fbpx
Perbedaan Artificial Intelligence, Machine Learning, dan Deep Learning Serta Contohnya

Perbedaan Artificial Intelligence, Machine Learning, dan Deep Learning Serta Contohnya

Banyak istilah yang cukup asing di dunia teknologi, dan terkadang beberapa terdengar cukup mirip. Bagi orang yang tidak memiliki latar belakang teknologi, memahami perbedaan istilah tersebut bisa menjadi masalah tersendiri

Anda pernah mendengar istilah-istilah asing seperti Artificial Intelligence, Machine Learning, atau Deep Learning? Bagi Anda yang tidak memiliki latar belakang teknologi, memahami istilah-istilah tersebut bukanlah perkara simpel. Mengingat Anda jarang atau bahkan tidak pernah berurusan dengan dunia itu.

Padahal jika Anda memahaminya dan tahu bagaimana cara memanfaatkannya, teknologi bisa membantu perkembangan bisnis Anda lebih cepat dengan biaya yang terjangkau. Nah, di artikel ini kami akan membantu Anda untuk memahami istilah tersebut secara garis besar.

Pengertian Artificial Intelligence

Artificial Intelligence (kecerdasan buatan – AI) merupakan teknologi masa kini yang konsepnya “membawa kepintaran manusia ke dalam mesin.” Mungkin ini terdengar tidak masuk akal, mengingat kekompleksan cara berpikir manusia.

Namun faktanya teknologi AI ternyata lebih dekat dari yang kita kira. Ada banyak sekali aspek kehidupan kita yang ternyata sudah menggunakan teknologi AI.

Contoh Artificial Intelligence

Beberapa contoh artificial intelligence yang sering kita temui adalah:

  • Teknologi face recognition dari ponsel

 

  • Mobile banking

 

  • Rekomendasi produk pada halaman e-commerce

Pengertian Machine Learning

Sedangkan Machine Learning adalah bagian dari implementasi Artificial Intelligence. Machine Learning merupakan metode pembelajaran AI yang memanfaatkan data untuk membuat prediksi layaknya manusia.

Baca juga: Bagaimana Teknologi AI Dapat Membantu Dunia Pendidikan

Data-data yang masuk ke dalam mesin akan dianalisa, yang kemudian menghasilkan prediksi, saran, maupun keputusan. Machine Learning yang lebih dalam nantinya disebut sebagai Deep Learning yang akan kita bahas di sub bab berikutnya di dalam artikel ini.

Contoh Machine Learning

Beberapa contoh machine learning yang sering kita temui:

  • Optimasi iklan dalam strategi digital marketing
  • Penerjemah tulisan tangan menjadi teks
  • Software pengecekan terjemahan dan tata bahasa

Pengertian Deep Learning

Terakhir, istilah Deep Learning merujuk pada salah satu algoritma yang digunakan oleh Machine Learning dalam Artificial Intelligence. Deep Learning memanfaatkan berbagai variable kompleks dalam analisisnya, sehingga mesin bisa memahami suatu pola atau kebiasaan yang timbul dari suatu kejadian.

Salah satu contoh implementasi Deep Learning yang paling sering kita temui adalah sistem algoritma catur. Anda tentu bertanya-tanya mengapa AI di game catur (terutama mode hard) sangat sulit dikalahkan, bahkan oleh orang yang jago sekalipun.

Baca juga: 3 Tantangan Bisnis Dalam Mengadopsi AI, Bagaimana Cara Mengatasinya?

Ini karena algoritma yang digunakan oleh game tersebut bisa menganalisa jutaan langkah yang didapatkan dari pertandingan sebelumnya. Langkah-langkah tersebut direkam secara baik-baik, dan komputer bisa mencari solusi yang tepat dalam menghadapi langkah tersebut. Pembelajaran ini tentu dilakukan dalam hitungan detik!

Contoh Deep Learning

  • Siri dari Apple
  • Google Assistant dari Google
  • AlphaGo dari Google

Dampak Penggunaan AI dalam Bisnis

Dengan penjelasan singkat di atas, Anda tentu mulai paham bagaimana AI bekerja dalam membangun dan mengembangkan bisnis Anda. Ini juga menjadi alasan mengapa bisnis teknologi berkembang paling pesat.

Misalkan saja Anda memiliki 1 bisnis ekspor impor. Jika Anda menggunakan strategi pemasaran konvensional yang tidak melibatkan mesin, maka Anda harus menganalisa sendiri ribuan variable yang Anda hadapi dalam melakukan pengembangan. Ini termasuk kebiasaan, ketertarikan, histori interaksi, sampai jumlah lifetime value pelanggan.

Pertanyaannya, seberapa kreatif dan sejauh mana ketelitian Anda dalam menganalisa data tersebut?

Sedangkan jika Anda menggunakan AI, maka mesin lah yang akan menangani semua itu. Seperti yang sudah kita ketahui, kita bisa menambahkan apapun ke dalam mesin sampai batas tidak terhingga. Data dan logika apapun yang kita butuhkan, selama masih bisa dihitung oleh mesin maka akan dihitung dan dianalisa.

Mesin juga bisa menyimpan data sampai puluhan tahun, lalu mengambil kembali data tersebut sewaktu-waktu tanpa masalah. Mesin juga tidak mengenal istilah churn yang artinya meskipun Anda mengganti teknologi, selama peruntukannya sama, maka proses analisa data tidak akan mengalami masalah.

Jadi, Apakah Bisnis Anda Sudah “Melek” AI?

Sekarang kembali ke bisnis Anda, apakah Anda sudah memanfaatkan kehadiran AI untuk perkembangan bisnis yang dikelola? Sebagai pertimbangan, AI telah membantu salah satu perusahaan container terkemuka di dunia, OOCL, menghemat biaya operasional sebesar USD 10.000.000 (~IDR 140.000.000.000 – 140 miliar rupiah) per tahunnya. Tentu ini bukan angka yang kecil!

Mulai melek AI sekarang dan kembangkan bisnis Anda lebih jauh bersama teknologi. Mereka yang tidak mau menggunakan AI akan terlibas oleh mereka yang mengimplementasikan lebih dulu.

Dapatkan solusi implementasi AI yang terintegrasi tanpa hambatan bersama Sasana Digital.

Improvisasi dan Otomasi Layanan Pelanggan dengan Chatbot

Improvisasi dan Otomasi Layanan Pelanggan dengan Chatbot

Pelanggan selalu ingin dilayani, namun pekerja yang melayani belum tentu bisa selalu melayani. Pelajari bagaimana perusahaan bisa selalu memberikan layanan terbaik, tanpa perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk pekerja.

Semakin hari tuntutan pelanggan semakin tinggi, dan salah satu tuntutan yang selalu menjadi masalah di perusahaan adalah tuntutan layanan pelanggan yang selalu aktif kapanpun di manapun.

Di masa lampau, kebutuhan ini tentu mustahil untuk dipenuhi. Anggap saja perusahaan Anda memiliki 10.000 pelanggan tetap dan setiap harinya ada sekitar 100 orang yang membutuhkan layanan pelanggan. Mau berapa karyawan yang harus dipekerjakan? Dan berapa besar biaya operasional yang harus dibakar setiap harinya?

Berkenalan dengan Chatbot yang Siap Melayani Anda 24 Jam dan 7 Hari

Untungnya saat ini kita hidup di era teknologi, dan teknologi bisa menjawab masalah dan tuntutan pelanggan tadi. Salah satu solusi paling mudah yang bisa Anda implementasikan adalah dengan menggunakan chatbot!

Chatbot merupakan teknologi otomasi yang bisa menjawab pesan-pesan dan pertanyaan pelanggan secara otomatis dan tanpa delay. Berbeda dengan menggunakan tenaga manusia yang butuh waktu untuk membuka layanan chat dan harus membaca data pelanggan terlebih dahulu, chatbot bisa mengambil semuanya dari database.

Teknologi ini bisa menyelesaikan masalah-masalah yang bisa diatasi secara mandiri. Misalnya jika ada pelanggan yang ingin tahu berapa lama masa garansi yang tersisa, maka chatbot bisa menangani hal tersebut dalam hitungan detik. Anda tentu tahu bukan berapa lama waktu yang dibutuhkan jika pertanyaan itu ditangani oleh manusia?

Namun perlu diingat bahwa selalu ada kemungkinan masalah yang harus ditangani oleh manusia. Karena itu chatbot bukan menghapuskan profesi customer service, namun hanya berguna untuk meningkatkan efisiensi layanan saja.

Sekarang pertanyaannya, apa saja keuntungan dengan menggunakan chatbot ini?

Layanan Tanpa Batas

Chatbot bisa melayani pelanggan kapanpun dan dimanapun mereka membutuhkannya. Chatbot juga tidak mengenal lelah dan tidak akan berubah tingkat presisinya (tentu saja karena mereka adalah mesin). Sehingga informasi serumit apapun yang diminta oleh pelanggan maka bisa dijawab oleh chatbot dalam hitungan detik, selama informasinya ada di dalam database.

Jangkauan Lebih Luas

Berbeda dengan manusia yang hanya bisa melayani 1 manusia saja dalam waktu yang sama, chatbot bisa melayani ratusan atau bahkan ribuan pelanggan dalam satu waktu tanpa mengurangi waktu pemrosesan mereka.

Baca juga: Mengenal Strategi Conversion Rate Optimization (CRO), Bagaimana Cara Memanfaatkannya?

Ini membuat jangkauan chatbot bisa jauh lebih luas. Dan bahkan chatbot tidak perlu mengenali pelanggan terlebih dahulu, karena mereka bisa dengan mudah membaca informasi pelanggan di dalam database perusahaan. Chatbot bisa menjawab pertanyaan baik dari pelanggan lama sampai calon pelanggan yang sama sekali baru tanpa masalah.

Brand Engagement

Chatbot juga bisa diberikan satu nama unik untuk kebutuhan brand lift dan engagement. Tentu saja hal ini tidak bisa Anda lakukan jika Anda masih menggunakan metode konvensional. Tidak mungkin semua customer service Anda diberikan nama yang sama bukan?

Sudah banyak perusahaan yang melakukan branding dari solusi customer service mereka. Kita ambil contoh Veronika dari Telkomsel atau VIRA dari Bank BCA.

Sebagai Marketing Tools Pendukung

Chatbot juga bisa memberikan informasi promosi secara berkala kepada para pelanggan sesuai dengan preferensi mereka. Hal ini juga tidak mungkin dilakukan jika Anda masih menggunakan tenaga manusia, mengingat 1 manusia akan menemui kesulitan jika harus menganalisa kebutuhan banyak pelanggan sekaligus.

Contohnya saja, chatbot bisa secara otomatis memberikan informasi penawaran kuota internet kepada pelanggan yang memiliki histori penggunaan internet yang besar. Atau memberikan rekomendasi VAS (Value Added Service) sesuai dengan aplikasi yang mereka akses setiap harinya.

Baca juga: Mengenal Konsep Single Landing Page, Website Satu Halaman Untuk Meningkatkan Jumlah Konversi

Di tingkat yang lebih lanjut lagi, chatbot bisa memberikan penawaran follow up secara otomatis kepada calon pelanggan yang masih bimbang dalam mengamnil keputusan.

Upgrade Layanan Pelanggan Anda dengan Chatbot

Yuk upgrade pengalaman pengguna Anda dengan mengimplementasikan chatbot di dalam bisnis Anda. Jika Anda masih bingung mencari vendor chatbot yang cocok dengan bisnis Anda, Anda bisa berkonsultasi dengan layanan konsultasi digital kami terlebih dahulu. Sasana Digital akan dengan senang hati membantu Anda untuk mentransformasikan bisnis ke era digital!

Bagaimana Teknologi AI Dapat Membantu Dunia Pendidikan

Bagaimana Teknologi AI Dapat Membantu Dunia Pendidikan

Tak hanya membantu bisnis dan perusahaan saja, AI juga bisa digunakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Teknologi AI bisa membantu kesesuaian pembelajaran antara guru dan murid, kira-kira bagaimana caranya?

AI atau artificial intelligence atau biasa disebut kecerdasan buatan merupakan teknologi dimana mesin bisa belajar dan memahami logika seperti layaknya manusia. Teknologi ini disebut-sebut bisa membantu menyederhanakan kehidupan manusia yang sangat kompleks.

Teknologi AI dikenal luas dalam dunia industri, terutama industri skala besar yang memiliki banyak divisi. AI bisa membantu mengintegrasikan semua divisi tersebut dan mempermudah proses kerja antar divisi. AI pun juga dikenal dalam dunia bisnis seperti periklanan maupun SaaS (Software as a Service).

Tapi tahukah Anda bahwa AI juga bisa diimplementasikan dalam dunia pendidikan? Berkat AI, guru bisa memahami kebutuhan murid dengan lebih mudah dan lebih mendalam. Dan murid pun bisa belajar sesuai dengan kebutuhan mereka tanpa menemui kesulitan.

Teknologi AI Untuk Pendidikan

Anda tentu sudah tahu bahwa AI bekerja berdasarkan data yang telah dikumpulkan dari pengalaman sebelumnya. Dalam sisi pendidikan murid misalnya, AI bisa menganalisa kesalahan dari soal yang dikerjakan murid atau melihat histori nilai si murid dalam kurun waktu tertentu.

Nah berangkat dari sana saja kita sudah tahu bagaimana peluang AI dalam membantu sistem pendidikan kita. Apalagi untuk sekolah yang memiliki banyak murid sekaligus, memantau murid satu per satu tentu bukan perkara yang mudah.

Teknologi Smart Content Untuk Menyesuaikan Kebutuhan Murid

Sekolah adalah tempat yang dipenuhi teori-teori rumit yang belum tentu bisa dipahami dengan mudah oleh semua murid. Mungkin ada murid yang cukup pintar di bidang tersebut, dan tentunya ada yang tidak.

AI bisa membantu meracik konten yang sesuai dengan keahlian murid tersebut, sehingga pelajaran tetap bisa dipahami oleh mereka. 

Konten yang lebih mudah dipahami tentunya akan mempersingkat waktu pembelajaran. Tidak menutup kemungkinan juga semua murid menjadi memiliki kecepatan belajar yang sama dengan metode pembelajaran ini.

Konten yang Dipersonalisasikan Kepada Kemampuan Murid

Ada murid yang jago matematika dan ada murid yang jago seni. Ada juga murid yang jago di bidang lain selain dua yang sudah disebutkan tadi. AI bisa membantu tenaga pengajar untuk memberikan materi pembelajaran yang sudah disesuaikan dengan keahlian mereka.

Ini membuat murid bisa fokus mempertajam keahlian mereka tanpa membebani tenaga pengajar. Di teknologi AI yang lebih maju, tidak menutup kemungkinan penyampaian materi bisa disesuaikan dengan jenis kecerdasan yang dimiliki oleh murid.

Baca juga: 3 Tantangan Bisnis Dalam Mengadopsi AI, Bagaimana Cara Mengatasinya?

Pengajaran Dinamis dan Interaktif

Dengan menganalisa hasil pengajaran dan dicocokan dengan nilai yang didapatkan oleh murid, AI bisa menawarkan solusi feedback kepada para pengajar dan menciptakan kondisi pengajaran yang kaya evaluasi.

Sistem pengajaran konvensional umumnya hanya berjalan satu arah, dari guru ke murid. Dengan teknologi AI, sistem pengajaran bisa dirubah menjadi dua arah. Dimana AI bisa memberikan saran dan rekomendasi berdasarkan data yang ia dapatkan.

Otomasi Penilaian dan Soal Latihan

Membuat soal memang menjadi masalah sendiri dalam dunia pengajaran. Soal yang terlalu mudah tidak akan bisa mengukur kemampuan murid dengan tepat, sedangkan soal yang terlalu sulit juga akan mempersulit pemahaman murid akan pelajaran yang diberikan.

Karena itu AI memberikan solusi dalam memberikan rekomendasi soal. Apalagi dengan adanya data pengajaran yang sudah dikumpulkan sebelumnya, AI bisa memprediksi bagaimana kualitas soal yang seharusnya dibuat untuk murid.

Dan terakhir, AI juga bisa membantu penilaian yang akan dilakukan setelah ujian. Karena penilaian yang hanya diambil dari 1 kali ujian saja tidak fair untuk mengukur kemampuan murid, AI umumnya juga mampu memberikan analisa kemampuan murid mulai dari mereka belajar pertama kali sampai selesai ujian.

Baca juga: 6 Kegagalan Utama Industri Manufaktur, Bagaimana Cara Mencegahnya?

Menarik Bukan Dunia AI?

Anda sudah melihat bahwa implementasi teknologi AI tidak hanya terbatas pada bisnis dan industri saja. AI bisa membantu sampai ke titik terkecil kehidupan, dan pendidikan adalah salah satunya. Iya dong, siapa yang tidak butuh pendidikan?

Jadi, apakah Anda sudah siap menghadapi kehidupan bersama AI?

3 Tantangan Bisnis Dalam Mengadposi AI, Bagaimana Cara Mengatasinya

3 Tantangan Bisnis Dalam Mengadopsi AI, Bagaimana Cara Mengatasinya?

Tertarik mengaplikasikan AI (Artificial Intelligence) ke dalam bisnis? Itu rencana yang sangat bagus! Tapi tahukah Anda bahwa implementasi AI tidak lepas dari tantangan yang mengintai?

Kecerdasan buatan (AI – artificial intelligence) merupakan salah satu inovasi teknologi yang disebut-sebut bakal menjadi primadona dalam bisnis, setidaknya dalam jangka waktu dekat ini. Teknologi AI ini berguna untuk memangkas biaya sumber daya tenaga yang dibutuhkan perusahaan, mengingat AI dijalankan oleh mesin.

Teknologi AI bisa sangat mempengaruhi operasional perusahaan Anda dalam skala besar. Anda bisa membayangkan, pekerjaan-pekerjaan yang dulunya ditangani dan dipelajari manual oleh manusia sekarang bisa dipelajari oleh mesin.Dengan mengimplementasikan AI, maka Anda bisa menghemat biaya operasional dan training sekaligus. AI tidak membutuhkan training ulang dan memanfaatkan sistem machine learning berdasarkan data sebelumnya. Sehingga performa AI akan selalu meningkat seiring berjalannya waktu.

Landskap Adopsi AI di Masa Depan dan Tantangan yang Mengintai

Berdasarkan survey yang diadakan oleh CIO Survey pada tahun 2019, ada sekitar 94% perusahaan yang tertarik menggunakan AI pada bisnis mereka pada tahun 2022. Selain itu ada 35% perusahaan yang sudah memulai menggunakan AI pada tahun 2020 kemarin. Ini membuktikan bahwa kualitas AI bukanlah kualitas kaleng-kaleng.

Baca juga: Mencegah Pemborosan Dengan Penerapan Lean Manufacturing

Namun tentu saja yang namanya teknologi baru, selalu ada tantangan tersendiri bagi mereka yang ingin menggunakannya pertama kali. CIO Survey ternyata juga menemukan 3 tantangan utama dalam implementasi AI, yaitu:

Kurangnya Talenta Untuk Mengoperasikan AI

Lho, bukannya AI dioperasikan oleh mesin? Memang benar, tapi siapa yang melakukan konfigurasi pertama kali? Lalu siapa yang akan memprogram AI tersebut? Tentu saja tetap manusia yang akan melakukannya.

Nah pertanyaannya sekarang, apakah semua pekerja sudah dilengkapi pengetahuan akan pengoperasian AI? Bagaimana cara mengambil dan membaca datanya, bagaimana melakukan tindak lanjut dari rekomendasi yang diberikan, sampai menggunakan fitur ai sampai yang termutakhir.

Dan sayangnya memang pelatihan pekerja untuk memahami AI dari nol bukanlah masalah yang mudah. Masalah ini biasanya bisa diatasi dengan membayar konsultan, namun itu artinya Anda juga harus rela merogoh kocek yang lebih dalam lagi.

Tidak Adanya Data Untuk Implementasi AI, atau Tidak Memiliki Sumber Data yang Memadai

Seperti yang sudah disebutkan AI bekerja berdasarkan data yang diberikan. Sekarang apakah sumber datanya sudah ada? Jika hanya satu sistem saja yang menggunakan AI, sedangkan yang lainnya tidak maka sama saja bohong.

Sebab AI akan lebih berguna jika diimplementasikan ke semua sistem di dalam industri, sehingga AI bisa memberikan analisa yang lebih komprehensif tentang perusahaan Anda dan memberikan rekomendasi dan otomasi terbaik.

Ketidakpahaman Tentang Manfaat dan Implementasi AI

Ini adalah masalah yang paling klasik. Banyak perusahaan ikut-ikut dalam gelombang hype akan teknologi terbarukan, tanpa mengetahui apa manfaat dari teknologi tersebut. Biasanya berakhir pada pemborosan saja, dimana teknologi yang sudah diinvestasikan tidak digunakan sama sekali.

Karena itu sebelum mengimplementasikan suatu teknologi, ada baiknya lakukan riset terlebih dahulu. Cari tahu bagaimana studi kasus yang melibatkan teknologi tersebut beserta dengan hasil yang didapatkan.

Baca juga: Mengenal 5 Tipe Software CRM dan Kegunaannya

Selangkah Lebih Maju dengan Teknologi AI

Apapun tantangan yang akan dihadapi, teknologi AI tetap worth it untuk digunakan dalam bisnis terutama bisnis skala besar yang memiliki kompleksitas operasional yang tinggi. Penghematan energi, sumber daya, dan waktu menjadi alasan utama mengapa teknologi AI banyak dilirik meskipun penggunaannya yang mungkin tidak mudah bagi semua orang.

Dan bagi Anda yang tertarik dengan teknologi AI namun masih menemui masalah di atas, Sasana Digital memberikan solusi transformasi digital yang dapat diandalkan. Kami akan membantu implementasi AI di dalam bisnis Anda, terutama di divisi yang krusial tanpa repot!

5 Teknik Legal dan Akurat Untuk Memahami Strategi Kompetitor Anda

5 Teknik Legal dan Akurat Untuk Memahami Strategi Kompetitor Anda

Berencana untuk memata-matai kompetitor? Cari tahu bagaimana teknik mata-mata kompetitor yang legal di sini! Dijamin ampuh

Dalam menjalankan strategi pengembangan perusahaan, melakukan riset terhadap strategi existing kompetitor memang sudah hal yang wajib. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa strategi kompetitor tidak bertabrakan dengan strategi kampanye Anda.

Bayangkan saja kalau Anda berencana mengeksekusi strategi diskon 30% dan ternyata kompetitor Anda sedang mengadakan diskon 50%, maka strategi Anda tadi tidak akan berguna.

Nah sayangnya memata-matai kompetitor bukanlah hal yang mudah. Anda tidak mungkin meletakkan pekerja Anda sebagai mata-mata di perusahaan kompetitor bukan? Atau datang ke kantor mereka lalu masuk-masuk ke ruangan marketing juga tidaklah mungkin. Bagaimana cara legal dan tepat untuk memantau kompetitor secara diam-diam?

Facebook Ad Library

Jika Anda berencana menggunakan Facebook dan Instagram Ads dalam strategi pemasaran berikutnya, maka Anda bisa menggunakan Facebook Ads Library untuk mengetahui jenis iklan yang digunakan oleh kompetitor saat ini.

Facebook Ad Library sendiri merupakan tool resmi dan gratis dari Facebook yang memang digunakan untuk melihat daftar iklan yang sedang dijalankan oleh akun-akun terdaftar. Fungsi aslinya adalah untuk memberikan informasi dunia iklan Facebook secara transparan pada masyarakat luas.

Anda bisa memasukan username dari akun kompetitor Anda dan semua iklan yang mereka jalankan akan langsung terlihat. Mulai dari penempatan, creatives, caption, sampai jenis CTA yang digunakan.

Perlu diketahui bahwa Facebook Ad Library hanya bisa mengecek iklan yang sedang aktif. Anda tidak bisa melihat iklan yang sudah dimatikan atau iklan yang akan dijadwalkan. Sehingga disarankan untuk mengecek secara berkala.

Baca juga: 5 Kursus Digital Marketing Gratis yang Bisa Anda Pelajari Untuk Pemula

Cek Ranking SEO Mereka

SEO merupakan salah satu strategi organik yang mengandalkan mesin pencari sebagai sumber utamanya. Dan karena bisa diakses oleh semua orang, maka Anda pun bisa memantau bagaimana posisi website kompetitor terhadap keyword yang akan Anda bidik secara legal.

Anda bisa menggunakan tools pihak ketiga seperti SEMRush, WhatsMySERP, atau sejenisnya. Semua tools itu akan membantu Anda untuk memantau posisi domain website kompetitor secara berkala, tanpa memberi tahu mereka alias diam-diam. Dan tentu saja, setelah itu Anda bisa mengeksekusi strategi SEO pamungkas Anda setelah memahami apa yang dilakukan oleh kompetitor.

Namun terkadang hasil pencarian dari satu perangkat dengan perangkat lain bisa berbeda karena adanya personalized result dari Google.

Follow Sosial Medianya dan Pantau Kontennya

Sosial media juga merupakan ruang publik yang bisa diakses oleh banyak orang, dan karena itu sosial media menjadi salah satu channel strategi pemasaran yang sangat efektif.

Anda bisa mengikuti akun yang dikelola oleh kompetitor lalu menganalisa kegiatan yang mereka lakukan setiap harinya. Mulai dari konten, hashtag, atau influencer yang mereka pilih untuk mendapatkan jangkauan.

Setelah Anda mengetahuinya, Anda bisa melakukan strategi komplementer yaitu dengan melengkapi kekurangan yang ada dari akun kompetitor Anda. Ini adalah strategi yang paling umum, dan biasanya akan saling berbalas-balasan di kemudian hari.

Cek Sumber Backlink Mereka

Masih berhubungan dengan strategi SEO, Anda juga bisa menemukan daftar tempat backlink (link referensi) ditanam dengan bantuan tools pihak ketiga seperti ahrefs atau SEMRush. Dengan begitu, Anda bisa tahu bagaimana profil backlink yang ditanamkan oleh kompetitor Anda.

Selanjutnya tentu saja Anda bisa ikut menanamkan di lokasi yang sama. Ingat Anda tidak harus terpaku pada kompetitor saja, namun bisa juga menganalisa website lain yang tidak ada hubungannya dengan bisnis Anda untuk mendapatkan informasi backlink yang lebih luas.

Baca juga: Berbagai Kemudahan Bisnis di Era Digital, Mulai Dari Funnel Marketing Hingga Integrasi

Cek Sumber Traffic Melalui SimilarWeb

SimilarWeb merupakan tool digital marketing yang berguna untuk mengintip profil pengunjung dari website yang ada di dunia internet.

Informasinya memang hanya bersifat gambaran umum, namun Anda bisa mendapatkan informasi yang cukup tentang sumber traffic yang dimiliki oleh kompetitor Anda. 

Namun SimilarWeb hanya bisa menganalisa jika website yang ingin Anda ‘intip’ sudah terdaftar di database mereka dan sudah mendapatkan data yang cukup. Jika kompetitor Anda masih belum memiliki jumlah pengunjung yang memadai, maka Anda tidak bisa melakukan strategi ini.

Pantau dan Menangkan Kompetisi Bisnis Anda

Gunakan strategi-strategi di atas untuk mendapatkan pemahaman komprehensif tentang kompetitor Anda. Dengan begitu, Anda bisa mempersiapkan atau menyesuaikan strategi yang lebih matang dan lebih membawakan dampak pada pelanggan, sehingga membuat mereka berpaling pada Anda.

Strategi di atas termasuk dalam strategi digital marketing bagian competitive research. Anda bisa mempelajarinya lebih jauh di dalam training digital marketing yang kami sediakan.

Data, Kunci Kesuksesan Bisnis di Era Revolusi Industri 4.0

Data, Kunci Kesuksesan Bisnis di Era Revolusi Industri 4.0

Pengambilan keputusan berbasis data merupakan strategi pengembangan yang terbaik. Dengan data, Anda bisa mengurangi resiko kesalahan dalam keputusan.

Dalam dunia digital, data bisa dibilang lebih berharga daripada emas. Data-data pengguna adalah harta yang paling berharga, sebab dari sanalah sumber potensial pendapatan bisnis Anda. Terutama jika Anda menggunakan digital marketing sebagai salah satu strategi pemasaran yang Anda lakukan.

Mengapa Data Sangat Penting?

Setiap pengguna atau calon pelanggan berinteraksi dengan aset digital Anda, mereka akan meninggalkan suatu ‘jejak’. Entah jejak yang ditinggalkan secara tidak langsung (lewat tracking code yang Anda pasang) atau jejak yang langsung (seperti data pribadi yang ditinggalkan).

Data ini bisa digunakan sebagai evaluasi strategi, atau bahkan digunakan didalam strategi itu sendiri sebagai remarketing (khusus jika Anda menggunakan paid advertising).

Contoh Data yang Bisa Anda Manfaatkan

Semakin lengkap data yang Anda miliki, maka semakin dekat juga Anda pada kesuksesan. Dan tentu saja ada berbagai data yang bisa Anda ambil untuk memahami bagaimana pasar bergerak.

Data Biaya Akuisisi Digital Marketing

Jika Anda menggunakan strategi pemasaran berbayar seperti Google Ads, data biaya akuisisi adalah kunci utama kesuksesan iklan Anda. Dengan biaya akuisisi yang jelas, Anda bisa mengetahui berapa pengeluaran iklan yang paling efektif dan memberikan profit pada bisnis.

Baca juga: Ketahui Keuntungan Dari Otomasi Data Beserta Contoh Kasusnya

Tentu saja biaya akuisisi tidak didapatkan begitu saja, ada berbagai proses yang memakan waktu yang perlu dijalankan. Umumnya Anda perlu waktu sekitar 2-3 bulan untuk mendapatkan informasi biaya akuisisi yang paling tepat dari strategi digital marketing Anda.

Data Keyword Traffic

Keyword merupakan harta karun yang paling berharga, terutama jika Anda menggunakan strategi SEO dalam mengembangkan perusahaan. Mengetahui data keyword sama saja dengan mengetahui jalan menuju ke tujuan Anda secara tepat.

Apalagi jika Anda baru mau mengoptimasi website Anda di halaman hasil pencarian, umumnya orang tidak tahu jenis keyword apa yang seharusnya ditarget. Jika Anda sudah memilikinya, tentu itu akan menjadi awal yang bagus.

Anda bisa mendapatkan data ini lewat tools yang disediakan oleh Google, yaitu dari Keyword Planner untuk Anda yang mencari insight keyword yang baru, atau dari Google Search Console jika Anda ingin mencari informasi keyword dari website yang sudah Anda miliki sebelumnya.

Data Sumber Datangnya Pelanggan

Menemukan sumber yang tepat untuk mendapatkan pelanggan merupakan salah satu perkara yang cukup penting dalam dunia digital. Sekali Anda menemukan lokasi dimana calon pelanggan potensial Anda berkumpul, maka Anda dapat mengembangkan bisnis dengan lebih terarah, sebab Anda sudah tahu dimana seharusnya Anda berpromosi.

Data Trend Pelanggan

Selanjutnya adalah data trend pelanggan, seperti apa saja ketertarikan yang dimiliki oleh calon pelanggan saat ini atau preferensi produk/jasa yang diinginkan oleh calon pelanggan.

Dengan memiliki data ini, maka Anda bisa membuat produk atau paket layanan yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Yang artinya bisa meningkatkan relevansi antara kebutuhan mereka dengan apa yang Anda tawarkan.

Baca juga: Mengenal 4 Scope Data Utama di Dalam Google Analytics

Sudahkah Anda Memaksimalkan Data yang Anda Miliki?

Setelah membaca contoh di atas, Anda tentu sudah paham mengapa data menjadi aset berharga bukan? Meski pada faktanya data tidak bisa diperjualbelikan, tapi nilai intrinsiknya bisa lebih mahal dari mata uang atau komoditas apapun.

Jangan lupa untuk selalu menerapkan privacy first dalam mendapatkan data pelanggan. Selalu bercermin pada diri sendiri dan bertanya apakah Anda sendiri akan memberikan data jika diberikan pengalaman yang serupa.