fbpx
Apa Itu Kerja Asinkron Dan Apa Efeknya Terhadap Produktivitas Tim Kantor

Apa Itu Kerja Asinkron? Dan Apa Efeknya Terhadap Produktivitas Tim Kantor?

Sistem kerja secara asinkron belakangan ini semakin dikenal masyarakat. Sebab metodenya yang bisa digunakan oleh banyak orang sekaligus di waktu yang berbeda.

Mungkin anda sudah pernah mendengar istilah “bekerja secara asinkron”? Istilah ini cukup banyak disebutkan belakangan ini, seperti di lowongan kerja maupun saat meeting team. Sebenarnya apa maksud dari asinkron? Dan apa fungsinya untuk produktivitas perusahaan dan karyawan?

Asinkron, Bekerja Secara Terpisah

Sebelum kita membahas tentang asinkron, kita coba tilik bagaimana kebiasaan kerja sekarang. Apakah perusahaan anda juga menerapkan sistem WFH? Jika iya, berarti ada perubahan sistem kerja yang cukup besar dari yang sebelumnya bersama di kantor menjadi sendiri di rumah.

Asinkron artinya adalah secara terpisah. Konsep kerja secara asinkron tentu sangat cocok jika perusahaan anda mengadopsi sistem WFH karena dampak pandemi covid-19. Biasanya bekerja secara asinkron perlu didukung oleh perlengkapan aplikasi yang lengkap.Beberapa contoh aplikasi asinkron yang biasa digunakan untuk bekerja jarak jauh adalah Trello, Google Docs, Miro, dan banyak lagi. Tugas aplikasi tersebut adalah untuk mencatat kerja dari masing-masing individu, yang nantinya disatukan untuk menjadi satu hasil yang utuh.

Kelebihan Kerja Asinkron

Secara mengejutkan ternyata sistem kerja WFH secara asinkron tidak selalu merugikan perusahaan. Salah satu perubahan yang cukup besar yang dirasakan oleh karyawan adalah: kebebasan bekerja yang lebih luas. Karyawan pun bisa bekerja lebih leluasa, tanpa perlu menghabiskan waktu di jalan atau terlibat dalam politik kantor.

Selain itu ada beberapa kelebihan yang cukup menarik, terutama untuk pertimbangan bagi anda yang mau mengadopsi sistem kerja asinkron:

Tidak Bergantung Satu dengan yang Lain

Dengan bekerja secara asinkron, maka ketergantungan antara satu tim dengan yang lainnya akan lepas dan mereka bisa bekerja pada porsinya sendiri-sendiri. Pekerjaan besar nantinya akan dipecah menjadi bagian-bagian kecil, lalu dibagikan ke karyawan yang bertanggung jawab dengan tenggat waktu sendiri-sendiri.

Baca Juga: 5 Tools Google Wajib Untuk Menunjang Strategi Digital Marketing Perusahaan

Trello merupakan salah satu aplikasi yang mendukung untuk pencatatan pekerjaan dari masing-masing karyawan. Dengan aplikasi ini, maka setiap karyawan bisa mengupdate hasil kerjanya masing-masing dan hasilnya bisa diakses oleh tim lain tanpa perlu menunggu submit data terlebih dahulu.

Alur Kerja Masing-Masing

Alur kerja juga bisa disesuaikan oleh masing-masing karyawan. Tidak perlu lagi saling tunggu dan tim bisa saling update satu dengan yang lain di dalam aplikasi. Ini mengurangi distraksi antar tim, sebab tim jadi bisa fokus terhadap pekerjaannya.

Tidak Harus Bekerja Secara Berurutan

Karena porsinya sudah dibagi-bagi sejak awal, maka ketergantungan satu dengan yang lain juga bisa berkurang. Selain itu dengan bantuan aplikasi asinkron, setiap tim bisa memberikan ide mereka langsung di dalam aplikasi tanpa menunggu pertemuan atau meeting terlebih dahulu.

Dapatkan informasi aplikasi pendukung WFH di halaman aplikasi transformasi digital kami.

Kekurangan Kerja Asinkron

Namun bukan berarti sistem kerja baru ini bisa cocok untuk semua orang dan perusahaan. Ada juga beberapa kekurangan yang perlu diatasi ketika anda menggunakan konsep kerja seperti ini:

Halangan Komunikasi

Halangan komunikasi sudah menjadi salah satu kekurangan utama dari bekerja secara asinkron. Sebab anda tidak bisa menuntut karyawan untuk stay on line selama 8 jam berturut-turut. Ada saatnya karyawan anda terlalu fokus dengan pekerjaan, sehingga tidak mengecek aplikasi mereka sampai pekerjaan itu selesai.

Sulit Berkolaborasi

Bukan berkolaborasi secara asinkronnya, tapi lebih kepada kolaborasi secara langsung saat pengerjaan. Sebab belum tentu setiap tim memiliki koneksi internet yang baik. Aplikasi yang digunakan juga seringkali memiliki batasan pengguna, terutama jika anda menggunakan versi gratis.

Baca Juga: Keuntungan Menggunakan Google Docs Dalam Pembuatan Dokumen Perusahaan

Selain itu, anda tidak bisa memanfaatkan sentuhan dan visual dari pergerakan fisik sebab anda melakukan komunikasi dari internet. 

Perlu Adaptasi

Terakhir, bila anda tidak terbiasa dengan sistem kerja ini, maka anda perlu menghabiskan waktu untuk beradaptasi terlebih dahulu. Dan tentu saja, saat-saat adaptasi akan menghasilkan inefesiensi kerja selama beberapa saat sampai seluruh tim memahami bagaimana alur dan peran mereka.

Apakah Ide yang Bagus Untuk Menerapkan Sistem Ini?

Tentu semua bergantung pada kondisi perusahaan anda. Dengan menerapkan sistem ini, maka pekerjaan tidak lagi terbendung oleh masalah ruangan dan kantor sebab pekerjaan bisa dilakukan di mana saja. Anda juga bisa menghemat biaya operasional, seperti sewa gedung dan biaya listrik serta internet yang bisa dikeluarkan.

Keuntungan Menggunakan Google Docs Dalam Pembuatan Dokumen Perusahaan

Keuntungan Menggunakan Google Docs Dalam Pembuatan Dokumen Perusahaan

Sejak kebijakan WFH diberlakukan, pembuatan dan supervisi dokumen menjadi masalah tersendiri. Ketahui bagaimana cara mengatasinya dengan Google Docs!

Membuat dokumen bersama tim di tengah-tengah masa WFH (Work From Home) memang menjadi perkara tersendiri. Beberapa perusahaan menemui masalah ini, dan karena WFH diberlakukan mereka kesulitan untuk bisa tetap kolaboratif ketika membuat berbagai macam dokumen. Seperti file doc, powerpoint, dan spreadsheet.

Tahukah anda? Bahwa ada aplikasi gratis untuk membuat file-file tersebut secara kolaboratif melalui jaringan internet? Google Docs bisa membantu permasalahan pembuatan dokumen secara online dan tentunya tanpa biaya tambahan!

Mengenal Google Docs

Google Docs merupakan aplikasi produktivitas kantor, khususnya di bidang pengolahan dokumen besutan Google yang bisa anda gunakan secara gratis dan tanpa download. Untuk mengakses Google Docs, anda hanya memerlukan akun Google yang aktif.

Sejak kebijakan WFH muncul, penggunaan Google Docs semakin lama semakin meningkat. Tentu saja karena karyawan tidak bisa membuat dokumen di kantor seperti biasa. Mereka juga kesulitan untuk mendapatkan masukan atau koreksi dari rekan kerja, karena tidak mungkin dokumen dikirimkan bolak balik secara terus menerus karena membuang-buang waktu..

Dan faktanya, Google Docs menjadi populer bukan hanya karena hal itu! Ada beberapa kelebihan Google Docs yang patut anda pertimbangkan, seperti:

Lintas Perangkat

Jika anda menggunakan Google Docs di komputer dan membuat dokumen di sana, anda juga bisa mengakses dokumen tersebut lewat perangkat lain. Baik sama-sama komputer, maupun dari ponsel dan tablet.

Ini membuat anda tidak perlu membawa copy yang sama di berbagai perangkat dan mengupdatenya secara manual terus-menerus. Cukup buat satu kali, dan dokumen bisa diakses dari mana saja dan kapan saja.

Baca Juga: 5 Fitur WhatsApp Business Untuk Meningkatkan Pelanggan Bagi Bisnis Anda

Dan tentu saja anda juga bisa mengunduhnya sewaktu-waktu. Sehingga ketika tidak ada akses internet, anda tetap bisa mengakses dokumen tersebut.

Bisa Dibuka Bersama-sama

Inilah kekuatan utama dari Google Docs. Jika anda mengaktifkan fitur link sharing, maka dokumen bisa dibuka oleh semua orang yang memiliki link menuju ke dokumen tersebut.

Semua orang bisa membaca maupun mengedit dokumen tersebut. Daftar perubahannya juga bisa dilihat melalui menu version history, berikut dengan nama si pengubahnya. Ini membuat anda bisa mengetahui kapan dan oleh siapa dokumen tersebut telah diedit.

Aksesnya Bisa Diatur Sesuai Kebutuhan

Meski bisa dibuka bersama-sama, anda tetap bisa mengatur siapa saja orang yang bisa mengakses dokumen tersebut. Semua berkat fitur permissions yang ada saat anda mengaktifkan fitur share di Google Docs.

Hanya email dari orang-orang yang terdaftar saja yang bisa mengakses sebuah dokumen. Dan jika anda menempatkan dokumen tersebut di dalam file di dalam Google Drive, maka izin yang ada juga akan mengikuti izin yang berlaku di dalam file tersebut. Sehingga anda tidak perlu mengatur izin akses untuk setiap file.

Terintegrasi Dengan Berbagai Aplikasi

Google Docs bisa diintegrasikan dengan aplikasi pendukung WFH lainnya, seperti Miro dan Trello. Anda bisa menyematkan dokumen sebagai lampiran tambahan, cukup dengan menambahkan link dari dokumen yang dibutuhkan.

Baca Juga: Bentuk Digitalisasi Identitas Bisnis: Fungsi Website Company Profile

Aplikasi nantinya akan mengupdate izin akses secara otomatis, lalu memberikan informasi cuplikan isi serta judulnya kepada pengguna.

Kaya Fitur

Jika anda sudah terbiasa dengan Microsoft Office, maka anda tidak perlu lagi belajar dari awal karena fitur dari Google Docs sendiri tidak jauh berbeda dengan Microsoft Office.

Mulai dari shortcut keyboard sampai fitur format text dan autocorrect, semuanya hampir sama persis dengan yang ada di Microsoft Office. Selain itu Google Docs sendiri juga punya fitur unik bawaan, seperti compare document dan translate secara otomatis (dengan menggunakan aplikasi Google Translate).

WFH Sudah Bukan Masalah Lagi, Bukan?

Dengan memanfaatkan teknologi berbasis cloud computing seperti Google Docs, maka bekerja dari manapun seharusnya tidak lagi menjadi masalah.

Aplikasi produktivitas online yang bisa diakses asinkron juga tidak hanya Google Docs saja. Ada banyak aplikasi penunjang digitalisasi bisnis lainnya, seperti Jira dan Miro. Jelajahi situs kami lebih lanjut untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap.

Mengulik Alasan Mengapa Marketplace Sangat Digemari Di Indonesia

Mengulik Alasan Mengapa Marketplace Sangat Digemari Di Indonesia

Di tahun 2019, bahkan kapitalisasi marketplace mencapai 294 triliun rupiah. Sebenarnya mengapa marketplace sangat digemari masyarakat?

Di jaman sekarang ini tampaknya hampir semua orang sudah mengenal yang namanya belanja online, marketplace, dan e-commerce. Menurut data survey dari SIRCLO Indonesia, pengguna e-commerce Shopee di Q3 2020 tercatat sejumlah 55.9 juta, sedangkan di kuartal yang sama di tahun 2020, jumlahnya mencapai 96.2 juta! Artinya ada peningkatan sebesar 72%.

Tentu saja ini tidak main-main. Pertumbuhan pengguna e-commerce ini juga bisa menjadi dua mata pisau, di satu sisi mengancam para penjual ritel yang sudah berkecimpung bertahun-tahun, tapi juga bisa dijadikan peluang untuk membentuk pasar baru.

Marketplace, Tren Belanja Baru di Abad 21

Di jaman sebelum adanya e-commerce dan marketplace seperti sekarang, orang harus keluar dan mengunjungi toko satu per satu untuk mendapatkan barang yang dibutuhkan. Bahkan jika sudah ada internet sekalipun di tahun 2007-2008an, orang masih harus mencari informasi secara manual dari website ke website.

Semenjak konsep e-commerce dan marketplace muncul, maka orang bisa belanja langsung dari ponsel. Mereka pun bisa langsung membandingkan semua barang yang ingin dia beli dalam satu platform, tanpa perlu pindah-pindah aplikasi. Keunggulan utama inilah yang menjadi kunci dalam kepopuleran e-commerce dan marketplace di abad 21.

Bahkan disebut-sebut juga bahwa industri ritel bakal punah di masa depan, mengingat orang lebih suka menggunakan e-commerce dibandingkan harus keluar dan mencari barang belanjaan. Apalagi untuk barang yang bersifat hiburan seperti elektronik.

5 Kelebihan Marketplace

Marketplace memiliki 5 kelebihan utama yang tidak dimiliki oleh sistem belanja konvensional. Berikut di antaranya:

Belanja Dari Rumah

Siapa yang tidak senang apabila bisa membeli sesuatu hanya dari rumah? Mulai dari mencari informasi barang, membandingkan harga, mencari lokasi toko terdekat, sampai melakukan pembayaran semuanya bisa dilakukan dari rumah.

Dan karena tidak adanya batasan wilayah, maka pembeli bisa membeli apapun bahkan barang-barang dari luar negeri sekalipun. Beberapa marketplace bahkan menawarkan pembelian dari luar negeri dengan pengalaman yang sama seperti berbelanja dalam negeri!

Banyak Promo dan Universal

Lalu selanjutnya adalah banyaknya promo yang diberikan oleh berbagai platform marketplace yang ada. Promo ini juga tidak hanya berlaku di toko tertentu saja, tidak seperti yang terjadi ketika anda belanja biasa dimana promo hanya berlaku di tempat tertentu.

Baca Juga: SEO di Marketplace: Bagaimana Cara Mendapatkan Traffic Untuk Toko Online Anda

Selain itu cara untuk mendapatkan promonya juga mudah, tidak perlu repot-repot bertanya kepada pelayan (yang juga belum tentu mau ambil pusing untuk memberitahukannya ke pelanggan). Dan tentu ini menjadi salah satu poin yang cukup kuat untuk menggusur industri ritel konvensional.

User Experience yang Sangat Menarik

Ada banyak pengalaman unik dan menarik ketika anda berbelanja di platform marketplace, seperti kemudahan untuk mendapatkan info barang serupa sampai bisa mengikuti event live shopping yang diadakan oleh brand.

Semua pengalaman itu tentu bisa meningkatkan kenyamanan konsumen dalam berbelanja. Konsumen juga tidak harus pusing karena dikejar-kejar tim sales ketika sedang memilih barang.

Selain tentang pengalaman memilih barang, konsumen juga bisa mendapatkan program-program yang unik seperti flash sale harbolnas dimana di hari-hari tersebut jumlah transaksi melambung tinggi. Tentu semua ini tidak bisa (atau jarang sekali) bisa anda temui jika anda berbelanja secara konvensional di pusat perbelanjaan.

Kemudahan Pembayaran

Pernahkah anda mendapatkan jawaban bahwa kartu ATM anda tidak bisa digunakan di salah satu tempat belanja favorit anda, padahal anda sedang tidak mau membawa uang tunai? Kejadian ini memang menyebalkan, tapi tidak akan terjadi di marketplace.

Jangan lupa, ikuti event online kami seputar Marketplace Hack 1.0: Tingkatkan Traffic Seller Baru

Menagap? Sebab marketplace seringkali sudah memiliki mata uang digital sendiri, yang bisa diisi melalui bank apapun. Orang yang berbelanja di marketplace biasanya tidak akan terbentur dengan masalah pembayaran. Sebab metode pembayaran yang dipakai sekarang sudah sangat luas dan beragam.

Banyak Opsi dan Pilihan

Jika anda berbelanja di salah satu pusat perbelanjaan, sebut saja mall A, maka anda hanya bisa menemukan opsi dari tenant yang ada di mall A tersebut. Anda tidak bisa mendapatkan opsi dari mall B, karena memang tidak ada di dalam mall A!

Tapi itu tidak akan terjadi jika anda menggunakan e-commerce atau marketplace saat berbelanja. Anda cukup mengeset lokasi tempat tinggal anda, dan semua opsi serta pilihan akan langsung muncul dan bisa dilihat dengan mudah. Anda juga bisa mendapatkan informasi harga dan stock langsung saat itu juga, tanpa perlu repot bertanya.

Baca Juga: 4 Tips Meningkatkan Traffic Pengunjung dan Pembelian di Marketplace Indonesia

Kesimpulan

E-commerce dan marketplace merupakan peluang yang sangat besar di era revolusi industri 4.0 ini. Jika anda berencana untuk membuka atau melebarkan bisnis jual beli anda, maka platform jualan online adalah opsi utama yang harus anda pertimbangkan. Jika anda menemui kesulitan, anda bisa menghubungi konsultan bisnis digital kami untuk membantu anda dalam menemukan solusi bisnis yang tepat.

Tips Memilih Webinar Untuk Menambah Pengetahuan Anda

Tips Memilih Webinar Untuk Menambah Pengetahuan Anda

Saat ini vendor webinar dan kelas online sudah semakin menjamur, sehingga dapat membuat anda kesulitan untuk menjatuhkan pilihan yang tepat. Simak tips dari kami untuk membantu anda

Sejak pandemi corona melanda negara Indonesia di awal kuartal 2020, metode pembelajaran online melalui webinar semakin naik daun. Para vendor pun berlomba-lomba untuk memberikan jasa webinar mereka, berdasarkan dari keahlian dan permintaan pasar yang ada. Webinar ini ada yang gratis dan ada juga yang berbayar.

Namun karena sudah terlalu banyak vendor di lapangan, maka anda perlu teliti dan cermat saat memilih. Ingat bahwa tidak semua vendor yang anda temui, dapat memberikan materi webinar yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan anda. Ada juga oknum vendor yang hanya meraup keuntungan dari penonton, tanpa memperhatikan nilai yang mereka berikan.

Webinar Membantu Masyarakat Untuk Mendapatkan Ilmu dan Pengetahuan Baru

Sebelum tahun 2020, mungkin istilah webinar masih belum terlalu awam di telinga anda. Bahkan mungkin saja ada yang belum pernah mendengar istilah tersebut sebelumnya. Webinar ini merupakan cara baru dalam mendapatkan ilmu dan kemampuan baru, di tengah aturan pemerintah yang melarang masyarakat untuk berkumpul.

Nah, tentunya jangan sampai momen belajar anda di dalam webinar malah berubah menjadi momen menyebalkan karena anda tidak mendapatkan apa-apa dari sana. Berikut beberapa tips yang bisa anda gunakan dalam memilih vendor webinar yang baik untuk anda:

Cek Latar Belakang Vendor

Yang pertama adalah anda perlu mencari tahu bagaimana latar belakang vendor webinar. Cari tahu apakah mereka memang sudah terbiasa menjadi pembicara sebelumnya, ataukah hanya ikut-ikut saja.

Anda juga perlu tahu relevansi antara materi yang dibawakan oleh vendor dengan bidang bisnis mereka. Anda mungkin harus berpikir 2 kali jika materi yang dibawakan tidak sesuai dengan bidang keahlian si vendor, misalnya jika vendor bergerak di bidang keuangan tapi malah mengangkat webinar kesehatan. Apalagi kalau vendornya tidak jelas, dan hanya ikut-ikut jualan webinar karena dirasa laku.

Cari Tahu Siapa Pembicaranya

Selain latar belakang vendor, anda juga perlu mencari tahu siapakah pembicara yang diangkat di dalam webinar tersebut. Apakah pembicara tersebut memang professional dan ahli di bidang yang ia bicarakan.

Misalnya jika anda mengambil webinar digital marketing, maka pembicaranya haruslah seorang professional di bidang tersebut. Minimal mereka sudah berkecimpung selama beberapa tahun, dan sudah memiliki hasil nyata baik yang dipublikasikan lewat sosial media pribadi mereka atau dari perusahaan tempat bekerja sebelumnya.

Anda perlu waspada jika menemui pembicara yang tidak pernah anda tahu, dan tidak bisa ditemukan di mesin pencari atau sosial media manapun. Bisa jadi pembicara tersebut abal-abal, dan tidak menguasai topik yang mereka angkat di dalam webinar. Mengikuti webinar dengan pembicara seperti itu, tidak akan ada manfaatnya.

Baca Juga: Apa Itu Digitalisasi Serta Perannya di Dunia Bisnis dan Industri

Baca Terlebih Dahulu Sinopsis Seminarnya

Sebelum memutuskan untuk mengikuti webinar, anda perlu membaca terlebih dahulu sinopsis dan pembahasan di dalam webinar tersebut. Cari tahu sedalam apa materinya dan apakah ada sesi tanya jawab atau tidak, guna memberi ruang pada anda apabila anda memiliki pertanyaan.

Anda juga perlu berpikir ulang jika sinopsis yang diberikan terlalu mendasar atau terlalu luas. Webinar dengan sinopsis yang terlalu mendasar, tidak berbeda dengan anda menonton video di YouTube. Sehingga untuk apa anda membayar atau menghabiskan waktu di dalam webinar?

Coba Beberapa Vendor Terlebih Dahulu

Jika anda tidak memiliki preferensi vendor sebelumnya, maka anda bisa mencoba beberapa vendor terlebih dahulu untuk menguji. Ikuti kelas gratis terlebih dahulu juga tidak ada salahnya, untuk mengetahui profesionalitas vendor webinar secara garis besar.

Baca Juga: Bagaimana Peran Software Manajemen Produksi dalam Industri Manufaktur?

Setelah itu baru anda nilai, mana vendor yang menurut anda cocok. Jangan pernah membeli tiket dalam jumlah besar dalam satu waktu, jika anda tidak mengenali vendornya!

Jika Berbayar, Cari Tahu Apa yang Akan Anda Dapatkan

Sebenarnya tidak hanya yang berbayar saja, yang gratis pun juga perlu dicari tahu apa yang anda dapatkan dari dalam webinar. Anda bisa mendapatkan informasinya dari akun sosial media atau testimoni yang ada dari webinar sebelumnya.

Bagi anda yang mengikuti webinar untuk kebutuhan profesi, tanyakan apakah vendor menyediakan sertifikat yang ditandatangani oleh tim panitia. Sebab tidak semua webinar menyediakan sertifikat bagi pengikutnya, dan tentu saja tanpa sertifikat anda tidak bisa membuktikan bahwa anda mengikuti webinar tersebut.

Yuk Mulai Ikut Webinar Sasana Digital!

Kami juga menyediakan materi webinar dengan kelas yang komprehensif dan pembicara yang berpengalaman di bidangnya. Kami menyediakan webinar mulai dari level pemula hingga professional, dan anda juga bisa mendapatkan materi seputar dunia digitalisasi, manufaktur, dan pemasaran digital.

Dapatkan informasi selengkapnya dengan mengunjungi halaman Webinar Industri 4.0 kami, dan anda bisa melakukan pemesanan secara online tanpa repot.

Jadi, apakah anda siap untuk mengikuti webinar dan meningkatkan kemampuan anda?

Beberapa Fungsi dari Kecerdasan Buatan (AI) Dalam Dunia Industri

Beberapa Fungsi dari Kecerdasan Buatan (AI) Dalam Dunia Industri

Artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan telah banyak digunakan di berbagai industri. Seberapa besarkah peran mereka?

Kecerdasan manusia mau diaplikasikan ke dalam mesin? Mengapa tidak! Inilah salah satu contoh perkembangan dunia teknologi yang disebut-sebut akan membawa perubahan besar dunia: AI atau Artificial Intelligence atau Kecerdasan buatan.

Konsepnya sederhana, yaitu dengan membuat algoritma logika khusus yang bisa membuat mesin mengambil tindakan prediktif seperti layaknya manusia.

Kecerdasan Buatan, Membuat Mesin Mampu Membuat Keputusan Prediktif

Dengan kombinasi banyak algoritma yang dibantu dengan teknologi modern dan big data, konsep kecerdasan buatan bisa semakin dikembangkan setiap harinya. Bahkan belakangan ini, teknologi kecerdasan buatan disebut-sebut hampir bisa menyaingi kemampuan prediktif yang dimiliki oleh manusia.

Mesin akan memanfaatkan data kebiasaan, prediksi, histori, dan sebagainya di dalam big data. Nantinya, mesin akan mengolah data-data tersebut lalu memberikan perkiraan atau tanggapan yang sesuai. Memang kedengarannya cukup kompleks, namun faktanya anda bisa memanfaatkan AI dengan mudah!

Jika anda ingin tahu bagaimana contoh AI bekerja, berikut 5 contoh yang paling banyak ditemui di masyarakat maupun di dunia industri dan bisnis:

Perkiraan Peningkatan Penghasilan

Para digital marketer tentu sudah sangat terbiasa dengan pemanfaatan AI di bidang ini. Berikat kemampuan prediktifnya, AI bisa memberikan informasi pertumbuhan penghasilan terhadap nilai budget yang dikeluarkan (ROI) secara presisi.

Dengan begitu, para digital marketing bisa menentukan apakah mereka perlu menambah budget sampai level berapa untuk mendapatkan hasil yang optimal. Selain penambahan budget, mereka juga bisa mendapatkan data optimasi lain yang perlu diimplementasikan guna mengoptimasi kegiatan promosi mereka ke level yang lebih tinggi.

Sebenarnya tidak hanya di dunia digital marketing, bahkan di dunia keuangan (seperti investasi dan pencatatan pembukuan sekalipun) AI bisa membantu anda untuk memperkirakan jumlah pendapatan yang mungkin anda dapatkan. Tentu saja dengan catatan tidak ada anomali yang anda lakukan, seperti menarik atau merubah strategi secara tiba-tiba.

Perkiraan Jadwal Maintenance Mesin

Dalam dunia industri manufaktur, AI juga memberikan manfaat yang cukup besar dan salah satunya adalah dengan memberikan jadwal perkiraan maintenance mesin.

Sebelum adanya AI yang bisa mempelajari sistem mesin secara otomatis, semua teknisi harus melakukan pengecekan berkala secara manual. Kegiatan ini selain menguras waktu dan tidak efektif, ternyata juga menurunkan rate kinerja dari divisi produksi. Sebab ketika mesin dicek, maka proses produksi harus berhenti.

Baca Juga: Digitalisasi Bisnis Sebagai Strategi Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0

Karena itu dengan adanya teknologi kecerdasan buatan, maka penjadwalan perawatan mesin bisa dilakukan lebih efektif. Software-lah yang akan mengecek secara berkala, dan kemudian memberikan informasi apabila ada kerusakan.

Respon Chat/Email Otomatis

Dalam dunia customer service, kecepatan respon chat adalah hal yang utama. Sayangnya, terkadang jumlah tenaga penjawab chat tidak sebanding dengan banyaknya chat yang masuk. Dan karena itu, AI diperlukan.

AI bisa menjawab chat yang berupa pertanyaan repetitif ringan, seperti informasi event, jam buka, alamat, promosi, cara pendaftaran, syarat dan ketentuan, dan lain-lain. Sehingga tim CS hanya perlu menjawab pertanyaan yang benar-benar genting saja.

Para digital marketing yang memanfaatkan strategi email marketing juga sangat terbantu karena AI ini. Dimana sistem bisa mengirimkan informasi promosi secara otomatis, bahkan menyesuaikan penerima email-nya berdasarkan user journey dari customer. Misalnya, sistem hanya akan memberikan email diskon ekstra kepada customer yang melakukan transaksi selama 1 minggu terakhir.

Fitur Asisten Rumah

Jika anda adalah pengguna smart home, mungkin anda sudah menikmati fitur ini. Misalnya, jika anda lupa mengunci pintu, maka AI yang akan menguncinya untuk anda secara otomatis.

Atau mungkin mengatur tingkat kecerahan lampu menurut waktu, memberikan informasi dan perkiraan ketersediaan bahan dapur, sampai menghitung perkiraan tagihan listrik bulanan. AI bisa membantu manajemen rumah tangga anda menjadi lebih efektif.

Segmentasi Data Otomatis di dalam Laporan

Jika anda memanfaatkan data dalam pengambilan keputusan, maka anda wajib tahu bahwa AI bisa membantu anda untuk mensegmentasikan data secara otomatis untuk membantu pembacaan data anda.

Contohnya jika anda menggunakan Google Analytics, maka anda bisa mendapatkan informasi pertambahan pengunjung website setiap bulannya lengkap dengan prediksi, segmentasi pengguna berdasarkan perangkat yang digunakan, sampai proyeksi pendapatan yang mungkin anda dapatkan.

Jika anda menggunakan CRM, AI bisa membantu anda untuk mengatur kategorisasi klien dan pelanggan anda berdasarkan kebiasaan kontak mereka. Data ini nantinya bisa membantu anda untuk mengeksekusi strategi pengembangan berikutnya di masa mendatang. 

Baca Juga: 5 Contoh Pemanfaatan Teknologi Berbasis Real Time Data

Sudahkah Anda Menggunakan Teknologi Kecerdasan Buatan?

Dengan semua kecanggihan yang ditawarkan, apakah anda masih menolak kehadiran kecerdasan buatan atau AI ini? Dan tentunya, AI merupakan mesin sehingga konsistensi kualitasnya akan selalu sama dan tidak mengenal rasa lelah.

Jika anda masih belum menggunakan AI sebagai bagian dari bisnis anda, mungkin anda perlu segera mempertimbangkannya.

5 Aplikasi Remote Working Untuk Menunjang Produktivitas Kantor

5 Aplikasi Remote Working Untuk Menunjang Produktivitas Kantor

Merasa sulit untuk menjaga kinerja karyawan/rekan kerja selama bekerja remote? Berikut aplikasi yang bisa anda gunakan

Remote working atau kerja jarak jauh menjadi sebuah trend tersendiri, apalagi sejak pandemi corona di awal tahun 2020. Namun, remote working memiliki masalahnya sendiri dan secara otomatis perusahaan yang tidak pernah menerapkannya harus beradaptasi terlebih dahulu.

Kesulitan Dalam Remote Working

Ada beberapa kesulitan umum yang bakal anda temui ketika menerapkan remote working ke dalam perusahaan yang belum pernah melakukan sebelumnya. Beberapa permasalahan yang akan ditemui adalah:

Komunikasi

Tentunya komunikasi lewat online akan berbeda dengan komunikasi biasa. Salah satu yang memberikan perbedaan yang cukup besar adalah: anda tidak bisa langsung mengambil kertas dan ballpoint ketika memberikan ide atau gagasan kepada rekan kerja anda.

Selain itu, koneksi juga bisa menjadi masalah jika ternyata pekerja anda tidak memiliki sambungan internet yang memadai. Ini membuat komunikasi menjadi masalah paling utama yang dihadapi oleh perusahaan yang baru menggunakan sistem remote working.

Monitoring Progress

Karena pekerja tidak berada di kantor, maka akan sulit mendapatkan laporan pengerjaan yang biasa disampaikan bersamaan dengan absen pulang. Apalagi jika kantor anda terbiasa dengan brief masuk dan brief pulang.

Padahal, progress pengerjaan adalah hal krusial yang harus bisa dimonitor secara ketat. Bukan kenapa, jika progress terhalang dan terhenti di satu divisi tanpa ada kabar atau penjelasan yang jelas, maka kinerja bisa terhambat dan produktivitas kantor terancam menurun.

Evaluasi

Proses evaluasi juga menjadi masalah tersendiri, sebab anda tidak bisa langsung memanggil pekerja dan membahas pekerjaan mereka saat itu juga. Di beberapa kasus, bahkan ada pekerja yang tidak kunjung memberikan hasil pekerjaannya untuk menghindari evaluasi, yang tentunya ini menghambat produktivitas.

Dan tentu saja, meeting juga tidak bisa dilakukan secara tiba-tiba seperti yang biasa anda lakukan di kantor. Para pekerja juga tidak bisa serta-merta mempresentasikan hasil pekerjaan, karena tidak semua pekerjaan mereka tersedia dalam format soft copy yang bisa dibagikan lewat share screen.

Melihat masalah yang cukup kompleks di atas, sekarang pertanyaannya apakah ada software yang bisa digunakan untuk menyelesaikan semua masalah itu?

Baca Juga: Bisnis Baru yang Muncul Karena Revolusi Industri 4.0

5 Aplikasi Remote Working Terpopuler

Jawabannya: ya ada! Dan secara mengejutkan, ternyata sudah banyak vendor aplikasi yang mengembangkan software untuk perusahaan yang menerapkan remote working, bahkan sudah ada jauh sebelum pandemi menyerang. Apa sajakah itu?

Google Docs

Google Docs merupakan aplikasi perkantoran yang bisa diakses secara kolaboratif. Artinya satu dokumen bisa dilihat dan diedit oleh lebih dari satu orang, selama mereka mendapatkan izin untuk mengakses dokumen tersebut.

Aplikasi ini bisa membantu anda untuk memantau dan mengevaluasi dokumen-dokumen yang dibuat oleh pekerja anda. Mulai dari teks biasa, spreadsheet, sampai presentasi power point.

Tentu saja ini bisa menyelesaikan masalah dokumen yang harus dicek tanpa perlu menunggu pekerja mengirimkannya terlebih dahulu. Anda bisa mengakses dokumen tersebut sewaktu-waktu secara seamless lewat berbagai perangkat, dan melakukan revisi atau menambahkan catatan, bila perlu.

Trello

Trello merupakan aplikasi produktivitas yang berfungsi untuk menyusun rencana, monitoring, dan evaluasi kerja secara asinkron serta bisa diakses dari berbagai jenis perangkat seperti smartphone dan laptop sekaligus.

Dengan Trello, anda bisa memastikan proses pekerjaan mulai dari perencanaan, pekerjaan yang sedang berlangsung dan selesai, gagasan, sampai orang-orang yang bertanggung jawab dalam suatu tugas dengan tepat dan teratur.

Slack

Slack merupakan aplikasi komunikasi yang didesain khusus untuk perusahaan yang menggunakan sistem remote working.

Dengan Slack, anda bisa membuat room sendiri untuk setiap topik yang mau dibahas. Ini membuat anda tidak perlu membuat banyak grup yang berpotensi saling tumpuk di dalam aplikasi messaging anda dan pekerja. Selain itu, menggunakan grup juga tidak bisa dikategorikan, sehingga akan mempersulit anda ketika ingin membuka grup chat dengan topik tertentu.

Baca Juga: 5 Contoh Disrupsi Industri Akibat Dari Revolusi Digital 4.0

Anda juga bisa mengintegrasikan Slack dengan aplikasi pendukung seperti Trello maupun Google Drive, untuk mempermudah pembahasan pekerjaan. Pekerja nantinya bisa mengirimkan topik dari aplikasi tersebut ke Slack untuk dibahas lebih lanjut.

Miro

Aplikasi ini banyak digunakan untuk membuat konsep antar tim secara remote. Ya, Miro disebut-sebut sebagai aplikasi pengganti papan tulis di kantor biasa, sehingga pekerja bisa menuangkan ide-ide mereka secara visual dengan mudah.

Di Miro anda bisa membuat spider map atau sekadar menuliskan gagasan-gagasan yang ada dengan bebas, tanpa batasan ruang. Miro juga bisa diakses secara asinkron oleh pekerja anda, dari perangkat manapun.

Figma

Jika perusahaan anda bergerak di bidang kreatif, maka anda perlu mulai melakukan migrasi ke Figma. Pasalnya Figma merupakan aplikasi desain yang bisa diakses secara kolaboratif melalui internet.

Dengan menggunakan Figma, anda bisa melakukan monitoring proses desain dan menambahkan catatan apabila anda merasa ada kekurangan di dalam desain yang dikerjakan. Dan sekali lagi, Figma juga bisa diakses secara asinkron dari berbagai perangkat, sehingga anda dan pekerja bisa mengaksesnya di manapun dan kapanpun.

Kesimpulan

Remote working pada dasarnya bukanlah suatu hal yang baru, terbukti dari banyaknya software yang telah ada untuk mendukung kebiasaan tersebut. Sekarang hanya masalah bagaimana cara kita beradaptasi dan menyelesaikan masalah yang ada.