Blog ›

12+ Tugas Divisi Marketing: Penting Meningkatkan Pemasaran

I

Ingin terjun ke dunia pemasaran, tapi bingung belum tahu pasti seperti apa tugas divisi marketing? Atau, ingin penjualan meroket, tapi belum tahu strategi terbaru untuk dieksekusi tim pemasaran? Anda berada di lapak yang tepat!

Seperti yang kita sepakati, pemasar adalah salah satu bagian yang hampir selalu ada dalam setiap jenis dan skala bisnis. Melalui tangan para marketer inilah, produk atau jasa yang ditawarkan suatu perusahaan, minimal bisa sampai ke telinga audiens. 

Lebih dari itu, idealnya mampu memperoleh konversi atau pembelian. Untuk itu, capai goals bisnis Anda mulai dengan mengelola tim pemasaran yang baik. Intip tugas-tugasnya berikut ini!

Mengenal Apa Itu Divisi Marketing

Divisi Pemasaran atau Divisi Marketing merupakan salah satu divisi yang ada di sebuah perusahaan, dan berperan dalam memasarkan produk, jasa, atau layanan yang dimiliki perusahaan itu kepada pelanggannya.

Di dalam divisi tersebut terdapat “Staff Marketing” yang memiliki keterampilan/skill yang beragam.  

Orang-orang tersebut memiliki skill dan kemampuan dalam bidangnya masing-masing. Seperti Social Media Specialist, Market & Business Analyst, Business Development, Advertising Analyst, dan skill lainnya yang dapat membantu berjalannya sebuah kegiatan pemasaran di dalam bisnis. 

Sehingga dengan menyatukan kemampuan setiap bidang keahliannya, kegiatan pemasaran akan berjalan dengan optimal. Ini akan berdampak kepada perkembangan suatu bisnis untuk bisa lebih maju lagi meraih kesuksesan.

Baca Juga: 15+ Contoh Ide Bisnis Digital yang Menjanjikan Tahun 2023

Fungsi Utama Divisi Marketing dalam Perusahaan

a. Pengembangan Produk

Pengembangan produk sebagai strategi untuk produk baru yang merupakan produk yang original, produk yang disempurnakan, produk yang dimodifikasi, dan produk baru yang baru dikembangkan melalui usaha riset dan pengembangan.

Tujuan utama melakukan pengembangan produk adalah agar tetap memberikan nilai dan manfaat yang maksimal kepada konsumen serta menambah omzet penjualan.

Selain itu, pengembangan produk juga bertujuan untuk mempertahankan daya saing terhadap produk yang sudah ada, memenangkan persaingan, serta untuk memberikan jenis kepuasan yang baru kepada konsumen.  

b. Harga Produk/Jasa atau Biaya Layanan

Price atau harga adalah sejumlah uang yang dikeluarkan konsumen untuk menggunakan produk. Harga yang terlalu rendah akan membahayakan keberlangsungan bisnis. Di sisi lain, jika harga terlalu tinggi juga akan menyurutkan minat pembeli. 

Oleh karena itu, seorang marketer perlu menempatkan harga yang tepat agar konsumen tidak keberatan dalam membeli suatu produk. 

c. Kegiatan Promosi

Tugas bagian pemasaran dapat memperkenalkan atau mempromosikan setiap produk dan perusahaan yang sudah dihasilkan dan disebarluaskan kepada masyarakat.

Sehingga perusahaan dan produknya dapat dikenal dan perusahaan juga dapat memiliki jumlah peminat yang banyak terhadap produk yang dihasilkannya.

Tugas marketing yang satu ini harus selalu direncanakan oleh para marketer, agar kegiatan promosi dapat berjalan dengan lancar. Namun selain itu, marketing juga harus mengetahui jenis promosi apa saja yang ingin digunakan, dapat menggunakan brosur, banner, dan lain sebagainya.

Maksud dari kegiatan promosi ini adalah mengenalkan produk kepada masyarakat. Promosi dapat berupa publikasi maupun pemberian bonus. Publikasi dapat melalui televisi, radio, atau internet sebagai media yang sedang banyak digunakan oleh masyarakat.

Konsumen pada umumnya tertarik dengan adanya bonus. Pemberian bonus dapat berupa diskon, souvenir, voucher, garansi, dan masih banyak lagi. Pemberian bonus sebaiknya dibatasi waktunya. Hal ini untuk menghindari kerugian perusahaan.

d. Pemilihan Tempat atau Lokasi

Seorang marketer harus dapat membuat strategi pemasaran dengan menentukan lokasi pasar manakah yang akan menjadi tempat perusahaan mempromosikan produk atau layanannya. 

Strategi pemasaran yang dilakukan dapat berupa offline ataupun online. Tentu pemilihan tempat promosi pun akan berbeda. Jika offline, seorang marketer akan memilih tempat apakah lokasi usaha akan berjalan. Pada pusat kota atau lokasi yang memiliki tingkat kepadatan penduduk.

Dapat pula berupa memperhatikan sumber pendapatan masyarakat di lokasi sekitar. Ini juga merupakan suatu hal yang penting yang perlu diperhatikan. Karena sumber pendapatan sangat berkaitan erat dengan minat daya beli terhadap produk.

Semakin besar pendapatan maka semakin tinggi pula minat beli suatu produk meski produk tersebut relatif mahal. 

Selain offline, marketer juga harus dapat memilih tempat jualan melalui media online, marketer akan memilih platform mana yang cocok untuk digunakan, jika Anda menjual produk/barang yang tidak perlu branding, maka platform yang cocok adalah memasarkan produk melalui marketplace yaitu shopee maupun tokopedia.

Atau jika Anda membutuhkan branding produk, marketer akan memberikan pilihan platform media sosial seperti Instagram ataupun TikTok untuk menjadi media dalam promosikan bisnis. 

Baca Juga: 10 Tugas Admin Marketing dalam Menerapkan Strategi Pemasaran

13 Tugas dan Tanggung Jawab Divisi Marketing

Berikut beberapa tugas dan tanggung jawab utama divisi pemasaran: 

1. Riset dan Analisa Tren Pasar

Tugas utama dan wajib dalam pemasaran adalah riset dan analisa tren pasar. Sebelum melakukan pemasaran produk, ada baiknya untuk riset informasi dan analisa tren pasar yang terbaru dan terkini. 

Ini bertujuan agar sebuah perusahaan dapat memasuki pasar yang tepat. Misalnya, saat ini tren pasar yang sedang booming adalah melakukan penjualan produk melalui platform media sosial TikTok. Semua orang berbondong-bondong untuk dapat menjualkan produknya melalui platform tersebut. 

Orang-orang suka, karena semua jenis metode pembayaran digital dapat dilakukan dalam platform TikTok ini, baik itu melalui E-Wallet, Cash Payment di Indomaret/Alfamart, hingga Cash On Delivery (COD). Hal tersebut dapat memudahkan konsumen untuk melakukan transaksi pembayaran saat membeli produk. 

2. Mengawasi Posisi Bisnis dan Persaingan Terhadap Kompetitor

Setelah analisis, divisi pemasaran juga perlu bertindak dalam mengawasi posisi bisnis, tren pasar, dan pesaing. Bahkan idealnya, marketer harus mampu mengetahui aktivitas kompetitor.

Kompetisi dalam bisnis memang hal lumrah, namun agar mampu bersaing, seorang marketer perlu mengetahui kelebihan dan kekurangan pesaing. Ini dapat dilakukan dengan mengetahui cara membuat analisis kompetitor yang tepat.

3. Mengembangkan Rencana dan Strategi Bisnis

Kampanye pemasaran adalah upaya pemasaran strategis yang ditujukan untuk mempromosikan usaha atau tujuan tertentu atas nama perusahaan, merek, atau individu. 

Kampanye pemasaran dirancang untuk menarik perhatian konsumen melalui beberapa cara, seperti televisi, iklan cetak, media sosial, dan pemasaran email.

Oleh karena itu, membuat rencana dan mengembangkan strategi bisnis melalui marketing campaign masuk ke dalam salah satu jobdesk divisi pemasaran.

4. Rencana Penjualan Produk, Jasa, atau Layanan

Memiliki rencana penjualan yang efektif membantu perusahaan mengidentifikasi target utama, meningkatkan penjualan, dan melacak kemajuan mereka untuk tujuan tertentu.

Beberapa elemen masuk ke dalam rencana penjualan yang sukses, termasuk pernyataan misi, pasar sasaran, dan rencana tindakan.

5. Manajemen Produk (Harga, Distribusi, dan lain-lain)

Pengembangan produk baru dan mengelola siklus hidup produk menuntut sumber daya khusus yang dapat menginkubasi produk baru dan mengelola siklus hidup produk. 

Manajemen produk yang mencakup peran pengembangan produk dan pemasaran produk. Sedangkan pengembangan produk adalah internal, pemasaran produk adalah fokus pelanggan dan menghadap pasar.

Tanggung jawab manajer produk menjangkau keseluruhan keseluruhan pengembangan produk dan pemasaran produk mulai dari menganalisis kondisi pasar hingga menentukan fitur atau fungsi suatu produk dan termasuk meluncurkan produk di pasar dan mengikuti seluruh siklus hidup.

Baca Juga: Pentingnya Peran Marketing Officer dalam Bisnis

6. Manajemen Informasi serta Inovasi dalam Bisnis

Manajemen dapat menjadi sumber informasi termasuk informasi penting dalam proses pengambilan keputusan.

Cara kerja sistem informasi manajemen, dimulai dari pengolahan data kemudian disimpan dalam database terpusat di mana informasi dapat diakses dan di-update oleh semua orang yang memiliki wewenang sesuai dengan tujuan mereka.

Selain itu, bertanggung jawab dalam hal-hal yang berkaitan dengan inovasi bisnis atau dapat juga disebut sebagai ranah product development. Yaitu berkenaan dengan proses pengelolaan dan pengembangan produk.

7. Pengelolaan Anggaran Terhadap Return of Investment (ROI)

Alasan utama dari pentingnya memahami ROI adalah karena merupakan tolok ukuran keuntungan bisnis yang paling tepat.

Dengan mengetahui tingkat pengembalian investasi, segala kegiatan operasional dapat dievaluasi tingkat pengembalian investasinya.

Beberapa pakar keuangan di Tanah Air menganggap ROI sebagai uang atau aset yang diperoleh atau hilang dalam proses investasi sebuah bisnis.

Dalam hal ini, investasi mengacu pada pembelian aset, modal, dan anggaran yang diperlukan sebagai biaya investasi.

8. Membangun Komunikasi dan Hubungan dengan Pelanggan

Ketika seorang pelanggan telah mengambil keputusan untuk membeli produk atau layanan yang ditawarkan perusahaan Anda.

Itu artinya Anda telah memiliki staff divisi pemasaran dengan menjalankan tugas dengan optimal, ini  dikarenakan staff marketer telah membangun komunikasi dan hubungan yang baik dengan pelanggan. 

Menjaga komunikasi dan hubungan yang baik dengan pelanggan juga dapat membangun reputasi perusahaan bahwa perusahaan Anda adalah perusahaan yang memberikan pelayanan yang ramah, cepat, dan dapat memenuhi kebutuhannya.

9. Mengelola Media Sosial

Seseorang yang bertugas pada bagian pemasaran tentu akan banyak berkutat dengan media sosial hingga website sebagai salah satu platform online dalam kampanye digital yang kini banyak digunakan.

Bukan hanya bertugas dalam membuat strategi pemasaran, namun ia juga akan mengelola media tersebut, seperti melakukan promosi sebuah produk bisnis hingga berpacu dalam meningkatkan engagement dengan target market. 

10. Melakukan Branding dan Kampanye Pemasaran

Branding dilakukan untuk merepresentasikan sebuah brand di mata dan pikiran audiens. Sedangkan kampanye adalah upaya mengubah audiens menjadi konsumen. Serangkaian aktivitas ini akan familiar bagi mereka yang berkecimpung di divisi marketing.

Baca Juga: Marketing Consultant untuk Atasi Tantangan Bisnis Anda!

11. Merespon Kebutuhan Pelanggan

Marketing yang pandai adalah yang mampu merespons dan menyediakan solusi atau jawaban berdasarkan apa yang dibutuhkan pelanggan.

Artinya bukan hanya sekedar membuat strategi dan menerapkannya, jiwa analisis marketer juga diuji melalui tugasnya dalam mengidentifikasi kebutuhan audiens atau pelanggan.

12. Mengkomunikasikan Pekerjaan dan Brand Value

Selanjutnya, tugas divisi marketing juga berada di ranah mengkomunikasikan pekerjaan secara internal maupun eksternal.

Yaitu mengkomunikasikan pekerjaan dengan karyawan, dan menjelaskan brand value kepada pelanggan atau mitra bisnis.

13. Mengawasi Mitra Kerja

Jika bisnis Anda bermitra dengan perusahaan lain, vendor, atai agen, maka komunikasi yang baik harus tetap terjaga. Istilahnya, Anda mengawasi apa yang mereka kerjakan, dan sejauh mana progresnya terkait kesepakatan kerja yang dijalin.

Baca Juga: Apa Itu Marketing Executive? Kenali Perannya dalam Bisnis

Job Title dan Kisaran Gaji Divisi Marketing 2023

Untuk memberikan gambaran, Katadata merangkum beberapa job title divisi marketing serta kisaran gajinya. Marketing dalam sektor konsumen dan retail di Indonesia dapat dijadikan sebagai contohnya. Silahkan amati tabel berikut ini.

Job Title Kisaran Gaji per Bulan
Marketing Director Rp150 juta
Head of Marketing Rp110 juta
Head of Digital Marketing Rp90 juta
Brand Director Rp90 juta
Marketing Manager Rp80 juta
Digital Marketing Manager Rp38 juta
Marketing Communication Manager Rp38 juta
CRM (Customer Relationship Management) Manager Rp35 juta
Brand Manager Rp30 juta
Social Media Manager Rp25 juta
Marketing Coordinator Rp24 juta

Tabel di atas hanyalah sebagiannya saja. Lebih luas lagi, job title divisi marketing terdiri dari jenjang manajer hingga staff.

Selain gambaran untuk jenjang manajer, melansir Indeed, rata-rata gaji marketing officer di Indonesia berkisar antara Rp4-15 juta.

Baca Juga: Top 17+ Tempat Kursus Digital Marketing Gratis bagi Pemula

Apakah Tim Marketing di Bisnis Anda Sudah Kompeten?

Setiap orang (staff marketing) dalam divisi marketing mungkin memiliki spesialisasi dan role yang berbeda-beda, sehingga perlu adanya peningkatan skill/kemampuan.

Untuk menambah skill/kemampuan untuk para staff marketing dibutuhkan pelatihan ataupun training agar setiap orang dalam divisi pemasaran mampu bereksplorasi dan berinovasi dalam proses bisnis. 

Pertanyaan Seputar Tugas Divisi Marketing

Apa yang Dilakukan Seorang Marketing?

Berdasarkan rangkuman di atas, seseorang yang bergelut dalam dunia marketing biasanya melakukan beberapa kegiatan yang meliputi:

  • Riset & Analisa Tren Pasar
  • Mengembangkan Rencana & Strategi Bisnis
  • Planning Penjualan Produk, Jasa, atau Layanan
  • Manajemen Produk
  • Manajemen Informasi & Inovasi dalam Bisnis
  • Pengelolaan Anggaran Tetap ROI
  • Memelihara Komunikasi & Hubungan dengan Pelanggan
  • Mengelola Media Sosial
  • Melakukan Branding & Marketing Campaign
  • Merespon Kebutuhan Pelanggan
  • Transfer Knowledge Tentang Brand Value
  • Bekerjasama dengan Mitra Kerja

Apa Itu Divisi Marketing?

Divisi Marketing adalah bagian penting dalam perusahaan yang memiliki tugas dan tanggung jawab terkait pengembangan strategi hingga promosi produk.

Apa Tugas Marketing Manager?

Tugas seorang marketing manager yaitu bertanggung jawab terkait seluruh proses dan kegiatan pemasaran untuk mencapai target perusahaan.

Marketing dan Sales Apa Bedanya?

Perbedaan antara marketing dan sales dapat dilihat dari prosesnya. Marketing lebih kepada menyiapkan setiap tools, konsep, atau sesuatu yang kemungkinan dicari oleh customer.

Sedangkan sales tugasnya lebih kepada melayani seluruh calon customer, menindak lanjuti proses lapangan agar produk laku terjual atau closing.

Baca Juga: Jasa Digital Marketing Terbaik & Bagaimana Mereka Bekerja

Penutup

Pada akhirnya kita semakin yakin, bahwa tugas divisi marketing memiliki peranan penting di suatu perusahaan, di mana hampir segala hal terkait produk/jasa membutuhkan penerapan strategi efektif agar bisa sampai ke tangan pelanggan.

Saat capaian bisnis masih dirasa kurang karena membutuhkan lebih banyak penerapan plan dan eksekusi, tentu harus segera dicari obatnya. Dalam hal ini, Sasana Digital adalah alternatif yang tepat.

Sebagaimana manfaat yang telah dirasakan oleh banyak UKM dan perusahaan ternama lainnya, Anda dan tim bisa belajar bersama berdasarkan kendala digital marketing yang sedang dihadapi.

Terdapat berbagai topik digital marketing yang dapat Anda pilih secara fleksibel dalam program training & konsultasi kami, yakni:

Banner Topik Digital Marketing Training dan Konsultasi (6)

Yuk, segera konsultasikan kebutuhan Anda bersama kami dengan cara klik banner di bawah karena kinilah saatnya bisnis Anda bertumbuh secara signifikan!

Bagikan Artikel Ini

Layanan Sasana Digital

Hubungi Kami
Halo, ada yang bisa kami bantu?