Blog ›

3 Contoh Proses Bisnis yang Dapat Anda Pelajari [Gambar]

I

Proses bisnis adalah rangkaian aktivitas yang memiliki keterkaitan untuk saling kerja sama. Dalam proses bisnis pastinya memiliki fungsi untuk membantu dalam mencapai beragam tujuan dari organisasi itu sendiri yang telah ditentukan sebelumnya.

Rangkaian aktivitas tersebut merupakan aktivitas usaha yang dilakukan secara terstruktur untuk menghasilkan layanan yang terbaik. Sehingga proses bisnis dapat membantu para pekerja dalam memahami proses apa yang menjadi tugasnya. 

Untuk memahami lebih dalam mengenai proses bisnis, Anda perlu mengetahui pengertian beserta contoh proses bisnis dari berbagai bidang industri. Yuk, simak artikel berikut!

Apa Itu Proses Bisnis?

Proses Bisnis adalah suatu rangkaian aktivitas yang terstruktur dan saling berkaitan satu sama lain dengan melibatkan seluruh sumber daya perusahaan untuk mencapai tujuan berupa output barang atau jasa.

Tahapan proses bisnis dilakukan dengan menerapkan langkah-langkah yang sistematis dan efisien dengan berpegang teguh pada tujuan yang telah ditentukan.

Contoh sederhananya seperti pengrajin kursi. Mereka melakukan serangkaian proses mulai dari mencari bahan, merancang desain, melakukan produksi hingga pemasaran. Setiap proses ini dapat dilakukan oleh beberapa orang yang mahir di bidangnya.

Setiap pengrajin memiliki standar tertentu, ada yang menerapkan pola yang sama secara berulang-ulang, ada juga yang mengoptimalkannya sehingga mendapatkan proses bisnis paling efektif dan efisien.

Proses bisnis yang efisien menghasilkan output yang lebih baik, cepat dan tepat dengan biaya yang murah. Ini dapat meningkatkan daya saing produk di pasaran.

Baca Juga: Apa Itu Continuous Improvement? Berikut 7 Proses Utamanya!

Jenis-jenis Proses Bisnis

Proses bisnis sendiri memiliki 3 jenis proses, antara lain sebagai berikut:

a. Proses Utama (Primer)

Proses utama merupakan proses paling fundamental dan penting dalam sebuah usaha. Contohnya seperti:

  • Pembuatan Produk (Produksi)
  • Pemasaran (Marketing)
  • Melayani Pelanggan (Service)

Bagi usaha kecil, jika sudah menjalankan proses utama maka bisnis bisa mulai berjalan. Namun, perusahaan tidak hanya perlu berfokus pada proses primer, melainkan juga proses lainnya.

b. Proses Dukungan (Sekunder)

Proses sekunder merupakan proses tambahan yang membantu bisnis untuk melakukan operasional yang lebih efektif dan efisien. Proses sekunder pada umumnya tidak berkaitan dengan proses akhir secara tidak langsung.

Contohnya seperti divisi HRD yang bertugas untuk menyaring kandidat terbaik, merancang sistem recruitment, hingga memastikan semua karyawan bekerja dengan baik dan produktif.

c. Proses Manajemen

Selain proses sekunder, ada juga proses manajemen. Ini merupakan aktivitas dalam tata kelola, operasional, perencanaan strategi hingga penetapan standar untuk seluruh proses yang berjalan.

Fungsi utama proses manajemen yaitu untuk melakukan pemantauan, pengawasan dan pengendalian seluruh operasional perusahaan.

Baca Juga: Strategi Efektif Pengembangan Usaha yang Pebisnis Wajib Tahu

Tipe-tipe Proses Bisnis

Pada praktiknya, terdapat 3 tipe dari proses bisnis, yaitu:

a. Proses Manajemen

Proses manajemen berkaitan dengan fungsi dasar manajemen. Mulai dari perencanaan & pengambilan keputusan, pengorganisasian, kepemimpinan, serta pengendalian serta perencanaan.

Perencanaan adalah proses untuk menentukan tujuan yang akan dicapai serta langkah-langkah yang harus diambil untuk mencapainya. 

Melalui perencanaan perlu mengidentifikasi hasil kerja yang diinginkan serta mengidentifikasi cara-cara untuk mencapainya.

Pengorganisasian adalah proses pemberian tugas, pengalokasian sumber daya serta pengaturan kegiatan secara terkoordinir kepada setiap individu dan kelompok untuk menerapkan rencana.

b. Proses Operasional

Proses operasional atau proses produksi adalah suatu kegiatan dengan melibatkan tenaga manusia, bahan, dan peralatan untuk menghasilkan produk yang berguna atau bernilai lebih, atau dengan kata lain proses produksi adalah transformasi bahan menjadi produk.

Manajemen operasional merupakan bagian manajemen yang erat kaitannya dengan mengawasi, merancang, dan mengendalikan kegiatan produksi. 

Selain itu, manajemen ini bertugas mengendalikan kegiatan produksi dan proses perbaikan strategi kegiatan bisnis dalam hal produksi barang ataupun jasa.

Kegiatan manajemen operasional erat kaitannya dengan bermacam aktivitas perusahaan. Seperti bahan baku, energi, kebutuhan konsumen, informasi, kemampuan perusahaan, keuangan perusahaan, dan lainnya menjadi output untuk konsumen.

c. Proses Pendukung

Proses pendukung, yang mendukung proses inti. seperti keuangan, rekruitmen, serta sistem informasi. 

Selain 3 kategori di atas, ada pula kategori proses bisnis lainnya yang dikelompokkan berdasarkan fungsi bisnis, diantaranya proses bisnis development, marketing dan sales, serta product delivery.

Tahapan Proses Bisnis

Agar Anda mengetahui gambaran umum mengenai proses bisnis, berikut adalah tahapan-tahapan yang harus dilakukan:

1. Menganalisis Kegiatan Bisnis

Dalam proses ini, manajemen harus melakukan diskusi dengan pemilik saham ataupun jajaran direksi untuk menganalisis seluruh aspek yang diperlukan.

Misalnya seperti menganalisis peluang pasar, perencanaan bisnis dalam jangka panjang ataupun strategi yang akan digunakan untuk bertahan melawan kompetitor.

Baca Juga: Competitor Analysis: Pengertian, Tujuan, hingga Strateginya

2. Menentukan Proses

Jika sudah memiliki rencana yang akan dijalankan, selanjutnya yaitu menentukan bagaimana proses yang akan dijalankan, permodalan hingga pembagian peran.

3. Pelaksanaan

Setelah semuanya siap, selanjutnya masuk ke tahapan pelaksanan. Semua orang yang terlibat harus memerankan peran dengan sebaik-baiknya agar bisnis dapat berjalan dengan lancar.

4. Evaluasi

Setelah bisnis berjalan, tentu akan menghadapi beberapa tantangan yang belum sesuai dengan harapan. Maka tahapan evaluasi sangat penting untuk dilakukan untuk menilai kinerja setiap komponen bisnis.

Dengan melakukan evaluasi, maka harapannya di proses selanjutnya bisnis dapat berjalan lebih lancar.

Baca Juga: Sales Management, Kenapa Begitu Penting dalam Sebuah Bisnis?

Manfaat Proses Bisnis untuk Perusahaan

Proses bisnis memberikan manfaat untuk pengembangan usaha. Berikut adalah beberapa manfaat yang akan didapatkan oleh perusahaan jika menjalankan proses bisnis yang tepat:

• Tercapainya Tujuan

Manfaat utama yang akan didapat adalah tercapainya tujuan bisnis. Ini dikarenakan semua aspek bisnis dapat berjalan sesuai dengan tahapan yang terukur dan terorganisir.

Setiap proses yang dilewati akan dapat dilalui dengan lebih terarah dan terukur. Jika ada kekurangan, maka dapat dilakukan evaluasi untuk perbaikan selanjutnya.

• Lebih Efisien

Semakin baik proses yang dijalankan, maka akan membantu meningkatkan efisiensi dan produktivitas masing-masing divisi dalam perusahaan.

Manajemen dapat melakukan perbaikan dan perencanaan yang inovatif agar bisnis dapat berjalan dengan efisien.

Meminimalisir Tingkat Kegagalan

Resiko akan selalu ada dalam suatu bisnis, namun dengan proses bisnis semua itu dapat diminimalisir. Rangkaian aktivitas yang efisien dan sistematis membantu perusahaan terhindar dari pengeluaran yang berlebih.

Fokus

Bisnis yang berjalan tanpa strategi akan kehilangan fokus dan tujuan seiring dengan waktu. Maka dari itu penting untuk melakukan proses bisnis mulai dari pendirian hingga pelaksanaan.

Lebih Beradaptasi

Perkembangan teknologi informasi dapat merubah setiap elemen termasuk perubahan pasar. 

Dengan melakukan proses bisnis, setiap divisi dapat beradaptasi dengan semua teknologi baru yang hadir untuk meningkatkan efisiensi bisnis sehingga berjalan lebih optimal.

Meningkatkan Produktivitas

Proses bisnis juga berkaitan dengan manajemen waktu dan sumber daya manusia. 

Dengan memilih proses bisnis yang tepat, perusahaan dapat meningkatkan produktivitas yang lebih efisien sehingga dapat mencapai target yang melebihi ekspektasi.

Mengatasi Kesalahan atau Human Error

Perpaduan teknologi dan proses bisnis yang tepat dapat mengurangi kesalahan yang mungkin terjadi terutama dalam proses produksi.

Baca Juga: 5 Tantangan dalam Bisnis dan Strategi Jitu Menghadapinya

Selanjutnya, mari kita bahas lebih dalam mengenai proses bisnis dari 3 contoh berikut!

1. Contoh Proses Bisnis di Industri Pendidikan

Contoh Proses Bisnis Industri Pendidikan

Gambar diatas merupakan contoh proses bisnis pada industri pendidikan yang merupakan aktivitas meliputi:

  1. Proses Manajemen
    Yakni proses yang mengendalikan operasional dari sebuah sistem, seperti Layanan Akademik, Layanan Kemahasiswaan, Layanan & Teknologi Informasi
  2. Proses Operasional
    Yakni proses yang meliputi Partnership & Marketing, Penerimaan Mahasiswa Baru, Program Degree & Non Degree, dan Research Development.
  3. Proses Pendukung
    Yang mendukung proses inti, seperti Layanan Sarana & Prasarana, Layanan Kepegawaian dan Layanan Keuangan.

2. Contoh Proses Bisnis di Industri Logistik

Contoh Proses Bisnis Industri Logistik

Selain proses bisnis di industri akademik ada pula contoh proses bisnis di industri logistik seperti yang ada pada gambar diatas.

Aktivitas pertama adalah karyawan menerima permintaan pengiriman dari konsumen akan masukkan data paket seperti alamat tujuan dan isi paket yang akan dikirimkan. 

Aktivitas selanjutnya, karyawan akan memberikan total biaya pengiriman kepada konsumen, proses pengiriman yang dilakukan oleh kurir hingga evaluasi berkala dari seorang manajer atau supervisi di setiap kota perwakilan ekspedisi. 

3. Contoh Proses Bisnis di Industri Retail

Contoh Proses Bisnis Industri Retail

Contoh lainnya adalah proses bisnis di industri retail.

Aktivitas pertama, pemilik warung membeli secara berkala barang dagang ke pemasok, konsumen melakukan pembelian barang kebutuhan pokok di warung, pelayanan dilakukan oleh penjaga toko dan pembayaran dilakukan oleh kasir.

Untuk dapat memastikan stok barang tetap tersedia, proses selanjutnya adalah pemilik melakukan kontrol persediaan barang dagang di tempat penyimpanan. 

Tak hanya itu, kasir dan pemilik juga akan melakukan perhitungan total transaksi jual beli di setiap harinya hingga evaluasi dilakukan saat proses jual beli selesai.

Baca Juga: 8 Alasan Utama Perlunya Melakukan Pengembangan Usaha

Penutup

Proses bisnis membantu para pekerja dalam memahami proses apa yang menjadi tugasnya. Kegiatan secara terkoordinir kepada setiap individu dan kelompok untuk menerapkan rencana.

Ketika akan atau telah menjalani bisnis, pastinya ada kendala dalam prosesnya yang membuat bisnis menjadi tidak efektif, terutama pada digital marketing, betul?

Anda bisa menghubungi Sasana Digital sebagai konsultan berpengalaman untuk UKM & perusahaan ternama.

Klik banner di bawah ini dan dapatkan solusi digital marketing seperti para pebisnis lainnya yang telah merasakan kemudahan dari Sasana Digital.

Bagikan Artikel Ini

Aktivitas Terbaru Sasana Digital

/