Blog ›

Kenali Metrik Reach pada Media Sosial untuk Ukur Konten Anda

I

Media sosial telah menjadi salah satu kanal pemasaran yang paling efektif dalam mencapai target audiens. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kampanye pemasaran Anda di media sosial, metrik reach menjadi salah satu alat pengukur yang paling penting.

Metrik ini mengukur jumlah orang yang melihat atau dijangkau oleh konten yang Anda bagikan di platform media sosial. Mengukur reach dalam media sosial bisa membantu Anda dalam membuat strategi pemasaran yang lebih efektif.

Sebab, dengan mengetahui berapa banyak orang yang terjangkau oleh konten Anda, maka akan lebih mudah untuk menyesuaikan konten tersebut agar lebih relevan dengan target audiens.

Oleh karena itu, memahami perbedaan antara reach organik dan berbayar dan bagaimana mengoptimalkannya menjadi kunci dalam menentukan strategi pemasaran yang efektif di media sosial. Simak penjelasan selengkapnya mengenai metrik reach media sosial dalam artikel Sasana Digital kali ini.

Apa Itu Reach?

Apa arti dari reach? Reach artinya adalah sebuah metrik yang berbeda dengan impression, namun seringkali dianggap sama. Karena perbedaan penggunaan keduanya dapat sangat mempengaruhi strategi pemasaran yang diambil.

Reach mengukur total jumlah orang yang melihat konten yang diunggah di media sosial. Perhitungan metrik ini hanya berfokus pada jumlah pengguna yang melihat konten tersebut.

Sebagai contoh, apabila 100 akun melihat konten tertentu sebanyak 3 kali, maka angka reach yang muncul tetap hanya sebanyak 100.

Untuk menghitung besar reach yang didapat, dapat dilakukan dengan membagi impressions dengan frekuensi atau jumlah seberapa banyak konten terekspos pengguna lain.

apa itu reach

Menurut laman Sprout Social, reach adalah total jumlah orang yang telah melihat konten yang diunggah. Namun, angka reach tidak akan bertambah meskipun orang yang sama melihat konten tersebut berkali-kali.

Di Facebook sendiri, reach terbagi menjadi tiga jenis, yakni organik, berbayar, dan viral. Reach organik menggambarkan angka jumlah orang yang telah melihat konten secara gratis di news feed.

Sedangkan reach berbayar menggambarkan jumlah orang yang melihat konten berbayar, umumnya melalui Facebook Ads atau iklan.

Sementara itu, reach viral menampilkan jumlah orang yang telah melihat halaman atau postingan di bagian story atau post yang dibagikan oleh teman melalui klik share, like, atau comment.

Baca juga: 11 Tips Digital Marketing Ini Ampuh Membantu Strategi Bisnis

Apa Manfaat Mengukur Media Sosial Menggunakan Metrik Reach?

Dalam dunia Digital Marketing, komunikasi langsung dengan konsumen menjadi hal yang sangat penting.

Oleh karena itu, reach menjadi salah satu metrik yang sangat penting untuk diukur. Dengan mengetahui jumlah orang yang melihat konten yang diunggah, maka Anda dapat mengetahui seberapa luas jangkauan konten dan seberapa efektif pesan promosi sampai ke target konsumen Anda.

Selain itu, melalui pengukuran reach, Anda juga dapat mengetahui apakah konten yang Anda unggah sudah berhasil atau tidak.

Sebagai contoh, semakin tinggi angka reach yang kamu dapatkan, maka akan semakin tinggi juga tingkat brand awareness yang Anda miliki. Dalam hal ini, reach dapat membantu Anda untuk memperkuat brand awareness dari bisnis Anda.

Namun, perlu diingat bahwa meskipun penting, reach bukanlah satu-satunya metrik yang harus Anda perhatikan.

Angka yang disajikan oleh metrik reach tidak dapat menunjukkan seberapa banyak engagement yang Anda hasilkan dari sebuah konten, karena pada dasarnya engagement adalah jumlah interaksi pengguna seperti like, comment, dan share.

Oleh karena itu, selain reach, Anda juga harus memperhatikan engagement untuk mengetahui seberapa efektif konten dalam menarik perhatian konsumen.

Perlu diketahui juga bahwa di era digital seperti saat ini, penargetan yang spesifik menjadi sangat penting untuk menjangkau konsumen potensial. Namun, untuk bisa sukses dalam berbisnis, mengembangkan reach secara luas juga menjadi kunci utama.

Hal ini dikarenakan perilaku konsumsi media konsumen selalu berubah dan sulit diprediksi.

Oleh karena itu, setiap Marketer harus mampu mengukur tingkat sukses strategi yang dilakukannya untuk mengetahui apakah berbagai upaya selama ini efektif dalam menyampaikan pesan promosi dan menarik konsumen baru.

Reach menjadi salah satu cara yang bisa dilakukan oleh setiap Marketer agar bisa menilai kesuksesan strategi content marketing yang telah dilakukan oleh perusahaan.

Jika strategi Anda belum efektif, maka Anda perlu melakukan evaluasi dan perbaikan. Namun jika strategi Anda sudah efektif, maka Anda bisa melakukan pengembangan untuk meningkatkan reach yang didapatkan dan menjalin komunikasi yang semakin efektif dengan konsumen.

Dengan memperhatikan reach dan metrik lainnya, maka Anda dapat meningkatkan efektivitas strategi pemasaran dan mengembangkan bisnis Anda dengan lebih baik.

Bagaimana Cara Mengukur Metrik Reach untuk Media Sosial?

Reach merupakan salah satu metrik penting dalam dunia Digital Marketing yang dapat membantu Anda untuk mengevaluasi performa dari konten yang Anda unggah.

Reach adalah ukuran yang mengindikasikan seberapa luas konten Anda dilihat oleh pengguna lain, yang juga bisa membantu Anda mengetahui apakah bisnis Anda mengalami peningkatan brand awareness.

Selain itu, dengan menggunakan metrik reach, Anda juga dapat mengevaluasi apakah konten yang telah dibuat berhasil atau tidak, dengan membandingkan antara reach yang dicapai dengan konversi bisnis Anda.

rumus menghitung reach dan frequency

Berikut rumus untuk menghitung reach pada media sosial:

Impressions = biaya / (klik per impressions / 1.000)

Sementara, untuk menghitung frequency, rumus perhitungannya dapat Anda lakukan dengan cara:

Frequency = impressions / jumlah pengguna

Memonitor impression dan reach dapat memberikan banyak informasi tentang kinerja iklan dan konten yang ditampilkan.

Informasi tentang effective frequency dapat ditemukan melalui kedua hal tersebut, yaitu berapa kali pengguna harus melihat suatu iklan sebelum mereka melakukan respons seperti mengklik tautan atau membeli produk.

Mengetahui effective frequency ini sangat penting karena dapat membantu Anda mengoptimalkan iklan dan konten agar lebih efektif dalam mencapai tujuan pemasaran Anda.

Baca juga: Digital Advertising: Pengertian, Cara Kerja, serta Contohnya

Cara Mengoptimalkan Metrik Reach untuk Media Sosial

Reach dan impression sangat penting dalam dunia pemasaran digital karena semakin tinggi angka keduanya, semakin besar kemungkinan audiens akan melakukan aksi pada konten atau iklan yang ditampilkan.

Oleh karena itu, perlu dilakukan strategi-strategi berikut ini untuk meningkatkan reach untuk media sosial bisnis Anda agar menghasilkan konten atau iklan yang semakin optimal:

1. Buat Konten yang Menarik

Konten merupakan kunci sukses dalam sebuah kampanye digital. Oleh karena itu, sangat penting untuk mempersiapkan konten yang menarik, informatif, dan relevan dengan situasi saat ini.

Hal ini dikarenakan audiens lebih tertarik pada konten yang membahas topik yang sedang populer atau menggambarkan situasi terkini.

Dengan demikian, penting untuk selalu mengikuti tren terbaru dalam industri atau niche yang Anda targetkan untuk menarik perhatian audiens dan menjaga agar konten Anda tetap relevan.

2. Bangun Interaksi dengan Audiens

Untuk meningkatkan performa konten yang dibuat, tidak hanya perlu memperhatikan aspek kualitas konten saja, tetapi juga perlu memperhatikan interaksi dengan audiens.

Dalam hal ini, menjalin komunikasi yang interaktif dengan audiens melalui konten dapat meningkatkan impression. Dengan berinteraksi, audiens akan lebih tertarik untuk mengunjungi konten tersebut.

Semakin sering dikunjungi, maka akan semakin sering pula konten tersebut akan muncul di depan audiens lain berkat perhitungan algoritma media sosial.

3. Cantumkan CTA (Call-to-Action)

Penting untuk menyertakan CTA (Call-to-Action) pada akhir setiap konten yang dibuat agar audiens dapat lebih mudah melakukan tindakan sesuai dengan tujuan yang diinginkan.

CTA merupakan ajakan yang ditujukan untuk mendorong audiens melakukan tindakan spesifik sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.

Dengan menyertakan CTA, audiens dapat diarahkan untuk melihat produk yang ditawarkan secara lebih detail, yang dapat meningkatkan peluang terjadinya konversi.

Baca juga: 10 Alasan Mengapa Digital Marketing Penting untuk Bisnis UKM

Perbedaan Antara Reach, Impression, dan Engagement

Ketika membahas mengenai analitik konten di media sosial, seringkali tiga istilah yang muncul adalah reach, impression, dan engagement. Meskipun ketiganya berkaitan erat, namun sebenarnya memiliki perbedaan yang cukup signifikan.

Dalam konteks ini, reach adalah jumlah orang yang telah melihat konten yang Anda posting. Meskipun seseorang melihat konten Anda beberapa kali, namun reach Anda tidak akan meningkat.

Berbeda dengan reach, impressions adalah jumlah tampilan konten yang telah ditampilkan. Oleh karena itu, jumlah impressions dapat melebihi jumlah pengikut Anda di media sosial.

Terakhir, engagement merujuk pada jumlah interaksi antara pengguna dan konten Anda, seperti like, share, comment, atau retweet.

Sebuah konten yang memiliki engagement yang tinggi dapat menunjukkan bahwa konten tersebut memiliki daya tarik bagi pengguna dan memberikan nilai tambah bagi merek atau bisnis Anda.

Dalam memahami ketiga istilah ini, penting untuk memperhatikan bahwa mereka saling melengkapi.

Meskipun reach dan impressions dapat memberikan gambaran yang baik mengenai seberapa banyak orang yang telah melihat konten Anda. Namun engagement dapat membantu Anda memahami seberapa banyak orang yang benar-benar berinteraksi dengan konten tersebut.

Reach vs Impression: Mana Metrik yang Harus Diutamakan?

reach vs impression

Setelah Anda memahami arti dari reach dan impression, sekarang Anda bisa lebih memahami perbedaan keduanya.

Reach adalah total jumlah audiens yang melihat konten atau iklan Anda, sedangkan impression adalah total jumlah penayangan iklan yang mungkin telah dilihat beberapa kali oleh satu orang.

Kedua metrik ini sangat penting untuk menilai jangkauan iklan Anda dan juga brand awareness yang Anda ingin bangun di mata konsumen. Jika Anda ingin meningkatkan kesadaran merek atau brand awareness, maka kedua metrik ini memiliki nilai yang sama pentingnya.

Namun, jika tujuan iklan Anda adalah untuk menghasilkan penjualan atau conversion, maka fokus pada reach mungkin lebih tepat. Mengapa demikian?

Karena meskipun reach iklan Anda sangat tinggi, namun belum menghasilkan penjualan, bisa jadi ada masalah pada copywriting atau visual yang kurang menarik, atau mungkin tidak ada Call-to-Action (CTA) yang cukup jelas sehingga audiens tidak terpanggil untuk membeli produk Anda.

Di sisi lain, jika tujuan utama iklan Anda adalah untuk meningkatkan brand awareness atau menilai efektivitas channel tempat Anda beriklan, maka lebih fokus pada impression.

Baca juga: Brand Marketing 101: Strategi Penting Bangun Identitas Brand

Misalnya, jika Anda ingin menganalisis performa iklan dari waktu ke waktu, angka impression dapat membantu menentukan apakah iklan Anda berhasil menjangkau target yang diinginkan atau tidak.

Jika belum mencapai target, Anda perlu memeriksa apakah ada masalah pada iklan atau channel yang Anda pilih. Selain kedua metrik tersebut, masih banyak lagi metrik lain dalam dunia Digital Marketing yang perlu dipelajari.

Setiap metrik memiliki fungsi yang berguna dalam membantu mengidentifikasi performa konten atau iklan Anda, sehingga Anda dapat melakukan penyesuaian dan perbaikan yang diperlukan untuk mencapai tujuan bisnis Anda.

Pertanyaan Seputar Apa Itu Reach

Ada beberapa pertanyaan menarik yang berkaitan dengan reach. Di bawah ini tersedia beberapa pertanyaan yang mungkin bisa menjawab rasa penasaran Anda terkait reach.

1. Apa Itu Reach dalam Digital Marketing?

Reach adalah suatu informasi ataupun data yang sangat penting dalam digital marketing guna mengetahui keberhasilan strategi yang telah dibuat. 

2. Apa Bedanya Reach, Impression, dan Engagement?

Secara sederhana, Reach adalah angka yang menunjukkan berapa orang yang melihat konten Anda. Sementara itu, impression menunjukkan berapa kali konten Anda ditampilkan. Sedangkan engagement merujuk pada jumlah interaksi antara pengguna dan konten Anda, seperti like, share, comment, atau retweet.

3. Apa Saja Langkah dalam Memaksimalkan Reach?

Untuk memaksimalkan reach, terdapat beberapa langkah yang bisa Anda coba, seperti membuat konten yang menarik, bangun interaksi dengan audiens, hingga mencantumkan CTA (Call-to-Action) untuk mendorong audiens melakukan tindakan spesifik sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.

Penutup

Demikianlah penjelasan mengenai metrik reach sebagai strategi marketing untuk media sosial. Reach mungkin terlihat sebagai unsur kecil dalam kegiatan pemasaran, namun sebenarnya sangat penting dalam menentukan efektivitas strategi pemasaran dalam bisnis.

Strategi pemasaran yang efektif dapat memberikan banyak keuntungan bagi bisnis Anda pada akhirnya. Namun, pastikan Anda tidak lupa mencatat keuntungan tersebut secara akurat dalam laporan keuangan perusahaan.

Untuk membantu Anda dalam mengoptimalkan metrik reach pada media sosial bisnis Anda, tim Sasana Digital yang sudah berpengalaman memiliki layanan konsultasi Digital Marketing yang siap untuk membantu Anda.

Bagikan Artikel Ini

Layanan Sasana Digital

Hubungi Kami
Halo, ada yang bisa kami bantu?