fbpx
S.M.A.C Sasana Digital

Apakah yang dimaksud dengan GO DIGITAL?

“Bisnis kita akan GO DIGITAL tahun ini”

Kami yakin anda pernah mendengar kalimat seperti diatas. Untuk GO DIGITAL tidak hanya dengan mengikuti trend terbaru, tetapi dibutuhkan perubahan sesungguhnya dalam menjalani bisnis. Tapi, dari semua ulasan dan diskusi tentang bisnis Digital ini, apakah yang di maksud dengan bisnis digital sebenarnya?

Jika anda menanyakan hal tersebut pada 10 orang di perusahaan yang sama, kemungkinan mereka akan memberikan 10 jawaban berbeda. Makna dari GO DIGITAL dapat berubah tergantung pada siapa dan department apa anda bekerja. Tetapi, jika mereka hanya melihat bagaimana alat pemasaran digital dapat menguntungkan satu bagian dari bisnis, mereka melihat gambaran kecil. Pertanyaannya adalah, bagaimana Anda memanfaatkan teknologi digital untuk mendapatkan hasil bisnis terbaik?

Jadi, apa itu digital? Ada satu perusahaan, yaitu Cognizant, menggambarkan digital dalam empat bidang: sosial, seluler, analitik, dan cloud alias SMAC. Keempat aspek inilah yang mungkin digambarkan oleh beberapa orang sebagai inti dari bisnis digital yang sesungguhnya.

S.M.A.C Sasana Digital

Sosial

Jika Anda masih berpikir sosial hanya tentang mengobrol dengan teman-teman lama dari masa SMA Anda, maka anda harus membuka mata Anda sedikit lebih lebar. Dari perspektif bisnis, alat sosial adalah cara sempurna untuk terhubung dengan konsumen Anda. Ini bisa dalam bentuk menjawab pertanyaan dari pelanggan atau meluncurkan produk baru. Jika Anda tidak membuat koneksi yang berarti, Anda membuang-buang kesempatan.

Jangan lupa untuk mengulang kembali pada departemen lain ketika Anda meluncurkan strategi sosial baru. Jika Anda meluncurkan produk baru atau memberi pengguna kesempatan untuk terlibat, seluruh tim Anda termasuk dari customer service pun Anda harus memiliki pemahaman yang sama. Anggap saja sebagai bagian dari menciptakan User experience yang mengesankan dan lancar bagi konsumen Anda. Bukankah pengalaman yang seperti itu yang anda inginkan dalam setiap bisnis yang anda jalankan?

Mobile

Di era sekarang, semua orang terhubung pada Smart Phone. Jika Anda adalah orang yang menggunakan handphone untuk memeriksa web bisnis atau mengirim email kepada seseorang saat bepergian, maka Anda tahu mengapa handphone itu penting. Anda menggunakan handphone Anda untuk mengintegrasikan aspek bisnis Anda ke dalam kehidupan sehari-hari tanpa harus terburu-buru ke kantor atau menggunakan komputer. Mirip dengan Sosial, memahami mengapa seseorang menggunakan alat media sosial dan mengapa seseorang menggunakan handphone agar dapat memberi Anda wawasan yang mendalam tentang apa arti digital bagi bisnis Anda. Orang ingin berinteraksi di mana pun mereka berada, di situlah digital masuk.

 

Analisis

Analytics adalah tentang menganalisis data besar. Lebih khusus lagi, tentang mengambil data yang Anda peroleh dan menganalisisnya untuk pola perilaku. Dengan memahami data, Anda dapat menggunakannya untuk keuntungan Anda, bisa untuk mengetahui kapan konsumen Anda lebih cenderung memutuskan untuk membeli, atau membatasi posting pengetahuan produk pada hari tertentu karena tidak ada ketertarikan pada hari tersebut berdasarkan data.

Cloud

Terakhir, tapi tidak kalah menarik, Cloud. Baik perusahaan besar atau start-up, layanan berbasis cloud siap hadir. Dengan meningkatnya kecurangan dan serangan di dunia maya dan juga peningkatan kesadaran akan cybersecurity, cloud memainkan peran utama dalam keamanan bisnis. Ini termasuk perlindungan data dan membuat back-up file-file penting di luar situs agar mudah untuk di akses. Tidak hanya di situ, Bisa jadi Anda membutuhkan lebih banyak daya komputasi yang dapat Anda outsource melalui cloud. Banyak bisnis juga menggunakan aplikasi atau solusi IT baru untuk mengakses informasi dari mana saja di dunia. Solusi dari Logitout adalah contoh yang sempurna untuk mengambil data manajemen pelacakan aset dan memindahkannya ke ruang digital. Dengan memindai aset Anda dengan barcode, Anda memiliki akses jarak jauh ke informasi itu langsung dari tampilan dashboard yang mudah digunakan.

Jadi, jika anda dapat menerapkan ke-empat area ini ke dalam bisnis anda, maka di situlah dapat dikatakan bahwa bisnis anda telah GO DIGITAL.

Menuju GO DIGITAL bukan hanya tentang Digital atau Pemasaran melalui Internet, tapi kekuatan dari Digital lebih dari itu. Teknologi Digital membuat anda dapat merubah cara untuk berinteraksi kepada  pelanggan, pekerja, pemasok dan mitra anda. Juga membawa bisnis anda kepada tingkat keefektifan, efisiensi dan fleksibelitas yang lebih tinggi dan membuat hal tersebut menjadi nilai lebih kepada pelanggan anda.

Konsep Siemens pada Smart Factory untuk Indonesia?

Bagaimana Siemens mengonsep smart factory untuk sektor manufaktur di Indonesia? Siemens memperkenalkannya melalui Innofest ID 2018. Silakan kunjungi kantor Kementerian Perindustrian Indonesia hingga 27 Juli 2018 di Jakarta.

Melalui Innofest ID 2018, Siemens Indonesia menampilkan konsep Smart Factory berupa solusi yang dinamai SIMATIC IOT2040, Siemens Radio-Frequency Identification (RFID) System, dan MindSphere—sistem operasi Internet of Things (IoT) terbuka berbasis cloud yang juga buatan Siemens. Acara ini diselenggarakan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Industri Kementerian Perindustrian Indonesia (BPPI) dengan tema Membangun Ekosistem Inovasi untuk Menjadikan Indonesia 4.0 yang berlangsung pada 24-27 Juli 2018 di gedung Kementerian Perindustrian, Jakarta.

ndustri global memasuki era baru yang dikenal sebagai Industri 4.0. Era baru ini menampilkan digitalisasi manufaktur berkat kemajuan teknologi yang berbasis analisis big data, komputasi awan (cloud computing), dan koneksi intensif antara manusia dan mesin.

Industri 4.0 merupakan tren terkini dari otomasi dan pertukaran data yang menghasilkan terciptanya smart factory. Di dalam struktur modular smart factory tersebut, sistem cyber physical dapat memantau proses produksi, menciptakan tiruan virtual dari wujud fisik, mendorong pengambilan keputusan yang terdesentralisasi serta transparansi data-data produksi sehingga dapat menunjang kemajuan Industri 4.0.

Produk ini berperan sebagai intelligent gateway yang mampu menstandarisasi komunikasi dari berbagai sumber data, kemudian menganalisa dan meneruskannya kepada penerima yang sesuai dan tepat. Solusi ini memungkinkan untuk menerapkan konsep produksi yang berorientasi pada masa depan bahkan untuk pabrik yang telah lama beroperasi. Aplikasi MindSphere adalah sistem operasi IoT terbuka berbasis cloud dari Siemens yang menghubungkan produk, pabrik, sistem, dan mesin, serta menghasilkan data dari Internet of Things dengan analisis tingkat lanjut. Awal Juli 2018, Siemens dan Alibaba Cloud, bisnis unit komputasi awan (cloud) dari Alibaba Group, telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dalam rangka kemitraan guna mendorong IoT di China. Kedua perusahaan ini memanfaatkan teknologi dan sumber daya industri masing-masing untuk membangun solusi IoT yang unik guna mendukung Industri 4.0, peningkatan dan transformasi manufaktur China serta inisiatif industri Internet lainnya.

SIAPKAH BISNIS ANDA MENGHADAPI INDUSTRI 4.0?

Penulis: Astrid Savitri,

Revolusi Industri Keempat sudah hadir dan akan terus mendisrupsi serta menuntut perubahan dalam segala hal, termasuk dunia bisnis. Model angkatan kerja baru ini barangkali tampak menakutkan, terutama bagi bisnis kecil. Di mana-mana, semua orang akan membicarakan hal yang sama, yakni bahwa “masa depan bisnis akan meliputi otomatisasi, AI, dan blockchain” – sayangnya, pada saat bersamaan, hal tersebut menciptakan sedikit ketidak nyamanan bagi para pemilik usaha kecil beranggaran rendah.

Industri 4.0 berpotensi menghadirkan bisnis dengan banyak peluang. Namun, di sisi lain juga menimbulkan pertanyaan yaitu, “Bagaimana Anda, sebagai bisnis kecil atau bahkan yang lebih besar, dapat mempersiapkan diri untuk merestrukturisasi seluruh tenaga kerja dan memonopoli peluang ini?”

Merumuskan Rencana Masa Depan
Industri 4.0 akan menciptakan dampak ekonomi dan sosial yang kuat, oleh karena itu sebuah bisnis harus mempersiapkan diri untuk perubahan ini. Forum Ekonomi Dunia pernah membahas tentang Legacy Countries yaitu negara-negara yang memiliki struktur produk kuat tetapi kesulitan memenuhi permintaan Industri 4.0, misalnya, Hongaria, India dan Turki. Negara-negara tersebut berkebalikan dengan Drivers of High Potential Countries atau negara-negara pendorong produksi yang berhasil mengadopsi teknologi terbaru untuk menempatkan diri mereka di posisi terunggul dalam Industri 4.0.

Banyak bisnis seringkali merupakan produk dari negara-negara mereka, dan bekerja dengan cara yang sama. Ini artinya, penting bagi sebuah bisnis untuk mengambil inisiatif dan bergerak maju, terutama jika mereka berbasis di Legacy Countries. Setiap perusahaan harus mengubah cara mereka memproduksi dan berfungsi agar tetap unggul.

Salah satu caranya adalah melatih ulang para pekerja (reskilling workers) dan memasukkan inovasi teknologi ke dalam jalur produksi Anda. Bagaimana dengan bisnis yang masih menggunakan proses tradisional? Anda tetap dapat unggul dengan memperkenalkan teknologi yang baru lahir. Pertama, Anda perlu melihat di mana secara sederhana sebuah teknologi tertentu dapat membantu, misalnya:

  • Menggunakan proses otomatis untuk melakukan perhitungan yang sebelumnya dilakukan pekerja manusia
  • Memasukkan blockchain ke dalam manajemen rantai pasokan, alih-alih proses tradisional yang menghabiskan waktu dan berbiaya mahal (seperti proses berbasis penggunaan kertas)
  • Menggunakan kecerdasan buatan untuk memprediksi lintasan bisnis masa depan atau untuk merencanakan proses manufaktur

Teknologi Blockchain memudahkan kinerja bisnis

Sumber gambar: google/www.maltawinds.com

Memasukkan teknologi Industri 4.0 ke dalam bisnis tidak perlu serumit menggunakan otomatisasi di pabrik atau komputasi kuantum untuk perhitungan. Meskipun suatu hari semua itu mungkin menjadi kenyataan (atau bahkan persyaratan), untuk saat ini sebaiknya memulai saja dari yang kecil.

Bagaimana Industri 4.0 Akan Memengaruhi Bisnis Saya?
Anda mungkin bertanya-tanya, “Apakah mesin-mesin akan menggantikan pekerjaan karyawan saya? Akankah kecerdasan buatan suatu hari menjalankan seluruh perusahaan?

Jawaban singkatnya adalah TIDAK.

Jawaban panjangnya adalah; Benar, beberapa pekerjaan akan hilang dalam Industri 4.0, akan tetapi tetap ada banyak pekerjaan yang tidak bisa dilakukan oleh mesin, misalnya pekerjaan kreatif dan manajerial.

Selain itu, tenaga kerja otomatis tidak akan berfungsi sendiri dalam waktu dekat. Oleh sebab itu, peningkatan dan pelatihan ulang para pekerja dalam mengoperasikan mesin dari jarak jauh serta untuk mengawasi serta memantaunya sangatlah perlu dilakukan. Bagaimanapun juga, tidak mungkin semua industri otomatis dan tenaga kerja dapat berfungsi tanpa campur tangan manusia.

Perubahan dan Risikonya
Perubahan industri bukan tanpa risiko, hanya saja manfaatnya jauh lebih besar daripada risiko tersebut. Peurbahan industri akan menjadi penting bagi perusahaan-perusahaan dalam menerapkan keamanan yang efisien ke dalam proses manufaktur agar terhindar dari serangan jarak jauh.

Risiko lain adalah bahwa beberapa pekerja mungkin kesulitan beradaptasi dengan perubahan. Inilah sebabnya mengapa pendidikan dan pelatihan ekstensif sangat penting. Para pekerja perlu dilatih tentang cara menggunakan teknologi baru. Inilah bagian penting dari Revolusi Industri Keempat dan era baru manufaktur.