Blog ›

9 Langkah Bisnis Modal Kecil Bertumbuh via Media Sosial

I

Anda ingin memulai bisnis modal kecil? Jangan banyak cari ide bisnis modal kecil. Yang seharusnya Anda tahu adalah bagaimana caranya bisnis tersebut bertumbuh!

Baca terus tulisan ini agar otak Anda tidak hanya dipenuhi oleh ide-ide soal bisnis modal kecil. Namun Anda juga tahu caranya membuat bisnis kecil kecilan yang potensial.

Sebab yang paling penting dari sebuah usaha kecil bukanlah idenya saja. Tetapi membuatnya bertumbuh dengan media sosial sebagai peluang usaha yang menjanjikan.

Jadi tunggu apa lagi? Ayo simak terus tulisan ini!

1. Bisnis Modal Kecil yang Cocok

Bagi sebagian orang membuat bisnis modal kecil menjadi hal yang diremehkan. Sehingga akhirnya memilih bisnisnya dengan sembarangan.

Hal itu membuat bisnis menjadi berantakan. Hingga sang pemilik bisnis baru menyadari bahwa tidak semua bisnis modal kecil bisa cocok dengan dirinya.

Jangan sampai hal itu terjadi dengan Anda ya. Mari kita bahas seperti apa bisnis modal kecil yang bisa cocok dengan Anda.

Sasana Digital coba mengutip sejumlah pakar bisnis ternama di Indonesia agar tulisan ini tidak bersifat subjektif. Pertama kita kutip dari Raymond Chin, lalu Tom Martin Charles Ifle, dan Dewa Eka Prayoga.

Menurut Raymond Chin

Sebagai praktisi bisnis yang menguasai ilmu-ilmu finansial, Raymond Chin punya tips menentukan bisnis modal kecil yang cocok untuk dimulai.

Modal bisnis kecil yang cocok untuk kita adalah yang dekat dengan sehari-hari kita. Dari sana nantinya akan mudah memperhatikan tiga hal. Apa saja tiga hal itu?

  1. Riset Pasar
  2. Riset Kompetitor
  3. Alokasi Modal

Singkatnya, lakukan riset pasar di sekitar tempat Anda berbisnis. Contohnya Anda ingin berjualan bakso. Riset dahulu keadaan pasar, apakah orang-orang di sana mau memakan bakso?

Sedangkan ketika Anda melakukan riset kompetitor, pantau orang-orang yang sudah berjualan bakso di sekitar lokasi. Cari tahu mengapa baksonya laku, dan cari tahu kira-kira apa yang bisa Anda banggakan tanpa harus menjiplak bakso yang sudah ada?

Kemudian alokasikan modal milik Anda pada porsi yang cukup. Katakanlah saat ini punya modal 1 juta. Jangan sampai 1 juta ini hanya habis untuk membeli produk.

Selain menyediakan produk, sebuah bisnis kecil juga butuh marketing sederhana dan pelayanan operasional yang baik. Sehingga nantinya bisnis Anda bisa bertumbuh lebih jauh.

Seperti menyediakan biaya untuk promosi di media sosial. Hal itu bisa lebih bermanfaat bagi bisnis nantinya.

Menurut Tom Martin Charles Ifle

Bagaimana caranya memulai bisnis dengan modal kecil? Bila itu adalah pertanyaan Anda, maka bapak Tom Martin ini bisa menjawabnya dengan baik.

Sebagai seseorang yang sudah aktif 17 tahun bekerja untuk memberi pelatihan bisnis untuk Usaha Kecil dan Menengah serta mendapat sertifikat ICF (International Coaching Federation) pernah membagikan tips bisnis modal kecil yang cocok.

Bapak Tom mengambil contoh dari Bob Sadino. Sebab Bob Sadino adalah bukti bahwa bisnis tidak harus memiliki modal besar, dan banyak orang yang juga telah terbukti mendirikan bisnis dari modal yang awalnya kecil.

Kembali ke Bob Sadino. Beliau memulai bisnis telurnya dari hasil mengumpulkan dana menjadi kuli bangunan.

Modal dari jadi kuli bangunan tersebut tidak sampai 1 juta. Kemudian Bob Sadino membelanjakan telur di pasar dan menjualnya ke ibu-ibu yang tak ingin repot ke pasar dengan harga yang sedikit lebih tinggi.

Maka perlahan-lahan Bob Sadino mendapat untung dari penjualan telur tersebut. Sama halnya dengan seorang ibu yang dikenal oleh bapak Tom.

Ada ibu-ibu yang menjual bros hanya dengan modal Rp300.000. Setelah mendapat untung, keuntungannya dilipat gandakan lagi untuk membeli bahan membuat bros.

Sehingga keuntungan penjualannya terus berputar dan membuat bisnis memiliki omzet ratusan juta pada hari ini (kisah nyata).

Menurut Dewa Eka Prayoga

Modalnya minimal profitnya maksimal, mau? Pertanyaan itu pernah dilontarkan oleh Dewa Eka Prayoga selaku praktisi bisnis yang sudah berpengalaman.

Ada sekian faktor yang harus diperhatikan. Sasana Digital akan mengambil 5 faktor dari apa yang disebut oleh Dewa Eka Prayoga agar mudah dipahami.

1. Profitable = Sebuah bisnis harus bisa menghasilkan untung. Jika kamu hanya ingin bermanfaat untuk orang lain tanpa mengambil keuntungan, itu namanya bukan bisnis, tetapi bersedekah.

2. Scalable = Bisnis modal kecil yang cocok harus bersifat scalable. Dalam artian bisa di-scale up alias ditingkatkan. Bisnis yang bisa ditingkatkan adalah bisnis yang memiliki keuntungan.

Contohnya saat Anda profit lebih banyak dibanding bulan sebelumnya. Maka brand Anda bisa memaksimalkan marketing agar semakin banyak orang yang mengenal brand Anda.

3. Sustainable = Bisnis modal kecil saat sudah memenuhi poin tadi yaitu profitable dan scalable maka sangat memungkinkan untuk sustainable. Yaitu bertahan lama. Jangan sampai Anda sia-siakan bisnis modal kecil yang Anda miliki ketika sudah scalable dan profitable.

Dewa Eka Prayoga juga mengingatkan bagi para pebisnis muslim untuk mengedepankan aspek halal. Baik itu halal dalam segi produk maupun halal dari segi operasional. Sehingga ada banyak kebaikan yang dirasakan konsumen.

4. Product Market Fit= Faktor ini sangat penting untuk bisnis modal kecil. Selalu ingat untuk menghasilkan produk yang market fit, bukan yang owner fit.

Product Market Fit itu ialah bisnis yang menyesuaikan produk dengan kebutuhan dan keinginan pasar. Bukan malah menyesuaikan kesukaan dari owner alias pemilik bisnis. Ingat yang utama itu market/pasar.

Contohnya saat Anda tidak memakai hijab, tetapi Anda sadar bahwa di kota Anda banyak orang yang membeli hijab dari kota sebelah. Mengapa Anda tidak menjual dan produksi hijab langsung di kota Anda saja?

Pasti para konsumen bisa terbantu dengan hadirnya bisnis hijab milik Anda. Anda juga bisa riset lebih mudah selera hijab wanita di kota Anda sehingga lebih fit dengan pasar.

5. High Customer Retention = Adanya retensi dalam bisnis yang bermodal kecil sangat penting. Bagi yang yang belum paham, retensi ini biasa disebut repeat order.

Buatlah bisnis yang bermodal kecil tetapi bisa diorder berulang-ulang. Sebab bisnis modal kecil yang ordernya dilakukan berulang-ulang akan lebih mensejahterakan staff dan pemilik bisnis.

Baca Juga: 15+ Contoh Ide Bisnis Digital yang Menjanjikan Tahun 2023

2. Peluang Usaha yang Belum Banyak Pesaing

Saat memulai bisnis dan tak mau banyak pesaing, maka Anda juga pasti bertanya-tanya, kira-kira bisnis modal kecil apa yang belum banyak pesaing?

Jawabannya sederhana, yaitu segala sesuatu yang belum viral di internet berarti tidak banyak pesaing. Contohnya seperti makanan ringan unik versi bisnis Anda sendiri.

Lakukan modifikasi pada produk yang Anda jual. Sehingga nantinya jumlah pesaing akan semakin berkurang dan malah tidak ada sama sekali.

Selain itu Anda bisa cari penjual baju grosir yang memiliki motif anti mainstream. Sehingga baju yang Anda jual tak sama dengan penjual lainnya.

Bisnis kecil tanpa banyak pesaing

Intinya lakukan modifikasi sehingga produk yang Anda jual memang menjadi ciri khas dari brand yang Anda kelola. Sehingga Anda semakin dekat dengan peluang usaha tanpa banyak pesaing.

Baca Juga: 12+ Tren Peluang Bisnis Online yang Menjanjikan Tahun 2023

3. Coba Ide Bisnis Modal Kecil

Saat Anda mencari apa saja bisnis yang bisa dimulai dengan modal kecil, maka tulisan ini sangat tepat untuk Anda.

Tulisan ini akan membuat Anda memiliki berbagai inspirasi ide-ide bisnis modal kecil. Berikut sudah dirangkum oleh Sasana Digital dalam bentuk tabel.

Tabel Ide Bisnis Modal Kecil

Nama BisnisSektor Bisnis
Membuat Kue-KueKuliner
Bisnis KateringKuliner
Bisnis MenjahitFashion Service
DropshipOnline Sales
Cuci KendaraanAutomotive Service
Jasa SepatuFashion Service
Jual Mainan AnakToys Sales
Bisnis WarungGrocery Store
Lahan ParkirAutomotive Service
PulsaCellular Service

4. Cari Bisnis yang Laku Setiap Hari?

Sebelumnya kita telah membahas retensi dari konsumen. Repeat order yang berulang adalah penting. Pada poin ini mari kita bahas lebih dalam.

Bisnis Modal Kecil yang Repeat Order

Beberapa bisnis akan kita jadikan contoh. Yaitu bisnis bakso, bisnis ayam goreng, bisnis laundry, bisnis cuci motor, dan bisnis pulsa.

Semua contoh bisnis yang tadi disebutkan bisa juga menjadi contoh usaha kecil kecilan di rumah (bakso, ayam goreng, laundry, cuci motor).

Terlebih lagi bisnis yang sudah disebutkan tadi dapat memenuhi tiga aspek. Yaitu:

  1. Kebutuhan konsumen
  2. Keinginan konsumen
  3. Profitnya bisa disisihkan dan diolah lagi.

5. Lakukan Bisnis Online Modal Kecil

Ketika Anda ingin membuka bisnis online modal kecil, tentunya harus penuh kehati-hatian dan menjaga ketangkasan dalam melayani konsumen.

Menggunakan teknologi online bisa dimulai lewat ponsel dan laptop sederhana. Sehingga bisnis bisa segera berjalan tanpa menyewa toko.

Bisnis online modal kecil yang tanpa toko

Menjalankan bisnis tanpa toko bisa menekan biaya yang Anda keluarkan. Sehingga keuangan bisnis Anda menjadi lebih sehat. Contohnya pada bisnis yang memiliki toko online berbentuk WhatsApp.

Baca Juga: Catat 9 Poin Perbedaan WA Bisnis dan WA Biasa!

Selain itu melakukan promosi dengan online terasa lebih ringan. Sebab tidak perlu lagi menyewa baliho dan halaman koran yang mahal.

Apalagi bila Anda sudah berkembang dan memikirkan jangka panjang. Maka SEO bisa coba digunakan saat sudah tiba waktunya.

6. Media Sosial untuk Bisnis

Ada banyak keuntungan saat mengembangkan brand di media sosial. Beberapa keuntungan tersebut bisa sangat membantu bisnis kecil-kecilan.

Mulai dari membantu bisnis meningkatkan layanan pelanggan, berkomunikasi lebih dekat dengan pelanggan dan mendapat prospek baru.

Strategi media sosial yang solid dapat mendorong pertumbuhan bisnis dengan membina hubungan yang langgeng dan loyal dengan pelanggan plus calon pelanggan.

Berikut ini Sasana Digital rangkum media sosial yang tepat untuk berbisnis online!

Nama Media SosialPenjelasan
FacebookPlatform terbesar dengan dua miliar lebih pengguna aktif setiap bulan. Situs ini ideal untuk bisnis yang ingin menghasilkan prospek dan membangun hubungan.
InstagramPlatform konten berbasis foto yang menjadi situs jejaring sosial dengan pertumbuhan paling cepat. Sebuah bisnis dapat memanfaatkannya dengan menyediakan konten yang dipersonalisasi, memberikan akses eksklusif, serta membangun hubungan dengan influencer untuk mendorong brand recognition dan loyalitas.
TikTokMedia sosial ini menjadi platform video singkat yang digemari banyak orang. Terutama para wanita dan anak kecil.
LinkedInPlatform untuk jaringan bisnis dapat digunakan oleh bisnis B2B dan B2C dalam menciptakan kepercayaan, membangun otoritas, dan melibatkan employee.
TwitterPlatform ini sangat cocok untuk bisnis yang audiens utamanya berusia di bawah 50 tahun dan audiens yang perlu  informasi terkini seperti berita, pengumuman, dan trending topik.
PinterestSitus berbagi foto, adalah platform fantastis untuk bisnis dengan daya tarik visual. Selain itu, situs ini bagus untuk mendorong penjualan karena begitu banyak pengguna mengunjungi Pinterest untuk merencanakan pembelian.

Baca Juga: Content Marketing: Pengertian, 29 Tipe, dan Trennya di 2023

7. Gunakan Digital Marketing Funnel

Setelah tadi Anda mengetahui media sosial apa saja yang bisa dipilih untuk bisnis. Maka jangan lupa menggunakan digital marketing funnel agar semakin pasti.

Mulai dari konsumen yang baru mengenal brand Anda, sampai konsumen yang sudah tahu tentang produk brand Anda, semua itu harus ditanggapi dengan ilmu digital marketing funnel.

Singkatnya, digital marketing funnel itu membuat konten berdasarkan konsumen yang disasar. Bila menyasar pada konsumen yang belum mengenali brand, maka Anda harus mengusahakan awareness,

Bila brand Anda menyasar pada konsumen yang sudah mengenali brand Anda, berarti silakan berfokus pada consideration.

Baca Juga: Digital Marketing Funnel: Pengertian, Metode, dan Manfaat

8. Jangan Minder Punya Bisnis Kecil

Bisnis kecil seringkali dianggap sebelah mata. Padahal bisnis kecil adalah tempat terbaik bagi para pebisnis untuk belajar.

Selain itu bisnis kecil bisa bertumbuh seiring berjalannya waktu. Sehingga bisnis yang tadinya dianggap kecil berubah menjadi bisnis besar.

Apalagi bisnis kecil ini ternyata sangat berguna bagi perekonomian Indonesia. Seperti dilansir dari situs resmi Kemenko Bidang Perekonomian RI saat membahas UMKM.

Bisnis kecil berguna di Indonesia menurut kemenko perekonomian RI

Peran UMKM sangat besar untuk pertumbuhan perekonomian Indonesia, dengan jumlahnya mencapai 99% dari keseluruhan unit usaha. Kontribusi UMKM terhadap PDB juga mencapai 60,5%, dan terhadap penyerapan tenaga kerja adalah 96,9% dari total penyerapan tenaga kerja nasional 2022.

9. Selalu Belajar Digital Marketing

Belajar digital marketing tak akan ada habisnya. Sebab semua ini berawal dari pemasaran offline dan berevolusi seiring perkembangan teknologi.

Saat teknologi digital berkembang, maka ilmu marketing mengalami adaptasi. Sehingga pelaku bisnis saat ini harus paham digital marketing bila ingin terus bertumbuh.

Baca Juga: Perkembangan Teknologi Jaringan Seluler 1G, 2G, 3G, 4G, 5G

Baik itu pada bisnis kecil maupun pada bisnis besar. Sudah terbukti banyak pebisnis yang mengalami kemudahan ekspansi karena mengandalkan media sosial dan internet.

Bila boleh memberi saran, coba baca artikel-artikel dalam Sasana Digital agar lebih paham ilmu digital marketing. Semoga Anda bisa melaksanakan ilmu yang ada ya!

Penutup

Pada akhirnya bisnis kecil tak akan selamanya menjadi kecil. Bisnis kecil akan membesar seiring berjalannya waktu dan memberi banyak cuan untuk menghidupi orang-orang.

Anda yang saat ini masih terjebak pada fenomena bisnis kecil dan merasa butuh untuk bertumbuh. Mari hubungi Sasana Digital yang telah memiliki banyak pengalaman.

Genjot terus pertumbuhan bisnis dengan pelaksanaan dan bimbingan digital marketing sesuai kondisi bisnis Anda. Mulai klik banner di bawah dan rasakan manfaatnya.

Bagikan Artikel Ini

Layanan Sasana Digital