Blog ›

Strategi Digital Campaign, dari Pengertian, Jenis, hingga Contohnya

I

Ada sebuah cara yang betul-betul terbukti meningkatkan performa bisnis di era digital saat ini, yaitu dengan Digital Campaign atau Kampanye Digital.

Bagi pebisnis pemula, mungkin istilah ini masih terbilang asing di telinga, padahal ini merupakan salah satu hal penting untuk dilakukan dalam kegiatan marketing.

Untuk menjawab rasa ingin tahu Anda, mari kita bahas kampanye yang dilakukan secara digital ini mulai dari definisi, manfaat, hingga contohnya agar Anda memiliki gambaran jelas mengenai aktivitas tersebut. Mari kita mulai!

Apa yang Dimaksud Digital Campaign?

 

Kampanye Digital (Digital Campaign) adalah aktivitas marketing dengan strategi memanfaatkan berbagai saluran digital yang dimiliki brand agar terjadinya interaksi antara brand dengan pelanggan yang disasarnya.

Kampanye ini memiliki dampak besar terhadap upaya digital marketing di suatu bisnis karena mampu melipatgandakan keuntungan bisnis apabila dieksekusi dengan benar.

Selain itu, dengan kampanye yang dijalankan secara digital Anda bisa mengintegrasikan satu saluran dengan saluran lainnya agar terciptanya lebih banyak konversi. Contohnya, seperti saluran media sosial, website, ataupun CRM.

Pengertian Digital Campaign Menurut para Ahli

Dikarenakan kampanye digital telah berkembang cukup pesat dalam strategi pemasaran bisnis, maka banyak ahli serta pakar dari berbagai organisasi ikut andil dalam mendefinisikan pengertiannya, beberapa di antaranya:

Menurut situs HubSpot, yang dimaksud dengan digital campaign adalah suatu upaya memasarkan bisnis dengan memanfaatkan internet dan juga elektronik.

Sejalan dengan Marketo, mereka mendefinisikan bahwa digital campaign merupakan strategi pemasaran terbaik yang berbentuk promosi/periklanan yang disebarluaskan melalui platform digital seperti mesin pencari, email, aplikasi, website, dan juga media sosial.

Sementara menurut Study.com, digital campaign adalah upaya pemasaran online yang dilakukan perusahaan untuk menaikan jumlah pelanggan serta pendapatan.

Selanjutnya, mari kita cari tahu apa sebenarnya tujuan menjalankan kampanye digital dalam berbisnis.

Baca Juga: Apa Itu Campaign? Berikut Cara Membuat serta 5 Manfaatnya!

Baca Juga: Digital Marketing Indonesia: Agensi, Sejarah, dan Contohnya!

Tujuan Dijalankannya Kampanye Digital

Perlu untuk dipahami, tujuan utama menjalankan kampanye digital tidak hanya untuk satu hal spesifik saja, namun tujuannya dapat beragam dengan dampak yang beragam pula.

Misalnya, ketika Anda menjalankan kampanye digital untuk launching produk terbaru, bisa jadi selain mengajak pelanggan-pelanggan lama untuk segera membeli, ternyata ada juga orang-orang yang belum pernah mengenal brand Anda ikutan terpancing untuk membeli produk Anda.

Intinya, tidak rugi apabila Anda menjalankan kampanye digital karena dampaknya akan terasa sangat besar bagi, dengan catatan Anda memang harus mengkonsep kampanye tersebut dengan sebaik-baiknya agar tujuan utama bisa tercapai.

Baca Juga: 10 Alasan Mengapa Digital Marketing Penting untuk Bisnis UKM

Tapi, kenapa kita harus menjalankan kampanye digital? Kenapa tidak kampanye tradisional saja yang dari dulu memang sudah dilakukan banyak brand? Untuk menjawabnya, mari kita bahas apa perbedaan di antara keduanya!

Perbedaan Digital Marketing Campaign vs Traditional Marketing Campaign

Perbedaan Digital Marketing Campaign dan Traditional Marketing Campaign

Perlu diketahui, bahwa digital marketing campaign memiliki perbedaan dengan traditional marketing campaign. Perbedaan di antara keduanya akan memberi Anda pencerahan mengapa digital marketing lebih efektif di era digital saat ini.

Untuk menjelaskan perbedaan digital marketing dan traditional marketing akan dijelaskan dengan 3 aspek yang meliputi pengertian dan media yang digunakan.

A. Digital Marketing Campaign

Sebagaimana yang dijelaskan di atas, cara kerja digital marketing memanfaatkan platform digital atau secara online.

Pada dasarnya, digital marketing memiliki konsep yang sama dengan traditional marketing, hanya saja media yang digunakan saja yang menjadi pembeda.

Pada praktik digital marketing, pelanggan akan melihat iklan bisnis melalui jejaring media sosial, website, ataupun video streaming.

Dengan memanfaatkan konten di platform tersebut, potensi memperoleh pengunjung semakin banyak, merek bisnis pun berpotensi semakin dikenal dan bisa berinteraksi langsung dengan pelanggan secara online.

Adapun media yang digunakan digital marketing meliputi:

  • Media sosial (Facebook, WhatsApp, TikTok, Twitter, Instagram, dan lain-lain)
  • Website
  • Pay-per-Click (PPC)
  • Content Marketing
  • Pemasaran Afiliasi (Affiliate Marketing)
  • Email Marketing
  • Search Engine Marketing (SEM)
  • Search Engine Optimization (SEO)
  • Dan sebagainya

Baca Juga: Cara Belajar Digital Marketing dari A sampai Z Tahun 2023

B. Traditional Marketing Campaign

Sedangkan traditional marketing campaign merupakan strategi pemasaran produk atau jasa yang cara kerjanya tidak memanfaatkan platform digital untuk beriklan.

Dalam traditional marketing campaign, praktik berinteraksi dengan pelanggan sangat sulit dilakukan secara langsung. Hal ini dikarenakan pelanggan hanya bisa melihat iklan produk ataupun jasa tanpa bisa menanyakan langsung informasi yang disebarkan.

Adapun media yang digunakan traditional marketing meliputi:

  • Televisi
  • Media Cetak (Koran, Buletin, Majalah, Katalog, dan Brosur)
  • Kartu Nama
  • Poster
  • Baliho
  • Radio
  • Telemarketing (SMS dan Telepon)

Apabila disimpulkan, perbedaan antara digital marketing dengan traditional marketing adalah pada media yang digunakan. Namun, dikarenakan media yang digunakan berbeda, maka strategi dan eksekusi pun berbeda.

Baca Juga: 12 Kelebihan dan Kekurangan Digital Marketing, Apa Saja?

Jenis-jenis Digital Campaign

Ada berbagai jenis kampanye digital yang dapat dijalankan bisnis Anda saat ini juga, tergantung channel digital apa saja yang telah dimiliki. Berikut beberapa jenisnya yang dapat Anda optimalkan:

1. Search Engine Optimization (SEO)

Jenis pertama sekaligus yang juga cukup populer sejak teknologi search engine ditemukan adalah SEO.

Jenis kampanye ini memanfaatkan mesin pencari seperti Google, Yahoo, ataupun Bing yang dioptimasi agar website bisa muncul ketika ada orang yang mengetikkan kata kunci tertentu.

Kampanye SEO dijalankan dengan mengkonsep konten-konten website seperti artikel, landing page, homepage yang mana akan ditemukan oleh calon pelanggan, apabila mereka relate maka mereka akan berinteraksi sesuai call-to-action (CTA) yang Anda gunakan.

2. Search Engine Marketing (SEM)

Selain SEO, kampanye lain yang juga hampir serupa dengan memanfaatkan mesin pencari adalah SEM.

SEM mengoptimasi website dengan cara berbayar pada platform-platform beriklan seperti Google Ads, TikTok Ads, Instagram Ads, dan Facebook Ads dengan tujuan dapat ditemukan oleh calon pelanggan dengan lebih cepat dan akurat.

Kampanye SEM dikonsep dengan melakukan perencanaan matang terhadap budget, timeline, lokasi, konten, serta segala macam optimalisasinya yang disesuaikan dengan siapa pelanggan yang ditargetkan.

3. Email Marketing

Sebagian di antara kita mungkin masih asing dengan email marketing yang dikonsep menjadi sebuah kampanye yang terstruktur serta terencana.

Email marketing dinilai efektif untuk dapat langsung berinteraksi serta mendapatkan respon dari pelanggan karena pada dasarnya ini merupakan sebuah pesan.

Kampanye email marketing biasanya disusun berdasarkan preferensi calon pelanggan dalam membaca email, serta konten email seperti apa yang mereka sukai, entah itu newsletter, penawaran diskon, dan sebagainya.

4. Video Marketing

Video marketing juga merupakan jenis kampanye yang dilakukan secara digital di mana upaya branding bisnis sangat pas untuk dilakukan.

Dengan banyaknya platform digital yang menggunakan format konten video, Anda dapat memanfaatkan hal tersebut dengan membuat konten seperti podcast, serial video, video pendek, video kreatif, dan masih banyak lagi.

5. Influencer Marketing

Jenis kampanye selanjutnya dalam pembahasan kita adalah influencer marketing.

Untuk menggunakan kampanye influencer marketing, Anda perlu mengeluarkan biaya karena harus bekerja sama dengan para influencer di luaran sana seperti youtuber, selebgram, tiktokers, ataupun artis.

Meskipun Anda harus merogoh kocek lebih banyak, namun kampanye ini berpotensi menaikan branding bisnis karena popularitas si influencer, namun tentu harus dengan perencanaan yang matang.

Baca Juga: Apa Itu Digital Branding? Pahami Konsep hingga Strateginya

Sebenarnya, masih banyak lagi jenis digital campaign yang dapat Anda jalankan dikarenakan perkembangan zaman yang selalu melahirkan berbagai platform baru.

Akan tetapi, wajib Anda pahami bahwa tidak semua platform tersebut cocok untuk bisnis Anda jalankan dalam satu waktu. Anda harus memahami dulu kelebihan, kekurangan, serta manfaat yang dapat didatangkan yang akan kita bahas selanjutnya.

Manfaat Digital Campaign bagi Bisnis

Berikut beberapa manfaat menjalankan kampanye secara digital bagi pertumbuhan bisnis:

1. Memperluas Jangkauan Konsumen/Pelanggan

Kampanye yang dijalankan secara digital memiliki manfaat mampu menjangkau pelanggan secara lokal hingga global. Hal ini merupakan kelebihan yang tidak dimiliki traditional marketing yang memiliki batasan tertentu.

Periklanan dengan metode digital dapat menjangkau secara luas karena penyebarannya menggunakan saluan-saluran digital yang banyak digunakan di hampir seluruh penjuru dunia.

2. Meningkatkan Penjualan

Manfaat lainnya berpengaruh kepada peningkatan angka penjualan karena metode yang diterapkan mampu menjangkau lebih banyak pengunjung yang berpotensi memperoleh banyak sekali transaksi.

Agar penjualan dapat meningkat, maka kampanye yang efektif haruslah sejalan dengan informasi dan tren dunia terkini, di mana itulah gambaran minat dari para pelanggan Anda.

3. Menambah Popularitas Brand

Dengan dikenalnya brand, maka potensi mendatangkan pelanggan baru di kemudian hari akan semakin meningkat, serta tidak jarang beberapa dari mereka bersedia menjadi pelanggan yang setia.

Baca Juga: Profesi Digital Strategist: Tugas, Keahlian dan Gaji

Menyusun Perencanaan Kampanye Bisnis

Berikut beberapa langkah sederhana dalam perencanaan kampanye bisnis:

1. Lakukan Riset

Hal yang paling utama dalam menyusun rencana bisnis adalah riset. Riset sangat berperan dalam menentukan arah dari sebuah kampanye bisnis yang akan dilakukan.

Anda dapat mulai dari melakukan riset produk, pasar, audiens, dan juga kompetitor, lalu tentukan hal-hal relevan apa yang berkaitan dengan bisnis Anda.

2. Buat Profil Bisnis dan Perusahaan

Profil bisnis dan perusahaan harus tertera jelas saat menjalankan kampanye digital karena merupakan langkah awal dalam mengenalkan serta membangun kredibilitas bisnis.

Anda dapat mulai dari mendefinisikan apa bisnis Anda, apa yang ditawarkan, bagaimana produknya, hingga seperti apa layanan yang dapat memuaskan calon-calon pelanggan.

3. Susun Strategi Pemasaran Digital

Setelah riset dilakukan serta bisnis Anda telah terdefinisikan dengan baik, kini saatnya Anda menyusun strategi pemasaran.

Anda dapat mulai dari pertanyaan, “Bagaimana bisnis saya dapat menjangkau pelanggan? Bagaimana cara membuat mereka tertarik? Apa yang mereka sukai dan tidak sukai?” dan seterusnya.

Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat Anda susun menjadi suatu konsep perencanaan marketing bisnis khususnya untuk pemasaran dengan teknologi digital.

Baca Juga: Digital Marketing Plan: Langkah Tepat Optimalkan Pemasaran

Contoh Digital Campaign Produk

Masuk ke poin terakhir, kita akan bahas contoh digital campaign produk yang mungkin Anda telah familiar mendengarnya.

1. Gojek

Contoh digital campaign produk yang pertama adalah dari perusahaan Gojek. Platform yang terkenal menawarkan layanan transportasi online untuk berbagai keperluan ini membawa dampak perubahan dalam berbagai aspek di Indonesia.

Gojek awalnya hanyalah layanan transportasi antar-jemput yang dapat dipesan melaui aplikasi smartphone. Produk tersebut dikomunikasikan melalui kampanye digital baik di media sosial, YouTube, TV, dan sebagainya mengenai betapa mudahnya memesan ojek dalam beberapa kali tap.

Kini, Gojek telah menjalankan ratusan kampanye digital untuk produk-produknya dengan konsep, channel, serta cerita yang berbeda-beda.

2. Netflix

Contoh kampanye digital produk selanjutnya bisa kita lihat dari Netflix, brand yang menyediakan hiburan berupa streaming film secara online yang dapat diakses melalui website ataupun aplikasi.

Netflix menjalankan kampanye di berbagai saluran digital mengenai cara baru nonton film tanpa harus ke bioskop dengan banyak pilihan tayangan seperti series, film, bahkan kartu dengan genre tertentu.

3. Privy

Platform ini sepertinya kurang populer di masyarakat umum, namun cukup terkenal bagi perusahaan, instansi, ataupun organisasi lain.

Privy merupakan platform yang menawarkan pembuatan tanda tangan dan identitas dalam bentuk digital yang dibutuhkan seperti dalam hal kesepakatan kontrak.

Privy aktif menjalankan kampanye digitalnya melalui blogging di website dan juga mem-posting konten di Instagram, Twitter, LinkedIn, Facebook yang topiknya tidak jauh dari kebutuhan tanda tangan digital.

Baca Juga: Rekomendasi Kursus & Training Digital Marketing Bandung

Pertanyaan Seputar Digital Campaign

Apa Itu Digital Campaign?

Digital Campaign (Kampanye Digital) merupakan upaya memasarkan bisnis dengan memanfaatkan berbagai saluran digital baik dengan cara gratis ataupun berbayar dengan tujuan meningkatkan sales, brand awareness, dan lain sebagainya.

Apa Saja yang Termasuk Digital Campaign?

Elemen-elemen yang termasuk digital campaign sebagai berikut:

  1. Digital Advertising
  2. Search Engine Optimization
  3. Search Engine Marketing
  4. Email Marketing
  5. Social Media Marketing
  6. Video Marketing
  7. Influencer Marketing
  8. Dan masih banyak lagi

Apa yang Harus Ada dalam Digital Campaign?

Setidaknya, hal-hal penting yang harus ada di dalam kampanye digital adalah 7P (Dulunya 4P), yaitu Product, Price, Promotion, Place, People, Process, dan Physical Evidence.

Bagaimana Cara Membuat Digital Campaign?

Cara yang perlu dilakukan untuk menjalankan kampanye digital adalah pertama dengan mengenali brand beserta produk, layanan, ataupun jasanya. Tentu hal ini sangat wajib untuk dilakukan.

Setelah itu, Anda dapat menentukan apa yang akan dipromosikan melalui kampanye digital yang akan dijalankan, entah itu hanya mengenalkan brand, produk, ataupun memberikan diskon.

Anda juga harus melakukan riset terutama riset terhadap kondisi pasar dan juga persaingan dengan kompetitor. Hasil riset tersebut dapat Anda turunkan lagi menjadi apa channel digital yang akan digunakan, berapa lama timeline-nya, berapa budget-nya, apa pesan utamanaya, dan sebagainya.

Penutup

Efektivitas digital campaign akan sangat terasa bagi Anda yang mengembangkan bisnis di zaman sekarang karena sesuai dengan pola perilaku serta kebiasaan pelanggan yang hampir tidak bisa lepas dari perangkat digital.

Oleh karena itu apabila Anda berkeinginan meningkatkan bisnis dengan digital campaign kami bersedia membantu memaksimalkan bisnis Anda. Berbekal pengalaman di berbagai bisnis dan industri, Sasana Digital siap memberikan solusi terbaik demi pertumbuhan bisnis Anda.

Cukup klik banner di bawah ini untuk menemukan solusi yang paling cocok untuk bisnis!

Bagikan Artikel Ini

Layanan Sasana Digital