Cara Menentukan & Atur KPI Digital Marketing untuk Staff & Tim!

Thumbnail Bagaimana Cara Menentukan SMART KPI dalam Digital Marketing
I

KPI (Key Performance Indicator) merupakan salah satu pengukuran terpenting, termasuk dalam digital marketing. Secara konsep, ada banyak strategi penerapan KPI digital marketing, salah satunya SMART. Artikel ini akan membantu Anda memahami apa itu KPI Digital Marketing dan implementasi contoh KPI digital marketing untuk bisnis, serta penerapan konsep SMART KPI secara mendalam.

Menjalankan strategi digital marketing tanpa adanya tujuan yang jelas, tentu adalah sebuah kesalahan fatal. Sebab, selain tidak mengetahui apa yang dikejar, Anda juga tidak tahu apa yang seharusnya dilakukan dan apa keputusan yang tepat untuk diambil setelahnya.

Karenanya, penting bagi semua orang yang ingin menjalankan strategi digital marketing untuk menentukan target dari setiap tindakan yang mereka buat. Target inilah yang kemudian disebut dengan KPI.

Apa itu KPI?

Apa yang dimaksud dengan KPI (Key Performance Indicator)? Ia adalah alat untuk mengukur seberapa berhasilnya suatu strategi yang dijalankan.

Konsep KPI ini tidak hanya digunakan dalam lingkup marketing saja, namun juga bisa di hampir semua kegiatan yang melibatkan indikator kesuksesan. Sebagai contoh, bagi seorang guru, maka KPI-nya bisa saja mengenai seberapa tinggi nilai ujian akhir semua murid kelas 7 yang sudah diajarkan selama 1 semester.

Anda bisa memiliki lebih dari satu KPI untuk sebuah strategi. Tapi tentu KPI tersebut tidak bisa ditentukan dengan cara asal-asalan tanpa adanya pertimbangan yang matang.

KPI dalam Digital Marketing

KPI dalam lingkup digital marketing adalah alat ukur yang dipakai untuk mengukur keberhasilan strategi marketing baik saat dijalankannya kampanye ataupun nanti di saat pengambilan keputusan untuk strategi marketing berikutnya.

Dalam dunia digital marketing, hampir semua strategi yang hendak dijalankan tidak boleh lepas dari yang namanya KPI. Sebab, KPI memegang peranan yang sangat penting baik di saat perencanaan maupun nanti di saat akan mengambil sebuah keputusan.

Baca Juga: Apa Itu Digital Marketing 101 dari Jenis, Strategi + Tipsnya

Ruang Lingkup KPI Digital Marketing

KPI digital marketing yang digunakan pada tiap strategi tidaklah sama. Ada beberapa pertimbangan yang harus ditentukan terlebih dahulu, seperti:

  • Apa goal utama dari strategi yang dijalankan?
  • Apa jenis strategi yang akan dijalankan? (Strategi Organik/Berbayar)
  • Apa saja channel digital marketing yang digunakan?
  • Bagaimana channel tersebut dapat diukur?
  • Apa saja data-data yang bisa didapatkan?
  • Dan lain-lain.

Sebagai contoh, apabila Anda ingin menjalankan strategi digital marketing dengan tujuan meningkatkan sales melalui promosi berbayar di media sosial, maka KPI utama yang mungkin Anda tetapkan yaitu:

  • Customer Acquisition Cost (CAC)
  • Cost per Click (CPC)
  • Impression
  • Reach
  • Click
  • Dan sebagainya.

Tips Penting!

Kenali algoritma dan data yang bisa diambil dari masing channel digital marketing. Bedah semua data tersebut dan pahami rumus-rumus dalam menghitung KPI.

Baca juga: 6 Digital Marketing Channel pada Bisnis: Organic + Paid

Agar strategi marketing Anda berjalan dengan lebih maksimal dan terarah, Anda bisa menggunakan konsep SMART untuk menentukan KPI dalam strategi yang digunakan.

Contoh KPI untuk tim Digital Marketing

Ini adalah contoh KPI untuk tim Digital Marketing dalam bentuk tabel, lengkap dengan detail pengukurannya:

Peran

KPI Kuantitatif

KPI Kualitatif

Alat Pengukur

Sosial Media Specialist

Jumlah followers baru, engagement rate, klik ke website, konversi, ROI kampanye

Relevansi konten, sentiment positif, pertumbuhan komunitas

Facebook Insights, Instagram Insights, Google Analytics

Meta & Google Ads Specialist

CTR, CVR, biaya per klik (CPC), ROI, kualitas skor

Relevansi iklan, pengalaman pengguna yang baik, relevansi kata kunci

Google Ads, Facebook Ads Manager

Graphic Designer

Tingkat konversi desain, waktu yang dihabiskan pengguna pada desain, tingkat klik-tawar

Kreativitas, kesesuaian dengan brand, efektivitas dalam menyampaikan pesan

Google Analytics, heatmap tools

E-commerce Specialist

Pendapatan online, jumlah pesanan, nilai rata-rata pesanan, tingkat konversi, biaya per akuisisi pelanggan (CPA)

Kepuasan pelanggan, waktu pengiriman, tingkat pengembalian

Google Analytics, platform e-commerce (Shopify, WooCommerce)

Digital Marketer

Lalu lintas website, jumlah lead, konversi, ROI keseluruhan kampanye

Brand awareness, reputasi online, kepuasan pelanggan

Google Analytics, CRM, platform marketing automation

SEO Specialist

Peringkat kata kunci, lalu lintas organik, waktu yang dihabiskan di halaman, tingkat bounce rate

Relevansi konten, kualitas backlink, optimasi teknis website

Google Search Console, Google Analytics

Contoh KPI Berdasarkan Fase Bisnis

Pilihan KPI digital marketing akan sangat bergantung pada tahap di mana bisnis Anda berada. Berikut adalah beberapa contoh KPI yang relevan untuk brand baru dan brand lama:

A. Brand Baru (Startup)

Fokus: Membangun kesadaran merek, mengakuisisi pelanggan baru, dan menguji berbagai strategi pemasaran.

  • KPI Kesadaran Merek:
    • Jangkauan media sosial
    • Jumlah impresi iklan
    • Pertumbuhan followers
    • Jumlah mention merek
  • KPI Akuisisi Pelanggan:
    • Jumlah lead baru
    • Biaya per akuisisi pelanggan (CPA)
    • Tingkat konversi website
    • Tingkat pertumbuhan pelanggan baru
  • KPI Pengujian:
    • Tingkat klik-tawar iklan
    • Tingkat pembukaan email
    • Tingkat konversi halaman arahan

Contoh: Untuk startup e-commerce fashion, KPI yang relevan adalah jumlah followers baru di Instagram, tingkat klik-tawar iklan Google Ads, dan tingkat konversi dari halaman produk baru.

B. Brand Lama (Established)

Fokus: Mempertahankan pelanggan setia, meningkatkan loyalitas pelanggan, dan mendorong pertumbuhan pendapatan.

  • KPI Retensi Pelanggan:
    • Tingkat churn
    • Net Promoter Score (NPS)
    • Frekuensi pembelian ulang
    • Nilai lifetime customer
  • KPI Pertumbuhan Pendapatan:
    • Pendapatan per pelanggan
    • Pertumbuhan pendapatan tahunan
    • Tingkat konversi penjualan silang
    • ROI kampanye pemasaran
  • KPI Engagement:
    • Waktu yang dihabiskan di website
    • Tingkat keterlibatan di media sosial
    • Jumlah ulasan produk

Contoh: Untuk brand fashion yang sudah mapan, KPI yang relevan adalah NPS, nilai lifetime customer, dan tingkat konversi penjualan silang produk baru.

Berikut Tabel Perbandingan KPI:

KPI

Brand Baru

Brand Lama

Brand Awareness

Tinggi

Sedang

Penjualan Baru

Tinggi

Sedang

Retensi Pelanggan

Sedang

Tinggi

Pertumbuhan Pendapatan

Tinggi

Tinggi

Engagement Sosial Media

Sedang

Tinggi

Apa Itu Metode SMART?

SMART merupakan singkatan dari Specific, Measurable, Attainable, Relevant, dan Time-Based. Kelimanya merupakan parameter yang dapat membantu Anda dalam memutuskan apakah KPI yang dibuat sudah tepat atau belum.

1. Specific

Specific artinya hanya ada 1 tujuan yang jelas dan dapat dideskripsikan dalam sebuah KPI, contohnya: 

“Menggunakan strategi Ads untuk mendongkrak penjualan sebesar 30% di bulan April.”

Anda tidak boleh membuat KPI dengan tujuan yang ambigu seperti, “Menggunakan strategi Ads untuk mendongkrak penjualan sekaligus membesarkan akun media sosial.”

Apabila kita menulis tujuan seperti itu, maka akan timbul banyak pertanyaan seperti:

  • Apa yang harus diprioritaskan terlebih dahulu?
  • Membesarkan akun yang seperti apa?
  • Apa metrik ‘Besar’ yang dimaksud?
  • Dan sebagainya.

Jika Anda membuat KPI yang tidak spesifik, maka strategi yang dijalankan akan menjadi bias dan berpengaruh terhadap hasil akhir yang didapatkan.

2. Measurable

Measurable, artinya KPI yang Anda tentukan haruslah dapat terukur nilainya, contohnya:

“Peningkatan trafik 30% setiap bulannya.”
“Biaya akuisisi terbesar adalah Rp 30.000 dalam satu Ads.”
“Penambahan 40 sales setiap bulannya.”

Membuat KPI yang tidak terukur dapat berpotensi mengurangi efektivitas, sebab Anda tidak mengetahui seberapa besar hasil yang akan didapatkan dari strategi tersebut.

Anda ingin meningkatkan sales, tapi tidak tahu seberapa besar sales yang Anda kejar. Akhirnya, Anda hanya mendapatkan 1–2 sales, dan malah merasa cukup. Padahal seharusnya Anda bisa saja mendapatkan lebih banyak dari itu.

Perlu diingat bahwa Anda tidak bisa langsung menentukan hasil yang akurat saat pertama kali mengeksekusi sebuah strategi.

Anda mungkin membutuhkan waktu semisal 1–2 bulan untuk mengumpulkan data terlebih dahulu, setelah itu baru Anda bisa menentukan jumlah target yang lebih pasti. Tentu saja ini tidak masalah selama strategi Anda ke depannya memiliki KPI yang terukur.

3. Attainable

KPI yang dibuat harus realistis dan dapat dicapai, itulah maksud dari Attainable, contohnya:

Anda telah mendapatkan 100 sales di bulan lalu dengan budget iklan Rp3 juta rupiah. Lalu di bulan berikutnya Anda menginginkan pertumbuhan sales sebesar 75% dengan menaikkan budget iklan menjadi Rp5 juta rupiah. Apakah KPI tersebut realistis dan dapat dicapai? Jawabannya adalah “Ya,” karena Anda memprediksi dan melihat data historis sebelumnya.

Untuk bisa membuat KPI yang realistis, Anda membutuhkan yang namanya data. Data yang bisa dimanfaatkan tidak hanya terbatas dari sumber internal saja, namun juga bisa berasal dari hasil riset terhadap suatu industri dan juga dari kompetitor Anda.

KPI yang tidak realistis berpotensi membuat Anda keluar dari jalur. Akibatnya Anda tidak akan fokus pada strategi tersebut dan menjadikan Anda tidak mendapatkan apapun.

Baca juga: Biaya Pemasaran: Jenis hingga Cara Eksekusi yang Tepat

4. Relevant

Mempertimbangkan relevansi antara KPI dengan strategi yang akan dijalankan, itulah maksud dari Relevant, contohnya:

Apakah relevan antara mengejar peningkatan 50% sales dalam sebulan dengan strategi menulis konten artikel di website? Tentu jawabannya, “Tidak”.

Apakah relevan meningkatkan pertumbuhan followers di Instagram secara organik dengan memaksimalkan peran Hashtag? Tentu jawabannya, “Ya”.

KPI yang relevan bisa membantu Anda untuk menentukan strategi yang tepat. Anda pun bisa mendapatkan hasil yang sesuai dan tidak kehilangan arah ketika menemui kegagalan di tengah proses menjalankan strategi digital marketing.

5. Time-based

Terakhir ada Time-based yaitu KPI yang Anda gunakan harus memiliki rentang atau batas waktu yang jelas dan terukur. Apakah itu dalam hitungan hari, minggu, bulan, ataupun tahun. Contohnya adalah:

“Meningkatkan trafik website sebesar 50% melalui strategi penulisan konten artikel dalam waktu 5 bulan di tahun 2021.”

Harus ada tenggat waktu yang jelas antara KPI dengan strategi yang dijalankan. Tujuannya agar Anda tahu bagaimana perbandingan antara sebelum dan sesudah, dan apakah strategi tersebut cocok diterapkan lagi di kemudian hari.

Baca Juga: Digital Marketing Plan: Langkah Tepat Optimalkan Pemasaran

Cara Menentukan SMART KPI untuk Strategi Digital Marketing

Lalu bagaimana cara menentukan SMART KPI untuk Digital Marketing? Berikut kami contohkan dalam studi kasus:

Studi Kasus – Katunqo

Katunqo adalah sebuah brand lokal asal Indonesia yang menjual berbagai macam pakaian wanita dan anak-anak. Melihat keberhasilan kampanye sebelumnya untuk produk pakaian anak-anak pada Q4 tahun 2020, divisi marketing Katunqo berencana ingin meningkatkan penjualan pakaian wanita dewasa di website sebesar 2 kali lipat di akhir bulan Maret. Karenanya, mereka akan menjalankan sebuah kampanye menggunakan Facebook Ads dari bulan Januari–Maret tahun 2021 dan menaikkan budget iklannya untuk bisa mencapai target tersebut.

*Katunqo adalah Brand Fiktif

Baca juga: 12 Cara Belajar Digital Marketing dari A sampai Z Tahun 2023

SMART KPI

1. Specific

Divisi Marketing Katunqo akan menjalankan sebuah kampanye untuk meningkatkan penjualan pakaian wanita dewasa di website sebesar 100% melalui strategi berbayar yang akan dijalankan pada Q1 tahun 2021.

2. Measurable

Kampanye ini dapat diukur melalui data-data yang dikumpulkan di platform Google Analytics dan Facebook Manager. Data-data tersebut mencangkup performa Ads, cost, trafik dan jumlah purchase di website. Karenanya, KPI utama yang dapat diukur adalah:

  • Ad Impression, Reach, dan Click
  • Click through Rate (CTR)
  • Cost per Click (CPC)
  • Website Traffic
  • Bounch Rate/Engagement Rate
  • Conversion Rate
  • Customer Acquisition Cost (CAC)
  • Return of Ads Spend (ROAS)
  • Return of Investment (ROI)

3. Attainable

Kampanye ini realistis dan dapat dicapai karena melihat data historis dari kampanye sebelumnya yang juga telah berhasil. Selain itu divisi marketing juga akan meningkatkan menaikkan budget untuk kampanye sehingga peluang keberhasilan juga akan meningkat.

4. Relevant

Strategi dan beberapa KPI yang telah ditetapkan dalam kampanye ini relevan karena masih dalam lingkup strategi digital marketing untuk meningkatkan sales.

5. Time-based

KPI dari kampanye ini akan diukur harian, mingguan, dan bulanan secara rutin selama 3 bulan, mulai dari Januari sampai dengan Maret tahun 2021.

Tips Penting!

1. Apabila Anda kesulitan dalam menentukan SMART KPI, mulailah dengan pertanyaan 5W + 1H (What, Why, Where, When, Who, How) untuk memetakan apa saja yang diperlukan.

2. Anda juga dapat merangkai SMART KPI ini ke dalam satu paragraf ringkas agar lebih mudah dipahami.

Optimalkan Kinerja Digital Marketing Bersama Sasana Digital

Jika Anda masih merasa kebingungan bagaimana caranya membuat kinerja tim digital marketing optimal dan hasilnya terbukti, Anda bisa sharing dan diskusi gratis di forum Konsultasi Gratis Sasana Digital, lho!

Layanan Digital Marketing Sasana Digital

Berawal dari fase diskusi, banyak klien bisnis kami yang berlanjut dan berkolaborasi bersama Sasana Digital, sesuai dengan kebutuhan bisnisnya masing-masing melalui beberapa layanan berikut:

a. Corporate Training Digital Marketing di Bandung

corporate training digital marketing di sasana digital

Salah satu klien kami bergerak di industri Bisnis Travel Umroh, Sasana Digital melakukan Audit Konten dan Meta Ads Setting untuk mengetahui kelemahan strategi yang ada.

Dengan menerapkan prinsip ABC (Audience Benefit Content), klien kami mengalami peningkatan omset hingga 2,4 miliar dengan ROAS >20x dalam 2 minggu.

b. Private Training Digital Marketing di Bandung

private training digital marketing di sasana digital

Sasana Digital membantu sebuah Klinik Ibu dan Anak yang ingin mendapatkan peningkatan engagement dan pengikut di Social Media. Kami bantu dalam perancangan strategi dan perencanaan konten yang lebih tepat sasaran sesuai dengan nilai bisnis dan audiens.

Alhasil, klinik tersebut mampu menjangkau ribuan follower yang fokus pada konsumen, sehingga mengalami peningkatakan pengikut secara organik dalam 1 bulan.

c. Diskusi dan Konsultasi Digital Marketing

consulting digital marketing di sasana digital

Melalui program konsultasi, salah satu klien kami yang bergerak di bisnis Fashion Wanita mendapatkan pendampingan yang dimulai dengan audit terhadap seluruh saluran pemasaran yang dimiliki oleh bisnis.

Lebih lanjut, audit tersebut menemukan beberapa kendala. Sehingga Sasana Digital membantu dalam menyusun strategi, agar konversi penjualan bisnis klien meningkat tajam. Terbukti! dalam waktu 2 bulan saja bisnis tersebut mengalami peningkatan pendapatan hingga 150%.

d. Audit Digital Marketing Bandung

Layanan Audit tentang Segmenting, Targeting, Positioning bersama Sasana Digital

Dan melalui program konsultasi – audit, Sasana Digital memberikan pendampingan dan arahan untuk memperbaiki beberapa hal penting pada toko online. Program konsultasi dilaksanakan secara tatap muka sebanyak dua kali. Dilengkapi dengan konsultasi melalui WhatsApp selama 3 minggu.

Sebagai contohnya, salah satu klien kami yang memiliki bisnis Toko Mainan, mengalami peningkatan penjualan sebanyak 50% melalui saluran penjualan di salah satu marketplace Indonesia dalam wakttu 1,5 bulan.

Cakupan Topik Training & Konsultasi di Sasana Digital

Secara keseluruhan, Anda bisa mendapatkan layanan training dan konsultasi di Sasana Digital dengan cakupan topik Digital Marketing, Bisnis Digital, Marketplace, dan masih banyak lagi. Berikut gambarannya:

Cakupan Topik Training & Konsultasi

Recap Kolaborasi Sasana Digital x Klien Bisnis

Dan inilah pencapaian atau perjalanan Sasana Digital selama 1 tahun terakhir di 2023 bersama para klien Digital Marketing dari berbagai latar belakang industri:

Baca juga: Jasa Digital Marketing Terbaik & Bagaimana Mereka Bekerja

Penutup

Itulah insight seputar cara menentukan SMART KPI dalam digital marketing, serta beberapa contohnya. Sehingga kini KPI bisa lebih jelas dan terukur. Anda pun bisa mengejar pertumbuhan bisnis atau perusahaan dengan lebih fokus dan juga terarah.

Pertanyaan selanjutnya adalah, “Bagaimana keberhasilan penerapan KPI yang dilakukan, apakah sudah tepat dan memberikan perubahan?”

Jangan lupa untuk terus mengevaluasi hasil yang Anda dapatkan, dan pastikan strategi yang Anda jalankan tersebut masih sesuai dengan SMART KPI yang telah Anda tetapkan. Untuk meningkatkan kemampuan digital marketing lebih lanjut, Anda bisa eksplor Sasana Digital dan sesuaikan dengan kebutuhan. Anda juga bisa berkonsultasi secara gratis bersama tim berpengalaman kami!

Bagikan Artikel Ini

Sasana Digital Open for Paid Backlink & Guest posting

Layanan Sasana Digital

WhatsApp