fbpx
Fitur Baru Google Analytics 4 (GA4), Apa Saja Kelebihannya?

Fitur Baru Google Analytics 4 (GA4), Apa Saja Kelebihannya?

Oktober 2020 lalu, Google Analytics baru saja meluncurkan versi terbarunya, GA4. Kira-kira apa saja fitur baru yang dibawa, dan apa kelebihannya dibandingkan dengan versi yang sebelumnya?

Google Analytics baru saja merilis versi terbaru dari layanannya, Google Analytics versi 4 atau disebut sebagai GA4. GA4 ini dikeluarkan pada bulan Oktober 2020, dan masih membutuhkan improvisasi yang lebih lanjut.

Meskipun usianya yang masih bayi, tapi kenyataannya GA4 bisa menawarkan berbagai kelebihan yang tidak bisa anda temui di GA3 atau Universal Analytics. Apa saja itu?

5 Kelebihan Google Analytics 4 (GA4)

Di versi analytics yang sebelumnya, anda tentu cukup pusing jika harus melakukan tracking aktivitas, terutama yang berhubungan dengan klik. Selain itu, Universal Analytics juga memiliki batasan-batasan yang bisa membuat data anda menjadi sulit dicerna.

Salah satu perubahan yang cukup notable adalah dengan dihapuskannya konsep Bounce Rate atau rasio pentalan. Sebagai gantinya, GA4 memberikan metrik Engagement Rate yang merupakan rasio kegiatan pengunjung terhadap total Page View.

Tentunya ini lebih mudah dipahami karena menggunakan pemahaman “positif” ketimbang pemahaman “negatif”. Dan tidak hanya itu saja, berikut 5 fitur baru yang diberikan oleh GA4 untuk membantu kebutuhan tracking website anda:

Track Click Otomatis

Jika di versi sebelumnya anda tidak bisa mendapatkan informasi click event secara otomatis, maka di GA4 click bisa ditrack secara otomatis.

Ini berkat kehadiran fitur enhanced measurement yang ada di dalam GA4. Anda tidak perlu lagi mendefinisikan event click secara manual, baik lewat Tag Manager maupun secara manual dengan bantuan javascript.

Baca Juga: Mengenal Apa Itu UTM Tracking dalam Strategi Digital Marketing

Memang masih belum sempurna, dan tidak semua jenis click bisa langsung terbaca otomatis. Namun untuk mereka yang tidak begitu familiar dengan teknologi dari Google Analytics, fitur ini tentu akan sangat membantu.

Page View Menjadi Event

Di versi sebelumnya, Page View dikategorikan di dalam session level. Di GA4, Page View sudah menjadi event yang sama seperti click maupun visit. Ini membuat anda lebih mudah dalam melakukan pendataan, mengingat anda tidak perlu mempertimbangkan scope yang cukup rumit seperti di Analytics versi sebelumnya.

Dapatkan kelas digital marketing yang komprehensif dari Sasana Digital untuk mempelajari dunia Google Analytics

Page View sendiri juga memiliki parameter, sama seperti event pada umumnya. Membuat pengecekan data pada Page View menjadi lebih mudah.

Mendukung Debug View

Di Google Analytics versi 3, anda tidak bisa melakukan debugging dengan mudah. Memang tetap bisa melakukan debug, tapi anda perlu pengetahuan coding yang cukup advanced untuk bisa memahami maksudnya, bahkan untuk pengetahuan code di luar analytics itu sendiri.

Di GA4, itu tidak terjadi. Karena metode debug di GA4 sudah mendukung Graphic User Interface yang jauh lebih sederhana. Jika anda pernah menggunakan preview mode pada Facebook Pixel maupun Tag Manager, maka GA4 tidak jauh berbeda dibandingkan dengan kedua itu.

Bisa Menampilkan Full URL Tanpa Konfigurasi Tambahan

Ini dia yang paling seru dari GA4, anda tidak perlu lagi mengeset filter tambahan jika ingin tahu URL full dari page view atau event yang terjadi.

Di GA3, anda hanya bisa melihat page path dari URL yang ditampilkan. Memang anda tetap bisa mengeset filter secara manual untuk mendapatkan laporan serupa, tapi tetap saja anda perlu usaha ekstra dan pengetahuan khusus untuk mendapatkan data yang anda inginkan.

Baca Juga: 5 Tools Google Wajib Untuk Menunjang Strategi Digital Marketing Perusahaan

Fitur ini sangat membantu jika anda menggunakan subdomain (contoh: blog.example.com). Mengingat subdomain tidak akan ditampilkan dalam laporan Analytics yang biasa. Namun di GA4, semua URL akan ditampilkan full secara default.

Event Parameter yang Fleksibel

Di dalam GA3, anda hanya dibatasi dengan 4 event parameter yaitu Category, Action, Label, dan Value. Di GA4, sekarang anda bisa menambahkan event parameter sesuai dengan definisi anda sendiri dan tentunya tidak ada standar baku dalam penamaan event ini.

Upgrade Google Analytics ke GA4 dengan Setup Assistant

Tertarik untuk melakukan upgrade? Jika anda sudah menggunakan GA3 dengan gtag.js, maka anda bisa dengan mudah melakukan upgrade via Setup Assistant yang bisa anda temukan di menu Admin di bagian Property.

Anda kemudian tinggal menempatkan gtag config GA4 ke dalam global site tag yang sudah anda pasang, atau sesimpel menambahkan tag GA4 pada Google Tag Manager, jika anda sudah menggunakannya.

Comments are closed.