Blog ›

Cara Membuat Konten yang Menarik di Instagram dan YouTube

I

Anda bertanya-tanya cara membuat konten yang menarik? Tulisan ini sebenarnya akan membantu Anda membuat konten Instagram dan konten YouTube.

Rasanya semua orang ingin sukses di media sosial. Baik itu sebagai pebisnis maupun secara individu. Sebab semakin banyak konten yang bertebaran di media sosial.

Maka jangan ragu membaca tulisan ini hingga selesai. Sebab konten media sosial akan Anda pahami dengan baik setelah membaca tulisan ini.

Konten yang Baik Seperti Apa?

Sebelum masuk pada pembahasan cara membuat konten yang menarik, ada baiknya Anda memahami konten yang baik itu seperti apa. Mari lihat dari sisi yang unik.

Barangkali Anda berpikir konten yang baik adalah konten yang banyak likes, komentar, dan share? Itu namanya konten viral, bukan konten yang baik.

Pada dasarnya konten yang baik adalah konten yang memiliki 5 kualitas di bawah ini:

1. Konten Harus Orisinil

Seberapa benci orang-orang dengan konten bajakan? Apalagi bila konten bajakan tersebut malah merugikan orang lain.

Jangan sampai Anda membuat konten di Instagram dan YouTube tetapi tidak orisinil dan malah merugikan orang lain. Nantinya konten Anda akan sepi pengunjung.

Kalaupun mendapat inspirasi dari orang lain, coba lakukan beberapa hal yang membuat konten Anda nampak berbeda. Sehingga orang-orang akan berpikir bahwa Anda bukan plagiat konten.

2. Konten Memberi Jawaban Akurat

Seberapa banyak HOAX bertebaran di luar sana? Anda pasti tidak ingin menerima kebohongan kan? Itu juga sama dengan apa yang dipikirkan oleh audiens.

Konten yang Baik Menjawab Pertanyaan Pembaca

Bila Anda sendiri tidak ingin menerima konten HOAX, apalagi orang lain? Maka buatlah konten yang memberi jawaban akurat.

3. Headline yang Jelas dan Kuat

Headline pada konten harus memiliki sifat yang jelas dan kuat. Seperti apa itu jelas dan kuat? Yaitu jelas menyebut topik utama dan kuat dari segi pemilihan kata.

Konten yang Baik Dimulai Dari Headline

Seperti pada gambar di atas, mari kita contoh dari IDN Times. Headline yang dipilih sudah memiliki sifat jelas dan kuat. Yaitu jelas ingin membahas tentang apa. Ditambah pemilihan kata yang membuat kita yakin bahwa ini berita penting.

Sehingga banyak orang yang tergerak untuk mengunjungi konten tersebut. Terlepas apakah itu konten tentang kriminal atau hal lainnya.

4. Visual yang Sesuai Konteks

Dari zaman dahulu hingga saat ini, mereka yang berhasil pada bisnis tidak pernah meremehkan visual. Bisa kita lihat pada pemasaran media sosial yang dilakukan Apple, Pocari Sweat, dan Kopi Kenangan.

Begitu juga dengan tulisan, dari zaman buku masih dicetak hingga zaman buku bisa dibaca secara digital, visual sangat membantu para pembaca untuk memahami isi yang disampaikan.

Mulai dari konten tutorial, hingga konten drama yang menghibur sangat penting dalam memanfaatkan visual demi konten. Sehingga konten Anda disukai banyak orang.

5. Gunakan Bahasa yang Dua Arah

Konten yang baik adalah konten yang dua arah. Buatlah seakan-akan Anda mengajak ngobrol langsung audiens. Mereka merasa betah akan hal itu.

Coba tanyakan sesuatu pada audiens atau ajak melakukan vote agar ada keterlibatan dengan mereka. Sehingga mereka merasa lebih dekat melalui konten.

Konten yang menarik dengan bahasa dua arah

Seperti pada gambar di atas yang bisa kita lihat. Dalam konten milik Tempat Belajar, memakai gaya bahasa yang ikut melibatkan audiens. Apalagi bila produk atau jasa sudah dapat dipercaya, maka teknik ini sangat manjur.

Baca Juga: Content Marketing: Pengertian, 29 Tipe, dan Trennya di 2023

Ini Cara Membuat Konten Menarik

Setelah memahami konten yang baik, kini saatnya memahami konten yang menarik. Sangat disayangkan bila konten sudah baik tetapi gagal menarik perhatian, betul?

Simak poin-poin di bawah ini agar konten yang Anda buat di media sosial menjadi menarik. Sehingga Anda akan menjadi pembuat konten yang tidak baik tetapi juga menarik.

Jangan Lupakan Hashtag dan Emoji

Namanya media sosial, pasti tidak lengkap rasanya bila tanpa hashtag. Apalagi emoji yang menjadi ciri khas media sosial, harus ada pada konten.

Sebab kalau tak ada emoji, maka media sosial tak ada bedanya dengan situs berita yang kaku dan bersifat sangat resmi.

Maka coba pertimbangkan untuk memakai emoji pada konten Anda. Tetapi yang harus diingat adalah gunakan emoji pada posisi yang tepat di sebuah konten. Jangan asal menebar banyak emoji dalam sebuah konten.

Misalnya dalam konten Instagram, coba pakai emoji pada caption atau pinggiran foto agar lebih menarik hati para audiens. Sehingga mereka betah melihat konten.

Jika dalam konten Youtube, silakan pakai emoji pada beberapa scene agar membuat mata segar. Variasi pada editing video membuat audiens lebih betah berlama-lama.

Tujuan Brand Membuat Konten Apa?

Pertanyaan tujuan membuat konten bisa dijawab dengan banyak hal. Tetapi bagi bisnis dan influencer, setiap konten ada tujuannya.

Hal itu yang membuat mereka tahu caranya menarik netizen dengan konten. Sebab tujuan dari konten sudah jelas ditentukan sebelumnya.

Apakah sebuah konten dibuat untuk berjualan? Untuk berkenalan? Untuk mengambil empati? Banyak tujuan yang bisa dicapai dengan konten.

Contohnya bila bisnis Anda ingin membuat pelanggan baru loyal, cobalah buat konten yang meningkatkan loyalty user. Sehingga konsumen baru Anda menjadi setia.

Bagaimana caranya? Salah satunya bisa dengan apresiasi mereka. Yaitu memberi potongan harga bagi mereka yang selalu melakukan transaksi setiap pekan dalam satu bulan.

Buatlah konten tentang itu di media sosial, dan pastikan mereka melihat hal tersebut. Pada akhirnya mereka akan datang lagi pada brand Anda sebagai pelanggan setia.

Termasuk juga dalam menggunakan emoji, bila Anda sudah tahu tujuan konten, maka tak akan bingung dalam menambahkan emoji di konten media sosial bisnis Anda.

Baca Juga: 5 Fungsi Media Sosial dan Prediksinya Pada Bisnis 2023

Riset Konten Video dan Konten Gambar

Setelah menentukan tujuan dari pembuatan konten, ada baiknya Anda harus melakukan riset. Yaitu kegiatan stalking yang menghasilkan informasi berharga.

Mulai dari informasi brand apa yang disukai audiens. Itu bisa menjadi rujukan Anda dalam membuat konten. Bukan berarti menjiplak, tetapi buatlah tiruan yang lebih kreatif dan bagus.

Bisa pula melihat informasi KOL seperti apa yang konsumen Anda follow. Apakah mereka following Keanu? Dian Sastro? Maudy Ayunda? Atau KOL lainnya yang mereka follow.

Selain itu informasi seperti barang kesukaan, hewan favorit, dan warna kesukaan juga bisa dilihat dari media sosial konsumen. Hal-hal tersebut bisa membantu Anda dalam pembuatan konten.

Pertahankan Kualitas Tulisan, Gambar, dan Suara

Konten yang menarik adalah konten yang memanjakan Anda secara visual, suara, dan teks. Sepakat akan hal itu?

Maka tentunya konsumen Anda juga akan menikmati konten yang kualitas gambar, tulisan, dan suaranya baik. Apalagi bila dipertahankan terus menerus.

Sebab menurut penelitian yang dilakukan Google, konsumen sangat mempertimbangkan transaksi dari konten yang mereka lihat. Mulai dari gambar, video, dan bahkan teks sekalipun.

Ingat bahwa kualitas dari sebuah konten sangat berguna bagi kemajuan digital marketing funnel sebuah brand. Ketika Anda meremehkan hal ini maka bisnis hanya bergerak di tempat yang sama.

Baca Juga: Digital Marketing Funnel: Pengertian, Metode, dan Manfaat

Cara Membuat Konten

Belajar tentang konten yang menarik? Sudah. Belajar konten yang baik? Juga sudah. Semua itu sudah dibahas pada tulisan di atas.

Selanjutnya, tulisan ini akan membantu Anda bagi yang belum tahu caranya membuat konten. Lebih tepatnya konten pada Instagram dan juga YouTube. Mari simak tulisan ini hingga Anda mengerti.

a. Simak Cara Membuat Konten Instagram

Pertama yang harus Anda lakukan dalam membuat konten pada Instagram adalah memilih tipe format apa yang ingin Anda suguhkan? Apakah itu konten reels? Apakah itu konten foto? Atau konten bermacam-macam seperti carousel?

Setelah menentukan tipe format konten, kemudian mari lihat konsumen/audiens Anda. Mereka sedang menyukai trend apa? Apa ada suatu trend yang mewakili mereka? Bila iya gunakanlah trend itu!

Selanjutnya tentukan narasi seperti apa yang ingin disampaikan. Apakah hanya memberi tahu sebuah produk? Atau dibalut dengan tips dan trik agar lebih menarik?

Setelah itu buat visual yang cocok dengan narasi konten yang ingin Anda sampaikan. Jangan sampai bila ingin menyampaikan sebuah produk kesehatan, malah memilih gambar yang tidak mencerminkan orang sehat.

Atau Anda bisa membuat konten yang memperlihatkan orang sakit lalu di ujungnya tunjukkan bahwa produk Anda mampu membantu kesehatan audiens Anda.

Kemudian tambahkan hashtag dan emoji untuk membuat konten semakin menarik. Sebab konten yang memakai emoji dan hashtag memiliki engagement lebih tinggi.

Pada tahap akhir, promosikan konten Anda melalui digital marketing channel yang bisa diandalkan. Mulai dari share di story Instagram sampai share pada beda platform.

Baca Juga: 6 Digital Marketing Channel pada Bisnis: Perbedaan + Tipsnya

b. Simak Cara Membuat Konten YouTube

Sejak ada YouTube Shorts, kini sebelum membuat konten di YouTube harus memilih dulu format seperti apa yang ingin Anda buat dalam brand. Apakah video biasa berdurasi panjang atau YouTube Shorts yang wajib berdurasi singkat?

Setelah itu lihat dan riset pada subscriber Anda, apakah mereka didominasi anak muda atau orang tua? Apakah campuran dari keduanya? Topik seperti apa yang kira-kira sedang trend di sekitar mereka? Coba manfaatkan hal-hal tersebut dalam proses pembuatan konten.

Kemudian catat narasi atau cerita yang ingin disampaikan. Apakah sebuah tutorial atau ulasan terhadap sebuah peristiwa? Baik itu peristiwa bisnis maupun peristiwa sensasional.

Setelah tadi terbentuk dan tercatat apa saja yang akan disampaikan. Kini saatnya action yaitu perekaman video. Pastikan kamera Anda bisa merekam semua objek yang penting dalam video ini. Anda juga bisa memastikan apakah suara dalam video Anda bising atau tidak.

Lantas jangan lupa setelah perekaman video, lakukan editing yang maksimal. Namun ingat jangan sampai proses editing menunda jam tayang terlalu lama. Bisa-bisa video Anda terlalu basi karena sudah tidak relevan lagi.

Tentunya setelah editing selesai waktunya upload ke YouTube. Pastikan judul dan deskripsi sesuai dengan apa yang ingin disampaikan. Hal itu membuat konten YouTube Anda ditonton pada orang yang tepat.

Bila Anda mengerjakan langkah-langkah tadi. Mulai dari membuat konten di Instagram dan konten di YouTube, maka brand yang Anda kelola bisa memasarkan produk atau jasa melalui media sosial.

Sangat menguntungkan bukan?

Ciri-ciri Pemasaran dengan Media Sosial

Pemasaran lewat media sosial menjadi jalan yang direkomendasikan bagi perusahaan dan para pebisnis. Terutama dilihat dari segi kemudahan dan biaya.

Berikut sudah Sasana Digital rangkum 5 ciri pemasaran dengan menggunakan media sosial:

1. Entertaining

Dilansir dari Saltwater (sebuah agensi Amerika ternama) mengatakan bahwa entertaining menjadi ciri pertama dalam pemasaran media sosial.

Media sosial menjadi tempat berkumpul orang-orang karena bisa menghibur. Maka sebagai brand harus bisa menciptakan pemasaran yang menghibur bagi audiens di media sosial.

Hal ini juga mendukung bagi para perbisnis yang ingin mengembangkan bisnisnya melalui konten marketing. Selama konsisten dan entertaining terhadap pelanggan.

Baca Juga: Mengapa Konten Marketing Menjadi Hal Penting Bagi Bisnis?

2. Aspirational

Ciri kedua dilansir dari Saltwater, pemasaran dengan media sosial harus aspirasional. Maksudnya adalah sejalan dengan apa yang cita-citakan oleh audiens di Instagram atau media sosial lainnya.

Bila Anda ingin memiliki banyak audiens dari media sosial maka perhatikan harapan-harapan yang ada pada followers brand Anda.

3. Actionable

Pemasaran dengan media sosial harus membuat perusahaan menyediakan konten yang siap untuk ditindak lanjuti oleh audiens. Sehingga jumlah followers bukanlah sebuah angka.

Aksi yang diarahkan oleh brand harus sesuai dengan aspirasi para pembeli dan inspirasi yang selalu disebutkan oleh akun brand.

4. Joinable

Joinable di sini adalah perasaan bergabung yang ditimbulkan dari konten media sosial pada audiens yang ada.

Sebuah bisnis harus bisa menciptakan rasa berpartisipasi dengan para audiensnya. Apalagi pada platform media sosial seperti Instagram.

Banyak fitur dari Instagram yang bisa dimanfaatkan agar brand Anda menciptakan partisipasi dengan customer Anda.

5. Pay Off

Maksud dari pay off ini adalah sebuah bisnis harus memiliki sifat pay off, yaitu menghasilkan sesuatu.

Semua customer yang melakukan follow pada brand Anda ingin hasil yang nyata dari brand Anda. Entah itu produk gratis, testimoni yang jujur, dan curhatan pembeli yang diselesaikan.

Penutup

Pada akhirnya konten yang baik di media sosial pasti bisa dipakai untuk pemasaran suatu produk atau jasa. Pada banyak kasus bisnis, konsumen tidak sadar terpikat pada sebuah brand karena konten mereka yang bagus.

Bayangkan bila itu terjadi pada brand Anda, seberapa banyak konsumen yang akan Anda raup? Belum termasuk pada konsumen yang memang betul-betul terbantu dengan hadirnya brand Anda.

Meski kadang bingung harus memulai darimana agar orang-orang bisa berminat pada produk dan jasa Anda melalui internet. Entah itu di media sosial maupun di marketplace.

Sasana Digital bisa menjadi pilihan Anda yang akan membantu memberantas kebingungan Anda dalam menarik hati konsumen melalui online. Ajak tim bisnis Anda dan klik banner di bawah untuk memulai bisnis yang semakin bertumbuh.

Bagikan Artikel Ini

Layanan Sasana Digital