Blog ›

Perkembangan Teknologi Jaringan Seluler 1G, 2G, 3G, 4G, 5G

I
Reading Time: 6 minutes

Tahukah Anda, teknologi jaringan seluler sudah mulai dikembangkan sejak tahun 1970–an, dan kini telah mencapai generasinya yang ke-5. Lalu, apa saja perbedaan tiap generasinya?

Siapa yang tidak terhubung dengan internet di masa sekarang? Jika Anda tinggal di kota besar, maka kami yakin Anda adalah salah satu penggunanya.

Jaringan seluler telah berkembang pesat sejak pertama kali digunakan, dengan tingkat kecepatan dan dukungan transfer datanya yang sudah semakin canggih. Kira-kira, seperti apa perkembangan teknologi jaringan seluler dari awal hingga di masa sekarang?

Pengertian Jaringan 1G, 2G, 3G, 4G, 5G

Pengertian Jaringan Seluler 1G, 2G, 3G, 4G, 5G

Sebelum kita bahas mengenai sejarah perkembangan teknologi jaringan mulai dari 1G sampai 5G, kita pahami dulu apa itu jaringan seluler.

Mobile Network atau Jaringan Seluler adalah jaringan komunikasi yang menghubungkan antar pengguna secara nirkabel menggunakan gelombang radio. Jaringan ini didistribusikan di area daratan dengan setidaknya satu transceiver tetap yang berperan sebagai stasiun.

Jaringan seluler ini memiliki kemampuan untuk menghubungkan banyak pengguna sekaligus sehingga kita dapat terhubung dengan orang di berbagai wilayah.

Dalam perkembangannya, jaringan teknologi telah melewati beberapa kali pengembangan teknologi yang cukup signifikan dampaknya. Pengembangan teknologi ini bisa dari sisi kecepatan, jangkauan, dan berbagai hal yang semakin canggih.

Anda mungkin sempat melihat bahkan memiliki perangkat yang mengadopsi teknologi 1G yang kini sudah terkesan sangat jadul. Namun kini, kita telah sampai di generasi teknologi 5G yang sudah dapat kita gunakan di smartphone masing-masing.

Lalu, seperti apa sih perkembangannya mulai dari generasi jaringan pertama (1G) hingga kini telah sampai pada generasi kelima (5G)? Mari kita simak penjelasannya!

Baca juga: Data, Kunci Kesuksesan Bisnis di Era Revolusi Industri 4.0

1. Jaringan Seluler 1G: AMPS (Generasi Pertama)

Teknologi jaringan 1G pertama kali ditemukan di Jepang pada tahun 1979 oleh Nippon Telegraph dan Telephone. Jaringan 1G saat itu hanyalah sebuah gelombang analog radio sederhana, artinya jangkauan dari jaringan 1G ini sangat sempit dan masih belum bisa digunakan dalam skala luas seperti sekarang.

Generasi 1G memanfaatkan teknologi FDMA (Frequency Division Multiple Access). FDMA bisa membagi-bagi range frekuensi sehingga pengguna bisa berbicara dengan yang lain di frekuensi tersendiri, dan tidak bercampur dengan frekuensi lainnya.

Teknologi koneksi 1G kemudian disebut sebagai NMT (Nordic Mobile Telephone) dan AMPS (Advanced Mobile Phone Service) yang hanya mendukung komunikasi suara dengan kecepatan hingga 14,4 Kbps. Tentu saja kecepatan ini sangat lambat dibandingkan dengan generasi selanjutnya. Jangkauannya juga sempit mengingat 1G hanya memanfaatkan gelombang analog.

2. Jaringan Seluler 2G: GSM & CDMA (Generasi Kedua)

Teknologi jaringan 2G diperkenalkan pada tahun 1991 di Finlandia yang ditandai dengan mulai digunakannya gelombang digital. Perubahannya pun cukup signifikan karena jangkauan yang lebih luas dibandingkan generasi sebelumnya.

Teknologi 2G ini disebut sebagai GSM (Global System for Mobiles) dan CDMA (Code Division Multiple Access) yang telah mendukung pengiriman teks (SMS) dan suara sekaligus. Fokus utama dari teknologi jaringan 2G ini adalah menyediakan layanan suara dan memanfaatkan circuit switching.

Di era 2G ini, masyarakat Indonesia bisa menikmati jaringan seluler secara bebas. Mungkin saja Anda juga sudah pernah merasakan era Nokia 3310 yang hanya memiliki layar monokrom kala itu.

3. Jaringan Seluler 2.5G: GPRS

Jaringan 2.5G merupakan teknologi jaringan berbasis GPRS (General Packet Rasio Service) yang berada di antara teknologi nirkabel generasi ke-2 (2G) dan ke-3 (3G).

Perbedaan utama antara 2G dan 2.5G terletak pada implementasi packet switching dalam jaringan komputer.

Jaringan 2.5G ini menawarkan layanan berorientasikan data dengan kecepatan rata-rata 28 Kbps (Hingga kecepatan teoritis maksimum 384 Kbps)

Teknologi jaringan 2.5G ini memungkinkan untuk mengirim dan menerima foto & video melalui layanan pesan multimedia (MMS).

Layanan yang tidak kalah penting dari 2.5G ini adalah penjelajahan web melalui WAP, yaitu versi situs web sederhana yang menyesuaikan tampilan ponsel saat itu.

4. Jaringan Seluler 2.75G: EDGE

Teknologi jaringan 2.75G merupakan peningkatan jaringan versi lanjut dari 2G dan 2.5G yang dikenal dengan EDGE (Enhanced Data rates for Global Evolution).

2.75G memungkinkan untuk mentrasfer data dalam bentuk small package dengan kecepatan 48 Kbps (Hingga 384 Kbps).

Baca juga: Bisnis di Era Digital dan Aspek Penting yang Perlu Diperhatikan

5. Jaringan Seluler 3G: WCDMA (Generasi Ketiga)

Teknologi jaringan 3G pertama kali ditemukan pada tahun 1998 dan diperkenalkan tahun 2001 di Jepang dengan berbagai peningkatan untuk memberikan kualitas jaringan internet yang lebih baik.

Jika kita perhatikan, perkembangan teknologi 3G pertama kali muncul pada sebuah perangkat seluler, di mana satu perubahan yang cukup signifikan adalah adanya dukungan mobile internet dan roaming (Akses di luar jangkauan) yang memudahkan pengguna dalam mengakses berbagai informasi.

Teknologi 3G awalnya dikenal sebagai WCDMA (Wideband Code Division Multiple Access) yang mendukung kecepatan internet hingga 2 Mbps atau hampir 10x lebih cepat dari teknologi 2G.

Di era 3G, kita juga sudah bisa menikmati layanan serba online seperti live streaming, video streaming, game online, dan juga teleconference.

Teknologi 3G kemudian ditingkatkan lagi menjadi teknologi 3.5G HSDPA (High Speed Downlink Packet Access) yang mendukung kualitas jaringan dan kecepatan yang lebih baik.

6. Jaringan Seluler 3.5G: HSDPA

Jaringan 3.5G HSDPA (High-Speed Downlink Packet Access) merupakan peningkatan teknologi khususnya pada sisi kecepatan transfer data melebihi 3G.

Teknologi jaringan ini mampu melayani komunikasi via multimedia di internet menggunakan data video seperti video call ataupun video sharing dengan kecepatan downlink hingga 14 Mbps.

Perbandingannya, 10x kecepatan data puncak dan 6x kapasitas sistem dari sistem jaringan 3G sebelumnya.

Jaringan 3.5G HSDPA disebut juga sebagai super 3G yang di dalamnya juga mencakup teknologi HSUPA (High-Speed Uplink Packet Access) dan HSPA+ (High-Speed Packet Access Plus).

7. Jaringan Seluler 3.95G / 4G LTE

Teknologi jaringan LTE merupakan standar jaringan lanjutan dari generasi sebelumnya yang menyediakan mobile broadband yang tidak hanya cepat. namun juga efisien. Jaringan LTE ini disebut juga 3.95G, dan lebih populer dipasarkan dengan nama 4G LTE.

LTE pertama kali ditemukan oleh NTT Docomo pada tahun 2004 di Jepang, dan mulai dikomersialkan pada tahun 2005 dengan mengikuti standar GSM dan UMTS.

LTE ini menyederhanakan teknologi jaringan nirkabel dengan menggunakan antarmuka radio, dan melakukan peningkatan jaringan inti sehingga berdampak pada kecepatan dan kapasitas jaringan yang signifikan.

Baca juga: Berbagai Kemudahan Bisnis di Era Digital, Mulai Dari Funnel Marketing Hingga Integrasi

8. Jaringan Seluler 4G (Generasi Keempat)

Teknologi jaringan kemudian berkembang lebih pesat ditandai dengan hadirnya generasi jaringan ke-4 yaitu 4G. Teknologi jaringan 4G pertama kali ditemukan pada tahun 2008 dan dikomersilkan di Stockholm, Swedia, Oslo, dan Norwegia pada tahun 2009.

Dari sisi kecepatan, 4G memiliki kecepatan 500x lebih cepat dibandingkan teknologi 3G pendahulunya. Sedangkan dari sisi fungsionalitas, 4G tidak hanya terbatas pada telepon seluler saja, namun juga bisa digunakan di berbagai macam perangkat yang menggunakan gelombang digital.

Teknologi 4G juga membawa sensasi menerima panggilan di atas frekuensi VoLTE (Voice over LTE). Ini membuat kualitas telepon menjadi jauh lebih baik dibanding sebelumnya karena memanfaatkan frekuensi dengan teknologi terbaru.

Dengan kecepatan yang tinggi ini, koneksi 4G bisa digunakan untuk berbagai kepentingan seperti perangkat IoT (Internet of Things) yang sekarang sudah mulai banyak digunakan dan dioperasikan melalui jaringan internet.

9. Jaringan Seluler 5G (Generasi Kelima)

Dikembangkan pertama kali di Korea Selatan pada tahun 2019, kini teknologi 5G ternyata sudah bisa digunakan di Indonesia dengan Telkomsel dan XL Axiata sebagai pelopornya.

Konektivitas yang cepat serta lebih responsif menjadikan teknologi ini akan sangat berguna dalam meningkatkan performa teknologi sebelumnya.

5G saat ini sudah dapat dinikmati di beberapa perangkat dan wilayah di Indonesia. Tentunya hal ini akan sangat berpotensi merubah lanskap jaringan mobile internet yang sudah ada dan akan mempengaruhi perkembangan teknologi lain.

Perbedaan Jaringan 1G, 2G, 3G, 4G, 5G

Untuk merangkuman penjelasan di atas, berikut tabel perbedaan jaringan 1G, 2G, 3G, 4G, dan 5G yang dapat Anda simak. Rangkuman ini dikutip dari Wikipedia, Binus, dan beberapa sumber lainnya.

Jaringan SelulerTeknologiBandwidth
1GOriginal Analog Cellular for Voice:
AMPS atau IS-136, NMT, HICAP, TACS, C 450, C-Netz, Mobite, DataTAC
2–14,4 Kbps
2GDigital Narrowband Circuit Data:
TDMA, PDC, iDEN, DECT, PHPS, CDMAone, GSM
14,4–64 Kbps
3G3G – Digital Broadband Packet Data 
3.5G – HSPA and HSDPA
WCDMA, CDMA2000, TD-SCDMA, UWC-138, DECT+
>2 Mbps
4GDigital Broadband Packet Data All IP:
EDGE atau E-GPRS, W-CDMA atau UMTS, CDMA2000-1X EV/DV dan CDMA2000-1X EV-DO atau IS-856, TD-CDMA atau UMTS-TDD, GAN atau UMA, HSPA, HSDPA, HSUPA, HSPA+, FOMA, HSOPA, TD-SCDMA
2 Mbps – 1 Gbps
5GRadio Waves Reconstruction:
MIMO, Radio Interface
>1 Gbps
Tabel Perbedaan Jaringan Seluler

Perkembangan Jaringan Seluler & Internet di Indonesia

Sebagaimana yang kita tahu, internet pertama kali digunakan oleh Amerika Serikat pada tahun 1969, di mana peran teknologi jaringan tidak terlepas dari hal tersebut.

Dikutip dari Telkomsel, layanan komunikasi via seluler menggunakan jaringan 1G berteknologi NMT (Nordic Mobile Telephone) pertama kali masuk ke Indonesia pada tahun 1984, hasil kerja sama antara PT. Telkom dengan PT. Rajasa Hazanah Perkasa.

Dilanjutkan pada tahun 1993, muncul sebuah proyek percontohan oleh Telkomsel untuk mengembangkan teknologi 2G. Lalu pada tahun 1994, PT. Satelit Palapa Indonesia resmi menjadi operator GSM pertama yang menggunakan kartu SIM, diikuti Telkomsel pada tahun 1995, dan PT. Excelcomindo Pratama pada tahun 1996.

Teknologi jaringan 3G di Indonesia lahir pada tahun 2005 berkat uji coba teknologi berbasis W-CDMA yang dilakukan oleh Telkomsel. Kemudian pada tahun 2006, Telkomsel resmi menjadi yang pertama mengkomersilkan jaringan 3G.

Sampai di masa sekarang, di mana kita telah merasakan teknologi jaringan 4G dan juga 5G.

Jaringan 4G pertama kali diuji coba tahun 2013 di Pulau Bali, dan mulai dikomersilkan pada akhir tahun 2014 di seluruh Indonesia dengan Telkomsel sebagai pelopor utamanya

Saat ini, kita pun sudah bisa mengakses internet dengan menggunakan jaringan 5G. Teknologi jaringan 5G pertama kali diuji coba pada momentum Asian Games tahun 2018 dengan nama “Telkomsel 5G Experience Center.”

Hingga kini, teknologi jaringan 5G terus dikembangkan agar dapat diakses di berbagai bidang oleh masyarakat Indonesia secara keseluruhan.

Baca Juga: 5 Jenis Transformasi Digital yang Bisa Dilakukan Oleh UMKM Indonesia

Penutup

Berkembangnya jaringan internet tidak sebatas pada kecepatan yang lebih baik, namun juga proses digitalisasi di berbagai sektor. Dimulai dari teknologi generasi pertama yang hanya bisa digunakan secara lokal, kini telah berkembang pesat menjadi generasi keempat yang bahkan dipakai untuk mengoperasikan mesin.

Proses digitalisasi tersebut juga turut merubah berbagai pola bisnis yang sudah ada. Mereka yang mampu bertransformasi dan menemukan solusi digital bagi bisnisnya akan mampu bertahan di tengah ketatnya persaingan saat ini.

Teknologi jaringan seluler yang terus berkembang merupakan angin segar bagi bisnis-bisnis digital di Indonesia. Satu langkah tepat yang dapat dilakukan untuk meresponnya adalah dengan perlahan mengadopsi teknologi-teknologi tersebut ke dalam proses bisnis.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Sasana Digital hadir membantu bisnis Anda bertumbuh melalui pendekatan teknologi terkini. Info selengkapnya mengenai layanan kami dapat Anda simak dengan mengklik banner di bawah, ya!

Bagikan Artikel Ini

Aktivitas Terbaru Sasana Digital

/