Blog ›

Digital Marketing Funnel: Pengertian, Tahap & 3 Contohnya

I

Apakah Anda masih awam dengan istilah digital marketing funnel? Salah satu strategi yang memudahkan seorang marketer dalam memahami customer journey adalah dengan strategi funnel digital marketing. 

Di era persaingan bisnis yang semakin intens, penting untuk memahami bagaimana calon customer berinteraksi dengan suatu produk atau bisnis dari awal hingga terjadi pembelian. Dengan informasi itu, marketer akan mendapat pandangan yang lebih jelas untuk memanfaatkan marketing funnel bagi bisnis. 

Lalu, bagaimana tahapan digital marketing funnel dalam bisnis? Artikel ini akan membahas tuntas mengenai funneling digital marketing dari arti, tahap, tipe, hingga contohnya untuk Anda. Simak sampai akhir!

Apa Itu Digital Marketing Funnel?

Nyatanya, penting bagi suatu bisnis untuk mengenal digital funnel agar bisa memetakan strategi pemasaran yang tepat. Lantas, apa yang dimaksud digital marketing funnel?

Digital Marketing Funnel adalah salah satu jenis pemasaran yang menjelaskan tahap perjalanan konsumen sebelum akhirnya memutuskan melakukan pembelian suatu produk. 

Sedangkan menurut Reliablesoft, pengertian digital marketing funnel adalah kerangka kerja yang digunakan untuk membantu dalam menghasilkan trafik atau pengunjung website. 

Setelah itu pengunjung yang datang diperlakukan dengan baik di dalam website agar menjadi pembeli produk atau jasa yang ditawarkan.

Digital marketing funnel divisualisasikan seperti sebuah corong yang menunjukkan jumlah orang yang terlibat dalam setiap tahapan pemasaran. Bahkan, kini corong digital funneling berisi berbagai strategi digital, seperti content marketing, paid advertising, search engine optimization, dan lainnya.

Dengan strategi ini, Anda dapat memahami dengan baik apa yang dipikirkan, diinginkan, atau dibutuhkan oleh target customer terhadap produk atau layanan bisnis Anda.

Baca juga: Marketing Funnel: Panduan Lengkap Tingkatkan Konversi Bisnis

Untuk lebih memahami peran funnel marketing digital dalam suatu bisnis, berikut ini akan dibahas tahap-tahap digital marketing funnel.

Tahapan Digital Marketing Funnel

Untuk mulai menerapkan internet marketing funnel dalam bisnis, berikut ini beberapa tahapan funnel digital marketing yang perlu Anda ketahui. 

Tahapan Digital Marketing Funnel
Tahapan Digital Marketing Funnel

1. Awareness (Kesadaran)

Tahap digital marketing funnel yang pertama adalah awareness (kesadaran). Tahap ini dimulai dengan pengenalan brand kepada calon konsumen. 

Untuk terhubung dengan konsumen potensial, Anda dapat membuat mereka menyadari kehadiran bisnis, produk, layanan, hingga manfaat yang Anda tawarkan. Tahap awareness bisa ditingkatkan dengan melakukan promosi atau iklan melalui channel digital marketing.

Salah satunya melalui strategi content marketing SEO (Search Engine Optimization) dengan menciptakan konten yang informatif untuk menarik audiens berkunjung pada website bisnis Anda.

Selain itu, Anda juga bisa memanfaatkan strategi SEM (Search Engine Marketing), social media, display ads, dan lainnya.

2. Discovery (Penemuan)

Tahap discovery adalah tahap lanjutan dari awareness, yang mana Anda perlu membuat calon konsumen mencari tahu lebih banyak tentang produk, jasa, atau solusi yang ditawarkan. 

Tahap ini bertujuan untuk membuat pelanggan semakin penasaran dengan bisnis atau produk Anda. Adanya rasa penasaran tersebut, tentunya mendorong mereka mencari informasi, baik melalui website ataupun media sosial. 

Untuk itu, Anda bisa membuat konten terkait masalah dan solusi yang dibutuhkan oleh calon konsumen.

3. Consideration (Pertimbangan)

Setelah calon konsumen menemukan bisnis Anda, maka tahap digital marketing funnel selanjutnya adalah pertimbangan. Di tahap ini, produk atau layanan yang Anda tawarkan harus terlihat menonjol dibandingkan milik kompetitor.

Beberapa hal yang bisa membantu Anda untuk menonjolkan produk sehingga mendorong terjadinya pembelian oleh calon pelanggan Anda adalah dengan penerapan strategi retargeting ads, email marketing, SEO, ataupun pembuatan konten tertentu. 

4. Conversion (Konversi)

Setelah melalui tahap pertimbangan, maka tahap digital marketing funnel berikutnya adalah konversi atau mengarahkan calon customer melakukan pembelian. 

Beberapa cara untuk mengubah calon customer menjadi customer Anda adalah dengan marketing campaign untuk mempromosikan bisnis, email marketing untuk pemberitahuan informasi terkait produk, atau SEO untuk memudahkan calon customer menemukan bisnis Anda melalui search engine

5. Customer Relationship (Hubungan Pelanggan)

Di tahap ini, Anda harus dapat menjaga dan membina hubungan baik dengan customer agar mereka terus menggunakan produk atau layanan Anda. 

Tak jarang ada seorang customer yang merasa tidak puas atau mengalami masalah dengan suatu produk atau layanan. Di sinilah, bisnis harus memberikan pelayanan yang memuaskan untuk membantu customer menyelesaikan permasalahan yang dihadapi.

Di era digital, kini sudah banyak tersedia tools yang dapat membantu pebisnis dalam menjaga hubungan dengan customer. Salah satunya adalah Customer Relationship Management (CRM). 

6. Retention (Pertahankan)

Tahap funnel digital marketing yang terakhir adalah upaya bisnis dalam mempertahankan customer. Retention adalah tahap membuat pelanggan Anda melakukan pembelian berulang dan tidak beralih ke kompetitor. 

Di tahap inilah Anda bisa mendapatkan customer yang loyal dengan produk atau layanan yang Anda tawarkan. 

Untuk menjaga loyalitas tersebut, tentunya Anda perlu menganalisa kebutuhan customer. Mintalah testimoni, review, atau saran terkait dari customer sebagai bahan untuk meningkatkan kualitas dan kepercayaan mereka terhadap produk atau layanan Anda. 

Baca juga: Sales Funnel: Arti, Tahapan, hingga Manfaatnya bagi Bisnis

Dikutip dari Semrush, secara sederhana Anda dapat membagi tahapan digital marketing funnel dalam 3 bagian sebagai berikut.

Tahapan Digital Marketing Funnel Tofu, MoFu, Bofu
Tahapan Digital Marketing Funnel Tofu, MoFu, Bofu

1. Top of The Funnel (ToFu)

Tahap Tofu adalah ketika Anda memperkenalkan produk atau layanan bisnis Anda serta masalah yang dapat diselesaikan kepada calon konsumen. Beberapa marketer juga menyebut tahap ini dengan awareness, attention, discovery, atau engagement

Secara teori, semakin banyak orang yang dijangkau, maka semakin banyak orang yang dapat Anda konversi menjadi pelanggan. 

Perlu diingat bahwa Anda tidak boleh hanya fokus pada kuantitas audiens Anda, namun juga pada kualitas audiens. Hal ini agar Anda tidak membuang waktu dan biaya untuk menjangkau audiens yang tidak akan membeli produk atau layanan Anda. 

2. Middle of The Funnel (MoFu)

Middle of the Funnel adalah tempat orang mengidentifikasi masalah dan mencari solusi. Pada tahap ini, mereka ingin tahu produk atau layanan mana yang tepat untuk mereka.

Sebagai contoh, seseorang berpikir bahwa mereka bisa mendapatkan manfaat dari kasur baru. Namun mereka tidak tahu ukuran atau jenis apa yang mereka butuhkan.

Beberapa pemasar membagi ini menjadi tahap interest, consideration, desire, atau evaluation

3. Bottom of The Funnel (BoFu)

Bottom of The Funnel  adalah tahap prospek menjadi pelanggan. Tahap ini juga dikenal sebagai tahap pembelian, keputusan, konversi, atau tindakan.

Pada titik ini, prospek telah melakukan riset dan mereka siap melakukan pembelian. 

Jika mereka belum memilih provider, mereka mungkin akan menuju ke Google. Atau jika mereka telah memilih penyedia, mereka mungkin akan langsung membuka situs web Anda. Untuk itu bisnis Anda perlu memiliki landing page yang baik.

Selanjutnya, kita akan membahas lebih lanjut mengenai apa saja manfaat digital funnel bagi bisnis Anda.

Tipe Metode Digital Marketing Funnel?

Mungkin Anda bertanya-bertanya marketing funnel apa saja? Apalagi dalam bisnis yang mengandalkan digital marketing bisa sangat terbantu dengan adanya hal ini.

Pada faktanya marketing funnel memiliki berbagai tipe. Mulai dari yang khusus digital marketing hingga offline marketing. Dari sekian banyak metode marketing funnel, Sasana Digital telah merangkumnya.

Rangkuman di bawah ini cocok untuk digital marketing secara umum. Sehingga nantinya Anda tinggal kombinasikan sesuai kondisi bisnis Anda.

Berikut ini adalah digital marketing funnel yang telah dirangkum dan direkomendasikan:

1. AIDA

Metode pertama yang menjadi rujukan semua standar bisnis adalah AIDA. AIDA sendiri merupakan inisial A.I.D.A yang akan Anda mengerti bila membaca tulisan ini sampai habis.

Awareness adalah langkah pertama dari funnel marketing. Faktanya banyak perusahaan yang memakai digital marketing dengan memakai bagian funnel ini, yaitu awareness.

Penting menumbuhkan kesadaran orang pada brand bisnis yang kita kelola. Mulai dari segi visual yang berkesan, hingga kata-kata yang sangat menyentuh bagi audiens agar tetap sadar bisnis Anda itu ada.

Selanjutnya ada Interest yang menjadi tindak lanjut dari awareness tadi. Ketika kesadaran sudah dibangun hingga akhirnya konsumen sadar tentang brand Anda.

Digital marketing funnel tahap interest

Maka kesadaran itu akan bertahan bila berhasil memasuki bagian interest. Sebab interest berfokus pada menarik rasa ketertarikan konsumen (yang sudah menyadari dan mengenali brand Anda).

Maka Desire menjadi tahap selanjutnya yang harus digunakan dalam metode digital marketing funnel. Sebab dalam tahap ini fokus brand bukan lagi pada rasa tertarik audiens, tapi rasa keinginan yang sangat tinggi.

Bisa karena mereka merasa butuh dan tidak ada pilihan lain. Misalnya karena apa yang dicari audiens ternyata ada pada brand Anda.

Bisa juga karena konsumen merasa brand Anda sangat mewakili keresahan mereka. Misalnya Anda tukang sate kambing yang bisa membuat menu untuk orang diet.

Hal-hal seperti itu yang membuat desire bisa sukses diterapkan pada usaha Anda. Kalau usaha sukses yang senang Anda juga bukan?

Action menjadi langkah dari funnel marketing terakhir yang dimanfaatkan dalam digital marketing funnel itu sendiri. Sebab apa gunanya semua ini bila tidak ada aksi atau action dari konsumen?

Entah itu aksi membeli, berlangganan email, atau aksi lainnya yang menjadi tujuan awal sejak awareness.

2. ADCC

Setelah membahas AIDA, ada funnel marketing lain yang lebih advance untuk Anda ketahui. Bila dipakai pada digital marketing akan menjadi sebuah keunggulan yang luar biasa.

ADCC sendiri adalah inisial dari A.D.C.C yang diawali dengan awareness dan diakhiri conversion.

Awareness menjadi awal dari sebuah kegiatan branding. Apalagi para ahli marketer sering menggunakan istilah branding awareness.

Hal ini karena memang awareness tidak lepas dari yang namanya branding. Yaitu membuat konsumen mengenal identitas brand.

Setelah mengenal identitas brand maka ada tahap selanjutnya. Discovery sebagai langkah kedua. Konsumen mulai memahami visi misi, kelebihan, dan kekurangan brand di setiap produk atau jasa.

Proses discovery ini penting karena konsumen menemukan fakta-fakta untuk percaya pada sebuah brand.

Consideration menjadi langkah selanjutnya dalam digital marketing funnel. Setelah melihat fakta-fakta pada brand, tidak semua konsumen percaya begitu saja.

digital marketing funnel tahap consideration

Sebab pada fase ini konsumen mencari kesesuaian. Sesuai pada apa yang mereka pahami dan bila sejalan dengan kebutuhan keyakinan konsumen.

Conversion adalah tahap terakhir dari funnel digital marketing. Ini menjadi hal lumrah sebab bisnis membutuhkan konversi untuk terus bertahan sehingga tidak berhenti memberikan layanannya.

Conversion adalah momen saat pembeli akhirnya membayar sebuah brand. Baik itu karena membeli atau memesan. Perlu diperhatikan fase conversion ini tidak bisa sembarangan dipercepat.

Sebab butuh waktu untuk konsumen benar-benar membeli. Bisa juga cepat bila memang permasalahan sangat penting sehingga konsumen akan berpikir cepat dan membeli dengan cepat.

Manfaat Digital Marketing Funnel

Dengan melakukan funnel marketing digital yang tepat, Anda dapat menyajikan informasi dan membagikan informasi tersebut pada channel yang sesuai dengan target customer Anda. 

Selain itu, melalui digital funnel Anda juga dapat mengetahui bagaimana customer bergerak, menentukan cara mendekati prospek, atau menyusun pesan yang tepat bagi target customer. Dengan strategi ini, Anda juga dapat meminimalisir risiko kehilang existing customer.

Untuk lebih lanjut, di bawah ini dijelaskan beberapa manfaat digital marketing funneling untuk perkembangan bisnis Anda.

• Memahami Calon Pelanggan Lebih Baik

Digital marketing funnel dapat membantu Anda dalam memberi pemahaman yang lebih baik terkait target pasar. 

Dengan membangun model pemasaran ini, Anda bisa mendapatkan peluang untuk menggali apa yang memotivasi calon konsumen untuk membeli produk. Kemudian, Anda dapat mengolah pesan merek menjadi apa yang mereka butuhkan dan inginkan.

Baca juga: Pahami Perilaku Konsumen agar Bisnis Auto Cuan. Yuk, Peka!

• Lebih Mudah Membina Hubungan dengan Konsumen

Saat Anda bicara pada konsumen terutama dengan banyak konsumen, pasti mereka memiliki banyak perbedaan pengalaman di masing-masing konsumen.

Sehingga Anda bisa lebih mudah bicara pada mereka tentang value, kebutuhan, dan hal penting lainnya untuk membuat konsumen yakin membeli.

• Meningkatkan Traffic Bisnis

Manfaat digital marketing funnel juga membantu meningkatkan ROI (Return on Investment) dalam kampanye pemasaran. 

Dalam kampanye pemasaran, ROI dapat digunakan untuk mengukur keberhasilan kampanye tersebut dan memastikan bahwa anggaran pemasaran dialokasikan dengan efektif untuk kebutuhan bisnis. 

Baca juga: 11 Tips Digital Marketing Ini Ampuh Membantu Strategi Bisnis

• Mendapat Lebih Banyak Target Konsumen

Ketika mendapatkan konsumen dengan digital marketing funnel, tentunya mereka telah melewati tahap awarenes dan tahap lainnya. Sehingga konsumen atau lead yang didapat memiliki kualitas tinggi.

Kualitas tinggi bermakna memiliki kualitas yang dibutuhkan sebagai pembeli atau pengguna jasa. Misalnya rasa penasaran, rasa butuh, dan memahami kegunaan produk.

• Menambah Pendapatan atau Revenue Bisnis

Saat Anda menerapkan digital marketing funnel banyak aspek marketing yang sudah bisa berjalan secara otomatis. Maka effort yang dikeluarkan lebih sedikit dibanding hasil yang lebih banyak.

Sebab apa yang kita bahas saat ini juga merupakan bagian dari digital marketing conversion funnel. Jadi secara matematis dalam budget bisnis, pasti Anda lebih untung.

Baca juga: Biaya Akuisisi di Digital Marketing: Ini Cara Anti Boncosnya

Contoh Digital Marketing Funnel dalam Bisnis

Contoh marketing funnel yang baik adalah dari kasus bisnis langsung. Dalam tulisan ini Sasana Digital telah merangkum contoh funnel marketing yang bisa memantapkan dalam implementasi digital marketing funnel.

Marketplace: Dari Add to Cart ke Purchase

Pengalaman belanja di marketplace tentu berbeda dengan belanja langsung di supermarket. Salah satu yang membedakan adalah: calon pembeli bisa membandingkan produk seluas-luasnya, tanpa terhalang jarak, biaya bensin, dan cuaca hujan.

Pada sisi lain ini membuat banyak distraksi terjadi ketika calon pembeli sedang mencari barang. Maka tak heran ada pembeli yang hanya melihat-lihat kemudian tidak ada action apa-apa, karena memang hanya sekadar cek barang saja.

Namun, ada juga mereka yang memutuskan untuk menambah barang mereka ke cart atau keranjang belanja. Calon pembeli ini tentu sudah selangkah lebih dekat ke pembelian.

Tapi sekali lagi, marketplace atau e-commerce adalah platform yang banyak distraksi. Terkadang calon pembeli bisa meninggalkan keranjang mereka begitu saja, dan lupa melakukan checkout.

Dengan funnel, Anda bisa membagi mana calon pembeli yang hanya melihat-lihat dan mana calon pembeli yang siap membeli tapi lupa melakukan checkout. Sehingga Anda bisa menarget untuk mengingatkan kembali.

Tentu saja ada banyak pendekatan yang bisa Anda berikan, seperti diskon atau promo spesial yang mempengaruhi calon pembeli untuk segera melakukan checkout.

Baca juga: 10 Poin Kelebihan dan Kekurangan Marketplace, Apa Saja?

EdTech: Dari Install ke Pembelian

Tidak semua orang mau mengeluarkan uang untuk membeli kelas online. Apalagi mengingat stigma kelas online yang masih dipandang sebelah mata, membuat penyedia kelas online harus memikirkan cara meyakinkan calon pengguna untuk segera memilih layanan tertentu.

Dari sinilah funnel akan bermain peran. Melalui funnel, penyedia layanan bisa mengkategorikan para calon pengguna yang berada di tahap berbeda-beda.

Mulai dari pengenalan produk, sudah melakukan install aplikasi, sudah melakukan sign up, dan siap melakukan pembelian. Maka penyedia aplikasi bisa memberi pendekatan promosi yang sesuai dengan tahapan dimana calon pengguna mereka berada.

B2B: Dari Download Data ke Leads

Industri B2B atau business to business dikenal sebagai pasar yang lumayan alot. Sebuah bisnis mungkin memerlukan waktu yang tidak sebentar dari tahap pengenalan sampai akhirnya deal menjadi klien. Tentu waktu yang panjang bisa jadi celah dan membuat calon klien tidak jadi bertransaksi dengan Anda.

B2B sering menggunakan strategi marketing funnel dengan melakukan pendekatan di awal, dan biasanya menawarkan data yang bernilai atau valuable insight yang mereka miliki.

Misalnya, konsultan industri manufaktur bisa memberi data-data seputar improvisasi lini produksi sampai konsumen kepada calon klien mereka dengan revenue/keuntungan tertentu.

Sehingga nantinya ini bisa membuat lead lebih berkualitas dan menumbukhkan bisnis itu sendiri. Maka B2B seperti ini juga sangat terbantu dengan digital marketing funnel.

Baca juga: Platform Marketplace B2B: Keuntungan dan Segudang Peluangnya

Track Record Sasana Digital sebagai Penyedia Pelatihan Digital Marketing

Sebagai penyedia layanan konsultasi dan pelatihan digital marketing, Sasana Digital siap membantu menjawab kebutuhan Anda terkait digital marketing funnel atau berbagai strategi lainnya. Berikut ini portofolio kami dalam mengatasi masalah marketing digital dalam bisnis.

1. Private Training Digital Marketing

private training digital marketing funnel

Sasana Digital sebelumnya telah berperan dalam mengelola kebutuhan dan strategi digital marketing untuk sebuah Klinik Ibu dan Anak. Proses tersebut diselesaikan melalui salah satu layanan private training kami, yang bisa diikuti hingga 4 anggota tim bisnis Anda. 

Kembali ke case, kami dan klien sepakat untuk menerapkan perencanaan strategis dan konten yang disesuaikan dengan target audiens. Alhasil, klinik tersebut berhasil menarik lebih dari 20 ribu pengikut secara organik yang secara khusus berfokus pada konsumennya.

Berikut ada pula testimoni salah satu klien bisnis yang sudah menggunakan layanan private training di Sasana Digital:

2. Corporate Training Digital Marketing

Layanan Corporate Training digital marketing funnel

Selanjutnya, terdapat jenis pelatihan korporat (Corporate Training) yang disediakan untuk perusahaan yang ingin melibatkan lebih banyak anggota tim dalam pelatihan, yaitu antara 6-8 orang. Materi digital marketing yang disediakan lebih fresh sesuai update terkini, practical, dan terukur.

Sebagai bagian dari portofolio, Sasana Digital pernah melakukan Audit Konten dan Pengaturan Meta Ads untuk mengidentifikasi kelemahan strategi pada sebuah Bisnis Travel Umroh. 

Akhirnya, prinsip ABC (Audience Benefit Content) menjadi salah satu strategi dan konsep yang diterapkan untuk kebutuhan perusahaan ini. Dampaknya, bisnis travel umroh tersebut mengalami peningkatan omset hingga 2,4 miliar dengan ROAS lebih dari 20x dalam waktu 2 minggu.

3. Audit Digital Marketing

layanan audit digital marketing funnel

Tak jarang kami menemui kasus di mana pebisnis memiliki kebingungan atas permasalahan dan solusi yang mereka butuhkan. Berangkat dari hal tersebut, Sasana Digital membuka program konsultasi dan audit, yaitu segenap proses yang melibatkan tahap pendampingan.

Melalui pemeriksaan menyeluruh terhadap semua saluran pemasaran digital (all channel) yang dimiliki oleh bisnis, kami dapat mengetahui apa yang sebenarnya bisnis Anda butuhkan.

Sebagai contoh, salah satu klien kami yang menjalankan bisnis Toko Mainan, mendapatkan bimbingan melalui layanan konsultasi dan audit. Output-nya, mereka berhasil meningkatkan penjualan sebanyak 50% melalui saluran penjualan di salah satu marketplace Indonesia dalam waktu 1,5 bulan.

4. Consulting Digital Marketing

layanan consulting digital marketing funnel

Kami juga membuka sesi konsultasi bisnis, aktivitas ini biasa dilaksanakan secara langsung dua kali dan juga dilengkapi dengan konsultasi melalui WhatsApp selama 3 minggu.

Selama proses konsultasi, klien kami yang beroperasi di bidang Fashion Wanita mendapatkan panduan dan arahan untuk memperbaiki aspek-aspek penting pada saluran digital yang digunakan oleh bisnis mereka.

Lebih lanjut, dalam tahap audit, kami mengidentifikasi beberapa hambatan. Sasana Digital kemudian membantu dalam merancang strategi untuk meningkatkan konversi penjualan bisnis klien, yang terbukti berhasil dengan peningkatan pendapatan hingga 150% dalam waktu 2 bulan.

Cakupan Topik Training dan Konsultasi 

Yuk, kenali dulu lebih lanjut jenis-jenis layanan yang ada di Sasana Digital! Berikut ini banner cakupan topik dan konsultasi yang bisa Anda pahami dan sesuaikan. Bahkan Anda bisa konsultasi gratis dengan kami!

banner topik pelatihan & konsultasi di jasa pelatihan digital marketing funnel

Pertanyaan Seputar Funnel Digital Marketing

Ada beberapa pertanyaan menarik yang berkaitan dengan digital marketing funnel. Di bawah ini tersedia beberapa pertanyaan yang mungkin bisa menjawab rasa penasaran Anda terkait hal funneling digital marketing.

1. Apa Itu “Funnel” dalam Digital Marketing?

Marketing funnel adalah bentuk lain dari customer journey, yang mana proses ini menjelaskan dari awal proses seseorang tidak mengenal suatu brand hingga menjadi pelanggan dari brand tersebut. 

2. Apa Saja Langkah-Langkah dari Funnel Digital Marketing?

Terdapat 5 langkah funnel digital marketing yang perlu Anda ketahui, yaitu Awareness (Kesadaran), Interest (Ketertarikan), Consideration (Pertimbangan), Action (Tindakan), hingga Retention (Pengulangan).

3. Apa Contoh Funneling dalam Digital Marketing?

Marketing funnel digital adalah strategi pemasaran untuk menargetkan seseorang menjadi pelanggan suatu bisnis. Sebagai contoh, sebuah perusahaan sedang menjalankan pemasaran produk pakaian melalui e-commerce. 

Seorang calon konsumen melihat  iklan produk Anda di media sosial untuk pertama kalinya. Adanya ketertarikan, ia pun memutuskan membeli produk pakaian Anda dan ketika ia merasa puas besar kemungkinan terjadi pembelian ulang.

Penutup

Itulah pembahasan mengenai digital marketing funneling. Digital marketing funnel adalah alat yang tepat untuk membantu bisnis Anda mengidentifikasi masalah dan menemukan solusi untuk mengatasi hambatan yang terjadi pada proses bisnis. 

Apabila Anda masih bingung bagaimana mengembangkan bisnis ke arah digital marketing, kini Sasana Digital telah siap membantu Anda. Klik banner di bawah ini dan dapatkan Layanan Training bersama trainer profesional kami untuk membantu pengembangan bisnis Anda menuju era digital secara nyata.

Bagikan Artikel Ini

Layanan Sasana Digital