fbpx
Metode Penerapan Lean Management dengan PDCA (Plan Do Control Act)

Metode Penerapan Lean Management dengan PDCA (Plan Do Check Act)

Lean management bukan proses satu kali jadi dan harus dilakukan secara konsisten selama perusahaan berdiri. Cari tahu bagaimana metode PDCA dapat membantu implementasi Lean management Anda!

Kompleksitas industri bukanlah masalah yang mudah untuk diselesaikan. Karena itu banyak sekali metode manajemen dan improvisasi yang digagas oleh berbagai praktisi bisnis, dan salah satunya adalah metode Lean management yang berfokus pada pengurangan pemborosan dan peningkatan value.

Tapi tidak bisa dipungkiri, tidak ada metode yang bergaransi 100% sukses. Begitupun juga dengan Lean management, dengan anda mengimplementasikannya bukan berarti perusahaan anda akan langsung lebih baik begitu saja. Ada langkah dan metodologi yang perlu anda lakukan terlebih dahulu dan salah satunya adalah PDCA.

Apa Itu PDCA?

PDCA merupakan salah satu metode improvisasi dalam siklus penerapan Lean management. Diketahui ada 70-80% perusahaan yang tidak mendapatkan manfaat yang terukur dari proyek Lean mereka karena tidak menggunakan metode PDCA ini.

PDCA sendiri memiliki kepanjangan Plan, Do, Check, dan Action. Keempatnya saling berkaitan dan membantu Anda dalam penerapan Lean management di dalam industri.

Plan

Plan artinya merencanakan. Di dalam Lean management, Anda harus mengetahui value apa yang dikejar dan pemborosan apa yang akan dihilangkan di dalam perusahaan Anda. Dan di tahap inilah, anda perlu menentukan terlebih dahulu 2 hal tersebut.

Ketahui terlebih dahulu masalah-masalah yang biasa dihadapi perusahaan, seperti:

  • Proses apa yang biasa dilalui sebelum produk bisa diproduksi?
  • Sumber daya apa saja yang dimiliki?
  • Berapa nilai jual yang seharusnya ditentukan agar pasar bisa menerima produk atau jasa?

Jawab pertanyaan tadi dan definisikan bagaimana langkah-langkah yang dibutuhkan untuk melakukan improvisasi. Cari tahu titik kuat dan titik lemah yang ada di dalam perusahaan sebelum menentukan langkah.

Baca juga: Mencegah Pemborosan Dengan Penerapan Lean Manufacturing

Bergantung dari skala perusahaan, proses dari plan ini bisa panjang atau singkat. Di beberapa kasus, bisa jadi proses ini yang membutuhkan sumber daya paling banyak dibandingkan dengan yang lain.

Do

Rencana yang dibuat hanya akan berguna jika ada aksi yang dihasilkan. Perusahaan biasanya jago membuat rencana, tapi setelah itu tidak dikerjakan sama sekali. Artinya, sama saja bohong.

Tetap ingat bahwa Lean berfokus pada pengurangan pemborosan! Jangan sampai proses do yang anda lakukan malah semakin memperparah kondisi yang sudah ada. Inilah mengapa anda perlu membuat rencana terlebih dahulu sebelum melakukan sesuatu.

Terakhir, bisa jadi ada masalah yang tak terduga di tengah proses eksekusi rencana, sebaik apapun Anda merencanakannya. Anda boleh melakukan penyesuaian, tetapi jangan ganti tujuan akhir anda.

Check

Setelah anda melakukan hal yang sudah anda rencanakan, sekarang waktunya untuk mengecek apakah hal yang anda lakukan sudah menghasilkan tujuan yang anda inginkan. 

Laporkan setiap detil aktivitas yang dilakukan sebelumnya, dan tentu saja berikut dengan hasil yang didapatkan. Cari tahu apakah hasil-hasil tadi sesuai dengan apa yang anda rencanakan di tahap pertama, atau ada beberapa hasil yang meleset.

Di tahap inilah seharusnya Anda mengetahui, apakah Lean yang anda lakukan memberikan dampak yang terukur atau tidak. Jika jawabannya adalah tidak, maka cek lagi plan Anda apakah diagnosis Anda di awal sudah tepat atau mungkin Anda melewatkan sesuatu.

Act

Waktunya mengimprovisasi hasil pengecekan yang anda temukan di tahap sebelumnya. Dalam 5 prinsip Lean management, prinsip kelima adalah improvisasi dan optimasi dan tentunya tahap ini sangatlah cocok untuk konsep tersebut.

Baca juga: Mengenal Konsep Lean Management Dalam Industri Manufaktur

Jika anda sudah mendapatkan hasil yang diinginkan, kembali lagi ke tahap pertama dan cari tahu lagi bagian mana yang masih menghasilkan pemborosan, atau apakah value dari produk/jasa anda masih bisa dimaksimalkan lagi.

PDCA Membantu Efektivitas Lean Management

Selamat, Anda sudah berhasil melakukan improvisasi pertama dalam proyek Lean pertama Anda. Lakukan proses ini secara berulang sesuai dengan koridor proyek Lean Anda, maka niscaya efisiensi dan produktivitas perusahaan bisa terus meningkat.

Dan perlu diingat bahwa Lean tidak hanya bisa diimplementasikan di proyek skala besar, tapi juga bisa dimulai dari manajemen dan administratif terlebih dahulu. Selalu mulai dari hal kecil, sebelum menuju ke hal yang lebih besar.

Sasana Digital juga menghadirkan tim expert dari Lean management. Anda bisa berdiskusi dan mendapatkan informasi seputar dunia Lean dan industri 4.0 langsung dari ahlinya. Temukan lebih lanjut di webinar Lean dan Industri 4.0 kami.

Webinar Lean dan Industri 4.0

Mengenal Konsep Lean Management Dalam Industri Manufaktur

Mengenal Konsep Lean Management Dalam Industri Manufaktur

Lean management berfokus pada manajemen aktivitas, yaitu dengan mengeliminasi aktivitas yang tidak memberikan dampak langsung dan memprioritaskan yang sebaliknya. Bagaimana cara kerja dan dampaknya?

Lean management sebenarnya sudah diimplementasikan sejak jaman dulu. Toyota merupakan salah satu pionir perusahaan yang menerapkan sistem Lean management pada proses manufakturnya. Berkat Lean management, Toyota diketahui berhasil menekan biaya produksi serta mengurangi pemborosan yang dihasilkan dari proses produksinya.

Sekilas Tentang Lean Management

Pada dasarnya, Lean management menitikberatkan pada menghilangkan pemborosan dan mengurangi proses yang tidak perlu. Faktanya, Lean management tidak hanya bisa diterapkan pada industri skala multinasional saja. Tapi juga bisa diimplementasikan pada organisasi skala kecil, bahkan untuk startup dan UMKM.

Ketika dilakukan dengan baik dan terencana, maka Lean management diketahui bisa meningkatkan efisiensi, masa siklus, produktivitas, dan pemborosan yang nantinya bisa menekan biaya produksi dan meningkatkan daya saing perusahaan di pasar global.

5 Prinsip Utama Dalam Lean Management

Lean management berpegang pada 5 prinsip utama. Kelimanya saling berhubungan dan tidak bisa diambil sendiri-sendiri:

Fokus Terhadap Value

Selalu berorientasi pada hal yang esensial untuk pelanggan Anda. Hanya produksi barang atau jasa yang memberikan dampak pada pelanggan, dan tinggalkan yang lain.

Beberapa pertanyaan yang bisa membantu Anda dalam menemukan value dari produk Anda:

  • Bagaimana timeline dari produksi dan distribusi yang dibutuhkan?
  • Berapa harga yang paling cocok?
  • Bagaimana persyaratan dan kondisi yang perlu dipenuhi?

Dengan berfokus pada value, Anda bisa mulai mengurangi proses yang tidak perlu dan kemudian menemukan hal-hal esensial yang perlu Anda lakukan.

Menciptakan Value Stream dan Mengeliminasi Sisanya

Setelah Anda menemukan value dari produk atau jasa Anda, sekarang waktunya untuk menciptakan stream produksi untuk mengejar value tersebut (Value Stream). Dalam Lean management, proses ini cukup vital. Sebab disinilah Anda akan menemukan proses-proses yang seharusnya tidak perlu dilakukan dan membuang waktu.

Value stream yang dimaksud tentu tidak hanya terbatas pada kegiatan produksi itu sendiri. Tapi juga hubungannya dengan divisi lain, seperti sumber daya manusia, desain, pengadaan, atau layanan pelanggan (customer service).

Salah satu cara yang biasa dilakukan adalah dengan membuat gambaran singkat tentang bagaimana produksi berlangsung secara garis besar. Di poin ini juga Anda akan semakin memahami bagaimana operasional bisnis Anda yang sebenarnya.

Menciptakan Flow Tanpa Hambatan

Selanjutnya Anda perlu meyakinkan bahwa value stream tadi berjalan dengan mulus dan tanpa hambatan.

LEI (Lean Enterprise Institute – Institute Lean untuk Bisnis) menganjurkan para pelaku Lean management untuk memastikan bahwa proses berbasis value yang tadi, bergerak dalam alur yang ketat sehingga produk atau jasa bisa dinikmati oleh pelanggan dengan mulus.

Dapatkan informasi lebih lanjut seputar Lean management di era revolusi industri 4.0 

Dan memang ini bukan hal mudah, karena bisa jadi Anda harus mengecek proses yang terjadi di luar perusahaan (seperti dengan partner, misalnya). Namun jika Anda berhasil melakukannya, maka tingkat produktivitas bisa meningkat pesat (bahkan bisa lebih dari 50% dibandingkan sebelumnya).

Menggunakan Sistem “Pull”

Tidak menimbun inventori, namun tetap berfokus dalam pemenuhan kebutuhan pelanggan terkait produk dan jasa adalah poin penting berikutnya yang perlu anda lakukan.

Sistem “pull” memiliki arti bahwa pelanggan bisa menarik (pull) produk dan jasa ketika mereka membutuhkannya. Ini artinya, perusahaan hanya memproduksi produk dan jasa dalam jumlah yang dibutuhkan di waktu yang tepat.

Goal dari konsep ini adalah untuk menghilangkan penimbunan sumber daya yang tidak perlu. Sehingga mengurangi biaya perawatan mahal yang berdampak pada kenaikan harga jual.

Improvisasi dan Pengembangan

Tahap terakhir adalah bagaimana caranya agar Anda bisa mengembangkan kembali keempat konsep yang sudah Anda jalankan sebelumnya. Tetap terus mengulang proses dan menghilangkan pemborosan dan kegiatan yang tidak perlu di masa mendatang.

Baca juga:

Perlu diingat bahwa Lean bukanlah proses yang sekali jadi lalu tinggal. Anda tetap harus mengulanginya lagi dan lagi, mengingat proses yang tidak efisien dan pemborosan yang tidak perlu bisa muncul di mana saja.

Tingkatkan Produktivitas dan Efisiensi dengan Penerapan Lean

Jika Anda berhasil memahami dan mengimplementasikan prinsip Lean dengan benar, peningkatan produktivitas dan efisiensi akan didapat. Telah banyak perusahaan yang mampu meningkatkan produktivitasnya secara signifikan, 40 hingga 60 persen, dengan Lean. Hebatnya, pencapaian tersebut didapat dalam periode waktu yang relatif singkat dan invenstasi minimum.

Untuk menghindari kegagalan Lean, perusahaan harus bisa mengaplikasikan Lean di benak manajemen sebelum bisa mengaplikasikannya di tempat-tempat lain.

Sasana Digital hadir bersama Lean Manufacturing 4.0 Expert untuk berdiskusi mengenai potensi dan peluang Lean dalam pertumbuhan perusahaan dengan menghilangkan pemborosan tersebut di Era Industri 4.0 saat ini. Klik gambar di bawah untuk informasi lebih lanjut:

Lean Management Webinar

Mencegah Pemborosan Dengan Penerapan Lean Manufacturing

Kinerja perusahaan dinilai dari kemampuan suatu perusahaan untuk menciptakan proses yang efektif dan efisien. Untuk meningkatkan kinerja perusahaan, diperlukan perbaikan secara terus-menerus. Banyak pemborosan yang terjadi di perusahaan tanpa disadari oleh pelakunya. Selama ini perusahaan merasakan adanya pemborosan yang sering terjadi. Tetapi perusahaan jarang melakukan pengukuran. Padahal, pemborosan sangat berpotensi mengurangi efisiensi perusahaan.

Lean Manufacturing merupakan konsep manufaktur untuk menghasilkan produk yang efisien dengan mengurangi biaya produksi melalui efisiensi. Ini merupakan konsep perampingan produksi yang berasal dari Jepang. Konsep Lean diadopsi dari sistem produksi Toyota dan berorientasi pada pengurangan waste (pemborosan) yang terjadi pada sistem produksi agar berjalan dengan efektif dan efisien.

Dalam konsep Lean, dikenal 7 macam pemborosan yang meliputi produksi berlebih, transportasi material yang berlebihan, menunggu, proses yang tidak perlu, persediaan, pergerakan dan cacat produk.Lean Manufacturing berupaya untuk menciptakan aliran produksi sepanjang value stream dengan menghilangkan segala bentuk pemborosan serta meningkatkan nilai tambah produk kepada pelanggan.

Lean Manufacturing mendorong terciptanya fleksibilitas pada sistem produksi yang mampu beradaptasi secara cepat terhadap perubahan kebutuhan pelanggan dengan sistem produksi yang ramping dan persediaan yang rendah. Selain itu, pendekatan ini dapat mengurangi unecessary inventory, menambah pengetahuan mengenai proses produksi, menghemat biaya, pengurangan cacat sehingga kualitas meningkat, mengurangi lead time produksi dan mengurangi pemborosan.

Konsep pendekatan ini dirintis oleh Taichi Ohno dan Shigeo Shingo dimana implementasi dari konsep ini didasarkan pada 5 prinsip:

1. Menentukkan keinginan pelanggan
2. Menciptakan value stream
3. Membuat proses mengalir one piece flow
4. Menggunakan sistem pull
5. Mengulangi improvement terus menerus

Dalam aplikasi lean, pemborosan atau waste harus di eliminasi. Pemborosan merupakan aktivitas yang tidak memiliki nilai tambah. Oleh karena itu, pemborosan harus di eliminasi karena dapat menyebabkan proses produksi menjadi tidak efisien. Tujuh pemborosan yang umumnya muncul dalam industri manufacturing tersebut terdiri dari:

1. Waste of Overproduction (Produksi yang Berlebihan)
Pemborosan yang terjadi karena kelebihan produksi. Hal tersebut bisa dikarenakan set up mesin yang lama, kualitas yang renah, atau tidak adanya production planning yang akurat.

2. Waste of Inventory (Inventori)
Pemborosan yang terjadi karena inventori merupakan salah satu akibat dari waste overproduction dan menjadi indikasi menurunnya kinerja penjualan.

3. Waste of Defects (Cacat/Kerusakan)
Pemborosan yang terjadi karena buruknya kualitas atau adanya kerusakan (defect) sehingga diperlukan perbaikan.

4. Waste of Transportation (Pemindahan/Transportasi)
Pemborosan yang terjadi karena tata letak (layout) produksi yang buruk, pengorganisasian tempat kerja yang kurang baik

5. Waste of Motion (Gerakan)
Pemborosan yang terjadi karena gerakan/aktivitas pekerja maupun mesin yang tidak perlu dan tidak memberikan nilai tambah terhadap produk.

6. Waste of Waiting (Menunggu)
Pemborosan yang terjadi karena proses yang tidak seimbang, kerusakan mesin, supply komponen yang terlambat, hilangnya alat kerja atau menunggu keputusan dan informasi tertentu.

7. Waste of Overprocessing (Proses yang berlebihan)
Pemborosan terjadi karena prosesnya tidak bisa memberikan nilai tambah bagi produk yang diproduksi maupun customer.

Dalam mengenali dan menghilangkan pemborosan tersebut, tentu perusahaan perlu menerapkan Lean Manufacturing! Namun, apakah Lean Manufacturing masih relevan dalam membuat proses produksi menjadi lebih produktif, agile, dan mampu menciptakan barang dan kualitas terbaik? Maksimalkan potensi dan pertumbuhan yang ada dengan diskusi bersama Sasana Digital dan Lean Manufacturing 4.0 Expert ada FREE WEBINAR berikut:

Sejarah Singkat Enterprise Resource Software (ERP) di Dunia

Sejarah Singkat Software Enterprise Resource Planning (ERP) di Dunia

ERP telah berevolusi setelah lebih dari 50 tahun dikembangkan. Ketahui bagaimana perkembangan ERP sejak pertama kali ditemukan di tahun 1960 silam.

Sebagai sebuah software yang diciptakan untuk kemudahan manajemen industri, ERP atau yang disebut Enterprise Resource Planning tentunya memiliki sejarah yang cukup panjang.

Fungsi Utama Enterprise Resource Planning

Enterprise Resource Planning memiliki fungsi utama untuk mengatur jalannya bisnis anda, dengan cara mengintegrasikan semua aspek sistem dari dalam bisnis. Mulai dari aspek produksi, distribusi, sampai promosi.

Bahkan untuk industri skala manufaktur, ERP dikenal luas sebagai software untuk melakukan proses otomasi. Yang jelas, ERP telah banyak digunakan dan membantu berbagai industri baik skala kecil maupun besarm.

Sejarah Pengembangan ERP di Dunia 

Sistem yang kompleks tidak mungkin datang secara tiba-tiba. ERP yang paling pertama diketahui telah muncul sejak 1960-an, meskipun masih belum disebut sebagai ERP namun basis konsepnya hampir sama.

Tahun 1960

Di tahun ini software ERP belum ada, namun konsepnya sudah muncul dan mulai digunakan untuk menangani masalah industri yang sederhana. Saat itu, software hanya digunakan untuk melakukan monitoring inventaris, informasi saldo perusahaan, sampai melaporkan status pekerjaan.

Meskipun sederhana, software tersebut sudah menggunakan sistem sentralisasi komputer. Yang artinya data disimpan di satu komputer sentral (Big Data) dan kemudian bisa diakses dari komputer lain, meskipun hanya pada jaringan lokal.

Baca Juga: Teknologi Production Software Masa Kini: Manufacturing Execution System (MES)

Tahun 1970

Satu dekade kemudian, sistem yang baru tadi dikembangkan lebih lanjut dan disebut sebagai MRP atau Manufacturing Resource Planning. Sistem MRP diketahui telah berkembang menjadi lebih kompleks dibandingkan dengan apa yang ada di tahun 1960, sehingga bisa membantu masalah manufaktur yang lebih sulit.

Tahun 1980

Software dikembangkan lebih lanjut lagi dan mengalami peningkatan versi menjadi MRP-II. Di versi yang inilah, software sudah mulai bisa menangani penjadwalan proses produksi manufaktur (yang diketahui adalah bagian yang paling vital dalam industri).

Tahun 1990

Gartner Group menyebut sistem ini sebagai ERP untuk pertama kalinya di tahun 1990. Sistem ERP yang dulunya hanya menangani gudang, sekarang sudah bisa diintegrasikan dengan masalah yang ada di dalam kantor, seperti informasi sales dan prediksi finansial.

Ini membuat informasi di dalam ERP menjadi semakin lengkap, dan tentunya semakin sulit untuk diproses. Beberapa fitur yang kita ketahui di ERP sekarang, sudah ada sejak ERP di era tahun 1990 ini.

Tahun 2000-an

Dengan masuknya pengaruh internet di era 2000-an, penggunaan ERP menjadi semakin luas dan melampaui batas jarak dan ruang. Sekarang sistem ERP bisa digunakan oleh divisi manapun secara seamless tanpa perlu saling menunggu. Orang yang ada di gudang, bisa mengakses informasi produksi lewat aplikasi ERP tanpa perlu kembali ke pabrik terlebih dahulu.

Baca Juga: 5 Contoh Pemanfaatan Teknologi Berbasis Real Time Data

Sudahkah Anda Memanfaatkan ERP di Industri Anda?

Dengan mengetahui bagaimana ERP bekerja secara komprehensif, anda tentu bisa meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja di dalam industri anda. ERP banyak digunakan untuk menyelesaikan masalah kontra produktif, seperti perencanaan atau analisa data menjadi lebih cepat.

Sekarang apakah anda sudah memanfaatkan ERP di bisnis anda? Perlu anda ketahui bahwa ERP tidak hanya terbatas pada industri manufaktur saja, jika anda adalah industri yang bergerak di bidang teknologi (IT) sekalipun, ERP juga bisa membantu anda dalam mengotomasi bisnis menjadi lebih efisien.

Jika anda ingin tahu lebih lanjut tentang bagaimana pengaruh ERP terhadap perkembangan bisnis, anda bisa merujuk ke halaman tentang ERP System yang ada di Sasana Digital.

Teknologi Production Software Masa Kini: Manufacturing Execution System

Teknologi Production Software Masa Kini: Manufacturing Execution System (MES)

Manufacturing Execution System (MES) merupakan salah satu software manajemen produksi yang berguna untuk mengambil data secara otomatis. Bagaimana cara kerjanya?

Dalam dunia manufaktur, hasil adalah yang utama. Dan dari banyaknya software management produksi yang beredar di pasaran, Manufacturing Execution System atau biasa disebut MES adalah software yang tepat untuk memantau proses dan hasil dari semua kegiatan produksi pabrik.

Apa Itu Manufacturing Execution System?

MES merupakan salah satu jenis software manajemen dan automasi produksi yang berfungsi untuk mencatat hasil (Output) dari kegiatan manufaktur. Hal ini termasuk pencatatan management supply, output produksi, dan performa SDM secara real time.

Di dalam dunia pabrik, jika output tidak sesuai dengan perhitungan awal dan harga bahan baku, maka potensi masalah bisa terjadi. Salah satunya adalah dampak kepada cashflow perusahaan yang menjadi tidak sesuai. Tentu saja karena barang baku yang masuk tidak sesuai dengan hasil yang terproduksi.

5 Fungsi Utama Manufacturing Execution System

Mengingat betapa krusialnya masalah di atas, maka MES bisa menjadi solusi bagi industri manufaktur dalam memantau hasil dan proses produksi mereka. Semua proses dan hasilnya akan tercatat otomatis sehingga efisiensi dalam kegiatan produksi akan semakin meningkat.

Otomasi Laporan Produksi

Memasukan data secara manual dari lapangan ke dalam komputer tentu memakan waktu yang cukup banyak, belum lagi ada rasio kesalahan yang bisa jadi cukup besar.

Karena itu, MES bisa membantu perusahaan untuk melakukan pencatatan produksi langsung ketika prosesnya berjalan tanpa adanya delay input dari manusia ke komputer. Ini juga meningkatkan presisi dari data yang diinput serta memangkas waktu yang diperlukan untuk mengetik ke dalam excel.

Optimalisasi Data dan Informasi

Karena bisa memasukkan data secara otomatis, maka data yang dimasukkan bisa lebih beragam tanpa perlu menambah waktu atau SDM yang diperlukan. Data yang ada di dalam perusahaan pun menjadi semakin optimal, dan semakin mudah untuk mengetahui titik lemah dari pabrik dan kemudian memperbaikinya.

Temukan solusi otomasi dan optimalisasi data di halaman transformasi digital kami.

Monitor Output Produksi Secara Real Time

Dengan data yang diinput otomatis, maka pengecekan output produksi pun bisa langsung dilakukan di tempat tanpa perlu menunggu ada yang menginput data terlebih dahulu.Selanjutnya tim bisa langsung melakukan pengecekan apakah data hasil produksi yang masuk ke dalam MES dan ERP sesuai dengan hasil yang ada di lapangan atau tidak. Bila ada masalah, tim bisa langsung melakukan tindakan yang dianggap perlu.

Mengidentifikasi Performa Mesin/Proses

Dalam proses produksi, masalah mesin bukanlah hal yang bisa diabaikan. Masalah mesin juga bisa berakibat pada kualitas barang hasil produksi dan tentunya bisa berdampak pada perusahaan.

Karena itu MES bisa membantu perusahaan untuk memonitor dan menemukan potensi masalah yang bisa timbul di tengah proses produksi, kemudian mengambil langkah langsung tanpa perlu menunggu. Ini tentu meningkatkan efisiensi dalam kolaborasi antar di divisi produksi.

Meningkatkan Akurasi Perencanaan Produksi

Dengan data yang presisi dan otomatis, maka perencanaan produksi yang bisa dibuat oleh tim perencana perusahaan pun bisa lebih akurat. Semua data dari MES bisa diintegrasikan dengan ERP System (jika anda memilikinya), kemudian anda bisa mendapatkan prediksi dalam proses produksi berikutnya.

MES Dapat Membantu Efisiensi Sumber Daya Produksi Anda

Setelah anda melihat bagaimana kelebihan yang ditawarkan oleh Manufacturing Production System ini, anda tentu tahu bagaimana cara mengefisiensikan lagi proses produksi anda. Dengan melakukan otomasi pada proses manufaktur, maka anda bisa menghemat waktu, tenaga, dan mendapatkan data yang lebih akurat untuk pertumbuhan perusahaan anda di masa mendatang.

Sasana digital memberikan solusi komprehensif pada perkembangan bisnis dan industri manufaktur dengan memberikan solusi revolusi industri 4.0 dan transformasi digital.

Apa Itu Digitalisasi Serta Perannya di Dunia Bisnis dan Industri

Apa Itu Digitalisasi Serta Perannya di Dunia Bisnis dan Industri

Digitalisasi bisnis menjadi topik yang sering diperbincangkan belakangan ini. Pelajari mengapa digitalisasi krusial bagi bisnis anda.

Kata “digitalisasi” mungkin sudah tidak asing lagi di telinga anda. Secara harafiah, digitalisasi berarti mengubah sesuatu menjadi digital alias memanfaatkan teknologi. Di dunia industri dan bisnis sendiri, kata digitalisasi sudah menjadi primadona dan belakangan ini sudah menjadi tren tersendiri.

Digitalisasi Bisnis Bukan Sembarang Go Digital

Di era revolusi industri 4.0, mereka yang tidak bisa menjadikan digitalisasi menjadi sahabatnya akan tergusur perlahan-lahan. Bagaimana tidak, digitalisasi telah merubah berbagai landskap bisnis di tanah air. Dari yang semula dilakukan manual, sekarang sudah menjadi otomatis dan hemat biaya.

Bahkan pemerintah sendiri sudah mencanangkan program “Making Indonesia 4.0”, yang artinya pemerintah pun serius untuk mengubah Indonesia menjadi lebih melek digital.

Namun tentu saja maksud dari digitalisasi bisnis ini bukan semata-mata menggunakan teknologi untuk menggantikan tenaga manusia, tapi lebih kepada bagaimana caranya agar perusahaan bisa menciptakan sistem otomatis dan terintegrasi satu dengan yang lain.

Peran Digitalisasi di Dunia Bisnis dan Industri

Digitalisasi sudah dikenal sebagai salah satu metode untuk memangkas biaya operasional, tanpa mengorbankan kualitas produk/pelayanan atau bahkan malah meningkatkannya. Beberapa contoh digitalisasi di berbagai industri dan bisnis bisa anda lihat di daftar di bawah ini:

Digitalisasi Produksi

Jika kita kembali ke tahun 80-an, mungkin anda masih menemukan pabrik yang berisi ribuan buruh dan bekerja untuk memproduksi barang secara massal. Menggunakan tenaga manusia untuk produksi memang tidak ada salahnya, namun manusia pada umumnya memiliki masalah pada ketahanan dan konsistensi. Coba saja anda memotong 2 selotip dengan panjang yang sama 100%, apakah bisa?

Tapi tidak dengan teknologi digital. Sejak era revolusi industri 4.0 dimulai, lini produksi perlahan-lahan berpindah ke teknologi digital. Bahkan mesin yang notabene sudah teknologi sekalipun, masih bisa di-digitalisasi lagi seperti otomasi QC (Quality Control) dengan memanfaatkan algoritma pemrograman khusus berbasis AI (Artificial Intelligence/Kecerdasan Buatan).

Ini membuat hasil produksi yang dihasilkan menjadi lebih seragam kualitasnya, dan pengawas pun hanya perlu melakukan pengawasan minim. Mungkin saja mereka hanya perlu mengambil tindakan apabila sistem memberikan peringatan. Tentu saja ini merupakan perubahan yang sangat jauh, jika dibandingkan dengan menggunakan tenaga manusia seutuhnya.

Baca Juga: Digitalisasi Bisnis Sebagai Strategi Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0

Digitalisasi Keuangan

Dunia keuangan pun juga tidak luput dari sentuhan digitalisasi. Bahkan sekarang sudah ada mata uang digital yang jauh lebih praktis dan mudah digunakan dibandingkan uang fisik.

Selain munculnya mata uang digital, digitalisasi keuangan juga muncul dari sisi pencatatannya. Sejak menjamurnya aplikasi kasir dan pembukuan, para pelaku usaha sekarang bisa lebih mudah untuk mencatat kondisi keuangan bulanan bisnis mereka.

Dengan begitu, posisi neraca bisnis bisa diketahui dengan mudah dan akurat dibandingkan dengan hitung manual. Pelaku usaha juga tidak perlu khawatir data yang hilang, karena semua data bisa disimpan di cloud dan diakses dari perangkat mana pun.

Digitalisasi Laporan

Masih menulis laporan secara manual? Di jaman sekarang, bahkan laporan anda pun bisa diotomasi dan tercipta secara otomatis berkat bantuan kecerdasan buatan dari berbagai software.

Sebut saja Google Data Studio, yang bisa menampilkan data dari berbagai platform secara otomatis tanpa perlu input manual. Antarmukanya bahkan bisa didesain secantik mungkin sehingga bisa anda gunakan untuk presentasi saat itu juga, tanpa perlu melakukan modifikasi manual.

Digitalisasi laporan juga membantu para evaluator untuk menemukan kejanggalan dalam strategi mereka, baik yang positif maupun negatif. Misalnya jika di satu hari ada kenaikan penjualan drastis, maka mereka bisa menemukan penyebabnya karena laporan terintegrasi dengan sistem sales dan informasi marketing.

Digitalisasi Layanan

Layanan seperti customer service merupakan hal yang krusial di dalam dunia usaha, sebab tidak semua pelanggan bisa memahami tipe produk/jasa/layanan anda dalam sekali lihat saja.

Namun terkadang pertanyaan yang disampaikan pelanggan terlalu mendasar, dan sebenarnya bisa didapatkan dengan mudah jika mereka mau membaca detail lebih lanjut. Hanya saja, memang tidak semua pelanggan mau seperti itu.

Baca Juga: Apa yang Terjadi Jika Bisnis Gagal Merespon Revolusi Digital?

Karena itu digitalisasi layanan bisa membantu anda untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan kecil secara otomatis, tanpa menambah beban anda. Dengan teknologi chatbot, anda bisa memberikan jawaban personal secara otomatis. Bahkan anda bisa juga mengirimkan broadcast atau pengingat jika ada promosi yang sedang berlangsung ke pelanggan.

Digitalisasi Pemasaran

Digital marketing bisa dibilang merupakan salah satu inovasi yang cukup disruptif di dekade ini. Berkat kehadirannya, sekarang persaingan di pasar menjadi lebih sempurna dan tidak dikuasai oleh satu atau dua merk saja. Sebab usaha yang diperlukan untuk berpromosi sudah jauh lebih terjangkau.

Digital marketing memungkinkan pelaku usaha untuk berpromosi tanpa menguras budget. Di jaman dahulu, bisnis mungkin perlu ‘membakar’ modal sampai miliaran untuk beriklan. Itu pun hasilnya juga tidak bisa terukur secara akurat. Sejak kemunculan digital marketing, semua masalah itu bisa teratasi satu per satu.
 

 

Tanpa Digitalisasi, Anda Akan Tertinggal

Anda sudah melihat bagaimana digitalisasi membawa perubahan drastis pada dunia usaha. Sekarang pertanyaannya adalah, seberapa siapkah anda? Jika anda masih belum juga menerapkan digitalisasi di usaha anda, maka kemungkinan besar anda akan tertinggal oleh kompetitor yang sudah melakukannya di luar sana.

Ingat digitalisasi tidak hanya mengoptimasi usaha anda di eksternal, tapi juga di internal perusahaan. Karena itu, hanya dengan menerapkan digitalisasi eksternal saja (seperti marketing) itu tidak cukup. Harus juga dilengkapi dengan digitalisasi di dalam internal perusahaan, untuk mengoptimasi potensi perusahaan anda semaksimal mungkin.

Jika anda bingung harus memulai dari mana, anda bisa menggunakan jasa konsultan bisnis digital yang kami sediakan. Kami akan membantu anda untuk menemukan solusi digitalisasi yang cepat, dengan kemungkinan kesalahan terkecil.