fbpx
Mengenal Konsep Smart Manufacturing dan Trennya di Dunia Industri

Mengenal Konsep Smart Manufacturing dan Trennya di Dunia Industri

Smart manufacturing merupakan konsep baru di dunia industri manufaktur. Bagaimana konsep ini bisa membawa terobosan dan merubah landskap dunia manufaktur yang sebelumnya?

Apakah anda pernah mendengar ‘smart manufacturing’? Jika iya, apakah anda sudah memahami apa yang dimaksud dengan konsep tersebut? Secara sederhana, konsep smart manufacturing adalah menghadirkan kecanggihan otomasi teknologi di dalam industri manufaktur.

Konsep smart manufacturing sebenarnya dilatarbelakangi oleh kemunculan perangkat-perangkat pintar yang mulai muncul sejak tahun 2000-an. Teknologi komputer kian berkembang dari hari ke hari dan menggantikan tugas-tugas yang sebelumnya hanya bisa diselesaikan oleh manusia.

Smart Manufacturing dan Revolusi Industri 4.0

Sebelumnya kami sudah membahas perkembangan revolusi industri dari era pertama sampai keempat, dari sana sudah disebutkan bahwa revolusi industri 4.0 banyak melibatkan kecerdasan buatan (AI – Artificial Intelligence) dan Internet of Things. Kedua hal tersebut menciptakan konsep teknologi yang bisa saling terintegrasi satu sama lain dan memiliki algoritma yang bisa memahami permasalahan kompleks.

Sehingga terciptalah mesin-mesin produksi yang bisa melakukan kegiatan manufaktur secara otomatis. The Industrial Internet of Things atau IIoT merupakan sebutan dari mesin-mesin tersebut.

Perangkat IIoT diciptakan dengan kemampuan untuk terintegrasi dengan big data atau sekumpulan data besar. Nantinya IIoT bisa melihat, menganalisa, dan mengambil kesimpulan dari kumpulan data tersebut. Tentu saja semuanya dilakukan secara otomatis, sehingga manusia bisa mengambil keputusan lebih cepat.

Masalah Konkrit yang Diatasi Oleh Smart Manufacturing

Memang IIoT terdengar sangat keren, bahkan bisa dibilang khayalan jika kita melihatnya di masa lampau. Namun apakah kekerenan itu hanya sebatas gimmick belaka? Kira-kira masalah konkrit apa yang diselesaikan oleh konsep Smart Manufacturing dengan IIoT?

Maintenance Otomatis

Dulu, jadwal maintenance atau perawatan mesin harus dilakukan secara manual. Teknisi harus membongkar dan menservice berbagai mesin tanpa bantuan data apapun. Akibatnya, bisa saja terjadi salah diagnosis dari teknisi yang tidak menyelesaikan masalah mesin namun malah memperparah. Atau di kasus yang lebih sering terjadi, mesin harus ditunggu rusak terlebih dahulu sebelum bisa diservis.

Namun tidak dengan perangkat IIoT. Mesin-mesin bisa secara otomatis mengumpulkan data dari setiap detil perangkatnya, lalu menginformasikannya dalam bentuk visual interaktif kepada manusia. Ini membuat teknisi bisa langsung mengetahui mana saja bagian yang perlu dilakukan perawatan, tanpa perlu membongkar semua bagian mesin secara manual.

Data-data ini juga bisa diakses oleh siapapun, sehingga tidak harus selalu teknisi yang mengeceknya secara rutin.

Manajemen Inventori dan Supply Chain

Memantau stok gudang dan menjaganya tetap tersedia adalah salah satu masalah yang juga kerap dihadapi oleh industri manufaktur. Tidak jarang pula terjadi masalah dimana data stok di gudang tidak sesuai dengan sistem, karena proses keluar dan masuk masih dilakukan secara manual.

Berkat teknologi smart manufacturing, maka pencatatan barang di gudang dan distribusi ke supply chain tidak lagi serumit dulu. AI akan membantu perusahaan untuk melakukan prediksi mulai dari perkiraan stok habis, perkiraan barang tiba dari distributor, sampai perkiraan pengiriman barang dari perusahaan.

Semua aset yang terdaftar di dalam sistem juga akan terpantau secara otomatis. Di beberapa sistem tingkat lanjut bahkan bisa menghitung rasio pemasukan dan pengeluaran dari histori stok di gudang.

Data Cloud yang Bisa Diakses Seluruh Divisi

Mobilitas karyawan dan perusahaan dulunya juga menjadi isu tersendiri bagi perusahaan. Kehadiran data yang bisa diakses dari manapun juga menjadi hal yang krusial. Mengingat industri manufaktur skala besar tidak mungkin hanya beroperasi di satu lokasi saja.

Jelas tidak mungkin menunggu orang yang ada di pabrik untuk memberikan data ke anda sebagai pemilik perusahaan. Bisa saja ada prosedur yang harus dilewati yang tentu saja bisa memakan waktu. Karena itu, data cloud yang bisa diakses oleh divisi yang terlibat menjadi satu solusi praktis bagi industri manufaktur.

Dengan adanya sistem cloud, maka anda bisa mengakses data yang ada tanpa perlu datang secara fisik. Dan jika perusahaan manufaktur sudah dilengkapi dengan IIoT, anda bahkan bisa mengontrol status mesin dan produksi dari jarak jauh.

Tentu ini mengurangi biaya operasional, terutama bagi supervisor danmanager yang memiliki tanggung jawab besar dengan mobilitas yang tinggi.

Baca Juga: Aspek Revolusi Industri 4.0 Pada Perusahaan Manufaktur

Perusahaan Dengan Smart Manufacturing

Lalu siapa saja contoh perusahaan yang sudah menerapkan smart manufacturing dan bagaimana efeknya terhadap perkembangan mereka? Berikut daftar perusahaan yang sudah menerapkan konsep digitalisasi manufaktur ini:

Whirlpool International

Whirlpool merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang perlengkapan rumah tangga. Mereka menerapkan smart manufacturing dalam rangka meminimalisir limbah buangan dari industri mereka.

Dengan bantuan teknologi digital dan IIoT, Whirlpool mencatat setiap detil energi dan limbah yang dibuang dari setiap mesin yang ada. Hal ini juga termasuk konsumsi listrik, air, dan sebagainya. Data tersebut juga disimpan di dalam sistem cloud yang bisa diakses dari mana saja.

Dengan begitu data pabrik manapun bisa diakses dari manapun dan kapanpun. Tentu ini akan membantu efisiensi perusahaan dalam mengejar goal Whirlpool, yaitu menciptakan pabrik tanpa limbah.

Siemens

Perusahaan telekomunikasi multinasional ini menerapkan digital manufacturing sejak 1989, tepatnya di salah satu pabrik mereka yang terletak di Jerman. Sistem integrasi manufaktur yang bernama MindSphere pun dikembangkan.

MindSphere yang terintegrasi dengan internet dan cloud bisa diakses oleh developer dari manapun untuk kebutuhan analisis. MindSphere berfungsi untuk memantau mesin dan alat berat, robot, bahkan sampai level pompa dan kompresor sekalipun.

Dan yang lebih menariknya adalah, MindSphere sangat mudah digunakan. Terbukti dari rata-rata pengguna hanya memerlukan waktu beberapa menit untuk memasang MindSphere di pabrik mereka.

Berkat teknologi ini, Siemens berhasil meningkatkan produktivitas mereka hingga 10x lipat dan menggapai nilai 99.9 persen dari kualitas produksi.

Pelajari lebih lanjut tentang dunia Smart Manufacturing dari Sasana Digital

Hirotec

Hirotec merupakan perusahaan manufaktur spare part otomotif dengan total penghasilan di atas USD 1 Miliar setiap bulannya. Salah satu tantangan yang dihadapi Hirotec, yang kemudian diselesaikan dengan menggunakan konsep smart manufacturing adalah menangani dan mencegah downtime dari mesin.

Diketahui kerugian yang ditimbulkan karena error tersebut mencapai USD 361 per detiknya (setara sekitar IDR 5.000.000-an untuk kurs USD 1 = IDR 15.000). Tentu ini bukan nominal kecil, apalagi jika dihitung harian.

Hirotec kemudian menggunakan sistem smart manufacturing, dimana mereka menggunakan IIoT yang saling terintegrasi satu dengan yang lainnya. Dilengkapi dengan teknologi algoritma, cloud system, dan machine learning, maka Hirotec bisa mendapatkan data analitik dari semua mesin tanpa perlu space ekstra.

Dengan semua perlengkapan tersebut, Hirotec bisa memprediksi kapan saja mesin perlu dirawat sehingga menghindari downtime yang tidak perlu. Teknisi pun tidak harus melakukan pemeriksaan secara manual yang melelahkan dan menghabiskan waktu.

Hirotec diketahui berhasil mereduksi kebutuhan untuk pemeriksaan mesin manual hingga 100%, alias sudah terotomasi sepenuhnya.

Bagaimana Jika Ingin Menerapkan Smart Manufacturing?

Smart manufacturing bukanlah sistem sederhana yang sekali pasang lalu siap. Anda mungkin perlu menemukan konsultan smart manufacturing yang tepat bagi anda. Dan tentu saja, tidak hanya masalah pemasangan yang perlu anda bahas tapi juga masalah cara penggunaan dan maintenance-nya.

Ditambah lagi anda juga memerlukan infrastruktur yang cukup di tempat anda sebelum mulai menggunakan smart manufacturing. Ditambah anda juga perlu mengadakan training khusus agar semua karyawan anda bisa menggunakan teknologi ini. Karena itu anda perlu menemukan konsultan yang bisa memenuhi semua hal tersebut, dan memastikan anda mendapatkan teknologi smart manufacturing secara penuh.

Mengintip Revolusi Industri Mulai Era 1.0 Sampai 4.0

Mengintip Perkembangan Revolusi Industri Mulai Era 1.0 Sampai 4.0

Revolusi Industri sudah berjalan lebih dari 3 abad, bagaimana sebenarnya perkembangan dunia industri sejak awal hingga sekarang?

Industri terus berkembang dari waktu ke waktu, karena itu ada istilah ‘revolusi industri’ yang merujuk pada perubahan besar dari sektor industri tersebut. Era revolusi industri pertama diketahui terjadi pada tahun 1750 – 1850, dan sekarang di abad ini era revolusi industri sudah masuk ke tahap 4.0

Apa artinya? Tentu saja berarti dunia industri sudah melewati 4 tahap revolusi, yang tentunya sudah berubah jauh. Sebelum era revolusi industri pertama, semua pengerjaan masih dilakukan secara manual.

Anda memiliki pertanyaan seputar revolusi digital? Cari tahu informasinya di konsultasi transformasi digital kami

Era Revolusi Industri 1.0, Mesin Uap

Seperti yang sudah disebutkan tadi, revolusi industri 1.0 terjadi di tahun 1750 – 1850. Revolusi industri 1.0 ini dimulai dari ditemukannya mesin uap. Inggris disebut-sebut sebagai tempat dimana revolusi industri 1.0 terjadi, ditandai dengan digunakannya mesin tenun mekanis bertenaga mesin uap pertama. Mesin tersebut digunakan untuk meningkatkan produktivitas industri tekstil, yang dulunya masih ditangani oleh manusia.

Lalu penggunaan mesin uap pun semakin berkembang ke ranah transportasi. Seperti yang sudah kita ketahui, jaman dulu orang-orang masih bergantung pada kekuatan hewan dan alam (seperti kuda) untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Berkat karya mesin uap James Watt pada tahun 1776, maka era transportasi hewan dan alam pun mulai berakhir.

Mesin uap tersebut kemudian dimanfaatkan untuk penjelajahan samudra oleh Bangsa Eropa, yang kemudian kita kenal dengan era kolonialisasi (Indonesia juga terkena dampaknya).

Seiring berjalannya waktu, mesin uap pun digunakan ke dalam berbagai industri. Mulai dari pertanian, pertambangan, transportasi, sampai ke manufaktur pun mulai menggantikan tenaga manual dengan berbagai mesin uap. Di era inilah juga pertama kali produksi massal yang besar-besaran terjadi.

Diketahui pendapatan perkapita negara-negara di dunia bisa meningkat hingga 6 kali lipat berkat revolusi industri 1.0 ini.

Era Revolusi Industri 2.0, Lini Produksi (Assembly Line)

Setelah era revolusi industri 1.0 selesai pada tahun 1850-an, revolusi industri pun masuk ke tahap yang lebih lanjut lagi. Dan dengan ditemukannya tenaga listrik, maka revolusi industri 2.0 pun dimulai.

Berbeda dengan revolusi pertama yang lebih terfokus pada efisiensi mesin, revolusi industri 2.0 lebih terfokus pada proses produksi itu sendiri, seperti masalah logistik. Salah satu contoh kasusnya adalah, proses pembuatan mobil tidak bisa dilakukan di tempat lain karena biaya transportasi yang sangat mahal kala itu. Hal inilah yang diatasi di era revolusi industri 2.0.

Masalah itu kemudian bisa diselesaikan dengan ditemukannya konsep Lini Produksi atau Assembly Line yang memanfaatkan conveyor belt pada tahun 1913. Berkat ini, maka proses perakitan mobil bisa diselesaikan lebih efisien, sebab prosesnya tidak harus hanya melibatkan satu orang di tempat yang sama. Prinsip ini lalu berkembang menjadi spesialisasi, dimana 1 orang hanya menangani 1 proses perakitan.

Salah satu peran revolusi industri 2.0 yang paling terlihat adalah saat perang dunia kedua (PD II), dimana saat itu produksi kendaraan perang seperti tank, pesawat, dan senjata tempur lainnya diproduksi secara besar-besaran.

Era Revolusi Industri 3.0, Otomasi dan Teknologi

Era teknologi disebut sebagai pemicu dimulainya revolusi industri 3.0. Di era ini, peran manusia di dalam industri pun mulai dikurangi dan digantikan dengan mesin-mesin pintar berteknologi khusus yang bisa memprediksi dan membuat keputusan sendiri.

Penggunaan komputer mulai menggantikan hal-hal yang dulunya dilakukan oleh manusia. Seperti mengirim dokumen, menghitung formula yang rumit, sampai membuat pencatatan keuangan. Era revolusi industri 3.0 ini juga sering disebut sebagai ancaman dari beberapa profesi, sebab dikhawatirkan profesi tersebut akan segera tergantikan oleh mesin sepenuhnya.

Dalam dunia manufaktur, revolusi industri 3.0 bisa dibilang merupakan revolusi yang sangat penting. Mengingat manufaktur menuntut ketelitian dan ketepatan tertinggi, dimana dua hal tersebut sangatlah sulit dilakukan oleh manusia. Penggunaan teknologi pun menjadi satu solusi yang tepat, sehingga produksi jumlah besar bisa dilakukan secara otomatis dengan kecepatan tinggi namun dengan kualitas yang sama antara produk satu dengan lainnya.

Era Revolusi Industri 4.0, Era Digital dan Internet

Hingga kita masuk ke tahap revolusi industri yang paling baru, yaitu revolusi 4.0 dimana terfokus pada perkembangan dunia digital dan internet (Internet of Things). Berbagai inovasi seperti robot yang terhubung ke internet, AI, cloud computing, dan sebagainya berkembang pesat di era ini.

Teknologi baru yang belum pernah ada sebelumnya seperti ojek online, tarik tunai lewat ponsel, sampai warung digital pun bermunculan di era revolusi industri terbaru ini.

Baca juga: Aspek Revolusi Industri 4.0 Pada Perusahaan Manufaktur

Dalam skala industri, revolusi industri 4.0 meningkatkan kemampuan software dan internet untuk meningkatkan efisiensi perusahaan. Salah satu contohnya adalah, software bisa mengumpulkan histori data dari mesin yang digunakan untuk menjadwalkan maintenance bulanan secara otomatis. Data-data tersebut nantinya akan diproses oleh algoritma, sehingga menghasilkan keputusan logis layaknya manusia.

Bahkan pemerintah Indonesia melalui Kementrian Perindustrian, mencanangkan tajuk Making Indonesia 4.0 agar Indonesia bisa lebih siap dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Hal ini ditandai dengan diperbaikinya berbagai infrastruktur telekomunikasi Indonesia.

Cari tahu lebih seputar solusi digitalisasi industri manufaktur kami.

Kesimpulan

Era revolusi industri sudah terbukti memberikan peluang baru di setiap tahapnya, mulai dari 1.0 sampai 4.0. Tentu saja yang namanya revolusi tidak lepas dari penemuan disruptif yang bisa saja menumbangkan pihak lain yang tidak siap. Kita bisa melihat ini sebagai ancaman atau peluang baru, bergantung dari sisi mana kita melihatnya.

Aspek Revolusi Industri 4.0 Pada Perusahaan Manufaktur

Aspek Revolusi Industri 4.0 Pada Perusahaan Manufaktur

Revolusi industri 4.0 diklaim akan memberikan banyak perubahan pada para pelaku industri, terutama di dunia manufaktur. Apa saja perubahan yang mungkin terjadi?

Tak terasa revolusi industri sudah berjalan hampir 300 tahun, sejak pertama kali kemunculannya di Inggris pada tahun 1750-an. Kala itu, terjadi perubahan besar-besaran di seluruh sektor industri dimana dulunya masih mengandalkan manusia, lalu digantikan oleh mesin-mesin besar.

Tentu saja yang namanya revolusi tidak hanya sekali jalan lalu selesai. Revolusi ini akan terus berjalan hari ini, besok, dan seterusnya. Di tahun-tahun belakangan ini, kita mulai menghadapi revolusi industri 4.0 yang melibatkan teknologi digital dan internet di dalam industri manufaktur.

Tentang Revolusi Industri 4.0 – Making Indonesia 4.0

Memang hanya semata-mata mengganti manusia ke mesin, ternyata masih dirasa kurang dalam menciptakan efisiensi kerja yang total di dunia manufaktur. Revolusi Industri 4.0 kemudian mulai menghadirkan teknologi berbasis internet digital, dimana semua pekerjaan bisa diotomasi tanpa campur tangan manusia yang terlalu banyak. Salah satu contohnya adalah dengan ditemukannya IoT atau Internet of Things.

Perangkat IoT adalah jenis perangkat yang memanfaatkan jaringan internet untuk beroperasi. Mesin-mesin besar di industri manufaktur yang dulunya harus dioperasikan manual, bisa menjadi otomatis berkat konsep IoT ini. Karena mesin tersebut nantinya bisa bekerja dengan bantuan teknologi digital, yang tentunya memberikan efisiensi kerja yang jauh lebih tinggi.

Tentu tidak hanya mesin saja, urusan internal dan administrasi pun sekarang bisa ditangani dengan lebih mudah dengan bantuan teknologi digital. Sebut saja software ERP (Enterprise Resource Planning) yang bisa mengintegrasikan semua data di dalam perusahaan dan kemudian mempermudah pengambilan keputusan yang melibatkan banyak divisi. Semuanya mungkin berkat revolusi industri 4.0 ini!

Bahkan revolusi ini juga dicanangkan oleh pemerintah dalam tajuk “Making Indonesia 4.0” yang digencarkan oleh pemerintah. Sebenarnya, apa sih hal yang menarik dari revolusi industri 4.0?

Lalu Kira-Kira Aspek Apa Saja yang Dibawa Oleh Revolusi Industri 4.0 Ini?

Dengan menggunakan teknologi digital dan internet sebagai dasarnya, maka revolusi industri 4.0 lebih berfokus pada perkembangan dari software teknologinya bukan pada mesin-mesinnya. Berikut beberapa aspek yang dibawa oleh revolusi industri 4.0

Artificial Intelligence (AI) atau Kecerdasan Buatan

AI disebut-sebut sebagai salah satu inovasi yang paling berpengaruh di era revolusi industri 4.0 ini. AI juga merupakan bukti bahwa perkembangan dunia digital sudah sangat maju. Bisa dibilang AI adalah tahap dimana komputer memiliki kecerdasan, seperti layaknya manusia.

Ini membuat mesin-mesin bisa memperkirakan kapan mereka harus bekerja, bahkan sampai memberikan rekomendasi tindakan kepada penggunanya (baik dari segi perusahaan maupun segi klien). Contoh implementasi AI yang paling sederhana adalah kehadiran chatbot yang bisa anda temui di berbagai situs website.

Chatbot ini bisa merespon chat dari pengguna secara otomatis berdasarkan kata kunci tertentu, lalu memberikan jawaban yang relevan. Dengan adanya fitur ini, maka kerja divisi customer service pun bisa jauh lebih mudah. Klien juga tidak perlu menunggu jawaban yang terlalu lama, jika memang masalah yang ia temui ternyata bukan masalah yang besar.

Dalam industri manufaktur, AI bisa membantu perusahaan dalam memprediksi kapan kira-kira mesin perlu diperbaiki, bagaimana proses logistik berjalan dan perkiraan tiba/barang habis, sampai mengatur jadwal produksi secara otomatis.

Pelajari bagaimana teknologi berbasis AI bisa membantu digitalisasi industri manufaktur di Indonesia

Kegiatan Berbasis Software

Saat ini hampir semua kegiatan bisa dilakukan lewat aplikasi. Mulai dari belanja online, meeting, kebutuhan transportasi, sampai mematikan lampu rumah dengan smart home. Kebutuhan software ini ternyata tidak hanya ada di dunia kebutuhan konsumtif saja!

Ketahui fungsi lengkap software di dalam industri manufaktur

Di skala industri, berbagai software diciptakan untuk mempermudah kinerja dan kolaborasi antar divisi di dalam perusahaan. Sebut saja software CRM, ERP system, HRM, dan sebagainya. Software tersebut memiliki fungsinya sendiri-sendiri: seperti mengatur hubungan dengan klien, mengontrol sistem produksi, sampai memantau logistik.

Cari tahu informasi software manajemen produksi lainnya

Sistem Komunikasi yang Lebih Kompleks dan Bebas Hambatan

Dulu komunikasi yang tersedia hanyalah telepon dan SMS, lebih lanjut lagi paling chat lewat BBM atau sejenisnya. Tentu saja fitur-fitur komunikasi ini sudah canggih, tapi masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan skala industri yang kompleks.

Sehingga muncul berbagai aplikasi komunikasi sekaligus fungsi bisnis dan produktivitasnya. Contohnya: Trello, Jira, Slack, dan aplikasi integrasi sejenis. Bahkan pembuatan dokumen yang lebih kompleks pun juga bisa dilakukan secara online dan kolaboratif, seperti Google Docs (aplikasi kantor dengan fitur komunikasi) dan Figma (aplikasi desain grafis kolaboratif).

Mulainya Era Robot

Manusia memang punya batasan tersendiri, terutama jika kita berbicara tentang konsistensi, fokus di waktu yang lama, serta energi yang dimiliki. Karena itu di Revolusi Industri 4.0, robot mulai masuk dan menggantikan beberapa peran manusia.

Terutama di sektor manufaktur yang menuntut ketelitian tertinggi. Beberapa perusahaan multinasional (seperti Sony, Mitsubishi, dan lainnya) telah mengganti sebagian besar tenaga manusia mereka dengan sistem robot yang bekerja secara otomatis.

Internet of Things

Internet of Things (IoT) menghubungkan semua jenis perangkat teknologi: mulai dari HP, komputer, printer, TV, monitor, kulkas, bahkan sampai perangkat berat seperti robot dan mobil dengan sambungan internet.

IoT bisa dibilang merupakan inti dari revolusi industri 4.0 itu sendiri. Seperti yang anda lihat, semua yang disebutkan diatas membutuhkan infrastruktur internet yang memadai. Di IoT-lah itu akan dibahas.

Dengan prinsip IoT, semua perangkat bisa saling terkoneksi satu sama lain. Karena itu, bisa saja nanti anda sebagai pemilik perusahaan, mengontrol kegiatan produksi pabrik anda hanya lewat smartphone. Mengingat semua data baik data mesin, stock, siklus logistik, dan sebagainya sudah bisa diakses lewat semua perangkat.

Kesimpulan

Memang jika dilihat dari kacamata peradaban, revolusi industri 4.0 merupakan langkah yang sangat disruptif. Namun bagaimanapun dunia akan terus berkembang maju. Langkah yang harus kita ambil adalah tetap berusaha untuk menyeimbangkan kapasitas kita terhadap segala perubahan tersebut.

Yang jelas, era yang baru sudah dimulai. Siap atau tidak, kita harus segera beradaptasi. Dengan begitu industri manufaktur Indonesia bisa tetap maju dan bersaing.

Kenal Lebih Dekat Dengan Fitur dan Fungsi Software CRM (Customer Relationship Management)

Kenal Lebih Dekat Dengan Fitur dan Fungsi Software CRM (Customer Relationship Management)

Customer Relationship Management Software atau biasa disebut CRM Software merupakan salah satu komponen wajib dalam melakukan transformasi digital perusahaan. Sebenarnya, apa itu CRM dan apa fungsinya?

Bagi pelaku usaha yang memiliki hubungan intens dengan ribuan klien dalam satu waktu, tentu sudah familiar dengan software CRM ini. Mungkin saja anda sudah mendapatkan berbagai penawaran di luar sana lengkap dengan segala iklan-iklannya. 

Secara garis besar CRM merupakan software yang berguna untuk menyimpan dan mengatur perkembangan hubungan antara perusahaan dengan klien-kliennya. Dan jika klien ditangani oleh beberapa divisi sekaligus, maka CRM bisa membantu kolaborasi antar divisi tersebut dan memastikan klien yang ditangani tidak hilang di tengah jalan.

Mengapa Software Customer Relationship Management Sangat Penting Bagi Bisnis Anda?

Bayangkan jika anda menangani 100 klien baru per hari. Di antara 100 klien tersebut, tentu tidak mungkin semua lancar. Namun kami anggap 100-nya lancar semua dan langsung membeli produk anda tanpa babibu.

Sekarang yang paling simpelnya, bagaimana anda melakukan tracking dari setiap pembelian yang dilakukan oleh 100 klien tersebut. Bagaimana anda bisa tahu bahwa barang A yang dibeli klien A sudah sampai di pick up point dan sebagainya.

Itu kalau semuanya lancar, bagaimana kalau ada yang tersendat? Bagaimana kalau ada yang mau retur? Atau bagaimana kalau ada yang mau beli lagi? Pencatatan manual tentu sangat rawan salah atau terlewat.

Namun, itu tidak akan terjadi jika anda menggunakan software CRM untuk melakukan tracking dari perkembangan tiap-tiap klien.

Fungsi Software Customer Relationship Management (CRM)

Seperti yang yang sudah ditulis sebelumnya, CRM membantu anda dalam mengatur relasi antara perusahaan dengan customer atau klien anda. CRM akan mencatat, memberikan pengingat, sampai melakukan tindakan otomatis dari setiap data klien yang anda masukkan. Berikut fungsi dan keuntungan dalam menggunakan software CRM:

Integrasi Dengan Website Untuk Mendapatkan Prospek

Jika anda menggunakan website sebagai salah satu sarana pemasaran anda, maka software CRM bisa membantu anda untuk merekam semua prospek dan data yang dimasukkan oleh pengunjung website.

Nantinya semua prospek baru tersebut akan muncul dan semua divisi yang terlibat dalam penanganan klien akan diberikan notifikasi datangnya prospek baru. Ini sangat penting, mengingat seringkali tim marketing dan sales tidak memiliki akses ke database website dan akan memakan waktu jika mereka melakukannya.

Dengan bantuan CRM, maka tim marketing dan sales tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk mengecek prospek baru. Mereka tinggal membuka dasbor software CRM dan mereka bisa langsung mulai mendapatkan informasi prospek baru.

Membantu Pengelompokkan Prospek

Setiap prospek selalu memiliki tahap sendiri-sendiri sebelum menjadi klien. Mulai dari follow up sampai repeat order, semua ada tahapnya sendiri-sendiri. Tentu saja jika ada salah satu tahap yang salah, maka sangat mempengaruhi hubungan anda dengan prospek tersebut.

Karena itu CRM bisa membantu perusahaan anda untuk mengelompokkan prospek berdasarkan tahapnya masing-masing. Tim yang terlibat pun bisa lebih mudah mendeteksi prospek telah sampai ke tahap apa dan bisa langsung melakukan tindakan yang diperlukan.

Otomasi Email

CRM bisa menjadwalkan pengiriman email sesuai dengan profil dan tahapannya. Yang perlu anda lakukan hanyalah mendefinisikan email tersebut akan dikirimkan ke prospek yang masih berada di tahap mana dan memiliki minat terhadap apa.

Ini tentu jauh lebih menghemat waktu dibandingkan mengirim email secara manual. Ditambah CRM juga bisa mengoptimalkan jumlah email yang dikirimkan dan mencegah email masuk ke dalam folder spam.

Dan begitu prospek melakukan interaksi di dalam email yang dikirim, maka CRM juga bisa mendeteksi hal itu lalu mengirimkan notifikasi dan data ke dasbor software. Sehingga anda bisa menentukan aksi yang diperlukan untuk mengubah prospek tersebut ke tahap selanjutnya seefektif mungkin.

Perlu diketahui bahwa software manajemen produksi yang tersedia tidak hanya CRM saja

Meningkatkan Efektivitas Kolaborasi Antar Tim

Dalam perusahaan yang memiliki banyak divisi, menangani klien dan prospek bisa jadi masalah sendiri. Kapan klien anda harus berurusan dengan marketing, dengan customer service, atau dengan tim IT.

Tapi dengan menggunakan CRM, maka masalah ini bisa terselesaikan. CRM akan mengatur kemana saja alur klien dan prospek, sehingga mempermudah divisi untuk saling berkolaborasi dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi.

Histori dari flow yang dilewati oleh klien pun juga tercatat, sehingga bisa dicek sewaktu-waktu apabila ada yang kurang atau terjadi kesalahan.

Mengatur Jadwal dan Integrasi Kinerja Pemasaran

Sebelumnya CRM memang bisa mengatur jadwal pengiriman email. Tapi ternyata tidak hanya email saja, namun juga broadcast list, follow up otomatis, bahkan sampai menerbitkan invoice pembayaran.

Sehingga semua aktivitas pemasaran akan berjalan dalam timeline yang teratur. Tidak hanya itu, CRM juga bisa menjadwalkan dan memberikan pengingat untuk masing-masing prospek yang masih dalam proses. Misalnya ada klien yang membutuhkan file portofolio, namun file tersebut masih diproses oleh tim digital creator, maka CRM akan membantu untuk mengingatkan semua divisi yang terlibat.

Jadi Apakah Bisnis Anda Perlu CRM?

Jika anda menemui masalah dalam mengatur alur dari setiap klien dan prospek, maka kami sangat menyarankan anda untuk mulai menggunakan software CRM. Minimal software yang bisa membantu anda dalam mengorganisir kontak-kontak yang ada.

Dengan menggunakan CRM, maka strategi pemasaran dan perawatan prospek anda akan jauh lebih efektif. Sebagai tambahan, jika anda adalah pelaku usaha di kota Bandung, mungkin anda bisa mempertimbangkan solusi Software CRM Bandung yang kami sediakan.

Bagaimana Peran Software Manajemen Produksi dalam Industri Manufaktur?

Bagaimana Peran Software Manajemen Produksi dalam Industri Manufaktur?

Infonya software manajemen produksi bisa menangani berbagai urusan terkait produksi secara otomatis dalam Industri Manufaktur. Seberapa canggih?

Sebagai sebuah industri yang esensial, industri manufaktur membutuhkan sumber daya yang besar dalam menangani berbagai kebutuhan untuk pengelolaan bisnis di dalamnya. Dulu, dibutuhkan sumber daya manusia dalam skala besar untuk dapat menangani berbagai macam pekerjaan terkait dengan manufaktur mengingat betapa rumit dan sulitnya pengerjaan tersebut.

Ini membuat biaya operasional menjadi mahal, serta resiko miskomunikasi yang besar. Sebab sebuah pekerjaan akan menjadi kurang efektif jika terlalu banyak orang yang terlibat di dalamnya. Karena itu, terobosan baru sangat dinanti dalam mengoptimalkan kinerja industri tanpa mengorbankan kuantitas dan kualitas produksinya.

Berkat perkembangan teknologi, semua itu ternyata bisa didapatkan. Salah satunya adalah dengan menggunakan Software Manajemen Industri. Seberapa besar efeknya?

Apa Itu Software Manajemen Produksi?

Software Manajemen Industri merupakan salah satu terobosan teknologi yang berguna untuk digitalisasi industri manufaktur. Software tersebut bisa membantu mengotomasi pekerjaan-pekerjaan yang selama ini ditangani oleh manusia secara manual.

Sehingga hasil pekerjaan bisa didapatkan secara otomatis (dan tentunya, real time). Dan karena menggunakan teknologi, maka kesalahan akan sangat minim terjadi.

Software Manajemen Industri bisa mencatat progress pengerjaan dari dalam industri, mendata inventaris, menghitung formula dan penghitungan produksi, mendeteksi error dan menjadwalkan perawatan mesin secara otomatis, sampai menangani hubungan supply chain. Semuanya dilakukan secara terintegrasi di dalam software dan bisa diakses oleh siapapun yang memiliki otoritas.

Dengan begitu semua perusahaan manufaktur bisa meningkatkan produktivitas bisnisnya, namun dengan biaya yang jauh lebih murah dan proses yang lebih cepat.

Jenis Software Manajemen Produksi dalam Industri Manufaktur

Dan tentu saja ada banyak jenis software manajemen produksi yang biasa digunakan dalam berbagai industri manufaktur. Berikut beberapa jenisnya.

Smart Manufacturing Software

Software ini membantu melakukan otomasi dalam semua hal yang terkait dengan kegiatan manufaktur. Mulai penanganan penjadwalan produksi, pemantauan kualitas, sampai mengatur pengerjaan yang dilakukan di lapangan.

Ini merupakan software paling penting dalam semua perusahaan manufaktur, mengingat software ini yang akan paling meningkatkan kinerja perusahaan anda. Anda juga bisa mempelajari lebih lanjut tentang Smart Manufacturing Software yang kami miliki.

Inventory Management

Proses produksi tentu melibatkan banyak barang. Mulai dari barang mentah, setengah jadi, sampai barang jadinya dan berikut dengan proses logistik dan penyimpanannya. Tentu saja ini bukan perkara mudah.

Karena itu software ini ada. Inventory Management akan membantu mencatat barang keluar masuk, barang yang telah diproses, sampai melakukan forecasting pembelian ulang. Sehingga membantu proses kerja, terutama bagian procurement yang harus melakukan pemesanan jauh-jauh hari namun kesulitan jika harus mengecek inventori secara manual.

Supply Chain Management

Berhubungan dengan software sebelumnya, namun Supply Chain Management lebih terfokus pada menjaga komunikasi logistik agar proses barang keluar dan masuk bisa terpantau dengan baik.

Software ini akan banyak membantu dalam melacak perjalanan barang dan proses retur jika ternyata ada barang yang tidak layak untuk masuk ke dalam inventori.

Customer Relationship Management (CRM System)

Jika tadi kita sudah menyebutkan software yang digunakan untuk mengoptimasi internal perusahaan, maka sekarang adalah software yang membantu proses pemasaran dengan pihak eksternal anda.

Customer relationship management software, atau biasa disebut dengan CRM System bisa membantu pencatatan dari hubungan anda dengan pihak external (seperti customer anda). Anda bisa memantau perkembangan tiap-tiap customer, serta membantu tim marketing dalam melakukan proses follow up.

Software ini sangat penting dalam mengatur relasi dengan klien, sehingga tim marketing anda tidak salah dalam mengambil langkah saat menentukan kapan harus closing.

Enterprise Resource Planning (ERP Software)

Enterprise Resource Planning berguna untuk menyederhanakan semua kegiatan yang perlu dikerjakan di dalam perusahaan dari semua divisi. Mudahnya, software ini membantu kolaborasi antar satu divisi dengan divisi lain sehingga mengurangi kemungkinan miskomunikasi antar pekerja.

Contohnya jika tim marketing anda memerlukan data traffic di website promosi, maka mereka bisa mengeceknya lewat software ERP ini tanpa perlu mendatangi tim IT. Begitu juga jika tim produksi ingin mengetahui berapa sisa barang mentah yang tersedia di inventaris, mereka tidak perlu repot-repot menunggu tim gudang untuk menginfokan.

Efisiensi kerja pun akan meningkat, namun sekali lagi tanpa perlu menambah biaya yang terlalu tinggi.

Fungsi dan Peran Software Manajemen Produksi dalam Efisiensi Kinerja dan Digitalisasi Industri Manufaktur

Setelah anda melihat contoh dari 5 jenis software manufaktur di atas, seharusnya sekarang anda sudah mulai paham sejauh mana software bisa mempengaruhi kinerja perusahaan anda.

Banyak keuntungan software manajemen manufaktur yang bisa anda dapatkan, seperti:

Menyederhanakan Proses Kolaborasi

Bagaimanapun karyawan anda tidak mungkin bekerja sendiri. Mereka butuh informasi dan bantuan satu dengan yang lain, seperti tim pengadaan dengan tim finance, tim pemasaran dengan tim gudang, dan sebagainya.

Software bisa menyederhanakan proses itu, dari yang semula harus serba manual dan saling menunggu menjadi secara otomatis.

Memudahkan Pemantauan

Hal yang paling mengacaukan kinerja perusahaan adalah jika ada satu hal yang tidak terpantau dan terlewat, sehingga mengacaukan kerja seluruh divisi yang terdampak dari hal tersebut.

Dengan bantuan software, semua divisi tidak perlu lagi melakukan pemantauan mikro yang sangat menguras waktu dan pikiran. Software akan membantu mendata semua hal yang perlu dipantau dan kemudian memberikan peringatan apabila ada masalah yang terdeteksi.

Membantu Merawat Hubungan dengan Klien

Dengan bantuan CRM, maka tim sales dan marketing tidak perlu khawatir akan lupa dengan progress klien yang sudah sampai mana. CRM juga mencatat apa saja daftar masalah yang terjadi dalam proses kontak dengan klien, sehingga mengurangi kemungkinan salah pengambilan keputusan.

Kesimpulan

Di tengah persaingan bisnis dan perkembangan digital yang semakin maju, tentu saja anda harus bisa catch up dengan itu. Apalagi ini adalah soal pertumbuhan dan ketahanan dari usaha anda. Jika anda masih ngotot dengan cara manual dan tradisional, bukan tidak mungkin anda bisa tertinggal dengan pesaing anda.

Berbagai macam software sudah dikembangkan dan bisa membantu anda dalam menjalankan bisnis yang rumit. Semakin efisien kerja bisnis anda, tentu akan semakin tinggi juga profit yang akan dihasilkan. Karena itu, mulailah melakukan otomasi pada perusahaan manufaktur anda sendiri dan menjadi siap bersaing dalam era revolusi industri 4.0

Industri Lebih Maju dengan Aplikasi Manajemen Manufaktur Berbasis AI

Industri Lebih Maju dengan Aplikasi Manajemen Manufaktur Berbasis AI

Dunia industri masa kini tentu berbeda dengan yang dulu. Dilengkapi dengan aplikasi manajemen manufaktur dengan AI, perkembangan industri akan semakin cepat dan efektif

Penggunaan teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI) atau yang biasa kita kenal dengan kecerdasan buatan, ternyata tidak hanya sebatas di dunia industri skala kecil saja. Tahukah anda bahwa teknologi yang bisa mendeteksi segalanya secara otomatis ini ternyata sudah bisa diterapkan dalam industri manufaktur?

Anda tentu akan bertanya, bagaimana industri manufaktur yang sebegitu besar dan rumitnya bisa disederhanakan dengan teknologi AI. Di artikel ini, anda akan tahu bagaimana peran mereka di dalam perkembangan dunia industri yang semakin maju ini.

Bagaimana AI Bisa Mempengaruhi Perkembangan Industri Manufaktur? Mulainya Era Smart Factory

Industri manufaktur menuntut ketelitian dan kualitas pengerjaan tertinggi pada setiap prosesnya. Padahal sistem kerja pada manusia dipengaruhi oleh berbagai variabel, contohnya anda tidak mungkin bisa membuat 10 potongan coklat dengan ukuran yang sama besar dalam waktu singkat bukan?

Di sinilah peran AI bekerja. AI bisa membantu jalannya industri secara otomatis namun dengan tingkat presisi yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan manusia biasa. AI bisa membuat 100, 1000, bahkan 1.000.000 produk yang identik dan sama persis. Tentu saja karena AI adalah mesin yang diprogram.

Berikut beberapa manfaat dari penggunaan AI dalam industri manufaktur:

Meningkatkan Efektivitas QC (Quality Control)

Dengan memanfaatkan microchip terprogram pada circuit board mesin, maka AI bisa mendeteksi secara otomatis apabila ditemukan kerusakan atau kejanggalan pada mesin dan produk yang dihasilkannya.

Tentu saja hal tersebut akan sangat sulit – kalau bukan tidak mungkin – diselesaikan oleh manusia. Apalagi jika volume produksinya sangat besar dan melibatkan komponen-komponen super kecil.

AI juga akan memberikan informasi kapan perkiraan maintenance yang dibutuhkan dalam perawatan mesin manufaktur yang ada.

Membantu Komunikasi Antar Supply Chain

AI akan secara otomatis menginfokan proses distribusi dan melakukan update informasi pengiriman dan penambahan/pengurangan stok di supply chain. Tidak hanya itu, AI juga bisa memberikan prediksi informasi (contohnya, pada hari dan pukul berapa barang akan tiba dan apa saja halangan yang mungkin akan ditemui di proses pengiriman). Suatu hal yang hampir mustahil jika dilakukan oleh manusia.

AI juga bisa memberikan warning kepada para distributor, apabila jumlah stok sudah mulai habis (baik berdasarkan prediksi maupun dengan berdasarkan data yang diinput). Tentu ini akan sangat meningkatkan efisiensi dari komunikasi antar supply chain.

Integrasi Antar Divisi

Tidak perlu lagi komunikasi yang sulit dengan divisi-divisi yang jumlahnya sangat banyak. Cukup masukkan informasi yang ada, maka data akan bisa diakses oleh semua divisi yang terlibat. Perusahaan juga bisa menghemat biaya operasional, apalagi jika perusahaan tersebut memiliki beberapa anak cabang.

Membantu Pengolahan Data

Perusahaan yang sudah menggunakan aplikasi manajemen manufaktur, maka akan memiliki data-data yang diinput secara berkala tiap bulannya. Data-data ini nantinya akan diolah oleh AI dan kemudian diubah menjadi insight baru untuk dasar pengambilan keputusan perusahaan.

Dan apabila ternyata ditemukan kesalahan atau penurunan data yang signifikan, maka AI bisa menginformasikannya kepada pihak yang terkait.

Menyediakan Data Evaluasi

Dari data-data yang diolah tadi, AI juga akan memberikan informasi kesalahan-kesalahan yang terjadi sebelumnya. Data ini nantinya bisa dijadikan evaluasi dan perbaikan perusahaan di masa mendatang.

Pelajari lebih lanjut bagaimana cara kerja Software Management Produksi Sasana Digital.

Banyak Kelebihan, Tapi Apa Sebenarnya Contoh Implementasi AI Dalam Industri Manufaktur?

Jika dilihat dari kelebihannya, anda tentu berpikir bahwa AI sangatlah menjajikan untuk industri manufaktur. Namun, bagaimana implementasi dan peran aplikasi yang sebenarnya? Apa saja yang ditawarkan oleh aplikasi untuk meningkatkan efisiensi kinerja industri manufaktur?

Sebenarnya ada banyak sekali contoh implementasinya, agar lebih mudah dipahami kami akan menginfokan 3 yang paling sering digunakan.

Virtual Assistant

Dengan bantuan virtual assistant, maka kinerja tim layanan pelanggan bisa lebih efektif lagi. Sebab dengan bantuan teknologi tersebut, sistem bisa secara otomatis menyaring berbagai permasalahan pelanggan terlebih dahulu dan memastikan hanya permasalahan rumit dan perlu bantuan darurat yang sampai ke tim layanan pelanggan.

Ini tentu mengurangi workload dari tim, sekaligus meningkatkan kepercayaan pelanggan karena mereka bisa menemukan solusi jauh lebih cepat dibandingkan harus menunggu respon terlebih dahulu.

Supply Chain Management

Urusan rantai distribusi bisa jadi masalah tersendiri, namun dengan bantuan dari AI semua kegiatan produksi, distribusi, sampai komunikasi antar suplier bisa terjaga. Dimana AI akan mencatat keluar masuk barang secara otomatis, dan mengukur waktu yang dibutuhkan dalam proses distribusi agar semuanya selesai tepat waktu.

Recommendation Engine

Bagi anda yang menggunakan website sebagai salah satu lini pemasaran, maka sistem ini akan sangat membantu. Recommendation engine bekerja dengan mengumpulkan daftar produk yang sering dikunjungi oleh pengguna. Kemudian sistem akan menentukan daftar produk rekomendasi berdasarkan jumlah kunjungan/interaksi terbanyak.

Sistem ini tidak begitu rumit, namun sangat powerful bagi usaha anda.

Cari tahu detail lanjut tentang solusi lengkap bisnis digital dari tim Sasana.

Dengan sistem yang sederhana, efek yang diberikan sangat luar biasa. Dengan aplikasi manajemen manufaktur berbasis AI, maka industri manufaktur kita akan jauh lebih bersaing lagi dengan negara lain.