fbpx
Mengenal Visualisasi Data Untuk Pengambilan Keputusan yang Lebih Baik

Mengenal Visualisasi Data Untuk Pengambilan Keputusan yang Lebih Baik

Data sulit terbaca atau sulit dimengerti? Visualisasi data adalah salah satu cara yang sering digunakan oleh perusahaan untuk mengatasi masalah ini. Sejauh apa efektivitasnya?

Mengembangkan perusahaan sesuai data memanglah wajib, namun bagaimana cara membaca data yang didapatkan adalah masalah tersendiri. Perusahaan boleh saja mengambil banyak data, tapi bagaimana cara agar data tersebut bisa dicerna oleh tim strategis maupun jajaran direksi?

Visualisasi Data = Data Lebih Mudah Dicerna

Data mentah (raw data) biasanya berisi kumpulan angka-angka dengan dimensi yang sulit dibaca oleh orang yang bukan ahlinya, padahal tidak semua orang memiliki latar belakang sebagai seorang data analyst. Data ini tentu berlaku untuk semua bidang, baik finance, digital marketing, laporan produksi, dan sebagainya.

Tidak semua orang betah melihat kumpulan angka-angka dengan penjelasan rumit nan textbook. Kami yakin meskipun Anda memiliki keahlian membaca data, Anda pun juga tidak akan nyaman mempresentasikan data tersebut tanpa melakukan simplifikasi terlebih dahulu.

Karena itu ada visualisasi data. Seperti yang kita ketahui, manusia lebih mudah mencerna gambar dibandingkan tulisan (dimana teori ini yang juga diterapkan ke dalam promosi poster), dan ini juga berlaku dalam data.

Berbagai Jenis Visualisasi Data

Visualisasi data biasanya dilakukan dengan bantuan grafik, tabel, atau infografis. Proses visualisasi juga menghilangkan bagian-bagian yang dirasa tidak perlu dan menampung berbagai data yang memiliki kesinambungan, sehingga data yang ditampilkan tidak terkesan terpecah satu dengan yang lain.

Grafik (Chart)

Grafik merupakan format visualisasi yang paling sering digunakan. Beberapa contoh format grafik yang tersedia adalah grafik lingkaran atau pie chart, garis, atau batang. Ketiganya bisa digunakan di berbagai aplikasi visualisasi, bahkan jika anda menggunakan software pengolah gambar seperti Adobe Illustrator sekalipun.

Pivot Table

Pivot table memberikan kebebasan kepada para pembaca data untuk menarik data yang diinginkan. Format ini cukup praktis, jika Anda memvisualisasikan data lewat aplikasi yang bisa mengupdate datanya secara dinamis sesuai dengan keinginan pengguna (seperti Data Studio atau Microsoft Power BI).

Misalnya jika ada dimensi data ID produk dan Tanggal lalu ada metrik total profit, maka anda bisa menarik data ID Produk – Profit atau Tanggal – Profit tanpa perlu mengganti layout data yang sudah ada.

Bar/Trend

Jika data Anda memiliki kesinambungan dalam satu dimensi, maka format Bar/Trend sangat disarankan. Misalnya jika Anda ingin memvisualisasikan pertumbuhan profit dari waktu ke waktu, atau perbandingan profit yang didapatkan dari jenis barang tertentu.

Infografis

Infografis sering digunakan agar data yang ditampilkan tidak terasa hambar. Apalagi jika Anda harus berurusan dengan banyak data sekaligus, seperti pada laporan tahunan perusahaan. Infografis bisa memberikan gambaran data yang atraktif, namun tidak menghilangkan esensi dari data itu sendiri.

Baca juga: Apa Itu Digitalisasi Serta Perannya di Dunia Bisnis dan Industri

Contoh Aplikasi Visualisasi Data

Anda bisa melakukan visualisasi data secara manual dengan menggunakan aplikasi pengolah gambar. Namun membuat visualisasi secara manual bisa menguras waktu anda, apalagi jika sudah berurusan dengan skala di dalam grafik. Nah, agar pekerjaan Anda bisa semakin mudah, Anda bisa menggunakan berbagai aplikasi yang ada di bawah ini:

Microsoft Excel/Google Sheet

Aplikasi spreadsheet seperti Microsoft Excel dan Google Sheet merupakan aplikasi visualisasi data yang paling sering digunakan di perusahaan manapun. Aplikasi ini bisa dibilang yang paling familiar, meskipun cara penggunaannya yang cukup rumit (apalagi kalau Anda ingin memvisualisasikan data yang kompleks).

Di dalam aplikasi spreadsheet biasanya sudah ada opsi-opsi visualisasi data dasar sampai lanjutan yang datanya diambil dari setiap sheet yang Anda pilih. Definisi dari dimensi dan metrik pun sesimpel memilih antara kolom dan baris.

Microsoft Power BI

Power BI merupakan aplikasi visualisasi data berbasis GUI (Graphic User Interface) besutan Microsoft. Anda hanya perlu menyambungkan sumber data (seperti Google Analytics, Salesforce atau CRM lain, Shopify, dll) dan Power BI akan secara otomatis menarik data dari sana.

Anda bisa memilih format visualisasi, menerapkan filter, sampai mengkombinasikan berbagai sumber data sekaligus dengan mudah.

Tableau

Sama seperti Microsoft Power BI, Tableau juga berfungsi sebagai aplikasi pengolah data yang bisa Anda gunakan sebagai alternatif. Fungsinya tidak jauh berbeda dengan Power BI maupun aplikasi visualisasi data lainnya.

Google Data Studio

Sama seperti Microsoft Power BI dan Tableau, Google Data Studio menawarkan berbagai opsi visualisasi dan manipulasi data secara seamless dengan sumber yang Anda inginkan. Google Data Studio bekerja sempurna dengan Google Marketing Platform lainnya seperti Google Ads maupun Google Analytics.

Baca juga: 5 Tools Google Wajib Untuk Menunjang Strategi Digital Marketing Perusahaan

Google Data Studio tidak memungut biaya berlangganan dan bisa dihubungkan dengan berbagai sumber data pihak ketiga.

Manfaatkan Strategi Visualisasi Data Untuk Keputusan yang Lebih Baik

Strategi visualisasi data yang baik bisa membantu Anda dalam memahami data yang ada, yang kemudian bisa membantu dalam pengambilan keputusan yang lebih baik. Ingat data hanya menjadi berguna jika Anda bisa memahami arti dari data tersebut, lalu mengambil aksi yang sesuai. Percuma saja mengambil berbagai macam data jika tidak tahu bagaimana tindak lanjutnya.

Jika Anda menemui kesulitan dalam pengolahan data, Anda bisa berkonsultasi dengan layanan transformasi digital kami.

Comments are closed.