Blog ›

5 Strategi Product Market Fit serta Indikator Pengukurannya

I

Product market fit merupakan istilah yang sering didengar di dunia bisnis startup. Ini merupakan salah satu fase yang penting karena menentukan keberhasilan bisnis di masa mendatang.

Apabila product market fit (PMF) sukses, maka akan menunjukan bahwa produk yang Anda tawarkan diterima oleh pasar. Contoh indikator keberhasilannya yaitu ketika produk Anda direkomendasikan secara sukarela oleh para pelanggan.

Namun, untuk mencapai keberhasilan tersebut, suatu bisnis harus melalui beberapa tahapan product market fit terlebih dahulu dengan menerapkan strategi yang tepat serta pengukuran yang valid.

Lantas, apa itu product market fit? bagaimana strategi  dan tahapannya? untuk lebih lengkapnya, Anda bisa menyimak artikel berikut ini. 

Apa Itu Product Market Fit?

Apakah Product Market Fit Itu?

Product Market Fit adalah suatu konsep atau fase dimana pelanggan dari suatu perusahaan memiliki keinginan untuk membeli, menggunakan serta menyebarluaskan informasi tentang produk kepada orang lain.

Semakin banyak pelanggan yang melakukannya, maka semakin pesat juga pertumbuhan perusahaan sehingga berdampak pada peningkatan keuntungan.

Secara sederhana, product market fit merupakan suatu kondisi ketika bisnis dapat masuk ke pasar, diterima dan berhasil memilih kelompok pelanggan yang tepat sesuai dengan produk atau layanan yang ditawarkan.

Baca Juga: Inovasi Produk: Pengertian Lengkap, Tujuan, serta Manfaatnya

Indikator Pengukuran Product Market Fit

Ada beberapa cara untuk mengukur keberhasilan product market fit, yaitu dengan menggunakan indikator berikut ini:

a. Net Promoter Score

Net Promoter Score (NPS)  digunakan untuk mengukur tingkat kepuasan pelanggan. Nilai ini diambil dari feedback pelanggan mengenai produk yang Anda luncurkan ke pasar.

Skala nilai NPS biasanya memakai angka 0–10. 0 merupakan nilai terendah dan 10 merupakan nilai tertinggi.

b. Retention Rate dan Churn Rate

Retention Rate adalah persentase pelanggan yang terus berlangganan. Sedangkan Churn Rate merupakan persentase pelanggan yang berhenti berlangganan, dalam artian kebalikan dari retention rate.

Kedua indikator ini dapat digunakan untuk mengukur keberhasilan product market fit. Semakin tinggi nilai churn rate, maka semakin rendah tingkat kepuasan pelanggan. 

Sedangkan jika angka retention rate tinggi maka kepuasan pelanggan akan semakin baik.

c. Customer Lifetime Value

Indikator ini digunakan untuk mengetahui rata-rata keuntungan yang didapatkan dari satu pelanggan. Semakin lama pelanggan menggunakan produk, maka semakin besar keuntungan yang bisa didapatkan.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan Customer Lifetime Value (CLV), misalnya seperti melakukan segmentasi pelanggan, membagun produk baru yang berdasar pada produk sebelumnya, mengadakan promo atau event, dan menjaga kepuasan pelanggan.

Baca Juga: Perbedaan Menjual Value VS Menjual Product, Mana yang Anda Pilih?

d. Bounce Rate

Bounce rate tidak hanya digunakan dalam analisa website, melainkan juga menganalisa tingkat interaksi produk. Bounce rate yang tinggi menunjukan bahwa pengguna yang meninggalkan produk cukup banyak.

Semakin rendah tingkat bounce rate maka semakin baik product market fit dari sebuah produk. Bounce rate yang baik sebaiknya di bawah angka 50%, semakin rendah maka semakin baik tingkat penetrasi dari sebuah produk.

Ada beberapa cara untuk menjaga bounce rate produk tetap rendah, misalnya meningkatkan kepuasan pelanggan, menjadikan produk memiliki first impression yang baik, kemasan yang premium, atau menonjolkan material yang berkualitas.

e. Growth Rate

Walaupun bisnis yang tumbuh belum tentu memberikan keuntungan, namun setidaknya ini memberikan indikator positif.

Jika tingkat pertumbuhan bisnis tinggi, ini memberikan indikasi bahwa bisnis sudah berada di jalur yang tepat. Pertumbuhan ini bisa disebabkan oleh produk yang diterima oleh pasar sehingga tingkat penjualan tinggi.

Baca Juga: 9 Strategi Efektif Membangun Keunggulan Produk Bisnis

5 Strategi Menjalankan Product Market Fit

Product market fit sangat penting bagi bisnis terutama bagi mereka yang masih dalam tahap awal. Dengan melakukan strategi product market fit, Anda bisa mengetahui apakah produk berhasil mengatasi masalah dari para pelanggan.

Jika tidak melakukan strategi yang tepat, mungkin Anda akan terus menjalankan pemasaran walaupun produk kurang berhasil. Ini dapat menyebabkan bisnis mengalami kerugian karena mengeluarkan biaya besar namun tidak menghasilkan keuntungan. 

Maka dari itu Anda wajib mengetahui beberapa strategi product market fit berikut ini:

1. Lakukan Pengujian Target Pasar secara Cepat, Tepat, dan Akurat

Jika Anda terlalu lama melakukan uji target pasar, kemungkinan ketika produk mulai disebarluaskan, pasar sudah berubah. Ini menyebabkan target market tidak menerima produk sehingga menyebabkan kerugian bagi perusahaan.

Sebaiknya, ketika menentukan target pasar, Anda melakukannya dengan cepat, melakukan pengujian dalam skala kecil, kemudian mengumpulkan umpan balik yang pelanggan berikan.

2. Ciptakan Produk Sesuai Kebutuhan Pelanggan

Sebagian pelaku usaha melakukan product development hanya berdasarkan opini pribadi. Ini menyebabkan peluang keberhasilan yang semu.

Agar product market fit sukses, Anda perlu membuat produk yang benar-benar dibutuhkan dan dapat menyelesaikan permasalahan para calon pelanggan. Sebelum mengembangakn produk, sebaiknya lakukan identifikasi kebutuhan terlebih dahulu.

3. Pertajam Value Proposition

Value proposition yang tepat akan membuat produk Anda lebih menonjol dan unggul dari produk kompetitor. Ciri khas yang tampil akan memudahkan pengguna mengenali dan memilih produk Anda.

Dampak value proposition yang efektif akan membuat pelanggan tidak bisa lepas dari produk yang Anda tawarkan.

Baca Juga: Value Proposition: Pengertian serta 8 Komponen Utamanya

4. Merencanakan Viable Product

Mengembangan Viable Product atau Prototype bisa membantu bisnis Anda menemukan produk yang diinginkan oleh pasar.

Selain memasarkan produk yang sudah ada, sebaiknya Anda membuat produk prototype yang bertujuan untuk mengembangkan produk yang sudah ada sehingga dapat beradaptasi dengan kebutuhan pasar.

5. Fokuslah pada Power User

Power User adalah para pelanggan yang setia sekaligus loyal. Selain fokus mendatangkan pelanggan baru, sebaiknya Anda juga memberikan perhatian lebih pada pelanggan yang sudah ada.

Semakin berkembang power user, maka semakin dekat fase kesuksesan product market fit dari bisnis yang Anda jalankan.

Contoh Product Market Fit

Terdapat banyak sekali contoh product market fit yang dilakukan brand-brand di dunia bisnis saat ini, beberapa di antaranya:

• Layanan Aplikasi Gojek

contoh product market fit oleh Gojek
Sumber: Aplikasi Gojek

Bagi yang belum tahu, Gojek awalnya hanya menawarkan satu jenis layanan berupa pemesanan transportasi ojek melalui handphone. Seperti yang kita lihat kini, telah banyak layanan-layanan lain yang ikut dimunculkan Gojek di dalam aplikasinya.

Sebut saja GoSend, GoRide, GoCar, GoBox, GoMart, GoMed, dan belasan layanan lainnya. Semua layanan yang diluncurkan tersebut tentunya tidak terlepas dari adanya product market fit yang menyesuaikan kebutuhan para pelanggan Gojek.

• Mitra Bukalapak & Mitra Tokopedia

Sumber: mitra.bukalapak.com

Meskipun telah masuk ke dalam jajaran marketplace terbesar di Indonesia, tentu saja Bukalapak & Tokopedia tidak berpuas diri hanya dengan menggaet para buyer dan seller di platform online mereka.

Kedua e-commerce ini juga meluncurkan layanan lain bernama Mitra Bukalapak dan Mitra Tokopedia untuk menggaet para pemilik toko, warung, serta orang-orang yang ingin berjualan berbagai produk digital di Indonesia.

Layanan ini tidak serta merta dikeluarkan tanpa adanya product market fit. Bukalapak & Tokopedia tentu menganalisis terlebih dahulu seperti apa kebutuhan para target market tersebut.

Baca Juga: 5 Contoh Transformasi Digital oleh Perusahaan di Indonesia

Penutup

Pebisnis mana yang tak mau produknya diterima masyarakat luas? Pasti semua orang mau produk bisnisnya diterima! Apalagi Anda yang sedang membaca tulisan ini, iya kan?

Ada opsi menarik dari Sasana Digital yang bisa membuat tim bisnis Anda efektif dan adaptif sehingga tercipta produk market fit seperti tulisan di atas.

Yaitu dengan malatih tim bisnis sebagaimana UKM dan perusahaan ternama lainnya yang pernah melatih tim mereka besama Sasana Digital. Segera klik banner di bawah dan ciptakan tim bisnis yang efektif dan adaptif.

Bagikan Artikel Ini

Layanan Sasana Digital

Hubungi Kami
Halo, ada yang bisa kami bantu?