fbpx
Apa Itu Digitalisasi Serta Perannya di Dunia Bisnis dan Industri

Apa Itu Digitalisasi Serta Perannya di Dunia Bisnis dan Industri

Digitalisasi bisnis menjadi topik yang sering diperbincangkan belakangan ini. Pelajari mengapa digitalisasi krusial bagi bisnis anda.

Kata “digitalisasi” mungkin sudah tidak asing lagi di telinga anda. Secara harafiah, digitalisasi berarti mengubah sesuatu menjadi digital alias memanfaatkan teknologi. Di dunia industri dan bisnis sendiri, kata digitalisasi sudah menjadi primadona dan belakangan ini sudah menjadi tren tersendiri.

Digitalisasi Bisnis Bukan Sembarang Go Digital

Di era revolusi industri 4.0, mereka yang tidak bisa menjadikan digitalisasi menjadi sahabatnya akan tergusur perlahan-lahan. Bagaimana tidak, digitalisasi telah merubah berbagai landskap bisnis di tanah air. Dari yang semula dilakukan manual, sekarang sudah menjadi otomatis dan hemat biaya.

Bahkan pemerintah sendiri sudah mencanangkan program “Making Indonesia 4.0”, yang artinya pemerintah pun serius untuk mengubah Indonesia menjadi lebih melek digital.

Namun tentu saja maksud dari digitalisasi bisnis ini bukan semata-mata menggunakan teknologi untuk menggantikan tenaga manusia, tapi lebih kepada bagaimana caranya agar perusahaan bisa menciptakan sistem otomatis dan terintegrasi satu dengan yang lain.

Peran Digitalisasi di Dunia Bisnis dan Industri

Digitalisasi sudah dikenal sebagai salah satu metode untuk memangkas biaya operasional, tanpa mengorbankan kualitas produk/pelayanan atau bahkan malah meningkatkannya. Beberapa contoh digitalisasi di berbagai industri dan bisnis bisa anda lihat di daftar di bawah ini:

Digitalisasi Produksi

Jika kita kembali ke tahun 80-an, mungkin anda masih menemukan pabrik yang berisi ribuan buruh dan bekerja untuk memproduksi barang secara massal. Menggunakan tenaga manusia untuk produksi memang tidak ada salahnya, namun manusia pada umumnya memiliki masalah pada ketahanan dan konsistensi. Coba saja anda memotong 2 selotip dengan panjang yang sama 100%, apakah bisa?

Tapi tidak dengan teknologi digital. Sejak era revolusi industri 4.0 dimulai, lini produksi perlahan-lahan berpindah ke teknologi digital. Bahkan mesin yang notabene sudah teknologi sekalipun, masih bisa di-digitalisasi lagi seperti otomasi QC (Quality Control) dengan memanfaatkan algoritma pemrograman khusus berbasis AI (Artificial Intelligence/Kecerdasan Buatan).

Ini membuat hasil produksi yang dihasilkan menjadi lebih seragam kualitasnya, dan pengawas pun hanya perlu melakukan pengawasan minim. Mungkin saja mereka hanya perlu mengambil tindakan apabila sistem memberikan peringatan. Tentu saja ini merupakan perubahan yang sangat jauh, jika dibandingkan dengan menggunakan tenaga manusia seutuhnya.

Baca Juga: Digitalisasi Bisnis Sebagai Strategi Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0

Digitalisasi Keuangan

Dunia keuangan pun juga tidak luput dari sentuhan digitalisasi. Bahkan sekarang sudah ada mata uang digital yang jauh lebih praktis dan mudah digunakan dibandingkan uang fisik.

Selain munculnya mata uang digital, digitalisasi keuangan juga muncul dari sisi pencatatannya. Sejak menjamurnya aplikasi kasir dan pembukuan, para pelaku usaha sekarang bisa lebih mudah untuk mencatat kondisi keuangan bulanan bisnis mereka.

Dengan begitu, posisi neraca bisnis bisa diketahui dengan mudah dan akurat dibandingkan dengan hitung manual. Pelaku usaha juga tidak perlu khawatir data yang hilang, karena semua data bisa disimpan di cloud dan diakses dari perangkat mana pun.

Digitalisasi Laporan

Masih menulis laporan secara manual? Di jaman sekarang, bahkan laporan anda pun bisa diotomasi dan tercipta secara otomatis berkat bantuan kecerdasan buatan dari berbagai software.

Sebut saja Google Data Studio, yang bisa menampilkan data dari berbagai platform secara otomatis tanpa perlu input manual. Antarmukanya bahkan bisa didesain secantik mungkin sehingga bisa anda gunakan untuk presentasi saat itu juga, tanpa perlu melakukan modifikasi manual.

Digitalisasi laporan juga membantu para evaluator untuk menemukan kejanggalan dalam strategi mereka, baik yang positif maupun negatif. Misalnya jika di satu hari ada kenaikan penjualan drastis, maka mereka bisa menemukan penyebabnya karena laporan terintegrasi dengan sistem sales dan informasi marketing.

Digitalisasi Layanan

Layanan seperti customer service merupakan hal yang krusial di dalam dunia usaha, sebab tidak semua pelanggan bisa memahami tipe produk/jasa/layanan anda dalam sekali lihat saja.

Namun terkadang pertanyaan yang disampaikan pelanggan terlalu mendasar, dan sebenarnya bisa didapatkan dengan mudah jika mereka mau membaca detail lebih lanjut. Hanya saja, memang tidak semua pelanggan mau seperti itu.

Baca Juga: Apa yang Terjadi Jika Bisnis Gagal Merespon Revolusi Digital?

Karena itu digitalisasi layanan bisa membantu anda untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan kecil secara otomatis, tanpa menambah beban anda. Dengan teknologi chatbot, anda bisa memberikan jawaban personal secara otomatis. Bahkan anda bisa juga mengirimkan broadcast atau pengingat jika ada promosi yang sedang berlangsung ke pelanggan.

Digitalisasi Pemasaran

Digital marketing bisa dibilang merupakan salah satu inovasi yang cukup disruptif di dekade ini. Berkat kehadirannya, sekarang persaingan di pasar menjadi lebih sempurna dan tidak dikuasai oleh satu atau dua merk saja. Sebab usaha yang diperlukan untuk berpromosi sudah jauh lebih terjangkau.

Digital marketing memungkinkan pelaku usaha untuk berpromosi tanpa menguras budget. Di jaman dahulu, bisnis mungkin perlu ‘membakar’ modal sampai miliaran untuk beriklan. Itu pun hasilnya juga tidak bisa terukur secara akurat. Sejak kemunculan digital marketing, semua masalah itu bisa teratasi satu per satu.
 

 

Tanpa Digitalisasi, Anda Akan Tertinggal

Anda sudah melihat bagaimana digitalisasi membawa perubahan drastis pada dunia usaha. Sekarang pertanyaannya adalah, seberapa siapkah anda? Jika anda masih belum juga menerapkan digitalisasi di usaha anda, maka kemungkinan besar anda akan tertinggal oleh kompetitor yang sudah melakukannya di luar sana.

Ingat digitalisasi tidak hanya mengoptimasi usaha anda di eksternal, tapi juga di internal perusahaan. Karena itu, hanya dengan menerapkan digitalisasi eksternal saja (seperti marketing) itu tidak cukup. Harus juga dilengkapi dengan digitalisasi di dalam internal perusahaan, untuk mengoptimasi potensi perusahaan anda semaksimal mungkin.

Jika anda bingung harus memulai dari mana, anda bisa menggunakan jasa konsultan bisnis digital yang kami sediakan. Kami akan membantu anda untuk menemukan solusi digitalisasi yang cepat, dengan kemungkinan kesalahan terkecil.

Comments are closed.