Blog ›

Apa Itu Brand Equity? Pahami Arti, Elemen, dan Contohnya!

I

Tahukah Anda mengapa brand equity sangat penting bagi sebuah bisnis?

Seperti yang kita tahu, produk Apple sangatlah diminati oleh banyak kalangan, terutama ketika mereka mulai meluncurkan produk terbarunya. Produk kompetitor, seperti Samsung atau Oppo, mungkin juga meluncurkan produk yang tidak kalah canggih. Namun, tingginya peminat tidak bisa mengalahkan produk Apple. 

Lalu, apa itu brand equity (ekuitas merek)? Dengan artikel ini, Sasana Digital akan membahas secara lengkap pengertian, elemen, hingga manfaat brand equity untuk kesuksesan bisnis Anda. Simak sampai akhir!

Apa Itu Brand Equity atau Ekuitas Merek?

Brand equity adalah sebuah nilai lebih yang dimiliki oleh perusahaan dibandingkan dengan perusahaan kompetitornya. 

Sedangkan menurut David Aaker, brand equity adalah istilah untuk menggambarkan nilai yang diakui dan dimiliki oleh merek, dari gagasan bahwa merek yang kuat & bereputasi akan lebih sukses.

Lebih lanjut, ia juga menyebutkan bahwa ekuitas merek adalah serangkaian aset dan kewajiban merek yang dihubungkan dengan nama dan simbol merek, yang menambah atau mengurangi nilai yang diberikan oleh suatu produk atau layanan.

Banyak orang mengira brand equity sama dengan brand awareness. Padahal, nilai ini memiliki bobot yang lebih jika dibandingkan dengan brand awareness. 

Dikutip dari Investopedia, brand equity mengacu pada nilai premium yang dihasilkan perusahaan dari produk dengan nama yang mudah dikenali jika dibandingkan dengan produk sejenis. 

Perusahaan dapat menciptakan nilai untuk produk mereka dengan membuatnya mudah diingat, mudah dikenali, dan unggul dalam kualitas dan keandalan.

Baca juga: Brand Positioning 101: Arti, Jenis, dan Strategi Penerapan

Setelah mengetahui apa itu ekuitas merek, selanjutnya kita akan membahas mengapa hal ini penting dalam bisnis Anda.

Mengapa Brand Equity Penting dalam Sebuah Bisnis?

Ekuitas merek tidak sama dengan pemasaran. 

Ekuitas merek adalah tindakan untuk membangun loyalitas pelanggan dalam jangka panjang. Oleh sebab itu, tindakan tersebut identik dengan nilai-nilai penting perusahaan untuk dipertahankan atau ditingkatkan. 

Secara sederhana, konsep ekuitas merek berbasis pada pelanggan dalam jangka panjang. Inilah salah satu keutamaannya yang bukan sekedar pada kegiatan marketing saja. 

Tidak hanya itu, menciptakan ekuitas merek secara internal dan eksternal akan menjadi nilai tambah pada suatu produk. Bahkan, juga dapat dikategorikan sebagai aset perusahaan yang luar biasa.

Hal ini dikarenakan nilai tersebut dapat membantu dalam meningkatkan loyalitas dan nilai pelanggan bagi suatu perusahaan.

5 Elemen Dasar Brand Equity

Elemen Dasar Brand Equity

Berikut ini 5 elemen dasar ekuitas merek yang perlu Anda ketahui.

1. Brand Awareness

Elemen pertama adalah brand awareness. Tahap brand awareness adalah tahap pengenalan konsumen terhadap brand. 

Pada tahap ini, konsumen akan dibuat familiar dengan beberapa cara, seperti memberikan free trial, sponsorship, event marketing atau melakukan product placement di beberapa tempat.

Jika Anda baru dalam dunia bisnis, Anda bisa meningkatkan brand awareness dengan membuat website, membuat media sosial, atau menulis artikel blog dengan topik yang relevan dengan produk yang ditawarkan.

2. Brand Association

Tahap brand association adalah tahap di mana Anda membuat produk melekat di benak, pikiran, dan hati konsumen. Asosiasi merek bisa disebut juga sebagai koneksi antara sebuah brand dengan konsepnya sehingga mudah untuk diingat.

Asosiasi ini bisa berupa nama, logo, konsep atau emosi yang berhubungan dengan pengalaman ketika seseorang berinteraksi dengan suatu produk. Brand dengan ekuitas yang tinggi bisa terjadi apabila memiliki asosiasi yang positif dari konsumen.

Sebagai contoh, ketika membahas air mineral, brand apa yang muncul dalam benak Anda? Kemungkinan besar Anda akan menjawab Aqua. Ini disebabkan brand tersebut memiliki nama yang mudah diingat dan memiliki pangsa pasar yang luas.

3. Perceived Quality

Berikutnya, brand loyalty atau loyalitas merek adalah persepsi positif yang muncul dalam benak konsumen terhadap produk tertentu. 

Brand loyalty mengacu pada kesetiaan konsumen terhadap produk dari suatu merek. Persepsi ini akan menciptakan loyalitas, sehingga konsumen akan terus membeli dan menggunakan produk yang Anda tawarkan.

Loyalitas konsumen akan mengantar mereka pada brand equity yang baik pula. Alhasil, customer tidak mudah kabur ke lain brand. Bahkan, Anda juga dapat  menjalin hubungan jangka panjang dengan pelanggan yang relatif lebih awet.

4. Brand Loyalty

Berikutnya, brand loyalty atau loyalitas merek adalah persepsi positif yang muncul dalam benak konsumen terhadap produk tertentu. 

Brand loyalty mengacu pada kesetiaan konsumen terhadap produk dari suatu merek. Persepsi ini akan menciptakan loyalitas, sehingga konsumen akan terus membeli dan menggunakan produk yang Anda tawarkan.

Loyalitas konsumen akan mengantar mereka pada brand equity yang baik pula. Alhasil, customer tidak mudah kabur ke lain brand. Bahkan, Anda juga dapat  menjalin hubungan jangka panjang dengan pelanggan yang relatif lebih awet.

5. Brand Assets

Apakah Anda pernah melihat suatu logo san teringat brand tertentu? Inilah konsep dari brand asset. 

Brand asset adalah elemen yang dapat dikenali sebagai identitas suatu bisnis, mulai dari logo, tipografi, color palette, hingga tagline. Aset merek dapat  memudahkan dalam mengidentifikasi bisnis dan menonjolkan bisnis diantara pesaingnya. 

Semua perusahaan yang ingin menarik pelanggan dan menonjol di antara para pesaing membutuhkan aset merek yang kuat. Elemen tersebut akan membantu Anda membangun identitas, menjaga konsistensi, dan menciptakan kepercayaan pelanggan. 

Baca juga: Bongkar Rahasia Strategi Branding Sukses untuk Bisnis Anda!

Manfaat Membangun Brand Equity

1. Mampu Bertahan di Tengah Persaingan Pasar

Menjalankan suatu bisnis bukanlah perkara mudah. Ini disebabkan oleh persaingan bisnis yang semakin ketat dan didukung banyaknya kompetitor yang bermunculan. 

Ketika suatu brand sudah mendapatkan kepercayaan besar dari para pelanggan, maka mereka akan lebih tahan terhadap persaingan yang ada. Brand yang sudah mendapatkan kepercayaan besar akan memiliki loyalitas dari para pelanggannya.

2. Mendapatkan Customer yang Loyal

Dengan meningkatkan nilai premium brand, Anda akan mendapatkan konsumen yang loyal. Jika terbentuk secara konsisten, konsumen pun semakin percaya dan setia terhadap brand Anda. 

Beberapa penelitian membuktikan bahwa lebih dari 59% konsumen melakukan repurchase (pembelian ulang) pada merek sama yang telah mereka percaya.

Ini karena brand equity membuat konsumen percaya dengan kualitas produk yang muncul. Meskipun beberapa brand memiliki harga produk yang mahal, namun masih ada konsumen yang akan membelinya.

3. Meningkatkan Customer Retention

Manfaat Membangun Brand Equity

Mempertahankan pelanggan menjadi salah satu hal paling penting dalam menjalankan bisnis. Untuk itu, Anda perlu menentukan strategi customer retention yang paling tepat untuk bisnis Anda.

Customer retention adalah kemampuan perusahaan untuk mempertahankan pelanggannya agar tetap loyal pada suatu brand atau produk. 

Ada beberapa cara yang bisa Anda coba untuk mempertahankan pelanggan, seperti membuat program referral, program loyalitas pelanggan, atau membangun brand value. 

4. Membedakan Produk dengan Milik Kompetitor

Saat ini mengalahkan kompetitor tidak harus lewat harga murah saja. Dengan strategi diferensiasi Anda bisa menawarkan keunggulan produk sebagai nilai jual. 

Jika pelanggan menyukai keunggulan pada suatu produk, maka pelanggan akan menaruh loyalitasnya pada produk Anda. 

Di tengah ketatnya persaingan bisnis akan banyak produk yang beredar di masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan diferensiasi produk agar konsumen bisa mengidentifikasi kualitas produk yang Anda tawarkan.

5. Meningkatkan Eksistensi Perusahaan

Tingginya persaingan bisnis dan tuntutan konsumen menjadi alasan bagi pebisnis untuk terus mempertahankan eksistensi bisnisnya. Kondisi tersebut juga menjadi tantangan tersendiri, sehingga diperlukan strategi jitu untuk menjaga kesuksesan usaha.

Setiap tahunnya akan ada banyak peluang baru yang bermunculan. Untuk itu, Anda perlu mengikuti perkembangan tren yang ada, sehingga bisnis tidak akan ketinggalan zaman.

Selain itu, Anda juga dapat meningkatkan eksistensi perusahaan dengan memenuhi kebutuhan konsumen. Cara ini juga terbukti efektif untuk meningkatkan hubungan dan loyalitas mereka terhadap bisnis Anda.

Cara Membangun Brand Equity untuk Bisnis Anda

Untuk meraih manfaat dari penerapan strategi satu ini, tentu diperlukan penerapan strategi efektif untuk membangun nilai-nilai brand Anda. Berikut ini 5 cara membangun ekuitas merek yang bisa Anda coba.

1. Buat Identitas Brand yang Kuat

Cara pertama yang bisa Anda lakukan untuk membangun brand equity adalah membuat identitas brand yang kuat. Buatlah identitas yang menonjol dan berbeda dibandingkan kompetitor di pasar. 

Sebab, dengan menggunakan identitas bisnis, Anda dapat membentuk persepsi target konsumen terhadap bisnis Anda. Identitas brand yang dibuat juga harus relevan dengan produk yang ditawarkan. 

Baca juga: Brand Image: Strategi Meningkatkan Citra dan Reputasi Bisnis

2. Bangun Brand Awareness yang Kuat

Brand awareness penting bagi bisnis karena konsumen cenderung membeli produk dari brand yang dikenalnya.

Dikutip dari Nielsen Global New Product Innovation Survey, 59% konsumen lebih memilih untuk membeli produk baru yang dibuat oleh brand yang tidak asing bagi mereka.

Tidak jarang, beberapa brand memanfaatkan media sosial, seperti Instagram, TikTok, atau Facebook, untuk membangun awareness yang kuat bagi brand mereka.

3. Buat Strategi Marketing yang Efektif

Cara Membangun Brand Equity

Dalam menjalankan bisnis, tentunya diperlukan strategi marketing  yang efektif untuk menarik konsumen datang atau membeli produk yang ditawarkan. 

Strategi pemasaran juga memastikan pembeli mengenali dengan baik produk yang ditawarkan serta mengulangi aktivitas pembelian (repurchase) produk. 

Strategi marketing yang ideal, meliputi proses pengenalan produk, cara membuat mereka tertarik pada produk, hingga tahap terjadinya konversi di mana produk tersebut berhasil terjual.

4. Sampaikan Brand Value Anda

Dalam pemasaran, istilah brand value sering dikaitkan dengan kerelaan konsumen untuk mengeluarkan uang lebih demi memperoleh suatu produk atau layanan.

Brand value memiliki pengaruh terhadap bisnis, terutama ketika Anda sebagai pebisnis berharap bahwa merek Anda dapat meninggalkan kesan dalam benak konsumen.

Dengan menyampaikan value bisnis Anda, secara tidak langsung Anda akan membuka peluang bagi para pelanggan untuk tetap setia (loyal) terhadap produk Anda. 

5. Tingkatkan Customer Experience Bisnis Anda

Dalam salah satu artikelnya, Forbes menyebutkan bahwa customer experience dapat membangun sebuah perusahaan atau justru menghancurkannya. Dengan kata lain, customer experience menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan bisnis. 

Untuk itu, Anda perlu fokus pada kepuasan pelanggan. Semakin tinggi tingkat kepuasan konsumen, maka makin baik pula pengalamannya terkait produk yang digunakan.

Baca juga: 7 Cara Menerapkan Strategi CRM dan 10 Contohnya

Contoh Brand Equity yang Berhasil Diterapkan Brand Besar

1. Starbucks

contoh brand equity - 1

Contoh ekuitas merek dari Starbucks memang sering dibahas. Apalagi, brand kopi ini telah berdiri sejak tahun 1971 dan masih tetap eksis hingga saat ini. 

Berhasil dalam menjaga kualitas dan konsistensi produk dari waktu ke waktu, itulah mengapa nilai dari Starbucks dapat terjaga dengan baik. 

Meski harganya cukup mahal, namun pelanggan setia Starbuck akan tetap membelinya. Karena dengan jumlah uang yang mereka keluarkan, mereka akan mendapatkan kualitas produk yang juga sebanding.

2. Google

contoh brand equity - 2

Contoh brand equity berikutnya adalah Google. Google telah menguasai hampir 90% sektor mesin pencari di dunia. Bahkan, lebih dari empat miliar orang di dunia menggunakan Google, termasuk Anda. 

Sebagai produk Top of Mind dalam benak penggunanya, Google terus meningkatkan produk dan layanan mereka. Dengan semakin banyaknya sub-produk, audiens pun semakin tidak dapat lepas dari Google.

3. Indomie

contoh brand equity - 3

Terakhir, contoh brand equity adalah Indomie. Bukan karena produk atau reputasi merek saja, banyak konsumen memilih Indomie karena nilai, manfaat, atau keunggulan dari merek atau produknya.

Dengan menonjolkan cita rasa nusantara, Indomie berhasil memilih nama yang sangat cocok. Selain itu, Indomie juga berhasil membangun produknya dengan menyesuaikan selera masyarakat Indonesia di dukung dengan taglinenya “Indomie Seleraku” yang sudah tertanam dalam benak konsumennya.

Berhasilnya Indomie dalam mencapai top of mind konsumen, membantu Indomie menguasai pangsa pasar dan terus menciptakan ekuitas mereknya secara positif.

Pertanyaan Seputar Brand Equity

Ada beberapa pertanyaan menarik yang berkaitan dengan brand equity. Di bawah ini tersedia beberapa pertanyaan yang mungkin bisa menjawab rasa penasaran Anda terkait hal tersebut.

1. Apa yang Dimaksud dengan Brand Equity?

Brand equity (ekuitas merek) adalah sejumlah aset yang berhubungan dengan merek yang bisa menambah atau mengurangi nilai dari merek tersebut.

2. Mengapa Brand Equity Sangat Penting bagi Bisnis dan Perusahaan?

Sebab, perusahaan mampu meningkatkan loyalitas konsumen, memberi kredibilitas terhadap produk lain milik perusahaan, serta memperkuat merek di pasaran agar mampu bersaing dan selalu diingat konsumen.

3. Apa Saja yang Mencakup Brand Equity?

Yang terkait aspek-aspek branding pada suatu merek adalah nama, simbol, tagline, maupun nilai lainnya yang dapat mengurangi atau meningkatkan trafik penjualan berdasarkan pengalaman para konsumen.

4. Bagaimana Cara Membangun Ekuitas Merek?

Untuk membangunnya, Anda bisa melibatkan konsumen dan prospek konsumen, membangun hubungan dan kepercayaan, membangun brand awareness, hingga membuat sistem branding.

Penutup

Nah, itulah penjelasan lengkap mengenai apa itu brand equity atau ekuitas merek hingga contoh brand equity yang telah berhasil menerapkannya. Kini, saatnya bisnis Anda yang juga menerapkan strategi ini untuk kemajuan bisnis Anda. 

Apabila Anda masih merasa kesulitan ketika mencoba membangun strategi ekuitas merek atau strategi bisnis digital lainnya, Sasana Digital bisa jadi solusinya. Klik banner di bawah ini dan dapatkan Layanan Konsultasi terkait permasalahan bisnis digital Anda hanya bersama kami!

Bagikan Artikel Ini

Layanan Sasana Digital

Hubungi Kami
Halo, ada yang bisa kami bantu?