring perkembangan zaman, istilah ini terus berkembang menjadi bagian-bagian kecil yang lebih spesifik. Untuk memahami secara keseluruhan, Anda perlu tahu terlebih dahulu bagaimana tren digital yang tengah terjadi.

Setelah itu, nantinya Anda akan paham mengapa digital marketing ini muncul dan memberikan pengaruh besar khususnya bagi perkembangan bisnis yang masih bertahan sampai saat ini.

Mari kita masuk ke pembahasan pertama yaitu mengenai definisi marketing dan digital marketing.

Apa Itu Digital Marketing?

Sebelum jauh menyelami pengertian digital marketing serta hal-hal yang berkaitan dengannya, kita pahami dulu apa arti dari kata “Marketing”.

Pemasaran (Marketing) adalah serangkaian aktivitas dalam bisnis guna memperkenalkan produk, jasa, atau layanan ke masyarakat luas mulai dari kegiatan promosi, distribusi, penjualan, hingga tahap pengembangan produk.

Istilah marketing berkembang cukup luas seiring dengan perkembangan teknologi di zaman modern sekarang, salah satunya dikenal pula istilah Digital Marketing, artinya pemasaran yang dilakukan secara digital.

Pemasaran Digital (Digital Marketing) adalah aktivitas pemasaran yang dilakukan oleh brand untuk menjangkau audiens potensial di internet menggunakan saluran digital seperti website, email, media sosial, dan sebagainya.

Banyak yang beranggapan bahwa Digital Marketing sama persis dengan Online Marketing ataupun Internet Marketing dengan alasan karena sama-sama menggunakan internet. Hal tersebut tidaklah keliru.

Namun, sedikit perbedaannya yaitu digital marketing memiliki cakupannya yang lebih luas karena memanfaatkan saluran atau channel digital yang beragam.

Tujuan utama dari digital marketing itu sendiri adalah untuk menjangkau audiens yang aktif di dunia digital tidak hanya secara 1 arah, namun telah 2 arah dengan cepat, tepat, efektif, dan juga efisien.

Pengertian Digital Marketing Menurut para Ahli

Dari sekian banyak ahli yang mendefinisikan pengertian digital marketing, kita bisa simak 2 di antaranya, yaitu:

1. Josua Tarigan dan Ridwan Sanjaya (2009)

Menurut Josua Tarigan dan Ridwan Sanjaya,

“Pemasaran digital adalah kegiatan pemasaran termasuk branding yang menggunakan berbagai media berbasis web seperti blog, website, e-mail, adwords, ataupun jejaring sosial. Tentu saja pemasaran digital bukan hanya berbicara tentang pemasaran internet.”

2. Heidrick dan Struggles (2009)

Sedangkan menurut Heidrick dan Struggles yang dikutip dari Gramedia,

“Digital marketing adalah sebuah hal yang menggunakan dunia digital dalam melakukan periklanan. Kegiatan yang dilakukan tersebut memang tidak menggembar-gemborkan secara langsung. Namun, hal tersebut tetap memiliki efek yang sangat berpengaruh.”

Baca Juga: Pengertian Customer Journey dan Manfaatnya bagi Bisnis

Selanjutnya, mungkin Anda masih bingung, “Apa sih kelebihan dalam menggunakan digital marketing?” Mari kita bahas!

Jenis Digital Marketing: Owned, Earned, dan Paid

Digital marketing yang biasa kita pelajari memiliki strategi yang cukup banyak seperti SEO, SEM, Email Marketing, Social Media, dan lain-lain.

Akan tetapi, perlu kita ketahui bahwa bahwa strategi-strategi tersebut semua itu dirangkum menjadi 3 jenis digital marketing, yaitu Owned Digital Marketing, Earned Digital Marketing, dan Paid Digital Marketing.

jenis owned, earned, dan paid digital marketing

a. “Owned” Digital Marketing

Owned Digital Marketing adalah jenis digital marketing di mana semua media dimiliki, dikelola, dan dikendalikan oleh Anda sebagai pemilik bisnis.

Contoh dari owned digital marketing adalah website, akun media sosial, blog, aplikasi, email, halaman sosial, dan sebagainya.

b. “Earned” Digital Marketing

Earned Digital Marketing adalah jenis digital marketing di mana konten-konten yang dihasilkan baik dengan tujuan promosi ataupun hanya sekadar informasi didapat tanpa persetujuan bisnis Anda dan biasanya tidak mengeluarkan biaya apapun.

Contoh dari jenis earned digital marketing adalah ulasan (Review) dari pelanggan, liputan media seputar bisnis kita, penyebutan (Mention) di media sosial, konten-konten yang dibagikan (Social Shares), ataupun rekomendasi yang dilakukan oleh orang lain secara gratis.

c. “Paid” Digital Marketing

Paid Digital Marketing adalah jenis digital marketing terakhir yang mencakup semua bentuk periklanan digital di berbagai media seperti Facebook/Instagram Ads, Twitter Ads, Google Ads, iklan PPC, retargeting/remarketing, dan sebagainya.

Platform Digital untuk Menjalankan Digital Marketing

Dalam menjalankan strategi marketing, Anda tentu harus paham dulu apa saja platform yang nantinya akan digunakan. Sebelum itu, kita pahami dulu apa itu platform digital.

Platform Digital merupakan sebuah tempat di mana terjadinya interaksi dan pertukaran informasi antar para pengguna di dunia digital.

Interaksi dan pertukaran informasi yang dimaksudkan bisa dalam berbagai konteks, contoh mengenai dunia bisnis.

Dalam berbisnis, Anda dapat menggunakan platform digital untuk berjualan, promosi produk, ataupun mengenalkan layanan dan jasa ke masyarakat luas. 

Ada 2 platform pemasaran yang populer digunakan dalam menjalankan strategi digital marketing, yaitu:

a. Web-based Marketing

Web-based Marketing yaitu kombinasi antara teknik pemasaran dengan teknologi web dapat diakses melalui berbagai perangkat seperti laptop, komputer, smartphone, tablet, dan lain-lain.

b. App-based Marketing

App-based Marketing atau disebut juga Mobile Marketing merupakan teknik pemasaran dengan memanfaatkan aplikasi yang diunduh oleh pengguna di perangkat mobile mereka.

Selanjutnya, mari kita bahas mengenai contoh strategi yang digunakan dalam digital marketing!

10 Strategi Utama Digital Marketing

Terdapat 10 strategi utama dalam menjalankan digital marketing yang populer digunakan oleh brand-brand besar dan juga bisnis UKM/UMKM. Mari simak penjelasannya di bawah ini!

1. Search Engine Optimization (SEO)

search engine optimization atau seo

Sesuai namanya, Search Engine Optimization atau SEO adalah upaya yang dilakukan secara organik agar sebuah halaman web menempati peringkat terbaik di halaman hasil mesin pencarian (SERP).

Peringkat yang dianggap “Terbaik” dalam konteks ini adalah peringkat di halaman pertama mesin pencari, khususnya di peringkat 3–5 teratas yang berpotensi diklik oleh pengguna internet.

Berbeda dengan iklan, SEO memerlukan waktu yang relatif lebih lama agar hasilnya dapat terlihat. Namun, hasil tersebut dapat bertahan dalam waktu yang lebih lama dibandingkan iklan.

Ada 3 teknik utama dalam mengoptimasi mesin pencari yang mungkin Anda sudah pernah mendengarnya, yaitu On-page SEO, Off-page SEO, dan Technical SEO.

Kita sebagai seorang SEO Specialist tidak memilih salah satu dari ketiga teknik tersebut, melainkan sebaiknya Anda menjalankan ketiganya secara bersamaan.

a. On-page SEO

On-page SEO adalah upaya optimasi yang dilakukan dari dalam situs web. Upaya-upaya ini meliputi:

  • Keyword Research
    Pemilihan keyword atau kata kunci yang akan digunakan di halaman tersebut.
  • Content Marketing
    Konten merupakan salah satu dari 2 faktor terbesar yang mempengaruhi ranking sebuah halaman di hasil pencarian. Semakin bermanfaat konten suatu halaman maka lebih besar peluang halaman tersebut menempati peringkat atas hasil pencarian dan akan semakin banyak pengunjung yang dapat diperoleh.

    Namun perlu diingat, konten tersebut juga harus diperlukan oleh pengunjung. Jika tidak banyak orang yang memerlukan konten yang Anda buat maka tidak banyak juga yang akan mengunjungi halaman Anda.

    Untuk hal inilah keyword research sangat diperlukan karena melalui keyword research Anda dapat mengetahui berapa banyak orang yang mencari informasi mengenai topik tertentu.
  • Optimasi Kecepatan Halaman
    Jika ada 2 halaman yang isinya sama bagusnya maka Google akan menempatkan halaman yang dimuat lebih cepat di posisi yang lebih tinggi.
  • Penggunaan Sub-heading yang Tepat
    Sub header membantu pembaca mengetahui sub topik pembahasan dalam suatu artikel. Namun, ternyata mesin pencari juga terbantu dengan penggunaan sub header yang ideal karena algoritma mereka dirancang untuk mencari halaman yang paling berguna dan enak dibaca untuk manusia.
  • Link Internal & Eksternal
    Membahas sebuah topik beserta sub-sub topiknya akan membuat ukuran sebuah halaman menjadi terlalu besar dan melelahkan untuk dibaca. Oleh karena itu, Anda dapat membagi sebuah topik ke dalam beberapa artikel dan menghubungkan satu artikel dengan artikel yang lain untuk menciptakan serangkaian pembahasan yang lengkap.

    Cara seperti ini akan lebih optimal untuk posisi website Anda dibandingkan membahas keseluruhan topik dalam satu artikel yang sangat panjang.
  • Optimasi URL
    Kata-kata dalam URL tidak akan membuat website Anda otomatis berada di halaman pertama namun sekali lagi, jika ada 2 halaman yang sama bagusnya maka Google akan memprioritaskan halaman yang URLnya mengandung keyword yang digunakan oleh pengunjung untuk mencari informasi.
  • Optimasi Title dan Meta Description
    Sama halnya dengan optimasi URL. Title dan description tag yang enak dibaca dan mengandung keyword yang ditarget akan lebih diprioritaskan oleh Google.
  • Dan lain-lain.

b. Off-page SEO

Sedangkan Off-page SEO adalah upaya-upaya optimasi yang dilakukan dari luar situs web. Off-page SEO biasanya melakukan 2 aktivitas, yaitu:

  • Link Building
    Faktor terpenting dalam off page SEO dan satu dari 2 faktor utama SEO selain konten. Semakin banyak link dari website lain yang mengarah ke halaman website Anda maka semakin tinggi pamor website Anda di mata Google.

    Link dari website lain diibaratkan orang-orang yang merekomendasikan produk atau jasa Anda. Semakin banyak orang yang merekomendasikannya (atau link yang diperoleh) maka semakin besar tingkat kepercayaan website Anda.

    Tentu saja tidak semua link itu sama. Ada link dari website tertentu yang nilainya lebih tinggi dari website lainnya. Kembali ke perumpamaan tadi, rekomendasi untuk produk atau jasa Anda yang berasal dari seorang ahli akan lebih bernilai dan lebih dapat dipercaya daripada rekomendasi seorang awam.
  • Social Sharing
    Erat kaitannya dengan Social Media Marketing di bawah. Konten website yang dibagikan dan memperoleh banyak interaksi di media sosial akan memiliki nilai tambah di mata Google.

    Oleh karena itu, sangat penting untuk memahami jenis konten apa saja yang efektif dalam menjaring interaksi untuk setiap media sosial.

Jika Anda sudah memiliki website, kami menganjurkan Anda melakukan audit website untuk mengetahui bagian mana saja pada website Anda yang masih perlu dioptimalkan. Ikuti saja panduan audit website kami yang lengkap dan ramah bagi pemula untuk membantu Anda memperoleh gambaran mengenai performa website Anda.

c. Technical SEO

Technical SEO adalah teknik optimasi situs web dan server yang membantu robot mesin pencari (Web Crawler) untuk merayapi dan mengindeks situs Anda secara lebih efektif dalam rangka untuk membantu meningkatkan peringkat organik.

Apa Saja Jenis-jenis Teknik dalam SEO?

Selain ketiga teknik yang telah dijelaskan di atas, Anda juga harus paham jenis-jenis teknik yang digunakan dalam dunia SEO. Ketiga jenis teknik tersebut adalah:

  • White Hat SEO
    Adalah jenis teknik SEO yang disetujui oleh mesin pencari sesuai dengan panduan optimasi hasil pencarian yang diberikan (Contohnya panduan dari Webmaster Guidelines).

    Karena ini adalah jenis yang diperbolehkan, maka Anda tidak perlu khawatir akan risiko pelanggaran yang diberikan mesin pencari.

    Contoh dari jenis ini adalah optimasi konten yang informatif dan ditujukan kepada pembaca.
  • Black Hat SEO
    Adalah jenis teknik SEO yang tidak mengikuti kaida-kaidah yang disetujui oleh mesin pencari, sehingga berisiko akan mendapatkan pelanggaran.

    Contoh dari jenis ini adalah spam kata kunci dengan asal-asalan di dalam satu artikel. Selain itu, bisa juga dengan  spam backlink instan yang dibeli dari sebuah penyedia jasa backlink.
  • Gray Hat SEO
    Adalah jenis teknik SEO yang berada di antara White Hat & Black Hat. Jenis ini memang berpotensi mendatangkan risiko, namun apabila dilakukan secara natural, maka Anda dapat menghindari sanksi yang diberikan.

Baca Juga: Bagaimana Cara Belajar SEO untuk Pemula? Temukan di Sini!

2. Search Engine Marketing (SEM)

Anda juga dapat mendatangkan pengunjung ke website melalui halaman mesin pencari dengan menggunakan iklan. Strategi ini disebut dengan Search Engine Marketing.

Search Engine Marketing (SEM) adalah strategi untuk meningkatkan visibilitas website sekaligus mendatangkan pengunjung dari halaman mesin pencari dengan teknik berbayar. SEM disebut juga dengan Search Engine Advertising.

Nantinya, iklan yang ditayangkan menggunakan strategi SEM ini akan dilabeli tulisan “Iklan/Ads/Sponsored” pada tampilannya di hasil halaman mesin pencari.

Kelebihan dari iklan menggunakan SEM ini adalah hasilnya bisa langsung Anda lihat. Namun, kekurangannya yaitu begitu Anda menghentikan iklan, maka trafik pengunjung bisa berhenti begitu saja.

3. Social Media Marketing (SMM)

Sama halnya pada halaman hasil mesin pencari, ada pula cara untuk mendatangkan pengunjung ke akun media sosial Anda secara organik dan juga berbayar.

social media marketing dan advertising dalam strategi digital marketing

1. Social Media Optimization (SMO)

Dalam mengelola media sosial, setidaknya ada 2 hal yang bisa Anda optimasi, yaitu:

  • Social Media Organic
    Hampir semua media sosial dapat dioptimasi secara gratis (Organik). Hal yang dapat Anda lakukan seperti rutin mem-posting konten informatif bagi audiens, ataupun ikut berinteraksi mengenai suatu topik yang sedang tren.
  • Aplikasi Perpesanan (Messenger)
    Aplikasi messenger seperti WhatsApp, Telegram, Line, WhatsApp Business, dan sebagainya juga dapat Anda optimasi. Contoh optimasinya adalah dengan mengisi profil selengkap-lengkapnya, dan juga manajemen komunikasi yang baik dengan para pelanggan.

Setiap media sosial tentu memiliki karakteristik dan ciri khasnya masing-masing. Artinya, tidak semua jenis konten dapat menghasilkan interaksi yang bagus di semua media sosial.

Contohnya, Facebook sangat cocok untuk konten foto, video, dan juga teks, YouTube dan TikTok sangat cocok untuk konten video, Instagram sangat cocok untuk foto & video, ataupun LinkedIn untuk info lowongan pekerjaan & konten profesional.

Perlu diperhatikan juga, media sosial apa yang lebih populer dipakai di suatu negara. Hal ini berkaitan dengan bagaimana perilaku audiens di dunia maya.

Baca juga: Ukuran Feed Instagram Terbaru Tahun 2022 [Wajib Disimpan]

2. Social Media Advertising

Ada banyak media sosial yang menawarkan fasilitas beriklan di platform mereka. Masing-masing memiliki karakteristiknya tersendiri, dan dapat diatur untuk audiens yang spesifik.

Contohnya di Facebook Ads Anda dapat mengatur agar iklan Anda hanya dilihat oleh pengguna wanita yang berusia 19-25 tahun dan suka memasak.

Beberapa platform beriklan di media sosial yang populer di antaranya:

  • Facebook Ads
  • Instagram Ads
  • Twitter Ads
  • LinkedIn Ads
  • Dan lain-lain

Selain itu, ada juga strategi media sosial berbayar tanpa melalui platform-platform di atas. Contohnya adalah strategi Endorsement dan Paid Promotion yang bekerja sama dengan para influencer.

4. Digital Advertising

Digital Advertising adalah bagian dari aktivitas pemasaran yang dilakukan bisnis secara berbayar melalui media atau platform digital untuk dapat menjangkau audience secara lebih luas, cepat, serta tertarget.

Terdapat 7 format yang biasa kita temukan dalam digital advertising adalah:

  1. Display Ads (Iklan Gambar)
  2. Video Ads (Iklan Video)
  3. Social Media Ads (Iklan Media Sosial)
  4. Search Ads (Iklan Pencarian)
  5. Email Ads
  6. Native Ads (Iklan Native)
  7. Retargeting/Remarketing

Ada banyak metode yang umum dipakai dalam periklanan digital, beberapa di antaranya yaitu:

  • Pay per Click (PPC)
    Anda membayar setiap kali iklan Anda diklik. Platform iklan PPC yang paling banyak digunakan saat ini adalah Google Ads.
  • Pay per View/Impression
    Anda membayar setiap kali iklan Anda dilihat. Penayangan dihitung saat pemirsa menonton iklan video selama 30 detik (atau sepanjang durasi video jika video kurang dari 30 detik) atau berinteraksi dengan iklan, mana saja yang terjadi lebih dulu.

Baca Juga: Digital Advertising: Pengertian, Cara Kerja, serta Contohnya

5. Affiliate Marketing

Affiliate Marketing adalah suatu bentuk pemasaran di mana orang-orang di luar perusahaan Anda ikut merekomendasikan produk atau jasa yang Anda tawarkan dengan imbalan sejumlah komisi tertentu.

Contoh yang paling populer menggunakan metode pemasaran ini adalah Amazon Associates, di mana mereka memiliki ratusan ribu bahkan jutaan orang yang merekomendasikan produk yang dijual di Amazon.

6. Email Marketing

Email Marketing merupakan suatu metode di mana bisnis Anda berkomunikasi langsung dengan para pelanggan ataupun calon pelanggan menggunakan email.

Menurut statistik, email marketing memiliki tingkat keberhasilan yang lebih tinggi dalam memperoleh pelanggan baru dibandingkan dengan media sosial.

Email juga merupakan metode yang ideal untuk komunikasi jangka panjang dengan para responden salah satunya karena orang-orang jarang mengganti alamat email mereka.

Jika Anda ingin kegiatan email marketing secara efektif dan efisien, Anda dapat menggunakan salah satu tools CRM (Customer Relationship Manager) yang dapat mengelola hubungan serta mengatur email seperti apa yang harus dikirimkan agar tercapai kesuksesan dalam penjualan maupun pemasaran yang dilakukan. 

7. Content Marketing

Content Marketing adalah sebuah strategi pemasaran dalam membuat dan menyebarkan konten yang berharga, relevan, dan juga konsisten untuk menarik perhatian para audiens yang ditarget.

Content marketing juga bertujuan untuk membangun relasi yang kuat dengan audiens dalam jangka waktu lama. Beberapa jenis konten dapat Anda gunakan seperti:

  1. Hiburan
  2. Informasi
  3. Edukasi
  4. Inspirasi
  5. Tips, Tricks, dan Tutorial

Karenanya, konten yang dibuat harus relevan agar tercipta perasaan butuh dari audiens yang akhirnya memiliki kedekatan emosi dengan konten yang dibuat.

Baca Juga: Konten: Pengertian, Jenis, serta Etika dalam Pembuatanya

8. Video Marketing

Video Marketing adalah suatu metode pemasaran dalam marketing online yang menggunakan video dalam menyampaikan pesan utama promosi.

Video marketing merupakan salah satu strategi terbaik dalam pemasaran di era digital ini. Kenapa?

Alasannya karena jika kampanye video marketing dikonsep dengan sebaik-baiknya, maka video tersebut akan membawa pesan dan visual yang menarik secara bersamaan sehingga mudah dipahami audiens.

9. Mobile Marketing

Mobile Marketing adalah aktivitas pemasaran yang dilakukan melalui perangkat seluler smartphone dan juga tablet yang memanfaatkan fitur teknologi untuk menjalankan kampanye promosi ataupun periklanan.

Perlahan tapi pasti, tren penggunaan internet dari waktu ke waktu mulai didominasi oleh perangkat mobile. Hal ini dikarenakan pola perilaku masyarakat dalam kesehariannya hampir selalu berinteraksi dengan perangkat seluler.

10. Marketplace Optimization

Marketplace Optimization adalah strategi optimasi toko online di marketplace yang tujuannya hampir sama dengan SEO, yaitu agar produk bisa muncul di halaman pertama bahkan di posisi teratas dari hasil pencarian.

Sederhananya, jika di dalam strategi SEO yang dioptimasi adalah konten halaman ataupun artikel, maka di Marketplace Optimization yang dioptimasi adalah produk toko.

Banyak unsur yang dapat Anda optimasi, misalnya seperti judul/nama produk, deskripsi produk, pilihan serta urutan gambar yang menarik, fitur & benefit produk, dan lain-lain.

Tidak sampai di sana, Anda juga dapat mengoptimasikannya melalui fitur iklan yang juga disediakan oleh platform marketplace masing-masing. Misal TopAds Tokopedia, Shopee Ads, Bliklan Blibli, dan sebagainya.

Baca juga: Bagaimana Cara Menyusun Strategi Digital Marketing yang Tepat?

Apa Saja Kelebihan Digital Marketing?

Keuntungan utama digital marketing ialah Anda dapat menarget pasar yang lebih luas menggunakan biaya yang jauh lebih sedikit dan menggunakan cara-cara yang jauh lebih dapat diukur.

• Lebih Efektif dan Efisien dari Segi Biaya

Anda bisa menjangkau seluruh dunia (Apabila Anda sanggup memenuhi permintaannya) dengan biaya yang jauh lebih rendah menggunakan website. Perlu diingat, kemudahan ini juga diperoleh pemilik bisnis lain termasuk kompetitor Anda.

Untuk mengungguli website kompetitor, Anda tetap perlu melakukan promosi yang lebih baik dari kompetitor Anda. Ada 2 macam “Promosi” yang umum dilakukan, yaitu promosi secara Organik dan promosi secara Berbayar.

Sebetulnya, kedua cara tersebut sama-sama membutuhkan sumber daya, entah itu biaya ataupun waktu. Sama halnya dengan era sebelum digital marketing, strategi efektiflah yang akan memenangkan persaingan.

Membangun Hubungan Komunikasi dengan Target Pasar

Mempertahankan pelanggan bisa jadi lebih sulit dan memakan biaya daripada memperoleh pelanggan baru. Namun hasilnya sangat sebanding dengan usahanya.

Digital marketing memungkinkan tim Anda untuk tetap menjalin komunikasi dengan para pelanggan menggunakan cara yang halus, akrab dan hemat biaya. Para pelanggan yang merasa diperhatikan akan lebih mudah mengingat merek produk atau jasa Anda dibanding saingan.

Seorang pelanggan yang setia pada produk atau jasa Anda juga lebih besar kemungkinannya untuk melakukan transaksi berulang kali membeli produk atau jasa lain yang Anda tawarkan dan bahkan menyarankan orang-orang di sekitar mereka untuk menggunakan produk atau jasa Anda.

Dapat Memilih dan Menentukan Target yang Spesifik

Sebelum seseorang memutuskan untuk membeli sesuatu, mereka akan melalui beberapa tahap pembelian. Orang-orang yang melewati ini pun juga terbagi-bagi menjadi beberapa segmentasi.

Di era pemasaran digital, Anda akan bertemu lebih banyak segmen pasar yang tersedia dan dapat dijadikan sebagai target pemasaran.

Pada pemasaran konvensional, apabila Anda menjual mobil dan memasang reklame, maka Anda tidak dapat memilih siapa saja yang dapat melihat papan reklame Anda. Marketing digital memungkinkan Anda melakukan persis seperti hal di atas!

target digital marketing

Saat ini, jauh lebih mudah untuk membagi pasar ke dalam segmen-segmen tertentu karena banyak platform digital marketing memungkinkan Anda untuk memilih target pasar yang spesifik. 

Anda bahkan dapat mengarahkan iklan atau promosi digital yang Anda buat agar ditampilkan pada orang-orang yang memiliki minat tertentu, berada pada usia tertentu, sudah berkeluarga atau belum, bahkan dengan rentang pendapatan tertentu.

Data Mudah Dievaluasi & Diukur Efektivitasnya

Tidak seperti cara pemasaran konvensional yang lebih mahal dan sulit diukur efektivitasnya, platform iklan online dan organik jauh lebih terjangkau dan efektivitasnya sangat dapat diukur. 

Selain itu Anda dapat memantau performa iklan dan konten organik secara berkala serta mengetahui berapa banyak orang yang melihat iklan maupun konten Anda serta profil orang-orang tersebut.

Tergantung platform analisis apa yang Anda gunakan, Anda akan dapat melihat usia dan jenis kelamin, minat, tempat tinggal, bahasa mereka, perangkat apa yang mereka gunakan untuk melihat konten Anda serta berbagai komponen lainnya.

Data Demografi untuk mengukur efektivitas digital marketing
Profil Pengunjung Website Berdasarkan Usia dan Jenis Kelamin
Data pengunjung website berdasarkan minat
Profil Pengunjung Website Berdasarkan Minat

Jangkauan Luas, Cepat, dan Dapat Disesuaikan

Kelebihan digital marketing tidak berhenti di situ. Anda juga dapat membuat berbagai perubahan yang perlu untuk meningkatkan performa iklan bahkan saat iklan sedang berjalan. 2 hal inilah yang tidak mungkin dilakukan pada media iklan konvensional.

Berikut ini beberapa metrik yang berguna dalam mengukur performa suatu iklan:

  1. Cost per Click (CPC)
  2. Return on Investment (ROI)
  3. Customer Acquisition Cost (CAC)
  4. Customer Lifetime Value (CLTV)

Anda juga dapat menyesuaikan konten website dengan pengunjung tertentu. Misalnya, jika pengunjung baru maka website menampilkan promosi, namun jika yang datang ialah pelanggan lama, maka website akan menampilkan produk lain yang belum pernah ia beli.

Semakin banyak data pelanggan yang Anda miliki dan terhubung dengan website Anda maka semakin banyak penyesuaian dan modifikasi yang dapat Anda buat.

Branding Bisnis, Produk, dan Layanan Jauh Lebih Mudah

Kelebihan digital marketing yang selanjutnya adalah kemudahan dalam membangun citra merek (Branding).

Berbeda dari teknik konvensional di mana bisnis Anda harus kelihatan “Mencolok” untuk mendapat perhatian, di media digital hanya hanya perlu mengoptimasi beberapa hal dalam menyediakan informasi yang berharga bagi audiens. Nantinya mereka akan mengenai brand karena informasi yang Anda sajikan.

Mudah dalam Menganalisis Pasar & Pesaing (Kompetitor)

Dengan tersedianya banyak informasi di internet, Anda dapat dengan mudah menganalisis bagaimana tren & kondisi pasar saat ini serta memprediksinya untuk masa yang akan datang.

Selain itu, Anda juga dapat melihat seperti apa strategi yang diterapkan kompetitor yang berguna dalam menentukan Brand Positioning di pasar.

Baca Juga: Apa Itu Kompetitor? Pahami Agar Bisnis Anda Mampu Bersaing!

Tidak Butuh Sumber Daya Manusia yang Banyak

Apakah digital marketing sepenuhnya dikerjakan oleh mesin? Jawabannya tentu saja tidak. Dengan kehadiran teknologi digital, Anda hanya perlu menempatkan beberapa orang pemasar yang ahli di bagian strategis, dan beberapa orang saja yang akan menjalankan fungsi teknis.

Dikarenakan peran manusia di beberapa bagian dikurangi, hal ini tentu akan menghemat biaya operasional sehingga dapat dialihkan ke hal-hal yang lebih krusial dalam bisnis.

Potensi Pertumbuhan Bisnis yang Signifikan

Dengan semua kelebihan yang telah disebutkan di atas, hal yang paling penting khususnya dalam bisnis adalah tentang pertumbuhan.

Apabila Anda dapat memanfaatkan digital marketing dengan sebaik-baiknya, tentu laju pertumbuhan bisnis akan signifikan, bahkan mengalahkan bisnis-bisnis yang masih saja bertahan dengan cara konvensional.

Konsep Dasar Memulai Digital Marketing

Saat menjalankan strategi digital marketing apapun, Anda tidak boleh lupa untuk selalu mengkonsepnya ke dalam sebuah kampanye yang disebut Digital Marketing Campaign.

Digital Marketing Campaign adalah kumpulan aktivitas pemasaran yang direncanakan untuk tujuan mempromosikan brand, produk, atau layanan menggunakan media digital.

Dengan menggunakan kampanye yang terkonsep, Anda dapat membuat gambaran seperti apa keseluruhan aktivitas marketing yang akan dijalankan. Anda juga akan mampu mengukur tingkat keberhasilan strategi-strategi digital marketing terhadap target yang ingin dicapai.

Ada 5 langkah mudah yang dapat Anda terapkan ketika baru ingin mengkonsep dan memulai strategi digital marketing:

  • Langkah 1: Tentukan Tujuan (Goal), Budget, dan Target Pasar
    Pada tahap awal, Anda diharuskan untuk menentukan minimal 3 hal, yaitu Tujuan (Goal), Anggaran (Budget), dan Target Pasar. Hal ini berhubungan dengan hasil akhir yang nantinya akan diukur tingkat keberhasilannya.
  • Langkah 2: Pilih Channel Marketing yang Paling Sesuai
    Pada langkah ini, Anda diharuskan untuk menentukan saluran digital marketing apa yang akan digunakan. Perlu untuk diingat bahwa tiap-tiap channel memiliki strategi yang berbeda-beda.
  • Langkah 3: Kemas Pesan Promosi Semenarik Mungkin
    Ini adalah inti dari kegiatan kampanye yang akan Anda jalankan. Anda harus bisa memastikan pesan-pesan promosi yang dibuat sampai dan dimengerti oleh audiens, sehingga nantinya mereka melakukan apa yang kita inginkan.
  • Langkah 4: Memanfaatkan Juga Peran Digital Ads
    Menggunakan digital ads merupakan salah satu cara efektif dalam menjalankan kampanye digital marketing yang cepat dan juga terukur.
  • Langkah 5: Lakukan Evaluasi Campaign secara Berkala
    Hal terakhir yang tidak kalah penting adalah evaluasi. Anda diwajibkan melakukan evaluasi dari setiap kampanye yang dijalankan guna mengukur tingkat keberhasilan dan menerapkan hal-hal positif di kampanye selanjutnya.

Aset-aset Penting Digital Marketing

Jika berbicara tentang digital marketing, spektrum ini sebetulnya sangatlah luas. Karenanya, penting bagi seorang pelaku bisnis untuk tahu sumber daya yang dapat dimaksimalkan oleh bisnis dan perusahaan agar pemasaran digital dapat berjalan maksimal.

Salah satu elemen penting dalam digital marketing adalah Aset. Kenali apa saha aset digital yang Anda miliki, dan mulailah untuk fokus pada beberapa aset saja sebagaimana telah disinggung pada tulisan cara memulai bisnis di media sosial.

Beberapa aset dalam digital marketing antara lain:

  • Identitas Brand
  • Website, Landing Page, dan Aplikasi Mobile
  • Media (Foto, Video, Audio)
  • Konten Digital
  • Akun Media Sosial
  • Jejak Online (Review/Feedback/Testimoni)
  • Data Analitik

Jika Anda sudah memiliki beberapa aset di atas, yang perlu Anda lakukan adalah mengoptimalkan aset-aset tersebut untuk membangun brand yang Anda miliki.

Semisal untuk website dan blog bisnis, tulislah secara berkala artikel yang akan menarik calon pelanggan Anda. Atau melalui sosial media seperti instagram, maka buatlah foto dan video pendek yang menarik dan layak untuk dibagikan.

Baca juga: Value Proposition: Pengertian, Fungsi, dan Komponennya

Hal lain yang cukup penting adalah keaktifan Anda di dalam forum online. Usahakan profil usaha Anda punya rating dan kesan yang baik dari pelanggan. Karena hal tersebut bisa menjadi tanda bahwa citra brand Anda apakah bagus atau tidak di dunia maya.

Jika Anda sudah mulai paham mengenai digital marketing, ada baiknya Anda paham juga mengenai komponen pengeluaran serta biaya digital marketing sebagai acuan dasar.

Job Desk Digital Marketing

Dalam menjalankan strategi digital marketing yang begitu beragam, seorang digital marketer harus paham apa saja tugas-tugas (Job Desk) utama mereka.

Berikut 10 job desk utama digital marketer di dalam sebuah bisnis atau perusahaan:

  1. Riset Informasi dan Analisa Tren Pasar
  2. Menganalisis Posisi Bisnis Terhadap Kompetitor
  3. Perencanaan Strategi Kampanye & Promosi
  4. Rencana Penjualan Produk, Jasa, atau Layanan
  5. Manajemen Produk (Harga, Distribusi, dan lain-lain)
  6. Manajemen Informasi serta Inovasi dalam Bisnis
  7. Pengelolaan Anggaran Terhadap Return of Investment (ROI)
  8. Membangun Komunikasi dan Hubungan dengan Pelanggan
  9. Pemanfaatan Media Online & Offline
  10. Proses Branding Bisnis

Baca Juga: Ketahui 10 Tugas Utama Divisi Marketing dalam Perusahaan

Alasan & Tantangan dalam Menjalankan Digital Marketing

Kelebihan dan kemudahan pemasaran digital yang disebutkan di atas tidak membuatnya tanpa tantangan. Seperti halnya marketing konvensional, tantangan-tantangan tersebut harus diatasi agar Anda dapat memperoleh manfaat digital marketing dengan maksimal.

• Investasi Waktu

Media digital seperti Facebook dan iklan Google memerlukan banyak waktu untuk menguji efektivitas setiap konten dan materi iklannya. Karena banyaknya parameter yang dapat diatur maka waktu yang dibutuhkan untuk trail and error jauh lebih banyak daripada cara pemasaran konvensional yang tidak terlalu dapat di utak-utik.

Namun, begitu tim Anda menemukan formula yang cocok dengan tujuan bisnis Anda, mereka dapat mereplikasinya dengan jauh lebih mudah dan dalam waktu yang jauh lebih singkat.

• Bisnis Anda Jauh Lebih Terekspos

Hal ini merupakan kelebihan namun juga dapat menjadi tantangan atau menimbulkan kesulitan jika tidak siap mengatasinya. Pelanggan dapat memutuskan untuk mengeluh mengenai produk atau jasa Anda di media sosial mereka sendiri. Tergantung seberapa baik tim Anda dapat menanganinya, hal ini dapat mengangkat maupun menjatuhkan brand Anda.

• Waktu untuk Pelatihan

Sudah cukup banyak orang di Indonesia yang mengenal digital marketing namun sayangnya masih belum menjadi hal yang umum. Bisa jadi Anda maupun tim Anda akan memerlukan waktu untuk mempelajarinya agar dapat memanfaatkannya dengan maksimal.

Selain itu, ada banyak tools dan layanan pemasaran digital yang berbeda cara penggunaan dan tujuannya satu sama lain sehingga untuk memilih yang cocok juga membutuhkan waktu.

• Regulasi Privasi

Undang-undang dan peraturan terkait privasi pengguna perlu diperhatikan dan dipahami agar usaha-usaha untuk mengenali profil pelanggan tidak menyalahi hukum.

Baca juga: Bagaimana Menentukan KPI Digital Marketing dengan Konsep SMART

Apakah Menggunakan Jasa Digital Marketing adalah Pilihan Tepat?

Pada praktiknya, Anda mungkin bingung dan merasa kesulitan mengelola strategi dan channel digital marketing yang begitu beragam. Apalagi dengan tim Anda yang bisa saja belum cakap dalam menangai berbagai hal dalam digital marketing.

Akibatnya, beberapa di antara kita berpikir bahwa menggunakan jasa digital marketing oleh agensi atau pekerja lepas (Freelancer) adalah solusi yang tepat. Namun, kenyataannya hal tersebut tidak selalu berjalan dengan baik karena dipengaruhi berbagai faktor.

Dalam menggunakan jasa digital marketing, Anda wajib mempertimbangkan hal-hal di bawah ini karena akan berakibat pada hasil dan juga budget bisnis yang dikeluarkan. Pertimbangan dalam menggunakan jasa digital marketing adalah:

  1. Apakah Strategi yang Disusun Sejalan dengan Tren Pasar dan Perkembangan Zaman Saat Ini?
  2. Apakah Strategi yang Disusun akan Tepat Sasaran?
  3. Apakah Jasa yang Digunakan Bisa Menemukan Peluang serta Ancaman bagi Bisnis Anda?
  4. Apakah Kegiatan Analisis Data Bisnis & Pasar Dilakukan dengan Teliti?
  5. Apakah Jasa Tersebut akan Memberikan Pendampingan Penuh terhadap Bisnis Anda?

Dengan memahami beberapa hal di atas, Anda nantinya dapat menimbang-nimbang berbagai tawaran jasa digital marketing yang datang maupun yang Anda cari sendiri, sehingga hasil yang Anda harapkan dapat segera terwujud.

Baca Juga: Jasa Konsultan Digital Marketing, Pentingkah Bagi Bisnis?

Belajar Digital Marketing Bersama Sasana Digital

Sekilas, belajar digital marketing memang terlihat mudah. Mungkin sebagian dari kita mengira,

“Apa susahnya sih mengelola media sosial, menulis artikel website, atau memasang iklan Google sesuai panduan di YouTube? Gampang, kok!”

Namun, kenyataanya akan sangat jauh berbeda ketika Anda memang betul-betul mempelajarinya. Ada banyak istilah dan hal-hal baru yang akan memusingkan Anda, terlebih jika memang Anda tidak tahu-menahu sebelumnya.

Oleh karena itu, Sasana Digital sebagai tempat belajar para pelaku bisnis UKM/UMKM & tim perusahaan, menyusun materi-materi digital marketing yang komprehensif dan sejalan dengan tren pemasaran saat ini.

Berbagai pokok bahasan mengenai materi digital marketing tersebut dapat diikuti oleh siapapun yang berminat menguasainya melalui:

a. Kursus Online Digital Marketing

Kursus online menjadi pilihan tepat bagi Anda yang ingin memahami terlebih dahulu topik seputar digital marketing secara mandiri sekaligus mempraktikkannya.

Selain materinya yang komprehensif, Anda juga dapat mengakses kelasnya kapanpun dengan harga terjangkau. Anda dapat langsung mengunjungi website resminya di Sasana Digital Lab.

b. Training Digital Marketing

Bagi Anda para pemilik bisnis ataupun tim pemasar di perusahaan, sesi training dapat menjadi pilihan dalam meningkatkan kapabilitas di bidang digital marketing.

Tidak hanya sekadar teori belaka yang dapat dengan mudah Anda temukan di internet. Berbagai rekomendasi dan praktik terbaik pun juga akan Anda pelajari di dalam training digital marketing ini.

c. Konsultasi Digital Marketing

Sebagai Konsultan Digital Marketing, Sasana Digital juga menawarkan solusi yang spesifik menangani masalah penjualan & pemasarann dalam bisnis Anda.

Melalui sesi audit dan konsultasi digital marketing, Anda dapat dengan mudah mengidentifikasi peluang serta ancaman di masa mendatang.

d. Digital Media Tools

Selain belajar dan berkonsultasi mengenai Digital Marketing, Sasana Digital juga dapat membantu Anda dalam membangun branding dan aset-aset digital melalui layanannya, Design Studio.

Lihat Juga: Informasi Seputar Pelatihan (Training) & Konsultasi Digital Marketing

Materi Pembelajaran Digital Marketing

  1. Video Pembelajaran (Kursus Online/E-course)
  2. E-book Digital Marketing
  3. Forum Diskusi dan Konsultasi
  4. Pelatihan Langsung (On-site Training)
  5. Praktik Menjalankan Digital Marketing

Penutup

Tren digital marketing saat ini sudah dikenal di kalangan masyarakat. Keuntungan utama digital marketing adalah dapat menarget pasar yang lebih luas dengan biaya yang lebih terjangkau dan menggunakan strategi yang dapat diukur.

Siapa yang tidak ingin bisnisnya berkembang melalui digital marketing? Tentu Anda sangat ingin hal itu. Sebab banyak bisnis kecil yang bertumbuh signifikan karena digital marketing.

Seperti para UKM dan perusahaan yang telah memilih training di Sasana Digital sebagai partner bertumbuh. Akhirnya mereka memiliki tim bisnis yang solid, efektif, dan adaptif pada digital marketing.

Anda mau tim bisnis menjadi makin berkualitas? Klik banner di bawah dan mari wujudkan tim berkualitas untuk Anda.

Bagikan Artikel Ini

Aktivitas Terbaru Sasana Digital

/