Blog ›

Apa Itu Metrik Impression? Ketahui Pengertian dan 5 Tipsnya!

I

Saat ini, media sosial telah menjadi salah satu platform terbesar yang digunakan oleh bisnis untuk memasarkan produk dan jasa mereka. Dalam hal ini, metrik impression menjadi sangat penting untuk diukur dan diperhatikan.

Dalam era digital ini, perusahaan harus bisa menyesuaikan diri dengan perilaku pengguna media sosial. Dengan metrik impression, perusahaan dapat mengukur seberapa efektif iklan mereka dalam menjangkau audiens yang tepat.

Semakin tinggi jumlah impression yang didapatkan, maka semakin besar juga peluang untuk menjangkau target pasar yang lebih luas.

Dalam artikel Sasana Digital kali ini, kita akan membahas tentang pentingnya metrik impression dalam strategi media sosial dan bagaimana metrik ini dapat membantu bisnis untuk meningkatkan keberhasilan kampanye mereka.

Apa Itu Impression?

apa itu impression

Apa arti impression? Impression artinya adalah istilah yang digunakan untuk mengukur tampilan konten digital dan interaksi yang dilakukan oleh pengguna internet.

Tidak hanya sebatas iklan, tetapi juga meliputi halaman website, artikel, postingan media sosial, video di YouTube, dan sejenisnya.

Jumlah impresi akan menentukan biaya yang diperlukan saat memasang iklan. Selain itu, impresi juga bisa dipakai untuk mengukur performa kampanye digital sebuah brand atau perusahaan.

Tidak jarang, istilah impresi juga disebut sebagai “ad view“.

Dilansir dari Investopedia, bahwa impression sangat penting untuk menghitung biaya iklan di website atau media sosial.

Metrik ini tidak hanya mengukur seberapa sering konten diklik, tetapi juga seberapa sering konten dilihat oleh pengguna.

Oleh karena itu, impression digunakan untuk mengukur performa konten dalam beberapa aspek, seperti payperclick, jumlah tayangan yang muncul di media sosial, jumlah tayangan dari call-to-action dalam website, dan jumlah tayangan dari akses pihak ketiga, seperti content aggregator.

Terakhir, penting untuk dicatat bahwa impresi bukanlah sama dengan jumlah klik pada iklan yang dipasang.

Impresi hanya menunjukkan berapa kali iklan tampil, sedangkan klik menunjukkan berapa kali pengguna mengklik iklan tersebut. Oleh karena itu, impresi perlu dipahami dengan baik untuk memaksimalkan performa dari konten digital dan iklan yang dipasang.

Baca juga: 11 Tips Digital Marketing Ini Ampuh Membantu Strategi Bisnis

Setelah Anda mengetahui apa itu impression, mari mengetahui lebih lanjut mengenai tipe-tipe dari metrik impression pada penjelasan di bawah ini.

Tipe-tipe Metrik Impression

tipe-tipe metriks impression

Menurut Big Commerce, ada dua jenis metrik impression yang dapat digunakan untuk mengukur tampilan konten digital.

1. Served Impression

Umumnya digunakan untuk mengukur impresi konten, karena tipe ini lebih mudah diukur hanya dengan menggunakan data organik.

Namun, jenis ini memiliki kelemahan, yaitu kesulitan dalam mengetahui dampak konten tanpa analisis data yang lebih mendalam.

Terkadang, beberapa konten dapat diakses oleh konsumen tanpa terlacak, sehingga impresi pada konten seperti ini akan sulit bahkan tidak bisa dianalisis sama sekali.

Untuk mengatasi masalah ini, konten tersebut harus dikonversi menjadi sebuah kampanye pemasaran yang impresinya dapat diukur secara lebih akurat.

2. Viewable Impression

Merupakan jenis metrik yang menggunakan data yang dikumpulkan dari perangkat pengguna untuk menyempurnakan hitungan.

Jenis ini mengecualikan kasus-kasus di mana konten tidak terlihat oleh pengguna dengan mempertimbangkan perilaku pengguna yang mencegah penayangan iklan.

Beberapa perilaku pengguna yang dianggap seperti ad-blocking software, diantaranya:

  • Resolusi layar yang terlalu kecil
  • Plugin yang rusak
  • Ketidakcocokan seluler
  • Jendela browser yang diminimalkan oleh pengguna
  • Pergerakan pengguna di antara berbagai aplikasi
  • Halaman yang dimuat di tab latar belakang tidak pernah diakses
  • Gangguan non-pengguna seperti iklan cloaking malware

Metrik Viewable Impression memiliki dua manfaat, yaitu memberikan data yang lebih akurat, serta dapat digunakan untuk melakukan perbaikan yang memastikan konten dapat meraih audiens yang lebih luas.

Dengan menggunakan metrik Viewable Impression, Anda dapat mengetahui secara lebih akurat bagaimana audiens merespon konten digital.

Data dari metrik ini dapat digunakan untuk melakukan perbaikan pada konten agar dapat menarik perhatian lebih banyak audiens.

Selain itu, dengan menggunakan data dari metrik ini, Anda dapat memahami perilaku pengguna dengan lebih baik, sehingga dapat menentukan strategi pemasaran yang lebih efektif.

Karena itu, sangat penting bagi perusahaan untuk memperhatikan kedua jenis metrik impresi ini dalam melakukan kampanye pemasaran, sehingga dapat meningkatkan efektivitas kampanye dan mengoptimalkan penggunaan anggaran pemasaran.

Perbedaan Antara Metrik Reach dengan Impression

Bagi seorang Digital Marketer, terkadang sulit untuk membedakan antara impresi dan reach.

Khususnya bagi pemula, kebingungan dalam memahami perbedaan keduanya bisa berdampak pada evaluasi performa konten yang tidak akurat.

Untuk memahami perbedaan antara kedua metrik tersebut, perlu diperhatikan pengertian dari kata “lihat” dan “tampil”.

Reach adalah jumlah orang yang melihat iklan atau konten milik Anda, sedangkan impression adalah berapa kali iklan atau konten Anda tampil di layar pengguna internet.

Jefferly Helianthusonfri dalam bukunya yang berjudul Instagram Marketing untuk pemula menjelaskan tentang perbedaan antara reach dan impression. Buku ini memberikan panduan lengkap untuk belajar Instagram marketing bagi pemula yang ingin memulai dari awal.

Seringkali jumlah impresi lebih besar daripada reach. Hal ini disebabkan oleh satu pengguna yang dapat menghasilkan lebih dari satu impresi tergantung pada seberapa sering konten Anda muncul.

Namun, satu orang hanya dapat dihitung sebagai satu reach, meskipun dia melihat konten Anda sebanyak 100 kali.

Baca juga: 6 Digital Marketing Channel pada Bisnis: Organic + Paid

Bagaimana Cara Kerja Metrik Impression?

Saat menggunakan metrik impresi, penting untuk diingat bahwa satu impresi merepresentasikan satu tampilan konten, baik itu halaman website, iklan, atau postingan di media sosial.

Impresi seringkali menjadi cara yang paling ekonomis untuk menentukan apakah suatu konten atau iklan dilihat oleh pengguna. Selain itu, banyak penyedia jasa periklanan online yang memiliki kriteria perhitungan impresi sendiri yang terkait dengan biaya pemasangan iklan.

Ada setidaknya dua cara perhitungan biaya iklan yang umum digunakan oleh penyedia jasa periklanan online, yaitu:

1. CPM (Cost Per Mile)

CPM adalah metrik yang mengukur biaya per 1.000 impresi iklan.

Dalam hal ini, advertiser akan membayar setiap kali iklannya ditayangkan sebanyak 1.000 kali, terlepas dari apakah iklan tersebut menghasilkan klik atau tidak.

2. CPC (Cost Per Click)

CPC adalah metrik yang mengukur biaya per klik pada iklan.

Dalam hal ini, advertiser hanya membayar ketika seseorang mengklik iklannya. Metrik ini lebih mengutamakan kinerja iklan daripada CPM, karena advertiser hanya membayar ketika seseorang benar-benar tertarik dengan iklannya dan memutuskan untuk mengkliknya.

Bagaimana Cara Menghitung Metrik Impression pada Media Sosial?

Untuk menghitung metrik impresi, Anda bisa menggunakan beberapa cara, diantaranya sebagai berikut:

1. CTR (Click Through Rate)

Click Through Rate (CTR) merupakan persentase pengguna media sosial atau internet yang melakukan klik konten Anda dibandingkan dengan mereka yang melihatnya.

Jika iklan atau konten yang Anda pasang memiliki impresi tinggi akan tetapi CTR-nya rendah, bisa disimpulkan konten tersebut kurang menarik. Oleh karena itu, Anda harus mengevaluasi ulang konten maupun target audiens yang Anda miliki.

Adapun rumus untuk menghitung CTR adalah sebagai berikut:

Click / Impression x 100%

2. CPM (Cost Per Mile)

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, Cost Per Mile (CPM) merupakan biaya yang perlu dikeluarkan setiap 1.000 tayangan iklan.

Sebagai seorang Marketer atau pengiklan, maka Anda perlu mengetahui bagaimana cara menghitungnya, yaitu:

Cost / Impression x 100%

Idealnya, semakin rendah CPM maka performanya semakin baik.

Tips Penting untuk Meningkatkan Impression

tips meningkatkan impression

Jika hasil perhitungan metrik impresi kampanye Anda masih rendah, maka Anda dapat melakukan beberapa hal di bawah ini untuk meningkatkan impresi media sosial bisnis Anda.

1. Pahami Target Pasar Anda

Ketika jangkauan konten meningkat, secara otomatis kesadaran pengguna terhadap brand atau produk akan meningkat pula. Oleh karena itu, sangat penting untuk memperluas jangkauan konten Anda sebanyak mungkin ke konsumen agar lebih banyak yang terinformasi.

Namun, meskipun telah memperoleh 1.000 impresi, bukan berarti semua pengguna tersebut langsung tertarik dengan brand atau produk Anda.

Dalam hal ini, Anda perlu memperhatikan jenis-jenis konten apa yang banyak dibicarakan dan dibagikan oleh konsumen.

Hal ini bisa membantu Anda dalam melacak engagement dari konten-konten tersebut dan memahami minat konsumen.

Dalam mengidentifikasi minat konsumen Anda, maka Anda dapat melakukan riset melalui penggunaan tools dan fitur-fitur analitik pada media sosial yang kamu gunakan.

Baca juga: Brand Marketing 101: Strategi Penting Bangun Identitas Brand

2. Analisa Metrik Engagement Secara Teratur

Saat jumlah impresi meningkat, bisa jadi itu disebabkan oleh konten yang sering muncul dan dibagikan di media sosial pengguna. Hal ini menandakan bahwa konten tersebut telah dioptimalkan dengan baik di berbagai platform media sosial yang Anda targetkan.

Namun, jika hal tersebut tidak terjadi, Anda harus memeriksa kembali cara penyebaran konten. Pastikan bahwa konten yang Anda bagikan sesuai dengan platform yang digunakan.

Untuk memastikan efektivitas konten yang Anda bagikan, perlu dilakukan analisis secara teratur terhadap metrik engagement konten. Jika angka engagement konten Anda meningkat, maka jumlah impresi konten tersebut juga akan meningkat.

3. Buat Konten yang Tak Cukup Dilihat Sekali

Metrik impresi sangat terkait dengan seberapa sering orang melihat konten yang Anda bagikan.

Oleh karena itu, sebagai seorang Digital Marketer, Anda perlu membuat konten yang dapat mendorong konsumen untuk kembali melihat postingan Anda.

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan membuat konten polling yang menarik.

Dengan konten polling, pengguna akan kembali melihat konten Anda jika ingin melihat hasil polling yang Anda buat. Tentunya, semakin menarik polling yang Anda buat, semakin banyak pula pengguna yang akan tertarik untuk melihatnya.

Dalam membuat konten polling, Anda perlu memperhatikan materi yang dipilih sehingga sesuai dengan minat dan kebutuhan pengguna. Jika polling-nya menarik dan mengandung informasi yang ingin diketahui banyak orang, maka besar kemungkinan pengguna akan lebih aktif dan berpartisipasi dalam polling tersebut.

4. Cantumkan Call-to-Action (CTA) yang Kuat

Untuk memaksimalkan hasil dari konten-konten yang telah dibuat, perlu dilakukan penguatan dengan Call-to-Action (CTA).

Dengan adanya CTA yang tepat, maka pengguna yang sebelumnya tidak tergerak untuk melakukan aksi tersebut, dapat lebih tertarik untuk melakukannya.

Dengan begitu, semakin banyak orang yang menyimpan konten Anda, maka semakin besar juga kemungkinan konten Anda terus muncul di beranda pengguna dan meningkatkan jumlah impresi.

Sehingga, penting untuk tidak mengabaikan pentingnya CTA dalam strategi pemasaran kontenmu.

5. Pasang Ads

Anda dapat menggunakan iklan berbayar di berbagai platform media sosial untuk meningkatkan impresi kampanye Anda.

Iklan ini dapat disesuaikan dengan target pasar dan tujuan bisnis Anda, serta membantu mencapai konversi yang lebih tinggi dan menjangkau lebih banyak pengguna.

Meskipun impression bukanlah satu-satunya metrik penting, Anda tetap harus memperhatikannya.

Namun, ada banyak cara lain untuk membuat konten Anda menarik bagi pengguna, baik di website maupun media sosial.

Baca juga: Apa itu Website Marketing? Mengapa Bisa Bantu Cuan Bisnis?

Pertanyaan Seputar Impression

Ada beberapa pertanyaan menarik yang berkaitan dengan sertifikasi digital marketing. Di bawah ini tersedia beberapa pertanyaan yang mungkin bisa menjawab rasa penasaran Anda terkait sertifikasi digital marketing.

1. Apa yang Dimaksud dengan Impression?

Dalam digital marketing impression adalah salah satu ukuran keberhasilan sebuah campaign. Secara sederhana,  impression adalah istilah yang digunakan untuk mengukur tampilan konten digital serta interaksi yang dilakukan oleh sesama pengguna internet.

2. Apa Perbedaan Reach dan Impression?

Reach adalah angka yang menunjukkan berapa orang yang melihat konten Anda. Sementara, impression menunjukkan berapa kali konten Anda ditampilkan dan dilihat oleh audience.

3. Apakah Impression Instagram, LinkedIn, Website, dan Sebagainya Itu Sama?

Umumnya impression pada Instagram, LinkedIn, Website, dan sebagainya itu sama, yaitu mengenai sebuah metrik yang digunakan untuk mengukur ukuran jumlah total dari seberapa kali para user suatu platform digital melihat konten yang telah Anda posting

Penutup

Dalam dunia Digital Marketing, metrik impresi merupakan salah satu indikator penting dalam menilai performa konten dan iklan yang dipasang di media sosial.

Dengan memanfaatkan beberapa teknik yang telah dibahas di atas, Anda dapat meningkatkan impresi dan mendapatkan hasil yang optimal dari upaya pemasaran digital Anda.

Jika Anda masih ragu dan memerlukan bantuan untuk meningkatkan media sosial bisnis Anda, jangan ragu untuk menghubungi layanan konsultasi Digital Marketing dari Sasana Digital yang siap membantu Anda.

Bagikan Artikel Ini

Layanan Sasana Digital