Blog ›

Bagaimana Cara Belajar SEO Untuk Pemula? Temukan Di Sini!

I
Reading Time: 16 minutes

Apa itu SEO?

SEO atau Search Engine Optimization ialah usaha-usaha optimasi yang dilakukan untuk membuat situs Anda muncul pada posisi yang menguntungkan pada hasil pencarian untuk kata kunci yang berhubungan dengan produk/jasa/gagasan yang Anda tawarkan.

Meskipun ada banyak mesin pencari di internet namun Google menjadi yang paling banyak digunakan dengan pangsa pasar sebesar 92,47% per Juni 2021 sehingga membuat SEO identik dengan optimasi untuk Google. Dengan kepopulerannya ini SEO untuk Google menjadi yang paling diminati untuk dipelajari oleh pemula.

Macam-macam Fitur Pencarian Google

Dibandingkan masa awal kemunculannya pada akhir tahun 90-an, hasil yang ada di halaman pencarian kini jauh lebih lengkap dan bervariasi guna memuaskan kebutuhan informasi para penggunanya.

Tampilan Google 2000
Hasil pencarian di awal tahun 2000-an tidak memiliki banyak search feature.

Tampilan Google 2021
Hasil pencarian Google tahun 2021 lebih bervariasi dengan berbagai Search Feature

Seperti yang dapat Anda lihat pada tampilan terbaru, hasil pencarian tidak melulu berupa teks (basic results) namun juga search features berupa knowledge graph, knowledge panel, lokasi, featured snippet, iklan, hasil pencarian lokal, site links, kumpulan gambar, resep masakan, lowongan pekerjaan, acara, berita terkini (top stories), video sampai tweet. Karena bentuknya yang mencolok, masing-masing search feature di atas dapat memperbesar peluang orang-orang mengunjungi website Anda.

Search features menjadikan SEO lebih menarik untuk dipelajari karena semakin banyak cara yang tersedia untuk menjadikan website Anda lebih menonjol dibandingkan website lainnya. Untuk mempermudah para pemula mempelajari SEO kami sebisa mungkin menyusun artikel ini secara urut berdasarkan mana yang harus dipelajari terlebih dahulu. Mari kita mulai!

Menentukan Page Intent (Tujuan Halaman)

Tujuan halaman yang dimaksud ialah konten apa yang hendak dimuat dalam suatu halaman. Untuk menentukannya Anda harus mengetahui macam-macam search intent yang ada. Search intent sendiri merupakan tujuan pencarian yang dimiliki oleh pengunjung.

Ada 2 kelompok search intent yang selama ini digunakan. Kelompok pertama yang lebih umum terdiri dari 4 macam search intent, yaitu:

Informational

Pencarian yang tujuannya untuk memperoleh informasi tentang suatu hal. Keyword yang digunakan dinamakan keyword informational, contohnya:

  • presiden amerika serikat – pengunjung ingin mengetahui siapa presiden Amerika Serikat yang sekarang atau serba-serbi mengenai kepresidenan Amerika Serikat
  • seo – pengunjung ingin belajar/memahami lebih dalam mengenai SEO
  • demografis – pengunjung ingin mengetahui arti demografis
  • cara mengganti karburator – pengunjung ingin mengganti karburator sendiri
  • belajar gitar – pengunjung ingin belajar memainkan gitar
  • squid game – pengunjung penasaran akan Squid Game yang sedang viral
  • proses penambangan – pengunjung ingin mengetahui/mempelajari lebih dalam mengenai proses penambangan

Navigational

Pengunjung dengan search intent navigational biasanya sudah tahu website mana yang hendak dituju namun mereka tidak mengetahui atau tidak yakin alamat tepat website atau URLnya. Contoh keyword navigational:

  • fb – pengunjung ingin ke website Facebook namun malas mengetikkan facebook.com
  • training sasana digital – pengunjung sudah mengetahui bahwa ada halaman training digital marketing di sasanadigital.com namun tidak mengetahui dengan tepat alamatnya

Commercial

Para pengunjung dengan search intent commercial bertujuan akhir memilih barang/jasa yang hendak mereka beli namun masih dalam tahap mempertimbangkan mana yang hendak dibeli. Contoh kata kunci commercial:

  • kursus seo terbaik
  • huawei vs xiaomi
  • review samsung z flip 3
  • resto padang terenak

Transactional

Search intent transactional dimiliki oleh mereka yang sudah yakin akan membeli apa namun masih mencari di mana hendak membelinya. Kata kunci transactional seperti:

  • beli samsung watch 4
  • diskon langganan indihome
  • langganan netflix
  • tv xiaomi

Kelompok lainnya juga terdiri dari 4 macam search intent. Kelompok ini didefinisikan oleh Google dalam Search Quality Evaluator Guidelines-nya. Dalam kelompok ini juga terdapat 4 macam search intent, yaitu:

Know

Mirip dengan search intent informational, pengunjung dengan search intent Know ingin belajar/mengetahui mengenai sesuatu.

Do

Pengunjung dengan search intent Do memiliki rencana untuk melakukan sesuatu di halaman yang dituju seperti membeli, mengunduh, menonton video dan lain-lain.

Website

Search intent Website mirip dengan search intent navigational di mana pengunjung sudah tahu hendak ke halaman apa namun tidak mengetahui secara persis URL halaman yang dimaksud.

Visit in Person

Search intent Visit in Person dimiliki oleh pengunjung yang berencana pergi ke suatu lokasi fisik seperti restoran, toko, kantor dan lain-lain.

Lalu kelompok search intent mana yang harus digunakan?

Kami sarankan untuk menggunakan kelompok search intent yang pertama untuk tahap awal desain suatu halaman. Setelah itu dapat menggunakan search intent dari Google untuk finalisasi desain. Pada prakteknya tentu saja Anda dapat menyesuaikannya dengan kebutuhan Anda.

Bagi para pemula yang baru mulai belajar SEO sangatlah penting untuk mendalami perihal search intent karena optimasi lain yang dilakukan akan percuma jika page intent tidak cocok dengan search intent.

Menyelaraskan Page Intent dengan Search Intent

Lalu bagaimanakah hubungan page intent dengan search intent? Mari kita telusuri menggunakan contoh kasus.

Anggap saja Anda ingin membuat halaman yang mengajarkan cara membuat kandang kucing sendiri. Kata kunci apa yang akan Anda gunakan?

Apakah kandang kucing? Mari kita google kandang kucing dan lihat hasil pencarian yang muncul.

Contoh Pertama dari keyword Kandang Kucing dalam Belajar SEO Pemula

Jika halaman Anda berisi cara membuat kandang kucing namun keyword yang Anda target ialah “kandang kucing” maka kemungkinan besar halaman Anda tidak akan berada di halaman pertama hasil pencarian Google karena keyword ini digunakan oleh orang-orang yang ingin membeli kandang kucing, bukan membuatnya sendiri.

Google mengetahui bahwa orang-orang yang menggunakan keyword “kandang kucing” search intentnya kalau bukan commercial ya transactional.

Artinya,

Dari mana Google mengetahui hal tersebut?

Dari seberapa lama waktu yang dihabiskan pengunjung di suatu situs. Logikanya, jika konten halaman cocok dengan search intent pengunjung maka ia akan menghabiskan lebih banyak waktu di halaman tersebut. Jika kontennya tidak cocok maka ia akan segera kembali ke hasil pencarian dan memilih halaman lain.

Jika seseorang hendak membeli kandang kucing dan yang ia temukan ialah halaman tentang membuat sendiri kandang kucing, menurut Anda berapa lama waktu yang akan ia habiskan di halaman itu? Tentu sangat sebentar, mungkin hanya 1-2 detik.

Semakin banyak orang yang cepat-cepat keluar dari halaman tersebut maka di mata Google halaman itu semakin terlihat tidak cocok dengan search intent pengunjung dan posisinya akan semakin diturunkan dari hasil pencarian. Pada akhirnya jumlah pengunjung dari Google akan semakin dan semakin sedikit.

Oleh karena itu, keyword apa yang kira-kira lebih cocok untuk halaman yang mengajarkan cara membuat kandang kucing? Mungkin “buat kandang kucing”. Mari kita coba google keyword tersebut.

Contoh Keyword Kedua dari Buat Kandang Kucing dalam Belajar SEO Pemula

Nah, dari hasil pencarian yang nampak terlihat bahwa keyword ini lebih cocok untuk halaman yang mengajarkan cara membuat kandang kucing. Lebih jauh lagi, konten berupa video dan gambar memiliki peluang lebih besar untuk ditampilkan di bagian atas hasil pencarian.

Jadi langkah awal SEO yang harus Anda lakukan adalah:

1.   Menentukan dahulu page intent (tujuan/maksud halaman) Anda

2.   Mengumpulkan keyword yang search intentnya cocok dengan page intent Anda. Caranya adalah dengan mencari tahu page intent halaman-halaman yang ditampilkan di hasil pencarian. Cara terbaik mengetahui page intent adalah dengan membuka satu persatu halaman yang ditampilkan dan melihat konten di dalamnya. Makan waktu namun hasilnya paling akurat.

Selanjutnya, dari mana Anda dapat memperoleh daftar keyword untuk dicari tahu search intent-nya? Dari Keyword Research

Keyword Research

Kembali ke contoh kasus kandang kucing tadi. Bagaimana cara mengumpulkan keyword untuk dicari tahu search intent-nya? Kalau kita pikirkan sendiri mungkin kita akan memperoleh beberapa alternatif seperti:

  • kandang kucing
  • membuat kandang kucing
  • bikin kandang kucing

Jumlahnya tidak terlalu banyak.

Namun hasilnya bisa berbeda jika kita menggunakan tool untuk keyword research. Ada banyak tools keyword research yang ada di internet mulai dari yang gratis sampai berbayar. Yang gratis dan murah pun juga banyak yang bisa diandalkan. Untuk artikel ini kami akan memberikan contoh penggunaan tool keyword research yang gratis agar bebas dicoba oleh siapapun termasuk pemula dalam SEO.

Ada banyak tool keyword research gratis (Anda dapat google “free keyword research tool “) namun yang akan kita gunakan adalah Ubersuggest.

(Catatan: Hasil atau keyword yang ditampilkan bisa jadi berbeda dengan yang di screenshot. Screenshot dibuat pada bulan Oktober 2021.)

Langkah pertama, masukkan keyword “kandang kucing” sebagai seed keyword (keyword untuk mengawali research) dan pilih Indonesian/Indonesia lalu klik Search.

Akan keluar halaman hasil, scroll sampai menemukan bagian ini lalu klik VIEW ALL KEYWORD IDEAS:

Anda akan sampai pada halaman ini:

Dari sini sudah ada banyak keyword yang bisa Anda cari tahu hasil pencariannya untuk menentukan apakah keyword tersebut cocok dengan halaman cara membuat kandang kucing. Jika menggunakan Ubersuggest Anda dapat langsung klik tombol Search Results yang ada di sebelah kanan keyword untuk melihat hasil pencarian. Ingat, jangan sampai hasil pencarian didominasi oleh halaman yang berjualan kandang kucing.

Mari coba kita lihat hasil pencarian untuk kandang kucing kayu (klik tombol Search Results di sebelah kanan kandang kucing kayu).

Akan tampak daftar halaman di 10 posisi teratas Google. Di sini bisa kita lihat bahwa yang mendominasi ialah halaman commercial dan transactional. Artinya keyword ini tidak cocok untuk halaman yang mengajarkan cara membuat kandang kucing sendiri.

Selanjutnya coba kita lihat hasil pencarian untuk keyword lainnya. Di bagian atas terdapat tab SUGGESTIONS dan RELATED. Jika tidak ada keyword yang sifatnya informational di tab SUGGESTIONS Anda bisa mencari keyword di tab RELATED.

Kali ini kita klik tab RELATED dan memilih keyword “cara membuat kandang kucing”.

Di sini dapat kita lihat bahwa keyword ini lebih cocok digunakan karena hasil pencariannya didominasi oleh halaman-halaman tentang pembuatan kandang kucing.

1 keyword telah kita temukan, mari kita lanjutkan mencari keyword informational lain.

Kalau tadi kita menggunakan seed keyword “kandang kucing” dan hasil pencarian didominasi oleh halaman transactional dan commercial maka sekarang kita akan menggunakan seed keyword “membuat kandang kucing”. Perhatikan perbedaan hasilnya.

Keyword research

Jika Anda klik tombol Search Results maka Anda akan melihat bahwa halaman informational sangat mendominasi. Sekarang coba klik tab RELATED dan klik tombol Search Resultsnya. Di sana ada lebih banyak lagi keyword informational yang dapat digunakan. Bahkan mungkin terlalu banyak.

Apakah semua keyword tersebut harus digunakan? Apa kriteria selanjutnya dalam memilih keyword?

Search Volume (Volume Pencarian)

Search volume merupakan perkiraan berapa kali keyword tersebut digunakan oleh pengunjung dalam sebulan. Jika angka yang tertera 720 maka kira-kira ada 720 orang yan mencari menggunakan keyword tersebut.

Sebenarnya data persis volume pencarian hanya dimiliki oleh Google dan data yang ditampilkan oleh tool pihak ketiga seperti Ubersuggest hanyalah perkiraan. Karena datanya hanya perkiraan maka antara satu tool dengan tool lainnya bisa berbeda. Meski demikian masih tetap lebih baik daripada tidak memiliki data sama sekali, bukan?

Oh ya, dalam kasus kandang kucing ini sebelum memilih berdasarkan volume pencarian Anda dapat menyeleksi dahulu berdasarkan kebutuhan konten Anda. Misal Anda ingin menjelaskan cara membuat kandang kucing dari baja ringan maka tinggal Anda pilih saja keyword yang sesuai. Jika keyword yang ada masih terlalu banyak maka Anda dapat menggunakan search volume untuk seleksi lebih lanjut.

Lalu search volume berapa yang harus dipilih?

Berapa saja bisa. Saran kami prioritaskan keyword yang search volumenya lebih besar. Maksudnya, keyword yang volume pencariannya lebih besar lebih wajib digunakan dalam artikel. Untuk keyword yang search volumenya kecil tidak perlu dimasukkan ke dalam artikel jika artikelnya malah terlihat tidak alami dan tidak enak dibaca.

Berapa banyak keyword yang harus dipilih untuk satu artikel? Tidak ada pedoman yang kaku. Selama keyword itu masih relevan, silakan dipakai. Saran dari kami hanyalah jangan membahas secara detail 2 topik dalam 1 artikel karena Google akan “kebingungan” menentukan topik utama halaman Anda dan membuat posisi halaman Anda di hasil pencarian tidak optimal.

Keyword Difficulty (Tingkat Kesulitan Keyword)

Keyword difficulty dapat didefinisikan sebagai seberapa sulit upaya untuk menempati posisi terbaik pada hasil pencarian. Biasanya semakin tinggi angkanya semakin sulit keywordnya.

Ubersuggest menampilkan 2 macam keyword difficulty yaitu SEO Difficulty dan Paid Difficulty.

SEO Difficulty ialah tingkat kesulitan dalam mencapai posisi terbaik dalam hasil pencarian organik (non iklan). Sedangkan Paid Difficulty ialah tingkat kesulitan dalam mencapai posisi terbaik untuk iklan. Pada tool lain istilah keyword difficulty biasanya merujuk pada SEO difficulty. Oleh karena itu kami juga menggunakan istilah yang sama dalam artikel ini.

Nah, sebagai kriteria tambahan untuk memfilter keyword kita dapat menggunakan keyword difficulty. Tingkat kesulitan yang dianggap mudah ialah 0-30. 30-60 dianggap sedang dan 60 ke atas dianggap sulit.

Kombinasi yang ideal dari search volume dan keyword difficulty tentu saja keyword yang volume pencariannya banyak namun tingkat kesulitannya rendah. Namun kenyataannya hal ini bisa dibilang jarang terjadi.

Cost Per Click (CPC)

CPC adalah harga yang harus dibayar oleh pengiklan untuk setiap klik pada iklan mereka.

Lalu apa hubungannya dengan keyword research?

Untuk mengetahuinya kita harus mengetahui sedikit mengenai Google Ads (salah satu platform untuk membeli slot iklan di internet) dan Google Adsense (sistem di mana para pemilik website dan aplikasi mendaftarkan website dan aplikasi mereka agar dapat menampilkan iklan para pengiklan yang menggunakan Google Ads. Kurang lebih begini cara kerjanya:

1.   Pengiklan membuat iklan di Google Ads dan memilih di mana saja iklan mereka akan ditampilkan.

2.   Iklan ditampilkan di website dan aplikasi yang telah didaftarkan ke Google Adsense.

3.   Jika iklan diklik pengiklan membayar biaya iklan ke Google Ads (model iklan seperti ini disebut PPC atau Pay Per Click). Pengiklan membayar per klik yang diperoleh. Inilah yang disebut CPC (Harga per Klik).

4.   Sebagian dari biaya yang dibayarkan tersebut diberikan ke pemilik website dan aplikasi tempat iklan tersebut ditampilkan.

CPC dapat menjadi kriteria tambahan untuk memfilter keyword. Selain volume pencarian yang besar dan keyword difficulty yang rendah Anda dapat menambahkan kriteria CPC yang tinggi.

CPC merupakan indikator yang sangat berguna jika Anda membuka slot di website/aplikasi Anda untuk iklan produk atau jasa orang lain (seperti Google Adsense di atas). Meski demikian jika Anda menawarkan produk atau jasa Anda sendiri CPC juga dapat menjadi indikator yang baik mengenai seberapa besar potensi pasar dan keuntungan produk/jasa yang ditawarkan. Logikanya, semakin mahal biaya yang bersedia dibayarkan oleh pengiklan maka semakin besar keuntungan yang diperoleh pengiklan (karena produk/jasanya laris dijual atau keuntungannya tinggi).

Setelah memperoleh keyword yang tepat untuk digunakan dalam konten selanjutnya kita akan belajar mengenai bagaimana meletakkannya ke dalam artikel yang akan kita buat.

On-Page SEO

On Page SEO ialah usaha-usaha yang dilakukan di dalam website (misalnya dari dashboard blog jika Anda menggunakan WordPress) untuk mengoptimalkan posisi website Anda. Manfaat utama dari on page SEO adalah:

1.   Mesin pencari dimudahkan dalam mengenali topik konten yang dibahas sehingga dapat menentukan posisi konten tersebut dengan lebih akurat.

2.   Para pengunjung tertarik membaca konten Anda, dapat membaca konten dengan nyaman, betah di halaman Anda sehingga memperbesar kemungkinan posisinya di hasil pencarian akan naik karena di mata Google halaman Anda sesuai dengan yang dibutuhkan pengunjung.

Ada banyak komponen yang dapat dioptimasi untuk mencapai 2 hal tersebut. Mari kita mulai.

Optimasi URL

Mudahnya, URL adalah alamat halaman Anda. Misalnya https://sasanadigital.com/apa-yang-dimaksud-dengan-digital-marketing/.

Pilih 1 keyword untuk dijadikan keyword yang hendak diletakkan di URL. Berikut ini hal-hal yang dapat menjadi pertimbangan Anda:

  • Volume pencarian yang besar
  • Tingkat kesulitan yang rendah
  • CPC yang besar

Gunakan keyword tersebut di URL namun hilangkan kata-kata yang tidak perlu supaya URL tidak terlalu panjang. Kata-kata yang tidak perlu bisa berupa kata hubung seperti dan, atau, untuk, agar, supaya dan lain-lain maupun kata-kata lainnya. Jika URL terlalu panjang maka tidak akan dapat ditampilkan secara utuh pada hasil pencarian. Gambar 1 di bawah menunjukkan URL yang ditampilkan secara utuh sedangkan gambar 2 URL yang tidak ditampilkan secara utuh.

Apakah jika URL pendek maka otomatis posisi halaman di hasil pencarian akan bagus? Sebenarnya belum tentu juga karena Google menggunakan ratusan kriteria untuk menentukan posisi suatu halaman. Meskipun URL panjang namun jika URL tersebut menunjukkan manajemen konten dan struktur website yang jelas maka hal itu justru akan membantu Google dalam mengenali topik website Anda secara lebih baik.

Berikut ini kami tuliskan berbagai model penulisan URL. Semakin ke bawah menurut kami semakin ideal:

1.   kucing.com/?p=123. URL yang paling tidak ideal karena tidak mengandung keyword sama sekali kecuali di nama domainnya.

2.   kucing.com/2019/01/cara-memilih-makanan-kucing. Lebih ideal dari URL di atas namun tidak menunjukkan manajemen konten yang baik karena hampir tidak ada atau sedikit sekali pengunjung yang akan mencari konten Anda berdasarkan kapan konten tersebut dibuat. Bisa dibilang tahun dan bulan di URL tidak ada gunanya dan tidak perlu ditulis.

3.   kucing.com/cara-memilih-makanan-kucing. Versi yang lebih ideal daripada sebelumnya di mana tahun dan bulan dihilangkan.

4.   kucing.com/makanan/cara-memilih-makanan-kucing. Lebih ideal karena menunjukkan kepada Google bahwa halaman ini berada di kategori yang sesuai.

5.   kucing.com/makanan/memilih-makanan. Paling ideal karena dapat menghilangkan kata “cara” dan “kucing” namun tidak mengubah arti dan URL menjadi lebih pendek.

Optimasi Judul

Setelah URL sasaran kita selanjutnya adalah judul. Biasanya Google menampilkan 50-60 karakter pertama dari judul konten. Oleh karena itu kami menyarankan jumlah karakter yang sama untuk judul konten Anda.

Untuk mengoptimalkan judul Anda perlu:

1.   Memasukkan keyword yang Anda pilih

2.   Membuatnya menarik agar pengunjung mengklik halaman Anda di hasil pencarian

3.   Melakukan 2 hal tersebut di atas dalam 55 karakter

Nomor 1 dan 3 sudah jelas. Lalu bagaimana agar sebuah judul terlihat menarik? Ada beberapa tips yang dapat Anda gunakan:

1.   Menggunakan format pertanyaan (menggunakan kata-kata apa, bagaimana, mengapa, siapa atau mengakhiri judul dengan tanda tanya)

2.   Menggunakan kata-kata yang menggugah emosi (baik secara positif maupun negatif) namun jangan terkesan seperti clickbait. Misalnya:

a.   Membuat Kandang Kucing yang Praktis tapi Kuat

b.   Membuat Kandang Kucing yang Bikin Kucing Lain Iri – meskipun berlebihan namun semua orang tahu bahwa tidak ada kucing yang bisa iri sehingga judul ini masih menarik karena lucu.

Judul yang teroptimasi dengan baik akan membuat halaman Anda menempati posisi yang lebih baik dan memperoleh lebih banyak klik dari pengunjung yang pada akhirnya akan menambah nilai halaman Anda di mata Google.

Optimasi Deskripsi

Google biasanya menampilkan cuplikan konten sebagai deskripsi setelah judul seperti contoh di bawah ini:

Contoh Meta Deskripsi dalam Belajar SEO Pemula

Dapat kita lihat bahwa keyword yang digunakan oleh pengunjung dicetak tebal oleh Google untuk menunjukkan bahwa halaman yang ditampilkan memang membahas keyword yang dicari oleh pengunjung. Untuk memperbesar kemungkinan halaman Anda menempati posisi teratas kami menganjurkan agar keyword yang ditarget diletakkan pada awal kalimat.

Namun Anda harus tetap memperhitungkan apakah dengan melakukannya paragraf tersebut masih enak dibaca atau tidak. Jika tidak maka Anda harus meletakkan keyword di tempat yang membuat paragraf enak dibaca.

Lalu dari paragraf yang mana Google mengambil kalimat untuk ditampilkan di hasil pencarian? Bisakah kita mengatur supaya Google menampilkan kalimat yang kita inginkan?

Kita tidak dapat mengatur kalimat mana yang harus ditampilkan oleh Google di hasil pencarian karena Google akan memilih sendiri kalimat yang cocok dengan kata kunci yang digunakan oleh pengunjung. Namun kita dapat memperbesar kemungkinan agar kalimat yang kita kehendaki ditampilkan oleh Google.

Jika website Anda menggunakan WordPress cara termudah untuk melakuka hal ini ialah dengan menggunakan plugin. Plugin yang umum dipakai ialah plugin-plugin SEO. Ada banyak plugin SEO yang bagus dan tersedia secara gratis namun di sini kami menyarankan plugin RankMath SEO.

Yang perlu Anda lakukan hanyalah menginstall dan mengaktifkan plugin RankMath SEO lalu mengedit bagian Description pada saat Anda membuat atau mengedit artikel. Scroll ke bagian bawah tempat Anda menulis artikel dan Anda akan menemukan bagian Description di tab Social.

Lalu masuk ke Edit Snippet.

Optimasi meta description menggunakan RankMath

Selanjutnya klik General dan Anda dapat memasukkan kalimat yang Anda kehendaki di bagian Description.

Sama seperti pada judul, Anda perlu memasukkan keyword yang Anda target namun tetap harus membuat deskripsi ini enak dibaca. Usahakan panjang deskripsi tidak melebihi 160 karakter.

TIPS: Anda dapat mencari inspirasi deskripsi di halaman-halaman yang ditampilkan di hasil pencarian. Halaman-halaman tersebut sudah menempati halaman pertama. Yang perlu Anda lakukan adalah membuat deskripsi yang lebih mengena bagi Google.

Optimasi Isi Artikel

Pekerjaan selanjutnya adalah mengoptimasi isi artikel. Ada banyak optimasi yang dapat dilakukan dalam sebuah artikel, yaitu:

Penempatan keyword di paragraf awal

Usahakan agar keyword yang Anda target ada dalam kurang lebih 150 kata pertama. Angka ini muncul karena biasanya sejumlah inilah karakter above the fold (yang langsung terlihat di layar ketika halaman dibuka, sebelum di-scroll ke bawah).

Ingat! Anda tidak boleh menjejalkan semua keyword ke dalam 150 karakter itu. Anda harus tetap membuatnya nyaman dan enak dibaca. Biasaya 150 karakter hanya muat 1 keyword.

Gunakan tag H1 untuk judul dan H2, H3, H4 dst untuk sub judul

Pada umumnya theme blogging seperti yang ada di WordPress dan Blogger sudah menggunakan tag H1 untuk judulnya. Oleh karena itu Anda tidak perlu membuat tag H1 untuk teks lain di halaman yang sama. Keberadaan tag H1 lebih dari 1 dapat membuat Google kesulitan menentukan judul artikel.

Selain H1, Anda juga harus membuat sub-sub judul menggunakan tag H2, H3 dst. Jangan hanya menggunakan tag bold atau strong karena bagi Google tag H2, H3 dst berfungsi sebagai penanda bahasan setiap bagian artikel.

H2 merupakan sub judul dari H1, sedangkan H3 merupakan sub judul dari H2 dan seterusnya. Tidak seperti H1, dalam sebuah artikel bisa terdapat lebih dari 1 tag H2, H3, H4 dst (biasanya sampai H6).

Gunakan keyword yang Anda target di header tags (H1, H2, H3, H4 dst)

H1, H2, H3, H4 yang dibahas di atas disebut juga dengan header tags. Karena Google juga menjadikan teks dalam header tags sebagai alat bantu untuk mengetahui apa yang dibahas dalam sebuah artikel maka Anda harus memasukkan keyword-keyword yang Anda target ke dalam header tags tersebut. Keyword utama yang ditarget dapat Anda masukkan di H1 (sebagai judul) sedangkan keyword lainnya dapat dimasukkan ke dalam H2, H3 dan seterusnya.

Coba kita lihat struktur header dalam artikel yang sedang Anda baca ini.

  • H1-nya ialah judul, yaitu Bagaimana Cara Belajar SEO Untuk Pemula? Temukan Di Sini!
  • H2-nya yaitu Apa Itu SEO, Menentukan Page Intent, Keyword Research, On Page SEO, dst
  • H3 di bawah Apa Itu SEO ialah Macam-macam Fitur Pencarian Google. H3 di bawah Menentukan Page Intent adalah Menyelaraskan Page Intent dengan Search Intent, dst.

External Link

Dahulu banyak yang menyarankan agar menghilangkan link ke luar domain (external link) agar tidak “membocorkan kekuatan” suatu halaman. Namun belakangan ini link ke halaman yang relevan dan kredibel lebih disarankan karena menandakan bahwa informasi yang diperoleh memang berasal dari sumber yang terpercaya.

Meski demikian jumlah link ke luar tetap jangan terlalu banyak karena akan terlihat seperti halaman Anda tidak memiliki konten/pemikiran yang orisinil. Kecuali jika halaman Anda memang merupakan kumpulan link ke halaman lain.

Internal Link

Internal link ialah link ke halaman lain di domain yang sama. Bagi pembaca manusia, gunanya ialah untuk melengkapi informasi di suatu halaman karena pengunjung jadi mengetahui ada konten lain yang berkaitan di website yang sedang ia kunjungi.

Sedangkan bagi mesin pencari gunanya ialah untuk menambah bobot website yang bersangkutan. Semakin lengkap pembahasan suatu ruang lingkup di suatu website dan semakin baik internal link di suatu website (antar halamannya saling terhubung satu sama lain menggunakan link yang relevan) maka semakin besar kemungkinan halaman-halaman dalam website tersebut menempati posisi teratas.

Title dan Alt Tag/Attribute pada Gambar

Tidak hanya menggunakan kata-kata dan huruf, Google juga menjadikan gambar sebagai petunjuk penting dalam mengenali isi halaman Anda. Meski demikian sampai saat ini belum ada mesin pencari yang dapat mengetahui sendiri secara benar apa yang ada di suatu gambar. Memang kita dapat melakukan image search di mana mesin pencari akan memberi tahu gambar apa yang kita upload namun cara kerjanya ialah dengan membandingkannya dengan gambar yang serupa yang sudah ada di internet, di mana gambar-gambar serupa tersebut sudah diketahui berisi gambar apa.

Satu-satunya cara yang paling efektif untuk memberi tahu Google isi gambar Anda adalah dengan menggunakan ALT tag/attribute. Cara lainnya ialah dengan memberikan konteks yang sesuai di sekitar gambar Anda di mana Google akan berusaha “menebak” gambar apa yang ada di suatu halaman berdasarkan kata-kata di sekitar gambar tersebut.

Selain itu, jika sebuah gambar berfungsi sebagai link maka alt tag juga akan berfungsi sebagai anchor text. Oleh karena itu sangat disarankan untuk memberikan alt tag pada semua gambar yang berhubungan dengan konten yang ada di halaman tersebut. Alt tag umumnya hanya terdiri dari beberapa kata. Dengan menggunakan alt tag yang tepat maka peluang gambar tersebut muncul di hasil pencarian gambar akan semakin besar.

Lain alt tag lain pula title tag. Title tag merupakan teks yang muncul jika pengunjung mengarahkan kursor ke sebuah gambar. Bisa dibilang title tag merupakan keterangan yang memberikan penjelasan lebih jauh untuk sebuah gambar. Meskipun bisa lebih panjang dari alt tag namun title tag biasanya hanya terdiri dari 1 kalimat.

Jika Anda menggunakan WordPress Anda dapat melengkapi alt dan title tag gambar Anda di bagian kanan jika Anda mengakses gambar dari dashboard.

Optimasi gambar pada artikel
Isikan Judul Gambar & Alternative Text (Alt Text)

Meskipun tidak seefektif alt tag, gambar yang Anda gunakan juga tidak boleh sembarangan. Beri nama file gambar sesuai dengan konteks yang dibahas di sekitar gambar tersebut (tidak harus persis apa yang ada di gambar). Misal gambar kereta api bisa Anda beri nama “cara membeli tiket kereta” jika halaman Anda membahas pembelian tiket kereta api.

Isi Artikel

Optimasi isi artikel berarti Anda harus terlebih dahulu mengenali apa yang paling dicari oleh pengunjung. Bagaimana cara melakukannya? Apakah Anda harus melakukan survei terlebih dahulu? Apakah ada cara yang lebih mudah?

Ada!

Gunakan teknik yang dikenal dengan nama Skyscraper Technique. Yang perlu Anda lakukan ialah google saja kata kunci yang menjadi target Anda, buka satu persatu halaman yang ada di halaman pertama hasil pencarian, catat poin-poin apa saja yang dibahas di sana, tulis ulang dengan kata-kata Anda sendiri dan tambahkan informasi baru yang mungkin belum ada di halaman-halaman tersebut.

Cara ini terbilang efektif karena halaman-halaman tersebut sudah ada di halaman pertama Google. Pasti ada sesuatu yang efektif yang mereka lakukan. Meskipun apa persisnya tidak kita ketahui secara pasti namun kurang lebih oleh Google konten yang ada di halaman mereka dianggap bermanfaat bagi pengunjung.

Setelah membuat artikel yang lebih lengkap, Anda perlu menyebarkan informasi mengenai artikel baru Anda. Anda dapat menggunakan Facebook (profil Anda, grup), LinkedIn, grup WhatsApp, Telegram.

Langkah terakhir yang perlu Anda lakukan dalam teknik ini adalah membuat konten Anda tetap relevan dengan kondisi yang ada sekarang. Jika halaman Anda membahas cara membuat kandang kucing sendiri maka pastikan halaman Anda tetap misalnya membahas teknik terbaru pembuatan kandang kucing, material terbaru untuk kandang kucing, referensi desain kandang terbaru dan lain-lain.

Lalu berapa banyak artikel yang harus dibuat?

Untuk website baru sebaiknya Anda mulai dengan 15 artikel yang dioptimasi sesuai saran di atas. Panjang artikel sebaiknya mulai dari 1000 kata namun jangan terlalu panjang. Jika topik yang dibahas tidak sampai 1000 kata tidak apa-apa karena yang terpenting tetap agar artikel enak dibaca.

Apakah 1 artikel harus membahas 1 topik atau boleh bermacam-macam topik?

1 artikel dapat membahas bermacam-macam topik namun sebaiknya jangan terlalu detail. Untuk pembahasan yang detail lebih baik membuat artikel terpisah yang di-link dari artikel dengan berbagai topik tadi.

Off-Page SEO

Off page SEO ialah usaha-usaha yang dilakukan di luar website untuk mengoptimalkan posisi website Anda. Secara detail, optimasi off page bertujuan untuk meningkatkan “derajat” halaman Anda di mata mesin pencari dengan cara memperoleh link dari domain lain yang (kalau bisa) “derajatnya” lebih tinggi. Penelitian yang dilakukan Moz menyebutkan bahwa 50% lebih penentu posisi halaman Anda di hasil pencarian adalah faktor off page.

Backlink/Link Building

Sesuai dengan definisinya, bisa dibilang cara yang dominan dilakukan dalam off page SEO ialah dengan backlink building atau mengupayakan supaya halaman Anda memperoleh backlink dari halaman lain yang relevan di domain lain yang lebih tinggi “derajatnya”, sebanyak-banyaknya. Anda dapat memperoleh backlink tersebut dengan 3 cara.

Memperoleh backlink secara alami

Terjadi saat halaman Anda memperoleh backlink dari domain lain tanpa Anda memintanya. Biasanya hal ini terjadi karena halaman Anda dianggap merupakan referensi yang bagus oleh pemilik domain lain tersebut.

Memperoleh backlink melalui permintaan

Anda dapat memperbesar kemungkinan halaman Anda memperoleh backlink dengan cara menginformasikan pemilik website lain mengenai halaman Anda dan membuat link ke halaman Anda jika mereka merasa halaman Anda berguna. Dalam hal ini Anda tidak perlu memberikan imbalan apapun ke pemilik website karena mereka memperoleh referensi yang bagus untuk diletakkan dalam website mereka

Membuat backlink sendiri

Berlawanan dengan 2 jenis backlink di atas, banyak usaha-usaha yang dilakukan untuk membuat backlink sendiri antara lain:

  • Menuliskan domain/URL di kolom komentar website lain
  • Memasukkan domain/URL ke website direktori
  • Mencantumkan domain/URL di profil sebuah forum
  • Membeli backlink dari pihak lain
  • Memesan press release dengan anchor text pesanan
  • Menciptakan jaringan website/blog yang sama sekali berbeda karakteristiknya (agar oleh Google dikira pemiliknya berbeda) lalu membuat backlink dari website-website tersebut

Perlu diketahui, sebagian besar kalau tidak semua aktivitas membuat backlink sendiri tersebut dipandang tidak sah di mata Google karena dibuat oleh pemilik situs sendiri sehingga tidak obyektif. Ibaratnya orang yang berjualan barang A pasti akan mengatakan bahwa kualitas barang A-lah yang terbaik.

Tips SEO Paling Ampuh Untuk Pemula

Ada baiknya kita selalu mengingat bahwa optimasi yang kita lakukan ialah terutama untuk pembaca manusia baru untuk mesin pencari. Optimasi yang kita lakukan harus tetap membuat website nyaman dikunjungi dan bermanfaat bagi pembaca manusia baru kita membuatnya mudah bagi mesin pencari untuk mengetahui apa yang dibahas oleh website kita sehingga ia dapat menampilkannya di peringkat yang sesuai.

Menyeimbangkan kedua hal ini bukan pekerjaan yang mudah. Namun jika Anda pemula dalam SEO mengetahui dasar-dasar yang dibahas dalam artikel ini akan sangat berguna kedepannya. Meskipun Google akan sering melakukan update algoritma namun Anda tidak akan panik atau bingung karena Anda dan Google memiliki tujuan yang sama yaitu menyenangkan pembaca manusia. Pada akhirnya optimasi yang Anda lakukan akan selaras dengan algoritma Google dan pada saat itulah website Anda akan menempati posisi optimalnya.

Bagikan Artikel Ini

Aktivitas Terbaru Sasana Digital

/