Blog ›

Ketahui 5 Contoh Proses Bisnis, Jenis, hingga Tahapannya!

I

Rangkaian aktivitas yang memiliki keterkaitan untuk saling kerja sama merupakan bagian dari contoh proses bisnis. Dalam proses bisnis, tentu memiliki fungsi untuk membantu dalam mencapai berbagai tujuan dari organisasi itu sendiri yang telah ditentukan sebelumnya.

Rangkaian aktivitas tersebut merupakan aktivitas usaha yang dilakukan secara terstruktur untuk menghasilkan layanan yang terbaik. Sehingga proses bisnis dapat membantu para pekerja dalam memahami proses apa yang menjadi tugasnya.

Lalu, apa itu proses bisnis dan apa saja proses bisnis contohnya? Untuk memahami lebih dalam mengenai proses bisnis, Anda perlu mengetahui pengertian beserta contoh proses bisnis dari berbagai bidang industri. Yuk, simak artikel berikut ini!

Apa Itu Proses Bisnis?

Kesuksesan bisnis adalah tujuan utama para pelaku bisnis dalam menjalankan usahanya. Untuk mencapainya, tentu diperlukan alur atau proses bisnis. Lantas, apa itu proses bisnis?

Menurut Monk, proses bisnis adalah kumpulan aktivitas yang dilakukan dengan menerima masukan guna menghasilkan output berkualitas bagi pelanggan. 

Sedangkan proses bisnis menurut para ahli lain, Davenport menjelaskan proses bisnis adalah aktivitas yang terstruktur dan terukur dalam menciptakan output tertentu dan untuk pasar tertentu, yang menekankan terhadap tanda tanya ‘bagaimana’ aktivitas tersebut dijalankan oleh organisasi.

Proses Bisnis adalah suatu rangkaian aktivitas yang terstruktur dan saling berkaitan satu sama lain dengan melibatkan seluruh sumber daya perusahaan untuk mencapai tujuan berupa output barang atau jasa.

Tahapan proses bisnis dilakukan dengan menerapkan langkah-langkah yang sistematis dan efisien dengan berpegang teguh pada tujuan yang telah ditentukan.

Contoh proses bisnis sederhana seperti pengrajin kursi. Mereka melakukan serangkaian proses mulai dari mencari bahan, merancang desain, melakukan produksi hingga pemasaran. Setiap proses ini dapat dilakukan oleh beberapa orang yang mahir di bidangnya.

Setiap pengrajin memiliki standar tertentu, ada yang menerapkan pola yang sama secara berulang-ulang, ada juga yang mengoptimalkannya sehingga mendapatkan proses bisnis paling efektif dan efisien.

Proses bisnis yang efisien menghasilkan output yang lebih baik, cepat dan tepat dengan biaya yang murah. Ini dapat meningkatkan daya saing produk di pasaran.

Baca Juga: 15+ Contoh Ide Bisnis Digital yang Menjanjikan Tahun 2023

Karakteristik Proses Bisnis

Sebelumnya kita telah membahas mengenai pengertian proses bisnis. Pada bagian ini akan dibahas mengenai berbagai karakteristik yang berpengaruh dalam proses bisnis. 

1. Definit

Karakteristik proses bisnis yang pertama adalah definit. Karakteristik ini menjelaskan bahwa suatu proses bisnis mempunyai batasan, input, hingga output yang memang jelas.

2. Urutan

Berikutnya karakteristik urutan. Karakteristik urutan menunjukkan bahwa proses bisnis haruslah terdiri dari berbagai aktivitas. Yang mana di dalam aktivitas tersebut terdapat tahapan ataupun siklus yang terikat dengan ruang dan waktu.

3. Pelanggan

Karakteristik pelanggan atau konsumen menjelaskan bahwa proses bisnis mempunyai suatu penerimaan yang merupakan hasil dari proses serta kesesuaian dengan permintaan dan kebutuhan pelanggan.

4. Nilai Tambah

Karakteristik satu ini cukup penting dalam proses bisnis. Sebab, dalam karakteristik nilai tambah suatu  proses bisnisnya harus mempunyai transformasi yang akan menjadi nilai tambah bagi pelanggan.

5. Keterkaitan

Berikutnya adalah karakteristik keterkaitan. Maksud dari keterkaitan adalah proses bisnis yang dijalankan pasti tidak dapat berdiri sendiri sehingga diperlukan keterkaitan ataupun dukungan dengan pihak bisnis atau organisasi lain.

6. Fungsi Silang

Terakhir adalah karakteristik fungsi silang. Karakteristik ini menunjukkan bahwa proses bisnis itu tidak harus mempunyai beberapa fungsi atau tidak harus mencakup beberapa fungsi.

Baca Juga: Ketahui 10+ Contoh Inovasi Produk untuk Kembangkan Bisnis

Jenis-jenis Proses Bisnis

jenis-jenis-proses-bisnis

Proses bisnis sendiri memiliki 3 jenis proses, antara lain sebagai berikut:

a. Proses Utama (Primer)

Proses utama merupakan proses paling fundamental dan penting dalam sebuah usaha. Sebab, terdapat proses pengiriman produk akhir oleh perusahaan hingga sampai ke tangan konsumen.

Jenis proses bisnis ini juga sering dikenal sebagai jenis operasional. Contohnya, seperti Pembuatan Produk (Produksi), Pemasaran (Marketing), Melayani, dan Pelanggan (Service). 

Bagi usaha kecil, jika sudah menjalankan proses utama maka bisnis bisa mulai berjalan. Namun, perusahaan tidak hanya perlu berfokus pada proses primer, melainkan juga proses lainnya.

b. Proses Dukungan (Sekunder)

Proses sekunder merupakan proses tambahan yang membantu bisnis untuk melakukan operasional yang lebih efektif dan efisien. Namun, proses ini tidak akan menambahkan nilai terhadap produk, tetapi akan menciptakan lingkungan agar proses utama bisa aman terkendali.

Umumnya, proses sekunder tidak berkaitan dengan proses akhir secara tidak langsung.

Contohnya seperti divisi HRD yang bertugas untuk menyaring kandidat terbaik, merancang sistem recruitment, hingga memastikan semua karyawan bekerja dengan baik dan produktif.

c. Proses Manajemen

Selain proses sekunder, ada juga proses manajemen. Proses ini  merupakan aktivitas dalam tata kelola, operasional, perencanaan strategi hingga penetapan standar untuk seluruh proses yang berjalan.

Fungsi utama proses manajemen, yaitu untuk melakukan pemantauan, pengawasan dan pengendalian seluruh operasional perusahaan.

Hal ini bertujuan untuk menetapkan standar yang akan mengarah ke proses primer dan sekunder agar berjalan lebih efektif. Contohnya adalah manajemen strategis.

Baca juga: 12+ Tren Peluang Bisnis Online yang Menjanjikan Tahun 2023

Tipe-tipe Proses Bisnis

Pada praktiknya, terdapat 3 tipe dari proses bisnis, yaitu:

a. Proses Manajemen

Proses manajemen berkaitan dengan fungsi dasar manajemen. Mulai dari perencanaan & pengambilan keputusan, pengorganisasian, kepemimpinan, serta pengendalian serta perencanaan.

Perencanaan adalah proses untuk menentukan tujuan yang akan dicapai serta langkah-langkah yang harus diambil untuk mencapainya. 

Melalui perencanaan perlu mengidentifikasi hasil kerja yang diinginkan serta mengidentifikasi cara-cara untuk mencapainya.

Pengorganisasian adalah proses pemberian tugas, pengalokasian sumber daya serta pengaturan kegiatan secara terkoordinir kepada setiap individu dan kelompok untuk menerapkan rencana.

b. Proses Operasional

Proses operasional atau proses produksi adalah suatu kegiatan dengan melibatkan tenaga manusia, bahan, dan peralatan untuk menghasilkan produk yang berguna atau bernilai lebih, atau dengan kata lain proses produksi adalah transformasi bahan menjadi produk.

Manajemen operasional merupakan bagian manajemen yang erat kaitannya dengan mengawasi, merancang, dan mengendalikan kegiatan produksi. 

Selain itu, manajemen ini bertugas mengendalikan kegiatan produksi dan proses perbaikan strategi kegiatan bisnis dalam hal produksi barang ataupun jasa.

Kegiatan manajemen operasional erat kaitannya dengan bermacam aktivitas perusahaan. Seperti bahan baku, energi, kebutuhan konsumen, informasi, kemampuan perusahaan, keuangan perusahaan, dan lainnya menjadi output untuk konsumen.

c. Proses Pendukung

Proses pendukung, yang mendukung proses inti. seperti keuangan, rekruitmen, serta sistem informasi. 

Selain 3 kategori di atas, ada pula kategori proses bisnis lainnya yang dikelompokkan berdasarkan fungsi bisnis, diantaranya proses bisnis development, marketing dan sales, serta product delivery.

Tahapan Proses Bisnis

Agar Anda mengetahui gambaran umum mengenai proses bisnis, berikut adalah tahapan-tahapan yang harus dilakukan:

1. Menganalisis Kegiatan Bisnis

Dalam proses ini, manajemen harus melakukan diskusi dengan pemilik saham ataupun jajaran direksi untuk menganalisis seluruh aspek yang diperlukan.

Misalnya seperti menganalisis peluang pasar, perencanaan bisnis dalam jangka panjang ataupun strategi yang akan digunakan untuk bertahan melawan kompetitor.

Baca Juga: Competitor Analysis: Pengertian, Tujuan, hingga Strateginya

2. Menentukan Proses

Jika sudah memiliki rencana yang akan dijalankan, selanjutnya adalah menentukan bagaimana proses yang akan dijalankan, biaya operasional, hingga pembagian peran.

Penentuan ini akan dilakukan berdasarkan pada hasil analisa dan diskusi yang sudah dilakukan sebelumnya.

3. Pelaksanaan Proses Bisnis

Tahap berikutnya adalah pelaksanaan. Semua orang yang terlibat harus memerankan peran dengan sebaik-baiknya agar bisnis dapat berjalan dengan lancar.

Sebab, semua perencanaan bisnis yang sudah didiskusikan serta disepakati bersama, tidak akan bisa dicapai tanpa adanya pergerakan.

4. Evaluasi Proses Bisnis

Setelah bisnis berjalan, tentu akan menghadapi beberapa tantangan yang belum sesuai dengan harapan. Maka tahapan evaluasi sangat penting untuk dilakukan untuk menilai kinerja setiap komponen bisnis.

Dengan melakukan evaluasi, Anda dapat menentukan strategi bisnis dan performa karyawan yang lebih baik sehingga diproses selanjutnya bisnis dapat berjalan lebih baik.

Baca juga: Sales Funnel: Arti, Tahapan, hingga Manfaatnya bagi Bisnis

Manfaat Proses Bisnis untuk Perusahaan

Proses bisnis memberikan manfaat untuk pengembangan usaha. Berikut adalah beberapa manfaat yang akan didapatkan oleh perusahaan jika menjalankan proses bisnis yang tepat:

• Tercapainya Tujuan

Manfaat utama yang akan didapat adalah tercapainya tujuan bisnis. Ini dikarenakan semua aspek bisnis dapat berjalan sesuai dengan tahapan yang terukur dan terorganisir.

Setiap proses yang dilewati akan dapat dilalui dengan lebih terarah dan terukur. Jika ada kekurangan, maka dapat dilakukan evaluasi untuk perbaikan selanjutnya.

• Lebih Efisien

Semakin baik proses yang dijalankan, maka akan membantu meningkatkan efisiensi dan produktivitas masing-masing divisi dalam perusahaan.

Manajemen dapat melakukan perbaikan dan perencanaan yang inovatif agar bisnis dapat berjalan dengan efisien.

Meminimalisir Tingkat Kegagalan

Resiko akan selalu ada dalam suatu bisnis, namun dengan proses bisnis semua itu dapat diminimalisir. Rangkaian aktivitas yang efisien dan sistematis membantu perusahaan terhindar dari pengeluaran yang berlebih.

Fokus

Bisnis yang berjalan tanpa strategi akan kehilangan fokus dan tujuan seiring dengan waktu. Maka dari itu penting untuk melakukan proses bisnis mulai dari pendirian hingga pelaksanaan.

Lebih Beradaptasi

Perkembangan teknologi informasi dapat merubah setiap elemen termasuk perubahan pasar. 

Dengan melakukan proses bisnis, setiap divisi dapat beradaptasi dengan semua teknologi baru yang hadir untuk meningkatkan efisiensi bisnis sehingga berjalan lebih optimal.

Meningkatkan Produktivitas

Proses bisnis juga berkaitan dengan manajemen waktu dan sumber daya manusia. 

Dengan memilih proses bisnis yang tepat, perusahaan dapat meningkatkan produktivitas yang lebih efisien sehingga dapat mencapai target yang melebihi ekspektasi.

Mengatasi Kesalahan atau Human Error

Perpaduan teknologi dan proses bisnis yang tepat dapat mengurangi kesalahan yang mungkin terjadi terutama dalam proses produksi.

Baca Juga: 5 Tantangan dalam Bisnis dan Strategi Jitu Menghadapinya

Selanjutnya, mari kita bahas lebih dalam mengenai proses bisnis dari 3 contoh berikut!

5 Contoh Proses Bisnis di Berbagai Industri

1. Contoh Proses Bisnis di Industri Pendidikan

Contoh Proses Bisnis Industri Pendidikan

Gambar diatas merupakan contoh proses bisnis pada industri pendidikan yang merupakan aktivitas meliputi:

  1. Proses Manajemen
    Yakni proses yang mengendalikan operasional dari sebuah sistem, seperti Layanan Akademik, Layanan Kemahasiswaan, Layanan & Teknologi Informasi
  2. Proses Operasional
    Yakni proses yang meliputi Partnership & Marketing, Penerimaan Mahasiswa Baru, Program Degree & Non Degree, dan Research Development.
  3. Proses Pendukung
    Yang mendukung proses inti, seperti Layanan Sarana & Prasarana, Layanan Kepegawaian dan Layanan Keuangan.

2. Contoh Proses Bisnis di Industri Logistik

Contoh Proses Bisnis Industri Logistik

Selain proses bisnis di industri akademik ada pula contoh proses bisnis di industri logistik seperti yang ada pada gambar diatas.

Aktivitas pertama adalah karyawan menerima permintaan pengiriman dari konsumen akan masukkan data paket seperti alamat tujuan dan isi paket yang akan dikirimkan. 

Aktivitas selanjutnya, karyawan akan memberikan total biaya pengiriman kepada konsumen, proses pengiriman yang dilakukan oleh kurir hingga evaluasi berkala dari seorang manajer atau supervisi di setiap kota perwakilan ekspedisi. 

3. Contoh Proses Bisnis di Industri Retail

Contoh Proses Bisnis Industri Retail

Contoh lainnya adalah proses bisnis di industri retail.

Aktivitas pertama, pemilik warung membeli secara berkala barang dagang ke pemasok, konsumen melakukan pembelian barang kebutuhan pokok di warung, pelayanan dilakukan oleh penjaga toko dan pembayaran dilakukan oleh kasir.

Untuk dapat memastikan stok barang tetap tersedia, proses selanjutnya adalah pemilik melakukan kontrol persediaan barang dagang di tempat penyimpanan. 

Tak hanya itu, kasir dan pemilik juga akan melakukan perhitungan total transaksi jual beli di setiap harinya hingga evaluasi dilakukan saat proses jual beli selesai.

4. Contoh Proses Bisnis di Industri Manufaktur

Contoh Proses Bisnis di Industri Manufaktur

Saat ini, bisnis manufaktur mengalami perkembangan yang cukup signifikan. 

Industri Manufaktur menjadi sektor penting dalam perekonomian Indonesia. Dikutip dari Kemenperin, Sektor manufaktur masih konsisten menjadi sumber utama bagi pembentuk struktur produk domestik bruto nasional (PDB) nasional sepanjang tiga bulan pertama pada tahun 2023, yang mencapai 5,03%.

Umumnya perusahaan manufaktur menjalankan proses bisnis sebagai berikut.

Pertama, melakukan pengadaan barang untuk keberlangsungan usaha. Mulai dari menyediakan bahan mentah, spare part, kebutuhan gedung, kebutuhan karyawan, alat pembersih, dan komponen penting lainnya.

Setelah bahan tersedia, maka perusahaan akan mengolah bahan mentah menjadi siap pakai. Perusahaan manufaktur dalam praktiknya dibagi menjadi dua divisi antara lain Production Planning and Inventory Control (PPIC) dan Quality Control (QC).

Jika sudah selesai, maka produk siap untuk dipasarkan dengan memberikan berbagai promosi menarik kepada para distributor, supplier, dan sebagainya. Hal ini bertujuan agar penjualan bisa berjalan dengan baik dan keuntungan yang diperoleh bisa lebih optimal.

5. Contoh Proses Bisnis di Industri Periklanan

Contoh Proses Bisnis di Industri Periklanan

Contoh proses bisnis perusahaan jasa periklanan merupakan suatu bentuk komunikasi dengan tujuan mengajak orang yang melihat, membaca atau mendengarnya untuk melakukan sesuatu.

Saat ini periklanan di Indonesia lebih condong melalui internet khususnya media sosial.

Dalam industri periklanan, proses bisnis digunakan untuk mempromosikan produk atau layanan bisnis. Tidak hanya itu, melalui promosi tersebut sebuah produk atau layanan juga menunjukkan bagaimana mereka dapat membantu memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan. 

Proses tersebut dimulai dari klien memberikan data/arahan kepada perusahaan terkait iklan yang dibuat. Kemudian, perusahaan merancang dan mengolah data tersebut serta menyerahkan kembali ke pihak klien untuk dinilai. 

Jika sudah mencapai kesepakatan akhir, maka pihak perusahaan sudah dapat mengolah bahan-bahan yang ada menjadi sebuah konten iklan yang ditujukan kepada target audiens klien. 

Inilah sebabnya mengapa bisnis menggunakan saluran, seperti media sosial, website, hingga marketplace sebagai cara untuk menjangkau pelanggan potensial.

Baca juga: Bahas Media Promosi Mulai dari Pengertian Hingga Fungsinya!

Pertanyaan Seputar Proses Bisnis

Ada beberapa pertanyaan menarik yang berkaitan dengan contoh proses bisnis. Di bawah ini tersedia beberapa pertanyaan yang mungkin bisa menjawab rasa penasaran Anda terkait hal proses bisnis.

1. Apa yang Dimaksud dengan Proses Bisnis Perusahaan?

Pengertian proses bisnis adalah serangkaian tugas yang perlu dilewati oleh suatu perusahaan untuk membantu bisnis dalam mempersiapkan produk (baik barang atau jasa), agar dapat dinikmati oleh pelanggan.

2. Apa Manfaat dari Proses Bisnis bagi Perusahaan atau Organisasi?

Beberapa manfaat proses bisnis adalah sebagai berikut.

  • Menaikkan nilai kompetitif agar perusahaan mampu responsif dalam setiap perubahan.
  • Fokus pada kebutuhan konsumen.
  • Meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja.
  • Mengidentifikasi peluang dan ancaman bisnis.

3. Bagaimana Sebuah Perusahaan Dikatakan Memiliki Proses Bisnis yang Baik?

Sebuah perusahaan dapat dikatakan memiliki proses bisnis tujuan, input, output, penggunaan sumber daya perusahaan jelas.

Selain itu juga mempunyai punya sejumlah aktivitas dalam beberapa tahapan, bisa mempengaruhi lebih dari satu unit dalam organisasi, serta dapat menciptakan nilai bagi pelanggan.

4. Apa Saja Contoh-Contoh Proses Bisnis Perusahaan?

Untuk contoh dari proses bisnis utama, antara lain adalah proses manufaktur, pemasaran, periklanan, dan penjualan. Sedangkan untuk proses bisnis pendukung adalah accounting, rekrutmen karyawan, pusat bantuan dan lain-lain.

Dan untuk contoh proses bisnis manajemen adalah manajemen strategis.

Penutup

Proses bisnis membantu para pekerja dalam memahami proses apa yang menjadi tugasnya. Kegiatan secara terkoordinir kepada setiap individu dan kelompok untuk menerapkan rencana.

Ketika akan atau tengah menjalankan bisnis, tentu pebisnis akan menghadapi kendala dalam prosesnya, terutama jika Anda tengah menjalankan bisnis digital. 

Apabila Anda mengalami kesulitan dalam pengembangan proses bisnis, kini Sasana Digital telah hadir untuk membantu Anda. Klik banner di bawah ini untuk dapatkan Layanan Konsultasi dan dapatkan solusi digital marketing seperti para pebisnis lainnya yang telah merasakan kemudahan dari kami!

Bagikan Artikel Ini

Layanan Sasana Digital

Hubungi Kami
Halo, ada yang bisa kami bantu?