Blog ›

Brand Positioning 101: Arti, Jenis, dan Strategi Penerapan

I

Jika Anda seorang marketer atau entrepreneur, pasti sudah tidak asing dengan strategi brand positioning.

Untuk membangun brand yang kuat, logo atau tagline saja tidaklah cukup. Anda perlu memikirkan bagaimana brand Anda dapat dilihat dan diingat oleh audiens. Itulah pentingnya menentukan posisi dan memastikan brand Anda menarik bagi target audiens yang tepat.

Namun, bagaimana membentuk positioning merek yang tepat? Melalui artikel ini, Sasana Digital akan mengajak Anda menggali lebih dalam mengenai brand positioning dari pengertian hingga contohnya. Simak sampai habis ya!

Apa Itu Brand Positioning?

Menurut The Branding Journal, brand positioning adalah sebuah penggambaran suatu brand dalam benak customer yang berbeda dari pesaingnya. Strategi ini berusaha menciptakan asosiasi brand di benak customer untuk membuat mereka melihat brand dengan cara tertentu.

Sedangkan menurut Forbes, brand positioning adalah sebuah proses memperkenalkan brand ke publik dan menjadikannya sebagai sesuatu yang layak untuk dipikirkan.

Brand positioning mengacu pada keunikan yang dihadirkan kepada customer oleh suatu brand . Dengan strategi pemasaran tersebut, sebuah brand dapat membangun identitas merek serta menyampaikan value proposition yang mereka tawarkan. 

Ketika membangun positioning merek, penting untuk mempertimbangkan hal-hal di bawah ini:

  1. Siapa target pasar atau pelanggan Anda?
  2. Apa kategori produk atau layanan Anda?
  3. Apa manfaat dan dampak terbesar dari produk atau layanan Anda?
  4. Apa bukti dari manfaat dan dampak tersebut?

Dengan menjawab pertanyaan tersebut, sebuah brand dapat mendistribusikan value proposition dengan tepat. Terutama, dalam memberikan nilai brand kepada target pelanggannya.

Lalu, kenapa strategi ini penting dalam bisnis? 

Positioning merek penting bagi sebuah perusahaan untuk memiliki cara yang jelas dan tepat dalam menyampaikan brand value mereka kepada pelanggan. 

Dengan membentuk preferensi konsumen, strategi ini secara langsung berkaitan dengan loyalitas konsumen, ekuitas merek berbasis konsumen, dan kemauan untuk membeli brand. 

Brand positioning yang efektif mengacu pada sejauh mana sebuah brand dianggap menguntungkan, berbeda, dan kredibel di benak customer.

Baca juga: Wajib Tahu! Segmenting, Targeting, Positioning untuk Bisnis Anda

Setelah memahami pengertian pemosisian merek, selanjutnya kita akan membahas mengenai jenis-jenisnya.

Jenis-jenis Brand Positioning

Jenis-jenis Brand Positioning

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, pemosisian merek adalah proses membentuk image brand dalam benak customer yang berbeda dengan kompetitor di pasar. Lalu, apa saja jenis-jenis strategi yang perlu kita pahami? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

1. Price-Based Positioning

Jenis strategi brand positioning yang pertama adalah price-based positioning.

Sebuah perusahaan memakai strategi ini untuk menawarkan produk atau layanan sebagai pilihan dengan harga yang terjangkau. Ketika Anda memposisikan produk dengan harga termurah di pasar, maka Anda dapat membangun basis pelanggan yang besar.

Namun, ada resiko yang harus Anda terima, yaitu mengenai persepsi pelanggan terhadap kualitas rendah dari produk atau layanan yang Anda tawarkan. Anda juga bisa mengalami masalah ekonomi yang akan menghambat proses strategi positioning dari waktu ke waktu.

2. Convenience-Based Positioning

Selanjutnya, strategi positioning brand yang banyak digunakan perusahaan besar adalah Convenience-Based Positioning. 

Strategi satu ini menyoroti mengapa produk atau layanan pelanggan milik perusahaan lebih nyaman digunakan dibandingkan milik pesaing. Kenyamanan ini bisa didasarkan pada faktor-faktor, seperti lokasi, ease-of-use, aksesibilitas yang luas, hingga dukungan berbagai platform.

Dengan memposisikan produk atau layanan sebagai yang paling nyaman, maka secara otomatis akan menarik konsumen. Strategi ini juga dapat membenarkan penentuan harga yang lebih tinggi dari produk dan layanan perusahaan.

3. Quality-Based Positioning

Umumnya, perusahaan menerapkan strategi Quality-Based Positioning ketika mereka ingin menekankan kualitas produk atau layanan. Seringkali dengan menawarkan kualitas premium, harga yang ditetapkan juga tinggi. 

Tingkat kualitas produk dapat ditunjukkan dengan proses pembuatan yang luar biasa, jumlah produksi yang kecil, bahan berkualitas tinggi, hingga praktik berkelanjutan yang menjadikan lebih mahal untuk di produksi. 

Selain itu, kualitas layanan dapat ditunjukkan dengan ROI yang tinggi dan testimoni pelanggan yang puas dengan layanan yang diberikan perusahaan.

4. Customer Service Positioning Strategy

Manfaat paling nyata dalam penerapan strategi positioning satu ini adalah layanan pelanggan yang hebat dapat membantu menjustifikasi harga yang lebih tinggi.

Contohnya adalah produk Apple yang memiliki harga cukup tinggi, namun memiliki staf yang mampu melayani customer dengan ramah dan cepat tanggap. 

Interaksi layanan ini juga menjadi proses dari pelanggan yang awalnya tidak senang dapat berubah menjadi promotor jika mereka memiliki pengalaman layanan yang hebat.

5. Differentiation Strategy

Untuk differentiation strategy, posisi diferensiasi bergantung pada keunikan produk atau kualitas inovatif. 

Jika Anda menerapkan strategi ini, konsumen yang menghargai inovasi akan tertarik pada merek dan produk Anda. Satu keterbatasan potensial adalah bahwa publik bisa jadi tidak tertarik karena kurangnya riwayat penggunaan. 

Jika produk Anda benar-benar baru, pertimbangkan untuk menyediakan penelitian dan pengujian yang dilakukan dalam pembuatannya. Seringkali, konsumen yang terdorong oleh inovasi ingin mengetahui cara kerja teknologi atau produk baru.

6. Social Media Positioning Strategy

Social Media Positioning Strategy menjadi jenis strategi yang unik karena difokuskan pada serangkaian saluran, bukan pada taktik yang berdiri sendiri.

Perlu diingat bahwa suatu brand tidak harus muncul di semua platform digital. Kunci penerapan strategi ini adalah memilih saluran yang paling sering digunakan oleh target pasar Anda.

Faktor-faktor yang bisa Anda pertimbangkan dalam penentuan platform digital yang Anda gunakan adalah di mana target audiens Anda menghabiskan waktu luang, membelanjakan uang, serta mencari informasi terkait produk dan layanan. 

Baca juga: Bahas Media Promosi Mulai dari Pengertian Hingga Fungsinya!

Manfaat Penggunaan Brand Positioning dalam Bisnis

Tujuan brand positioning adalah memberi kesan kepada pelanggan melalui produk atau layanan yang dihadirkan atas kebutuhan dan keinginan pelanggan.

Dewasa ini, brand positioning tidak hanya diterapkan oleh perusahaan besar saja. Kini, UKM hingga pebisnis pemula juga dapat menerapkan strategi ini untuk perkembangan bisnisnya.

Hal ini juga tidak terlepas dari banyaknya manfaat strategi satu ini dalam bisnis. 

Apa saja manfaat penerapan positioning merek pada suatu bisnis? Simak penjelasan singkatnya di bawah ini.

  1. Meningkatkan loyalitas pelanggan terhadap produk atau layanan yang ditawarkan.
  2. Mendorong upaya perusahaan untuk melakukan analisis pasar.
  3. Membantu perusahaan dalam menentukan kualitas dan harga produk atau layanan yang sesuai. 
  4. Menciptakan kesan pada pelanggan melalui value yang ditawarkan.
  5. Menawarkan produk atau layanan yang berbeda dari kompetitor di pasar.

Baca juga: Perilaku Konsumen di Era Digital: Kenali dan Hadapi

Bagaimana Anda Membuat Strategi Penerapan Brand Positioning?

Saat Anda memutuskan positioning merek, terdapat beberapa strategi yang dapat Anda gunakan. Di bawah ini terdapat 8 cara membentuk positioning merek yang kuat untuk bisnis Anda.

1. Tentukan Posisi Brand Anda Saat Ini

Posisi brand Anda saat ini memberi informasi penting mengenai kemana Anda harus melangkah selanjutnya. Untuk itu, Anda perlu menganalisis persaingan pasar untuk memahami posisi Anda.

Mulailah mempertimbangkan target pelanggan dan mendefinisikan siapa mereka. Kemudian, kenali misi, nilai, dan hal yang membuat brand berbeda dengan pesaing Anda. Terakhir, perhatikan value proposition serta brand persona dan brand voice Anda saat ini.

2. Buat Brand Essence Chart

Buat Brand Essence Chart

Setelah menentukan posisi brand di pasar, saatnya Anda mencari seluk-beluk tentang arti brand Anda bagi pelanggan. 

Adanya brand essence chart akan membantu Anda dalam mengatur ide-ide sehingga menjadi lebih jelas dan ringkas. Anda juga bisa menggunakannya untuk copywriting dan inspirasi desain.

3. Identifikasi Kompetitor Anda

Menganalisis pesaing Anda adalah hal yang tak kalah penting untuk dilakukan. Kenapa begitu? Sebab, Anda perlu melihat siapa saja yang akan Anda hadapi dalam pasar bisnis.

Riset kompetitor akan membantu Anda menyusun strategi terbaik untuk mendapatkan keunggulan produk atau layanan. Beberapa metode penentuan kompetitor yang bisa Anda coba adalah lakukan riset pasar, gunakan umpan balik pelanggan, dan gunakan media sosial.

Baca juga: 9 Strategi Membangun Keunggulan Produk Bisnis yang Efektif

4. Lakukan Riset Kompetitor

Setelah menentukan siapa pesaing Anda, selanjutnya adalah melakukan riset kompetitor secara mendalam. Anda perlu menganalisis bagaimana para kompetitor memposisikan brand mereka untuk bersaing.

Secara sederhana, penelitian Anda dapat mencakup hal-hal berikut:

  • Apa saja produk atau layanan yang ditawarkan kompetitor?
  • Apa kekuatan dan kelemahan mereka?
  • Apa strategi pemasaran yang berhasil mereka terapkan?
  • Bagaimana posisi kompetitor di pasar saat ini?

5. Identifikasi Value Proposition Unik Anda

Membangun keunikan brand adalah tentang mengidentifikasi apa yang membuat Anda berbeda dan apa yang paling tepat bagi bisnis Anda. Setelah melakukan riset pesaing, nantinya Anda akan mulai melihat polanya.

Anda mulai melihat beberapa bisnis memiliki kekuatan dan kelemahan yang sama. Ketika membandingkan produk atau layanan Anda dengan milik mereka, Anda mungkin akan menemukan salah satu kelemahan mereka adalah kekuatan Anda.

Inilah yang membuat brand Anda unik. Hal ini juga menjadi titik awal yang sempurna untuk memposisikan brand Anda di pasar.

6. Bangunlah Brand Positioning Framework

Pada awalnya, memposisikan brand dapat terlihat luar biasa. Dengan begitu banyak touchpoint, akan sulit untuk memprioritaskan pesan utama.

Dengan brand positioning framework, dapat membantu membantu strategi pemosisian merek Anda. Dimulai dengan ide besar terlebih dahulu dan diakhiri dengan contoh touchpoint yang dapat digunakan dalam keterangan media sosial, artikel blog, hingga iklan.

7. Buatlah Brand Positioning Statement Anda

Buatlah Brand Positioning Statement Anda

Untuk membuat pernyataan tentang brand, Anda dapat membuatnya secara unik dan ringkas yang menggambarkan posisi brand Anda. Hal ini akan membutuhkan waktu dalam pengerjaan dan pencariannya.

Setelah menyempurnakan Brand Positioning Statement, selanjutnya Anda dapat memperjelas elemen-elemen brand yang dapat membantu Anda mendefinisikan posisi Anda di pasar.

8. Buatlah Brand Elements yang Mencerminkan USP (Unique Selling Proposition)

Tidak hanya membutuhkan statement yang kuat, brand Anda juga perlu elemen-elemen yang memperjelas posisi perusahaan dan produk di pasar. Berikut beberapa elemen utama yang dibutuhkan brand Anda:

  • Tagline
  • Logo
  • Identitas visual
  • Konten produk
  • Kemasan produk
  • Tanda dan menu lokasi fisik
  • Pesan dan pedoman brand
  • Perlengkapan identitas brand

Pastikan semua hal tersebut dapat mencerminkan posisi brand Anda sebaik mungkin.

Baca juga: 9 Kriteria dari Faktor yang Mempengaruhi Desain Produk

Contoh Penerapan Brand Positioning

Berikut ini terdapat beberapa contoh positioning brand dari perusahaan ternama, yang secara efektif memanfaatkan pemosisian merek sebagai bagian dari strategi pemasaran untuk menjangkau target pasar mereka.

1. Starbucks vs Dunkin’

brand positioning - starbucks vs dunkin

Meskipun Starbucks dan Dunkin’ terlihat berbeda, keduanya menargetkan pelanggan yang pergi untuk minum kopi setiap pagi. Branding hijau dan coklat Starbucks berlawanan dengan warna pink dan orange Dunkin’s yang cerah.

Branding telah menjadi salah satu elemen penting dari strategi Starbucks selama bertahun-tahun. Logo Starbucks Siren adalah salah satu logo yang paling dikenal di dunia.

Starbucks identik dengan minuman kopi berkualitas dan pengalaman kedai kopi yang menenangkan di seluruh dunia. Hal ini tidak akan mungkin terjadi tanpa komunikasi yang konsisten terhadap elemen-elemen mereknya

Meningkatnya kesadaran akan pentingnya kesehatan membuat Dunkin’ sadar pentingnya menyesuaikan brand positioning mereka. Pada tahun 2019, secara resmi Dunkin’s Donuts menghilangkan kata “Donuts” yang memiliki konotasi kurang sehat bagi kesehatan.

Langkah ini terbilang cukup strategis untuk bersaing dengan kompetitornya, yaitu Starbucks.

Meskipun tetap mempertahankan jenis huruf dan palet warna yang sama, hilangnya lambang cangkir kopi dan kata donat memungkinkan interpretasi yang lebih luas dan membebaskan Dunkin’ untuk dapat mengejar cara lain dalam membangun brandnya. 

Logo baru ini juga memungkinkan “Dunkin'” untuk menggunakan font yang lebih besar pada cangkir atau etalase, sehingga menarik perhatian customer dengan lebih cepat dan tampak lebih menarik.

2. Spotify vs Apple Music

brand positioning - spotify vs apple music

Contoh brand positioning berikutnya adalah dari Spotify dan Apple Music. Dilema Spotify vs Apple Music telah menjadi topik yang sangat menarik perhatian. 

Spotify dikenal dengan personalisasi yang tinggi, sedangkan Apple Music dikenal dengan pilihan lagu yang lebih premium dan,dan berkualitas tinggi. Meskipun penawaran sangat mirip, keduanya menggunakan strategi yang sangat berbeda untuk memposisikan brand mereka di pasar.

Spotify menggunakan strategi berbasis harga. Meskipun opsi premiumnya hampir sama dengan Apple Music. Untuk harga, Spotify menawarkan paket gratis yang membuatnya lebih mudah diakses.

Apple Music menggunakan pendekatan berbasis kualitas, dengan menawarkan katalog 60 juta lagu sebagai daya tarik utamanya. Mereka juga menawarkan konten eksklusif, seperti video dan lirik lagu. 

Sebagai perbandingan kedua brand tersebut, Spotify hanya menawarkan konten eksklusif itu pada beberapa lagu saja.

3. Alfamart vs Indomaret

brand positioning - alfamart vs indomaret

Sebagai dua jaringan ritel terbesar di Indonesia, Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan Alfamart dan Indomaret. Kedua minimarket tersebut dapat kita jumpai di berbagai lokasi dan hampir selalu berdekatan. 

Meskipun terlihat hampir sama, ternyata ada beberapa hal yang membedakan kedua ritel tersebut dalam brand positioning yang mereka terapka

Alfamart hadir sebagai ritel yang menyediakan kebutuhan sehari-hari dengan harga yang terjangkau di lokasi yang nyaman. Gerai yang didominasi dengan warna merah ini menggunakan konsep pengalaman berbelanja yang memuaskan dengan harga yang tepat.

Sedangkan sejak awal, Indomaret hadir dengan konsep gerai yang dekat dengan hunian konsumen dan memposisikan diri sebagai gerai yang mendekatkan konsumen dengan kebutuhan sehari-hari mereka. 

Dari perbedaan tersebut, Indomaret menekankan pada kemudahan berbelanja dan kedekatan dengan konsumen. Sedangkan Alfamart berfokus pada pengalaman berbelanja yang memuaskan bagi pelanggan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Pertanyaan Seputar Brand Positioning

Ada beberapa pertanyaan menarik yang berkaitan dengan brand positioning. Di bawah ini tersedia beberapa pertanyaan yang mungkin bisa menjawab rasa penasaran Anda terkait brand positioning.

1. Apa yang Dimaksud Brand Positioning dan Berikan Contohnya?

Secara sederhana, brand positioning adalah proses bagaimana sebuah merek bisa memposisikan diri di ruang dalam pikiran seseorang. Untuk contoh brand positioning adalah Coca-Cola.

Coca-Cola menjadi perusahaan yang mengimplementasikan program loyalitas pelanggan. Mereka memiliki program loyalitas dan hadiah menarik bagi pelanggan setia, seperti diskon, akses ke acara eksklusif, dan produk gratis.

2. Apa Saja Elemen Brand Positioning?

Terdapat 7 elemen brand positioning yang perlu Anda ketahui, seperti tujuan, kategori pasar, customer pain point, diferensiasi bisnis dan produk, identitas brand, visi, serta product positioning statement.

3. Bagaimana Strategi Brand Positioning?

Strategi positioning merek yang bisa Anda coba adalah dengan menentukan posisi brand Anda saat ini, buat brand essence chart, identifikasi kompetitor, lakukan riset kompetitor, serta buatlah brand elements yang mencerminkan USP (Unique Selling Proposition) Anda.

Penutup

Nah, itulah penjelasan mengenai brand positioning mulai dari pengertian, manfaat, strategi penggunaan, hingga contoh penerapannya. Untuk Anda para pebisnis, jangan ragu untuk menerapkan strategi ini untuk kesuksesan bisnis Anda di masa depan.

Apabila Anda masih memiliki keraguan atau kebingungan terkait cara penentuan positioning bisnis, Sasana Digital hadir untuk membantu Anda. Klik banner di bawah ini dan dapatkan layanan konsultasi untuk memecahkan permasalahan Anda bersama tim kami.

Bagikan Artikel Ini

Layanan Sasana Digital

Hubungi Kami
Halo, ada yang bisa kami bantu?