Blog ›

Behavioral Targeting: Menyasar Kebiasaan Konsumen

I

Pada artikel Sasana Digital kali ini, kita akan membahas tentang “Penargetan Perilaku” atau yang lebih dikenal dengan Behavioral Targeting. Dalam era digital yang semakin maju, strategi pemasaran yang efektif menjadi kunci kesuksesan.

Salah satu pendekatan yang terus berkembang adalah penargetan konsumen berdasarkan kebiasaan, yang memungkinkan perusahaan untuk memahami perilaku konsumen secara mendalam dan menyesuaikan pesan pemasaran mereka.

Lalu seperti apa impact penerapan penyasaran konsumen berdasarkan kebiasaannya? Mari kita mulai mempelajari lebih lanjut tentang apa itu target behavioral targeting, manfaat, hingga alur implementasinya.

Apa Itu Behavioral Targeting?

Mengenali kebutuhan dan preferensi konsumen adalah salah satu faktor penting dalam pemasaran yang sukses.

Behavioral targeting adalah strategi pemasaran yang menggunakan data perilaku konsumen untuk mengirim pesan yang relevan dan personal kepada mereka.

Dengan memahami kebiasaan, minat, dan preferensi konsumen, perusahaan dapat mengoptimalkan upaya pemasaran mereka dan meningkatkan keterlibatan konsumen.

Alur Kerja Behavioral Targeting

Target behavior didasarkan pada pengumpulan dan analisis data perilaku konsumen.

Berikut adalah langkah-langkah umum yang termasuk ke dalam proses tersebut:

1. Pengumpulan Data

Perusahaan mengumpulkan data perilaku konsumen dari berbagai sumber, seperti aktivitas online, interaksi dengan situs web, pencarian internet, riwayat pembelian, dan preferensi konten.

2. Analisis Data

Data yang terkumpul dianalisis untuk mengidentifikasi pola perilaku, minat, preferensi, dan kebutuhan konsumen.

3. Segmentasi Konsumen

Berdasarkan analisis data, konsumen dibagi ke dalam segmen yang berbeda sesuai dengan perilaku dan preferensi mereka.

4. Penyesuaian Pesan Pemasaran

Setelah segmentasi, pesan pemasaran disesuaikan untuk setiap segmen konsumen, dengan tujuan memberikan konten yang relevan dan menarik bagi mereka.

5. Pelacakan dan Optimalisasi

Hasil kampanye behavioral targeting terus dipantau dan dianalisis untuk mengukur efektivitasnya.

Dalam proses ini, perusahaan dapat mengidentifikasi tren, memperbaiki strategi, dan meningkatkan hasil pemasaran.

Baca Juga: Kenali Segmenting, Targeting, Positioning (STP) Marketing!

Manfaat Behavioral Targeting dalam Pemasaran

Dalam dunia pemasaran yang kompetitif, targeting perilaku memberikan sejumlah manfaat yang signifikan bagi perusahaan.

Berikut adalah beberapa manfaat utama dari penerapan penargetan perilaku pengguna:

1. Pengiriman Pesan yang Relevan

Dengan memahami perilaku konsumen, perusahaan dapat mengirimkan pesan yang sesuai dengan minat dan preferensi mereka.

Hal ini meningkatkan kemungkinan konsumen merespons dan berinteraksi dengan pesan tersebut.

2. Personalisasi yang Lebih Baik

Behavioral targeting memungkinkan perusahaan untuk menciptakan pengalaman pemasaran yang lebih personal bagi konsumen.

Dengan menyesuaikan pesan, penawaran, dan rekomendasi, konsumen merasa lebih dihargai dan terhubung secara emosional dengan merek.

3. Efisiensi Biaya yang Tinggi

Dengan memfokuskan upaya pemasaran pada segmen yang tepat, perusahaan dapat mengoptimalkan pengeluaran mereka.

Hal ini mengurangi pemborosan sumber daya dan memastikan bahwa iklan dan pesan pemasaran hanya ditujukan kepada konsumen potensial yang memiliki minat tertentu.

4. Meningkatkan Konversi dan Penjualan

Dengan mengirimkan pesan yang relevan dan menarik, behavioral targeting dapat meningkatkan tingkat konversi dan penjualan.

Konsumen cenderung lebih mungkin untuk melakukan pembelian ketika mereka merasa diperhatikan dan ditawarkan produk atau layanan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

5. Pengukuran yang Lebih Akurat

Dalam behavioral targeting, perusahaan dapat menggunakan data untuk melacak dan mengukur hasil kampanye dengan lebih akurat.

Ini memungkinkan evaluasi yang mendalam tentang efektivitas strategi pemasaran dan memungkinkan perusahaan untuk mengambil tindakan perbaikan jika diperlukan.

Segmentasi dan Profil Konsumen

Salah satu aspek kunci dari target behavior adalah segmentasi konsumen. Dalam segmentasi, konsumen dibagi ke dalam kelompok yang memiliki perilaku, minat, dan preferensi serupa.

Dengan memahami segmen konsumen yang berbeda, perusahaan dapat mengembangkan profil yang lebih rinci dan mendalam tentang target audiens mereka.

Ini membantu dalam penyusunan pesan pemasaran yang lebih efektif dan menyesuaikan strategi pemasaran sesuai dengan setiap segmen.

Jenis Data yang Digunakan dalam Behavioral Targeting

Targeting perilaku mengandalkan pengumpulan data perilaku konsumen untuk mendapatkan wawasan yang berharga.

Berikut adalah beberapa jenis data yang sering digunakan dalam segmentasi Berbasis Perilaku:

1. Data Navigasi Web

Informasi tentang aktivitas pengguna di situs web, seperti halaman yang dikunjungi, durasi kunjungan, dan tindakan yang diambil.

2. Data Pembelian

Riwayat pembelian konsumen, produk atau layanan yang dibeli, frekuensi pembelian, dan jumlah belanja.

3. Data Interaksi Sosial Media

Aktivitas konsumen di platform media sosial, seperti suka, komentar, atau berbagi konten tertentu.

4. Data Geografis

Informasi tentang lokasi geografis konsumen, yang dapat membantu dalam penargetan lokasi yang relevan.

5. Data Demografis

Data tentang karakteristik demografis konsumen, seperti usia, jenis kelamin, pendapatan, dan pekerjaan.

Baca Juga: Perilaku Konsumen di Era Digital: Kenali dan Hadapi

Etika dalam Behavioral Targeting

Meskipun behavioral targeting memiliki manfaat yang signifikan, penting untuk memperhatikan aspek etika dalam penggunaannya.

Beberapa masalah yang perlu diperhatikan adalah:

1. Privasi Konsumen

Perusahaan harus memastikan bahwa pengumpulan data dilakukan dengan mematuhi hukum privasi dan menghormati privasi konsumen.

2. Transparansi

Konsumen harus diberi informasi yang jelas tentang pengumpulan dan penggunaan data mereka.

Perusahaan harus menjelaskan tujuan pengumpulan data dan memberikan opsi untuk mengontrol penggunaan data mereka.

3. Keamanan Data

Perusahaan harus menjaga keamanan data konsumen dan mengadopsi langkah-langkah keamanan yang memadai untuk melindungi informasi pribadi.

Tools dan Teknologi Behavioral Targeting

Tools dan Teknologi Behavioral Targeting

Untuk menerapkan strategi behavioral targeting, perusahaan dapat menggunakan sejumlah tools dan teknologi yang tersedia. Beberapa contoh tools dan teknologi tersebut adalah:

1. Cookies

Cookies adalah file teks kecil yang disimpan pada perangkat pengguna dan memungkinkan pelacakan perilaku online.

2. Pixel Tracking

Pixel tracking adalah kode kecil yang ditempatkan pada halaman web untuk melacak tindakan pengguna.

3. Data Management Platform (DMP)

DMP adalah platform yang mengumpulkan, mengelola, dan menganalisis data konsumen untuk menginformasikan strategi pemasaran.

4. Customer Relationship Management (CRM) Software

CRM software membantu perusahaan dalam mengelola interaksi dengan konsumen dan melacak data pelanggan yang relevan.

5. Platform Periklanan Digital

Platform periklanan digital seperti Google Ads atau Facebook Ads menyediakan fitur segmentasi yang memungkinkan perusahaan menargetkan konsumen berdasarkan perilaku mereka.

Baca Juga: Praktis! 7 Kiat Belajar Bisnis Online dari Nol Tahun 2023

Studi Kasus Behavioral Targeting

Untuk memberikan gambaran yang lebih konkret tentang bagaimana penargetan konsumen berdasarkan perilaku, dapat Anda terapkan dalam praktik pada  beberapa contoh studi kasus berikut ini yang mengilustrasikan penggunaan metode ini:

1. Perusahaan E-Commerce

Sebuah perusahaan e-commerce menggunakan behavioral targeting untuk meningkatkan konversi dan penjualan produk mereka.

Mereka menganalisis data perilaku pengguna, seperti riwayat pembelian, preferensi produk, dan waktu penggunaan platform. Dengan informasi ini, mereka dapat menyajikan iklan atau rekomendasi produk yang spesifik kepada pengguna yang relevan.

Misalnya, jika seorang pengguna sering membeli produk kecantikan, mereka akan melihat iklan atau rekomendasi produk kecantikan yang sesuai saat mereka mengakses platform e-commerce tersebut.

Dengan menggunakan behavioral targeting, perusahaan ini berhasil meningkatkan tingkat konversi dan meningkatkan penjualan produk.

2. Platform Media Sosial

Sebuah platform media sosial menggunakan behavioral targeting untuk mengoptimalkan pengalaman pengguna dan menayangkan iklan yang relevan.

Mereka menganalisis perilaku pengguna, seperti konten yang mereka tonton, halaman yang mereka ikuti, dan interaksi mereka dengan iklan sebelumnya.

Berdasarkan informasi ini, platform media sosial tersebut dapat menampilkan iklan yang sesuai dengan minat dan preferensi pengguna.

Misalnya, jika seseorang sering menonton video tutorial memasak, mereka mungkin akan melihat iklan produk makanan atau peralatan memasak.

Dengan menerapkan behavioral targeting, platform media sosial dapat memberikan pengalaman yang lebih relevan bagi pengguna dan membantu pengiklan mencapai audiens yang lebih spesifik.

3. Penyedia Layanan Finansial

Sebuah penyedia layanan finansial menggunakan behavioral targeting untuk mempersonalisasi promosi dan rekomendasi produk kepada pelanggan mereka.

Mereka menganalisis perilaku pelanggan, seperti riwayat transaksi, penggunaan layanan, dan preferensi keuangan.

Dengan informasi ini, penyedia layanan finansial dapat menawarkan promosi produk yang sesuai dengan kebutuhan dan kebiasaan pelanggan.

Misalnya, jika seorang pelanggan sering menggunakan fitur transfer uang, mereka mungkin akan menerima promosi yang terkait dengan fitur tersebut, seperti penawaran bebas biaya transfer.

Dengan memanfaatkan behavioral targeting, penyedia layanan finansial dapat memberikan nilai tambah kepada pelanggan mereka dan meningkatkan kepuasan pelanggan.

Melalui studi kasus ini, kita dapat melihat bagaimana behavioral targeting dapat digunakan dalam berbagai industri dan sektor bisnis.

Dengan memahami perilaku pengguna dan menerapkan strategi yang sesuai, perusahaan dapat meningkatkan efektivitas kampanye pemasaran, meningkatkan konversi, dan memberikan pengalaman yang lebih relevan bagi pelanggan mereka.

Penting untuk mencatat bahwa implementasi behavioral targeting harus dilakukan dengan memperhatikan privasi dan etika, serta mematuhi peraturan yang berlaku untuk melindungi data pengguna.

Baca Juga: 15 Contoh Perilaku Konsumen Lengkap dengan Kasusnya

Tantangan dan Tren Masa Depan Behavioral Targeting

Seiring dengan kemajuan teknologi dan perkembangan perilaku konsumen, behavioral targeting juga menghadapi tantangan dan mengikuti tren yang terus berubah.

Berikut ini adalah beberapa tantangan dan tren yang dapat mempengaruhi masa depan penargetan perilaku:

1. Perlindungan Privasi

Salah satu tantangan utama dalam behavioral targeting adalah masalah privasi. Pengumpulan data perilaku pengguna yang intensif dapat menimbulkan kekhawatiran privasi dan keamanan.

Pengguna sering kali khawatir tentang penggunaan data pribadi mereka tanpa izin atau pengungkapan informasi yang sensitif.

Oleh karena itu, penting bagi perusahaan untuk mematuhi regulasi privasi yang berlaku dan menjaga transparansi dalam penggunaan data pengguna.

2. Perkembangan Teknologi

Kemajuan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) dan analitik data terus mempengaruhi behavioral targeting.

Algoritma yang lebih canggih dan kemampuan analitik yang lebih baik memungkinkan pengumpulan dan interpretasi data perilaku pengguna dengan lebih presisi.

Perusahaan harus terus memperbaharui dan mengembangkan infrastruktur teknologi mereka untuk tetap relevan dan efektif dalam menghadapi perkembangan teknologi yang cepat ini.

3. Konteks Multi-Channel

Konsumen saat ini berinteraksi dengan berbagai platform dan kanal, seperti media sosial, situs web, aplikasi seluler, dan lain sebagainya.

Tantangan bagi behavioral targeting adalah mengintegrasikan data perilaku pengguna dari berbagai kanal ini untuk mendapatkan pemahaman yang holistik tentang preferensi dan minat pengguna.

Menggabungkan data dari berbagai sumber ini dapat memungkinkan perusahaan untuk memberikan pengalaman yang lebih personal dan konsisten kepada pengguna di seluruh kanal.

4. Personalisasi yang Lebih Mendalam

Tren utama dalam target behavior adalah peningkatan personalisasi. Konsumen semakin mengharapkan pengalaman yang disesuaikan dengan preferensi dan kebutuhan mereka.

Perusahaan harus terus meningkatkan pemahaman tentang perilaku pengguna dan menerapkan strategi personalisasi yang lebih canggih.

Dengan menerapkan pemodelan prediktif dan analitik lanjutan, perusahaan dapat mengidentifikasi pola perilaku yang lebih kompleks dan menghadirkan rekomendasi yang lebih relevan kepada pengguna.

5. Responsibilitas dan Etika

Dalam menghadapi perkembangan behavioral targeting, perusahaan juga harus menjunjung tinggi tanggung jawab dan etika dalam penggunaan data pengguna.

Penting untuk menjaga keseimbangan antara memberikan pengalaman personal yang optimal kepada pengguna dan menjaga privasi serta integritas data.

Perusahaan perlu mengadopsi kebijakan yang jelas dalam pengumpulan dan penggunaan data, serta memastikan bahwa pengguna memiliki kendali dan pemahaman penuh atas data mereka.

Dalam keseluruhan, behavioral targeting memiliki potensi besar untuk mengoptimalkan efektivitas kampanye pemasaran dan memberikan pengalaman yang lebih personal kepada pengguna.

Namun, tantangan seperti privasi, perkembangan teknologi, dan tuntutan personalisasi yang lebih mendalam harus dikelola dengan bijaksana.

Dengan memperhatikan tantangan ini dan mengikuti tren yang berkembang, perusahaan dapat tetap relevan dan sukses dalam menerapkan behavioral targeting di masa depan.

Pertanyaan Seputar Behavioral Targeting

Untuk memudahkan Anda, berikut rangkuman pembahasan kali ini melalui pertanyaan seputar penargetan konsumen:

Apa yang Dimaksud dengan Behavioral Targeting?

Behavioral targeting adalah strategi pemasaran yang menggunakan data perilaku konsumen untuk mengirim pesan yang relevan dan personal kepada mereka.

Bagaimana Cara Kerja Behavioral Targeting?

Berikut adalah langkah-langkah umum yang terlibat dalam proses behavioral:

  1. Pengumpulan Data
  2. Analisis Data
  3. Segmentasi Konsumen
  4. Penyesuaian Pesan Pemasaran
  5. Pelacakan dan Optimalisasi

Penutup

Dengan memahami perilaku konsumen, perusahaan dapat mengirimkan pesan yang sesuai, meningkatkan personalisasi, dan meningkatkan efisiensi pemasaran.

Melalui pengumpulan dan analisis data perilaku konsumen, perusahaan dapat menyesuaikan pesan pemasaran mereka dengan kebutuhan dan preferensi konsumen secara personal.

Jika Anda ingin mendalami lebih lanjut tentang behavioral targeting atau membutuhkan bantuan dalam strategi pemasaran Anda, jangan ragu untuk menghubungi layanan training dari Sasana Digital.

Bagikan Artikel Ini

Layanan Sasana Digital

Hubungi Kami
Halo, ada yang bisa kami bantu?