Blog ›

Apa Itu Transformasi Digital serta Dampaknya di Indonesia?

I

Di era industri 4.0 seperti sekarang, transformasi digital menjadi hal yang tak terhindarkan. Pandemi Covid-19 juga turut berperan dalam mendorong percepatan arus digitalisasi untuk pertumbuhan ekonomi.

Untuk menghadapi dan mendorong transformasi digital tersebut, pola pikir digital menjadi hal yang sangat penting untuk dipersiapkan. Pembahasan berikut ini akan membantu Anda untuk menyiapkan transformasi digital tersebut untuk Anda terapkan.

Apa Itu Transformasi Digital?

Sebelum kita bahas mengenai apa yang dimaksud dengan transformasi digital, mari kita pahami sejenak arti dari kedua kata tersebut.

Jika kita simak dalam KBBI, arti “Transformasi” adalah tentang suatu perubahan rupa (bentuk, sifat, fungsi, dan sebagainya), Sedangkan kata “Digital” artinya lebih berhubungan dengan angka-angka untuk sistem perhitungan tertentu.

Kedua kata tersebut akan memberikan makna yang lebih luas apabila dipadukan menjadi “Transformasi Digital”.

Pengertian Digital Transformation atau Transformasi Digital adalah suatu proses pemanfaatan teknologi digital untuk membawa perubahan secara signifikan di berbagai aspek kehidupan sehingga kebutuhan dapat segera terpenuhi dengan lebih cepat, mudah, dan juga praktis.

Dalam konteks bisnis, transformasi digital ini merujuk kepada cara teknologi mendukung revolusi bisnis dengan berbagai bidang teknologi yang menyokongnya seperti Internet, Big Data, dan sebagainya.

Berangkat dari hal tersebut, nantinya berbagai aspek kehidupan akan terpengaruh mulai dari kegiatan bermasyarakat, dunia usaha, bahkan juga sistem pemerintahan.

Tapi tahukah Anda, konsep transformasi digital sendiri sebenarnya bukanlah sesuatu yang baru. Konsep ini sudah mulai muncul beberapa dekade silam, tepatnya di era revolusi industri 3.0 saat mesin-mesin pintar seperti komputer & software dikembangkan.

Namun, di era sekaranglah transformasi digital tersebut terakselerasi dikarenakan adanya peralihan yang begitu masif dari teknologi analog ke teknologi digital yang menyentuh hampir di segala aspek kehidupan.

Baca Juga: Sejarah Perkembangan Revolusi Industri Era 1.0 sampai 4.0

Aspek Utama dari Cara Kerja Transformasi Digital

Sebagaimana yang kita tahu, transformasi digital tidak akan terjadi dengan sendirinya tanpa adanya aspek utama yang menjadi penyebab mengapa hal tersebut terjadi. 3 aspek utama dalam transformasi digital adalah:

a. Manusia

Ya, Anda dan kita semua merupakan aspek pertama dalam transformasi digital, di mana keterampilan digital, budaya digital, bahkan sampai struktur organisasi bisnis pun semuanya diisi dan digerakkan oleh manusia, bukanlah robot.

Itulah mengapa aspek ini begitu penting dan menjadi pondasi dasar terjadinya transformasi digital.

b. Teknologi

Dalam transformasi digital, manusia saja tidaklah bisa berdiri sendiri tanpa adanya teknologi yang mendukung. Peran teknologi di sini adalah lebih sebagai alat yang nantinya digunakan manusia untuk menunjang pemenuhan kebutuhan serta permintaan.

Teknologi yang tengah berkembang saat ini seperti AI, Machine Learning, Deep Learning, Cloud Computing, Blockchain, Internet of Things (IoT), Augmented Reality (AR), Virtual Reality (VR), bahkan beberapa kita juga mendengar istilah Metaverse.

c. Bisnis

Aspek terakhir yang tidak kalah penting adalah mengenai bisnis yang juga harus ditransformasikan.

Transformasi bisnis adalah suatu proses perubahan sistem bisnis, baik sebagian maupun keseluruhan dengan memanfaatkan teknologi yang ada agar dapat meningkatkan kinerja, efektivitas, serta efisiensi bisnis.

Hal-hal penting dalam aspek bisnis ini dapat berupa model bisnis, proses bisnis internal & eksternal, manajemen pelanggan, dan sebagainya.

Dari ketiga aspek di atas, maka setidaknya ada 3 cara kerja transformasi digital yang dapat diterapkan di dalam bisnis & perusahaan Anda, yaitu:

  • Digital Operation (Operasi Digital), adalah tentang bagaimana bisnis & perusahaan Anda bergerak sejalan dengan teknologi yang ada saat ini.
  • Digital Experience (Pengalaman Digital), adalah tentang bagaimana bisnis & perusahaan Anda memberikan pengalaman luar biasa dalam memenuhi kebutuhan pelanggan.
  • Digital Innovation (Inovasi Digital), adalah tentang bagaimana bisnis & perusahaan dapat menghadirkan suatu inovasi yang tidak hanya solutif, namun juga memberikan dampak yang begitu luas.

Baca Juga: 3 Contoh Proses Bisnis yang Dapat Anda Pelajari [Gambar]

Jenis-jenis Transformasi Digital dalam Bisnis

A. Transformasi Proses Bisnis

Transformasi proses adalah aktivitas perusahaan yang berada dalam proses bisnis. 

Teknologi seperti API, data, analitik, dan machine learning menawarkan cara baru untuk membuat keputusan di setiap perusahaan dengan tujuan menurunkan biaya serta meningkatkan kualitas produk. 

Transformasi proses dapat menciptakan nilai yang signifikan dan mengadopsi teknologi dengan cepat. Inovasi ini meningkatkan kenyamanan pelanggan sedemikian rupa sehingga membantu mendorong perusahaan untuk meningkatkan penjulan.

B. Transformasi Model Bisnis

Transformasi proses berfokus para area bisnis yang terbatas, lain halnya dengan transformasi model bisnis yang mengejar teknologi digital untuk mengubah model bisnis tradisional.

Transformasi model bisnis ini ditujukan pada bagaimana suatu nilai disampaikan dalam industri. Contohnya, penemuan kembali distribusi video oleh Netflix, ataupun penemuan kembali pengiriman musik oleh Apple (iTunes). 

C. Transformasi Domain Bisnis

Masih sedikit bisnis yang fokus pada transformasi ini, padahal ini merupakan sebuah peluang besar. Teknologi baru dapat mendefinisikan ulang produk & layanan, mengaburkan batasan industri, dan menciptakan kumpulan pesaing non-tradisional yang sama sekali baru. 

Hal yang kurang sesuai dengan para eksekutif adalah peluang yang sangat nyata bagi teknologi baru ini untuk membuka bisnis yang sepenuhnya baru bagi perusahaan mereka di luar pasar yang saat ini dilayani. Dan seringkali, jenis transformasi inilah yang menawarkan peluang terbesar dalam menciptakan nilai baru.

Contoh yang jelas bagaimana transformasi domain bekerja adalah pengecer online, Amazon. Amazon berkembang menjadi domain pasar baru dengan peluncuran Amazon Web Services (AWS), yang sekarang menjadi layanan infrastruktur/komputasi awan terbesar, di domain yang sebelumnya yang dimiliki oleh raksasa IT seperti Microsoft dan IBM. 

D. Transformasi Budaya/Organisasi Bisnis

Transformasi digital jangka panjang membutuhkan pendefinisian ulang pola pikir, proses, bakat, dan kemampuan organisasi di dunia digital. 

Perusahaan terbaik di kelasnya menyadari bahwa digital membutuhkan alur kerja yang gesit terhadap pengujian dan pembelajaran, pengambilan keputusan yang terdesentralisasi, dan ketergantungan yang lebih besar pada ekosistem bisnis. 

Perusahaan peralatan prangko berusia 100 tahun berhasil melakukan transisi menjadi “Perusahaan Teknologi” dengan mempromosikan “Budaya Inovasi” untuk fokus pada pelanggan. 

Baca Juga: 5 Contoh Transformasi Digital oleh Perusahaan di Indonesia

3 Proses Transformasi Bisnis Menuju Digital

Proses transformasi adalah tentang bagaimana sebuah perubahan datang meski dilakukan secara perlahan. Karenanya, sangat penting untuk mengetahui seperti apa proses transformasi bisnis dapat terjadi di perusahaan Anda.

Untuk memahami proses transformasi tersebut, mari kita pahami terlebih dahulu istilah “Digitisasi, Digitalisasi, dan Transformasi Digital,” serta perbedaan di antara ketiganya.

Berikut 3 proses transformasi bisnis yang perlu Anda pahami sebelum mendigitalisasikan bisnis yang sedang dijalani saat ini.

1. Digitisasi (Digitization)

Digitization adalah suatu proses alih teknologi dari analog menjadi digital. Digitisasi merujuk pada otomatisasi kerja, meminimalisir penggunaan kertas dengan tujuan untuk efesiensi biaya. 

Contohnya, dahulu ketika seseorang membuat suatu dokumen, dilakukan dengan tertulis melalui kertas. Dengan digitisasi, dokumen tersebut dijadikan dokumen elektronik seperti, pdf ataupun, doc yang ditulis menggunakan alat digital seperti PC & smartphone. 

Hal tersebut tentu berdampak yang ditandai dengan banyaknya peralihan dari teknologi analog menjadi digital yang sangat membantu dalam mempercepat suatu pekerjaan serta mempercepat penyampaian informasi yang terjadi.

2. Digitalisasi (Digitalization)

Transformasi Digital tidak akan bisa terjadi tanpa adanya Digitalisasi. Digitalisasi (Digitalization) adalah proses memanfaatkan informasi ataupun produk digital menjadi bermakna. 

Penggunaan teknologi digital dan data-data yang telah didigitisasi mengubah cara berinteraksi suatu perusahaan dengan pelanggan. Dalam hal ini, peran IT sangatlah penting dalam pembuatan suatu alat digital sehingga menghasilkan suatu strategi baru untuk pelaksanaan bisnis secara digital.

Misalnya, dahulu proses pembelian suatu produk hanya bisa dilakukan secara langsung. Dengan adanya digitalization, semuanya berubah menjadi digital sehingga mempermudah ketika membeli suatu produk hanya dengan alat digital. 

3. Transformasi Digital (Digital Transformation)

Transformasi Digital (Digital Transformation) lebih menekankan kepada orang-orang yang menjalani hasil dari digitisasi dan digitalisasi. Proses transformasi ini membutuhkan proses bisnis konvensional dengan bisnis digital

Salah satu pemicu terjadinya transformasi digital adalah semakin tingginya permintaan pelanggan dalam hal kecepatan layanan, sehingga menghasilkan aplikasi-aplikasi yang canggih.

 Misalnya, memesan makanan, reservasi tempat, hingga membeli mobil baru pun menggunakan digital. 

Kesalahpahaman 3 istilah di atas sering berujung pada kehilangan kesempatan bisnis untuk berkembang. Karena ternyata, saat mendigitalkan bisnis atau mendigitalisasikan suatu bisnis tentu tidak mudah dan tidak sesederhana itu. 

Baca Juga: Apa Itu Era Disrupsi? Berikut Dampak serta 5 Contohnya!

Arah Proses Transformasi Digital

Pada praktiknya, proses transformasi digital di dalam bisnis & perusahaan memiliki 2 arah, yaitu Transformasi Internal dan Transformasi Eksternal.

Proses Transformasi Internal merupakan arah proses yang ditujukan demi meningkatnya kinerja di dalam bisnis & perusahaan itu sendiri. Sedangkan Proses Transformasi Eksternal adalah arah transformasi yang ditujukan demi terciptanya pengalaman luar biasa bagi pelanggan.

Namun perlu Anda ketahui, kedua arah proses transformasi di atas bukanlah sebuah pilihan ganda yang mengharuskan Anda untuk memilih salah satu.

Anda dapat menjalankan keduanya sekaligus, dengan kata lain berbarengan. Tapi perlu diingat! Anda masih tetap harus mempertimbangkan dan memprioritaskan mana yang harus dieksekusi terlebih dahulu berdasarkan impact yang nantinya bakal diterima.

Perkembangan Transformasi Digital di Indonesia

“Lalu, bagaimana transformasi digital di Indonesia? Apakah sudah berjalan lancar atau tersendat di tengah jalan?”

Pertanyaan tersebut mungkin saja Anda tanyakan saat ini, melihat belum meratanya akses teknologi hingga ke seluruh penjuru wilayah Indonesia.

Untuk menjawab hal tersebut, kita dapat menyimak pernyataan dari Menteri Komunikasi dan Informatika, Johny G. Plate saat Rapat Kerja bersama komisi I DPR RI bulan Maret 2022.

Beliau menyampaikan, “Penyelesaian Peta Jalan Indonesia Digital 2021-2024 merupakan salah satu amanat dari lima arahan percepatan transformasi digital yang disampaikan oleh bapak Presiden pada 3 Agustus tahun 2020.”

Dari pernyataan tersebut, mari kita bedah beberapa poin mengenai apa saja strategi pemerintah dalam mengakselerasi perkembangan transformasi digital di Indonesia.

Peta Jalan Indonesia Digital 2021–2024

Setidaknya telah ada 6 arah kebijakan strategis yang dimaksud di dalam Peta Jalan Indonesia Digital 2021–2024, yaitu:

  1. Arah Strategis Pertama, menyediakan infrastruktur digital dan konektivitas yang inklusif, aman, dan andal dengan layanan berkualitas tinggi.
  2. Arah Strategis Kedua, menjadi lembaga pemerintahan digital yang terbuka dan terintegrasi untuk meningkatkan pelayanan publik.
  3. Arah Strategis Ketiga, mengubah Indonesia dari negara konsumen menjadi negara produsen teknologi melalui langkah investasi di berbagai platform, produk, dan sistem yang memiliki nilai kepentingan strategis nasional dengan menetapkan TKDN untuk 4G 35% dan TKDN 5G juga 35%.
  4. Arah Strategis Keempat, melakukan harmonisasi regulasi dan meningkatkan pendanaan untuk memajukan inovasi.
  5. Arah Strategis Kelima, meningkatkan kapabilitas digital di sektor prioritas untuk memperkuat daya saing geostrategis dan mendorong pertumbuhan yang berkualitas.
  6. Arah Strategis Keenam, membangun budaya digital dengan memanfaatkan bonus demografi serta memberdayakan rakyat Indonesia dalam mengembangkan dunia digital.

4 Fokus Sektor yang akan Dibangun

Untuk merealisasikan Peta Jalan Indonesia Digital 2021–2024, pemerintah Indonesia juga telah berupaya memfasilitasi percepatan dengan fokus membangun 4 sektor, yaitu:

  1. Infrastruktur Digital
  2. Pemerintahan Digital
  3. Ekonomi Digital
  4. Masyarakat Digital

10 Sektor Prioritas untuk Akselerasi Transformasi Digital

Terakhir, nantinya akan ada 10 sektor prioritas yang akan diutamakan demi terwujudnya akselerasi transformasi digital yang merata di Indonesia, yaitu:

  1. Transformasi dan Pariwisata Digital
  2. Perdagangan Digital
  3. Jasa Keuangan Digital
  4. Media dan Hiburan Digital
  5. Pertanian dan Perikanan Digital
  6. Real Estate dan Perkotaan Digital
  7. Pendidikan Digital
  8. Kesehatan Digital
  9. Digitalisasi Perindustrian
  10. Digitalisasi Lembaga Pemerintahan
Gambar Peta Jalan Transformasi Digital Indonesia 2021–2024
Sumber: aptika.kominfo.go.id

Dengan melihat seperti apa arah kebijakan transformasi digital Indonesia seperti yang telah dipaparkan di atas, apakah Anda yakin akan terus mempertahankan konsep kuno yang selama ini Anda terapkan?

Kenapa Setiap Bisnis Perlu Bertransformasi?

Transformasi digital juga merupakan bagian dari proses transformasi bisnis. Setiap bisnis tentu perlu bertransformasi, karena dengan hal tersebut nantinya akan mampu meningkatkan kinerja bisnis, perusahaan, ataupun individu secara signifikan dari sebelumnya.

Setidaknya, ada 3 hal yang menjadikan kenapa transformasi digital penting, sekaligus yang menjadi pemicu setiap bisnis untuk segera bertransformasi, yaitu:

  • Perubahan tren global yang cepat
  • Munculnya kompetisi khususnya di dunia digital
  • Kesempatan dalam proses akuisisi pelanggan

Jika kita amati lebih detail 3 poin di atas, makna transformasi ke arah digital ternyata tidak hanya berhenti di sisi bisnis Anda saja. Para pelanggan pun nantinya juga turut mengambil peran. Mereka akan terlibat dalam menciptakan pengalaman luar biasa serta hal-hal yang bersifat inovatif lainnya.

Transformasi digital juga memiliki banyak dampak positif pada berbagai aspek kehidupan. Transformasi digital memberikan perspektif baru mengenai cara pandang dalam mengelola bisnis & perusahaan agar lebih efisien.

Oleh karena itu, salah satu cara agar bisnis Anda tidak ketinggalan akibat perubahan tren ini adalah dengan segera merancang strategi-strategi yang Go Digital untuk periode waktu mendatang.

Baca Juga: 4 Aspek GO DIGITAL, Jadikan Bisnis Anda Selangkah Lebih Maju

Tahapan Strategi Transformasi Digital

Dikutip dari Planet Crush, terdapat 4 tahapan dalam strategi transformasi digital, yaitu:

Tahap 1: Tentukan Tujuan serta Sasaran Bisnis

Hal pertama yang harus Anda tetapkan terlebih dahulu saat mulai menerapkan strategi transformasi digital adalah menentukan Goal dari bisnis itu sendiri.

Tentu setiap bisnis berbeda-beda dalam melakukan pendekatan terhadap pelanggannya, dan memiliki ekspetasi yang berbeda pula terhadap hasil yang akan didapatkannya nanti.

Anda tidak dapat mencontoh 100% cara bisnis lain dalam bertransformasi, karena mungkin Goal yang mereka miliki bisa saja berbeda dengan bisnis Anda walaupun hanya sedikit.

Karena itulah mengapa tujuan serta sasaran bisnis adalah hal yang sangat fundamental dan harus disepakati terlebih dulu agar nantinya bisnis Anda tidak kehilangan arah saat melakukan transformasi digital.

Anda dapat menentukan Goal bisnis mulai dari menganalisis bagaimana kondisi organisasi bisnis saat ini, kesenjangan strategi & teknologi yang dipakai, tantangan operasional sehari-hari, hingga tingkat kepuasan pelanggan.

Tahap 2: Analisis Kapabilitas dan Sumber Daya Bisnis Saat Ini

Tahapan ke-2 dalam penerapan strategi transformasi digital adalah Anda harus menganalisis terlebih dahulu segala hal mengenai kapabilitas (Capability) dan sumber daya (Resources) yang dimiliki bisnis saat ini.

Hal ini tentu sangat berguna dalam melihat celah potensi yang dimiliki bisnis sehingga upaya transformasi digital dapat lebih fokus, tepat sasaran, dan efisien di berbagai sisi.

Anda dapat menganalisis serta menilai kedua hal tersebut mulai dari kapasitas kinerja saat ini, sumber daya manusia dan finansial, dan juga teknologi yang tersedia.

Tahap 3: Membuat dan Menerapkan Strategi Transformasi Digital

Setelah Anda tahu apa tujuan, sasaran, serta sumber daya yang dimiliki bisnis, Anda sudah dapat merancang bagaimana strategi transformasi digital yang akan dijalankan.

Ada berbagai macam taktik yang dapat Anda adopsi sekaligus dijadikan pedoman, contohnya seperti membangun struktur & sistem IT, memodernisasi produk yang sejalan dengan kemajuan teknologi, atau merampingkan proses bisnis yang bersifat repetisi dan memakan waktu.

Tahap 4: Menumbuhkan Transparansi dan Menyediakan Struktur

Tahapan strategi transformasi digital sebaiknya tidak berhenti di Top Level Management saja, namun harus dikomunikasikan juga ke Middle Level Management atau bahkan ke Lower Level Management, walaupun tidak semuanya.

Intinya di sini adalah mengenai transparansi serta berbagi wawasan seputar transformasi digital ke karyawan dan juga pemangku kepentingan lainnya. Selain itu, hal ini juga untuk mempersiapkan mereka agar lebih adaptif terhadap perubahan yang terjadi dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Manfaat Transformasi Digital Demi Keberlanjutan Bisnis

• Efektif dalam Pengelolaan Sumber Daya

Manfaat transformasi digital yang pertama yaitu efektivitas. Efektif berarti menimbulkan keberhasilan dalam menjalankan suatu bisnis. Sebuah usaha untuk mendapatkan tujuan ataupun hasil yang diharapkan dengan tepat waktu. 

Semakin canggih teknologi, maka sumber daya manusia pun akan berkurang karena tenaga kerja digantikan oleh teknologi digital.

Efisiensi Waktu & Biaya dalam Pekerjaan

Efisien adalah melakukan pekerjaan dengan tepat waktu dan mampu menjalankan tugas dengan cepat. Usaha yang mengharuskan penyelesaian pekerjaan dengan tepat waktu, cepat dan memuaskan.

Seperti pembahasan sebelumnya, dengan tidak membutuhkan banyak staff atau SDM, Anda bisa melakukan penghematan besar-besaran dengan transformasi digital. Alih-alih untuk biaya operasional, Anda dapat mengalokasikan biaya tersebut untuk program pengembangan dan inovasi. 

• Meningkatkan Produktivitas Bisnis

Berbekal efektivitas dan efisiensi di beberapa aspek, transformasi digital lambat laun juga akan meningkatkan produktivitas bisnis secara menyeluruh.

Produktivitas bisnis tidak dapat dipandang sebelah mata. Semakin produktif bisnis Anda, maka perkembangannya pun akan segera terakselerasi. Sehingga tentu saja nantinya akan membuka berbagai peluang baru di depan mata.

Pengembangan Budaya Bisnis/Perusahaan

Budaya perusahaan dapat berkembang seiring dengan berjalannya waktu dan tuntutan zaman yang semakin canggih.

 Perusahaan digital skala global juga membangun budaya perusahaan dengan meletakkan inovasi sebagai kunci keberhasilan usaha yang didukung oleh SDM yang kompeten.

Budaya perusahaan dapat disesuaikan dengan perkembangan usaha, khususnya dalam menghadapi tantangan pasar yang rentan mengalami perubahan.

Misalnya dalam rencana pengembangan usaha baru, maka proses kerja, sistem teknologi, dan kompetensi SDM juga harus mengalami perubahan yang berarti. 

Perusahaan perlu melakukan transformasi bisnis, pengelolaan SDM, dan budaya perusahaan.

Pencapaian Target Bisnis Lebih Realistis

Target penjualan adalah jumlah produk yang perlu Anda jual untuk mendapatkan keuntungan yang diinginkan. Untuk menciptakan pertumbuhan yang nyata dalam penjualan memang diperlukan strategi yang besar.

Pencapaian target lebih realistis karena tersedianya data yang dapat dikelola dan dikembangkan untuk keputusan bisnis kedepannya.

Meningkatkan Customer Experience (Pengalaman Pelanggan) secara Signifikan

Perusahaan yang berkomitmen pada transformasi digital melalui pengalaman akan meningkatkan pendapatan. 

Untuk memuaskan konsumen tersebut, banyak perusahaan yang menggunakan saluran percakapan langsung berbasis API (Application Programming Interface) untuk berinteraksi dengan pelanggan secara lebih personal. 

Baca Juga: Apa Pengertian UMKM? Berikut Faktor & Perannya di Indonesia

Penutup

Di era industri 4.0 seperti sekarang, transformasi digital menjadi hal terpenting untuk kesempatan bisnis berkembang membuat perubahan dari berbagai aspek kehidupan. 

Dengan melakukan transformasi digital, Anda bisa melakukan penghematan besar-besaran. Karena, semakin canggih teknologi maka sumber daya manusia pun akan berkurang karena tenaga kerja digantikan oleh mesin seiring kemajuan teknologi.

Untuk membantu bisnis & perusahaan Anda bertransformasi menuju digital, kami menawarkan sebuah solusi khususnya bagi Anda yang masih bingung dalam memasarkan produk atau jasa bisnis.

Sasana Digital akan berupaya untuk mengidentifikasi, mengukur, serta mencari peluang & ancaman yang akan mempengaruhi perkembangan bisnis Anda kedepannya melalui Audit & Konsultasi saluran pemasaran. Mari manfaatkan dulu Layanan Free Consulting kami di sini!

Bagikan Artikel Ini

Layanan Sasana Digital