Blog ›

Strategi Efektif Pengembangan Usaha yang Pebisnis Wajib Tahu

I

Saat ini sudah banyak masyarakat yang ingin memiliki dan juga ahli dalam hal berbisnis. Baik itu membuka usaha kecil kecilan atau usaha yang memiliki proyek besar. Tentunya semua itu memiliki tantangan dan rintangan yang perlu dihadapi.

Dengan banyaknya keinginan dalam membuka usaha akan memberikan dampak yang sangat signifikan yaitu banyak sekali usaha yang menjual produk serupa mulai dari produk yang dijual, varian produk hingga lokasi bisnis pun berdampingan.

Oleh karena itu, setiap bisnis perlu melakukan pengembangan pada usahanya agar dapat terus berinovasi dan menciptakan produk atau layanan yang baru sehingga dapat memenangkan persaingan. 

Bagaimanakah caranya? Lalu, apa strategi dalam melakukan hal tersebut? Artikel ini akan menjawab pertanyaan tersebut!

Pengertian Pengembangan Usaha

Tahukah Anda apa yang dimaksud dengan pengembangan usaha?

Pengembangan Usaha adalah tentang bagaimana suatu bisnis atau perusahaan dapat meningkatkan semua hal yang berkaitan dengan usahanya, baik itu dari segi manajemen, marketing, hingga operasional.

Selain itu, pengembangan usaha juga mencakup produk bisnis, baik itu kualitas produk, menciptakan produk baru, hingga kerjasama dengan bisnis lain.

Pengembangan usaha sendiri memiliki tujuan yaitu agar sebuah usaha atau bisnis dapat terus berinovasi menciptakan hal-hal baru dan menerima masukan konsumen sehingga dapat memenuhi kebutuhannya. 

2 Jenis Pengembangan Usaha

Terdapat 2 jenis pengembangan usaha yang biasa ditemukan dalam bisnis, yaitu:

a. Pengembangan Bersifat Vertikal 

Pengembangan vertikal adalah perluasan usaha dengan cara membangun inti bisnis baru yang masih memiliki hubungan langsung dengan bisnis utamanya.

Misalnya, seseorang memiliki bisnis dengan menjual makanan cepat saji, tentunya rasanya tak lengkap jika makan tanpa adanya minuman. 

Oleh karena itu, ia dapat mengembangkan usahanya dengan membuka gerai minuman dengan menawarkan berbagai varian rasa untuk dapat memenuhi kebutuhan konsumennya. 

b. Pengembangan Bersifat Horizontal

Pengembangan horizontal adalah pembangunan usaha baru yang bertujuan memperkuat bisnis utama untuk mendapatkan keunggulan komparatif, yang secara line produk tidak memiliki hubungan dengan core bisnisnya.

Misalnya, seorang selebgram fadil jaidi membuka usaha yaitu Traffic Bun yaitu sebuah kedai burger yang telah membuka banyak cabang. Tak hanya itu, ia mengembangkan usahanya lagi namun tidak memiliki hubungan antara keduanya.

Ia mengembangkan usahanya lagi dengan membuka gerai baru yaitu Warung Bakso Pak Muh. Meski sama-sama menawarkan produk makanan, namun keduanya tidak memiliki hubungan satu sama lain. 

4 Aspek Utama dalam Strategi Pengembangan Usaha

Seperti yang telah kita singgung sebelumnya, bahwa pengembangan usaha adalah bagaimana perusahaan dapat meningkatkan semua hal yang berkaitan dengan bisnis. 

Berikut ini 4 aspek utama yang perlu Anda ketahui dalam strategi pengembangan usaha:

a. Pengembangan dari Segi Manajemen, Marketing, dan Operasional

Manajemen bisnis dapat diartikan sebagai kegiatan perencanaan, pengerjaan hingga proses mengawasi. Hal tersebut dilakukan pada usaha atau bisnis tertentu. Sedangkan tujuannya itu sendiri berkaitan dengan cara tepat untuk mencapai tujuan usaha yang dilakukan.

Secara sederhana, pengembangan bisnis tersebut dapat diartikan sebagai usaha yang dilakukan untuk mencapai target. Dengan kata lain, tanpa adanya manajemen, marketing dan operasional tentunya proses usaha yang dilakukan pun tidak akan mencapai target.

Artinya jika manajemen, marketing dan operasional yang dimilikinya dilakukan dengan baik, maka perkembangan perusahaan pun berjalan dengan baik pula. Begitupun sebaliknya, untuk tidak dilakukan dengan maksimal, maka perkembangan pun tidak akan berjalan lancar. 

b. Pengembangan dari Segi Produk Bisnis

Seiring berjalannya waktu, seorang konsumen pastinya akan terus memiliki keinginan serta kebutuhan yang bermacam-macam. Sehingga hal ini mengharuskan perusahaan untuk dapat memenuhi kebutuhannya dengan cara pengembangan dari segi produk.

Baik itu meningkatkan kualitas produk ataupun menciptakan produk sesuai kebutuhan yang konsumen inginkan.

c. Pengembangan dengan Strategi Integrasi

Integrasi adalah mengembangkan bisnis dengan cara memperbesar perusahaan. Misalnya suatu perusahaan pembuat makanan ringan berupa keripik membeli toko baru sebagai cabang, membeli perkebunan kentang untuk bahan baku.

Semua itu merupakan pengembangan dari usaha yang dijalankan. Bahkan sebuah perusahaan dapat hingga membeli perusahaan ekspedisi untuk distribusi bahan baku untuk dapat memasarkan produknya lebih luas lagi.

Serta membeli perusahaan percetakan untuk menunjang kemasan dari produk yang ingin dijualnya sehingga perusahaan dapat menjamin kualitasnya melalui kemasan yang terjamin. 

d. Pengembangan dengan Strategi Sinergisme

Strategi sinergisme adalah bagaimana membangun sinergi di dalam perusahaan dan bagaimana memperluas jejaring sosial di luar perusahaan. 

Sebuah perusahaan perlu merekrut karyawan baru yang memiliki kemampuan atau keahlian cemirlang yang tentunya mencakup kegiatan pemasaran perusahaan. 

Sehingga perusahaan akan menerima output yang memungkin perusahaan untuk dapat menjangkau pasar yang lebih luas serta membuka pasar baru. 

Tahap-tahap Pengembangan Usaha

Tahap 1: Memiliki Ide yang Inovatif

Memiliki ide yang inovatif tentunya sangat diperlukan di dunia bisnis. Ini meruoakan hasil pengembangan pengetahuan serta keterampilan dan pengalaman yang dimiliki.

Sehingga dapat menciptakan atau memperbaiki suatu produk, proses, atau sistem baru yang ada pada bisnis sehingga memberikan nilai yang berati atau signifikan.

Tahap 2: Menyaring Ide & Konsep Pengembangan Usaha

Tidak setiap ide relevan dengan perusahaan. Dalam hal ini, menyaring ide membantu perusahaan untuk memfokuskan seluruh proses pengembangan produk hanya pada ide yang memiliki peluang besar untuk sukses.

Dengan menyaringnya, perusahaan mengurangi jumlah ide dan menghilangkan ide-ide yang tidak memenuhi kriteria. Dengan begitu, perusahaan tidak perlu membuang-buang sumber daya.

Penyaringan ini bisa dilakukan dengan metode analisis SWOT. Dimana perusahaan menganalisis

  • S (Strenght) yaitu Kekuatan
  • W (Weakness) yaitu Kelemahan
  • O (Opportunity) yaitu Peluang
  • T (Threat) yaitu Ancaman

Agar bisnis nantinya dapat membuat strategi yang tidak hanya tepat, namun juga akurat.

Tahap 3: Membuat Rencana Pengembangan Usaha (Business Plan) 

Rencana bisnis atau business plan adalah suatu dokumen tertulis, dibuat untuk memproyeksikan keseluruhan informasi mengenai bisnis yang dijalankan. 

Dalam sebuah business plan biasanya berisi strategi pemasaran dan penjualan bisnis secara detail, income dan outcome dari bisnis tersebut, kondisi keuangan, dan informasi lainnya.

Ketika seorang pebisnis membuat business plan, tentunya perlu pemikiran dan keputusan yang tepat. Fungsi dari dibuatnya business plan adalah menjadi acuan bagi pebisnis untuk dapat mencapai tujuan dalam jangka panjang. 

Selain itu, business plan dapat menggambarkan apakah bisnis tersebut layak dan mampu menghadapi segala tantangan di masa depan.

Tahap 4: Implementasi Business Plan + Evaluasi

Evaluasi strategi adalah cara bagi pelaku bisnis untuk mengevaluasi posisi perusahaan dalam upaya mencapai tujuan strategis. 

Evaluasi ini memberikan metode obyektif untuk menguji efisiensi dan efektivitas strategi bisnis, serta cara untuk menentukan apakah strategi yang sedang dilaksanakan adalah menggerakkan bisnis ke arah tujuan strategis yang dimaksudkan. 

Tak hanya itu saja, evaluasi strategis juga dapat membantu mengidentifikasi kapan dan tindakan korektif apa yang diperlukan untuk membawa kinerja kembali sejalan dengan tujuan bisnis yang Anda lakukan.

Tips Menjalankan Strategi Pengembangan usaha

Berikut ini tips dalam menjalankan strategi pengembangan usaha yang perlu Anda ketahui.

1. Lakukan Audit Semua Resource Bisnis 

Tips dalam pengembangan usaha yang pertama adalah lakukan audit semua resource bisnis.

Tujuan melakukan audit pada dasarnya adalah untuk kegiatan dalam pengecekan ulang, penilaian, serta keputusan dalam memastikan kegiatan pemasaran sudah berjalan dengan baik. 

2. Perluas Relasi dan Kerjasama Bisnis

Sebagai makhluk sosial tentu tidak bisa hidup sendiri, walaupun bisa, pasti ia akan sulit dalam menghadapinya. Hal tersebut berlaku juga dalam dunia bisnis, dengan banyaknya relasi maka akan memudahkan Anda dalam mempromosikan produk. 

Tanpa adanya relasi, akan menjadikannya lebih sulit kiranya untuk dapat mengembangkan bisnis. Ketika Anda mempunyai relasi yang sama-sama berkesinambungan dalam dunia bisnis, tentunya Anda dapat membangun kerjasama antar keduanya.

3. Lakukan Analisis Pasar dan Kompetitor

Riset kompetitor sama halnya dengan mengevaluasi bisnis agar dapat berkembang lebih baik lagi. Sebuah bisnis terkadang merasa dirinya sudah sempurna di kalangan persaingan pasar. 

Tetapi, nyatanya banyak sekali bisnis yang lebih maju, bahkan bisnis yang masih rendah pangsa pasarnya. Oleh karena itu, riset kompetitor sangat penting dilakukan sehingga dapat mengukur dan menilai dari keberhasilan suatu rencana yang telah dibangun.

Baca Juga:

4. Analisis Channel Pemasaran yang Paling Tepat

Dalam memasarkan produk, tentunya diperlukan channel pemasaran baik itu channel gratis (Organik) maupun channel berbayar (Iklan Promosi). Anda perlu memasarkan produk dengan analisis channel pemasaran mana yang paling sesuai. 

Anda perlu menyesuaikan kebutuhan apa saja yang diperlukan untuk bisnis Anda. Ketika Anda ingin melakukan branding, maka channel yang paling tepat adalah menggunakan channel berbayar sehingga bisnis Anda dapat dengan mudah disebarluaskan melalui iklan promosi.

5. Utamakan Poin Kualitas Produk serta Layanan

Kualitas produk serta layanan merupakan poin utama yang akan konsumen cari. Kualitas produk adalah kemampuan suatu produk atau jasa untuk melaksanakan fungsinya dengan mempertimbangkan berbagai aspek.

Seperti keandalannya, daya tahan yang dimilikinya, kebutuhannya akan perbaikan, serta nilai-nilai lainnya yang juga perlu diperhatikan. 

Sehingga pelaku usaha dapat memperkirakan upaya apa saja yang perlu dilakukan untuk memastikan kualitas serta layanan tetap selalu terjaga.

6. Ciptakan Inovasi Produk yang Berkelanjutan

Inovasi produk adalah cara untuk menciptakan produk baru guna memenuhi kebutuhan konsumen dengan produk yang inovatif sehingga memungkinkan untuk menarik konsumen lebih banyak lagi. 

Selain itu, inovasi berfungsi agar bisnis mengikuti perkembangan zaman, yang menuntut pemilik bisnis terus berinovasi sehingga pebisnis dapat bertahan dengan kondisi ekonomi yang akan dihadapi. 

7. Lakukan Budgeting Bisnis secara Terperinci 

Proses budgeting bisnis adalah bagaimana Anda dapat mengatur pengeluaran terhadap apa yang akan Anda belanjakan. 

Membuat perencanaan pengeluaran ini memungkinkan untuk melihat apakah keuangan dalam bisnis Anda dapat memenuhi kebutuhan pengembangan produk. 

Selain itu, dengan budgeting akan membantu perusahaan dalam memberikan batasan atas jumlah dana yang akan dicari dan dikeluarkan. 

Penutup

Melakukan strategi pengembangan usaha adalah hal yang sangat penting dalam sebuah bisnis. Sehingga sebuah bisnis dapat terus berinovasi menciptakan produk atau layanan yang baru sehingga dapat memenangkan persaingan yang ada. 

Dengan pengembangan usaha juga sebuah bisnis dapat memperluas pasarnya dengan strategi strategi yang terus dikembangkan sehingga bisnis akan tumbuh dengan pesat.


Nah, bagi Anda yang masih bingung bagaimana cara mendorong performa bisnis yang masih saja stagnan, Anda bisa menggunakan layanan kami, Audit & Consulting Digital Marketing.

Sasana Digital akan mengidentifikasi, mengukur, serta mencari peluang & ancaman yang akan mempengaruhi perkembangan bisnis Anda kedepannya. Yuk, manfaatkan dulu layanan Free Consulting kami di sini!

Bagikan Artikel Ini

Layanan Sasana Digital