Blog ›

Sejarah Perkembangan Revolusi Industri Era 1.0 sampai 4.0

I

Sebagaimana yang kita tahu, revolusi industri telah mengubah cara manusia bekerja dari yang dahulunya begitu tradisional kini beralih semakin modern dengan tujuan semata demi meningkatnya produktivitas di dunia industri dari hulu sampai ke hilir.

Semua itu tentu memiliki dampak positif dan juga negatif, mulai dari percepatan pertumbuhan ekonomi, masalah lingkungan, bahkan sampai mengubah peradaban manusia.

Dalam artikel ini, kita akan coba kupas bagaimana sejarah perkembangan revolusi industri dari era 1.0 hingga kini di mana kita berada yaitu era 4.0 beserta dengan kemajuan dan dampak yang mengiringinya di berbagai aspek kehidupan. Silahkan membaca!

Memahami Pengertian Revolusi Industri

Sebelum masuk ke dalam sejarah revolusi industri beserta dengan seluk-beluknya, kita bahas terlebih dulu apa pengertian revolusi industri dalam konteks yang lebih luas.

Industrial Revolution atau Revolusi Industri adalah suatu perubahan besar-besaran yang terjadi dalam dunia industri karena munculnya perkembangan teknologi dalam mengelola sumber daya, sehingga menjadikan setiap prosesnya jauh lebih efektif dan efisien dari sebelumnya.

Seperti yang kita ketahui, arti dari kata “Revolusi” adalah suatu perubahan yang terjadi dengan cepat dan mengubah dasar-dasar dari kehidupan.

Sedangkan arti dari kata “Industri” adalah suatu kegiatan ekonomi yang mengolah bahan dari yang tadinya berbentuk mentah, menjadi barang jadi yang memiliki nilai dan bermutu tinggi.

Gabungan kedua kata tersebut telah menjadi topik yang menarik untuk dibahas sejak kemunculannya mulai dari era 1.0 sampai sekarang yang kita jalani di era 4.0.

Istilah Revolusi Industri 1.0 sampai 4.0 itu sendiri adalah penanda bahwasannya perubahan besar dalam dunia industri tersebut telah terjadi sebanyak 4 kali sehingga melahirkan 4 era yang berbeda.

Merujuk dari pembahasan di atas, tujuan revolusi industri adalah untuk mengefisienkan segala bentuk proses dalam dunia industri, sehingga mampu mentransformasi perekonomian suatu negara untuk dapat memberikan hasil yang lebih maksimal.

Setelah tahu apa yang dimaksud revolusi industri, selanjutnya kita bahas apa yang melatarbelakangi sejarah revolusi industri mulai dari era 1.0 sampai 4.0.

Latar Belakang Sejarah Revolusi Industri

Gambar Sejarah Perkembangan Revolusi Industri

Biasanya, pertanyaan pertama yang mungkin Anda tanyakan di awal adalah, “Kapan sih revolusi industri itu terjadi?”

Sejarah revolusi industri pertama kali terjadi di negara Inggris pada tahun 1760 (Abad ke-18) yang mana saat itu kondisi negaranya berada dalam keadaan stabil.

Revolusi industri 1.0 membawa perubahan yang cukup besar, di mana pekerjaan-pekerjaan yang dahulunya dikerjakan secara kasar oleh tangan manusia, perlahan digantikan oleh mesin-mesin bertenaga uap.

Era revolusi industri 1.0 pun berakhir, ditandai dengan ditemukannya tenaga listrik sekitar tahun 1870-an. Era ini dinamakan revolusi industri 2.0. Nama-nama besar seperti Thomas Alva Edison, Nikola Tesla, dan sebagainya hadir mewarnai era ini.

Pada era inilah dunia industri manufaktur mampu merakit benda-benda seperti lampu modern, mobil, pesawat, telegraf, dan lain-lain.

Setelah revolusi industri 2.0 berakhir, muncul era baru yang dinamakan era revolusi industri 3.0. Pada era ini, dunia industri semakin lebih efisien dengan adanya otomatisasi di berbagai hal. Era ini melahirkan teknologi seperti komputer, internet, perangkat lunak, dan lain-lain.

Kemudian pada abad 21, kita semua telah berada di era 4.0. Beberapa sumber menyebutkan revolusi industri 4.0 dimulai pada tahun 2011, saat proyek-proyek berteknologi tinggi mulai digarap oleh beberapa pihak.

Era revolusi industri 4.0 yang saat ini ini kita jalani telah melahirkan berbagai macam teknologi mutakhir, dan akan terus berkembang dalam beberapa tahun mendatang.

Untuk membahas lebih dalam perkembangan di masing-masing era revolusi industri, mari simak penjelasan era revolusi industri 1.0 sampai 4.0 di bawah ini, ya.

Era Revolusi Industri 1.0

Mesin Uap - Revolusi Industri 1.0

a. Perkembangan Revolusi Industri 1.0

Revolusi Industri 1.0 adalah era yang terjadi pada abad ke-18 (1760–1840). Pada kisaran tahun tersebut, penemuan mesin uap oleh James Watt merupakan awal terjadinya era ini di tanah Inggris sehingga membawa perubahan besar di berbagai sektor.

Mesin uap yang berbahan bakar batu bara ini ditenagai oleh mesin dan kebanyakan diperuntukkan untuk produksi tekstil di Inggris.  

Seiring berjalannya waktu, mesin uap berkembang pula di berbagai industri lain. Mulai dari pertanian, pertambangan, transportasi, sampai ke manufaktur pun mulai menggantikan tenaga manual.

Pada era ini jugalah pertama kali kegiatan produksi dalam jumlah besar terjadi demi memenuhi kebutuhan yang semakin bertambah jumlahnya.

Pertanyaannya, “Mengapa Inggris menjadi negara pertama yang melakukan revolusi industri?”

Apabila dilihat dari latar belakangnya, revolusi industri 1.0 ini terjadi di negara Inggris karena disebabkan oleh beberapa hal:

  1. Situasi politik dan ekonomi yang stabil di negara Inggris
  2. Inggris kaya akan sumber daya alam
  3. Penemuan-penemuan baru di bidang teknologi
  4. Dukungan pemerintah terhadap penemuan di bidang teknologi (Hak Paten)
  5. Arus urbanisasi dan perdagangan yang baik
  6. Munculnya paham ekonomi liberal
  7. Terjadinya revolusi agraria

b. Dampak Revolusi Industri 1.0 Beserta Contohnya

Perubahan besar tersebut ditandai dengan cara manusia dalam mengelola sumber daya serta memproduksi produk khususnya di beberapa bidang seperti, pertanian, manufaktur, transformasi, pertambangan dan teknologi di seluruh dunia. 

Dengan adanya revolusi industri 1.0 tersebut akan menjadikan proses produksi yang ada menjadi lebih cepat, efisien, dan mudah.

Apa saja contoh penemuan di era revolusi industri 1.0? Berikut beberapa di antaranya:

  • Mesin Uap
  • Kereta Uap
  • Sistem Produksi Skala Besar

Era Revolusi Industri 2.0

Lini Produksi - Revolusi Industri 2.0

a. Perkembangan Revolusi Industri 2.0

Setelah era 1.0 berakhir, revolusi industri pun masuk ke tahap selanjutnya yang dinamakan dengan era Revolusi Industri 2.0.

Revolusi Industri 2.0 adalah era revolusi yang terjadi sekitar awal abad ke-19 (1870-an) dan berfokus kepada efisiensi mesin di setiap lini (Assembly Line) dalam proses produksi karena ditemukannya tenaga listrik.

Pertanyaannya, “Mengapa penemuan listrik bisa memicu revolusi industri?”

Jawabannya adalah karena pada saat itu tenaga listrik dinilai jauh lebih efektif untuk menggantikan tenaga manusia serta lebih efisien jika dibandingkan dengan tenaga uap, meskipun perusahaan harus mempertimbangkan untuk mengganti mesin-mesin yang telah diinvestasikan sebelumnya. Hal tersebut sejalan dengan apa yang diberitakan BBC di dalam salah satu artikelnya.

Pada era ini, muncul produksi mobil secara besar-besaran yang mengharuskan kendaraan dirakit dari awal hingga akhir yang menyebabkan proses tersebut tentu tidak cepat dan tidak mudah.

Dengan adanya perubahan mekanisme pada proses produksi di tahun 1913, menyebabkan proses produksi yang ada berubah total secara keseluruhan. 

Proses produksi mobil tidak lagi memerlukan banyak tenaga untuk merakit dari awal hingga akhir. Diselesaikan dengan konsep Lini Produksi (Assembly Line) dengan memanfaatkan Conveyor Belt.

Akibatnya, proses perakitan mobil bisa dilakukan lebih efisien oleh orang lain di tempat yang berbeda. Prinsip ini lalu berkembang menjadi spesialisasi, dimana 1 orang hanya menangani 1 proses perakitan.

b. Dampak Revolusi Industri 2.0 Beserta Contohnya

Dampak Revolusi Industri 2.0 lain yang paling terlihat adalah di saat Perang Dunia II, dimana kala itu produksi kendaraan perang seperti tank, pesawat, dan senjata tempur lainnya diproduksi secara besar-besaran.

Apa saja contoh penemuan di era revolusi industri 2.0? Berikut beberapa di antaranya:

  • Penemuan Arus Listrik AC & DC
  • Alat Telekomunikasi
  • Proses Produksi Massal

Baca juga: Sukses Menghadapi Era Transformasi Digital Dengan Konsep 5C

Era Revolusi Industri 3.0

a. Perkembangan Revolusi Industri 3.0

Teknologi Otomasi - Revolusi Industri 3.0

Revolusi Industri 3.0 adalah era yang terjadi sekitar awal abad ke-20 (1970-an) dan dipicu oleh perkembangan mesin-mesin pintar (Komputer & Software) berbasis teknologi otomatisasi yang perlahan menggantikan peran-peran manusia di lapangan. Pada era inilah dimulainya digitalisasi khususnya di dunia industri.

Penggunaan komputer mulai menggantikan hal-hal yang dulunya dilakukan oleh manusia. Seperti mengirim dokumen, menghitung formula yang rumit, sampai membuat pencatatan keuangan. 

Dikarenakan keberadaan dari Revolusi Industri 3.0 didasarkan pada penemuan mesin-mesin pintar, maka dapat dibilang ini merupakan revolusi yang sangat penting mengingat manufaktur menuntut ketepatan & ketelitian yang sangat tinggi, dimana dua hal tersebut sangatlah sulit dilakukan oleh manusia. 

Penggunaan teknologi pun menjadi sebuah solusi yang tepat, sehingga produksi dalam jumlah yang besar dapat dilakukan secara otomatis, cepat, dan juga berkualitas.

b. Dampak Revolusi Industri 3.0 Beserta Contohnya

Dengan adanya revolusi industri 3.0, terjadinya perubahan pada pola relasi serta komunikasi yang terjadi pada masyarakat kontemporer. 

Berbagai bisnis yang ada pun harus beradaptasi dan merubah cara kerjanya agar dapat menyesuaikan dengan keadaan yang ada dan tidak hilang tertelan karena adanya kemajuan pada zaman ini.

Selain itu, kemajuan teknologi komputer yang terjadi saat itu yang berkembang dengan sangat pesat setelah Perang Dunia II selesai. 

Berbagai penemuan seperti semi konduktor, transistor, hingga kemunculan IC (Integrated Chip) yang membuat sebuah komputer dapat berukuran lebih kecil, menggunakan daya listrik yang sedikit pula, dan kemampuan menghitung dan menerima perintah yang semakin canggih.

Apa saja contoh penemuan di era revolusi industri 3.0? Berikut beberapa di antaranya:

  • Teknologi Komputer
  • Teknologi Internet
  • Perangkat Elektronik
  • Perangkat Lunak (Software)

Era Revolusi Industri 4.0

Digital dan Internet - Revolusi Industri 4.0

a. Perkembangan Revolusi Industri 4.0

Era Revolusi Industri 4.0 telah menjadi perbincangan banyak pihak. Pemerintah, Industri, dan Perusahaan mengerahkan segala strategi untuk menghadapinya. Tapi sebelumnya, apa itu Revolusi Industri 4.0?

Revolusi Industri 4.0 adalah era yang saat ini kita jalani di mana pengembangan teknologi lebih lanjut seperti internet berkecepatan tinggi, komputerisasi, microchip, IoT, kecerdasan buatan (AI), machine learning, deep learning, cloud analytics, bahkan kendaraan otonom yang merevolusi setiap proses mulai dari produksi hingga distribusi dan berfokus kepada keberlanjutan (Sustainability).

Teknologi ini menciptakan konektivitas antara Manusia-Data-Mesin. Teknologi baru yang belum pernah ada sebelumnya pun bermunculan di era ini seperti ojek online, tarik tunai lewat ponsel, sampai warung digital.

Dalam skala industri, Revolusi Industri 4.0 meningkatkan kemampuan software dan internet untuk meningkatkan efisiensi perusahaan. 

Salah satu contohnya adalah pengumpulan data historis mesin oleh software yang digunakan untuk menjadwalkan maintenance bulanan secara otomatis. 

Data-data tersebut nantinya akan diproses oleh algoritma, sehingga menghasilkan keputusan logis layaknya manusia.

Baca juga: 5 Faktor Utama Meningkatkan Daya Saing di Era Industri 4.0

b. Dampak Revolusi Industri 4.0 Beserta Contohnya

Sejak diperkenalkannya teknologi ini, perusahaan dapat mengotomatiskan seluruh proses produksi tanpa bantuan manusia. Contoh yang diketahui dari hal ini adalah robot, yang melakukan urutan terprogram tanpa campur tangan manusia.

Apa saja contoh penemuan di era revolusi industri 4.0? Berikut beberapa di antaranya:

  • Big Data
  • Internet of Things (IoT) dan Industrial Internet of Things (IIoT)
  • Cloud Computing
  • Artificial Intelligence (AI)
  • Smart Manufacturing
  • Augmented Reality (AR)
  • Virtual Reality (VR)
  • Cyber Security

Sebagai informasi tambahan, yuk simak video mengenai industri 4.0 berikut:

3 Faktor Utama Penyebab Revolusi Industri

1. Faktor Teknologi

Di bidang teknologi, penggunaan sumber energi baru termasuk bahan bakar dan tenaga penggerak, seperti mesin uap dan listrik, ataupun dalam tranportasi dan komunikasi seperti penemuan lokomotif uap, kapal uap, pesawat, telegram dan radio. 

Adanya perubahan teknologi tersebut memungkinkan penggunaan sumber daya alam yang meningkat, diiringi produksi massal barang-barang manufaktur.

2. Faktor Ekonomi

Pada bidang ekonomi, terjadi peralihan dari perekonomian yang berbasis pertanian ke perekonomian yang berbasis manufaktur. Sehingga revolusi industri menghasilkan distribusi kekayaan yang lebih luas. 

Revolusi industri menumbuhkan peningkatan usaha industri dan pabrik secara besar-besaran yang menyebabkan terjadinya perpindahan penduduk secara besar besaran dari desa ke kota yang menyebabkan membengkaknya populasi di kota-kota besar di Inggris.

3. Faktor Sosial Budaya

Revolusi industri juga berdampak pada kegiatan sosial budaya yang diterapkan disuatu daerah dan digunakan oleh masyarakat setempat.

Dengan berkembangnya teknologi dan ilmu pengetahuan, revolusi industri membawa transformasi budaya khususnya budaya di negara Inggris.

4. Faktor Politik

Faktor terakhir yang turut menjadi penyebab terjadinya revolusi industri adalah faktor perpolitikan suatu negara. Faktor politik ini dapat dilihat dari berbagai hal, seperti:

  • Ambisi suatu pemerintahan untuk menjadikan negaranya lebih makmur atau menuju kemakmuran
  • Kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan pemerintah khususnya dalam penataan kegiatan perindustrian
  • Bahkan, keinginan suatu negara yang tidak ingin kalah saing oleh negara tetangga atau negara lawannya.
  • Dan sebagainya.

Dampak Revolusi Industri 1.0 sampai 4.0

Gambar Dampak Revolusi Industri

Ada berbagai dampak yang muncul dari terjadinya revolusi industri khususnya di bidang ekonomi & bisnis, lingkungan, politik, dan sosial & budaya. Kita akan coba bedah menjadi 2 dampak yaitu dampak positif dan dampak negatif.

a. Dampak Positif Revolusi Industri

Berikut dampak-dampak positif akibat adanya revolusi industri:

• Dampak Positif di Bidang Ekonomi & Bisnis

Dampak revolusi industri di bidang ekonomi dapat dilihat dari bagaimana pengaruhnya terhadap laju ekonomi suatu negara.

Bagi negara-negara yang siap menyambut adanya revolusi industri, tentu perekonomian serta pertumbuhan bisnis & industri di berbagai sektor dapat meningkat secara signifikan.

Peningkatan ini terjadi bukan tanpa alasan, tapi dikarenakan tingkat produktivitas di berbagai hal mulai dari hulu sampai hilir telah menjadi lebih efisien dan juga efektif.

Dampak Positif di Bidang Lingkungan

Lingkungan merupakan sektor yang akan menerima dampak langsung sekaligus yang terbesar dari adanya revolusi industri.

Meskipun pada saat ini dampak negatif revolusi industri terhadap lingkungan masih saja mendominasi, diharapkan arah perkembangan teknologi di era 4.0 ke depannya mampu mempertimbangkan masalah lingkungan agar terwujudnya Keberlanjutan (Sustainability).

Dampak Positif di Bidang Politik

Dampak revolusi industri dalam bidang politik dapat dilihat dari penerapan kebijakan-kebijakan strategis oleh pemerintah yang dapat membantu dunia bisnis & industri menjadi lebih maju.

Selain itu secara tidak langsung di bidang politik, revolusi industri mengakibatkan martabat suatu bangsa dapat naik atau bahkan turun di mata negara-negara lain karena kemampuannya dalam beradaptasi terhadap perubahan yang diakibatkan oleh revolusi industri.

Dampak Positif di Bidang Sosial & Budaya

Revolusi industri juga membawa pengaruh besar terhadap kehidupan bermasyarakat. Hal ini dapat Anda lihat dengan membandingkan bagaimana kehidupan manusia pada era 1.0 sampai 4.0.

Pengaruh tersebut dapat membawa kehidupan sosial & budaya masyarakat menjadi semakin maju. Mereka yang dulunya asing dengan kata teknologi, perlahan-lahan akan terbiasa bahkan ikut mengambil peran dalam mengembangkannya.

b. Dampak Negatif Revolusi Industri

Berikut dampak-dampak negatif akibat adanya revolusi industri:

• Dampak Negatif di Bidang Ekonomi & Bisnis

Jika revolusi industri membawa angin segar bagi negara-negara yang siap menyambutnya, maka lain halnya dengan perekonomian negara-negara yang masih berusaha untuk berkembang.

Alasannya adalah negara-negara ini butuh upaya lebih agar dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman untuk mengejar ketertinggalan mereka.

Apabila dalam jangka panjang negara-negara ini tidak mampu beradaptasi, maka jarak menuju kemakmuran akan jadi semakin jauh.

Dampak Negatif di Bidang Lingkungan

Dampak negatif yang timbul karena adanya revolusi industri salah satunya disebabkan karena makin banyaknya sumber daya yang tereksploitasi, bahkan secara ugal-ugalan.

Akibatnya, muncul hal-hal buruk yang berdampak langsung terhadap lingkungan seperti pencemaran, rusaknya alam seperti hutan dan sungai, penumpukan sampah yang sulit didaur ulang, hingga tersebarnya zat-zat terkontaminasi yang berbahaya bagi semua makhluk hidup.

Dampak Negatif di Bidang Politik

Dampak negatif yang dihadirkan oleh revolusi industri di bidang perpolitikan contohnya adalah tereksploitasinya negara-negara berkembang (Yang belum siap menyambut kehadiran revolusi industri) oleh negara-negara maju.

Eksploitasi ini juga dapat mempengaruhi pengambilan keputusan suatu negara karena adanya berbagai tekanan dari luar.

Dampak Negatif di Bidang Sosial & Budaya

Yang terakhir, dampak negatif yang muncul dalam kehidupan sosial & budaya masyarakat contohnya adalah infiltrasi budaya-budaya asing yang bisa saja sebagian besar tidak cocok dengan budaya setempat.

Misalnya, budaya-budaya barat yang terlalu bebas dapat masuk mempengaruhi budaya masyarakat Indonesia pada saat transfer ilmu pengetahuan & teknologi berlangsung.

Baca Juga: 5 Contoh Disrupsi Industri Akibat dari Revolusi Digital 4.0

Bagaimana dengan Revolusi Industri 5.0?

Meskipun saat ini belum ada kabar pasti mengenai kapan revolusi industri 5.0 akan terjadi, namun teknologi yang dikembangkan oleh manusia sampai hari ini sudah membawa peradaban jauh lebih modern.

Hal ini menjadikan berapa negara mulai melakukan perubahan salah satunya adalah dengan Society 5.0 yang digagas pertama kali oleh negara Jepang. 

Ini merupakan penyempurnaan dari konsep konsep 4.0. Konsep ini memungkinkan kita menggunakan konsep ilmu pengetahuan yang berbasis modern untuk melayani kebutuhan manusia. 

Mampu mengintegrasikan ruang maya dan fisik menjadi satu. Misalnya, Speaker Cerdas yang bisa berbicara seperti layaknya berbicara dengan manusia.

Terutama, yang sedang di perbincangkan oleh banyak orang mengenai metaverse, metaverse itu sendiri yaitu penggabungan dunia virtual dengan dunia nyata di mana kita bisa hidup di dalamnya dan bisa melakukan berbagai hal seperti bekerja, bermain, sosialisasi dan lain sebagainya.

Jika ini terwujud, maka dunia akan terlihat sangat berbeda dengan yang kita lihat sekarang. Sinergi manusia dan teknologi bisa terwujud agar masyarakat semakin sejahtera.

Apakah ini akan menjadi Revolusi Industri 5.0? Tentu kita belum dapat menjawabnya. Akan tetapi, kita dapat melihat tanda-tandanya dari apa yang sudah dijelaskan di atas.

Baca juga: Apa Itu Digitalisasi Serta Perannya di Dunia Bisnis dan Industri

Pertanyaan Seputar Sejarah Revolusi Industri

a. Apa yang Dimaksud dengan Revolusi Industri?

Revolusi industri merupakan sebuah perubahan yang terjadi secara besar-besaran dalam dunia industri karena berkembangnya teknologi dalam pengelolaan sumber daya dan menjadikan setiap alur prosesnya jauh lebih efektif dan juga efisien dibandingkan dengan apa yang dilakukan secara tradisional sebelumnya.

b. Kapan dan di Mana Terjadinya Revolusi Industri Pertama Kali?

Revolusi industri ini terjadi di Inggris sekitar pada tahun 1760–1840 (Abad ke-18) yang dikenal dengan era Revolusi Industri 1.0.

c. Apa Saja Faktor yang Melatarbelakangi Terjadinya Revolusi Industri?

Beberapa faktor atau aspek yang menandai penerapan revolusi industri adalah:

  1. Faktor Perkembangan Teknologi
  2. Faktor Kondisi Ekonomi
  3. Faktor Sosial & Budaya Masyarakat
  4. Faktor Perpolitikan Suatu Negara

d. Apa Ciri-ciri Revolusi Industri?

Beberapa ciri-ciri revolusi industri antara lain:

  • Mulai dimanfaatkannya berbagai sumber energi alternatif yang lebih efisien.
  • Penggunaan berbagai macam bahan baku yang semakin optimal.
  • Ditemukannya teknologi-terknologi baru yang dapat lebih mengefisiensikan pekerjaan manusia.
  • Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi terkini yang dapat diakses secara terbuka oleh masyarakat luas.
  • Berkembangnya sistem beserta infrastrukturnya seperti transportasi, informasi, komunikasi, dan sebagainya

e. Apa Dampak Revolusi Industri di Indonesia?

Revolusi industri membawa dampak yang cukup signifikan bagi perkembangan industri di Indonesia, beberapa di antaranya seperti adanya transfer ilmu pengetahuan antar bangsa, adoptasi teknologi terkini, timbulnya dorongan masyarakat untuk berinovasi, hingga mendatangkan banyak investor asing dari berbagai negara.

Selain itu, pemerintah juga turut berkontribusi dengan menyusun berbagai regulasi melalui perundang-undangan yang dibentuk sekaligus melakukan kontrol atasnya.

Akan tetapi, revolusi industri juga membawa dampak negatif seperti munculnya imperialisme modern yang berpahamkan ekonomi kapitalis.

Penutup

Era revolusi industri sudah terbukti memberikan peluang baru di setiap tahapnya, mulai dari 1.0 sampai dengan 4.0. Tergantung kepada kita melihat hal ini dari berbagai sudut pandang, bisa jadi adalah sebuah peluang baru atau bahkan sebuah ancaman.

Dan jika terwujudnya Society 5.0 sebagai gabungan ruang maya dan ruang fisik akan menghasilkan teknologi yang semakin canggih, memungkinkan kita menggunakan konsep ilmu pengetahuan yang berbasis modern untuk melayani kebutuhan manusia. 

Satu langkah tepat yang dapat dilakukan perusahaan dalam merespon adanya revolusi industri ini adalah dengan perlahan mengadopsi teknologi-teknologi yang bermanfaat bagi proses bisnisnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Sasana Digital hadir membantu bisnis Anda bertumbuh melalui pendekatan teknologi terkini. Info selengkapnya mengenai layanan kami dapat Anda simak dengan mengklik banner di bawah, ya!

Sumber:
Industrial Revolution | Definition, History, Dates, Summary, & Facts
Industrial Revolution: Definition, Inventions & Dates
Research Paper on the Industrial Revolution

Bagikan Artikel Ini

Aktivitas Terbaru Sasana Digital

/