Blog ›

10 Tugas Utama Divisi Marketing untuk Pemasaran yang Efektif

I
Reading Time: 5 minutes

Apakah Anda pernah melihat sebuah perusahaan yang tidak kunjung berkembang? Atau bahkan melihat perusahaan yang gulung tikar? Nah, salah satu penyebabnya adalah karena perusahaan tersebut tidak mempunyai tim pemasaran yang baik.

Tugas dan tanggung jawab divisi pemasaran membawa pengaruh besar di dalam perusahaan, di mana hampir segala hal terkait produk dan layanan dikelola sedemikian rupa hingga sampai ke tangan pelanggan.

Menjadi seorang marketer tidaklah mudah, dibutuhkan keterampilan dan pengetahuan yang mumpuni untuk akhirnya menjadi marketer yang profesional. Berbagai tugas divisi pemasaran perlu dikuasai dengan lebih matang.

Lantas, apa saja tugas divisi pemasaran? Lebih lengkapnya, simak artikel di bawah ini! 

Mengenal Apa Itu Divisi Marketing

Divisi Pemasaran atau Divisi Marketing merupakan salah satu divisi yang ada di sebuah perusahaan, dan berperan dalam memasarkan produk, jasa, atau layanan yang dimiliki perusahaan itu kepada pelanggannya.

Di dalam divisi tersebut terdapat “Staff Marketing” yang memiliki keterampilan/skill yang beragam.  

Orang-orang tersebut memiliki skill dan kemampuan dalam bidangnya masing-masing. Seperti Social Media Specialist, Market & Business Analyst, Business Development, Advertising Analyst, dan skill lainnya yang dapat membantu berjalannya sebuah kegiatan pemasaran di dalam bisnis. 

Sehingga dengan menyatukan kemampuan setiap bidang keahliannya, kegiatan pemasaran akan berjalan dengan optimal. Ini akan berdampak kepada perkembangan suatu bisnis untuk bisa lebih maju lagi meraih kesuksesan.

Fungsi Utama Divisi Marketing dalam Perusahaan

a. Pengembangan Produk

Pengembangan produk sebagai strategi untuk produk baru yang merupakan produk yang original, produk yang disempurnakan, produk yang dimodifikasi, dan produk baru yang baru dikembangkan melalui usaha riset dan pengembangan.

Tujuan utama melakukan pengembangan produk adalah agar tetap memberikan nilai dan manfaat yang maksimal kepada konsumen serta menambah omzet penjualan.

Selain itu, pengembangan produk juga bertujuan untuk mempertahankan daya saing terhadap produk yang sudah ada, memenangkan persaingan, serta untuk memberikan jenis kepuasan yang baru kepada konsumen.  

b. Harga Produk/Jasa atau Biaya Layanan

Price atau harga adalah sejumlah uang yang dikeluarkan konsumen untuk menggunakan produk. Harga yang terlalu rendah akan membahayakan keberlangsungan bisnis. Di sisi lain, jika harga terlalu tinggi juga akan menyurutkan minat pembeli. 

Oleh karena itu, seorang marketer perlu menempatkan harga yang tepat agar konsumen tidak keberatan dalam membeli suatu produk. 

c. Kegiatan Promosi

Tugas bagian pemasaran dapat memperkenalkan atau mempromosikan setiap produk dan perusahaan yang sudah dihasilkan dan disebarluaskan kepada masyarakat.

Sehingga perusahaan dan produknya dapat dikenal dan perusahaan juga dapat memiliki jumlah peminat yang banyak terhadap produk yang dihasilkannya.

Tugas marketing yang satu ini harus selalu direncanakan oleh para marketer, agar kegiatan promosi dapat berjalan dengan lancar. Namun selain itu, marketing juga harus mengetahui jenis promosi apa saja yang ingin digunakan, dapat menggunakan brosur, banner, dan lain sebagainya.

Maksud dari kegiatan promosi ini adalah mengenalkan produk kepada masyarakat. Promosi dapat berupa publikasi maupun pemberian bonus. Publikasi dapat melalui televisi, radio, atau internet sebagai media yang sedang banyak digunakan oleh masyarakat.

Konsumen pada umumnya tertarik dengan adanya bonus. Pemberian bonus dapat berupa diskon, souvenir, voucher, garansi, dan masih banyak lagi. Pemberian bonus sebaiknya dibatasi waktunya. Hal ini untuk menghindari kerugian perusahaan.

d. Pemilihan Tempat atau Lokasi

Seorang marketer harus dapat membuat strategi pemasaran dengan menentukan lokasi pasar manakah yang akan menjadi tempat perusahaan mempromosikan produk atau layanannya. 

Strategi pemasaran yang dilakukan dapat berupa offline ataupun online. Tentu pemilihan tempat promosi pun akan berbeda. Jika offline, seorang marketer akan memilih tempat apakah lokasi usaha akan berjalan. Pada pusat kota atau lokasi yang memiliki tingkat kepadatan penduduk.

Dapat pula berupa memperhatikan sumber pendapatan masyarakat di lokasi sekitar. Ini juga merupakan suatu hal yang penting yang perlu diperhatikan. Karena sumber pendapatan sangat berkaitan erat dengan minat daya beli terhadap produk.

Semakin besar pendapatan maka semakin tinggi pula minat beli suatu produk meski produk tersebut relatif mahal. 

Selain offline, marketer juga harus dapat memilih tempat jualan melalui media online, marketer akan memilih platform mana yang cocok untuk digunakan, jika Anda menjual produk/barang yang tidak perlu branding, maka platform yang cocok adalah memasarkan produk melalui marketplace yaitu shopee maupun tokopedia.

Atau jika Anda membutuhkan branding produk, marketer akan memberikan pilihan platform media sosial seperti Instagram ataupun TikTok untuk menjadi media dalam promosikan bisnis. 

10 Tugas Divisi Marketing bagi Perkembangan Bisnis

Berikut beberapa tugas dan tanggung jawab utama divisi marketing

1. Riset Informasi dan Analisa Tren Pasar

Tugas bagian pemasaran yang pertama adalah riset informasi dan analisa tren pasar. Sebelum melakukan pemasaran produk, ada baiknya untuk riset informasi dan analisa tren pasar yang terbaru dan terkini. 

Ini bertujuan agar sebuah perusahaan dapat memasuki pasar yang tepat. Misalnya, saat ini tren pasar yang sedang booming adalah melakukan penjualan produk melalui platform media sosial TikTok. Semua orang berbondong-bondong untuk dapat menjualkan produknya melalui platform TikTok tersebut. 

Semua jenis metode pembayaran secara digital dapat dilakukan dalam platform TikTok, baik itu melalui Dana, Cash Payment at Indomaret/Alfamart, hingga Cash On Delivery (COD). Hal tersebut dapat memudahkan konsumen untuk melakukan transaksi pembayaran saat membeli produk. 

2. Menganalisis Posisi Bisnis Terhadap Kompetitor

Persaingan merupakan hal yang sudah tidak asing lagi di dunia bisnis. Agar mampu bersaing, seorang marketer perlu mengetahui kelebihan dan kekurangan pesaing. Ini dapat dilakukan dengan mengetahui cara membuat analisis kompetitor yang tepat.

3. Perencanaan Strategi Kampanye & Promosi

Kampanye pemasaran adalah upaya pemasaran strategis yang ditujukan untuk mempromosikan usaha atau tujuan tertentu atas nama perusahaan, merek, atau individu. Kampanye pemasaran dirancang untuk menarik perhatian konsumen melalui beberapa cara, seperti televisi, iklan cetak, media sosial, dan pemasaran email.

4. Rencana Penjualan Produk, Jasa, atau Layanan

Memiliki rencana penjualan yang efektif membantu perusahaan mengidentifikasi target utama, meningkatkan penjualan, dan melacak kemajuan mereka untuk tujuan tertentu. Beberapa elemen masuk ke dalam rencana penjualan yang sukses, termasuk pernyataan misi, pasar sasaran, dan rencana tindakan.

5. Manajemen Produk (Harga, Distribusi, dan lain-lain)

Pengembangan produk baru dan mengelola siklus hidup produk menuntut sumber daya khusus yang dapat menginkubasi produk baru dan mengelola siklus hidup produk. 

Manajemen produk yang mencakup peran pengembangan produk dan pemasaran produk. Sedangkan pengembangan produk adalah internal, pemasaran produk adalah fokus pelanggan dan menghadap pasar.

Tanggung jawab manajer produk menjangkau keseluruhan keseluruhan pengembangan produk dan pemasaran produk mulai dari menganalisis kondisi pasar hingga menentukan fitur atau fungsi suatu produk dan termasuk meluncurkan produk di pasar dan mengikuti seluruh siklus hidup.

6. Manajemen Informasi serta Inovasi dalam Bisnis

Manajemen dapat menjadi sumber informasi termasuk informasi penting dalam proses pengambilan keputusan.

Cara kerja sistem informasi manajemen, dimulai dari pengolahan data kemudian disimpan dalam database terpusat di mana informasi dapat diakses dan di-update oleh semua orang yang memiliki wewenang sesuai dengan tujuan mereka.

7. Pengelolaan Anggaran Terhadap Return of Investment (ROI)

Alasan utama dari pentingnya memahami ROI adalah karena merupakan tolok ukuran keuntungan bisnis yang paling tepat.

Dengan mengetahui tingkat pengembalian investasi, segala kegiatan operasional dapat dievaluasi tingkat pengembalian investasinya.

Beberapa pakar keuangan di Tanah Air menganggap ROI sebagai uang atau aset yang diperoleh atau hilang dalam proses investasi sebuah bisnis.

Dalam hal ini, investasi mengacu pada pembelian aset, modal, dan anggaran yang diperlukan sebagai biaya investasi.

8. Membangun Komunikasi dan Hubungan dengan Pelanggan

Ketika seorang pelanggan telah mengambil keputusan untuk membeli produk atau layanan yang ditawarkan perusahaan Anda.

Itu artinya Anda telah memiliki staff divisi pemasaran dengan menjalankan tugas dengan optimal, ini  dikarenakan staff marketer telah membangun komunikasi dan hubungan yang baik dengan pelanggan. 

Menjaga komunikasi dan hubungan yang baik dengan pelanggan juga dapat membangun reputasi perusahaan bahwa perusahaan Anda adalah perusahaan yang memberikan pelayanan yang ramah, cepat, dan dapat memenuhi kebutuhannya.

9. Pemanfaatan Media Online & Offline

Seorang yang bertugas pada bagian pemasaran tentu perlu membuat strategi pemasaran dengan memanfaatkan berbagai media untuk dapat promosikan sebuah produk yang dimiliki perusahaan. 

Marketer perlu memanfaatkan pemasaran konvensional untuk mendukung berjalannya sebuah bisnis. Namun, seiring berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi, pola strategi pemasaran pun banyak berubah terutama dengan adanya internet. 

Oleh karena itu, tugas bagian pemasaran perlu memutar otak untuk dapat memasarkan produknya melalui media online. Entah itu pemasaran melalui media sosial, website, hingga marketplace.  

10. Proses Branding Bisnis

Branding adalah serangkaian aktivitas yang dilakukan untuk merepresentasikan sebuah brand di mata dan pikiran publik. 

Proses branding sendiri bertujuan untuk menciptakan keunikan di pikiran konsumen yang dilakukan melalui kampanye marketing dan iklan dengan tema yang konsisten.

Apakah Tim Marketing di Bisnis Anda Sudah Berkompeten?

Setiap orang (staff marketing) dalam divisi marketing mungkin memiliki spesialisasi dan role yang berbeda-beda, sehingga perlu adanya peningkatan skill/kemampuan.

Untuk menambah skill/kemampuan untuk para staff marketing dibutuhkan pelatihan ataupun training agar setiap orang dalam divisi pemasaran mampu bereksplorasi dan berinovasi dalam proses bisnis. 

Penutup

Pada akhirnya tugas divisi pemasaran/marketing memiliki peranan penting di suatu perusahaan, di mana hampir segala hal terkait produk/jasa untuk memikirkan strategi agar bisa sampai ke tangan pelanggan.

Saat bisnis dirasa kurang karena merasa butuh lebih divisi marketing. Tentunya itu sangat mengganggu. Namun Anda tak perlu risau, sebab ada bantuan dari Sasana Digital yang bisa Anda pilih.

Sebagaimana UKM dan perusahaan ternama lainnya yang telah berlatih bersama Sanana Digital. Tim Anda bersama Sasana Digital akan belajar pada bimbingan bisnis berdasarkan kendala digital marketing yang dihadapi.

Kini saatnya tim bisnis Anda yang mulai bertumbuh. Segera klik banner di bawah dan mulai rasakan pertumbuhannya.

Bagikan Artikel Ini

Aktivitas Terbaru Sasana Digital

/