fbpx
Mengenal 4 Scope Data Utama di Dalam Google Analytics

Mengenal 4 Scope Data Utama di Dalam Google Analytics

Google Analytics mengolah data berdasarkan scope tertentu, bagaimana prosesnya dan cara tepat membacanya?

Jika anda adalah seorang digital marketing yang aktif mencari dan menganalisa data dari pengguna anda, maka anda tentu tidak asing dengan aplikasi Google Analytics. Dengan Google Analytics, anda bisa mendapatkan ribuan data yang bernilai tentang aktivitas dari pengunjung anda di dalam website.

Hanya saja karena ke-kompleks-an data yang ada di Google Analytics, aplikasi pun membuat sistem kategorisasi data yang kompleks juga. Terkadang hal ini tidak dipelajari oleh digital marketer, sehingga data yang mereka ambil terkadang tidak sesuai dengan apa yang diinginkan.

Scope Data Google Analytics

Google Analytics bekerja dengan struktur scope yang ditentukan. Ini artinya ada cakupan tertentu dari setiap data yang diambil, mengingat kompleksnya data yang berlalu lalang di internet. Google Analytics sendiri membagi scope datanya menjadi 4 scope, dimana setiap scope memiliki tampungan data masing-masing.

Scope ini berfungsi untuk mendefinisikan data-data tadi agar tidak saling tumpang tindih, dan bisa digunakan sebagai identifikasi pengguna tanpa melanggar privasi mereka. Untuk lebih jelasnya, berikut 4 jenis scope yang ada di dalam Google Analytics:

User Scope

Data ini diambil untuk identifikasi user secara individu. Berguna untuk membedakan satu pengunjung dengan pengunjung lainnya, serta berguna untuk menentukan jumlah pengguna yang masuk ke dalam situs.

Session Scope

Session scope berisi data-data dari session yang dimulai oleh user. Setiap user selalu akan memulai sesi tertentu di dalam website, dan Google Analytics membatasi sesi tersebut dengan waktu (maks 30 menit atau sesuai pengaturan pengguna) dan tindakan (jika user melakukan exit/close dari situs).

User bisa memiliki lebih dari satu sesi, bergantung dari lamanya dia mengunjungi situs.

Hit Scope

Scope ini berisi aktivitas dari setiap session yang terjadi. Setiap sesi selalu mengandung beberapa aktivitas yang dilakukan, misalnya mengunjungi halaman tertentu atau mengklik tombol tertentu.

Baca Juga: Fitur Baru Google Analytics 4 (GA4), Apa Saja Kelebihannya?

Product Scope (special)

Terakhir adalah product scope yang dibuat special untuk e-commerce. Setiap interaksi hit yang terjadi selalu ada informasi product yang ikut serta. Misalnya ketika user mengklik “buy” atau “Checkout”, maka data produk yang masuk ke dalam aktivitas itu akan direkam di laporan product scope.

Scope Dimensi vs Scope Metrik

Dari keempat scope diatas, mereka akan dibagi lagi ke dalam masing-masing dimensi dan metrik. Misalnya untuk dimensi Landing Page (halaman yang pertama kali diakses oleh user saat memulai session) cocok jika disandingkan dengan metrik Bounce Rate (berapa sesi yang tidak ada interaksinya).

Perlu diketahui bahwa scope bekerja secara hierarki mulai dari user, session, hit, dan product secara berurutan. Karena adanya hierarki ini, maka anda tidak bisa memasangkan data tanpa mempertimbangkan scope-nya.

Dimensi dan metrik hanya akan bekerja sesuai ekspektasi dengan sempurna jika berada di scope yang sama. Jika ada perbedaan scope, maka akan ada 2 konsekuensi:

  • Tidak ada data yang ditampilkan alias error
  • Data yang ditampilkan tidak sesuai ekspektasi

Kesalahan Utama Digital Marketer Pemula: Salah Kombinasi Scope

Misalnya ketika anda menggunakan dimensi yang dihitung dari scope session, seperti landing page atau source/medium, lalu anda kombinasikan dengan metrik yang tidak seharusnya seperti Total Event yang merupakan Hit Scope. Maka data yang tampil tidak akan sesuai dengan keinginan anda. Resikonya anda bisa mendapatkan informasi yang kurang akurat.

Jadi, pelajari scope masing-masing dari setiap data yang ada. Terutama jika anda adalah pengguna Data Studio, maka anda wajib memahami bagaimana data di Google Analytics diproses. Jika tidak, anda bisa menemui masalah dimana data yang anda inginkan tidak sesuai dengan kenyataan.

Masih bingung cara menggunakan Google Analytics yang paling tepat? Temukan materinya di dalam kursus digital marketing kami, dan mulai belajar digital marketing dengan studi kasus nyata.

Sedang Mencari Kursus Google Ads Ketahui Poin Penting yang Perlu Dipelajari

Sedang Mencari Kursus Google Ads? Ketahui Poin Penting yang Perlu Dipelajari

Ada pepatah bahwa siapa yang menguasai medan perang, maka ia yang menang. Pahami terlebih dahulu poin Google Ads sebelum anda terjun ke dalamnya.

Bagaimana anda bisa menang perang kalau anda tidak paham medannya? Pertanyaan ini juga pas jika ditujukan ke anda yang berencana mengambil kursus dan terjun ke dunia Google Ads. Apa saja kira-kira hal penting yang perlu anda pelajari ketika mengikuti Google Ads, agar anda bisa lebih bersaing di lapangan nanti?

Google Ads sendiri memiliki ruang lingkup yang sangat luas. Bahkan tidak sedikit juga agen-agen Google Ads yang faktanya tidak paham bagaimana platform tersebut bekerja, yang pada akhirnya berimbas kepada klien mereka yang hasilnya kurang maksimal.

Karena itu, agar anda tidak terjebak dalam kebingungan, pastikan anda sudah tahu poin poin penting yang perlu dipelajari.

Jenis dan Format Google Ads

Ini adalah hal pertama yang harus pahami. Setiap jenis dan format dari Google Ads memiliki fungsi dan tujuan yang berbeda pula. Misalnya, search ads yang tampil di hasil pencarian dan memiliki opsi targeting berdasarkan keywords.

Setiap topik bisnis dan tujuan beriklannya, tentu harus sesuai dengan jenis dan format yang dipilih. Tentunya agar rasio antara biaya dengan hasilnya bisa lebih maksimal.

Cara Kerja Google Ads

Terutama untuk anda yang masih sangat baru dan pertama kali menggunakan Google Ads, anda wajib paham bagaimana cara Google Ads memberikan iklan kepada pengguna. Mulai dari cara pembuatan, sistem penargetan, dan cara menghitung biayanya.

Dengan begitu anda bisa membuat perencanaan iklan yang lebih tepat sasaran, yang tentunya kembali lagi agar hasil yang anda dapatkan bisa lebih maksimal.

Pelajari konsep-konsep yang vital bagi iklan seperti quality score pada search ads atau konsep retargeting pada display ads.

Metrik Penting Google Ads

Kemudian anda juga harus mempelajari metrik-metrik apa yang perlu anda perhatikan sesuai dengan goal iklan anda.Seperti yang sudah kami bahas sebelumnya, digital marketing memiliki konsep user journey atau touch point. Ini artinya, digital marketing bisa merekam orang-orang yang sudah berada di stage tertentu. Misalnya baru sekali mengunjungi website anda atau mungkin yang sudah melakukan transaksi bersama anda.

Baca Juga: 5 Tools Google Wajib Untuk Menunjang Strategi Digital Marketing Perusahaan

Dengan begitu anda bisa melakukan evaluasi terhadap metrik yang sesuai dengan stage dari user journey anda. Misalnya metrik impresi ketika anda sedang mengiklankan brand anda dengan goal awareness, yang memang tujuannya untuk menjangkau orang sebanyak-banyaknya.

Goal ini tentu juga berdampak pada pemilihan strategi pengeluaran budget yang nantinya anda pilih, dan memastikan bahwa strategi anda cocok dengan goal yang anda targetkan.

Evaluasi dan Optimasi

Selanjutnya yang perlu anda tahu adalah, bagaimana cara melakukan evaluasi dan optimasinya. Sebab ads yang anda buat tentu tidak mungkin bisa langsung sempurna, dan cara menyempurnakannya tidak bisa asal dengan pakai feeling saja.

Anda harus banyak menanyakan metrik yang digunakan dan data apa yang dipakai sebagai dasar untuk pertimbangan optimasi. Misalnya, menggunakan metrik CTR sebagai pertimbangan relevansi antara keyword dengan iklan yang tampil.

Prospek Karir

Terakhir, khusus bagi anda yang belajar Google Ads untuk mendapatkan karir yang lebih baik, tanyakan juga bagaimana prospek karir dari seorang Google Ads Strategist. Secara garis besar memang tidak ada bedanya dengan posisi strategis lain, yaitu junior, senior, dan terakhir head. Tapi anda juga bisa bertanya yang lebih luas, seperti kesempatan untuk menjadi freelance atau membuka bisnis konsultan sendiri.

Google Ads Hanyalah Salah Satu Dari Sekian Banyaknya Jalan

Jangan kunci diri anda di dalam satu channel marketing saja! Dunia digital marketing sangatlah luas, dan dari berbagai pilihan itu anda juga bisa mengkombinasikannya agar menjadi lebih efektif.

Baca Juga: Ikut Training Google Ads, Apa Saja Hal Penting yang Perlu Dipelajari?

Karena itu, anda bisa mengikuti berbagai pilihan ragam kursus digital marketing yang ada di Sasana Digital. Dapatkan berbagai informasi dan pelajaran berdasarkan studi kasus nyata!

5 Ciri Artikel SEO Friendly, Apa Saja Faktor yang Mempengaruhi

5 Ciri Artikel SEO Friendly, Apa Saja Faktor yang Mempengaruhi?

SEO (Search Engine Optimization) adalah salah satu channel digital marketing yang paling diminati saat ini, dan artikel adalah kunci dari eksekusinya. Bagaimana cara menentukan jika artikel sudah masuk kaidah SEO atau masih belum?

Menggunakan strategi organik memang tidak bisa sembarangan. Mengingat hanya kualitas saja parameter yang dipertimbangkan oleh platform dalam menampilkan konten, maka anda benar-benar harus memikirkan bagaimana kualitas konten agar bisa diterima oleh robot maupun oleh manusia.

SEO, yang merupakan salah satu contoh strategi organik, tentunya memiliki konsep yang sama pula. Anda harus memastikan bahwa konten anda (dalam hal ini artikel) sesuai dengan apa yang diinginkan oleh mesin pencari, maupun si pencari itu sendiri. Atau istilahnya, SEO Friendly.

Apa Itu SEO Friendly?

Artikel SEO friendly adalah artikel yang mudah ditemukan dan ditampilkan oleh mesin pencari di halaman hasil pencarian (SERP – Search Engine Result Page). Ada beberapa faktor yang membuat artikel bisa dikategorikan sebagai SEO Friendly, dan berikut beberapa diantaranya:

Memiliki Struktur Heading yang Sesuai

Struktur heading sebenarnya sama seperti subbab dalam sebuah buku atau essai. Dengan adanya heading, maka artikel bisa terbagi berdasarkan segmen nya masing-masing.

Struktur heading nantinya membantu mesin untuk mengetahui mana kalimat utama dan mana paragraf pendukungnya. Dari sini juga mesin pencari menentukan apakah segmen tersebut akan dimasukkan ke dalam cuplikan pilihan juga atau tidak.

Begitu juga untuk pembaca setia, struktur heading membantu mereka memahami bagaimana kerangka artikel yang sedang mereka baca. Heading juga bisa difungsikan sebagai alat navigasi, sehingga pembaca bisa langsung “loncat” ke bagian yang ingin mereka baca.

Dilengkapi dengan Internal Link

Internal link berfungsi untuk menghubungkan artikel yang saling berkesinambungan. Mesin pencari memiliki fungsi untuk merayapi link yang ada di dalam halaman, dan dengan adanya internal link maka antar artikel bisa saling mensupport satu dengan yang lain.

Dan ini juga berlaku untuk pembaca manusia, sebab mereka tentu juga membutuhkan bacaan lebih lanjut dari artikel yang mereka buka. Dan dengan pengunjung mengklik link tersebut, itu juga memberikan sinyal kepada mesin pencari untuk merayapi link tersebut.

Memiliki Keyword yang Tepat

Keyword adalah kunci utama di dalam SEO, mengingat keyword adalah jembatan antara pembaca dengan konten anda. Tanpa keyword yang tepat, maka artikel anda tidak akan ditampilkan di halaman hasil pencarian.

Ikuti pilihan kursus digital marketing kami untuk mempelajari bagaimana SEO bekerja secara lengkap.

Untuk menemukan keyword yang tepat, anda perlu melakukan riset singkat seperti mencari tahu kalimat apa yang dicari oleh pembaca sampai mencari tahu jumlah pencarian bulanannya. Anda bisa menggunakan tool keyword planner yang dimiliki oleh Google untuk melakukan riset ini.

Lalu keyword tersebut tentunya perlu diletakkan di dalam posisi yang strategis, seperti di judul, deskripsi, dan url. Dengan begitu Google bisa mengetahui apa isi artikel anda, lalu menampilkannya kepada pembaca yang sedang aktif mencari.

Mudah Dibaca Robot dan Manusia

Selain kaidah teknis, artikel anda tentu juga harus nyaman dibaca oleh robot dan manusia. Seperti menggunakan kata-kata yang mudah dipahami, memiliki susunan paragraf yang rapi, serta tidak menggunakan kata yang berulang.

Banyak orang yang salah kaprah, dengan memasukkan berbagai keyword ke dalam satu halaman. Praktik ini tentu sangat tidak disarankan, sebab hanya dengan memasukkan banyak keyword, bukan berarti kualitas artikel anda akan meningkat. Bagaimana rasanya membaca sebuah tulisan yang dipenuhi kata-kata yang artinya mirip-mirip secara berulang? Pasti tidak nyaman bukan?

Baca Juga: Mengenal 5 Jenis Google Marketing Platform, Untuk Efektivitas Digital Marketing Anda

Karena itu, jangan gunakan cara itu di dalam artikel anda.

Tidak Terlalu Panjang dan Tidak Terlalu Pendek

Artikel panjang tentu saja baik, karena semakin lengkap artikel maka semakin tinggi relevansi dan kualitasnya di mata mesin pencari maupun pengunjung. Namun artikel yang seharusnya pendek, tidak sepatutnya dipanjang-panjangkan dengan kalimat yang tidak diperlukan.

Begitu juga sebaliknya, artikel yang seharusnya ditulis panjang jangan dipendek-pendekkan karena bisa mengecewakan pengunjung anda yang kemudian bisa berdampak pada posisi artikel anda di mesin pencari.

Algoritma Mesin Pencari Akan Selalu Berubah

Algoritma dan bagaimana cara mesin pencari menilai kualitas konten akan selalu berubah seiring dengan perkembangan jaman. 5 faktor SEO friendly yang kami sebutkan di artikel ini, tentu bukan seluruh faktor yang ada di panduan SEO. Namun dengan anda mengimplementasikan kelimanya, maka peluang ranking anda akan naik tentu akan semakin meningkat.

5 Tips Memilih Kursus Digital Marketing Untuk Pemula dan Amatir

5 Tips Memilih Kursus Digital Marketing Untuk Pemula dan Amatir

Mengingat tidak ada lembaga akreditasi dari kursus digital marketing, maka penting bagi anda untuk memahami bagaimana cara memilih kelas yang bermanfaat bagi anda. Temukan tipsnya di sini.

Digital marketing memang sudah terbukti efektif di beberapa tahun terakhir ini untuk meningkatkan performa perusahaan. Selain karena biaya yang terjangkau, performa digital marketing juga sangat terukur karena adanya pencatatan. Mulai dari jumlah tayangan, jangkauan, sampai berapa banyak konversi yang didapatkan.

Tapi pertanyaannya, apakah ada jalan untuk mempelajari digital marketing? Mengingat hal ini tidak pernah diajarkan di sekolah maupun kuliah. Jawabannya, jelas bisa. Ada banyak sekali vendor penyedia kelas digital marketing yang berkualitas baik di Sasana Digital sendiri, maupun di luaran sana, termasuk dari Google dan Facebook juga menyediakan kelas yang bisa anda akses dalam bahasa Inggris.

Namun apakah semua kelas memiliki kualitas yang terjamin? Apalagi ada beberapa vendor yang mematok harga kelas yang sangat tinggi. Bagaimana cara mencari tahu kualitas kelas tersebut baik atau tidak?

Pastikan Memiliki Studi Kasus

Membahas digital marketing tanpa studi kasus ya sama saja bohong. Digital marketing tentu tidak jauh dari kata marketing itu sendiri, dimana teori terkadang bisa berbeda dengan prakteknya.

Karena itu studi kasus di dalam kelas sifatnya adalah wajib. Kelas boleh saja mengajarkan ribuan teori, namun kelas tersebut juga harus bisa membuktikan apakah teori itu bisa diaplikasikan pada kenyataan atau tidak. Juga, kelas harus bisa menunjukkan bagaimana hasil dari teori tersebut di kasus yang berbeda.

Tanyakan Sampai Level Mana

Ada kelas yang dibandrol harga ratusan ribu, ada juga yang sampai puluhan juta. Untuk kelas yang murah, tentu anda juga sudah bisa memperkirakan sampai level mana kelas tersebut diadakan (tentunya tidak akan jauh dari level pemula). Tapi bagaimana dengan kelas yang mahal?

Di sinilah anda harus menanyakan sampai level mana pelajaran akan diberikan. Jangan sampai anda sudah bayar mahal, tapi materi yang diberikan ternyata hanya hasil reproduksi dari materi yang ada di YouTube. Jelas ini tidak akan memberikan nilai tambah apapun kepada anda.

Ketahui Channel Apa yang Dibahas

Jangan sampai anda memilih kelas digital ads, padahal anda mau mempelajari SEO (hanya karena dua-duanya ada tulisan “Google”-nya). Sebelum anda menentukan mau mengikuti kursus digital marketing, maka anda harus paham terlebih dahulu jenis-jenis channel digital marketing yang ada.

Baca Juga: 5 Skill Yang Wajib Anda Pelajari di Kelas Digital Marketing

Sudah jelas apa konsekuensi yang anda dapatkan jika salah memilih kelas. Karena itu, pastikan anda tahu channel yang akan dibahas di dalam kelas, dengan cara melihat silabus materinya terlebih dahulu.

Cari Tahu Apakah Termasuk Evaluasi dan Optimasinya? Atau Hanya Tutorial

Kursus yang hanya dipenuhi tutorial tentu tidak akan cukup. Tutorial teknis memang penting, tapi tentu anda harus tahu bagaimana cara mengevaluasi dan melakukan optimasi berikutnya.

Baca Juga: 5 Strategi Digital Terbaik Untuk Mendongkrak Performa Bisnis Anda

Percuma saja anda diajari bagaimana memasang ads yang baik, tanpa mengetahui bagaimana cara memutuskan apakah ads tersebut baik atau tidak beserta cara mengoptimasinya. Sebenarnya ini masih berhubungan dengan poin pertama tadi, dimana dengan studi kasus maka anda bisa mengetahui bagaimana evaluasi dan optimasi dilakukan.

Anda juga harus memastikan apakah alat yang digunakan untuk optimasi akan diajarkan di kelas yang berbeda atau langsung jadi satu. Mengingat beberapa strategi digital marketing bisa dievaluasi dengan alat dari pihak ketiga (seperti SEMRush dan Supermetrics).

Cek Latar Belakang Mentornya

Terakhir tapi tak kalah penting, ketahui siapa mentornya. Ada banyak orang yang mengaku bahwa mereka jago mengeksekusi digital marketing dan mau mengajarkannya kepada anda, tapi ternyata isinya bohong belaka.

Jadi anda perlu tahu siapa yang akan mengajar anda di kelas nanti, apa yang ia kerjakan, bagaimana strategi andalannya, dan sampai skala apa strategi yang ia tangani. Ingat bahwa orang buta tidak mungkin menuntun orang buta.

Baca Juga: Mengenal 5 Jenis Google Marketing Platform, Untuk Efektivitas Digital Marketing Anda

Sudah Siap Belajar Digital Marketing?

Dengan 5 tips di atas, anda harusnya sudah bisa mendapatkan bayangan kelas yang akan anda ikuti di masa mendatang. Jika anda masih ragu, anda bisa berkonsultasi dengan kami di halaman konsultan bisnis dan digital marketing bandung. Temukan berbagai solusi digital marketing di sana, dan jadi bisnis yang siap terhadap perubahan dan transformasi digital.

Mengenal 5 Jenis Google Marketing Platform, Untuk Efektivitas Digital Marketing Anda

Mengenal 5 Jenis Google Marketing Platform, Untuk Efektivitas Digital Marketing Anda

Google telah lama digunakan sebagai kiblat dalam perkembangan digital marketing di dunia. Ketahui bagaimana cara menggunakan Google Marketing Platform untuk meningkatkan strategi digital marketing anda

Sudah menggunakan strategi digital marketing untuk pertumbuhan bisnis? Bagus! Sekarang bagaimana caranya anda mendapatkan informasi dan meningkatkan efektivitas dari strategi anda?

Memang memantau dan menghitung tingkat efisiensi dalam digital marketing bukanlah masalah yang mudah. Di beberapa perusahaan besar, mereka bahkan sampai rela menghabiskan dana puluhan juta per bulan untuk membayar seorang digital analyst. Hanya agar data digital mereka bisa terambil dan terbaca dengan mudah.

Kalau anda memiliki budget serupa, boleh saja anda mengikuti jejak tersebut. Bagaimana bila tidak? Karena itu, anda bisa menggunakan Google Marketing Platform yang merupakan rangkaian software besutan Google untuk membantu bisnis dalam meningkatkan strategi pemasaran di dunia digital mereka.

Google Analytics

Siapa yang tidak tahu tentang Google Analytics? Dengan perangkat lunak ini, anda bisa mendapatkan data-data yang bernilai dari website anda. Jumlah tayangan, pengguna, sampai sesi yang dimulai oleh pengguna bisa anda dapatkan dalam sekejap.

Google Analytics sendiri memiliki sistem pengambilan dan pengolahan yang cukup lengkap. Memang anda memerlukan skill khusus untuk bisa membacanya dengan tepat, namun Google sendiri juga memberikan petunjuk dalam menggunakan analytics. Sehingga bisa membantu anda dalam mendapatkan data yang anda inginkan.

Google Analytics juga bisa diintegrasikan dengan berbagai kanal pemasaran lainnya, termasuk sumber dari yang bukan Google (social media atau referral). Ini membuat Google Analytics menjadi salah satu software yang paling efektif di dunia digital marketing.

Baca Juga: Fitur Baru Google Analytics 4 (GA4), Apa Saja Kelebihannya?

Google Data Studio

Jika data yang harus anda analisa terlalu keruh atau rumit, maka anda bisa memanfaatkan Google Data Studio untuk memvisualisasikan data-data anda menjadi lebih atraktif.

Anda bisa memanfaatkan berbagai format grafik untuk menghidupkan data anda. Untuk menggunakannya, anda juga tidak perlu menguasai teknik coding seperti yang ada di banyak aplikasi visual data lainnya. Cukup dengan menggunakan konektor yang sudah disediakan, maka anda bisa membuat banyak laporan.

Google Data Studio juga bisa mengupdate dashboard secara otomatis, sehingga anda tidak perlu memasukkan data secara manual dan tentunya bisa mempermudah pekerjaan anda. Terakhir, dashboard data studio juga bisa dibagikan ke pengguna lain dan mereka bisa mengaksesnya secara asinkron.

Google Optimize

Punya 2 konsep landing page yang berbeda? Anda bisa menggunakan Google Optimize untuk membandingkan kedua hasilnya dengan A/B Testing.

Google Optimize bekerja dengan menggunakan javascript dan dengan bantuan Google Analytics untuk kebutuhan targeting dan profiling, sehingga ketika anda menentukan kondisi untuk menampilkan suatu format landing page, maka Optimize bisa bekerja secara otomatis.

Khusus untuk anda yang memiliki bisnis di kota Bandung dan sekitarnya, temukan berbagai solusi Digital Marketing Bandung di Sasana Digital.

Misalnya jika anda memiliki landing page A untuk sumber dari Google Ads dan landing page B untuk sumber dari Facebook, maka keduanya bisa bekerja secara otomatis ke audience yang diinginkan dan datanya akan disajikan secara terpisah. Sangat membantu untuk mengambil keputusan dari 2 konsep yang berbeda.

Google Tag Manager

Strategi tagging merupakan salah satu bagian paling krusial dalam strategi digital marketing. Dengan strategi tagging yang benar, anda bisa menemukan data penting tentang kebiasaan pelanggan anda dan menentukan strategi pemasaran selanjutnya.

Hanya saja, anda perlu kemampuan coding jika anda ingin menerapkan strategi tagging di dalam website. Cara coding ini selain tidak praktis, rawan keliru juga (mengingat implementasi coding sangatlah presisi dan sulit dimengerti oleh orang awam). Karena itu, Google Tag Manager ada.

Dengan Tag Manager, anda bisa menerapkan strategi tagging tanpa perlu menguasai coding sama sekali.

Google Ads

Terakhir tentu saja platform periklanan yang paling tersohor di jagat digital: Google Ads.Dengan Google Ads, anda bisa melakukan strategi pemasaran di banyak channel dan format. Mulai dari SEM, display ads, sampai local ads (iklan di Google Map). Google Ads sudah dikenal luas sebagai salah satu cara pemasaran yang terbukti bisa memberikan konversi.

Baca Juga: Ikut Training Google Ads, Apa Saja Hal Penting yang Perlu Dipelajari?

Integrasikan Semua Untuk Hasil Terbaik

Tentu saja jika anda hanya menggunakan salah satu dari 5 di atas, maka hasilnya tidak akan sempurna. Anda bisa mengintegrasikan semua peralatan untuk menemukan bagaimana kampanye yang tepat, respon pengguna, dan hasil yang anda dapatkan untuk setiap kampanye.

Satu lagi, kelima tools di atas bisa anda gunakan secara gratis alias tanpa perlu biaya apapun. Jadi, tunggu apa lagi? Ayo mulai susun strategi digital anda dengan data yang tepat dari Google Marketing Platform.

Mengenal Konsep Single Landing Page, Website Satu Halaman Untuk Meningkatkan Jumlah Konversi

Mengenal Konsep Single Landing Page, Website Satu Halaman Untuk Meningkatkan Jumlah Konversi

Jaman sekarang banyak perusahaan yang memanfaatkan single landing page, atau website satu halaman sebagai sumber utama konversi mereka. Mengapa strategi ini direkomendasikan?

Jika anda sering berinteraksi dengan bisnis yang aktif berpromosi di internet, anda pasti pernah bertemu dengan situs yang hanya terdiri dari 1 halaman. Anda tentu bertanya mengapa ada perusahaan yang mau membuat website yang terdiri dari 1 halaman saja, bukankah seharusnya website memuat semua informasi yang diperlukan?

Konsep Single Landing Page

Landing page merupakan salah satu faktor utama dalam optimasi rasio konversi atau conversion rate optimization (CRO). Artinya, landing page dibuat untuk meningkatkan rasio konversi agar biaya yang dikeluarkan dalam berpromosi bisa semakin efisien.

Salah satu hukumnya adalah, landing page tidak boleh memiliki elemen yang berpotensi menimbulkan distraksi. Contohnya, landing page tidak boleh memiliki elemen link keluar yang membuat calon pelanggan meninggalkan proses yang seharusnya mereka lalui. Sebab dengan mengirim pelanggan keluar dari sana, maka pelanggan bisa terdistraksi dan tidak jadi melakukan konversi.

Berangkat dari hukum itu, maka landing page sekarang kebanyakan dibuat hanya dengan 1 halaman saja tanpa ada jalan untuk meninggalkan halaman tersebut (kecuali dengan menutup browser, tentunya).

Aspek Penting Pada Landing Page

Mulai tertarik pada strategi dengan landing page? Tunggu dulu! Sebelum anda memutuskan untuk mulai membuat landing page dalam strategi marketing anda, anda perlu memahami apa saja aspek penting di dalam landing page tersebut. Berikut beberapa aspek penting yang perlu anda perhatikan ketika membuat landing page.

Baca Juga: Mengenal Strategi Conversion Rate Optimization (CRO), Bagaimana Cara Memanfaatkannya?

Alur Penjelasan Produk

Memang terkadang produk sudah cukup dijelaskan di dalam ads copy. Namun tentunya tidak keseluruhan produk anda jelaskan, bukan? Landing page haruslah memperkuat apa yang anda tuliskan di dalam ads copy atau konten yang anda gunakan.

Hindari menggunakan informasi yang rancu dan tidak jelas, apalagi kalau sampai bertentangan. Berikan poin-poin penting saja, agar landing page anda tidak membosankan.

Kelengkapan Informasi

Berikan informasi perusahaan (setidaknya identitas bisnis), testimoni, maupun promosi yang sedang berlangsung. Informasi yang kurang bisa menimbulkan kebingungan dan keraguan di benak calon pelanggan, dan tentunya ini bisa menurunkan tingkat konversi anda.

Kemudahan Kontak

Jangan sampai pengunjung landing page harus berputar-putar saat ingin menghubungi anda. Berikan beberapa tombol kontak atau pembelian di posisi strategis seperti setelah penjelasan kelebihan produk dan testimoni.

Sehingga calon pelanggan bisa langsung melakukan pembelian, segera setelah mereka merasa yakin dengan produk atau jasa yang anda pasarkan.

Tracking Aktivitas

Terakhir, jangan lupa untuk menanam kode tracking yang sesuai. Kode tracking ini bisa membantu anda untuk mengumpulkan data pengunjung (bukan data pribadi tentunya) yang bisa anda manfaatkan untuk analisa dan evaluasi.

Gunakan aplikasi analisa seperti Google Analytics untuk mempermudah tracking dan analisa dari performa landing page.

Mengapa Strategi Single Landing Page Populer?

Mulai dari pengusaha perorangan sampai bisnis multinasional, semuanya pernah menggunakan strategi single landing page ini. Bahkan Sasana Digital sendiri juga beberapa kali menggunakan landing page sebagai tempat untuk mengarahkan calon pelanggan.

Alasannya apa sih?

Mudah Di-tracking Hasilnya

Dengan adanya kode tracking dan karena tidak adanya halaman lain yang bisa membingungkan proses analisa, membuat data single landing page menjadi jauh lebih mudah dianalisa ketimbang data yang ada di website yang lebih kompleks.

Anda hanya perlu mengecek 1 halaman dan berapa tingkat rasio keluar saja, tanpa perlu pusing mengecek kemana perginya pelanggan setelah masuk.

Baca Juga: Mengenal Berbagai Jenis Atribusi di Dalam Dunia Digital Marketing

Website Satu Halaman Lebih Murah

Membuat website satu halaman tentu jauh lebih mudah dibandingkan membuat website dengan banyak halaman. Umumnya anda hanya perlu mengeluarkan biaya sekitar 2-3 jutaan untuk mendapatkan landing page yang langsung siap pakai, dan bisa ditrack secara lengkap.

Harga tentu bergantung dengan beratnya konten, serta jenis tracking yang dibutuhkan.

Bisa Dijadikan Sumber Audience

Salah satu kelebihan dari digital marketing adalah kemampuannya untuk melakukan retargeting. Dengan anda memiliki landing page, maka anda bisa menggunakannya sebagai sumber audience yang lebih mudah.

Jika anda menggunakan website dengan banyak halaman, tentu fokus audience akan terpecah dengan intensi yang berbeda-beda juga. Ini membuat anda kesulitan untuk membaca apa kira-kira keinginan dari pengunjung ketika berada di halaman tersebut.

Terlebih jika anda berencana untuk melakukan funneling, misalnya untuk melakukan test pasar terlebih dahulu baru kemudian menggiring mereka untuk menjadi pelanggan.

Apakah Anda Sudah Memanfaatkan Landing Page Anda?

Bagaimana dengan bisnis anda? Apakah anda sudah memanfaatkan strategi ini untuk memaksimalkan hasil dan konversi dari digital marketing anda? Pastikan anda sudah tahu terlebih dahulu untuk apa landing page yang anda buat nantinya. Selalu ingat, untuk tidak langsung main mengikuti strategi yang ada tanpa memahami apakah cocok atau tidak dengan bisnis yang dijalankan.