Blog ›

Pengertian Konsumen: Jenis hingga Keuntungan untuk Bisnis

I

Konsumen menjadi salah satu istilah yang sering kali digunakan dalam dunia bisnis dan perekonomian. Namun apa sih pengertian konsumen yang sebenarnya?

Sederhananya, konsumen merupakan istilah untuk menyebutkan sebuah pihak yang berperan sebagai pengguna suatu produk.

Anda masih bisa mengetahui definisi konsumen yang sesungguhnya secara teoritis menurut pakar, memahami jenis, hingga peran pentingnya dalam sebuah bisnis. Berikut penjelasan lengkapnya.

Apa Pengertian Konsumen?

Apa Pengertian Konsumen

Salah satu objek penting dalam kiprah dunia bisnis, adalah adanya peran konsumen sebagai target pasar yang dituju. Maka siapa sih yang tidak memahami apa itu konsumen.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), konsumen adalah pemakai barang hasil produksi (bahan pakaian, makanan dan sebagainya). Apa yang dimaksud konsumen juga bisa dikatakan sebagai pengguna jasa.

Konsumen (consumer) adalah perorangan atau organisasi yang menggunakan hasil produksi dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan mereka. 

Konsumen tidak melakukan kegiatan penjualan kembali dari barang atau jasa yang diperolehnya karena mereka adalah pengguna akhir dari rantai aktivitas ekonomi.

Sebagai pengguna jasa atau pemakai barang hasil produksi, pembeli tidak selalu sebagai konsumen (consumer) atau yang menggunakan.

Seperti seorang ibu yang membelikan kebutuhan anaknya, misalnya susu dan pakaian. Maka, di sini yang dikatakan sebagai pembeli adalah ibu dan konsumennya adalah anak dari ibu pembeli.

Kemudian, contoh lainnya adalah ketika seorang pemelihara kucing membeli makanan untuk peliharaannya tersebut. Dalam hal ini, pemilik kucing adalah sebagai pembeli, sementara yang disebut konsumen adalah kucing tersebut.

Terkadang, konsumen juga tidak selalu merupakan orang. Tetapi juga bisa hewan peliharaan. Dari penjelasan tersebut, dapat Anda pahami bahwa konsumen adalah pemeran utama dari sebuah aktivitas ekonomi.

Produk barang atau jasa yang diproduksi adalah untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Karena itu, penting bagi para pelaku bisnis untuk memahami kebutuhan konsumen.

Baca Juga: 15+ Contoh Ide Bisnis Digital yang Menjanjikan Tahun 2023

Pengertian Konsumen Menurut Ahli

Selain memahami pengertian konsumen secara umum, Anda juga dapat memahami lebih dalam mengenai apa itu konsumen menurut pakarnya berikut ini.

Pengertian konsumen (consumer) menurut Philip Kotler dalam bukunya yang berjudul Principles of Marketing adalah orang yang menciptakan pandangan tentang perusahaan kita, tentang baik atau buruk pelayanan kita. 

Baca Juga: Siap Pahami Perilaku Konsumen dengan Lengkap dan Ilmiah

Hak-Hak Konsumen

Berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Konsumen, konsumen memiliki beberapa hak yang perlu dijaga, yaitu:

  1. Mendapatkan informasi yang benar, jelas, dan jujur terkait kondisi serta jaminan barang/jasa yang dibeli.
  2. Memilih serta mendapatkan barang/jasa sesuai dengan nilai tukar dan kondisi serta jaminan yang dijanjikan.
  3. Didengar pendapat maupun keluhannya mengenai barang/jasa yang digunakan.
  4. Mendapatkan perlakuan atau pelayanan yang benar, jujur dan tidak diskriminatif.
  5. Memiliki hak atas keselamatan, keamanan dan kenyamanan dalam penggunaan barang/jasa.
  6. Mendapatkan advokasi, perlindungan, maupun upaya penyelesaian sengketa perlindungan konsumen dengan semestinya.
  7. Mendapatkan kompensasi, penggantian atau ganti rugi apabila barang/jasa yang diterima tidak sesuai.
  8. Mendapatkan pendidikan dan pembinaan konsumen.
  9. Hak-hak yang diatur dalam perundang-undangan lainnya.

Jenis-Jenis Konsumen

Dalam praktik perekonomian, konsumen dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu organizational consumer dan personal consumer.

Apa itu organizational consumer dan personal consumer? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini!

1. Organizational Consumer (Konsumen Organisasi)

Konsumen organisasi adalah jenis konsumen yang menggunakan barang atau jasa sebagai kebutuhan operasional sebuah organisasi atau perusahaan. Misalnya seperti distributor, agen, atau affiliate yang membeli sebuah produk dan jasa untuk menunjang keberjalanan bisnisnya.

Organizational consumer ini juga bisa merupakan konsumen yang membeli produk atau jasa untuk kebutuhan perusahaan atau organisasi. Contohnya seperti sebuah organisasi yang membeli bahan baku kapas untuk diolah menjadi produk berupa kain.

Tidak hanya produk berupa barang, organizational consumer juga dapat membeli sebuah produk layanan jasa berupa layanan konsultasi bisnis, kelas inkubasi untuk start up dan lain sebagainya.

2. Personal Consumer

Personal consumer atau konsumen individu adalah jenis konsumen yang menggunakan atau membeli sebuah produk untuk kebutuhannya sendiri.

Konsumen individu ini juga dapat disebut sebagai end-user atau pengguna akhir dari suatu produk barang maupun jasa, contohnya adalah perorangan atau anggota keluarga.

Nah, dengan memahami jenis-jenis konsumen, Anda akan lebih memahami segmentasi pasar dari produk yang ingin ditawarkan. Anda dapat mulai menganalisis kebutuhan konsumen serta menyusun strategi pemasaran yang tepat untuk setiap konsumen produk.

Baca Juga: 15 Contoh Perilaku Konsumen Lengkap dengan Kasusnya

Tujuan Konsumen

Pada dasarnya, aktivitas ekonomi memiliki tujuan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi pula. Hingga semakin berkembanganya aktivitas ekonomi, tujuan pun menjadi ikut berkembang.

Tidak hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan, para pelaku ekonomi akan mulai memetakan berbagai kebutuhan.

Konsumen sebagai pihak pengguna memiliki beberapa tujuan dalam aktivitas ekonominya. Anda dapat menyimak penjelasannya di bawah ini.

1. Pengujian Kualitas Produk 

Tujuan ini adalah untuk membuktikan apakah produk yang dicoba oleh konsumen sesuai dengan keinginan konsumen atau tidak.

Tujuan ini tentu diawali dengan kegiatan memakai atau menggunakan sebuah produk untuk dapat merasakan kualitasnya.

Dengan pengujian kualitas sebuah produk, konsumen akan menentukan apakah selanjutnya produk yang diuji tersebut akan masuk ke dalam daftar kebutuhannya atau tidak.

2. Menentukan Prioritas Kebutuhan 

Tujuan kedua konsumen adalah untuk melakukan penentuan prioritas kebutuhan ekonomi.

Mereka melakukan aktivitas ekonomi sebagai konsumen atau pengguna produk dalam rangka menguji sebuah produk dan kesesuaiannya dengan prioritas kebutuhan.

Dengan ini, konsumen akan menentukan apakah sebuah produk akan masuk dalam daftar kebutuhan prioritas atau kebutuhan non prioritas. 

3. Mencapai Kepuasan Pribadi atau Kelompok

Tujuan yang ketiga dari konsumen adalah untuk mencapai kepuasan secara pribadi maupun kelompok. Hal ini juga merupakan tujuan utama dari aktivitas ekonomi sebagai konsumen, yaitu kepuasan pada produk yang dikonsumsi.

Kepuasan ini memiliki tingkatan yang berbeda pada setiap konsumen sesuai dengan kebutuhan dasar masing-masing.

Baca Juga: Perilaku Konsumen di Era Digital: Kenali dan Hadapi

Tipe-Tipe Konsumen

Ada banyak sekali tipe-tipe konsumen yang dapat Anda jumpai dalam menjalankan bisnis. Namun, kali ini mari kita mengenal beberapa tipe konsumen yang seringkali ditemui dalam aktivitas ekonomi.

1. Konsumen Baru

Konsumen baru adalah tipe konsumen yang baru akan menjadi pertama kalinya pembeli atau pengguna produk Anda. Namun, jangan diremehkan karena tipe konsumen ini berpeluang untuk menjadi konsumen setia bisnis Anda.

Anda dapat memberikan pelayanan yang terbaik dan memberikan kesan pertama yang membuat konsumen baru ini merasa sangat puas menggunakan produk Anda.

Kepuasan akan pelayanan Anda akan menjadikan konsumen baru ini kembali lagi saat mencari produk yang Anda jual.

2. Konsumen Sesuai Kebutuhan

Tipe konsumen yang kedua adalah tipe konsumen yang melakukan pembelian atau menggunakan sebuah produk karena memang produk tersebut adalah kebutuhannya.

Maka, tipe konsumen ini cukup menjadi tantangan juga bagi Anda supaya produk Anda dipilih dibandingkan dengan kompetitor bisnis Anda.

Mereka akan membandingkan baik dari segi kualitas, harga maupun manfaat yang diberikan.

Jika mereka merasa secara kualitas baik, harga pas dan manfaat yang diberikan sesuai dengan kebutuhan, maka mereka akan membelinya.

Anda dapat memberikan promosi yang menarik untuk membuat konsumen dengan tipe ini tertarik dan memilih memenuhi kebutuhannya dengan brand produk Anda.

3. Konsumen Setia

Konsumen setia adalah konsumen yang sudah menggunakan produk Anda dengan rentang waktu dan jumlah tertentu. 

Mereka merasa percaya untuk memilih produk Anda dibandingkan dengan produk serupa dari brand lainnya. Tentu kepercayaan ini lah yang harus Anda jaga supaya konsumen setia ini tetap setia menggunakan produk Anda.

Anda juga dapat meningkatkan pelayanan khusus bagi konsumen setia Anda, misalnya dengan mengadakan program membership dan mendapatkan harga khusus.

4. Konsumen Window Shopping 

Tipe konsumen ini adalah konsumen yang seringkali menghabiskan waktu hanya untuk melihat-lihat saja tanpa ada rencana pembelian atau biasa disebut dengan window shopping.

Namun, konsumen ini juga dapat menjadi peluang bagi Anda. Saat produk yang Anda tawarkan membuat mereka tertarik, mereka dapat memutuskan untuk melakukan pembelian dan menjadi konsumen bisnis Anda.

Hal inilah yang perlu Anda pahami lebih lanjut untuk dapat menjadikan konsumen tipe ini tertarik dengan produk Anda. Misalnya dengan promo harga untuk berapa pembeli pertama dan sebagainya.

5. Konsumen yang Sangat Detail

Tipe konsumen ini adalah tipe yang biasanya akan menanyakan banyak hal secara mendetail mengenai sebuah produk yang akan dibelinya.

Mereka melakukan hal tersebut untuk mengetahui informasi secara jelas dan pasti untuk memastikan serta meyakinkan, apakah akan memutuskan untuk membeli atau tidak.

Yang dibutuhkan oleh konsumen dengan tipe yang sangat detail ini adalah informasi yang disampaikan dapat menjawab dengan tepat, mengenai apa yang ingin diketahuinya.

Maka, Anda harus dapat menguasai setiap detail produk yang Anda tawarkan. Sehingga mereka merasa yakin bahwa produk Anda merupakan produk yang terpercaya.

Apa Peran Utama Konsumen?

Konsumen memiliki peranan penting bagi setiap pelaku bisnis. Konsumen adalah sentra terluas karena mereka adalah pengguna dari produk yang diciptakan.

Pernahkah Anda membayangkan bagaimana jika produk dari bisnis yang Anda rancang sangat bagus dan berkualitas, namun tidak ada satu pun yang membelinya?

Pasti Anda akan mencari cara agar ada yang membelinya bukan? Itulah mengapa konsumen sangat berperan penting bagi keberjalanan sebuah bisnis.

Dan karena itu, perlu bagi para pelaku bisnis untuk memahami konsumen yang berpotensi menjadi pengguna dari produk yang ditawarkan. Mulai dari memahami karakteristik, jenis, tipe dan juga kebutuhan yang menjadi dasar Anda menciptakan sebuah produk untuk mereka.

Anda bisa saja membuat sebuah produk yang luar biasa bagus, dengan formula terbaik dan dengan kualitas yang nyaris sempurna. Namun, yang perlu Anda perhatikan juga di sisi lain adalah “apakah konsumen di luar sana membutuhkannya?” 

Perlu Anda pahami bahwa, seorang konsumen ketika membeli sebuah produk seringkali adalah untuk memenuhi kebutuhan mereka. Maka penting bagi para pelaku bisnis untuk memahami kebutuhan konsumen.

Sebelum Anda membuat sebuah produk, Anda perlu membawa rancangan produk tersebut pada realitas seorang konsumen. Karena di situlah peran utama konsumen agar dapat menjalankan roda perekonomian bisnis.

Maka dapat dikatakan, peran utama konsumen adalah sebagai pengguna sekaligus pemasok faktor produksi. Semakin banyak pengguna produk Anda, semakin meningkat profit perusahaan Anda.

Oleh karena itu, dalam menjalankan perannya, konsumen dapat membantu Anda untuk melakukan evaluasi terhadap produk yang Anda ciptakan untuk disesuaikan dengan kebutuhan konsumen yang menjadi pasar Anda.

Sebagai pelaku bisnis sebagai pihak penyedia produk, akan sangat membantu ketika dapat memahami peran utama konsumen dalam bisnisnya.

Baca Juga: Pentingnya Memahami Fitur, Benefit, dan Value Produk di Era Bisnis Digital

Pertanyaan Seputar Pengertian Konsumen

Beberapa pertanyaan mengenai konsumen berikut mungkin akan memudahkan Anda memahami pengertian konsumen.

1. Apa yang dimaksud dengan Konsumen (Consumer)?

Konsumen (consumer) adalah perorangan atau organisasi yang menggunakan hasil produksi dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan mereka. 

Konsumen tidak melakukan kegiatan penjualan kembali dari barang atau jasa yang diperolehnya karena mereka adalah pengguna akhir dari rantai aktivitas ekonomi.

Sebagai pengguna jasa atau pemakai barang hasil produksi, pembeli tidak selalu sebagai konsumen (consumer) atau yang menggunakan.

Bisa saja, pembeli adalah mereka yang menjadi penyalur atau distributor agar sebuah produk sampai pada konsumen untuk dikonsumsi.

2. Apa Perbedaan antara “Consumer” dan “Customer”?

Perbedaan antara consumer dengan customer yang paling mudah dapat Anda deteksi adalah, jika consumer adalah mereka yang mengkonsumsi produk atau layanan Anda.

Sedangkan customer adalah mereka yang menjadi pelanggan dan melakukan pembelian sebuah produk atau layanan, namun bukan untuk mereka gunakan sendiri. Oleh karena itu, biasanya seorang consumer tidak memiliki tujuan untuk melakukan penjualan kembali.

Berbeda dengan consumer, seorang customer memiliki tujuan untuk melakukan penjualan kembali produk yang sudah dibeli.

3. Apa Saja Jenis/Tipe serta Contoh-Contoh Konsumen?

Beberapa tipe konsumen yang umum ditemui adalah sebagai berikut:

  1. Konsumen baru
  2. Konsumen setia
  3. Konsumen sesuai kebutuhan
  4. Konsumen window shopping, dan 
  5. Konsumen yang sangat detail.

Penutup

Konsumen adalah salah satu poros utama dalam sebuah bisnis. Tanpa adanya konsumen, maka aktivitas sebuah bisnis menjadi tidak produktif. Karena itulah, konsumen perlu dipahami dan dijaga.

Setelah memahami penjelasan di atas, kini Anda dapat melakukan evaluasi sejauh mana Anda memahami konsumen bisnis Anda? Jika Anda memerlukan bimbingan atau konsultasi akan hal ini, maka silahkan kunjungi layanan konsultasi kami dengan klik banner berikut!

Bagikan Artikel Ini

Layanan Sasana Digital

Hubungi Kami
Halo, ada yang bisa kami bantu?