fbpx
Bagaimana Menentukan KPI Digital Marketing dengan Konsep SMART

Bagaimana Menentukan KPI Digital Marketing dengan Konsep SMART

SMART merupakan salah satu konsep yang sering digunakan sebagai dasar penentuan KPI digital marketing. Bagaimana cara menggunakannya?

Menjalankan strategi digital marketing tanpa ada goal yang jelas adalah kesalahan yang sangat fatal. Sebab selain anda tidak mengetahui apa yang anda kejar, anda juga tidak tahu data apa yang seharusnya anda dapatkan dan apa yang perlu anda optimasikan.

Karena itu, penting bagi semua orang yang melakukan strategi digital marketing untuk mengeset target dari strategi mereka. Target inilah yang kemudian disebut dengan KPI.

Apa Itu KPI?

KPI merupakan singkatan dari Key Performance Indicator atau indikator performa dari strategi yang dilakukan. Sebenarnya konsep KPI tidak hanya digunakan di dalam digital marketing saja, tapi juga semua kegiatan yang melibatkan indikator kesuksesan.

Anda bisa memiliki KPI lebih dari satu untuk sebuah strategi. Dan tentu saja, anda tidak bisa asal memasang KPI berdasarkan keinginan anda tanpa pertimbangan lebih lanjut. Anda bisa menggunakan konsep SMART dalam menentukan KPI dari strategi yang anda gunakan

Apa Itu SMART?

SMART merupakan singkatan dari Spesific, Measureable, Attainable, Relevant, dan Time-Based. Kelimanya merupakan parameter yang dapat membantu anda dalam memutuskan apakah KPI yang anda buat sudah benar atau belum.

Specific

Specific artinya hanya ada 1 tujuan yang jelas dan dapat dideskripsikan dalam 1 KPI. Misalnya: anda menggunakan strategi ads untuk mendongkrak penjualan sebesar 30% di bulan mendatang. Tujuan ini jelas dan dapat dideskripsikan.

Anda tidak boleh membuat KPI yang ambigu, seperti menggunakan ads untuk membesarkan akun. Membesarkan akun yang seperti apa? Dan apa metrik ‘besar’ itu? Jika anda membuat KPI yang tidak spesifik, maka strategi anda akan bias dan nantinya mempengaruhi hasil akhir yang anda dapatkan.

Measureable

Measureable, artinya KPI yang anda tentukan haruslah terukur. Misalnya, peningkatan 30% setiap bulannya, biaya akuisisi terbesar sampai 30.000 dalam satu ads, penambahan 40 sales setiap bulannya, dan sebagainya.

Membuat KPI yang tidak terukur dapat berpotensi mengurangi efektivitas strategi, sebab anda tidak tahu seberapa besar hasil yang anda dapatkan dari strategi yang anda gunakan. Anda ingin meningkatkan sales, tapi anda tidak tahu berapa besar sales yang anda kejar. Akhirnya anda hanya mendapatkan 1-2 sales, dan anda sudah merasa cukup. Padahal seharusnya anda bisa mendapatkan lebih dari itu.

Perlu diingat bahwa anda mungkin tidak bisa langsung menentukan hasil tepat di waktu pertama kali mengeksekusi sebuah strategi. Anda mungkin membutuhkan waktu 1-2 bulan untuk mengumpulkan data terlebih dahulu, baru setelah itu menentukan jumlah target yang pasti. Dan tentu saja ini tidak masalah, selama strategi ke depannya akan memiliki KPI yang terukur.

Attainable

KPI yang dibuat juga harus realistis dan dapat dicapai. Misalnya, anda menginginkan pertumbuhan sales sebesar 200 sales dalam sebulan dengan budget iklan yang hanya 200.000 Rupiah di bulan yang sama. Apakah KPI tersebut realistis dan dapat dicapai?

Untuk bisa membuat KPI yang realistis, anda juga memerlukan data terlebih dahulu. Sehingga, mungkin anda perlu melakukan testing dalam 1-2 bulan pertama lalu segera menentukan KPI yang tepat segera setelah proses testing selesai.

KPI yang tidak realistis berpotensi membuat anda keluar jalur, sehingga anda tidak terfokus pada strategi tersebut dan malah kemana-mana. Pada akhirnya malah anda tidak mendapatkan apapun.

Baca Juga: Fungsi Sosial Media Untuk Media Promosi Digital Perusahaan

Relevant

Anda juga harus mempertimbangkan relevansi antara KPI dengan strategi yang anda gunakan. Misalnya, apakah relevan untuk mengejar sales dari strategi menulis konten?

Pada dasarnya, tentu tidak. Sebab dari menulis konten, anda seharusnya menentukan KPI awareness seperti traffic dan awareness terlebih dahulu. Baru dari respon yang anda dapatkan, anda menentukan KPI berapa nilai rasio konversinya.

KPI yang relevan bisa membantu anda untuk membuat strategi yang tepat. Anda pun bisa mendapatkan hasil yang sesuai, dan tidak kehilangan arah ketika menemui kegagalan di tengah proses menjalankan strategi.

Baca Juga: Bisnis Baru yang Muncul Karena Revolusi Industri 4.0

Time Based

Terakhir, KPI yang anda gunakan harus memiliki batas waktu yang terukur. Apakah itu dalam hitungan hari, minggu, bulan, tahun? Harus ada tenggat waktu yang jelas, agar anda tahu bagaimana perbandingan antara sebelum dan sesudah serta apakah strategi tersebut cocok digunakan di kemudian hari atau tidak.

SMART Bisa Memandu Anda Dalam Menentukan KPI/Goal Anda

Dengan menggunakan konsep SMART, anda bisa menentukan goal atau KPI yang jelas dan terukur. Dan tentu saja dengan KPI yang terukur, anda bisa mengejar pertumbuhan bisnis atau perusahaan anda dengan lebih jelas dan tentunya juga mengejar kesuksesan dengan lebih terarah.

Sekarang, apakah anda sudah menentukan KPI anda dengan benar dn tepat? Jangan lupa untuk terus mengevaluasi hasil yang anda dapatkan dengan KPI anda, untuk memastikan apakah strategi yang anda gunakan sudah optimal atau belum.

Comments are closed.