Blog ›

Wajib Tahu! 4 Perbedaan Pelanggan dan Konsumen

I

Dalam sektor bisnis dan pemasaran, istilah pelanggan maupun konsumen sudah tidak asing lagi terdengar oleh telinga. Dua istilah ini sekilas seperti tidak memiliki perbedaan yang berarti dan punya makna yang sama. Lalu sebenarnya apakah ada perbedaan pelanggan dan konsumen?

Untuk mengetahui jawaban di atas, maka Anda perlu memastikan pembahasan ini. Namun, tahukah Anda bahwa sebenarnya pelanggan dan konsumen memiliki makna dan peran yang berbeda?

Apa saja perbedaannya? Yuk, pelajari seutuhnya hingga tuntas melalui penjelasan di bawah ini!

Pengertian Pelanggan

Tujuan dari sebuah penjualan, bisa bermuara pada pelanggan dan konsumen. Untuk menemukan perbedaannya, Anda bisa memahami satu per satu mulai dari makna pelanggan.

Pelanggan atau bisa juga disebut sebagai customer adalah pihak yang membeli sebuah barang maupun jasa, dalam waktu yang tetap dan teratur dari penyedia. Hingga setelahnya melakukan pembayaran untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Pelanggan bisa sekaligus menjadi seorang konsumen dan bisa juga tidak. Pelanggan bisa melakukan pembelian sebuah barang-jasa untuk dijual kembali kepada pihak ketiga yang membutuhkan.

Contoh mudahnya adalah ketika seseorang menyediakan jasa Wi-Fi dan membayarnya dalam rentang waktu tetap dan teratur di setiap bulannya. Maka orang tersebut dapat dikatakan sebagai pelanggan. 

Sedangkan orang-orang yang menggunakan jasa Wi-Fi tersebut disebut sebagai konsumen.

Jenis-Jenis Pelanggan

Dalam dunia bisnis, pelanggan memegang peranan yang amat penting. Pelanggan berperan sebagai salah satu poros yang menjadikan sebuah bisnis dapat berjalan dengan baik.

Keberlangsungan bisnis yang baik dapat Anda upayakan dengan menyusun strategi yang tepat, melalui proses memahami siapa yang menjadi pengguna dari produk Anda.

Untuk dapat menyusun strategi yang tepat, Anda perlu memahami jenis-jenis pelanggan dan mendapatkan peningkatan laba bisnis Anda.

Dikutip dari laman Corporate Finance Institute, jenis-jenis pelanggan di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Loyal Customers

Seperti namanya, loyal customer adalah pelanggan yang setia terhadap perusahaan. Loyal Customers ini juga menjadi salah satu penyumbang pemasukan terbesar bagi perusahaan.

Loyal customers cenderung merekomendasikan produk bisnis Anda karena keloyalan mereka dalam menghargai sebuah produk.

Jika Anda menginginkan bisnis agar tetap tumbuh dengan baik, Anda dapat memberikan perhatian kepada pelanggan setia ini dalam mengembangkan bisnis.

Seperti misalnya, dengan melibatkan pelanggan setia ini menjadi salah satu pertimbangan pengambilan keputusan dalam peluncuran produk baru.

Anda juga bisa melibatkan mereka dengan meminta masukan dan umpan balik terhadap produk bisnis.

Baca Juga: Mengenal 8 Indikator Utama Loyalitas Pelanggan dalam Bisnis

2. Impulsive Customers

Jenis pelanggan yang kedua yang tidak kalah menarik adalah impulsive customers atau pelanggan impulsif. Jenis pelanggan ini menjadi urutan kedua penyumbang pendapatan perusahaan.

Tahukan Anda mengapa impulsive customers ini perlu diperhatikan? Hal ini karena jenis customer tersebut membeli sebuah produk dengan spontan. Spontanitas inilah yang menjadi peluang bagi Anda agar dapat menjual produk kepada jenis pelanggan satu ini.

Dengan menjaga pelanggan impulsif untuk tetap mengikuti setiap penawaran produk baru dari bisnis Anda, maka akan sangat membantu dalam peningkatan profit perusahaan.

3. Discount Customers

Discount customers atau pelanggan diskon adalah pelanggan yang melakukan pembelian dengan didasarkan pada penurunan harga.

Jenis pelanggan ini termasuk pelanggan yang akan mudah untuk berpaling pada kompetitor bisnis yang menawarkan harga lebih baik. 

Namun, jika Anda sedang mengadakan sebuah penawaran dengan strategi product sale, pelanggan diskon ini akan membantu perusahaan dalam menstabilkan arus kas perusahaan.

Semakin menarik sale yang Anda tawarkan, akan semakin banyak jenis pelanggan ini memilih produk Anda untuk dibeli.

4. Need-based Customers

Need-based customers atau pelanggan berbasis kebutuhan ini adalah jenis pelanggan yang melakukan pembelian sebuah produk dengan didasarkan pada kebutuhan yang spesifik.

Mereka membeli sebuah produk karena memang mereka membutuhkannya. Pelanggan jenis ini juga jarang melakukan penjualan kembali dari produk yang sudah dibeli.

Seperti pelanggan diskon, need-based customers juga termasuk kepada jenis pelanggan yang mudah berpindah pada bisnis lain yang dirasa sesuai dengan kebutuhan mereka.

Akan tetapi, pelanggan berbasis kebutuhan ini dapat Anda pertahankan dengan cara membangun hubungan yang positif terhadap mereka. Misalnya dari interaksi pada pelayanan yang positif. 

Hal tersebut akan dapat mempertahankan pelanggan berbasis kebutuhan, untuk tetap memilih produk bisnis Anda.

Dengan terus meningkatkan interaksi positif, juga dapat mengubah pelanggan berbasis kebutuhan ini menjadi pelanggan setia dari bisnis Anda.

5. Wandering Customers

Wandering customers adalah jenis pelanggan yang tidak memiliki rasa yakin terhadap produk yang akan dibeli. Pelanggan ini tidak memiliki kebutuhan khusus atau keinginan terhadap sebuah produk.

Wandering customers dapat Anda jangkau menjadi pelanggan yang akan melakukan pembelian, caranya dengan memberikan informasi mendalam mengenai produk yang Anda tawarkan.

Sehingga pengetahuan yang mendalam ini akan menarik minat wandering customers untuk selanjutnya melakukan pembelian.

Baca Juga: Improvisasi dan Otomasi Layanan Pelanggan dengan Chatbot

Pengertian Konsumen

pengertian konsumen

Konsumen atau consumer adalah orang yang menggunakan layanan jasa atau barang. Konsumen bisa saja melakukan sebuah aktivitas pembelian, dan bisa juga tidak. 

Jika konsumen melakukan aktivitas pembelian, motifnya tidak untuk dijual kembali, melainkan hanya untuk penggunaan pribadi.

Sehingga sederhananya pelanggan adalah yang membeli, sedangkan konsumen adalah yang menggunakan. Dan seringkali, konsumen adalah pengguna akhir dari sebuah produk, baik barang maupun layanan jasa.

Baca Juga: Pengertian Konsumen: Jenis hingga Keuntungan untuk Bisnis

Jenis-Jenis Konsumen

Setelah memahami apa itu konsumen, Anda juga perlu memahami jenis-jenis konsumen dari bisnis Anda. Secara umum, jenis-jenis konsumen dapat dibedakan menjadi dua, yaitu Organizational Consumer dan Personal Consumer.

1. Organizational Consumer (Konsumen Organisasi)

Konsumen organisasi adalah jenis konsumen yang menggunakan barang atau jasa sebagai kebutuhan operasional sebuah organisasi atau perusahaan.

Misalnya seperti distributor, agen, atau affiliate yang membeli sebuah produk atau jasa untuk menunjang keberjalanan bisnisnya.

Organizational Consumer ini juga bisa merupakan konsumen yang membeli produk atau jasa untuk kebutuhan perusahaan atau organisasi. Contohnya seperti sebuah organisasi yang membeli bahan baku kapas untuk diolah menjadi produk berupa kain.

Tidak hanya produk berupa barang, organizational consumer juga dapat membeli sebuah produk layanan jasa berupa konsultasi bisnis, kelas inkubasi untuk start up dan lain sebagainya.

2. Personal Consumer

Personal Consumer atau konsumen individu adalah jenis konsumen yang menggunakan atau membeli sebuah produk untuk kebutuhannya sendiri.

Konsumen individu ini juga dapat disebut sebagai end user pengguna akhir dari suatu produk barang atau jasa. Contohnya adalah perorangan atau anggota keluarga.

Dengan memahami jenis-jenis konsumen, Anda akan lebih memahami segmen pasar dari produk yang Anda tawarkan.

Anda dapat mulai menganalisis kebutuhan konsumen serta menyusun strategi pemasaran yang tepat untuk setiap konsumen produk Anda.

4 Perbedaan Pelanggan dan Konsumen

4 Perbedaan Pelanggan dan Konsumen

Setelah memahami pengertian pelanggan dan konsumen serta jenis-jenisnya. Berikut beberapa perbedaan pelanggan dan konsumen yang dapat Anda ketahui.

1. Dari Segi Definisi

Perbedaan pelanggan dan konsumen yang paling mudah diidentifikasi adalah dengan memahami definisi dari masing-masing istilah ini.

Pelanggan adalah mereka yang melakukan pembelian terhadap sebuah produk barang atau jasa secara tetap dan dengan waktu berkala. Sedangkan konsumen adalah pengguna sebuah produk barang atau jasa.

Seorang pengguna belum tentu mereka adalah pelanggan, dan seorang pelanggan bisa termasuk konsumen bisa juga tidak. Sehingga penting untuk memahami perbedaan dari customer dan consumer ini.

Perbedaan pelanggan dan konsumen dalam hal ini akan berpengaruh juga pada bagaimana sebuah perusahaan mengelola pelanggan dan konsumen.

2. Tujuan Pembelian

Perbedaan pelanggan dan konsumen yang kedua adalah tujuan atau motif pembelian. Pelanggan melakukan pembelian tidak hanya untuk digunakan sendiri. Pelanggan biasanya akan membeli dalam jumlah yang besar dan menjualnya kembali kepada pihak selanjutnya.

Berbeda dengan pelanggan, konsumen membeli sebuah produk dengan tujuan sebagai kebutuhan secara personal dan tidak ada tujuan untuk menjualnya kembali.

Perbedaan pelanggan dan konsumen dari tujuan pembeliannya akan memudahkan Anda dalam menyusun perencanaan dari produk yang mereka butuhkan.

3. Peran Terhadap Perusahaan

Perbedaan pelanggan dan konsumen yang ketiga adalah perannya terhadap perusahaan. Baik pelanggan maupun konsumen, ternyata memiliki peran penting masing-masing terhadap perusahaan.

Perbedaan pelanggan dan konsumen dapat dilihat dari apa yang dilakukan oleh pelanggan maupun konsumen terhadap sebuah produk.

Pelanggan memiliki peran untuk memberikan umpan balik berupa ulasan produk, kondisi pasar, serta perubahan permintaan konsumen terhadap sebuah produk. Sedangkan konsumen memiliki peran sebagai pengguna dari sebuah produk, baik berupa barang maupun jasa.

Perbedaan pelanggan dan konsumen pada perannya ini memiliki pengaruh yang sama-sama dibutuhkan oleh perusahaan.

4. Kelompok Sasaran

Perbedaan pelanggan dan konsumen yang perlu Anda tahu selanjutnya adalah kelompok sasaran yang berbeda.

Pelanggan biasanya adalah suatu entitas dari perusahaan lain atau bisa juga perorangan, sedangkan konsumen bisa individu, kelompok maupun keluarga.

Kelompok sasaran termasuk perbedaan pelanggan dan konsumen yang dapat menjadi salah satu dasar sebuah perusahaan menjalankan bisnisnya.

Hal tersebut karena perbedaan pelanggan dan konsumen sebagai kelompok sasaran dari sebuah bisnis akan mempengaruhi bagaimana perusahaan dapat memenuhi kebutuhan pasarnya.

Perbedaan pelanggan dan konsumen pada kelompok sasaran ini akan membantu perusahaan dalam menyusun strategi pemasaran dan penjualan yang akan dilakukan.

Baca Juga: 14 Tipe-tipe Pelanggan Bisnis serta Cara Tepat Melayaninya!

Pertanyaan Seputar Perbedaan Pelanggan dan Konsumen

Ada banyak sekali pembahasan mengenai pelanggan dan konsumen. Namun, beberapa pertanyaan berikut mungkin akan mewakili rasa penasaran yang ingin Anda tanyakan.

A. Mengapa Kita Disebut Sebagai Konsumen dan Juga Pelanggan?

Dalam satu waktu, seseorang dapat dikatakan sebagai konsumen sekaligus pelanggan. Hal ini karena aktivitas dalam ekonomi dan peran yang diberikan.

Anda dapat dikatakan sebagai seorang konsumen, ketika Anda menjadi pengguna akhir dari sebuah produk. Seperti misalnya Anda adalah seorang konsumen dari sebuah produk makanan. Anda mengkonsumsi makanan tersebut dan tidak untuk menjualnya kembali. 

Lalu, Anda juga dapat dikatakan sebagai pelanggan saat membeli sebuah produk makanan tersebut untuk diberikan pada keluarga Anda.

B. Apa Sebutan Lain dari Pelanggan dan Konsumen?

Istilah yang mungkin sering Anda dengar dan memiliki arti sama seperti pelanggan adalah nasabah, pasien dan sebagainya. 

Sebutan tersebut disesuaikan dengan budaya masing-masing perusahan. Namun, maknanya adalah pihak ketiga yang melakukan pembelian produk karena alasan tertentu.

Konsumen juga dapat Anda kenal sebagai end user atau pengguna, yang artinya ia didefinisikan sebagai pemakai atau pengguna sebuah produk.

C. Apa Bedanya Klien dengan Pelanggan?

Sadar atau tidak, pelanggan pun terkadang disebut sebagai klien. Padahal dalam praktiknya, pelanggan dan klien memiliki peran yang berbeda.

Jika pelanggan kita sebut sebagai orang yang membeli produk, maka klien adalah seseorang yang membeli saran dan solusi dari sebuah layanan jasa.

Katakanlah Anda adalah seorang pimpinan di dalam sebuah perusahaan yang menyediakan sebuah produk barang. Anda tentu saja membutuhkan bahan baku untuk mengolah produk Anda, maka Anda membeli bahan mentah dari penyedia bahan tersebut untuk diolah menjadi sebuah produk jadi.

Saat Anda membeli bahan baku tersebut pada penyedia barang yang sudah bekerja sama dengan Anda, maka Anda pun disebut sebagai pelanggan.

Berbeda lagi ketika Anda membutuhkan mengkonsultasikan strategi marketing dan analisis pasar untuk penjualan produk, Anda melakukan konsultasi kepada salah satu penyedia layanan jasa tersebut. Maka saat itu Anda disebut sebagai klien. 

Klien memiliki ikatan yang lebih loyal dengan penyedia sebuah layanan jasa yang dibutuhkan, sedangkan pelanggan lebih cenderung membeli produknya untuk dijual kembali, dan bisa saja berpaling pada kompetitor bisnis Anda.

Hal tersebut terjadi, karena jika seorang pelanggan biasanya bisa bertahan dalam jangka waktu yang lama adalah berkaitan dengan loyalitas. Sedangkan klien datang pada pemberi layanan karena membutuhkan sebuah masukan dan saran dari permasalahan yang dihadapi.

Berbeda dengan klien, seorang pelanggan memilih menjadi pelanggan karena mereka memiliki pertimbangan seberapa penting menggunakan produk yang Anda sediakan. 

Misalnya karena dari segi harga, kualitas, dan pelayanan yang memuaskan menjadikan seorang pelanggan membeli produk yang Anda sediakan.

Anda juga bisa mendapatkan pelanggan yang setia untuk produk bisnis Anda, jika pelayanan dan produk yang Anda tawarkan memiliki daya saing yang tinggi baik dari segi harga maupun kualitas.

Penutup

Seperti sudah dibahas di atas, perbedaan customer dan consumer yang seringkali dianggap sama. Hal ini dapat mempengaruhi bagaimana Anda harus memperlakukan keduanya.

Setelah mengetahui perbedaan customer dan consumer, Anda dapat menyusun strategi untuk mengelola dua peran ini dalam bisnis Anda dan menghasilkan peningkatan pertumbuhan bisnis. 

Butuh bantuan untuk mengelola kedua peran tersebut? Kini bisa Anda raih dalam layanan konsultasi kamu dengan klik banner di bawah!

Bagikan Artikel Ini

Layanan Sasana Digital

Hubungi Kami
Halo, ada yang bisa kami bantu?