fbpx

Printer 3D, Printer Cerdas untuk Meningkatkan Keuntungan Bisnis

Kehadiran teknologi Printer 3D tidak hanya menarik perhatian manufaktur besar, tetapi juga menarik perhatian pelaku UKM (Usaha Kecil Menengah). Printer 3D berbentuk kecil mulai muncul dan menjadikan pengusaha kecil berpikir untuk meraup keuntungan dari trend baru ini: membuat objek 3D berukuran kecil untuk dijadikan souvenir. Namun, teknologi Printer 3D bisa dimanfaatkan lebih maksimal lagi untuk membantu Anda mengembangkan produk UKM. Selain lebih menarik, produk UKM Anda memiliki peluang besar untuk bersaing dalam bisnis global.

Printer 3D yang juga dikenal dengan sebutan manufaktur aditif ini hadir untuk memudahkan proses produksi benda padat 3D. Manufaktur aditif menjadikan proses membuat benda padat 3 dimensi tidak lagi dilakukan dengan memotong dan membentuk bahan mentah melalui cetakan seperti dalam manufaktur tradisional. Untuk memproduksi objek 3D menggunakan Printer 3D, Anda hanya perlu memasukkan file digital yang berisi desain grafis dari objek 3D yang akan Anda buat ke komputer. Komputer mulai mengolah data grafis dan mengirimnya ke Printer 3D. Printer canggih ini mulai membuat komponen bahan yang dibutuhkan dan otomatis bekerja untuk melapisi bagian demi bagian hingga objek menjadi padat dan memiliki bentuk sesuai dengan desain awal yang diinginkan.

Tidak heran apabila para pelaku bisnis memperkirakan Printer 3D akan menjadi salah satu teknologi canggih yang dapat mengubah cara produksi tradisional. Perubahan tersebut tidak hanya terjadi pada aspek produksi saja, tetapi juga pada aspek lain. Printer 3D dapat memberikan nilai tambah pada produk hingga memangkas biaya produksi dan waktu pengerjaan dengan otomatisasi. Hal inilah yang menjadikan Printer 3D dapat mendatangkan keuntungan bisnis bagi para pelaku UKM hingga manufaktur besar.

3D Artwork
(sumber: https://unsplash.com/photos/38XhGPwzI3U)


Belakangan, penggunaan Printer 3D tidak hanya terbatas pada bidang kedokteran, kedirgantaraan, arsitektur, humanitarian, atau manufaktur besar saja. Bidang lain seperti seni, fashion, dan makanan juga mulai melirik untuk memanfaatkan Printer 3D guna meningkatkan keunikan produknya. Sebut saja merek fashion ternama seperti Adidas yang mengeluarkan sepatu edisi terbatas dengan desain 3D di bagian sol sepatu. Di bidang fashion, desainer baju high technology bernama Anouk Wipprecht juga mencoba berkreasi dengan Printer 3D dan menghasilkan gaun animatronik yang memiliki bentuk seperti laba-laba. Sementara itu, di bidang makanan, koki pastry asal Ukraina bernama Dinara Kasko juga berhasil mengejutkan pelanggannya dengan menghadirkan makanan penutup berbentuk geometris yang menarik dan memiliki rasa yang lezat dengan bantuan dari teknologi Printer 3D.

Pengembangan dalam penggunaan Printer 3D di berbagai bidang ini dipastikan akan mempengaruhi ketertarikan pelaku usaha untuk berinvestasi pada teknologi baru ini. Penggunaan teknologi Printer 3D dipastikan akan naik hingga 23,5% setiap tahunnya. Melakukan investasi pada Printer 3D bisa menjadi pilihan tepat untuk meningkatkan keuntungan pada bisnis Anda.

Namun, perlu diingat bahwa kreativitas menjadi hal penting untuk menjadikan teknologi ini bisa dimanfaatkan secara maksimal. Mengejar investasi pada teknologi canggih seperti Printer 3D saja tentu tidak berguna apabila Anda tidak memiliki keahlian untuk mengoperasikannya. Selain kreativitas, Anda juga harus memberikan pelatihan pada sumber daya manusia yang Anda miliki untuk mengoperasikan dan melakukan perawatan Printer 3D ini. Dengan menggabungkan teknologi canggih seperti Printer 3D dan kreativitas, pelaku usaha Indonesia bisa menghasilkan produk unik yang dapat bersaing di pasar global seperti yang dilakukan oleh Anouk Wipprecht di bidang fashion atau Dinara Kasko di bidang makanan.

Comments are closed.