Blog ›

5 Prediksi Tentang Smart Factory di Tahun 2022

I

Belum lama ini, kata-kata “Bukankah lebih bagus jika teknologi ini diimplementasikan…” bergema di lingkungan manufaktur dan produksi. Organisasi telah lama mengetahui bahwa di masa depan, transformasi digital akan menjadi penting untuk daya saing.

Pada dua tahun terakhir dengan adanya pandemi global, tantangan rantai pasokan secara masif, kesenjangan skill dan kekurangan tenaga kerja, beberapa perusahaan menyadari bahwa adopsi teknologi adalah cara untuk tetap bersaing, bahkan untuk bertahan dalam bisnis sekarang ini.

Sekarang kita berada di titik infleksi. Berikut adalah lima prediksi Smart Factory 2022 “Tahunnya Teknologi Manufaktur”.

 

1. Peralihan Parsial Smart Factory ke Adopsi Skala Penuh

Sebelumnya, Smart Factory dengan solusi terintegrasi sulit dipahami karena kesenjangan dalam pilihan teknologi dengan penyedia terbatas untuk memenuhi semua kebutuhan teknologi dalam membangun Pabrik Pintar (Smart Factory) menjadi sebuah kenyataan.

Sekarang teknologi menjadi lebih hemat biaya dengan ratusan perusahaan rintisan memasuki permainan. Teknologi dan solusi seperti analitik video, kecerdasan buatan, keamanan siber, robot seluler otonom, dan pusat komando yang dulunya memerlukan solusi khusus dan seringkali dikembangkan sendiri dengan tim yang kompleks. 

Kini ditawarkan oleh banyak penyedia yang sudah siap pakai (Plug & Play). Bahkan ada beberapa pilihan untuk setiap bagian dari kebutuhan dari mulai lantai produksi hingga level Direksi.

Banyak hal akan menjadi mungkin mengingat evolusi cepat dan besar dari banyak pabrik di dunia bahkan di Indonesia dengan INDI 4.0 dengan konsep Smart Factory.

 

2. Organisasi akan Digerakkan oleh FOMO

The Fear of Missing Out akan menjadi pendorong besar adopsi pabrik pintar pada tahun 2022. Organisasi semakin memahami bahwa menghindari transformasi digital bukanlah suatu pilihan dan mungkin tidak lagi kompetitif jika mereka tidak terjun sekarang. 

Maka lebih terbuka terhadap perubahan besar akan dapat memberikan peluang besar dalam peningkatan produksi serta penjualan tentunya.

 

3. Big Data akan Menjadi Fokus dalam Transformasi

Manufaktur menjadi lebih nyaman dengan data terbaru, terakurat, dan terintegrasi, sehingga setiap keputusan untuk proses produksi dapat maksimal dan bahkan membuka kemungkinan baru yang sebelumnya mustahil untuk didapatkan. 

Konsep Smart Factory akan memiliki pusat komando—arahan ke beberapa menara kontrol—yang menyatukan data dari seluruh organisasi dengan cara yang paling mudah dan paling cepat. 

Hal terpentingnya, perusahaan akan memiliki cara untuk bertindak berdasarkan data, menyatukan teknologi dan manusia. Karena Transformasi bukan hanya menambahkan teknologi namun harus diiringi pola pikir dan inovasi sebagai output utama.

 

4. Visibilitas Sistem dan Autonomus Robot akan Memainkan Peran Besar

Dengan meroketnya biaya material, organisasi tidak dapat menanggung kesalahan kualitas. Sistem visi akan menjadi semakin penting dalam mengidentifikasi kesalahan atau cacat dengan cepat sebelum berdampak pada seluruh lini produksi. 

Ini akan mengarah pada peningkatan yang signifikan dalam kualitas dan keselamatan dan memainkan peran besar dalam transformasi lean. 

Teknologi kunci lainnya adalah Automated Mobile Robot (AMR), yang memiliki kekuatan untuk menciptakan efisiensi besar dengan mengotomatiskan tugas yang berulang. Sedangkan hari ini sebuah perusahaan mungkin memiliki beberapa lusin spesialis pengisian ulang, yang bisa turun ke nol dalam waktu dekat. 

Penting untuk ditegaskan bahwa teknologi ini tidak menggantikan peran penting manusia – bahkan, teknologi membuat manusia menjadi jauh lebih penting dengan memungkinkan mereka untuk fokus pada keterampilan unik manusia yang mendorong nilai bisnis.

 

5. Kekurangan Tenaga Kerja Manufaktur akan Menjadi Lebih Buruk Beberapa Saat dan Membaik secara Lambat.

Setidaknya selama dua tahun ke depan, kekurangan tenaga kerja akan terus berlanjut dan kemungkinan akan memburuk sebelum menjadi lebih baik. Ini akan membuat adopsi teknologi lebih penting untuk memastikan bahwa perusahaan dapat terus beroperasi dan memenuhi permintaan pelanggan.

Selain adopsi Smart Factory, perusahaan dapat maju dengan memahami bagaimana peran penting tentang bagaimana cara mempekerjakan, melatih, melatih kembali, dan meningkatkan keterampilan SDM untuk performa yang lebih baik.

Setiap produsen harus bertanya pada diri sendiri apakah mereka siap untuk Era Smart Factory?. Jika jawabannya tidak, sangat disarankan untuk membahas dengan tim kepercayaannya Anda dan melakukan Audit kesiapan Transformasi Digital. 

Anda harus bergerak secara bertahap dan lebih cepat sehingga setiap orang akan memahami apa yang dibutuhkan untuk memulai—dan maju.

Ingin meningkatkan performa lini produksi dengan sistem monitoring dan analytics yang akurat? Atau ingin mengefisiensikan kegiatan produksi secara signifikan dengan menekan biaya perawatan?

Semuanya dapat Anda wujudkan dengan perangkat manufaktur Machine Monitoring & Analytics yang telah membantu banyak perusahaan. Simak detail perangkatnya di bawah ini!

Bagikan Artikel Ini

Layanan Sasana Digital

Hubungi Kami
Halo, ada yang bisa kami bantu?