Blog ›

Competitor Analysis: Pengertian, Tujuan, hingga Strateginya

I

Bisnis tidak bisa lepas dengan yang namanya kompetitor. Ternyata kompetitor dalam bisnis bisa berdampak positif ataupun negatif terhadap bisnis yang Anda jalankan. Maka dari itu perlu dilakukan competitor analysis.

Selama ini, apakah Anda pernah melakukan competitor analysis dengan mendalam? Atau hanya sekedar mengamati lewat media sosial ataupun opini pribadi?

Jika Anda melakukan competitor analysis dengan asal-asalan, ini bisa merugikan bisnis Anda di masa depan. Bukan tidak mungkin kompetitor mengambil alih pasar Anda karena Anda terlalu asik di zona nyaman, sehingga lengah dan kehilangan momentum.

Untuk itu, Anda wajib melakukan competitor analysis secara berkala dan menyeluruh untuk dapat memahami pasar.

Lalu apa itu competitor analysis? apa manfaatnya bagi bisnis? bagaimana cara melakukannya? Berikut Sasana rangkum khusus untuk Anda.

Pengertian Competitor Analysis

Memahami Pengertian Competitor Analysis

Competitive Analysis atau juga dikenal sebagai Competitor Analysis adalah suatu strategi atau cara yang dilakukan untuk menganalisa, mengidentifikasi, dan mengenali setiap aspek dari para kompetitor bisnis.

Analisis meliputi produk, sistem bisnis, strategi marketing, penjualan, kinerja, dan aspek lain yang dibutuhkan oleh perusahaan.

Ketika Anda masuk ke pasar, Anda akan bertemu dengan kompetitor. Mereka akan terus bertambah dan berkembang dari waktu ke waktu.

Dengan menganalisis mereka, Anda bisa mendapatkan insight, mencegah ancaman, mengetahui kelemahan hingga menemukan potensi yang belum digali lebih dalam oleh kompetitor.

Selain untuk bertahan, competitor analysis juga berguna untuk mencari peluang yang membuat bisnis kita lebih kuat dan sulit untuk tersaingi.

Baca Juga: Apakah Riset Kompetitor Itu? Berikut Alasan serta Contohnya!

2 Tujuan Melakukan Competitor Analysis

Ada beberapa alasan kenapa competitor analysis penting untuk dilakukan, antara lain sebagai berikut:

1. Mengenal Pesaing

Melalui competitor analysis, Anda bisa memahami siapa saja yang bermain di pasar yang sama. 

Dari sana Anda bisa mendapatkan wawasan yang sangat luas mengenai apa yang harus dilakukan, apa kelebihan dan kekurangan produk hingga mendapatkan ide bagaimana cara meniru keberhasilan mereka.

2. Menemukan Peluang

Selain mengenali kompetitor, lewat analisis Anda juga bisa menemukan value yang belum disadari oleh kompetitor. 

Value ini bisa dijadikan kelebihan dari produk yang Anda jual. Selain produk Anda juga bisa memata-matai PR, calon mitra, distributor, pengecer, atau bahkan advokat.

Strategi untuk Melakukan Competitor Analysis

Setelah Anda mengetahui pengertian dan manfaatnya, kini saatnya Anda mengetahui bagaimana cara melakukan competitor analysis.

1. Menentukan Pesaing

Langkah utama dalam melakukan analisis kompetitor adalah menentukan siapa saja yang bermain di pasar yang Anda pilih.

Ada dua jenis kompetitor, yaitu kompetitor langsung dan tidak langsung. Kompetitor langsung merupakan kompetitor yang menawarkan layanan atau produk yang sama atau mirip dengan apa yang Anda tawarkan.

Sedangkan kompetitor tidak langsung yaitu para pesaing yang memiliki produk berbeda namun bermain di market yang sama dengan Anda.

Cara paling mudah untuk menemukan pesaing yaitu mengamati bisnis di sekitar Anda. Bisa secara langsung ataupun menggunakan internet.

Cara paling mudah yaitu menggunakan google search dan google maps. Anda cukup mengetikkan kata kunci produk, maka akan muncul daftar pesaing terdekat. 

Di tahap awal, sebaiknya Anda fokus dulu pada kompetitor langsung agar tidak terlalu banyak membuang waktu dan biaya.

Baca Juga: Apa Itu Kompetitor? Pahami Agar Bisnis Anda Mampu Bersaing!

2. Mengenali Produk Kompetitor

Setelah menentukan kompetitor, selanjutnya yaitu mendalami produk yang mereka tawarkan. Ada beberapa hal yang dapat diperhatikan:

  • Target market yang mereka sasar
  • Harga produk
  • Karakteristik ataupun solusi yang ditawarkan
  • Cara mereka masuk ke pasar
  • Kelebihan dan kekurangan
  • Keunikan atau nilai tambah
  • Kemasan atau cara distribusi
  • Pelayanan
  • Atau hal lain yang bisa Anda temukan

Rangkum semua data dalam format yang mudah dibaca dan bandingkan dengan produk yang Anda miliki. Dengan begitu Anda akan mendapatkan insight mengenai apa yang harus dilakukan kedepannya.

Baca Juga: 9 Strategi Efektif Membangun Keunggulan Produk Bisnis

3. Memahami Strategi Marketing yang Digunakan

Setelah mengenali produk, langkah selanjutnya yaitu mengenali bagaimana cara kompetitor dalam memasarkan produk.

Mulai dari bagaimana proses penjualannya, cara distribusi, teknik produksi yang efisien hingga bagaimana treatment yang dilakukan untuk menyenangkan hati para pelanggan.

Anda juga bisa meniru cara mereka dalam melakukan promo atau mengadakan diskon. Ini bisa memberikan gambaran untuk Anda dalam melakukan pemasaran yang lebih baik.

4. Mendalami Sistem & Manajemen Bisnis

Selain produk dan pemasaran, Anda juga bisa menganalisis bagaimana mereka bekerja. Sistem bisnis merupakan hal yang penting untuk mencapai output yang produktif dan efisien.

Anda bisa meniru kelebihan yang ada pada kompetitor dan menerapkannya pada manajemen bisnis yang Anda jalankan. Contohnya adalah penerapan teknologi CRM untuk meningkatkan omzet penjualan.

5. Pahami Digital Marketing 

Jangan anggap remeh bisnis yang memiliki toko sepi ataupun kantor yang kurang meyakinkan. Bisa jadi mereka tidak fokus di penjualan offline, melainkan fokus pada penjualan online.

Strategi digital marketing sangat efektif dan bisa mendistraksi kompetitor yang belum mengenal dunia digital.

Tren di zaman sekarang sudah serba digital, maka sebaiknya Anda waspada dan selalu mengamati kompetitor di dunia online. Misalnya media sosial Instagram, Twitter, Youtube, Facebook dan sebagainya.

Selain media sosial, perhatikan apakah mereka memiliki blog yang menguasai internet? Biasanya bisnis era sekarang juga mengandalkan SEO (Search Engine Optimization).

Amati setiap peluang dan terapkan pada bisnis atau produk yang Anda miliki. Buat produk atau layanan Anda paling unggul dan bersaing agar mendapatkan hati calon pelanggan.

Competitor analysis tidak hanya dilakukan sekali, melainkan harus dilakukan secara berkala karena pasar akan terus berubah dan kompetitor akan terus bertambah.

Baca Juga: Apa Itu Digital Marketing? Berikut Bahasan Lengkapnya!

Contoh Competitor Analysis

1. Analisis Strategi Iklan Facebook Ads & Instagram Ads Kompetitor

Jika Anda berencana menggunakan Facebook Ads & Instagram Ads, maka Anda bisa menggunakan Ad Library (Dulunya Facebook Ads Library) untuk mengetahui seperti apa iklan yang dijalankan kompetitor.

Ad Library ini merupakan tool yang sangat efektif untuk menganalisis apa saja strategi iklan kompetitor seperti gambar yang digunakan, copywriting, hingga Call-to-Action iklan tersebut.

Anda dapat melakukan analisis iklan Facebook & Instagram Ads milik kompetitor mulai dari membuat list kompetitor, membuat parameter pembanding, USP, dan membuat poin-poin utama dari strategi yang akan Anda jalankan berdasarkan riset.

Baca Juga: Facebook Ads Library, Galeri Iklan Buat Nyari Referensi

2. Analisis Sumber Trafik, Backlink, dan Ranking SEO Kompetitor

SEO merupakan salah satu strategi digital marketing yang paling ampuh sampai saat ini, di mana para pemilik bisnis berusaha mendatangkan banyak pelanggan ke “Rumah” mereka sendiri (Website).

Apabila Anda telah memiliki website dan ingin menjalankan strategi SEO, Anda mesti melakukan analisis terlebih dahulu mengenai performa SEO dari website milik kompetitor.

Analisis yang dapat dilakukan di antaranya adalah dengan melihat sumber trafik serta jumlahnya, analisis tautan balik (Backlink), hingga ranking website di kata kunci tertentu.

Anda dapat membandingkan antara performa website Anda dengan performa website kompetitor, apakah mereka lebih baik atau masih berada di bawah Anda.

Beberapa tool yang dapat Anda gunakan dalam competitor analysis ini adalah:

  • Similarweb untuk melihat sumber-sumber dan performa trafik website kompetitor
  • UberSuggest untuk melakukan riset ranking keyword kompetitor
  • SEMrush untuk melihat performa website kompetitor keseluruhan
  • Dan lain-lain

3. Analisis Performa Konten Media Sosial Kompetitor

Selain website, media sosial juga merupakan platform yang paling banyak dikunjungi audiens di dunia maya.

Dalam melakukan competitor analysis untuk akun milik kompetitor, Anda dapat melihat apa saja konten-konten yang mereka sajikan, seperti apa branding yang dijalankan, berapa angka Engagement Rate-nya, dan sebagainya.

Beberapa tool yang dapat Anda gunakan dalam melakukan competitor analysis adalah:

  • Instract
  • Social Blade
  • Analisa.io
  • Dan lain-lain

Penutup

Itulah pembahasan mengenai competitor analysis. Yang terpenting dalam menganalisis kompetitor yaitu mengenali bagaimana cara mereka bermain di pasar.

Semoga artikel ini bermanfaat, jika Anda memerlukan bantuan dalam competitor analysis, Sasana Digital siap membantu Anda.

Bagi Anda pemilik bisnis yang ingin memaksimalkan kapabilitas tim di bidang marketing secara signifikan, Sasana Digital memiliki program berupa Training Digital Marketing yang dapat segera Anda manfaatkan!

Jadi, tunggu apa lagi! Yuk, konsultasikan dulu bersama kami. Gratis!

Bagikan Artikel Ini

Layanan Sasana Digital

Hubungi Kami
Halo, ada yang bisa kami bantu?