Blog ›

Marketing Bisnis: Dari Pengertian Hingga Cara Kerjanya

I

Sedang mencari info seputar marketing bisnis? Tulisan ini yang bisa menjawab keingintahuan Anda. Lengkap dari pengertian hingga cara kerja marketing bisnis.

Marketing bisnis perlu diketahui oleh Anda yang sedang bekerja dan mengelola bisnis. Entah itu milik Anda sendiri atau milik bersama.

Jadi selamat membaca dan mendalami topik yang sedang Anda cari ya!

Pengertian Marketing Bisnis dari Para Ahlinya

Pada bagian ini Anda akan mengetahui apa itu marketing bisnis secara komprehensif dari para ahlinya sesuai fakta dan pengertian yang ada.

1) Iwan Setiawan

Dikutip dari Iwan Setiawan yang bekerjasama dalam penulisan buku bersama Philip Kotler dan Hermawan Kartajaya sebagai ahli pemasaran/marketing.

Iwan Setiawan mengatakan bahwa marketing bisnis terutama marketing 2.0 adalah usaha pemasaran produk atau jasa yang berfokus pada needs masyarakat (kebutuhan). Sehingga masyarakat bisa menjadi konsumen dari sebuah brand.

2) Tjiptono dan Diana

Selanjutnya ada penjelasan dari ahli pemasaran yang bisa menjawab keingintahuan Anda soal apa yang dimaksud dengan marketing bisnis alias pemasaran.

Menurut Tjiptono dan Diana (2020:3), pemasaran adalah proses menciptakan, mendistribusikan, mempromosikan, dan menetapkan harga barang, jasa dan gagasan untuk memfasilitasi relasi pertukaran yang memuaskan dengan para pelanggan dan untuk membangun dan mempertahankan relasi yang positif dengan para pemangku kepentingan dalam lingkungan yang dinamis.

Simak Cara Kerja Marketing Bisnis

Setelah memahami pengertian dari marketing bisnis, kini saatnya memahami cara kerja marketing bisnis agar pengetahuan Anda bisa lebih lancar dipraktikan.

Cara kerja marketing bisnis yang baik adalah yang bisa membantu para konsumen sekaligus membantu pemilik bisnis itu sendiri. Tertarik? Ayo baca dan selamat memahami ya!

1. Mengerti Kebutuhan Konsumen

Pembeli adalah raja. Pernah dengar pernyataan itu? Itulah yang terjadi pada marketing bisnis. Anda harus mengutamakan pembeli alias konsumen.

Mengapa? Sebab konsumen menjadi hal utama saat hendak memaksimalkan bisnis dengan kegiatan marketing.

Marketing bisnis untuk konsumen

Tentu cara terbaik dalam mengutamakan konsumen adalah dengan memahami mereka. Apa ya kebutuhan konsumen Anda? Toh, nantinya konsumen Anda menjadi pembeli yang loyal.

Berikut ini ada poin-poin yang bisa Anda jadikan inspirasi dalam memahami konsumen:

  • Jenis Kelamin
  • Usia
  • Tokoh Idola
  • Asal Daerah
  • Tingkat Pendidikan
  • Ponsel Pribadi

Poin-poin tadi menjadi hal yang paling dasar dalam memahami karakter konsumen dalam upaya marketing bisnis. Masih banyak lagi yang bisa diulik oleh suatu brand dalam memahami konsumen.

Semoga cara kerja marketing bisnis yang pertama ini dapat membantu ya! Selanjutnya kita fokus pada product knowledge.

2. Pahami Product Knowledge

Dalam ranah marketing bisnis, ada hal yang terkadang dilupakan oleh para pelaku bisnis. Yaitu memahami product knowledge.

Cara Kerja Marketing Bisnis

Singkatnya, pihak pebisnis dan tim bisnis harus memahami produk dan jasa yang mereka tawarkan. Jangan asal lakukan marketing tetapi malah membuat bisnis tersendat.

Sebab marketing yang tidak sesuai dengan produk dan jasa yang ditawarkan, bisa membuat brand menjadi sulit berkembang.

Kasus paling buruk adalah memasarkan produk tanpa mengetahui product knowledge dapat membuat konsumen tersinggung sehingga tidak mau lagi datang pada brand Anda.

Baca Juga: Apa Itu Product Knowledge? Pengertian Lengkap dan Contohnya!

3. Susun Rencana Marketing Bisnis

Susun rencana sehingga brand Anda mendapat strategi marketing dengan sendirinya. Paling penting adalah kesinambungan antara channel marketing dan pesan yang disampaikan juga budget yang mendukung.

Saat bisnis mulai melakukan marketing, pertimbangkan apakah ingin melalui online atau offline. Untuk saat ini yang paling efektif adalah melalui online.

Sedangkan bila menyusun apa yang akan disampaikan dalam campaign, jangan lupa untuk mengerti dari sudut pandang audience.

Terakhir adalah budget. Misalnya Anda memiliki budget yang banyak, silakan pakai SEM, KOL, dan sebagainya.

Bila Anda punya budget yang sedikit namun bisa terus dipakai secara berkala, silakan pakai SEO dan Social Media untuk brand Anda.

Baca Juga: Perbedaan SEO dan SEM yang Benar dalam Digital Marketing!

4. Implementasi Strategi Marketing Bisnis

Setelah tadi rencana Anda susun maka brand Anda kini memiliki strategi marketing bisnis yang sudah siap diimplementasikan.

Implementasikan atau eksekusi segera strategi marketing bisnis Anda. Jangan sampai setelah direncanakan hanya menjadi sebuah angan-angan.

5. Evaluasi Marketing Bisnis yang Telah Berjalan

Tak ada salahnya melakukan evaluasi demi perkembangan bisnis. Namun harus diingat evaluasi dijalankan dengan objektif, bukan subjektif.

Evaluasi adalah proses yang krusial setelah marketing bisnis dijalankan oleh suatu brand. Sebab dari evaluasi ada banyak pengetahuan yang bisa dirasakan dari pengalaman yang dialami sendiri.

Jenis Marketing Bisnis yang Ada di Indonesia

Marketing bisnis yang ada di Indonesia semakin berkembang seiring berjalannya waktu. Kini dengan berbagai kreatifitas muncul bermacam-macam marketing bisnis.

Ada beberapa marketing bisnis yang biasa kita jumpai di Indonesia. Berikut adalah jenisnya:

  1. Social Media Marketing
  2. KOL Marketing
  3. Web Marketing
  4. PR Marketing
  5. Email Marketing

1. Social Media Marketing

Pada beberapa perusahaan di Indonesia sedang marak sekali melakukan marketing bisnis melalui media sosial.

Hal tersebut wajar dan menjadi fenomena penting bagi pertumbuhan bisnis. Sebab kini media sosial menjadi salah satu tempat berkumpulnya orang-orang.

Baca Juga: 5 Fungsi Media Sosial dan Prediksinya Pada Bisnis 2023

2. KOL Marketing

Marketing bisnis yang satu ini menjadi jenis marketing yang biasa ditemukan pada brand yang sudah pandai dalam berbisnis.

Pandai seperti apa? Yaitu brand yang sudah mengerti karakteristik konsumennya seperti apa. Sebab KOL Marketing ini mengandalkan para KOL yang sesuai sehingga bisa mempengaruhi konsumen.

3. Web Marketing

Di Indonesia, orang-orang masih mengandalkan Google untuk mencari informasi yang valid. Sebab media sosial dihantui oleh ancaman hoax yang lebih besar.

Meski memang ada saja informasi hoax yang bertebaran di Google, tetapi media sosial menjadi tempat yang lebih beresiko dalam penyebaran informasi hoax yang begitu luas.

Sehingga para pebisnis di Indonesia masih memakai website untuk mempromosikan bisnis yang mereka miliki.

Di sisi lain, bagi para konsumen saat melihat sebuah brand yang memiliki website, rasanya brand tersebut lebih profesional dibanding brand lain yang tak memiliki website.

Baca Juga: Website Marketing, Mengapa Penting? Bisa Bantu Cuan Bisnis

4. PR Marketing

PR alias Public Relation seringkali dijadikan alat untuk menjalankan marketing bisnis di Indonesia. Sebab marketing yang satu ini terbukti ampuh.

Memang agak mahal biasanya bila mengandalkan PR Marketing, apalagi bila bekerjasama dengan media yang sudah memiliki banyak audiens.

PR Marketing biasanya dilakukan oleh brand besar yang sudah memiliki budget dan koneksi dengan perusahaan media. Baik itu media cetak maupun media online.

5. Email Marketing

Saat ini email menjadi alternatif bagi perusahaan atau sebuah brand untuk melakukan “PDKT” dengan para konsumennya.

Sebab email dinilai begitu personal dan masih bisa menjaga privasi kehidupan konsumen. Beda cerita kalau perusahaan sering mengirimi surat langsung ke alamat tempat tinggal.

Kondisi yang Dipertimbangkan dalam Marketing Bisnis

Saat hendak menjalankan marketing bisnis, ada beberapa kondisi yang wajib dipertimbangkan oleh pihak pebisnis.

Berdasarkan pengalaman Sasana Digital, marketing bisnis yang sukses harus memperhatikan kondisi di luar brand itu sendiri.

Berikut ini adalah kondisi yang perlu diperhatikan saat melakukan marketing bisnis.

1) Kondisi Kompetitor

Siapa di antara Anda yang masih melakukan bisnis secara brutal tanpa memperhatikan kompetitor? Selalu berpikir hanya Anda yang memiliki bisnis seperti itu.

Kenyataannya kita hidup di zaman modern. Dimana segala bentuk bisnis sudah ada di Indonesia.

Tak ada salahnya untuk memperhatikan kompetitor. Sebab dari sana akan ada evaluasi bagi bisnis Anda dan menjadi pembelajaran yang berharga.

Jangan sampai seperti Nokia yang sempat tidak peduli dengan kompetitor hingga akhirnya mengalami penurunan bisnis yang signifikan pada satu dekade yang lalu.

2) Kondisi Ekonomi

Sebagai pengelola bisnis yang baik, sebelum menjalankan marketing bisnis pasti melihat kondisi ekonomi dulu.

Entah itu ekonomi secara dunia maupun secara lokal. Jangan sampai Anda memasang harga produk terlalu mahal.

Jangan juga Anda terlalu murah memasang harga produk karena tidak memperhatikan kondisi ekonomi di tempat Anda berbisnis.

3) Kondisi Konsumen

Kondisi konsumen jelas perlu diperhatikan. Hal ini ada kaitannya pada pembahasan di atas tentang memahami audiens.

Kondisi konsumen pada brand Anda itu bagaimana? Apakah kaya atau sederhana? Apakah suka jalan-jalan malam atau siang?

Tanyakan pernyataan-pertanyaan itu hingga mendapat jawaban yang pasti. Toh, nantinya marketing yang Anda lakukan untuk bisnis menjadi lebih lancar.

Penutup

Pada akhirnya marketing bisnis sangat diharapkan dalam memberi dampak baik bagi brand itu sendiri.

Di sisi lain akan sangat baik bila marketing bisnis yang dilakukan bisa memenuhi hasrat konsumen dengan cara yang tepat.

Maka mari bersama Sasana Digital tumbuhkan bisnis dan mengasah tim bisnis Anda agar lebih terukur, cekatan, dan efektif ketika melakukan digital marketing. Klik banner di bawah untuk selengkapnya ya!

Bagikan Artikel Ini

Layanan Sasana Digital

Hubungi Kami
Halo, ada yang bisa kami bantu?