Digital Marketing Lengkap: Definisi, Jenis-Jenis, Framework sampai Contohnya

lanskap digital marketing
I

Pernahkah Anda bertanya-tanya bagaimana sebuah bisnis kecil bisa bersaing dengan perusahaan besar? Atau bagaimana sebuah produk baru bisa dikenal oleh jutaan orang dalam waktu singkat? Jawabannya, manfaatkan kekuatan digital marketing!

Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi dunia digital marketing secara menyeluruh, mulai dari apa yang dimaksud dengan digital marketing, konsep dasar, hingga strategi yang paling efektif.

Kesalahpahaman Umum tentang Digital Marketing

Meskipun digital marketing sudah menjadi bagian penting dari bisnis di masa kini, masih banyak kesalahpahaman yang beredar mengenai konsep dan penerapannya.

  1. Digital Marketing Hanya Media Sosial
    Banyak yang mengira digital marketing hanya soal media sosial. Padahal, digital marketing mencakup SEO, email marketing, PPC, dan lainnya yang sama pentingnya.
  2. Hasilnya Instan
    Digital marketing adalah investasi jangka panjang. Hasilnya tidak langsung terlihat, tetapi konsistensi akan membuahkan hasil. Namun, jika ingin lebih cepat maka gunakan “Digital Advertising seperti : Google Ads, Meta Ads, dan E-Commerce Ads”
  3. Terlalu Mahal
    Digital marketing bisa disesuaikan dengan budget. Bahkan dengan anggaran kecil, hasilnya bisa maksimal jika strateginya tepat.di Meta kita bisa mulai dari Rp20rban dan Google Ads bisa Rp50rban, bahkan di shopee ads bisa Rp20rban.
  4. SEO Tidak Relevan Lagi
    SEO tetap penting untuk menarik traffic organik. Karena 90% orang Indonesia menggunakan Google untuk mencari informasi, barang, ataupun layanan yang mereka butuhkan dengan keyword tertentu.
  5. Siapa Saja Bisa Melakukannya
    Tools dan platformnya mungkin mudah diakses siapa saja, tetapi kampanye digital yang dijalankan tanpa pengetahuan mendalam bisa mengakibatkan boncos atau kerugian.
  6. Hanya untuk Bisnis Besar
    Bisnis kecil juga bisa memanfaatkan digital marketing untuk bersaing dengan pemain besar di pasar yang sama. Sudah banyak kasus-kasus brand lokal bisa viral tanpa modal, hanya memanfaatkan posting konten.
  7. Tidak Perlu Evaluasi
    Analisis dan optimasi terus-menerus adalah kunci untuk mengoptimalkan efektivitas kampanye. Tanpa evaluasi, kampanye bisa stagnan. Maka itu, baik marketing konvensional maupun digital setiap strategi butuh terus dievaluasi agar bisa mencapai hasil maksimal.

Baca Juga: Apa itu Digital Marketing: Definisi, Contoh & Prospek Karir

Lalu, Apa yang Dimaksud dengan Digital Marketing?

Training Pra-Sertifikasi Digital Marketing1

Singkatnya, Digital marketing adalah segala bentuk pemasaran yang dilakukan melalui media digital atau internet. Ini mencakup berbagai aktivitas seperti promosi di media sosial, iklan online, email marketing, dan pengembangan website. 

Tujuan digital marketing adalah untuk menjangkau audiens yang lebih luas, membangun brand awareness, dan meningkatkan penjualan.

Apa yang Dimaksud dengan Digital Marketing Menurut Para Ahli?

A. Don Tapscott (1996)

Dalam bukunya “The Digital Economy”, Tapscott mendefinisikan digital marketing sebagai “sebuah pendekatan strategis yang memanfaatkan teknologi digital untuk menciptakan nilai bagi pelanggan, membangun hubungan yang kuat, dan mencapai tujuan bisnis.” Tapscott menekankan pentingnya teknologi digital dalam mengubah lanskap bisnis.

B. Jay Baer (2012)

Baer, seorang pemasar terkenal, mendefinisikan digital marketing sebagai “semua aktivitas pemasaran yang memanfaatkan teknologi digital untuk mencapai tujuan bisnis.” Menurutnya, digital marketing bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang membangun hubungan yang tulus dengan pelanggan.

C. Brian Solis (2016)

Solis, seorang pengamat teknologi sosial, mendefinisikan digital marketing sebagai “praktik pemasaran yang menggunakan teknologi digital untuk mencapai audiens, membangun merek, dan mendorong penjualan.” Solis menekankan pentingnya personalisasi dan pengalaman pengguna dalam digital marketing.

D. Dave Chaffey (2019)

Chaffey, salah satu ahli digital marketing terkemuka, memberikan definisi yang lebih komprehensif: “Digital marketing adalah penggunaan teknologi digital untuk mempromosikan produk atau layanan, membangun merek, dan berinteraksi dengan pelanggan. Ini mencakup berbagai aktivitas seperti SEO, PPC, media sosial, email marketing, dan content marketing.”

D. Gary Vaynerchuk (2015)

Vaynerchuk, seorang pengusaha dan pembicara publik terkenal, memiliki pandangan yang lebih sederhana: “Digital marketing is the best way to get your message out there.” Menurutnya, digital marketing adalah cara paling efektif untuk menyampaikan pesan bisnis kepada target audiens.

Baca Juga: Digital Marketing Plan: Langkah Tepat Optimalkan Pemasaran

4 Tujuan Digital Marketing

Tanamkan sebagai prinsip ke dalam bisnis Anda, bahwa 4 tujuan digital marketing berikut ini harus tercapai:

  • Dikenal Pasar Lebih Luas (Brand Awareness)
    Tujuan digital marketing yang pertama adalah untuk membantu bisnis mendapatkan lebih banyak perhatian dari audiens yang lebih luas.
  • Mendatangkan Calon Buyer (Leads)
    Kedua, tujuan Digital marketing diharapkan bisa menarik calon pelanggan dan mengubahnya menjadi pembeli.
  • Meningkatkan Penjualan (Sales)
    Tujuan Digital marketing ketiga, dapat memfasilitasi komunikasi berkelanjutan antara bisnis dan pelanggan.
  • Membangun Basis Customer (Customer Loyalty)
    Tujuan digital marketing yang terakhir adalah untuk memfasilitasi komunikasi berkelanjutan antara bisnis dan pelanggan.

Baca Juga: Jasa Digital Marketing Terbaik & Bagaimana Mereka Bekerja

Manfaat Digital Marketing untuk Bisnis

Karena saat ini kita berada di zaman digital, ada manfaat lebih ketika bisnis bermigrasi dan beradaptasi ke digital marketing alih-alih pemasaran konvensional:

1. Bidik Audiens Lebih Tepat Sasaran

Manfaat digital marketing yaitu dapat menargetkan iklan kepada audiens berdasarkan demografis tertentu.

2. Biaya lebih Murah & Efektif

Selain itu, manfaat digital marketing juga bisa dilihat dari segi budget. Maksudnya, digital marketing menjadi pilihan yang lebih hemat biaya dibandingkan dengan iklan tradisional yang membutuhkan biaya produksi dan waktu lebih.

3. Pengukuran Hasil yang Lebih Akurat

Manfaat lain Digital marketing adalah bisa mengukur iklan setelahnya, dan inilah yang disukai oleh bisnis. 

Hasil campaign yang sudah tayang atau disebarluaskan, dapat dianalisis dengan mudah sehingga kita bisa mengukur ketercapaian iklan/kampanye digital, dan tahu bagian mana yang perlu di-improve. 

Memahami Digital Marketing Framework AIDA

Secara singkat, apa itu Digital Marketing framework AIDA? 

AIDA adalah singkatan dari Awareness, Interest, Decision, dan Action. Digital Marketing Framework ini merupakan panduan umum dalam menjalankan strategi digital marketing, yang membantu kita membawa calon pelanggan melewati beberapa tahap, mulai dari mengenal produk atau brand kita, tertarik, hingga akhirnya melakukan pembelian. 

Berikut bahasan detail dari digital marketing framework AIDA:

A. Awareness: Buat Produk Dikenal Banyak Orang

  1. Tujuan: Bikin calon pelanggan tahu produk atau jasa yang kita pasarkan.
  2. Caranya:
    • Manfaatkan media sosial: Buat konten yang menarik dan informatif di platform seperti Instagram, Facebook, TikTok, atau lainnya yang sesuai dengan target pasar.
    • Iklan online: Pasang iklan di Google Ads, Facebook Ads, atau platform iklan lainnya untuk menjangkau audiens yang lebih luas.
    • SEO: Optimalkan website kamu agar mudah ditemukan di mesin pencari seperti Google.
    • Kerjasama dengan influencer: Ajak influencer di bidang yang relevan untuk mempromosikan produk & jasa kita.
    • Konten viral: Buat konten yang unik dan menarik sehingga mudah viral di media sosial.

Contoh Fase Awareness:

    1. Buat video challenge di TikTok menggunakan produk kamu.
    2. Kolaborasi dengan YouTuber terkenal untuk membuat review produk.
    3. Buat konten infografis edukatif yang menarik tentang manfaat produkmu.
    4. Bagikan tips dan trik seputar produkmu di blog atau media sosial.

Baca Juga: Top 18 Tempat Kursus Digital Marketing Gratis bagi Pemula

B. Interest: Buat Calon Pelanggan Makin Tertarik dengan Produk kita

Setelah berhasil buat calon pelanggan tahu tentang produk (Awareness), sekarang saatnya buat mereka makin tertarik. Gimana caranya?

  1. Konten yang Menarik:
    • Cerita: Bagikan cerita di balik produk, bagaimana produk itu dibuat, atau bagaimana produk itu bisa membantu menyelesaikan masalah pelanggan.
    • Tutorial: Buat tutorial yang mudah diikuti tentang cara menggunakan produk kamu.
    • Testimoni: Tunjukkan bukti nyata bahwa produk ini berkualitas dengan menampilkan testimoni dari pelanggan yang sudah puas.
    • Perbandingan: Bandingkan produk kita dengan produk kompetitor, tapi pastikan penyampaiannya tidak menjelekkan kompetitor.
    • Case study: Bagikan kisah sukses pelanggan yang menggunakan produk kamu.
  2. Visual yang Menarik:
    • Foto produk berkualitas tinggi: Tampilkan foto produk dari berbagai sudut.
    • Video demo: Buat video yang menunjukkan bagaimana cara menggunakan produk Anda.
    • Infografis: Sajikan informasi yang kompleks dengan cara yang sederhana dan menarik.
  3. Engagement:
    • Balas komentar: Ajak calon pelanggan untuk berinteraksi dengan konten kita.
    • Buat polling atau kuis: Libatkan calon pelanggan dalam aktivitas yang menyenangkan.
    • Live streaming: Ajak calon pelanggan untuk bertanya langsung tentang produk kamu.

Contoh Fase Interest:

  1. Bisnis kuliner: Buat video tutorial cara membuat hidangan menggunakan produk kamu.
  2. Bisnis fashion: Kolaborasi dengan fashion blogger untuk membuat konten outfit of the day (OOTD).
  3. Bisnis teknologi: Buat artikel blog yang membahas tren terbaru di industri teknologi.

C. Decision: Yakinkan Calon Pelanggan untuk Membeli

Setelah berhasil membuat calon pelanggan tertarik dengan produk kamu, saatnya meyakinkan mereka untuk mengambil keputusan membeli.

  1. Tawarkan Benefit:
    • Diskon: Berikan potongan harga untuk pembelian pertama atau dalam jumlah tertentu.
    • Gratis ongkir: Tarik perhatian dengan menawarkan pengiriman gratis.
    • Bonus pembelian: Tambahkan produk gratis atau sampel sebagai bonus.
    • Program loyalitas: Buat program rewards untuk pelanggan setia.
  2. Jaminan Kepuasan:
    • Garansi uang kembali: Tawarkan jaminan pengembalian uang jika pelanggan tidak puas.
    • Uji coba gratis: Berikan kesempatan bagi pelanggan untuk mencoba produk sebelum membeli.
    • Layanan pelanggan yang baik: Pastikan pelanggan merasa dihargai dan didukung.
  3. Social Proof:
    • Ulasan pelanggan: Tampilkan ulasan positif dari pelanggan sebelumnya.
    • Sertifikat penghargaan: Tunjukkan penghargaan atau sertifikasi yang dimiliki bisnis kamu.
    • Jumlah penjualan: Tampilkan jumlah produk yang telah terjual untuk membangun kepercayaan.
  4. Pembayaran yang Mudah:
    • Opsi pembayaran beragam: Tawarkan berbagai metode pembayaran seperti kartu kredit, transfer bank, COD atau pembayaran digital.
    • Proses checkout yang cepat: Permudah proses pembelian dengan checkout yang simpel.

Contoh Fase Decision:

  1. Bisnis fashion: Tawarkan diskon khusus untuk pembelian pertama atau paket bundling produk.
  2. Bisnis elektronik: Berikan garansi produk yang panjang dan layanan purna jual yang baik.
  3. Bisnis makanan: Tawarkan program member dengan diskon dan hadiah khusus.

D. Action: Dorong Calon Pelanggan untuk Membeli

Setelah berhasil membuat calon pelanggan tertarik dan yakin dengan produkmu, saatnya mendorong mereka untuk mengambil tindakan, yaitu membeli.

  1. Call to Action (CTA) yang Jelas:
    • Gunakan kata-kata yang kuat dan ajakan langsung, seperti “Beli Sekarang”, “Dapatkan Diskon”, atau “Tambahkan ke Keranjang”.
    • Tempatkan CTA di tempat yang mudah terlihat, baik di website, iklan, atau postingan media sosial.
  2. Buat Proses Pembelian Mudah:
    • Sederhanakan formulir pendaftaran dan pembayaran.
    • Tawarkan berbagai pilihan pembayaran.
    • Pastikan website kamu mobile-friendly.
  3. FOMO (Fear of Missing Out):
    • Batasi waktu penawaran atau jumlah produk yang tersedia.
    • Gunakan kata-kata seperti “Terbatas”, “Hingga Habis”, atau “Promo Akhir Bulan”.
  4. Chatbot atau Live Chat:
    • Sediakan layanan pelanggan yang responsif untuk menjawab pertanyaan calon pelanggan.
    • Gunakan chatbot untuk memberikan informasi yang cepat dan akurat.

Contoh Fase Action:

  • E-commerce: Tawarkan pengiriman gratis untuk pembelian di atas nominal tertentu.
  • Aplikasi: Berikan akses fitur premium secara gratis selama satu bulan untuk pengguna baru.
  • Produk fisik: Sertakan sampel produk kecil sebagai bonus pembelian.

Baca Juga: 10 Digital Marketing Tools untuk Tingkatkan Penjualan Bisnis

Jenis-Jenis Digital Marketing

Bukan hanya sosial media, banyak jenis-jenis digital marketing dari iklan berbayar hingga konten organik dalam melaksanakan strategi digital marketing. 

Berikut jenis-jenis digital marketing sekaligus pemahamannya:

  • Google Ads (PPC): Ingin produk atau jasa Anda langsung muncul di halaman pertama Google? Gunakanlah Google Ads! Dengan Google Ads, Anda bisa menargetkan kata kunci yang relevan dan membayar setiap kali iklan Anda di klik.
  • Facebook Ads: Jangkau jutaan pengguna Facebook dengan iklan yang sangat tertarget. Sesuaikan iklan Anda berdasarkan minat, demografi, dan perilaku pengguna.
  • Instagram Ads: Tampilkan produk Anda dalam format visual yang menarik di Instagram. Manfaatkan fitur Stories, Reels, dan Feed untuk meningkatkan engagement.
  • TikTok Shop: Jual produk langsung di TikTok. Manfaatkan tren dan komunitas yang besar di platform ini untuk menjangkau audiens yang lebih luas.
  • Email Marketing: Bangun hubungan yang kuat dengan pelanggan Anda melalui email. Kirim newsletter, promo, dan konten menarik secara rutin.
  • SEO: Naikkan peringkat website Anda di hasil pencarian Google secara organik. Dengan SEO, Anda bisa mendapatkan traffic berkualitas tanpa mengeluarkan biaya iklan.
  • E-marketplace: Manfaatkan platform seperti Shopee, Tokopedia, atau Lazada untuk menjangkau jutaan pelanggan potensial.

Dengan kombinasi jenis-jenis platform digital marketing ini, Anda dapat membangun strategi digital marketing yang kuat untuk mendorong pertumbuhan bisnis Anda.

Contoh Penerapan Digital Marketing Brand Indonesia

Beberapa contoh digital marketing dibawah ini semoga memberikan gambaran tentang bagaimana jenis-jenis digital marketing di atas diterapkan dalam sebuah bisnis. 

Penerapan Digital Marketing || GOJEK:

  • Google Ads (PPC): Gojek sering muncul di hasil pencarian Google teratas ketika kita mencari layanan transportasi online. Mereka menggunakan Google Ads untuk menargetkan kata kunci seperti “ojek online”, “antar jemput”, dan “pesan makanan”.
  • Social Media Marketing (Facebook, Instagram): Gojek aktif di berbagai platform media sosial untuk membangun komunitas pengguna, mengumumkan promo terbaru, dan berinteraksi dengan pelanggan.
  • Email Marketing: Contoh digital marketing yang Gojek praktikkan di sini adalah dengan mengirimkan email berkala kepada pengguna yang berisi informasi tentang fitur baru, promo menarik, dan survei kepuasan pelanggan.

Baca Juga: 12 Cara Belajar Digital Marketing dari A sampai Z Tahun 2024 [Update]

Penerapan Digital Marketing || TOKOPEDIA:

  • SEO: Tokopedia sangat kuat dalam SEO, sehingga mudah ditemukan ketika kita mencari produk tertentu di Google.
  • Social Media Marketing: Contoh digital marketing lainnya, Tokopedia memanfaatkan berbagai platform media sosial untuk mempromosikan produk-produk yang sedang tren, mengadakan challenge, dan memberikan informasi tentang promo.
  • E-marketplace: Tokopedia adalah contoh yang sangat sukses dari platform e-commerce di Indonesia. Mereka menyediakan platform bagi penjual dan pembeli untuk bertransaksi secara online.

Penerapan Digital Marketing || WARDAH:

  • Instagram Ads: Wardah sering menggunakan Instagram Ads untuk menampilkan produk terbaru mereka dan menargetkan audiens perempuan yang tertarik dengan produk kecantikan.
  • Influencer Marketing: Salah satu contoh digital marketing yang Wardah lakukan adalah bekerja sama dengan banyak influencer kecantikan untuk mempromosikan produk mereka kepada followers mereka.
  • Email Marketing: Wardah mengirimkan email newsletter kepada pelanggan setia mereka yang berisi tips kecantikan, promo produk, dan informasi terbaru tentang brand. 

Penerapan Digital Marketing || INDOMIE:

  • TVC dan Digital Ads: Indomie sering membuat iklan televisi yang menarik dan kemudian mempromosikannya di berbagai platform digital seperti YouTube dan Facebook.
  • Social Media Marketing: Penerapan contoh digital marketing yang dilakukan oleh Indomie yaitu dengan aktif di media sosial untuk berinteraksi dengan konsumen, mengadakan kuis, dan meluncurkan kampanye kreatif.

Tahapan Menyusun Strategi Digital Marketing

Berikut ini panduan dalam menyusun strategi digital marketing yang efektif:

1. Riset Pasar & Buyer Persona

Sebelum memulai, kita perlu memahami pasar dan calon pelanggan secara mendalam. Ini melibatkan:

  • Analisis pasar: Memahami ukuran pasar, tren, persaingan, dan peluang yang ada.
  • Pengembangan buyer persona: Membuat representasi ideal dari target pelanggan, termasuk demografi, perilaku, motivasi, dan tantangan yang mereka hadapi.

Tabel Buyer Persona:

Dimensi Detail
Demografi Usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, pendapatan
Psikografi Gaya hidup, minat, nilai, kepribadian
Perilaku Kebiasaan belanja, saluran informasi, frekuensi pembelian
Tantangan Masalah atau kebutuhan yang ingin dipecahkan
Tujuan Apa yang ingin dicapai dengan produk/jasa kita

2. Strategi Konten di Setiap Tahapan AIDA

Model AIDA (Attention, Interest, Desire, Action) adalah kerangka kerja yang efektif untuk membangun customer journey. Setiap tahapan membutuhkan jenis konten yang berbeda:

  • Attention: Menarik perhatian dengan konten yang menarik, visual yang menarik, atau headline yang kuat.
  • Interest: Membangkitkan minat dengan memberikan informasi yang relevan dan bermanfaat.
  • Desire: Menciptakan keinginan untuk memiliki produk atau jasa dengan menyoroti manfaat dan keunggulannya.
  • Action: Mendorong tindakan, seperti melakukan pembelian, berlangganan newsletter, atau menghubungi tim penjualan.

Tabel Strategi Konten AIDA:

Tahapan AIDA Jenis Konten Contoh
Attention Konten visual menarik, headline yang kuat, iklan pendek Infografis, video pendek, iklan banner
Interest Artikel blog, e-book, webinar, tutorial Panduan lengkap, studi kasus, tips & trik
Desire Testimoni pelanggan, demo produk, perbandingan produk Video unboxing, ulasan produk, case study
Action Call to action yang jelas, diskon, promo terbatas Tombol “Beli Sekarang”, formulir kontak, pop-up offer

Baca Juga: 6+ Rekomendasi Materi Digital Marketing: Efektif bagi Pemula

3. Strategi Channel Digital Marketing

Setelah memahami audiens dan jenis konten yang dibutuhkan, langkah selanjutnya adalah memilih channel yang tepat untuk mendistribusikan konten tersebut. Beberapa channel yang umum digunakan antara lain:

  • Social media: Facebook, Instagram, LinkedIn, Twitter, TikTok
  • Search engine: Google, Bing
  • Email marketing: Newsletter, email promosi
  • Website: Blog, landing page
  • Marketplace: Shopee, Tokopedia
  • Video: YouTube, Vimeo

Tabel Strategi Channel:

Channel Tujuan Metrik Sukses
Social media Meningkatkan brand awareness, engagement, dan traffic Jumlah followers, like, share, klik
Search engine Meningkatkan visibilitas organik dan traffic website Peringkat keyword, jumlah pengunjung, waktu di halaman
Email marketing Membangun hubungan dengan pelanggan dan mendorong penjualan Tingkat pembukaan email, klik-tayang, konversi
Website Menyediakan informasi produk/jasa dan mendorong konversi Traffic website, waktu di halaman, tingkat konversi
Marketplace Menjangkau pelanggan yang lebih luas dan meningkatkan penjualan Jumlah penjualan, rating produk
Video Meningkatkan brand awareness dan engagement Jumlah penonton, durasi tonton, like, share

4. Atur Goal / KPI di Setiap Tahapan

Untuk mengukur keberhasilan strategi digital marketing, kita perlu menetapkan tujuan (goals) yang spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, dan memiliki batasan waktu (SMART).

Anda dapat menggunakan KPI (Key Performance Indicator) sebagai alat ukur untuk mengevaluasi tujuan bisnis. Beberapa contoh KPI yang umum digunakan antara lain:

  • Brand awareness: Jumlah impresi, reach, share of voice
  • Engagement: Jumlah like, komentar, share, klik
  • Traffic website: Jumlah pengunjung, waktu di halaman, bounce rate
  • Leads: Jumlah formulir yang diisi, permintaan demo
  • Penjualan: Nilai penjualan, jumlah transaksi

Tabel KPI:

Tahapan KPI Alat Ukur
Awareness Jumlah impresi, reach Google Analytics, platform media sosial
Interest Jumlah klik, waktu di halaman Google Analytics, platform media sosial
Desire Jumlah leads, demo yang diminta CRM, Google Analytics
Action Jumlah penjualan, nilai penjualan Platform e-commerce, Google Analytics

Catatan: Tabel di atas hanya merupakan contoh dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan spesifik bisnis Anda.

Baca Juga: Digital Marketing Specialist: Bangun Karir Mulai dari Sini!

Layanan Sasana Digital untuk Bisnis Owner dalam Digital Marketing 

Setelah memahami apa itu digital marketing termasuk jenis dan strateginya, berikut ini perjalanan Sasana Digital dalam melahirkan strategi dan solusi digital untuk berbagai bisnis.

a. Private Training Digital Marketing

Layanan Private Training tentang Segmenting, Targeting, Positioning bersama Sasana Digital

Melalui private training di Sasana Digital, Anda memiliki kesempatan untuk melibatkan hingga 4 anggota tim bisnis Anda. Kami telah berkontribusi dalam mengelola kebutuhan pemasaran digital untuk sebuah Klinik Ibu dan Anak.

Dengan menyusun strategi dan konten yang sesuai untuk menargetkan audiens tertentu, media sosial klinik tersebut berhasil menarik lebih dari 20 ribu pengikut secara organik, dengan fokus pada konsumen.

b. Corporate Training Digital Marketing

Layanan Corporate Training tentang Segmenting, Targeting, Positioning bersama Sasana Digital

Sasana Digital juga menyediakan pelatihan khusus untuk perusahaan yang ingin melibatkan lebih banyak anggota tim, dengan jumlah peserta antara 6 hingga 8 orang, Anda sudah bisa menggunakan layanan corporate training.

Sebagai contoh, dalam sebuah proyek sebelumnya, Sasana Digital melakukan Audit Konten dan Pengaturan Meta Ads untuk mengidentifikasi kelemahan strategi dalam sebuah Bisnis Travel Umroh.

Penerapan prinsip ABC (Audience Benefit Content) menjadi salah satu strategi dan konsep utama, yang pada akhirnya menghasilkan peningkatan omset bisnis travel umroh hingga mencapai 2,4 miliar dengan ROAS lebih dari 20 kali lipat dalam waktu dua minggu.

c. Audit Digital Marketing

Layanan Audit tentang Segmenting, Targeting, Positioning bersama Sasana Digital

Melalui program konsultasi, bisnis Anda mendapat layanan audit yang melibatkan proses pendampingan dimulai dengan pemeriksaan menyeluruh terhadap semua saluran pemasaran digital yang dimiliki bisnis.

Contohnya, klien kami yang memiliki bisnis Toko Mainan mendapatkan manfaat dari layanan konsultasi dan audit ini. Mereka berhasil meningkatkan penjualan sebesar 50% melalui saluran penjualan di salah satu marketplace terkemuka di Indonesia dalam waktu 1,5 bulan.

d. Consulting Digital Marketing

Konsultasi tentang Segmenting, Targeting, Positioning bersama Sasana Digital

Selama proses konsultasi, klien kami di bidang Fashion Wanita mendapatkan bimbingan dan arahan untuk memperbaiki beberapa aspek penting dalam saluran digital mereka. Program konsultasi ini biasa dilaksanakan dalam dua pertemuan tatap muka, ditambah dengan konsultasi melalui WhatsApp selama tiga minggu.

Selanjutnya, dalam tahap audit, kami mengidentifikasi beberapa kendala, dan Sasana Digital membantu menyusun strategi untuk meningkatkan konversi penjualan. Terbukti efektif, bisnis tersebut mengalami peningkatan pendapatan sebesar 150% dalam waktu 2 bulan saja.

Baca Juga: 6 Channel Digital Marketing Paling Utama Berdasarkan Tujuan Bisnis

Cakupan Topik Pelatihan dan Konsultasi

Cakupan Topik Training & Konsultasi

Sasana Digital dapat menjadi solusi untuk digitalisasi bisnis Anda, baik dalam pengembangan kapabilitas tim maupun peningkatan performa bisnis melalui strategi pemasaran digital.

Berikut ini cakupan topik pelatihan & konsultasi digital marketing yang bisa Anda dapatkan.

Perjalanan Sasana Digital

Dan ini adalah pencapaian dan perjalanan Sasana Digital selama 1 tahun terakhir di 2023 bersama para klien Digital Marketing dari berbagai latar belakang industri:

Pertanyaan Seputar Apa Itu Digital Marketing.

a. Bagaimana Cara Belajar Digital Marketing di Sasana Digital?

Sasana Digital menawarkan berbagai kursus dan program pelatihan yang dirancang untuk membantu Anda menguasai dunia digital marketing. Anda bisa memulai dengan:

  • Mengikuti Kursus Online: Sasana Digital memiliki beragam kursus online yang mencakup berbagai topik dalam digital marketing, mulai dari dasar hingga tingkat lanjut.
  • Mengikuti Workshop atau Pelatihan: Mereka juga sering mengadakan workshop dan pelatihan secara langsung atau online yang memungkinkan Anda berinteraksi langsung dengan para ahli.
  • Konsultasi Privat: Jika Anda membutuhkan pendampingan yang lebih personal, Anda bisa memilih opsi konsultasi privat dengan mentor berpengalaman.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai program-program yang ditawarkan, kunjungi situs web resmi Sasana Digital.

b. Berapa Budget Ideal dalam Memulai Digital Marketing?

Budget yang ideal untuk memulai digital marketing sangat bervariasi dan tergantung pada beberapa faktor, seperti:

  • Ukuran Bisnis: Bisnis yang lebih besar umumnya membutuhkan anggaran yang lebih besar.
  • Target Pasar: Semakin luas target pasar, semakin besar pula anggaran yang dibutuhkan.
  • Strategi yang Dipilih: Beberapa strategi digital marketing memerlukan investasi yang lebih besar dibandingkan yang lainnya.

Tips: Anda bisa memulai dengan anggaran yang terbatas dan secara bertahap meningkatkannya seiring dengan pertumbuhan bisnis Anda.

c. Apakah Digital Marketing untuk Setiap Sektor Bisnis Sama?

Tidak, strategi digital marketing untuk setiap sektor bisnis berbeda-beda. Setiap sektor memiliki karakteristik dan target audiens yang unik, sehingga strategi yang diterapkan pun harus disesuaikan.

Contoh: Strategi digital marketing untuk bisnis fashion akan berbeda dengan strategi untuk bisnis B2B (business-to-business). Berikut contoh targeting audiens dengan benar:

Training Pra-Sertifikasi Digital Marketing3

d. Apakah Ada Tren dalam Strategi Digital Marketing?

Ya, tren dalam strategi digital marketing terus berkembang seiring dengan perubahan teknologi dan perilaku konsumen. Beberapa tren terkini yang perlu diperhatikan adalah:

  • Personalisasi: Memberikan pengalaman yang lebih personal kepada pelanggan.
  • Video Marketing: Penggunaan video semakin meningkat sebagai alat pemasaran.
  • Pemasaran Melalui Chatbot: Chatbot digunakan untuk memberikan layanan auto reply chat pelanggan dengan lebih cepat dan efisien.

E. Apa Saja Tim yang Harus Ada dalam Menjalankan Digital Marketing?

Tim digital marketing yang ideal terdiri dari berbagai peran, antara lain:

  • Digital Marketer: Merancang dan menjalankan strategi digital marketing secara keseluruhan.
  • Content Creator: Menciptakan konten yang menarik dan relevan untuk target audiens.
  • Social Media Manager: Mengelola kehadiran bisnis di berbagai platform media sosial.
  • SEO Specialist: Mengoptimalkan website agar muncul di hasil pencarian teratas.
  • PPC Specialist: Mengelola kampanye iklan berbayar.
  • Web Developer: Membangun dan mengembangkan website.
  • Data Analyst: Menganalisis data untuk mengukur kinerja kampanye dan membuat keputusan yang lebih baik.

Catatan: Komposisi tim dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan ukuran bisnis Anda.

Baca Juga: Roadmap Digital Marketing: Contoh, Cara Kerja & Algoritma

Penutup

Tren digital marketing saat ini sudah dikenal di kalangan masyarakat. Keuntungan utama digital marketing adalah dapat menarget pasar yang lebih luas dengan biaya yang lebih terjangkau dan menggunakan strategi yang dapat diukur.

Siapa yang tidak ingin bisnisnya berkembang melalui digital marketing? Tentu Anda sangat ingin hal itu. Sebab banyak bisnis kecil yang bertumbuh signifikan karena digital marketing.

Seperti para UKM dan perusahaan yang telah memilih training di Sasana Digital sebagai partner bertumbuh. Akhirnya mereka memiliki tim bisnis yang solid, efektif, dan adaptif pada digital marketing.

Apakah Anda ingin membangun tim marketing bisnis yang lebih berkualitas? Jika “Iya”, maka Sasana Digital hadir untuk Anda!

Yuk cari tahu info selengkapnya dengan cara klik banner di bawah, atau Anda juga dapat segera mengkonsultasikan kebutuhan melalui layanan Konsultasi Gratis kami, ya!

Bagikan Artikel Ini

Sasana Digital Open for Paid Backlink & Guest posting

Layanan Sasana Digital

WhatsApp