Blog ›

Pentingnya Memahami Fitur, Benefit, dan Value Produk di Era Bisnis Digital

I

Dalam era digital yang semakin berkembang pesat, bisnis digital dan digital marketing semakin menjadi perhatian utama bagi banyak perusahaan dan pebisnis. Salah satu hal penting yang perlu Anda pahami adalah fitur, benefit, dan value dari suatu produk.

Tidak hanya meningkatkan visibilitas bisnis secara online, tetapi juga meningkatkan kesempatan untuk menghadirkan produk dan layanan secara lebih efektif kepada khalayak yang lebih luas.

Artikel Sasana Digital kali ini akan membahas secara mendalam mengenai bagaimana fitur, benefit, dan value dari suatu produk dapat membantu meningkatkan keberhasilan bisnis Anda dalam era digital.

Fitur Produk

Fitur, Benefit, Value Produk - Fitur Produk

Apa itu fitur produk? Fitur produk adalah ciri-ciri atau atribut produk yang memberikan nilai kepada konsumen dan membedakan produk di pasar.

Daya tahan baterai sebuah perangkat elektronik juga dapat dianggap sebagai fitur. Begitu pula juga dengan bahan kain atau bahan lainnya yang digunakan untuk membuat pakaian.

Dalam hal perangkat lunak, fitur produk dapat mencakup fungsi, kemampuan, dan bahkan karakteristik visual aplikasi.

Namun, ciri utama dari setiap fitur produk adalah nilai atau manfaat yang diberikan kepada konsumen.

Pemasaran memainkan peranan besar dalam pengembangan dan fitur produk. Dengan membangun fitur produk yang diinginkan konsumen dan tidak dimiliki pesaing Anda, akan lebih mudah membuat pesan penjualan yang menggambarkan nilai fitur baru.

Namun, jika tim pemasaran Anda tidak dapat menyampaikan mengapa sebuah fitur akan memecahkan masalah konsumen, itu mungkin merupakan indikasi bahwa fitur produk Anda tidak selaras dengan kebutuhan konsumen.

Fitur produk atau spesifikasi sebuah produk akan menjadi pertimbangan tersendiri bagi konsumen untuk memilih hingga akhirnya mereka memutuskan untuk membeli produk tersebut.

Karena menyangkut kelengkapan atau kelebihan-kelebihan yang mampu diberikan oleh produk tersebut untuk memberi kepuasan yang diharapkan oleh konsumen.

Contoh fitur produk lainnya adalah mobil Kijang Innova. Walaupun pada dasarnya secara fisik semua mobil Kijang Innova sama, namun Innova memiliki beberapa tipe sehubungan dengan fitur yang dimilikinya.

Misalnya, pada tipe tertentu memiliki power steering, electric window, air bag, dan transmisi otomatis, sedangkan pada tipe innova standar tidak dilengkapi fitur tersebut.

Fitur produk juga merupakan suatu alat kompetitif yang dapat digunakan untuk membedakan produk suatu perusahaan dengan produk pesaing.

Pada setiap model baru yang dihasilkan atau dibuat oleh perusahaan pada umumnya memiliki tambahan tampilan yang berbeda dibandingkan model sebelumnya.

Oleh karena itu, fitur produk sangatlah berpengaruh terhadap suatu keputusan pembelian. Karena konsumen lebih tertarik terhadap fitur yang ditawarkan suatu produk yang bisa mendukung aktivitas pemakainya.

Baca Juga: Ketahui 10+ Contoh Inovasi Produk untuk Kembangkan Bisnis

Benefit Produk

Setelah membahas secara cukup mendalam mengenai apa itu fitur produk dan apa saja contohnya dalam kehidupan sehari-hari, mari beralih membahas mengenai apa itu benefit dari suatu produk dan tipe-tipenya.

Apa itu benefit produk? Benefit produk adalah dampak positif yang dimiliki suatu barang atau jasa terhadap pengalaman konsumen yang berinteraksi dengannya.

Konsumen dapat merasakan benefit produk secara langsung maupun jangka panjang yang akan mereka rasakan ketika semakin lama mereka menggunakan produk atau layanan yang diberikan oleh perusahaan Anda.

Benefit produk yang Anda berikan kepada konsumen juga dapat memberikan sebuah ‘alasan’ untuk memutuskan membeli produk atau layanan Anda.

Misalnya, produsen konsol video game dapat menarik perhatian konsumen dengan menawarkan visual yang lebih baik, harga yang terjangkau, dan koleksi game yang lebih banyak dibandingkan dengan konsol pesaing.

Selain itu, benefit produk juga dianggap sebagai nilai yang dapat dirasakan oleh konsumen dan dinyatakan dalam bentuk kebutuhan, harapan, persyaratan, dan motivasi.

Hal ini merupakan aturan dasar dalam ilmu pemasaran dan penjualan bahwa konsumen biasanya akan lebih tertarik pada benefit dibandingkan dengan detail teknis atau fitur produk Anda.

Mengambil dari kutipan “sell the sizzle, not the steak” yang memiliki makna dalam mendorong penjual untuk fokus pada pengalaman dari penjualan sebuah produk daripada sekadar produk itu sendiri.

Tentunya, hal ini dapat Anda jadikan sebagai metode dalam promosi penjualan yang menciptakan hubungan emosional sehingga dapat memotivasi sebagian besar orang dalam memilih dan membeli produk.

Dengan mengetahui siapa yang akan menjadi konsumen Anda dan sejumlah benefit produk yang mungkin menarik perhatian mereka, hal tersebut menjadi kunci untuk mereka dapat memahami benefit produk yang Anda tawarkan.

Baca juga: Perilaku Konsumen di Era Digital: Kenali dan Hadapi

Tipe-tipe Benefit Produk

Secara umumnya, benefit produk terbagi dalam 2 tipe, antara lain:

1. Actual Benefit (Manfaat Aktual)

Jenis benefit produk yang pertama adalah actual benefit. Jenis ini memiliki efek praktis yang dapat dialami dan dilihat konsumen secara langsung di dunia nyata.

Benefit produk yang sebenarnya memberikan keuntungan yang nyata atau terukur bagi konsumen. Jenis ini dapat diberikan oleh suatu produk atau layanan yang sangat bervariasi menurut bidang dan spesifikasi produk.

2. Perceived Benefit (Manfaat yang Dirasakan)

Jenis benefit produk kedua yang dapat diberikan adalah perceived benefit. Hal ini adalah benefit yang terkait dengan citra yang diproyeksikan oleh produk Anda dan efeknya terhadap konsumen.

Ketika konsumen menganggap suatu produk sebagai barang mewah, misalnya, produk tersebut dapat memberikan benefit yang dirasakan kepada konsumen karena orang lain melihatnya sebagai tanda status.

Benefit yang dirasakan dari suatu produk biasanya bersifat sosial atau internal.
Benefit yang dirasakan mungkin selaras dengan actual benefit yang diberikan oleh produk atau layanan, atau mungkin sepenuhnya bersifat persepsi.

Bagaimana Cara Mengidentifikasi Benefit Produk Anda?

Fitur, Benefit, Value Produk - Bagaimana Cara Mengidentifikasi Benefit Produk Anda

Untuk memaksimalkan dampak yang dapat diberikan oleh benefit produk Anda kepada perusahaan, penting untuk mengetahui bagaimana cara mengidentifikasinya.

Hal ini memungkinkan Anda untuk memfokuskan pada fitur terbaik dari produk atau layanan Anda dan membuat demonstrasi yang paling menarik tentang nilainya kepada konsumen.

Oleh karena itu, Anda dapat mengikuti langkah-langkah di bawah ini untuk menentukan benefit produk untuk barang atau jasa yang Anda tawarkan:

1. Menilai Fungsi Produk

Tahap pertama dalam menentukan benefit produk Anda adalah menilai semua fitur yang ditawarkan kepada konsumen.

Dengan memahami secara menyeluruh berbagai fungsi yang tersedia bagi konsumen dan berbagai cara yang dapat digunakan konsumen untuk menawarkan produk Anda, maka Anda dapat mengidentifikasi kekuatannya.

Hal ini memberikan titik awal yang efektif untuk mengidentifikasi benefit produk utamanya. Namun, ada kemungkinan Anda menemukan benefit yang tidak direncanakan yang semakin meningkatkan daya tarik produk Anda.

Dengan melakukan pengujian dengan produk Anda selama proses desain dan produksi, Anda dapat mengidentifikasi keampuhan benefit yang diinginkan dan yang tak terduga namun mungkin menarik bagi konsumen.

2. Menganalisis Pasar

Tahap selanjutnya yang dapat menentukan benefit yang diberikan produk Anda kepada konsumen adalah pasar tempat Anda merilisnya.

Melakukan analisis pasar memungkinkan Anda untuk menentukan apa saja permintaan yang ada di pasar dan pasokan yang tersedia untuk memenuhi permintaan tersebut.

Hal ini dapat membantu Anda mengidentifikasi permintaan yang belum terpenuhi atau permintaan yang dilayani tetapi tidak pada tingkat kualitas yang ditawarkan produk Anda.

Memahami kondisi pasar dapat bermanfaat untuk mengidentifikasi benefit produk setelah Anda menyelesaikan produk dan menentukan metode pemasaran Anda, serta selama produksi ketika Anda dapat melakukan penyesuaian agar produk atau layanan Anda memenuhi kebutuhan konsumen.

Semakin Anda memahami kondisi pasar untuk produk Anda secara menyeluruh, semakin efektif Anda dapat mengidentifikasi dan memanfaatkan benefit produk Anda untuk menarik konsumen potensial.

3. Memantau Tren Penjualan

Setelah Anda memasarkan produk atau layanan Anda, Anda bisa mengumpulkan data penjualan. Semakin rinci data penjualan Anda, semakin berguna untuk analisis dan mengidentifikasi peluang baru.

Saat melakukan penjualan online, integrasi dengan platform media sosial dapat memungkinkan Anda untuk mengumpulkan informasi yang terperinci tentang konsumen yang melakukan pembelian dan mengurutkan berdasarkan demografi yang berbeda.

Menganalisis data kinerja penjualan Anda dapat menjadi alat yang efisien untuk mengidentifikasi potensi benefit produk yang mungkin tidak Anda sadari.

Ketika Anda menemukan bahwa produk Anda berkinerja sangat baik dalam kelompok tertentu, hal ini memberikan wawasan bahwa mungkin ada manfaat untuk melakukan analisis lebih lanjut pada demografi tersebut untuk menentukan apa yang menarik bagi mereka.

Hal ini dapat memungkinkan Anda untuk melayani pemasaran Anda dalam kelompok tersebut. Anda juga dapat mengidentifikasi manfaat yang kurang dikenal oleh kelompok lain dan mempublikasikannya untuk memperluas penjualan ke populasi yang lebih luas.

Baca juga: 12+ Tren Peluang Bisnis Online yang Menjanjikan Tahun 2023

4. Lakukan Survei Konsumen

Feedback yang diberikan oleh konsumen adalah salah satu metode untuk mengumpulkan informasi penting tentang suatu produk dan bagaimana publik menerimanya.

Anda dapat melakukan survei selama pengembangan sebagai kelompok fokus, serta setelah rilis dengan mengeluarkan survei kepada konsumen yang membeli produk atau layanan Anda.

Konsumen juga dapat menghubungi Anda secara langsung untuk memberikan pemikiran dan pendapat mereka tentang produk dan layanan yang Anda tawarkan.

Tanggapan langsung terhadap penggunaan produk Anda ini merupakan bentuk analisis yang berharga. Hal ini memberikan kesempatan kepada konsumen untuk menyatakan hal favorit mereka dari produk atau layanan yang Anda tawarkan.

Jika Anda menemukan benefit umum yang populer pada tahap ini, sehingga bisa menjadi tanda bahwa konsumen menerimanya dengan sangat baik dan memberikan keputusan pemasaran atau pengembangan produk di masa depan.

Value Produk

Fitur, Benefit, Value Produk - Value Produk

Setelah mengetahui apa itu fitur produk dan apa itu benefit produk, berikut penjelasan lebih lanjut mengenai apa itu value produk.

Value produk adalah seberapa besar manfaat yang didapat konsumen dari menggunakan suatu produk.

Untuk mengukur dan menjelaskan value produk, Anda bisa melakukan analisis bagaimana produk bisa memenuhi kebutuhan konsumen secara spesifik.

Value produk berguna dalam keperluan pemasaran dan iklan untuk menjelaskan mengapa konsumen harus membeli produk.

Ketika suatu bisnis baru diluncurkan dan sedang membangun brand, mengetahui value produk yang ditawarkan sangat penting untuk membuat rencana bisnis dan mengumpulkan dana.

Penting bagi bisnis yang sedang berkembang untuk memahami bagaimana perubahan value produk terkait dengan target pasar.

Value produk membantu tim pemasaran untuk merespons kebutuhan konsumen dengan cepat untuk memaksimalkan value dan keuntungan produk.

Secara sederhana, value produk adalah nilai atau manfaat yang ditawarkan oleh suatu produk atau layanan kepada konsumen.

Bagi suatu perusahaan, harga produk biasanya didasarkan pada biaya produksi, sementara bagi konsumen, value produk harus sebanding dengan biaya yang dikeluarkan.

Menentukan harga produk merupakan tantangan yang harus dihadapi oleh semua sektor bisnis, mulai dari yang besar hingga yang kecil.

Penting untuk mempertimbangkan berbagai faktor, seperti biaya produksi, riset pasar, dan ekspektasi konsumen dalam menentukan harga yang tepat untuk produk.

Dengan memahami value produk, perusahaan dapat menentukan strategi harga yang tepat dan membuat rencana pengembangan bisnis di masa depan yang berkelanjutan.

Pendefinisian nilai produk juga dapat membantu dalam proses pemasaran dan pengembangan produk di masa depan.

Bagaimana Cara Menentukan Value Produk Anda?

Jika Anda menelusuri lebih dalam, terdapat banyak metode yang dapat Anda gunakan untuk mendefinisikan value produk.

Tergantung pada jenis produk dan target pasar yang akan dituju, seperti  konsumen (Business to Consumer atau B2C) atau bisnis (Business to Business atau B2B).

Baca juga: Seluk-beluk Pengertian Pasar Digital dan 7 Model Bisnisnya

Berikut di bawah ini, Sasana Digital akan menjelaskan rangkaian proses yang dapat Anda gunakan untuk menentukan value produk Anda.

1. Sebutkan Apa yang Menjadi Value Objektif dari Produk Anda

Pada bagian ini, Anda dapat menjelaskan dengan tepat fitur yang akan mendorong customer value berdasarkan produk yang Anda tawarkan.

Ada beberapa kategori yang dapat menjadi pertimbangan Anda dalam menentukan hal tersebut:

  • Special Function: kemampuan yang dapat dilakukan oleh produk Anda bagi konsumen, seperti kemampuan untuk melakukan aktivitas panggilan telepon atau menganalisis data penjualan.
  • Experimental Value: cara produk dapat memberikan pengalaman menyenangkan bagi konsumen (customer experience), seperti kualitas fisik yang membuat produk terlihat menarik atau nyaman digunakan.
  • Aesthetic Value: cara-cara yang bisa dilakukan oleh produk untuk memberikan kesan estetika yang menyenangkan bagi konsumen, seperti peningkatan penampilan produk yang disesuaikan dengan penggunaan konsumen.
  • Enduring Value: kualitas yang memberikan nilai produk dari waktu ke waktu, contohnya daya tahan atau toleransi kesalahan produk.
  • Cultural Value: cara produk agar bisa memberikan nilai bagi konsumen untuk mempercayai produk Anda.
  • Regulated Value: bagaimana produk dapat memberikan nilai tambah melalui kinerja yang sesuai standar, kepatuhan terhadap peraturan, dan hasil pengujian yang memenuhi standar industri.
  • Company/brand Value: bagaimana produk dapat memberikan nilai tambah baik melalui fitur jaminan, layanan konsumen yang memadai, maupun integrasi dengan produk lain yang dimiliki.

2. Susun Daftar Kebutuhan Konsumen

Buat daftar kebutuhan relevan yang dapat konsumen Anda penuhi ke dalam marketing funnel. Proses ini dapat mencakup tugas yang tidak dapat konsumen Anda lakukan tanpa produk Anda.

Anda juga dapat memasukkan keinginan konsumen atau membuat daftar terpisah. Pertimbangkan siapa target pasar Anda, termasuk lokasi dan demografis mereka untuk memasukkan kebutuhan unik tiap konsumen.

3. Jelaskan Bagaimana Produk Dapat Memenuhi Kebutuhan Konsumen

Pastikan untuk mencocokkan kebutuhan konsumen dengan kualitas produk Anda.

Pertimbangkan bagaimana produk Anda bisa menjadi yang terbaik untuk konsumen dan apa yang membedakannya dari produk kompetitor melalui analisis kompetitor.

Proses ini dapat dimulai dengan mencocokkan kualitas untuk setiap kebutuhan spesifik konsumen Anda.

Kemudian Anda dapat mengembangkan proses ini ke dalam penyebaran iklan, seperti menjelaskan konsep Anda kepada investor dalam rencana bisnis.

Tentunya Anda perlu memastikan bahwa iklan tidak berlebihan yang dapat menyebabkan konsumen mengalami ad fatigue.

4. Hitung Value Produk

Tahap selanjutnya Anda dapat mencoba untuk mengukur bagaimana produk memenuhi kebutuhan dengan menghitung biaya atau waktu yang dapat dihemat oleh konsumen.

Anda dapat menggunakan data ini untuk membuat materi pemasaran, iklan, atau presentasi penjualan untuk perusahaan tertentu.

Bagaimana Cara meningkatkan Value Produk Anda?

Meningkatkan value produk tak selalu sulit, akan tetapi dibutuhkan pemikiran kritis dan pemahaman tentang apa yang membuat pengalaman konsumen Anda menjadi baik.

Berikut di bawah ini terdapat 3 cara terbaik untuk meningkatkan value produk Anda.

1. Tambahkan Fungsi Produk yang Konsumen Inginkan

Jika Anda telah memasarkan produk yang sama dalam jangka waktu tertentu, Anda mungkin bisa berkomunikasi dengan konsumen (customer relationship marketing) tentang apakah produk tersebut memenuhi kebutuhan mereka.

Cara ini dapat membantu Anda memahami bagaimana konsumen melihat produk sehingga dapat mengarahkan mereka pada pengembangan bisnis Anda.

Konsumen yang membutuhkan fungsi dapat mengevaluasi produk Anda menjadi lebih baik. Ada beberapa risiko yang perlu Anda ketahui ketika menambahkan fungsi.

Seperti membuat penggunaan produk membutuhkan lebih banyak energi dan perhatian konsumen.

Meskipun demikian, Anda dapat menyeimbangkan risiko tersebut dengan memastikan bahwa fungsi-fungsi tersebut penting bagi konsumen dengan pengujian produk, survei, dan riset pasar.

2. Atur Strategi Promosi Anda

Anda dapat meningkatkan value produk Anda dengan mengubah strategi promosi Anda sehingga lebih sesuai dengan harapan konsumen atau bersaing dengan produk serupa.

Jika produk terjual lebih dari yang konsumen harapkan, mereka mungkin berpikir bahwa produk Anda adalah produk bernilai rendah dan murah.

Namun, jika produk Anda berlangsung kurang dari harapan konsumen, mereka menganggapnya terlalu mahal dari kisaran harga pasar mereka.

Baca juga: Bahas Media Promosi Mulai dari Pengertian Hingga Fungsinya

3. Analisa Target Pasar Anda

Anda dapat meningkatkan value produk Anda dengan mengubah target pasar Anda.

Jika awalnya mengembangkan produk mewah untuk target pasar dengan pendapatan yang lebih rendah, Anda mungkin harus mengubah metode pemasaran produk Anda.

Cara tersebut dapat membawa produk Anda untuk bisa dijangkau oleh konsumen yang baru.

Mengapa Sebuah Produk Harus Memiliki Value?

Fitur, Benefit, Value Produk - Mengapa Sebuah Produk Harus Memiliki Value?

Value produk sangat penting dalam bisnis karena dapat memberikan keuntungan bagi konsumen untuk memilih dan membeli produk Anda daripada produk pesaing.

Produk yang memiliki value tinggi akan lebih menarik bagi konsumen dan memungkinkan bisnis untuk membedakan diri dari pesaing di pasar.

Selain itu, produk yang memiliki value yang jelas dan dapat diartikulasikan dengan baik juga membantu penjualan bisnis Anda dalam menjangkau konsumen dan meyakinkan mereka untuk membeli produk Anda.

Tanpa value produk yang jelas, produk Anda mungkin sulit dijual atau bahkan terpinggirkan di pasar yang sangat kompetitif.

Oleh karena itu, memiliki produk dengan value yang kuat dan jelas merupakan kunci keberhasilan dalam bisnis digital.

Dengan memiliki value yang dihargai oleh konsumen, produk dapat menjadi lebih menarik, memuaskan, dan meningkatkan kepercayaan konsumen pada brand.

Penutup

Demikian artikel yang membahas lebih dalam mengenai fitur, benefit, dan value produk. Semoga informasi yang tercantum dalam artikel ini dapat membantu bisnis Anda agar semakin berkembang lagi.

Jika Anda merasa membutuhkan bantuan untuk memperluas jangkauan bisnis Anda, tim Sasana Digital yang sudah berpengalaman di bidangnya siap untuk membantu Anda dalam memberikan layanan konsultasi Digital Marketing.

Bagikan Artikel Ini

Layanan Sasana Digital

Hubungi Kami
Halo, ada yang bisa kami bantu?