Blog ›

Sistem Informasi Manufaktur: Mengenal Manfaat & Model

I

Apakah Anda pernah bertanya-tanya bagaimana perusahaan dan industri manufaktur mengelola dan mengoptimalkan operasional mereka? Jawabannya terletak pada peran vital Sistem Informasi Manufaktur, sebuah solusi cerdas yang mengubah wajah industri manufaktur.

Bayangkan sebuah pabrik yang mengalami peningkatan produktivitas hingga 30% dan penurunan biaya produksi yang signifikan. 

Di balik keberhasilan tersebut terdapat proses implementasi yang sukses, di mana sebuah teknologi yang merubah paradigma di dunia industri. So, mari kita telusuri bersama bagaimana inovasi ini mampu mengubah efektivitas industri.

Pengertian Sistem Informasi Manufaktur

Sistem Informasi Manufaktur (Manufacturing Information System) adalah suatu sistem yang dirancang khusus untuk mendukung operasi dan manajemen dalam industri manufaktur. 

Sistem tersebut menggunakan teknologi informasi dan komunikasi dalam mengelola data dan informasi yang berkaitan dengan proses produksi, pengendalian kualitas, pengelolaan inventaris, perencanaan produksi, serta fungsi-fungsi lainnya, terkait operasional perusahaan manufaktur.

Beberapa komponen utama dari Sistem Informasi Manufaktur melibatkan pemantauan dan pengumpulan data di sepanjang jalur produksi, integrasi dengan sistem-sistem lain seperti ERP (Enterprise Resource Planning), analisis data untuk memberikan wawasan yang berarti, serta dukungan terhadap pengambilan keputusan yang lebih baik oleh para manajer produksi. 

Baca Juga: Produksi Massal: Pengertian, Ciri, Keuntungan, dan Contohnya

Benefit Penerapan Sistem Informasi Manufaktur:

Menurut data terbaru, lebih dari 70% perusahaan manufaktur mengakui bahwa implementasi Manufacturing Information System  telah meningkatkan efisiensi operasional mereka. Diantaranya dapat tergambar dari beberapa benefit berikut ini:

  • Sistem informasi di industri manufaktur bukan hanya tentang pengumpulan data, tetapi juga tentang bagaimana data tersebut diolah, dianalisis, dan digunakan untuk membuat keputusan yang lebih baik dalam lingkungan manufaktur. 
  • Sistem ini juga dapat mencakup pemantauan dan kontrol otomatis pada peralatan produksi dan perangkat lainnya untuk meningkatkan efisiensi dan ketepatan.
  • Membantu meningkatkan efisiensi, meminimalkan biaya, meningkatkan kualitas produk, dan memberikan visibilitas yang lebih baik terhadap seluruh rantai pasok dan proses produksi. 
  • Dengan implementasi sistem yang baik, perusahaan dapat merespons lebih cepat terhadap perubahan permintaan pasar, mengoptimalkan proses produksi, dan meningkatkan daya saing di pasar.

Baca Juga: Proses Manufaktur: Pengertian, Jenis, hingga Contohnya

Manfaat Sistem Informasi Manufaktur

Steve Jobs pernah mengatakan bahwa, ‘Inovasi memisahkan pemimpin dari pengikut.’

Dalam dunia manufaktur, inovasi hadir dalam bentuk Sistem Informasi yang menciptakan perubahan revolusioner. Perubahan-perubahan tersebut pada akhirnya akan mempertemukan perusahaan pada berbagai manfaat.

Dari sisi produktivitas industri manufaktur, pemanfaatan sistem informasi dapat membawa berbagai keuntungan, diantaranya:

  • Mempunyai sistem berbasis data (database) > membuat arsip perusahaan lebih terorganisir dengan baik, rapi, dan mudah ditemukan ketika dibutuhkan
  • Perusahaan dapat memperoleh data informasi produk atau operasional dengan lebih cepat, relevan, dan akurat
  • Dukungan perangkat komputer yang terintegrasi dengan sistem informasi manajemen > membuat proses produksi perusahaan menjadi lebih efisien
  • Adanya dukungan teknologi bantuan fisik robotik > membuat proses produksi lebih cepat jika dibandingkan dengan cara konvensional

Baca Juga: 7 Indikator Keberhasilan Produksi Massal Ini Wajib Diketahui

Jenis Model Sistem Informasi Manufaktur

Penjelasan singkat tentang jenis-jenis model berikut ini dapat memberikan gambaran umum tentang peran mereka dalam konteks sistem informasi industri manufaktur.

1. Input Data atau Informasi

sistem informasi manufaktur - input data atau informasi

Input data berarti proses penerimaan data atau informasi baru dari berbagai sumber (internal & eksternal) untuk dimasukkan ke dalam sistem.

Proses input bisa dilakukan secara manual oleh operator, data sensor dari peralatan produksi, atau informasi dari sistem lain di dalam perusahaan.

2. Data Internal

Fokus pada jenis model ini adalah untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses internal perusahaan.

Data internal ini mencakup informasi operasi internal, seperti SDM (Sumber Daya Manusia), data produksi, data kualitas, data persediaan, material, mesin, transportasi, frekuensi perawatan, dan lain sebagainya.

3. Data Eksternal

Model ini melibatkan data atau informasi yang berasal dari sumber-sumber di luar perusahaan. 

Data eksternal dapat mencakup beberapa hal seperti:

  • Tren industri & informasi pasar (untuk perhitungan biaya pada bisnis manufaktur mulai dari awal hingga akhir)
  • Peraturan pemerintah (mengenai UMR (Upah Minimum Regional), listrik, dll.)
  • Data dan informasi mengenai mitra bisnis atau pemasok (supplier) 

Baca Juga: Metode OEE (Overall Equipment Effectiveness) di Manufaktur

Sub Sistem Input

Berikut ini penjelasan mengenai peran dan kontribusi masing-masing sub sistem dalam mengelola input data atau informasi.

1. Sistem Informasi Akuntansi

Sistem Informasi Akuntansi (SIA) digunakan untuk mengumpulkan data internal dari berbagai sumber daya, baik manusia maupun peralatannya, sehingga dapat mengubah data menjadi informasi. 

Contoh sistem informasi manufaktur ini digunakan untuk bisa menjelaskan terkait operasi manufaktur dengan data transaksi perusahaan, serta supplier.

2. Sub Sistem Intelijen Manufaktur

Sub Sistem Intelijen Manufaktur berfokus pada analisis dan interpretasi data untuk memberikan wawasan yang lebih mendalam terhadap proses produksi.

Misalnya, mengetahui perkembangan terakhir mengenai beberapa komponen pekerjaan, seperti:

  • Sistem formal & informal
  • Informasi pekerja atau SDM
  • Pengumpulan data lingkungan 
  • Pengujian, pemeliharaan, dan keamanan data
  • Mengambil data dalam bentuk laporan

3. Sub Sistem Industrial Engineering (EI)

Sub Sistem Industrial Engineering (EI) dalam konteks sistem informasi di industri manufaktur bertujuan untuk meningkatkan efisiensi produktivitas mengenai fasilitas produksi. Ini meliputi penentuan atau persiapan data khusus dalam perusahaan untuk kebutuhan penetapan waktu proses produksi.

Baca Juga: Mencegah Pemborosan Dengan Penerapan Lean Manufacturing

Sub Sistem Output

Seperti pada Sub Sistem Input, bagian ini merinci komponen-komponen dari Sub Sistem Output dalam Sistem Informasi Manufaktur. Setiap sub sistem dijelaskan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana output dihasilkan dan dikelola.

1. Sub Sistem Produksi

Sederhananya, sub sistem produksi berkaitan dengan pengukuran proses produksi barang, dan biasa dilakukan di setiap bagian departemen.

Pengukuran tersebut bisa mencakup beberapa matrik penilaian seperti:

  • Jadwal produksi,
  • Catatan performa produksi,
  • Informasi tentang mesin dan peralatan, serta data operasional lainnya.

2. Sub Sistem Persediaan

Sub sistem persediaan mencakup beberapa hal terkait mulai dari stok barang, pergerakan barang, biaya holding, safety stock (berdasarkan hasil pengolahan data input), dan prediksi kebutuhan persediaan di masa mendatang.

3. Sub Sistem Biaya

Sub Sistem Biaya menghasilkan output terkait dengan informasi biaya produksi. Ini mencakup perhitungan biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, biaya overhead pabrik, dan biaya produksi keseluruhan. 

Output ini memungkinkan manajemen untuk menganalisis dan mengontrol biaya produksi, membuat keputusan terkait penetapan harga produk, dan mengidentifikasi area-area di mana efisiensi biaya dapat ditingkatkan. 

Adapun jenis biaya ini dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu:

  1. Biaya pembelian > pemesanan bahan material: biaya telepon, formulir pemesanan, dan lainnya.
  2. Biaya pemeliharaan > biaya kerusakan, pajak, hingga asuransi.

4. Sub Sistem Kualitas

Sub Sistem Kualitas menghasilkan output yang berfokus pada kontrol kualitas produk, performa kerja, pemilihan supplier, hingga biaya waktu. 

Output dari sub sistem ini membantu dalam memastikan bahwa produk memenuhi standar kualitas yang ditetapkan, memantau perbaikan kualitas, dan mengidentifikasi penyebab potensial masalah atau cacat produksi.

Skema Sistem Informasi Manufaktur

Pembahasan di atas mulai dari model hingga sub sistem informasi manufaktur dapat secara jelas tergambar melalui skema berikut ini.

sistem informasi manufaktur - skema teknologi informasi manufaktur

Baca Juga: Mengenal Konsep dan Contoh Smart Manufacturing di Perusahaan

Pertanyaan Seputar Sistem Informasi Manufaktur

Berikut ini beberapa pertanyaan seputar Sistem Informasi Manufaktur yang perlu diketahui.

Apa yang dimaksud dengan sistem informasi manufaktur?

Sistem Informasi Manufaktur adalah teknologi yang dirancang untuk mendukung manajemen dan operasi industri manufaktur. Diantaranya mengenai proses input data, data internal, hingga eksternal.

Apa Manfaat digunakannya sistem informasi manufaktur dalam perusahaan?

  • Sistem database, memungkinkan arsip perusahaan lebih terstruktur
  • Mengelola dan memperoleh data lebih cepat
  • Proses produksi perusahaan menjadi lebih cepat dan efisien

Penutup

Dari pembahasan ini kita memahami bahwa Sistem Informasi Manufaktur bukan hanya sebuah teknologi, melainkan fondasi bagi revolusi industri.

Lalu jika berkaca ke kondisi perusahaan masing-masing, sudah sejauh mana Anda memanfaatkan peluang industri melalui sistem manufaktur ini?

Meskipun perkembangan teknologi tersebut membawa berbagai manfaat, namun tantangannya tetap ada. Akan tetapi dari setiap tantangan pun terkandung solusi untuk diterapkan. Misalnya dengan menganalisis masalah, hingga merumuskan problem solving dan strategi bersama Sasana Digital melalui layanan IT consulting.

Bagikan Artikel Ini

Layanan Sasana Digital