Blog ›

Benarkah Update Privasi Apple iOS 14 Mempengaruhi Bisnis? Simak!

I

Update kebijakan privasi Apple iOS 14 dikatakan bisa mempengaruhi kampanye digital ads, terutama bagi anda yang memiliki goal untuk instalasi aplikasi dari promosi anda. Bagaimana update ini bisa mempengaruhi anda?

Topik dari pembaruan privasi yang diberikan Apple di sistem operasi terbarunya, iOS 14, mendapatkan banyak pujian sekaligus kritikan. Apple digadang-gadang semakin memperhatikan privasi pengguna perangkat, namun juga dicap sebagai perusahaan yang apatis terhadap bisnis kecil (UMKM). Sebenarnya, apa yang terjadi?

Tentang Update iOS 14

Update di iOS 14 secara garis besar merubah kebijakan bagaimana aplikasi dan website dalam melakukan tracking kepada kebiasaan pengguna. Di masa sebelum pembaruan ini, para pemilik biasanya bisa dengan bebas melakukan tracking tanpa perlu meminta izin terlebih dahulu, meski pengguna tetap bisa melakukan opt out jika mau.

Namun di update kali ini, maka pemilik situs maupun aplikasi harus meminta izin terlebih dahulu sebelum bisa melacak pengguna. Ini benar-benar kebalikan 180 derajat dari yang biasanya terjadi sebelum update ini.

Baca Juga: SEO di Marketplace: Bagaimana Cara Mendapatkan Traffic Untuk Toko Online Anda

Padahal siapa yang mau untuk diminta agar bisa dilacak? Bahkan sejak skandal privasi Facebook, Cambridge Analytica, kesadaran masyarakat akan privasi dan jejak digital semakin meningkat. Jelas kalau mendengar ada aplikasi yang secara terang-terangan meminta izin untuk melacak, kami 100% yakin mereka tak mau memberikannya.

Sedangkan tanpa kemampuan pelacakan, maka analisa kebiasaan pengguna bisa dibilang hampir mustahil.

Facebook sendiri diketahui yang paling agresif dan kontra terhadap update yang diberikan. Bahkan mereka sampai memberikan iklan satu halaman besar di surat kabar, yang memposisikan Apple sebagai “iblis” yang tidak memihak kepada bisnis kecil yang menggantungkan nasib pada digital ads.

Mengenal IDFA, Topik Utama dari Pembahasan iOS 14

Di dalam setiap perangkat selalu ada ID yang berguna untuk mengidentifikasi setiap pengguna. Salah satu ID yang berguna dalam dunia digital marketing adalah IDFA atau Identification for Advertisers, sehingga para pengiklan bisa menargetkan iklan pada pengguna yang dianggap relevan.

Di update iOS 14, penggunaan IDFA ini semakin dibatasi. Artinya anda tidak bisa lagi mendapatkan informasi konversi maupun kegiatan lainnya di level pengguna. Tidak akan ada data yang diberikan ke dalam aplikasi analytics, dan anda 100% buta terhadap apa yang dilakukan oleh pengunjung anda.

Yang paling terdampak adalah jika anda ingin mengetahui jumlah konversi yang didapatkan dari setiap iklan. Mengingat IDFA tidak bisa lagi digunakan secara bebas, maka ada kemungkinan hasil dari iklan tidak bisa dilacak.

Jelas, karena sistem tidak bisa membedakan mana pengguna yang berinteraksi dengan iklan tersebut dengan pengguna yang biasa.

Sistem Tracking Mungkin Akan Berubah…

Melihat kemungkinan terburuk dari kebijakan ini, kami tetap yakin bahwa digital marketing terutama digital advertising tidak akan mati dalam waktu dekat. Namun justru inilah saatnya bagaimana kita bisa mengambil data tanpa melanggar privasi pengguna kita sendiri. Mengingat bagaimanapun kenyamanan pengguna adalah yang utama.

Baca Juga: Apa Dampak Tak Langsung Dari Blunder di Sosial Media, Apakah Bisa Membuat Bangkrut?

Salah satu skenario yang mungkin adalah dengan menerapkan skema give and take, dimana pemilik website memberikan nilai tambah dengan pengguna memberikan izin agar bisa dilacak.

Kita pun akan semakin terbuka dan transparan, dengan mengatakan kalau data pengguna akan digunakan untuk tujuan tertentu guna meningkatkan layanan dan jenis data apa saja yang akan diambil. Tentu ini adalah arah yang baik dalam perkembangan keamanan dan privasi di dunia internet.

Langkah yang Disarankan

Panik bukan pilihan utama, apalagi di Indonesia pangsa pasar dari iOS tidak terlalu signifikan jika dibandingkan android. Apalagi kalau anda menyasar konsumen yang lebih luas, update ini belum terlalu mempengaruhi anda dalam waktu dekat. Ditambah lagi tidak semua pengguna Apple secara otomatis mendapatkan dan bisa melakukan update.

Tetap ikuti perkembangan berita dan best practices yang diinformasikan oleh vendor yang anda gunakan. Jika anda menggunakan aplikasi pengelola targeting atau platform programmatic ads tertentu (seperti criteio atau The Trade Desk), maka silahkan mengacu pada petunjuk yang diberikan mereka.

Tertarik untuk mempelajari strategi digital marketing terkini? Temukan berbagai kelasnya di halaman kursus digital marketing kami!

Bagikan Artikel Ini

Layanan Sasana Digital