Blog ›

Apa Itu Headline? Ini Pengertian, Jenis & Cara Membuatnya

I

Keberadaan headline yang sangat penting, biasanya menjadi kunci utama keberhasilan suatu konten. Hal ini menyebabkan proses pembuatan headline tidaklah mudah. 

Diperlukan akal, pikiran dan kreativitas tinggi untuk menciptakan headline yang mudah dimengerti sekaligus komunikatif.

Dengan begitu Sasana Digital akan memberikan informasi yang berkaitan dengan headline. Untuk Anda yang sedang ataupun akan  menjalankan bisnis ataupun usaha ,informasi ini akan membantu dibidang pemasaran. Selamat membaca.

Pengertian Headline

Headline adalah judul utama dari suatu karya tertulis seperti artikel, kolom majalah, dan berita. Biasanya, headline diletakkan pada bagian awal atau sampul konten. 

Selain itu, headline menjadi salah satu faktor penentu ketertarikan pembaca atau penonton terhadap konten. Gunanya  adalah untuk menyoroti poin inti atau kategori konten, sehingga audiens mengetahui topik umum dari apa yang akan mereka lihat.

Kemudian apa fungsi dari headline itu sendiri? Sasana Digital akan memberikan paparan lebih lanjut mengenai fungsi dari headline tersebut.

Fungsi Headline

Meskipun hanya terdiri dari satu kalimat, namun headline memiliki fungsi penting dalam penggunaannya dan sebaiknya dibuat dengan pertimbangan yang matang. Beberapa fungsi headline adalah sebagai berikut.

1. Memberikan Gambaran tentang Ringkasan Konten

Fungsi pertama dari headline adalah untuk memberikan ringkasan atau gambaran umum tentang isi artikel atau konten. Harapannya, audiens tertarik dengan topik yang dibawakan dan membacanya sampai selesai karena kesimpulan hanya bisa diketahui melalui isi artikel selengkapnya.

2. Membuat Audiens Penasaran

Fungsi kedua dari headline adalah membangkitkan rasa penasaran audiens. Agar audiens tetap melanjutkan membaca hingga akhir, maka headline perlu berisi pernyataan yang memancing ketertarikan audiens untuk terus membaca konten.

3. Memberikan Stimulus untuk Membaca

Fungsi ketiga dari headline adalah memberikan stimulus kepada audiens agar membaca isi dari konten tersebut. Fungsi ini cukup penting karena stimulus atau rangsangan membaca bisa dibentuk dari headline ini.

Jenis-jenis Headline

1. Direct Headline

Direct headline atau yang disebut juga dengan judul langsung ini biasanya menyatakan tujuan dari sebuah artikel secara jelas.

Jadi, pembaca akan bisa mengetahui isi atau maksud dari artikel atau konten  dari judulnya. Dalam headline ini, biasanya menggunakan kata-kata langsung tanpa bertele-tele.

2. Non-direct Headline

Non-direct headline adalah  jenis judul copywriting merupakan kebalikan  dari direct headline. Kata-kata yang digunakan pada judul ini menggunakan bahasa atau pendekatan secara halus yang mengisyaratkan poin utama dalam keseluruhan artikel.

Jadi, tidak langsung menggunakan kata kunci yang menjadi poin utama dalam artikel. Melainkan, mencoba membuat pembaca merasa penasaran sehingga tertarik untuk membacanya sampai akhir.

3. News Headline

News headline merupakan jenis judul yang berisi berita atau pengumuman penting bagi pembacanya.Dengan begitu, pembaca akan langsung mendapatkan fokus atau poin utama yang disampaikan penulis.

Dalam dunia bisnis, judul jenis ini memuat  informasi terbaru mengenai produk atau layanan yang mereka tawarkan. Bisa juga mencakup deskripsi produk/layanan yang up to date.

4. Question Headline

Jenis headline berikutnya, yakni question headline atau judul yang ditulis dengan mengajukan pertanyaan kepada pembaca.

Tentu saja, jenis judul yang satu ini harus menyertakan jawaban di dalam artikel untuk menjawab pertanyaan yang telah tertulis dalam judul.

Umumnya, pertanyaan yang diajukan merupakan topik yang banyak diminati oleh pembaca. Selain menjadi daya tarik, question headline juga bisa menciptakan kedekatan dengan para pembaca.

5. Command Headline

Command headline atau dikenal sebagai judul perintah. Jenis judul yang satu ini berisi perintah mengenai apa yang harus mereka lakukan dan pelajari dari isi artikel atau konten.

Untuk menggunakan judul ini sebagai promosi bisnis, Anda  perlu menambahkan kata kerja yang kuat sehingga perintah tersebut benar-benar sampai pada pembaca.

6. Brand Name Headline

Judul ini berisi brand name atau nama merek agar pembaca lebih mengenali sebuah perusahaan atau organisasi yang menjalankan bisnis.

Dengan demikian, Produk anda bisa terlihat lebih unggul dari pesaing karena terciptanya brand awareness di kalangan pembaca.

Selain membuat pembaca tertarik dengan produk atau layanan yang ditawarkan, brand juga akan lebih mampu bersaing dengan perusahaan lain yang lebih besar dan mapan dalam pasar yang sama.

7. Claim Headline

Claim Headline adalah  judul berisi klaim atau sesuatu yang mencirikan produk atau layanan dari perusahaan anda.

Dengan demikian , pembaca akan merasa penasaran dan tergerak hatinya untuk mengetahui lebih lanjut isi artikelnya. Namun, penggunaan claim headline cenderung tricky karena kamu harus benar-benar membuktikan klaim yang tertulis.

Jangan memberikan klaim yang terlalu imajinatif atau mustahil. Berikan yang terbaik dan tampilkan apa adanya sesuai dengan produk Anda.

Selain itu, berikan alasan dalam artikel atau konten  mengapa produk atau layanan Anda bisa memiliki klaim yang telah disebutkan. Bangunlah kepercayaan pembaca agar mereka tertarik dengan produk atau layanan Anda.

8. Curiosity Headline

Curiosity headline adalah judul artikel copywriting yang memuat kata-kata tertentu, sehingga pembaca merasa penasaran dengan isinya.

Jadi, semakin terdengar misterius judulnya, pembaca akan semakin tertarik dan penasaran untuk membacanya hingga selesai.

Biasanya, judul yang satu ini banyak digunakan untuk artikel pada email marketing, link affiliate, dan lain sebagainya.

9. Selective Headline

Selective headline adalah judul copywriting yang dibuat berdasarkan segmentasi pasar pada suatu perusahaan.

Dengan adanya panggilan yang spesifik pada judul, pembaca pun akan terasa dekat dan tertarik untuk menekan klik pada laman website.

Dalam hal ini, Anda bisa menggunakan spefikasi terkait persona, waktu, produk atau layanan yang ditawarkan.

10. Gimmick Headline 

Gimmick headline adalah  jenis judul yang memberikan efek tertentu bagi pembaca. Judul ini berisi permainan gaya bahasa, permainan bunyi, pengulangan kata, tipuan, atau kejutan.

Dibuat dengan pemilihan kata dan bahasa yang menarik perhatian pembaca ataupun penonton yang membuat mereka ingin mengetahui lebih lanjut tentang konten yang Anda buat.

Meski bisa digunakan untuk jenis bisnis apa saja, gimmick headline juga harus tetap relevan dengan isi konten dan tujuan Anda.

11. Teaser Headline

Teaser headline adalah judul yang berisi sebuah tantangan bagi pembaca, sehingga mereka tertarik untuk mengetahui isinya lebih lanjut.

Namun, kamu harus pandai memilih kata untuk digunakan pada teaser headline ini. Untuk membuat kesan tantangan pada pembaca, tetap gunakan kalimat yang sopan.

Hindari menggunakan kata atau kalimat yang merendahkan pembaca. Meski mungkin mendatangkan banyak pembaca, hal tersebut bisa membuat reputasi brand anda buruk di mata audiens.

12. You and I Headline

You and I headline adalah judul yang  menciptakan kedekatan antara pembaca dengan pengiklannya. Jadi, kata-kata yang digunakan pada judul dibuat agar terlihat seperti sebuah percakapan langsung.

Kata atau bahasa yang digunakan berkaitan  atau sesuai dengan pembaca. Dengan begitu, pembaca akan merasa tertarik dalam membaca keseluruhan isi artikel.

13. Fear Headline

Fear headline adalah judul yang yang memberikan  kesan ketakutan bagi pembaca. Meski terdengar kurang baik, teknik copywriting yang satu ini terbilang cukup ampuh.

Namun, Anda  harus menyertakan solusi untuk menghadapi ketakutan yang tertulis pada judul, sehingga pembaca mengetahui cara menghadapinya.

Dalam memberikan solusi, Anda pun bisa menggunakan manfaat dari produk atau layanan yang ditawarkan. Jadi, bisa meningkatkan penjualan produk Anda.

14. Quotation Headline

Quotation headline merupakan judul yang memiliki keterkaitan dengan kondisi pembacanya. Umumnya, quotation headline berisi kata-kata dari pelanggan, testimonial, kutipan populer, dan lain-lain yang bisa menarik minat pembaca.

Semakin spesifik judul yang digunakan, pembaca akan merasa semakin dekat atau terikat. Dengan begitu, mereka benar-benar memperhatikan isi konten atau iklan yang anda buat.

15. Confrontational Headline

Headline konfrontasi berisi kata-kata atau kalimat pendapat yang berlawanan dengan mayoritas.

Judul kontroversial ini dapat menarik orang untuk membaca dan melihat apakah artikel tersebut bisa mengubah atau justru memaksakan pendapat mereka yang sudah ada.

16. Testimonial Headline

Judul ini berisi testimoni atau ulasan dari pelanggan secara jujur dan objektif terkait produk/layanan yang Anda  tawarkan.

Biasanya, judul ini lebih mudah dipercaya oleh audiens karena berisi pernyataan yang lebih jujur dari pembeli sebelumnya dibanding kata-kata pada iklan.

Cara Membuat Headline

Berikut akan Sasana Digital paparkan beberapa tips singkat  untuk membuat headline yang baik dan menarik agar audiens tertarik untuk membaca sampai selesai atau menonton sampai selesai.

1. Mengetahui latar belakang audiens

Mencari tahu siapa audiens atau pembaca. Dengan mengetahui ini, maka Anda akan lebih mudah dalam memilih kata, penyebutan, dan gaya bahasa yang sesuai pada headline.

2. Gunakan nomor dan data

Menurut penelitian Neil Patel, headline yang menggunakan data spesifik bisa meningkatkan 73% interaksi pembaca. Dengan angka, otak akan menjadi lebih penasaran.

Selain itu, yang biasanya digunakan adalah angka ganjil, karena terbukti memiliki efektifitas lebih dibanding angka genap.

3. Berikan alasan mengapa seseorang harus membacanya

Saat membuat headline, detikers bisa memakai kata-kata yang memberikan alasan tentang pentingnya suatu konten. Contohnya kata seperti tips, alasan, trik, ide, rahasia, strategi, dan lain-lain.

4. Headline dalam bentuk pertanyaan atau umpan kepada pembaca

Headline yang berupa pertanyaan akan membuat pembaca menjadi penasaran. Kemudian beri arahan bahwa jawabannya ada di dalam konten. Sehingga akan membuat pembaca penasaran dan mengikuti sampai selesai. 

5. Jangan gunakan kalimat yang terlalu panjang

Sebetulnya, tidak ada batasan pasti untuk panjang headline iklan, berita, dan artikel. Namun, sesuaikan dengan kondisi dan tempat headline itu dipasang. Contohnya, headline rekomendasi dari Google adalah tidak lebih dari 62 karakter.

Contoh lainya adalah  pada produk Tobler’s Chocolate Orange, menunjukkan bola coklat dilemparkan ke sesuatu yang keras hingga pecah dan mengeluarkan potongan seperti jeruk. Headlinenya adalah “Whack and Unwrap” (Pukul dan buka bungkusnya).

Penutup

Dengan demikian bisa anda ketahui gambaran apa itu headline,bagaimana fungsi dan cara membuatnya agar menarik para audiens pada konten anda.

Nah, bagi Anda yang masih bingung bagaimana cara mendorong performa bisnis yang masih saja stagnan, Anda bisa menggunakan layanan kami, Audit & Consulting Digital Marketing.

Sasana Digital akan mengidentifikasi, mengukur, serta mencari peluang & ancaman yang akan mempengaruhi perkembangan bisnis Anda kedepannya. Yuk, manfaatkan dulu layanan Free Consulting kami di sini!

sasana digital logo karier

Perusahaan penyedia Solusi Digital & Teknologi untuk kebutuhan bisnis Anda. Selengkapnya…

Bagikan Artikel Ini

Artikel Terkait

Hubungi Sekarang !
Sasana Digital
Selamat datang di Sasana Digital!

Ada yang bisa kami bantu? Jika ada, silahkan klik tombol berikut ya! 😊