Blog ›

Value Proposition: Pengertian serta 8 Komponen Utamanya

I
Reading Time: 4 minutes

Value proposition adalah salah satu elemen penting dalam sebuah bisnis yang besar. Jika pemilik bisnis ingin produk atau layanannya dipilih oleh pelanggan, maka bisnis harus memiliki value proposition yang kuat.

Value proposition yang kuat akan menjadikan produk Anda menang diantara persaingan produk yang ketat. Apalagi jika produk yang Anda pilih sudah banyak tersedia di pasaran.

Banyak orang yang keliru beranggapan bahwa value proposition itu slogan ataupun desain. Padahal tidak hanya itu saja, masih banyak komponen value proposition lain yang penting dan saling berkesinambungan.

Lantas, apa itu value proposition? Apa fungsinya dan bagaimana cara membuatnya? Untuk mengetahuinya, simak artikel berikut ini.

Pengertian Value Proposition

Apa Itu Value Proposition?

Value Proposition adalah suatu nilai yang dikomunikasikan dan diberikan oleh perusahaan kepada pelanggan  ketika mereka memilih produk atau jasa yang ditawarkan.  

Value proposition sedikit berbeda dengan tagline atau slogan. Tagline dibuat untuk menarik perhatian calon pelanggan sehingga mereka mengenal produk yang Anda tawarkan. 

Sedangkan value proposition lebih mengarah pada pernyataan yang singkat, padat dan jelas mengenai manfaat atau benefit yang akan diperoleh oleh calon pelanggan ketika mereka memilih dan membeli produk Anda.

Karenanya, value proposition sangat penting untuk dibuat dan ditampilkan dalam setiap campaign yang Anda lakukan.

Baca Juga: Pahami Ini saat Membuat Key Message Bisnis [+Contoh]

Fungsi dan Pentingnya Value Proposition untuk Bisnis

Tujuan utama value proposition dibuat adalah untuk memberikan edukasi kepada pelanggan mengenai alasan kenapa mereka harus memilih produk Anda.

Itulah mengapa value proposition sangat penting untuk ditonjolkan dalam sebuah campaign ataupun promosi yang akan dilakukan.

Contohnya yaitu menyisipkannya dengan jelas pada video iklan, menampilkannya di headline website, mencantumkannya di brosur dan billboard dan di media lainnya.

Value proposition harus dibuat dengan mencolok, jelas, dan memiliki touch point yang pas. Semakin mudah pelanggan memahami value proposition, maka semakin tinggi tingkat keberhasilan value proposition yang Anda sampaikan.

8 Komponen Utama Value Proposition

Value proposition memiliki beberapa elemen yang dapat membuat perusahaan Anda berbeda dan unggul dari kompetitor. Berikut adalah elemen value proposition yang wajib Anda ketahui:

1. Kebaruan

Kebaruan atau newness merupakan salah satu value proposition yang paling banyak digunakan oleh brand besar.

Suatu inovasi baru selalu menarik calon pelanggan sehingga mereka penasaran dan mencoba produk yang ditawarkan. Pembaharuan yang ditawarkan harus lebih baik dan unggul dari produk-produk kompetitor yang sudah ada di pasaran.

Elemen ini biasanya sering digunakan oleh perusahaan teknologi, seperti Apple dengan iPhone atau Samsung dengan Seri Galaxy nya. Setiap tahun, mereka berlomba menawarkan inovasi terbaru di dunia teknologi smartphone.

2. Performa

Performance berkaitan dengan kinerja suatu produk. Berkaitan dengan kecepatan, keandalan ataupun kecanggihan lain yang bisa diunggulkan.

3. Kustomisasi

Customization yaitu fleksibilitas suatu produk untuk bisa disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. 

Biasanya perusahaan menawarkan beberapa opsi dalam sebuah produk, dari mulai produk base model hingga produk full upgrade.

Baca Juga: Mengenal Desain Produk untuk Pengembangan Bisnis

4. Pemecah Masalah

Produk yang baik yaitu produk yang mampu menyelesaikan masalah pengguna. Ini juga bisa dijadikan value proposition yang sangat ampuh.

Apalagi jika produk Anda merupakan produk satu-satunya yang bisa memecahkan suatu masalah spesifik.

5. Desain

Dalam kategori bisnis tertentu, desain merupakan salah satu nilai jual utama. Contohnya produk fashion.

Trend desain terus berkembang seiring dengan waktu, maka dari itu desain bisa dijadikan sebuah value proposition untuk bisnis fashion. Desain tidak hanya berkaitan dengan trendy dan modern, juga bisa dikaitkan dengan fungsionalitas.

6. Branding

Brand yang sudah kuat di pasaran biasanya menggunakan brand itu sendiri sebagai value proposition. 

Elemen brand biasa dikaitkan dengan manfaat yang bisa diterima pengguna secara tidak langsung, misalnya brand yang dapat meningkatkan strata sosial dan gengsi.

Contoh perusahaan yang menggunakan strategi ini misalnya Apple, Gucci, LV, Supreme atau Lamborghini.

7. Harga

Jika produk Anda lebih unggul dari sisi ekonomi, maka harga bisa menjadi value proposition yang tepat.

Pelanggan biasanya cenderung membeli produk yang lebih murah jika mereka mengetahui bahwa kualitasnya tidak jauh berbeda dengan produk yang lebih mahal.

8. Kemudahan

Aksesibilitas merupakan suatu value proposition yang menawarkan manfaat berupa kemudahan bagi calon pelanggan.

Kemudahan ini bisa berupa kemudahan akses, kemudahan dalam klaim garansi, kemudahan untuk diperbaiki dan lain sebagainya.

Struktur Sebuah Value Proposition

Secara umum, value proposition terdiri dari beberapa bagian, antara lain:

1. Headline dan Sub-headline

Headline merupakan informasi paling besar dan paling menonjol untuk ditampilkan kepada calon pelanggan. Headline harus mampu membuat pelanggan Anda melirik dan menarik untuk membaca lebih lanjut.

Biasanya headline ditemani oleh subheadline. Sub headline digunakan untuk menyampaikan informasi inti dari manfaat produk yang Anda tawarkan.

2. Paragraf

Biasanya headline tidak akan cukup untuk menampung value proposition secara keseluruhan. Maka dari itu, Anda bisa juga menambahkan paragraf tambahan untuk menyampaikan secara detail mengenai suatu pernyataan singkat dari sebuah headline yang telah dibuat.

3. Elemen Visual

Menyampaikan informasi tidak hanya bisa dilakukan dalam bentuk verbal, namun juga visual. Visual mampu menyampaikan pesan lebih baik dan cepat.

Maka dari itu, sebaiknya value proposition dibuat dengan desain yang menarik, elegan dan mampu menyampaikan informasi lebih kuat. Elemen bisa berupa gambar ilustrasi, video, infografis, elemen bentuk dan lain sebagainya.

Baca Juga: Perbedaan Menjual Value VS Menjual Product, Mana yang Anda Pilih?

Cara Membuat Value Proposition yang Efektif

Setelah mengetahui beberapa elemen value proposition, ada tips tambahan agar Anda mampu membuat value proposition yang efektif, yaitu

  • Buat value proposition yang jelas dan sesuai dengan visi misi perusahaan
  • Lakukan riset terlebih dahulu
  • Lakukan analisis kompetitor
  • Sebelum dipublikasikan, lakukan tes pada sebagian kelompok kecil untuk mengetahui efektivitasnya
  • Lakukan campaign dengan konsisten

Baca Juga: Pentingnya Belajar Bisnis Digital untuk Mengembangkan Bisnis

Penutup

Itulah penjelasan mengenai value proposition dalam strategi pemasaran. Setiap perusahaan sebaiknya mampu membuat value proposition yang efektif agar bisa menarik calon pelanggan.

Dengan value proposition yang kuat, produk akan bisa lebih bersaing dengan kompetitor. Jika Anda butuh bantuan untuk membuat value proposition yang efektif, Sasana Digital siap membantu Anda.

Nah, bagi Anda yang masih bingung bagaimana cara mendorong performa bisnis yang masih saja stagnan, Anda bisa menggunakan layanan kami, Audit & Consulting Digital Marketing.

Sasana Digital akan mengidentifikasi, mengukur, serta mencari peluang & ancaman yang akan mempengaruhi perkembangan bisnis Anda kedepannya. Yuk, manfaatkan dulu Layanan Free Consulting kami!

Bagikan Artikel Ini

Aktivitas Terbaru Sasana Digital

/