Blog ›

6 Channel Digital Marketing Paling Penting & Klasifikasinya

I

Memahami seluk-beluk channel digital marketing adalah kunci sukses dalam strategi pemasaran online Anda. 

Mengelola saluran digital marketing memerlukan pemahaman mendalam terhadap setiap aspeknya. Termasuk mengidentifikasi kelebihan, mengatasi kelemahan, dan memahami cara operasi unik dari setiap channel yang Anda pilih. 

Dengan demikian, Anda dapat mengoptimalkan bisnis Anda untuk meraih kesuksesan jangka panjang. Dan artikel ini akan membimbing Anda melalui tips dan trik terbaik untuk memanfaatkan sepenuhnya potensi channel digital marketing, mulai dari organic, paid, acquisition, hingga targeting.

Arti Channel Digital Marketing

Sebelum melangkah lebih jauh, ada baiknya kita pahami arti mendasar dari istilah channel, channel digital, serta digital marketing channel.

Mari kita mulai dari pertanyaan sederhana. Apa itu channel?

Secara etimologi, Channel artinya adalah “saluran” yang berasal dari bahasa Inggris. Dan digital channel adalah tipe saluran yang memanfaatkan teknologi internet.

Lalu secara sederhana dapat dipahami bahwa konteks Digital Marketing berasal dari bahasa Inggris yang artinya pemasaran digital.

Maka tanamkan dalam pikiran Anda bahwa Digital Marketing Channel adalah saluran atau media yang digunakan untuk memasarkan produk atau jasa secara digital.

Channel Digital Marketing adalah platform online dan penempatan peluang yang dapat digunakan perusahaan dan bisnis untuk menjangkau konsumen juga mengiklankan merek, produk, atau layanan.

Indeed

Digital marketing channel biasa digunakan untuk mendukung aktivitas pemasaran online. Mulai dari bisnis digital, pemasaran jasa digital, bisnis kuliner, hingga bisnis fashion. Mari kita bahas sebentar ciri-ciri pemasaran online.

Berikut ini yang merupakan ciri-ciri pemasaran online adalah: 

  • Membutuhkan internet
  • Mudah diakses dari mana saja
  • Bisa menjadi trending topic

Selanjutnya Anda akan diajak untuk membahas pendekatan pada digital marketing channel. Topik bahasan tersebut sangat penting dan krusial untuk dipahami bila mengelola bisnis.

Baca Juga: 12 Manfaat Pemasaran Online: Perluas Jangkauan Bisnis

Mind Map Klasifikasi Channel Digital Marketing 

Mind map channel digital marketing

Ada cukup banyak item yang bisa dipahami terkait saluran digital marketing. Agar tak tanggung-tanggung, berikut ini pembagian digital marketing berdasarkan Pendekatan, Tujuan, dan Strateginya.

Saluran Digital Marketing Berdasarkan Pendekatannya ->

  • Behavior Targeting
  • Demographic Targeting

Saluran Digital Marketing Berdasarkan Tujuannya ->

  • Acquisition
  • Retention

Saluran Digital Marketing Berdasarkan Strateginya ->

  • Organic Channel
  • Paid Channel

Behavioral Targeting vs. Demographic Targeting

Sebelum Anda menggunakan channel untuk kegiatan digital marketing, ada baiknya memahami pendekatan-pendekatan yang ada. Sehingga Anda tidak sembarangan dalam menggunakan saluran yang dipilih.

1. Behavioral Targeting 

Behavioral channel targeting adalah pendekatan yang mementingkan kebiasaan calon pembeli, terutama ketika mencari informasi di Google. 

Yaitu memanfaatkan data mengenai kebiasaan penelusuran, interaksi dengan situs web, pembelian sebelumnya, dan aktivitas online lainnya untuk menyajikan iklan yang lebih relevan dan menarik bagi pengguna.

Contohnya, jika seseorang sering mencari kelas training digital marketing dan mengunjungi situs web terkait, pendekatan behavioral targeting akan memungkinkan pemasar untuk menargetkan iklan tentang pelatihan atau workshop digital marketing kepada orang tersebut ketika dia berada di berbagai situs web.

Misal, beberapa kebiasaan atau perilaku dapat dianalisis berdasarkan:

  • Website engagement -> Apa yang menarik impresi pengguna situs web Anda, sehingga ia melihat dan klik iklan atau konten tersebut?
  • Campaign engagement -> Email atau media sosial ads mana yang diakses target marketing?
  • Purchase behavior -> (Biasanya pada bisnis online shop) Produk apa yang telah dilihat, ditambahkan ke keranjang atau wishlist, dan yang telah dibeli konsumen?
  • Application engagement -> Melihat apa saja yang dilakukan dan yang tidak dilakukan pengguna di aplikasi atau situs Anda

2. Demographic Targeting

Pendekatan demographic channel targeting adalah strategi pemasaran di mana iklan atau pesan pemasaran disesuaikan untuk mencapai kelompok target berdasarkan karakteristik demografis mereka.

Menurut Indeed, pendekatan channel digital marketing ini mementingkan identitas. Seperti usia, jenis kelamin, ras, lokasi geografis, pendidikan, status perkawinan, pendapatan, dan lain-lain.

Jadi misalnya, Anda menargetkan pria atau wanita -> usia 25 sampai dengan 30 tahun -> tinggal di Bandung -> menyukai kegiatan charity. Hal-hal seperti ini dapat Anda kumpulkan informasinya melalui Instagram hingga Facebook.

Perbedaan Behavioral Targeting & Demographic Targeting

Behavioral Targeting

Demographic Targeting

  • Berfokus pada perilaku konsumen secara online
  • Targeting bisa lebih spesifik karena berdasarkan perilaku nyata konsumen
  • Polanya lebih fleksibel karena diadaptasi dari minat terbaru dan perilaku pengguna
  • Berfokus berdasarkan karakteristik demografis konsumen
  • Targeting dan identifikasi cenderung lebih mudah, karena data tersedia secara publik
  • Polanya cenderung statis karena berdasarkan karakteristik yang tetap atau sudah ada

Acquisition vs. Retention

Selanjutnya, berikut ini klasifikasi saluran digital marketing berdasarkan Acquisition dan Retention.

1. Acquisition

Acquisition channel adalah proses atau strategi digital marketing untuk mendapatkan pelanggan baru, atau prospek dalam konteks pemasaran digital. Atau proses yang  memungkinkan sebuah perusahaan memperoleh pengguna untuk pertama kalinya.

Acquisition channel ini dibuat untuk menarik perhatian calon konsumen, mengenalkan produk atau layanan, dan akhirnya mengonversi mereka menjadi pelanggan aktif. Misalnya, channel marketing yang dibuat digunakan untuk membuat seseorang melakukan pembelian pertamanya.

2. Retention

Berbeda dengan acquisition, channel digital marketing retention digunakan untuk mendorong upaya dalam mempertahankan dan memperpanjang hubungan antara bisnis atau merek dengan pelanggan yang sudah ada. 

Atau untuk memastikan bahwa pelanggan yang sudah pernah berinteraksi atau melakukan transaksi kembali dengan bisnis tetap terlibat dan loyal.

Strategi retensi dalam digital marketing mencakup berbagai metode, seperti mengirimkan email newsletter, menyelenggarakan program loyalitas, memberikan diskon khusus untuk pelanggan setia, menyediakan konten bermanfaat, dan memastikan pengalaman pelanggan yang memuaskan.

Perbedaan Acquisition & Retention

Acquisition (Akuisisi)

Retention (Pertahanan)

Fokus mendapatkan pelanggan baru atau prospek baru

Mempertahankan hubungan dengan pelanggan yang sudah ada

Fokus mendapatkan perhatian dan minat dari audiens yang masih baru berinteraksi dengan merek tersebut

Memastikan bahwa pelanggan yang sudah ada tetap terlibat, puas, dan loyal terhadap bisnis atau merek

Contohnya menggunakan iklan, SEO, marketing campaign, social media campaign

Melibatkan strategi untuk meningkatkan interaksi berkelanjutan, misalnya mengirimkan notifikasi melalui email marketing

Organic Channel vs. Paid Channel

Berdasarkan strateginya, saluran pemasaran online terbagi atas 2 macam, yaitu strategi pemasaran organic dan paid (berbayar).

1. Organic Channel

Organic channel adalah upaya pemasaran online yang dilakukan menggunakan saluran-saluran tidak berbayar dan natural. Jadi, suatu perusahaan tidak ditekankan biaya meskipun ada pertambahan kunjungan pada suatu website atau aplikasi di perusahaan tersebut.

Organic channel memiliki segudang manfaat yang bisa dirasakan oleh bisnis. Mulai dari sifatnya yang fleksibel dan harganya yang terjangkau sering menjadi incaran para pebisnis.

Meski di sisi lain organic channel memiliki sebuah kontra. Yaitu waktu yang dibutuhkan melatih kita untuk bersabar.

Strategi dan kebiasaan organic marketing channel:

  • Analisis kebiasaan melalui traffic audiens pada situs Anda lalu bandingkan dengan target audiens ideal Anda
  • Membuat konten
  • Optimize konten
  • Evaluasi dan improve konten

2. Paid Channel

Kebalikan dari organic, paid channel marketing adalah strategi pemasaran menggunakan saluran-saluran berbayar. Jadi, biaya akan ditekankan kepada suatu brand setiap kali ada impresi atau klik dari channel yang digunakan.

Terkadang paid marketing menjadi andalan bagi banyak bisnis. Sebab strategi marketing berbayar ini memiliki jalan pintas dibanding pemasaran organik.

Hanya saja paid channel memiliki sebuah kontra, yaitu biaya yang cenderung mahal dan hanya sekali pakai. Tidak seperti organic marketing yang bisa berdampak dalam jangka panjang.

Perbedaan Paid Channel dan Organic Channel

Paid

Organic

Saluran pemasaran yang mengandalkan cara-cara tertentu dengan syarat membayar pihak penyedia

Momen berkumpulnya orang-orang pada sebuah brand terjadi secara alami

Contoh salurannya adalah (1) Google Ads atau SEM, (2) Social Media Paid (Facebook Ads, Instagram Ads), dan (3) Ad Networks

Contoh saluran yang dapat digunakan diantaranya (1) SEO, (2) Social Media Organic, dan (3) Email Marketing

6 Channel Digital Marketing (Organic & Paid)

Setelah mengetahui perbedaan organic channel dan paid channel saatnya kita memperdalam masing-masing channel tersebut. Sehingga Anda memahami apa yang dapat diandalkan dari organic channel plus dari paid channel.

Secara keseluruhan, terdapat 6 jenis channel marketing platform, baik yang berbayar maupun organik. Dan diantaranya adalah:

1. SEO (Search Engin Optimization)

Ya, saluran pertama adalah SEO, yang seharusnya cukup familiar bagi marketer.

SEO sendiri adalah singkatan dari Search Engine Optimization. Keistimewaan adalah, mampu meningkatkan visibilitas website Anda agar lebih mudah terlihat, ketika orang mencari sesuatu di Google secara organic.

contoh SEO digital marketing channel

SEO menjadi satu-satunya organic channel yang memiliki jangkauan paling tinggi. Sehingga cukup banyak perusahaan yang berminat memakai praktik SEO.

Bayangkan bila website Anda mampu menjadi juara dalam sektor bisnis yang Anda jalani. Bisa jadi orang-orang akan selalu melihat bisnis Anda dari waktu ke waktu.

Baca Juga: 8 Cara Membuat Website Bisnis dan Proses Pembuatannya

Apalagi di zaman seperti saat ini bisnis digital mulai merambah ke banyak sektor. Mulai dari bisnis jasa, bisnis konsultan, bisnis kuliner, dan masih banyak lagi.

Ciri Khas & Tips SEO

  • Banyak diterapkan pada segala jenis bisnis yang telah beralih ke pemasaran digital. Maka Anda pun jangan ketinggalan!
  • Biasa digunakan untuk behavioral targeting, namun jika bisnisnya masih baru bisa menggunakan target demografis
  • SEO tidak boleh dilakukan pada bisnis Anda bila mengharapkan hasil yang instan. Sebab SEO butuh proses untuk memetik hasil yang luar biasa.

2. Social Media Organic

Hari ini hampir semua orang menggunakan Social Media. Maka channel digital marketing ini menjadi tempat paling nyaman dalam pemasaran online. Sebab biaya dapat ditekan semurah mungkin pada social media organic.

Organic channel di Indonesia

Namun, perusahaan yang besar mengeluarkan banyak uang untuk social media karena social media dapat menarget demografi dengan baik.

Sehingga social media cocok dipakai oleh bisnis setingkat UMKM hingga sudah besar sekalipun. Dari segi biaya, jangkauan, dan penargetan bisa bermanfaat untuk UMKM dan bisnis besar.

Baca Juga: Cek UMKM Tangerang yang Sudah Go Digital + Contoh Produknya!

Ciri Khas & Tips Social Media Organic

  • Cocok dilakukan pada bisnis yang ingin memperbesar awareness pada tahap yang lebih besar, sehingga makin banyak orang yang mengenal merek Anda.
  • Social Media Organic tidak boleh dilakukan bila bisnis Anda membutuhkan peningkatan sales yang besar secara cepat. Sebab platform media sosial cocoknya untuk berteman dengan para pembeli.

3. Email Marketing

Digital marketing channel yang bersifat organic dan sudah cukup tua adalah email marketing. Di saat pembeli menuliskan email miliknya, di situ kesempatan brand untuk mendekati pembeli.

Email Marketing untuk channel digital marketing

Biasanya email yang dikirim oleh brand adalah promo pada produk yang suka dibeli oleh para pelanggan, sehingga lewat email itu orang-orang menjadi kembali lagi pada brand yang sama.

Contohnya ketika sebuah sekolah menggunakan strategi pemasaran digital dari Sasana Digital. Lalu dihubungi kembali pada akhir tahun untuk persiapan tahun ajaran baru. Akhirnya sekolah tersebut memesan layanan Sasana Digital lagi.

Ciri Khas & Tips Email Marketing

  • Email Marketing dilakukan saat bisnis Anda memiliki data email pelanggan, sehingga sudah mengetahui hal apa saja yang cocok untuk dikirimkan melalui email.
  • Jangan lakukan jika data pelanggan yang dimiliki masih minim, karena akan membuang waktu Anda bila fokus pada email marketing saja.

Berdasarkan pengakuan dari RevoU terdapat peningkatan traffic dan sales sebesar 15% hingga 20% atas penerapan strategi melalui channel ini.

4. SEM (Search Engine Marketing)

SEM mirip tetapi beda dengan SEO. Sebab SEM adalah kepanjangan dari Search Engine Marketing, merupakan sebuah channel yang mengandalkan search engine seperti Google.

Bila tadi SEO mengumpulkan orang-orang secara organic sedangkan SEM mengumpulkan para calon pembeli dengan cara berbayar alias paid.

SEM memberi kesempatan pada perusahaan atau bisnis bidding keyword. Singkatnya memesan iklan pada keyword tertentu.

Contoh SEM digital marketing channel

 

Sebagai salah satu channel digital marketing, SEM cukup banyak digemari para pebisnis. Sebab pencarian pada Google sangat penting. Anda bisa memakai Google Ads untuk ini.

Seperti yang dikatakan pada laman resmi Microsoft: “Search is most crucial digital marketing channel.” Pencarian menjadi hal yang krusial dalam kanal atau channel pemasaran digital.

Baca Juga: Google Ads vs Facebook Ads, Perbedaannya Bikin Untung?

Ciri Khas & Tips SEM

  • SEM harus dilakukan bila produk atau jasa yang Anda jual sudah sering dicari oleh masyarakat Indonesia di Google. 
  • SEM tidak boleh dilakukan bila Anda menjual barang atau jasa yang sangat inovatif (masih baru). Sehingga orang-orang tidak akan mencarinya di Google.

5. Social Media Paid

Digital marketing channel versi berbayar ini sedang trending beberapa tahun terakhir, sebab semakin banyak orang yang memakai media sosial. Padahal dulunya channel marketing platform satu ini hanya dijadikan organic channel oleh para pemilik bisnis.

Social Media Paid juga bisa Anda sebut Social Media Ads. Sebab cara kerjanya adalah memasang iklan di social media.

Contoh Social Media Paid Revou

 

Setelah menarget audiens berdasarkan profil yang cocok maka algoritma iklan pada media sosial akan menampilkan bisnis Anda pada orang yang sesuai.

Biasanya social media ads diandalkan pada Instagram dan Facebook. Hal ini wajar karena kedua platform tersebut memiliki jumlah pengguna yang banyak.

Ciri Khas & Tips Social Media Paid

  • Dapat dilakukan jika Anda ingin pembeli baru hadir pada brand Anda, sebab jangkauan luas pada iklan di media sosial bisa jadi sebuah peluang.
  • Tidak boleh dilakukan saat pembeli bisnis Anda lebih banyak menemukan produk pertama kali di search engine bukan di media sosial.

6. Ad Networks

Ad Networks menjadi pilihan dengan biaya mahal. Biaya mahal ini karena sebanding dengan dampaknya yang besar. Ad Networks menjadi channel paid yang paling memiliki dampak.

Channel digital marketing yang sangat berpengaruh adalah Ad Networks. Sebab bisnis Anda akan ditampilkan pada kolom iklan di internet.

 
Contoh digital marketing paid pada iklan

Bisnis Anda bisa muncul di situs berita, situs gaya hidup, bahkan situ forum online yang menyediakan tempat iklan. Nanti setelah pengunjung website klik iklan, mereka akan masuk ke landing page dan siap membeli produk/jasa Anda.

Ciri Khas & Tips Ad Networks

  • Dilakukan bila bisnis Anda sudah memiliki pembeli yang sangat banyak. Misalnya jangkauan customer Anda sudah mampu mencapai satu provinsi atau lebih luas lagi.
  • Tidak boleh dilakukan ketika belum pernah mencoba pada channel digital marketing lainnya. Sebab harganya yang mahal tidak cocok untuk dipakai sebagai saluran digital marketing pertama dalam sebuah bisnis.

Baca Juga: Apa Itu Paid Promote? Ini 5 Manfaatnya dalam Upaya Pemasaran

Rangkuman Tabel Digital Marketing Channels

Selanjutnya mari simak rangkuman dalam bentuk tabel agar Anda lebih mudah memahami terkait saluran digital marketing ini.

Seperti dijelaskan sebelumnya, bahwa paid channel dan organic channel dibagi dalam beberapa channel. Berikut ini rangkuman spesial dan simple dari Sasana Digital yang dapat Anda pahami.

Tabel SEO (Search Engine Optimization)

TARGET :

Behavioral Targeting

CHANNEL :

Organic (Gratis)

JANGKAUAN :

Tinggi

BIAYA :

  • Mahal (jangka pendek)
  • Murah (jangka panjang)

Baca Juga: Lengkap! 10+ Cara Meningkatkan Traffic Website Terbaru 2023

Tabel Social Media Organic

TARGET :

Demographic Targeting

CHANNEL

Organic (Gratis)

JANGKAUAN :

Rendah

BIAYA :

Murah

Tabel Email Marketing

TARGET :

Behavioral & Demographic Targeting

CHANNEL :

Organic (Gratis)

JANGKAUAN :

Menengah

BIAYA :

Murah

Tabel SEM (Search Engine Marketing)

TARGET :

Behavioral Targeting

CHANNEL :

Paid (Berbayar)

JANGKAUAN :

Tinggi

BIAYA :

Murah & Mahal

Tabel Social Media Paid

TARGET :

Demographic Targeting

CHANNEL :

Paid (Berbayar)

JANGKAUAN :

Tinggi

BIAYA :

Murah & Mahal

Tabel Ad Networks

TARGET :

Demographic Targeting

CHANNEL :

Paid (Berbayar)

JANGKAUAN :

Tinggi

BIAYA :

Mahal

Bagaimana? Semoga Anda memahami organic channel dan paid channel pada macam-macam saluran pemasaran digital. Selanjutnya ada sekian pertanyaan tentang saluran digital marketing yang akan dijawab dengan jelas.

Pertanyaan Seputar Channel Digital Marketing

Mari kita jelajahi beberapa pertanyaan menarik seputar channel digital marketing yang sering diajukan oleh orang lain. Simak terus ya siapa tahu bermanfaat untuk kebingungan Anda.

a. Apa yang Dimaksud dengan Channel Digital Marketing?

Channel digital marketing adalah platform/saluran/media yang dipakai untuk mengiklankan atau memasarkan produk/layanan kepada audiens secara digital.

b. Apa yang Dimaksud dengan Multi Channel?

Multi channel adalah sebuah strategi bisnis yang mengandalkan lebih dari satu saluran/channel untuk menjual produk atau jasa yang ditawarkan.

Bisa melalui website, media sosial, email, bahkan hingga SMS yang biasa dikirim pada konsumen potensial. Sehingga tidak hanya bergantung pada satu channel.

Baca Juga: Apa Itu Omnichannel vs Multichannel?

C. Apa itu Organic Channel, Paid Channel, Acquisition Channel, dan Targeting Channel?

1. Organic Channel

Saluran organik atau organic channel adalah media yang tidak mewajibkan perusahaan/brand membayar di setiap adanya kunjungan (ke website atau aplikasi milik brand).

2. Paid Channel

Sebaliknya dari organik, paid channel adalah platform atau saluran yang mengharuskan adanya pembayaran setiap ada kunjungan atau klik ke situs atau aplikasi milik brand.

3. Acquisition Channel

Channel yang dapat membawa konsumen untuk pertama kali biasa disebut acquisition channel. Misalnya ketika Anda berjualan makanan untuk catering kantor dan ditemukan pada website, maka acquisition channel yang Anda miliki adalah website.

4. Targeting Channel

Targeting Channel merupakan platform penayangan iklan atau pemasaran online berdasarkan segmentasi audiens dengan kriteria tertentu.

Baca Juga: Mengenal Apa Itu Landing Page Lengkap Beserta Contohnya

Penutup

Pada akhirnya sebuah bisnis harus bisa memaksimalkan digital marketing channel. Perpaduan organic channel dan paid terbukti mampu menaikan level bisnis!

Saat Anda ingin menaikan level bisnis melalui channel digital marketing, sangat dianjurkan menghubungi Sasana Digital. Sebab nantinya Anda bisa mengambil keputusan yang tepat terkait channel yang ada. Sebagaimana UKM dan perusahaan ternama lainnya yang pernah menciptakan solusi bersama Sasana Digital.

Waktu terus bergerak dan bisnis orang lain terus berjalan. Ayo klik banner di bawah atau gunakan fitur konsultasi gratis di sini.

Bagikan Artikel Ini

Layanan Sasana Digital