Blog ›

Apa Itu Digital Marketing 101 dari Jenis, Strategi + Tipsnya

I

Perlu Anda sadari, menjawab pertanyaan, “Apa Itu Digital Marketing?” memang tidak semudah mengartikannya ke dalam Bahasa Indonesia melalui Google Translate.

Seiring perkembangan zaman, istilah ini terus berkembang menjadi bagian-bagian kecil yang lebih spesifik. Istilah demi istilah akan mengantarkan Anda untuk paham mengapa digital marketing ini muncul serta memberi pengaruh besar khususnya bagi bisnis masa kini.

Oleh karena itu, mari kita masuk ke pembahasan awal mengenai definisi digital marketing.

Apa Itu Digital Marketing?

Sebagian dari Anda mungkin telah familiar dengan arti kata “Marketing & Marketer.

Marketing (Pemasaran) adalah serangkaian aktivitas bisnis guna memperkenalkan produk, jasa, atau layanan ke masyarakat luas, mulai dari kegiatan promosi, distribusi, penjualan, hingga tahap pengembangan produk.

Istilah marketing berkembang cukup luas seiring dengan perkembangan dunia bisnis dan pemasaran di zaman modern ini, salah satunya dikenal pula istilah “Digital Marketing” yang artinya pemasaran yang dilakukan secara digital.

Pemasaran Digital atau Digital Marketing adalah suatu konsep dalam aktivitas pemasaran bisnis untuk mempromosikan brand serta produknya agar menjangkau audiens potensial di internet menggunakan berbagai jenis media digital.

Media digital yang dimaksudkan di sini ada banyak sekali jenisnya, contohnya saja seperti website, media sosial, email, marketplace, dan sebagainya.

Tujuan digital marketing adalah untuk menjangkau calon pelanggan bisnis di dunia digital yang terjadi secara 2 arah dengan cepat, tepat, efektif, dan efisien. Selain itu, digital marketing juga ditujukan untuk melihat tren perilaku pelanggan sehingga bisnis dapat peka lalu segera beradaptasi.

Banyak yang beranggapan bahwa pengertian Digital Marketing sama halnya dengan Online Marketing ataupun Internet Marketing dengan argumen karena sama-sama menggunakan internet. Hal tersebut tidaklah keliru.

Namun sedikit perbedaan, digital marketing memiliki cakupannya yang lebih luas karena memanfaatkan beragam channel digital yang pada praktiknya saling berhubungan dalam proses bisnis.

Pengertian Digital Marketing Menurut para Ahli

Dari sekian banyak ahli yang mendefinisikan pengertian digital marketing, kita bisa simak 2 di antaranya, yaitu:

1. Josua Tarigan dan Ridwan Sanjaya (2009)

Menurut Josua Tarigan dan Ridwan Sanjaya,

“Pemasaran digital adalah kegiatan pemasaran termasuk branding yang menggunakan berbagai media berbasis web seperti blog, website, e-mail, adwords, ataupun jejaring sosial. Tentu saja pemasaran digital bukan hanya berbicara tentang pemasaran internet.”

2. Heidrick dan Struggles (2009)

Sedangkan menurut Heidrick dan Struggles yang dikutip dari Gramedia,

“Digital marketing adalah sebuah hal yang menggunakan dunia digital dalam melakukan periklanan. Kegiatan yang dilakukan tersebut memang tidak menggembar-gemborkan secara langsung. Namun, hal tersebut tetap memiliki efek yang sangat berpengaruh.”

Baca Juga: Pengertian Customer Journey dan Manfaatnya bagi Bisnis

Selanjutnya, mungkin Anda masih bingung, “Apa sih kelebihan dalam menggunakan digital marketing?” Mari kita bahas!

3 Jenis Digital Marketing

Digital marketing yang biasa kita pelajari memiliki strategi yang cukup banyak seperti SEO, SEM, Email Marketing, Social Media, dan lain-lain.

Akan tetapi, perlu kita ketahui bahwa bahwa strategi-strategi tersebut semua itu dirangkum menjadi 3 jenis digital marketing, yaitu Owned Digital Marketing, Earned Digital Marketing, dan Paid Digital Marketing.

jenis owned, earned, dan paid digital marketing

a. “Owned” Digital Marketing

Owned Digital Marketing adalah jenis digital marketing di mana semua media dimiliki, dikelola, dan dikendalikan oleh Anda sebagai pemilik bisnis.

Contoh dari owned digital marketing adalah website, akun media sosial, blog, aplikasi, email, halaman sosial, dan sebagainya.

b. “Earned” Digital Marketing

Earned Digital Marketing adalah jenis digital marketing di mana konten-konten yang dihasilkan baik dengan tujuan promosi ataupun hanya sekadar informasi didapat tanpa persetujuan bisnis Anda dan biasanya tidak mengeluarkan biaya apapun.

Contoh dari jenis earned digital marketing adalah ulasan (Review) dari pelanggan, liputan media seputar bisnis kita, penyebutan (Mention) di media sosial, konten-konten yang dibagikan (Social Shares), ataupun rekomendasi yang dilakukan oleh orang lain secara gratis.

c. “Paid” Digital Marketing

Paid Digital Marketing adalah jenis digital marketing terakhir yang mencakup semua bentuk periklanan digital di berbagai media seperti Facebook/Instagram Ads, Twitter Ads, Google Ads, iklan PPC, retargeting/remarketing, dan sebagainya.

2 Platform Utama Digital Marketing

Dalam menjalankan strategi marketing, Anda tentu harus paham dulu apa saja platform yang nantinya akan digunakan. Sebelum itu, kita pahami dulu apa itu platform digital.

Platform Digital adalah sebuah tempat di mana terjadinya interaksi dan pertukaran informasi antar para pengguna di dunia digital.

Interaksi dan pertukaran informasi yang dimaksudkan bisa dalam berbagai konteks, contoh mengenai dunia bisnis.

Dalam berbisnis, Anda dapat menggunakan platform digital untuk berjualan, promosi produk, ataupun mengenalkan layanan dan jasa ke masyarakat luas. 

Ada 2 platform pemasaran digital yang populer digunakan dalam menjalankan strategi digital marketing, yaitu:

a. Web-based Digital Marketing

Web-based Marketing yaitu kombinasi antara teknik pemasaran dengan teknologi web dapat diakses melalui berbagai perangkat seperti laptop, komputer, smartphone, tablet, dan lain-lain.

b. App-based Digital Marketing

App-based Marketing atau disebut juga Mobile Marketing merupakan teknik pemasaran dengan memanfaatkan aplikasi yang diunduh oleh pengguna di perangkat mobile mereka.

penargetan platform digital marketing

Tentu Anda tidak selalu harus memilih salah satunya. Kedua platform digital marketing tersebut juga dapat Anda gunakan secara bersamaan untuk menarget calon pelanggan agar strategi pemasaran bisnis dapat berjalan dengan lebih optimal.

Selanjutnya, mari kita bahas mengenai contoh strategi yang digunakan dalam digital marketing!

10 Strategi Digital Marketing

Terdapat 10 strategi utama dalam menjalankan digital marketing yang populer digunakan oleh brand-brand besar, startup, dan juga bisnis UKM & UMKM. Mari simak penjelasannya di bawah ini!

gambar contoh strategi digital marketing
10 Strategi Digital Marketing Terpopuler

1. Search Engine Optimization (SEO)

Sesuai namanya, Search Engine Optimization atau SEO adalah upaya yang dilakukan secara organik agar sebuah halaman web menempati peringkat terbaik di halaman hasil mesin pencarian (SERP).

Peringkat yang dianggap “Terbaik” dalam hal ini adalah peringkat organik teratas di halaman pertama mesin pencari, khususnya di peringkat 1–3.

contoh peringkat SEO digital marketing
Contoh Hasil Peringkat Teratas SEO

Berbeda dengan iklan, SEO memerlukan waktu yang relatif lebih lama agar hasilnya dapat terlihat. Namun, hasil tersebut dapat bertahan dalam waktu yang lebih lama dibandingkan iklan.

Ada 3 teknik utama dalam mengoptimasi mesin pencari yang mungkin Anda sudah pernah mendengarnya, yaitu On-page SEO, Off-page SEO, dan Technical SEO.

a. On-page SEO

On-page SEO adalah upaya optimasi yang dilakukan dari dalam situs web yang Anda kelola.

Beberapa upaya yang dilakukan seperti riset kata kunci, (Keyword Research), pemasaran dan penulisan konten (Content Marketing & Writing), optimasi meta title & description, penggunaan sub-heading yang tepat, tautan internal dan eksternal (Internal & External Linking), slug URL, dan sebagainya.

b. Off-page SEO

Sedangkan Off-page SEO adalah upaya-upaya optimasi yang dilakukan dari luar situs web, atau dengan kata lain di luar dari otoritas Anda untuk leluasa mengutak-atiknya. Off-page SEO biasanya melakukan 2 aktivitas utama, yaitu:

  • Link Building
    Link building merupakan strategi optimasi SEO off-page di mana Anda berusaha mendapatkan tautan balik (Backlink) dari website lain.
  • Social Sharing
    Social Sharing merupakan strategi yang melibatkan media sosial, di mana tautan website disematkan pada akun dan juga postingan konten.

c. Technical SEO

Technical SEO adalah teknik optimasi situs web dan server yang membantu robot mesin pencari (Bot/Web Crawler) untuk merayapi dan mengindeks situs Anda secara lebih efektif dalam rangka untuk membantu meningkatkan peringkat organik.

Baca Juga: Panduan Lengkap Cara Website Audit dan SEO!

Jenis-jenis Teknik dalam SEO

Selain ketiga teknik yang telah dijelaskan di atas, Anda juga harus paham jenis-jenis teknik yang digunakan dalam dunia SEO. Ketiga jenis teknik tersebut adalah:

  • White-hat SEO
    Jenis teknik SEO yang disetujui oleh mesin pencari sesuai dengan panduan optimasi hasil pencarian yang diberikan (Contohnya panduan dari Webmaster Guidelines).
  • Black-hat SEO
    Jenis teknik SEO yang tidak mengikuti kaidah yang disetujui oleh mesin pencari seperti spam kata kunci & backlink berlebihan ataupun keamanan website yang buruk. Teknik ini berisiko mendapatkan hukuman dari mesin pencari.
  • Gray-hat SEO
    Jenis teknik SEO yang berada di antara White-hat & Black-hat. Jenis ini memang berpotensi mendatangkan risiko, namun apabila dilakukan secara natural, maka Anda dapat menghindari sanksi yang diberikan.

Baca Juga: Kursus SEO Terbaik 2023: Tingkatkan Posisi di Mesin Pencari

2. Search Engine Marketing (SEM)

Anda juga dapat mendatangkan pengunjung ke website melalui halaman mesin pencari dengan menggunakan iklan. Strategi ini disebut dengan Search Engine Marketing.

Search Engine Marketing (SEM) adalah strategi untuk meningkatkan visibilitas website sekaligus mendatangkan pengunjung dari halaman mesin pencari dengan teknik berbayar. SEM disebut juga dengan Search Engine Advertising.

Nantinya, iklan yang ditayangkan menggunakan strategi SEM ini akan dilabeli tulisan “Iklan/Ads/Sponsored” pada tampilannya di hasil halaman mesin pencari.

Contoh Hasil Pencarian SEM

Kelebihan dari iklan menggunakan SEM ini adalah hasilnya bisa langsung Anda lihat. Namun, kekurangannya yaitu begitu Anda menghentikan iklan, maka trafik pengunjung bisa berhenti begitu saja.

3. Social Media Marketing (SMM)

Bentuk interaksi media sosial memiliki ciri khas & karakteristiknya masing-masing, artinya tidak semua jenis konten dapat langsung menghasilkan interaksi yang bagus untuk semua media sosial.

Contohnya, Facebook sangat cocok untuk konten foto, video, dan juga teks, YouTube dan TikTok sangat cocok untuk konten video, Instagram sangat cocok untuk foto & video, ataupun LinkedIn untuk info lowongan pekerjaan & konten profesional.

Terdapat 2 teknik utama apabila Anda ingin memaksimalkan strategi digital marketing dengan media sosial, yaitu:

1) Social Media Optimization (SMO)

  • Social Media Organic
    Dapat Anda lakukan seperti rutin posting konten untuk audiens ataupun ikut berinteraksi mengenai suatu topik yang sedang tren.
  • Aplikasi Perpesanan (Messenger)
    Aplikasi messenger seperti WhatsApp, Telegram, Line, WhatsApp Business, dan sebagainya juga dapat Anda optimasi. Contoh optimasinya adalah dengan mengisi profil selengkap-lengkapnya, dan juga manajemen komunikasi yang baik dengan para pelanggan.

Baca juga: Ukuran Feed Instagram Semua Jenis Konten Terbaru 2023 (Tabel & Contoh)

contoh strategi social media marketing
Contoh Social Media Marketing di Instagram @marketingstudio.id

2) Social Media Advertising

Ada banyak media sosial yang menawarkan fasilitas beriklan di platform mereka. Masing-masing memiliki karakteristiknya tersendiri, dan dapat diatur untuk audiens yang spesifik.

Beberapa platform beriklan di media sosial yang populer di antaranya Facebook Ads, Instagram Ads, Twitter Ads, LinkedIn Ads, TikTok Ads, dan sebagainya.

Selain itu, ada juga strategi media sosial berbayar tanpa melalui platform-platform di atas. Contohnya adalah strategi Endorsement dan Paid Promotion yang bekerja sama dengan para influencer.

Baca Juga: Rekomendasi Belajar Facebook Ads Melalui 5 Kursus Gratis Ini

4. Digital Advertising

Digital Advertising adalah bagian dari aktivitas pemasaran yang dilakukan bisnis secara berbayar melalui media atau platform digital untuk dapat menjangkau audience secara lebih luas, cepat, serta tertarget.

Terdapat 7 format yang biasa kita temukan dalam digital advertising adalah:

  1. Display Ads (Iklan Gambar)
  2. Video Ads (Iklan Video)
  3. Social Media Ads (Iklan Media Sosial)
  4. Search Ads (Iklan Pencarian)
  5. Email Ads
  6. Native Ads (Iklan Native)
  7. Retargeting/Remarketing

Ada banyak metode yang umum dipakai dalam periklanan digital, beberapa di antaranya yaitu:

  • Pay per Click (PPC)
    Anda membayar setiap kali iklan Anda diklik. Platform iklan PPC yang paling banyak digunakan saat ini adalah Google Ads.
  • Pay per View/Impression
    Anda membayar setiap kali iklan Anda dilihat. Penayangan dihitung saat pemirsa menonton iklan video selama 30 detik (atau sepanjang durasi video jika video kurang dari 30 detik) atau berinteraksi dengan iklan, mana saja yang terjadi lebih dulu.

Baca Juga: Digital Advertising: Pengertian, Cara Kerja, serta Contohnya

5. Affiliate Marketing

Affiliate Marketing adalah suatu bentuk pemasaran di mana orang-orang di luar perusahaan Anda ikut merekomendasikan produk atau jasa yang Anda tawarkan dengan imbalan sejumlah komisi tertentu.

Contoh yang paling populer menggunakan metode pemasaran ini adalah Amazon Associates, di mana mereka memiliki ratusan ribu bahkan jutaan orang yang merekomendasikan produk yang dijual di Amazon.

6. Email Marketing

Email Marketing merupakan suatu metode di mana bisnis Anda berkomunikasi langsung dengan para pelanggan ataupun calon pelanggan menggunakan email.

Menurut statistik, email marketing memiliki tingkat keberhasilan yang lebih tinggi dalam memperoleh pelanggan baru dibandingkan dengan media sosial.

Email juga merupakan metode yang ideal untuk komunikasi jangka panjang dengan para responden salah satunya karena orang-orang jarang mengganti alamat email mereka.

Jika Anda ingin kegiatan email marketing secara efektif dan efisien, Anda dapat menggunakan salah satu tools CRM (Customer Relationship Manager) yang dapat mengelola hubungan serta mengatur email seperti apa yang harus dikirimkan agar tercapai kesuksesan dalam penjualan maupun pemasaran yang dilakukan. 

7. Content Marketing

Content Marketing adalah sebuah strategi pemasaran dalam membuat dan menyebarkan konten yang berharga, relevan, dan juga konsisten untuk menarik perhatian para audiens yang ditarget.

Content marketing juga bertujuan untuk membangun relasi yang kuat dengan audiens dalam jangka panjang. Dengan kata lain, pemasaran konten merupakan cara terampuh untuk mem-branding bisnis agar lekat di benak pelanggan.

Beberapa jenis konten dapat Anda gunakan seperti konten hiburan, informasi, edukasi, inspirasi, gamifikasi, permainan, tips & trik, dan juga tutorial.

Karenanya, konten yang dibuat harus relevan agar tercipta perasaan butuh dari audiens yang akhirnya memiliki kedekatan emosi dengan konten yang dibuat.

Baca Juga: Content Marketing: Pengertian, 29 Tipe, dan Trennya di 2023

8. Video Marketing

Video Marketing adalah suatu metode pemasaran dalam marketing online yang menggunakan video dalam menyampaikan pesan utama promosi.

Video marketing merupakan salah satu strategi terbaik dalam pemasaran di era digital ini. Kenapa?

Alasannya karena jika kampanye video marketing dikonsep dengan sebaik-baiknya, maka video tersebut akan membawa pesan dan visual yang menarik secara bersamaan sehingga mudah dipahami audiens.

9. Mobile Marketing

Mobile Marketing adalah aktivitas pemasaran yang dilakukan melalui perangkat seluler smartphone dan juga tablet yang memanfaatkan fitur teknologi untuk menjalankan kampanye promosi ataupun periklanan.

Perlahan tapi pasti, tren penggunaan internet dari waktu ke waktu mulai didominasi oleh perangkat mobile. Hal ini dikarenakan pola perilaku masyarakat dalam kesehariannya hampir selalu berinteraksi dengan perangkat seluler.

10. Marketplace Optimization

Marketplace Optimization adalah strategi optimasi toko online di marketplace yang tujuannya hampir sama dengan SEO, yaitu agar produk bisa muncul di halaman pertama bahkan di posisi teratas dari hasil pencarian.

Sederhananya, jika di dalam strategi SEO yang dioptimasi adalah konten halaman ataupun artikel, maka di Marketplace Optimization yang dioptimasi adalah produk toko.

Banyak unsur yang dapat Anda optimasi, misalnya seperti judul/nama produk, deskripsi produk, pilihan serta urutan gambar yang menarik, fitur & benefit produk, dan lain-lain.

Tidak sampai di sana, Anda juga dapat mengoptimasikannya melalui fitur iklan yang juga disediakan oleh platform marketplace masing-masing. Misal TopAds Tokopedia, Shopee Ads, Bliklan Blibli, dan sebagainya.

Baca Juga: Top 17+ Tempat Kursus Digital Marketing Gratis bagi Pemula

Penerapan Strategi Digital Marketing

Sederhananya, konsep digital marketing ini adalah ketika suatu bisnis memanfaatkan platform digital seperti website, email, media sosial, ataupun iklan sebagai media pemasaran untuk mencapai tujuan.

Lebih daripada itu, sebenarnya Anda harus mengkonsep suatu rencana kampanye marketing dengan sedemikian rupa di masing-masing platform yang mana disebut sebagai “Digital Marketing Campaign”.

Digital Marketing Campaign adalah kumpulan aktivitas pemasaran yang direncanakan untuk tujuan mempromosikan brand, produk, atau layanan menggunakan media digital.

Dengan menggunakan konsep digital marketing campaign, Anda dapat membuat gambaran seperti apa keseluruhan aktivitas yang akan dijalankan. Anda juga akan dapat mengukur tingkat keberhasilan strategi digital marketing terhadap hasil yang ingin dicapai.

Terdapat 5 langkah mudah yang dapat Anda lakukan ketika baru ingin memulai penerapan digital marketing:

  • Langkah 1: Tentukan Tujuan (Goal), Budget, dan Target Pasar
    Pada tahap awal, Anda diharuskan untuk menentukan minimal 3 hal, yaitu Tujuan (Goal), Anggaran (Budget), dan Target Pasar. Hal ini berhubungan dengan hasil akhir yang nantinya akan diukur tingkat keberhasilannya.
  • Langkah 2: Pilih Channel Marketing yang Paling Sesuai
    Pada langkah ini, Anda diharuskan untuk menentukan saluran digital marketing apa yang akan digunakan. Perlu untuk diingat bahwa tiap-tiap channel memiliki strategi yang berbeda-beda.
  • Langkah 3: Kemas Pesan Promosi Semenarik Mungkin
    Ini adalah inti dari kegiatan kampanye yang akan Anda jalankan. Anda harus bisa memastikan pesan-pesan promosi yang dibuat sampai dan dimengerti oleh audiens, sehingga nantinya mereka melakukan apa yang kita inginkan.
  • Langkah 4: Memanfaatkan Juga Peran Digital Ads
    Menggunakan digital ads merupakan salah satu cara efektif dalam menjalankan kampanye digital marketing yang cepat dan juga terukur.
  • Langkah 5: Lakukan Evaluasi Campaign secara Berkala
    Hal terakhir yang tidak kalah penting adalah evaluasi. Anda diwajibkan melakukan evaluasi dari setiap kampanye yang dijalankan guna mengukur tingkat keberhasilan dan menerapkan hal-hal positif di kampanye selanjutnya.

Baca juga: Bagaimana Menentukan KPI Digital Marketing dengan Konsep SMART

Mari simak video berikut untuk membantu Anda memahami penerapan konsep digital marketing!

Aset Penting Digital Marketing

Jika berbicara tentang digital marketing, spektrum ini sebetulnya sangatlah luas. Karenanya, penting bagi seorang pelaku bisnis untuk tahu sumber daya yang dapat dimaksimalkan oleh bisnis dan perusahaan agar pemasaran digital dapat berjalan maksimal.

Salah satu elemen penting dalam digital marketing adalah Aset. Kenali apa saha aset digital yang Anda miliki, dan mulailah untuk fokus pada beberapa aset saja sebagaimana telah disinggung pada tulisan cara memulai bisnis di media sosial.

Beberapa aset dalam digital marketing antara lain:

  • Identitas Brand
  • Website, Landing Page, dan Aplikasi Mobile
  • Media (Foto, Video, Audio)
  • Konten Digital
  • Akun Media Sosial
  • Jejak Online (Review/Feedback/Testimoni)
  • Data Analitik

Jika Anda sudah memiliki beberapa aset di atas, yang perlu Anda lakukan adalah mengoptimalkan aset-aset tersebut untuk membangun brand yang Anda miliki.

Semisal untuk website dan blog bisnis, tulislah secara berkala artikel yang akan menarik calon pelanggan Anda. Atau melalui sosial media seperti instagram, maka buatlah foto dan video pendek yang menarik dan layak untuk dibagikan.

Hal lain yang cukup penting adalah keaktifan Anda di dalam forum online. Usahakan profil usaha Anda punya rating dan kesan yang baik dari pelanggan. Karena hal tersebut bisa menjadi tanda bahwa citra brand Anda apakah bagus atau tidak di dunia maya.

Baca juga: 10 Digital Marketing Tools untuk Tingkatkan Penjualan Bisnis

Beberapa Kelebihan Digital Marketing

Berikut kelebihan digital marketing jika kita bandingkan dengan strategi pemasaran secara konvensional:

  • Lebih Efektif dan Efisien dari Segi Biaya
    Anda bisa saja menjangkau seluruh dunia (Tentu apabila Anda sanggup memenuhi permintaannya) dengan biaya yang jauh lebih rendah menggunakan website. Perlu diingat, kemudahan ini juga diperoleh pemilik bisnis lain termasuk kompetitor Anda.
  • Membangun Hubungan Komunikasi dengan Target Pasar
    Digital marketing memungkinkan tim Anda untuk tetap menjalin komunikasi dengan para pelanggan menggunakan cara yang natural, akrab, dan juga hemat biaya. Para pelanggan yang merasa dekat nantinya tentu akan lebih mudah mengingat brand Anda dibandingkan kompetitor.
  • Dapat Memilih dan Menentukan Target yang Spesifik
    Anda bahkan dapat mengarahkan iklan atau promosi digital yang Anda buat agar ditampilkan pada orang-orang yang memiliki minat tertentu, berada pada usia tertentu, sudah berkeluarga atau belum, bahkan dengan rentang pendapatan tertentu.
  • Data Mudah Dievaluasi & Diukur Efektivitasnya
    Platform online berbayar dan organik jauh lebih terjangkau dengan efektivitas yang dapat diukur. Anda dapat memantau performa iklan dan juga konten organik secara berkala serta mengetahui berapa banyak orang yang telah melihat konten tersebut.
  • Jangkauan Luas, Cepat, dan Dapat Disesuaikan
    Kelebihan digital marketing tidak berhenti di situ. Anda juga dapat melakukan berbagai perubahan serta jangkauan dengan cepat untuk meningkatkan performa konten. Hal inilah yang tidak dapat dilakukan secara instan dengan strategi konvensional.
  • Branding Bisnis, Produk, dan Layanan Jauh Lebih Mudah
    Berbeda dari strategi konvensional yang tokonya harus kelihatan “Mencolok” untuk mendapat perhatian, di media digital hanya hanya perlu mengoptimasi beberapa hal dalam menyediakan informasi yang berharga bagi audiens. Nantinya mereka akan mengenai brand karena informasi yang Anda sajikan.
  • Mudah dalam Menganalisis Pasar & Pesaing (Kompetitor)
    Dengan tersedianya banyak informasi di internet, Anda dapat dengan mudah menganalisis bagaimana tren & kondisi pasar saat ini serta memprediksinya untuk masa yang akan datang.
  • Tidak Butuh Sumber Daya Manusia yang Banyak
    Dengan kehadiran teknologi digital, Anda hanya perlu menempatkan beberapa orang pemasar yang ahli di bagian strategis, dan beberapa orang saja yang akan menjalankan fungsi teknis.
  • Potensi Pertumbuhan Bisnis yang Signifikan
    Apabila Anda dapat memanfaatkan data digital marketing dengan sebaik-baiknya, tentu laju pertumbuhan bisnis akan signifikan, bahkan mengalahkan bisnis-bisnis yang masih saja bertahan dengan cara konvensional.
gambar data digital marketing

Baca Juga: Simak 12 Kelebihan dan Kekurangan Digital Marketing

Lingkup Kerja Seorang Digital Marketer

Dalam menjalankan digital marketing yang begitu beragam, seorang digital marketing specialist ataupun digital strategist harus paham apa saja tugas-tugas utama mereka.

Berikut 10 job desk atau tugas digital marketer dalam sebuah bisnis atau perusahaan:

  1. Riset Informasi dan Analisa Tren Pasar
  2. Menganalisis Posisi Bisnis Terhadap Kompetitor
  3. Perencanaan Strategi Kampanye & Promosi
  4. Rencana Penjualan Produk, Jasa, atau Layanan
  5. Manajemen Produk (Harga, Distribusi, dan lain-lain)
  6. Manajemen Informasi serta Inovasi dalam Bisnis
  7. Pengelolaan Anggaran Terhadap Return of Investment (ROI)
  8. Membangun Komunikasi dan Hubungan dengan Pelanggan
  9. Pemanfaatan Media Online & Offline
  10. Proses Branding Bisnis

Baca Juga: Apa Itu Digital Branding? Pahami Konsep hingga Strateginya

Pertanyaan Seputar Apa Itu Digital Marketing

a. Apa yang Dimaksud dengan Digital Marketing?

Digital Marketing merupakan suatu konsep pemasaran bisnis untuk mempromosikan brand beserta produknya melalui media digital.

b. Apa Bedanya Digital Marketing dan Marketing?

Perbedaan istilah digital marketing dan marketing itu sendiri sebenarnya cukup sederhana.

Jika marketing merupakan upaya apapun yang dilakukan bisnis untuk mempromosikan produknya ke masyarakat, maka digital marketing merupakan salah satu dari upaya tersebut, yakni melalui channel digital.

Berbeda dengan digital marketing yang strateginya hanya memanfaatkan media digital, strategi marketing cakupannya cukup luas yang biasa kita kenal sebagai 360° Marketing Strategy.

c. Apa Saja Keuntungan Digital Marketing?

Beberapa keuntungan dan kelebihan digital marketing yang akan Anda dapatkan ketika menjalankannya, yaitu lebih efektif sekaligus efisien dari sisi biaya marketing, menargetkan target pasar lebih spesifik, membangun hubungan dekat dengan calon pelanggan, jangkauan luas, cepat, dan bisa disesuaikan.

Selain itu juga, Anda dapat melakukan analisis & evaluasi data bisnis, pasar, serta kompetitor jauh lebih mudah, proses branding bisnis yang lebih gampang, dan tentunya dengan SDM yang tidak terlalu banyak.

d. Bagaimana Cara Belajar Digital Marketing?

Sebagai calon praktisi digital marketing, pertama Anda harus paham mengenai perkembangan dunia pemasaran digital saat ini. Setelah itu, Anda dapat mulai dengan memilih satu atau beberapa strategi digital marketing yang sesuai dengan kebutuhan contohnya seperti SEO, Social Media Marketing, Marketplace, dan sebagainya.

Tidak cukup hanya tahu strateginya, Anda juga harus mempraktikkannya secara bertahap serta menguasai tools relevan yang membantu kesuksesan strategi digital marketing.

Selengkapnya dapat Anda baca dalam artikel kami yang berjudul Cara Belajar Digital Marketing untuk tahu step-by-step belajar digital marketing dari nol.

e. Apa Langkah Awal Memulai Digital Marketing?

Setidaknya, ada 5 langkah awal dan sederhana untuk memulai digital marketing. Pertama, tentukan dulu tujuan awal, budget marketing, serta siapa target pasarnya. Setelah itu, Anda dapat menentukan apa media digital yang paling berpotensi untuk dioptimasi di tahap awal.

Saat menjalankan strategi digital marketing di berbagai media digital, jangan lupa untuk membuat pesan promosi bisnis semenarik mungkin untuk menangkap perhatian target audiens. Pesan tersebut juga dapat Anda sampaikan melalui iklan digital agar pola dan data yang didapatkan bisa lebih cepat.

Terakhir, jangan lupa juga untuk selalu melakukan evaluasi berbagai data yang didapatkan secara berkala untuk dapat membantu Anda membuat keputusan bisnis yang tepat di masa mendatang.

f. Apa Saja Contoh Digital Marketing?

Beberapa contoh strategi digital marketing yang dapat Anda praktikkan langsung seperti Social Media Marketing, Marketplace Optimization, Affiliate Marketing, Email Marketing, Content Marketing, dan Video Marketing.

Adapun contoh digital marketing yang mengharuskan Anda untuk mengeluarkan modal terlebih dahulu seperti Search Engine Optimization (SEO), Search Engine Marketing (SEM), Digital Advertising, dan Mobile Marketing.

g. Apakah Menggunakan “Jasa” Digital Marketing adalah Pilihan Tepat?

Pada praktiknya, Anda mungkin bingung dan merasa kesulitan mengelola strategi dan channel digital marketing yang begitu beragam. Apalagi dengan tim Anda yang bisa saja belum cakap dalam menangai berbagai hal dalam digital marketing.

Akibatnya, beberapa di antara kita berpikir bahwa menggunakan jasa digital marketing oleh agensi atau pekerja lepas (Freelancer) adalah solusi yang tepat. Namun, kenyataannya hal tersebut tidak selalu berjalan dengan baik karena dipengaruhi berbagai faktor.

Dalam menggunakan jasa digital marketing, Anda wajib mempertimbangkan hal-hal di bawah ini karena akan berakibat pada hasil dan juga budget bisnis yang dikeluarkan. Pertimbangan dalam menggunakan jasa digital marketing adalah:

  1. Apakah Strategi yang Disusun Sejalan dengan Tren Pasar dan Perkembangan Zaman Saat Ini?
  2. Apakah Strategi yang Disusun akan Tepat Sasaran?
  3. Apakah Jasa yang Digunakan Bisa Menemukan Peluang serta Ancaman bagi Bisnis Anda?
  4. Apakah Kegiatan Analisis Data Bisnis & Pasar Dilakukan dengan Teliti?
  5. Apakah Jasa Tersebut akan Memberikan Pendampingan Penuh terhadap Bisnis Anda?

Dengan memahami beberapa hal di atas, Anda nantinya dapat menimbang-nimbang berbagai tawaran jasa digital marketing yang datang maupun yang Anda cari sendiri, sehingga hasil yang Anda harapkan dapat segera terwujud.

Baca Juga: Jasa Konsultan Digital Marketing, Pentingkah Bagi Bisnis?

Belajar Digital Marketing di Sasana Digital

Sekilas, belajar digital marketing memang terlihat mudah. Mungkin sebagian dari kita mengira,

“Apa susahnya sih mengelola media sosial, menulis artikel website, atau memasang iklan Google sesuai panduan di YouTube? Gampang, kok!”

Namun, kenyataanya akan sangat jauh berbeda ketika Anda memang betul-betul mempelajarinya. Ada banyak istilah dan hal-hal baru yang akan memusingkan Anda, terlebih jika memang Anda tidak tahu-menahu sebelumnya.

Oleh karena itu, Sasana Digital sebagai tempat belajar para pelaku bisnis UKM/UMKM & tim perusahaan, menyusun materi-materi digital marketing yang komprehensif dan sejalan dengan tren pemasaran saat ini.

Berbagai pokok bahasan mengenai materi digital marketing tersebut dapat diikuti oleh siapapun yang berminat menguasainya melalui:

a. Kursus Online Digital Marketing

Kursus online menjadi pilihan tepat bagi Anda yang ingin memahami terlebih dahulu topik seputar digital marketing secara mandiri sekaligus mempraktikkannya.

Selain materinya yang komprehensif, Anda juga dapat mengakses kelasnya kapanpun dengan harga terjangkau. Anda dapat langsung mengunjungi website resminya di Sasana Digital Lab.

b. Training Digital Marketing

Bagi Anda para pemilik bisnis ataupun tim pemasar di perusahaan, sesi training dapat menjadi pilihan dalam meningkatkan kapabilitas di bidang digital marketing.

Tidak hanya sekadar teori belaka yang dapat dengan mudah Anda temukan di internet. Berbagai rekomendasi dan praktik terbaik pun juga akan Anda pelajari di dalam training digital marketing ini.

c. Konsultasi Digital Marketing

Sebagai Konsultan Digital Marketing, Sasana Digital juga menawarkan solusi yang spesifik menangani masalah penjualan & pemasarann dalam bisnis Anda.

Melalui sesi audit dan konsultasi digital marketing, Anda dapat dengan mudah mengidentifikasi peluang serta ancaman di masa mendatang.

d. Digital Media Tools

Selain belajar dan berkonsultasi mengenai Digital Marketing, Sasana Digital juga dapat membantu Anda dalam membangun branding dan aset-aset digital melalui layanannya, Design Studio.

e. Poin Materi Digital Marketing

  1. Video Pembelajaran (Kursus Online/E-course)
  2. E-book Digital Marketing
  3. Forum Diskusi dan Konsultasi
  4. Pelatihan Langsung (On-site Training)
  5. Praktik Menjalankan Digital Marketing

Lihat Juga: Informasi Seputar Pelatihan (Training) & Konsultasi Digital Marketing

Penutup

Tren digital marketing saat ini sudah dikenal di kalangan masyarakat. Keuntungan utama digital marketing adalah dapat menarget pasar yang lebih luas dengan biaya yang lebih terjangkau dan menggunakan strategi yang dapat diukur.

Siapa yang tidak ingin bisnisnya berkembang melalui digital marketing? Tentu Anda sangat ingin hal itu. Sebab banyak bisnis kecil yang bertumbuh signifikan karena digital marketing.

Seperti para UKM dan perusahaan yang telah memilih training di Sasana Digital sebagai partner bertumbuh. Akhirnya mereka memiliki tim bisnis yang solid, efektif, dan adaptif pada digital marketing.

Apakah Anda ingin segera membangun tim bisnis yang lebih berkualitas? Klik banner di bawah untuk informasi lebih lanjut, ya!

Bagikan Artikel Ini

Layanan Sasana Digital