fbpx
Kejamnya Era Revolusi Industri 4.0, Berikut 5 Bisnis Yang Tumbang Karenanya

Kejamnya Era Revolusi Industri 4.0, Berikut 5 Bisnis Yang Tumbang Karenanya

Siapa bilang revolusi industri 4.0 menguntungkan semua pihak? Ada juga bisnis yang tumbang karenanya!

Banyak yang mengatakan bahwa revolusi industri dan perkembangan digital memberikan banyak keuntungan pada pembisnis, baik skala kecil maupun yang besar.

Tidak salah sih, kita juga sudah melihatnya bukan? Ada perusahaan yang semakin berkibar karena pengaruh dari perkembangan teknologi digital ini. Bahkan banyak UMKM yang semakin diberdayakan, sebut saja toko-toko online yang menjamur di marketplace belakangan ini.

Namun pertanyaannya apakah memang benar kalau revolusi industri 4.0 itu menguntungkan semua pihak? Apakah ada yang dirugikan karena perkembangan pesat ini? Jawabannya: iya! Berikut beberapa bisnis yang harus tumbang karena dampak dari teknologi digital:

Taxi Konvensional

Anda tentu masih ingat bagaimana bisnis taxi dioperasikan pada tahun 2000-an. Ya, kitalah yang harus turun ke jalan lalu berdiri di pinggir sambil menunggu ada taxi lewat. Bisa sih reservasi, namun dikenai biaya tambahan. Belum masalah argo kuda yang bertambah dengan kecepatan yang tidak standar.

Tapi sekarang berbeda, berkat adanya teknologi internet dan dipadukan dengan kreativitas, aplikasi ride hailing atau transportasi online pun bermunculan. Ini merubah landskap bisnis transportasi secara keseluruhan. Dari yang sebelum business oriented menjadi customer oriented. Customer-lah yang memegang kendali tertinggi atas kebutuhan yang mereka inginkan.

Dampaknya, banyak vendor taxi yang harus gulung tikar. Bahkan industri ini nampaknya terancam hilang dari permukaan bumi. Anda bisa lihat perbedaan jumlah vendor taxi pada tahun 2000-an dibandingkan dengan hari ini. Hanya tinggal berapa yang tersisa? Bahkan anda juga bisa melihat bahwa pool pemberhentian taxi sudah mulai berkurang jauh.

Warnet (Warung Internet)

Warnet dan wartel bisa dibilang merupakan industri yang sangat berkembang di masa lalu. Di beberapa kota, anda bisa menemukan keberadaan warnet setiap beberapa meter. Kami bahkan pernah menemukan 5-7 warnet di dalam satu area, benar-benar bisnis yang sangat menjanjikan dan kompetitif kala itu.

Namun seiring dengan berkembangnya teknologi laptop dan smartphone, diikuti dengan harganya yang semakin terjangkau karena globalisasi, maka bisnis ini tidak bertahan lama. Sekarang anda pasti menemui kesulitan jika ingin ke warnet, apalagi kalau anda berada di kota besar.

Toko Aset Digital Konvensional

Rental CD, toko kaset, toko game, dan berbagai toko aset digital lainnya sempat berjaya di dunia ini. Bahkan calon pelanggan tidak segan-segan untuk mengantri panjang-panjang di depan toko, hanya untuk membeli karya dari artis idola mereka.

Baca Juga: Bisnis Baru yang Muncul Karena Revolusi Industri 4.0

Tapi semenjak hadirnya fasilitas streaming, bisnis ini nampaknya langsung runtuh seketika. Apalagi dengan munculnya berbagai cara pembayaran yang cepat dan mudah, seperti kehadiran uang dan dompet digital. Membuat orang sekarang sudah malas untuk keluar hanya untuk membeli lagu/film/game yang mereka inginkan.

Cukup klik-klik dari rumah, dan mereka bisa mendapatkannya.

Industri Retail Konvensional

Industri retail yang tidak mengadopsi sistem e-commerce juga diramalkan akan segera jatuh, mengingat perubahan kebiasaan pembeli yang saat ini lebih cenderung ke online ketimbang datang ke toko.

Memang masih ada masyarakat yang lebih memilih untuk beli ke toko, apalagi jika barangnya memiliki nilai yang cukup tinggi. Tapi tetap, mungkin saja toko retail tidak akan sebanyak sekarang di masa mendatang.

Wartel (Warung Telepon)

Anda masih ingat bagaimana anda bisa menghubungi orang yang anda sayangi di wartel? Nasib wartel sebenarnya sudah berada di ujung tanduk sejak waktu yang lama, yaitu sejak munculnya ponsel dengan operator yang memiliki biaya telpon yang terjangkau.

Baca Juga: Apa yang Terjadi Jika Bisnis Gagal Merespon Revolusi Digital?

Apalagi sejak munculnya teknologi VoIP (Voice over Internet Provider) atau telepon via internet, habislah sudah bisnis wartel saat ini. Bahkan orang-orang sudah jarang memiliki pesawat telepon, dan cukup dengan smartphone saja.

Apakah Bisnis Anda Juga Terancam?

Tentu saja tidak hanya 5 jenis bisnis ini yang terdampak, masih banyak bisnis-bisnis lain yang harus segera beradaptasi dengan teknologi jika ingin tetap eksis. Nah, apakah anda termasuk salah satunya?

Jika iya, maka kami sangat menyarankan anda untuk segera menghubungi konsultan bisnis digital anda untuk menyesuaikan diri terhadap kondisi pasar saat ini.

Ingat, teknologi tidak memandang bulu! Mau perusahaan kelas dunia, maupun perusahaan kecil, semuanya akan dilahap.

Comments are closed.