fbpx
Mengintip Berbagai Tantangan Baru di Era Revolusi Industri 4.0

Mengintip Berbagai Tantangan Baru di Era Revolusi Industri 4.0

Ada peluang, tentu ada juga tantangan. Apa saja kira-kira tantangan yang anda hadapi di era revolusi industri keempat yang dipenuhi globalisasi dan teknologi ini? Dan bagaimana cara anda menghadapinya dengan baik?

Revolusi industri 4.0 sudah sering menjadi topik populer yang dibahas di berbagai kegiatan dalam berbagai lini bisnis. Sudah ratusan -atau bahkan ribuan- webinar, talkshow, podcast, dan berbagai konten lain yang membahas fenomena revolusi industri ini.

Dan tentu saja jika kita membahas sebuah era baru, tentu tidak akan lepas dari analisa peluang dan tantangannya. Dalam era revolusi industri 4.0, teknologi (terutama automasi dan internet) disebut-sebut sebagai primadona yang memberikan pengaruh terbesar.

Era Revolusi Industri 4.0 – Era Teknologi dan Kolaborasi

Tentu saja tidak hanya berhenti sampai di internet saja. Dengan terbukanya akses komunikasi ke orang lain, maka ada banyak sekali kesempatan yang bisa didapatkan. Kesempatan untuk berkolaborasi yang lebih mudah dan menyeluruh menjadi salah satu peluang yang naik pesat berkat berkembangan ini.

Anda bisa lihat bagaimana perusahaan, selebriti, bahkan sampai para praktisi bisa saling berkolaborasi dalam memberikan value sesuai tujuannya masing-masing. Menjangkau pelanggan pun jadi terasa lebih mudah.

Namun tentu saja dengan adanya kesempatan baru, artinya akan ada tantangan baru juga!

Beberapa Contoh Tantangan yang Perlu Dihadapi

Ada banyak tantangan yang sebelumnya mungkin tidak pernah Anda temui di era sebelumnya. Yang paling simpel memang tantangan untuk mulai beralih ke produk digital, namun bukan itu yang akan dibahas di dalam artikel ini karena itu tantangan yang sudah sangat umum. Berikut beberapa tantangan baru yang perlu Anda antisipasi:

Hubungan Brand – Customer yang Sudah Lebih dari Sekadar Hubungan

Dengan adanya sosial media dan kemudahan untuk menggelar acara lewat internet, maka hubungan antara brand dengan pelanggan sudah bukan lagi sekadar jual beli. Ada komunikasi lebih yang perlu dibangun guna meningkatkan loyalitas pelanggan Anda.

Pendekatan personal seperti memahami keinginan pelanggan, memberikan nilai tambah, sampai bertukar pendapat menjadi lebih penting dibandingkan hanya sebuah layanan customer service melalui telepon. Sekarang banyak brand yang berusaha untuk menjemput pelanggan mereka terlebih dahulu, dibandingkan menunggu pelanggan yang datang.

Metodenya pun sangat beragam. Mulai dari memberikan konten di sosial media, membuat video, membuat iklan dengan konsep kreatif, mencari testimoni, dan lain-lain. Dan tentu saja karena adanya kebiasaan ini, pelanggan menjadi lebih tertarik dengan brand yang bisa menjalin hubungan lebih dari sekadar jual beli.

Mudahnya Mendapatkan Exposure

Sejak adanya digital marketing, mendapatkan exposure dari calon pelanggan baru bukanlah masalah. Ini tentu membuka peluang sekaligus tantangan, sebab ini juga berlaku untuk kompetitor Anda.

Baca juga: Kejamnya Era Revolusi Industri 4.0, Berikut 5 Bisnis Yang Tumbang Karenanya

Artinya Anda juga harus mempertahankan agar calon pelanggan Anda tidak pindah ke lain hati karena mereka juga bisa melihat promosi yang dilakukan oleh kompetitor. Sekarang Anda harus lebih kreatif dan peduli terhadap apa yang dibutuhkan oleh calon pelanggan guna mempertahankan level exposure Anda.

Bahaya Blunder Sewaktu Waktu

Sudah tidak terhitung berapa banyak perusahaan yang melakukan blunder di social media. Entah karena kesalahan merespon suatu fenomena sosial, atau karena kesalahan dari tim internal mereka sendiri.

Di masa lalu, blunder yang dilakukan oleh brand tidak semudah itu tersebar ke publik. Mengingat minimnya akses untuk berbagai konten ke masyarakat luas. Namun sekarang, kesalahan sedikit saja, bisa membuat brand image Anda turun dan bahkan kejadian tersebut juga bisa dimanfaatkan oleh kompetitor anda.

Bidang Bisnis yang Semakin Beragam

Berkat adanya internet di era revolusi industri 4.0, kehadiran tech industry di berbagai bidang mulai menjamur dan bahkan mengancam berbagai bisnis yang sudah exist di masa lampau. Contohnya saja kehadiran ride hailing yang mengancam industri transportasi konvensional.

Perkembangan ini sebenarnya bisa ditangkap sebagai peluang juga. Tidak sedikit perusahaan yang berhasil mengembangkan sayapnya karena mereka bisa memadukan perkembangan teknologi, dengan bisnis yang mereka jalani.

Sekarang hanya tinggal masalah sudut pandang Anda saja, apakah anda menganggap ini sebagai peluang atau sebagai ancaman baru?

Kolaborasi yang Semakin Banyak

Sosial media sekali lagi mengambil peran dalam tantangan ini. Berkat sosial media, semua orang bisa menjadi artis (baik itu selebgram maupun artis dunia maya lainnya) yang kekuatan menggiring opininya tidak kalah dengan artis yang dilahirkan dari industri televisi.

Karena itu kesempatan anda untuk berkolaborasi dengan berbagai orang yang memiliki ribuan pengikut juga semakin luas. Sekarang anda tidak lagi terbatas pada artis dari kalangan televisi (dimana harga kontraknya bisa miliaran), tapi bisa juga dengan artis mikro dari sosial media, yang dimana dampaknya juga tidak bisa dianggap remeh.

Baca juga: Apa Itu Digitalisasi Serta Perannya di Dunia Bisnis dan Industri

Ubah Tantangan Menjadi Peluang

Mengacuhkan tantangan dan menjadi keras kepala tentu bukan solusi yang bijak di situasi sekarang ini. Mengingat pelanggan bisa mengganti preferensi mereka dengan mudah (bahkan jauh lebih mudah dibandingkan 1 dekade lalu). Jika bukan Anda yang melakukannya, maka kompetitor lah yang akan melakukan.

Karena itu, penting bagi anda untuk jeli melihat tantangan yang ada lalu mengubahnya menjadi peluang baru yang bisa menumbuhkan perusahaan anda lebih jauh.

Sasana digital memberikan solusi untuk Anda yang tengah berjuang dalam membangun bisnis di era revolusi industri 4.0. Temukan solusinya di halaman strategi marketing di era digital kami.

Comments are closed.